cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agrikultura
ISSN : 08532885     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrikultura terbit tiga kali setahun (April, Agustus dan Desember), memuat artikel hasil penelitian dan kupasan (review) orisinal hasil dari penelitian yang sebagian telah dilakukan penulis, dan komunikasi singkat.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 31, No 3 (2020): Desember, 2020" : 15 Documents clear
Induksi Kalus pada Eksplan Daun Muda Tanaman Durian (Durio zibethinus Murr.) Klon Baru Kamajaya dengan Kombinasi Zat Pengatur Tumbuh 2,4-D dan Kinetin Secara In Vitro Agung Rahmadi; Noladhi Wicaksana; Bambang Nurhadi; Erni Suminar; Siti Rakhmah Tenrisui Pakki; Syariful Mubarok
Agrikultura Vol 31, No 3 (2020): Desember, 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v31i3.29388

Abstract

Perbanyakan durian klon baru Kamajaya secara vegetatif dapat dilakukan dengan teknik kultur jaringan sebagai teknik modern untuk konservasi plasma nutfah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kombinasi 2,4-D dan Kinetin terhadap pembentukan kalus pada daun durian Kamajaya. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Sumedang. Percobaan dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua faktor yang diamati dan metode analisis deskriptif. Faktor pertama zat pengatur tumbuh 2,4-D terdiri dari konsentrasi yang berbeda yaitu 1, 2, 3, 4 dan 5 ppm. Faktor kedua terdiri dari 3 konsentrasi Kinetin yang berbeda yaitu 0,0, 0,5 dan 1 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 2 ppm 2,4-D,  3 ppm 2,4-D, 4 ppm 2,4-D, 2 ppm 2,4-D + 0,5 ppm kinetin menghasilkan eksplan daun muda durian melengkung dan tulang daun membengkak dan pada perlakuan 5 ppm 2,4-D, 2 ppm 2,4-D + 1 ppm kinetin,  5 ppm 2,4-D 5 ppm + 1  ppm kinetin menghasilkan eksplan daun muda durian menggulung dan membentuk kalus.
Analisis molekuler dan Clustering Piramidisasi Gen Tahan Virus Ty-1, Ty-5 dan Ty-6 Pada Populasi BC4F1 Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L) Janwar Eka Saputra; Anas Anas; Noladhi Wicaksana
Agrikultura Vol 31, No 3 (2020): Desember, 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v31i3.29287

Abstract

Pendekatan pemuliaan ketahanan menggunakan piramidisasi gen tahan virus merupakan upaya dalam menggabungkan gen ketahanan dari tanaman inang atau kerabatnya yang bertanggung jawab dalam adaptasi dan ketahanan terhadap serangan patogen virus. Hal tersebut dapat menjadi peluang yang baik dalam pengembangan ketahanan yang tahan lama terhadap berbagai jenis virus. Persilangan antara tetua tomat yang tidak memiliki gen tahan dan tetua dengan tiga gen ketahanan dilakukan untuk mengembangkan populasi tomat BC4F1. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi keberadaan gen Ty-1, Ty-5 dan Ty-6 pada populasi tomat BC4F1 dan untuk menganalisis kesamaan genetik antara individu tanaman tomat pada populasi BC4F1. Analisis kekerabatan melalui analisis pengelompokan dilakukan berdasarkan analisis penanda molekuler. Analisis molekuler menunjukkan bahwa 117 genotipe mengandung gen tahan Ty-1, tujuh genotipe dengan gen tahan Ty-5, dan 45 genotipe mengandung gen tahan Ty-6. Analisis klaster menghasilkan tujuh kluster dengan mengukur kesamaan berdasarkan jarak Euclidean. Tujuh puluh satu genotipe dikelompokkan dalam kelompok 1 yang mengandung gen Ty-1, Tiga genotipe yang dikelompokkan dalam klaster 2 yang hanya berisi gen Ty-5, 43 genotipe yang dikelompokkan dalam kelompok 3 yang mengandung gen Ty-1 + Ty-6, dua genotipe yang dikelompokkan dalam kelompok 4 yang terdiri dari gen Ty-1 + Ty-5 , satu genotipe berada di kelompok 7 dari kelompok gen Ty-5 dan Ty-6, satu genotipe berada di klaster 6 yang membawa tiga gen tahan Ty-1 + Ty-5 + Ty-6, dan tiga genotipe tidak memiliki gen tahan di dalam kluster 7. Tujuh kelompok kombinasi gen Ty tersebut dapat menjadi materi tetua atau genotipe harapan bagi pengembangan kegiatan pemuliaan lanjutan selanjutnya.
Dinamika Populasi Gulma Akibat Aplikasi Herbisida Metil Metsulfuron pada Padi Sawah Sistem Tanam Pindah (Tapin) dan Tanam Benih Langsung (Tabela) Sri Utami; Denny Kurniadie; Dedi Widayat
Agrikultura Vol 31, No 3 (2020): Desember, 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v31i3.29231

