cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agrikultura
ISSN : 08532885     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrikultura terbit tiga kali setahun (April, Agustus dan Desember), memuat artikel hasil penelitian dan kupasan (review) orisinal hasil dari penelitian yang sebagian telah dilakukan penulis, dan komunikasi singkat.
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 34, No 1 (2023): April, 2023" : 17 Documents clear
Respon Pertumbuhan dan Tingkat Serangan Hama Pengerek Batang pada Berbagai Varietas Padi Sawah (Oryza sativa L ) yang Ditanam di Lahan Bukaan Baru Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Sembiring, Jefri; Ofre, Oktovianus; Mendes, Johana; Rante, Novianti
Agrikultura Vol 34, No 1 (2023): April, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i1.41614

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui respon pertumbuhan enam varietas tanaman padi (Oryza sativa L.) terhadap serangan pengerek batang. Penelitian ini dilaksanakan di lahan bukaan baru Kampung Bokem, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke, Propinsi Papua Selatan pada bulan Maret Sampai Juni 2021. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri atas 6 varietas dengan 3 ulangan. Varietas yang digunakan, yaitu varietas Nutrizinc, Mamberamo, Inpari 42, Inpara 2, Inpari 32 dan Inpari Sidenuk.  Masing masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan sehingga akan diperoleh 18 plot percobaan. Luas plot pengamatan 3 x 3 m2 dengan jarak tanam 20 x 20 cm sehingga dalam plot terdiri dari 50 tanaman.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi tinggi pada masing-masing varietas sebagai berikut: varietas Chidanu (78,4 cm), varietas padi Inpara (74,2 cm), varietas Nutrizinc (70,7 cm), varietas Mambramo (66,3 cm), varietas Inpari 42 (65,1 cm) dan varietas Inpari 32 (59,0 cm). Demikian pula dengan jumlah anakan yaitu varietas Inpara 2 (12 anakan), varietas Inpari Chidanu (11 anakan), varietas Inpari 32 (10 anakan), varietas Mambramo (10 anakan), dan varietas Inpari 42 (9,0 anakan).  Jumlah anakan terserang serangga pengerek batang berturut-turut adalah varietas Inpara 2 (9 anakan), varietas Inpari 42 (7,0 anakan), varietas Inpari Chidanu (5,6 anakan), varietas Inpari 32 (5,5 anakan), varietas Nutrizinc (4,4 anakan) dan varietas Mambramo (4,3 anakan). Gabah paling paling banyak terdapat pada varietas Inpara 2 (186,2 gabah) sedangkan terendah pada varietas Nitrizinc (119,4 gabah). Respons enam varietas padi yang diteliti memiliki tingkat kerentanan yang berbeda-beda terhadap serangan penggerek batang (Scirpophaga sp). Varietas Nutrizinc dan Mambramo menunjukkan rata-rata tingkat serangan terendah terhadap serangan hama pengerek batang pada lahan bukaan baru (4,3 anakan). Jenis varietas pada lahan bukaan baru menyebabkan pertumbuhan dan produksi tanaman padi berbeda. Produksi tertinggi adalah varietas Nutrizinc (6,67 ton/ha).
Pemberian Mikoriza dan Biostimulan Ekstrak Rumput Laut terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung di Rasau Jaya, Kalimantan Barat Santari, Putri Tria; Hatta, Muhammad
Agrikultura Vol 34, No 1 (2023): April, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i1.43075

Abstract

Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, merupakan salah satu sentra jagung di Provinsi Kalimantan Barat. Sebagian besar jagung ditanam di lahan gambut dengan produktivitas masih tergolong rendah, rata-rata 3,8 ton/ha. Hal ini disebabkan oleh rendahnya tingkat kesuburan tanah. Untuk meningkatkan kesuburan tanah pada lahan gambut perlu dilakukan penambahan pupuk hayati. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesuburan tanah gambut melalui pemberian mikoriza dan biostimulan ekstrak rumput laut terhadap pertumbuhan dan produktivitas dua varietas jagung di Rasau Jaya. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor yaitu pupuk hayati dan/atau biostimulan serta varietas jagung yang diulang sebanyak lima kali. Faktor pertama adalah pupuk hayati berupa mikoriza (Gloumus, Aucolaspora, dan Gigaspora) (T1), biostimulan ekstrak rumput laut (T2), kombinasi mikoriza dan ekstrak rumput laut (T3), dan kontrol (T0). Faktor kedua adalah varietas jagung Sukmaraga (V1) dan Bisi 22 (V2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian mikoriza dengan biostimulan ekstrak rumput laut berpengaruh terhadap tinggi tanaman, bobot tongkol, bobot biji per tongkol, dan bobot panen kering pipilan jagung di lahan gambut. Mikoriza dengan biostimulan ekstrak rumput laut dapat memberikan peningkatan bobot panen kering pipilan sebesar 62,85% pada varietas Sukmaraga dan 56,42% pada varietas Bisi 22 di lahan gambut.
Chemical and Biological Properties of Potted-Soil for Strawberry Cultivation Hindersah, Reginawanti; Kamaluddin, Nadia Nuraniya; Akustu, Masako; Herdiyantoro, Diyan
Agrikultura Vol 34, No 1 (2023): April, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i1.40660

Abstract

Strawberries in tropical West Java are cultivated intensively in potted soil but the substrate condition received less attention. The