Abstract

Perubahan jenis, komposisi dan dominasi gulma merupakan masalah yang sering timbul akibat adanya pengendalian gulma, terutama pengendalian gulma menggunakan herbisida. Gulma dapat menjadi lebih berbahaya, sulit dikendalikan dan menjadi resisten jika tidak diatasi dengan baik. Perubahan jenis dan komposisi juga dipengaruhi oleh sistem budidaya tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pergeseran atau perubahan gulma akibat aplikasi herbisida metil metsulfuron pada penanaman padi sistem Tapin dan sistem Tabela. Penelitian ini menggunakan rancangan split plot yang diulang sebanyak empat kali. Faktor utama adalah sistem tanam dengan dua taraf, yaitu sistem Tabela (T2) dan Tapin (T1). Anak petak adalah penyiangan gulma dengan tiga taraf, yaitu penyiangan menggunakan herbisida metil metsulfuron (H1), penyiangan manual (H2) dan tanpa penyiangan atau kontrol (H3). Hasil penelitian menunjukan bahwa selain perlakuan kontrol pada sistem Tabela (T2H3), dominasi gulma berubah dari gulma golongan daun lebar menjadi gulma golongan teki. Perlakuan herbisida metil metsulfuron sistem Tabela (T2H1) memiliki tingkat kesamaan komunitas gulma yang paling berbeda terhadap Anveg awal dan perlakuan kontrol pada sistem Tapin (T1H3) maupun Tabela (T2H3). Keanekaragaman gulma menurun, terutama pada perlakuan herbisida metil metsulfuron sistem Tabela (T2H1) yang memiliki tingkat keanekaragaman gulma paling rendah dan nilai dominsi paling tinggi.
Prioritas Strategi Pengembangan Agroindustri Manggis di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat Roni Kastaman; Ahmad Thoriq
Agrikultura Vol 31, No 3 (2020): Desember, 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v31i3.30525

Abstract

Manggis merupakan tanaman buah yang termasuk ke dalam pangan fungsional karena memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Sebagian besar buah manggis dijual dalam bentuk buah segar, padahal buah manggis dapat diolah menjadi beberapa produk sehingga dapat meningkatkan nilai tambah buah manggis. Penelitian ini bertujuan menentukan lokasi potensial, prioritas dan arah pengembangan agroindustri manggis di Kabupaten Tasikmalaya. Penentuan lokasi potensial dilakukan menggunakan metode Location Quotient (LQ) and Differential Shift (DS), penentuan prioritas produk agroindustri manggis dilakukan menggunakan metode perbandingan ekponensial, strategi pengembangan agroindustri manggis dilakukan menggunakan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats) dan pemilihan prioritas strategi pengembangan agroindustri manggis dilakukan menggunakan Analytical Network Process (ANP). Hasil analisis LQ dan DS menunjukkan bahwa lokasi potensial pengembangan agroindustri manggis terdapat pada empat Kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya yaitu Kecamatan Sodonghilir, Tanjungjaya, Sukaraja, dan Kecamatan Jatiwaras. Prioritas pengembangan produk agroindustri manggis berdasarkan analisis metode perbandingan ekponensial secara berurutan adalah ekstrak kulit manggis (9,63), sari buah/ jus manggis (9,56), sirup buah manggis (9,53), buah kaleng manggis (9,51), puree manggis (9,50), es krim kulis manggis (9,48), dodol biji manggis (9,47), dan tepung kulit manggis (9,45). Berdasarkan analisis SWOT dan ANP diperoleh prioritas strategi pengembangan agroindustri manggis bagi petani, yakni : 1) branding dan promosi produk, 2) Peningkatan kualitas produk melalui penerapan Good Manufacturing Practice (GMP) dan Cleaner Production, 3) Pengembangan dan inovasi produk, 4) Peningkatan kualitas sumber daya manusia, 5) Peningkatan kesejahteraan petani, 6) Bibit unggul yang mampu adaptif terhadap lingkungan, 7) Peningkatan harga jual buah manggis.
Kandungan Prolin, Klorofil, dan Hasil Tanaman Tomat Mutan IAA9 pada Kondisi Cekaman Suhu Tinggi Erni Suminar; Syariful Mubarok; Anne Nuraini; Hiroshi Ezura; Fitri Widya Fitriatin
Agrikultura Vol 31, No 3 (2020): Desember, 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v31i3.30924

Abstract

Cekaman suhu tinggi dapat menyebabkan perubahan pada kandungan prolin, klorofil tanaman tomat sehingga mempengaruhi produksi buah tomat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kandungan klorofil dan prolin sebagai respon fisiologi tanaman tomat mutan iaa9-3 dan iaa9-5, serta WT-MT terhadap kondisi cekaman suhu tinggi yaitu berkisar  40-45oC. Perlakuan terdiri dari tiga genotipe tomat asal introduksi dan masing-masing terdiri dari  12 unit tanaman, sedangkan analisis data hasil pengamatan menggunakan analisis Student’s T-Test. Pada penelitian ini digunakan dua mutan tomat iaa9  yaitu mutan iaa9-3 dan iaa9-5 serta WT-MT sebagai kontrol yang diberi perlakuan kondisi cekaman suhu tinggi suhu berkisar 40-45 oC dimana rata-rata suhu maksimum 42,84 oC, sedangkan rata-rata suhu minimum yaitu 22.57 oC dan rata-rata kelembaban maksimum yaitu  82,84 % sedangkan rata-rata kelembaban minimum yaitu 61,57 %. Hasilnya menunjukkan bahwa pada mutan iaa9-5 memiliki kandungan prolin yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan WT-MT dan iaa9-3, sedangkan kandungan klorofil mutan iaa9-5 dan iaa9-3 lebih tinggi daripada WT-MT. Jumlah dan bobot buah pada mutan iaa9-5 lebih tinggi daripada mutan iaa9-3, sedangkan pada WT-MT mengalami kegagalan membentuk buah.
Kemampuan Bacillus subtilis dan Trichoderma harzianum dalam Campuran Serat Karbon dan Silika Nano untuk Meningkatkan Ketahanan Tanaman Padi Terhadap Penyakit Blas (Pyricularia oryzae) Hersanti Wartono; Nurul Safitri; Luciana Djaya; Martua Suhunan Sianipar
Agrikultura Vol 31, No 3 (2020): Desember, 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v31i3.29483

Abstract

Penyakit blas yang disebabkan Pyricularia oryzae merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman padi di Indonesia.  Pengendalian yang dapat digunakan untuk mengendalikan penyakit blas ialah menggunakan agens biokontrol. Dalam penelitian ini bakteri Bacillus subtilis dan jamur Trichoderma harzianum diformulasikan dengan bahan pembawa berupa serat karbon dan diperkaya dengan unsur hara mikro berupa silika dalam ukuran nano. Penelitian ini dilakukan untuk menguji kemampuan B. subtilis dan T. harzianum yang diaplikasikan secara tunggal maupun kombinasi, dengan dan tanpa campuran serat karbon dan silika nano, dalam meningkatkan ketahanan tanaman padi terhadap penyakit blas. Pengujian pada tanaman padi dilakukan dengan merendam benih dan akar semai padi dalam delapan perlakuan formulasi. Percobaan disusun menggunakan rancangan acak kelompok. Hasil percobaan menunjukkan bahwa aplikasi B. subtilis dan T. harzianum, baik secara tunggal maupun kombinasi, mampu meningkatkan ketahanan tanaman padi terhadap penyakit blas dengan penghambatan penyakit berkisar antara 15,64% - 21,59%. Selain itu, aplikasi tunggal maupun kombinasi B. subtilis dan T. harzianum yang diformulasikan dengan serat karbon dan silika nano mampu meningkatkan ketahanan tanaman padi terhadap penyakit blas, dengan penghambatan penyakit berkisar antara 18,75% - 25,12%.
Potensi Mikrob Asal Air Rendaman Limbah Jamur Tiram untuk Menghambat Alternaria solani Sorr. in Vitro dan Penyakit Bercak Cokelat pada Tomat Noor Istifadah; Santa Monica; Fitri Widiantini; Sri Hartati
Agrikultura Vol 31, No 3 (2020): Desember, 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v31i3.29198

Abstract

Penyakit bercak cokelat yang disebabkan oleh Alternaria solani Sorr. merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman tomat. Salah satu cara pengendalian yang ramah lingkungan adalah pengendalian biologi. Bahan organik termasuk limbah jamur tiram merupakan salah satu sumber yang potensial untuk mendapatkan mikrob yang bersifat antagonistik terhadap patogen tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan mikrob dari air rendaman limbah jamur tiram yang dapat menghambat pertumbuhan Alternaria solani secara in vitro dan menekan penyakit bercak cokelat pada buah dan daun tomat. Percobaan terdiri dari beberapa tahap antara lain isolasi mikrob dari air rendaman limbah jamur tiram, seleksi awal dan uji lanjutan kemampuan isolat mikrob untuk menghambat pertumbuhan A. solani secara in vitro dengan metode dual culture. Isolat hasil seleksi in vitro diuji kemungkinan patogensitasnya pada buah tomat dan isolat non patogenik yang dapat menghambat infeksi A. solani diuji lebih lanjut pada tanaman tomat. Hasil percobaan menunjukkan bahwa di antara 23 isolat mikrob yang diperoleh dari air rendaman limbah jamur tiram terdapat delapan isolat yang dapat menghambat pertumbuhan A. solani  secara in vitro dengan tingkat penghambatan berkisar antara 70,1% sampai  81,2%.  Pada pengujian di buah tomat, dua isolat jamur berhifa (Rhizopus spp.) bersifat patogenik dan tiga isolat mikrob non patogenik dapat menghambat infeksi A solani pada buah tomat sebesar  78,4% dan 83,7%. Pada percobaan di tanaman tomat, hanya dua isolat (isolat jamur TJ4 dan isolat bakteri TB25) yang dapat menekan penyakit bercak cokelat masing-masing sebesar 54,8% dan 37,9%.
Analysis of Cinnamomum Land Suitability and The Conservation Efforts at Eka Karya Bali Botanic Garden Ayyu Rahayu
Agrikultura Vol 31, No 3 (2020): Desember, 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v31i3.30546

Abstract

Cinnamomum is an aromatic plants that have high economic value. At the Eka Karya Bali Botanic Garden Plant Conservation Center, the Cinnamomum collection has a problem, that is drought and deciduous leaves. The purpose of this study is to determine the land suitability class and climate of the growth of Cinnamomum collections. The method used is by matching the Cinnamomum growth conditions data to the actual data on the condition of the land. The results show that the level of land suitability for Cinnamomum collections is S3 (marginally suitable) with a limiting factor is water availability. Strategies that can be used to reduce the impact of excess water are water management and the application of organic matter.
Keragaan Padi Varietas Inpari 24 dan Varietas Mantap pada Budidaya Berbasis Organik Swisci Margaret; Ade Ruskandar
Agrikultura Vol 31, No 3 (2020): Desember, 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v31i3.27225

Abstract

Varietas yang dapat beradaptasi dengan perubahan pengelolaan lingkungan budidaya berbasis organik tanpa mempengaruhi produktivitas dan kualitasnya diperlukan untuk mendukung penanaman padi berbasis organik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh budidaya padi berbasis organik terhadap pertumbuhan dan hasil varietas Inpari 24 yang merupakan varietas beras fungsional dan varietas Mantap yang merupakan varietas potensi hasil tinggi. Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan Sukamandi Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) pada bulan Juni hingga September 2019. Percobaan menggunakan rancangan tersarang dimana budidaya padi (berbasis organik dan budidaya eksisting) sebagai petak utama dan varietas (Inpari 24 dan Mantap) sebagai anak petak. Pengamatan dilakukan terhadap karakteristik tanah, pertumbuhan tanaman, hasil dan komponen hasil. Pengambilan contoh dilakukan sebanyak enam ulangan untuk setiap perlakuan budidaya dan varietas. Pengaruh perlakuan dianalisis menggunakan uji t untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dibandingkan budidaya eksisting, budidaya padi berbasis organik menurunkan kemampuan varietas Inpari 24 dan Mantap untuk tumbuh dan memberikan hasil yang optimal. Penurunan hasil pada varietas padi fungsional Inpari 24 mencapai 53,60%, sedangkan varietas potensi hasil tinggi Mantap mengalami penurunan hasil sebesar 23,43%. Penurunan hasil ini selaras dengan penurunan kemampuan pembentukan anakan dan pembentukan malai, berkurangnya bobot gabah 1000 butir serta kemampuan mempertahankan kehijauan daun bendera hingga panen. Persentase penurunan hasil yang lebih kecil pada varietas Mantap menunjukkan bahwa varietas tersebut lebih beradaptasi terhadap perubahan pengelolaan lingkungan yang terjadi pada budidaya organik.
Keragaman Penggunaan Lahan Eksisting di Hulu Sub DAS Cikapundung Berdasarkan Indeks Vegetasi dan Temperatur Permukaan Lahan Muhammad Amir Solihin; Noviani Putri
Agrikultura Vol 31, No 3 (2020): Desember, 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v31i3.29467

Abstract

Keragaman penggunaan lahan merupakan salah satu variabel yang sangat penting untuk mendukung fungsi ekologi bagian hulu DAS Cikapundung. Keragaman penggunaan lahan dapat diidentifikasi melalui nilai indeks vegetasi dan suhu permukaan lahan yang menggambarkan lingkungan yang menguntungkan bagi tanaman dan juga bagi konservasi tanah dan air di suatu DAS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks vegetasi dan suhu permukaan tanah sebagai indikator keragaman penggunaan lahan di bagian hulu DAS Cikapundung. Lokasi penelitian berada di bagian hulu DAS Cikapundung di Kabupaten Lembang. Indeks vegetasi ditentukan berdasarkan Normalized Differences Vegetation Indeks (NDVI) yang merepresentasikan tingkat kehijauan vegetasi. Suhu permukaan lahan ditentukan berdasarkan analisis Mono Windows Algortihm (MWA). Hasil analisis menunjukkan bahwa indeks vegetasi dan LST di DAS Cikapundung hulu bervariasi. Dominasi nilai indeks vegetasi yang rendah dan LST yang sedang hingga tinggi ditemukan pada pertanian tegalan intensif. Indeks vegetasi dan LST di DAS Cikapundung dapat digunakan sebagai indikator keragaman penggunaan lahan dalam memantau dukungannya terhadap peran fungsi ekologis kondisi DAS secara keseluruhan.

Page 1 of 2 | Total Record : 15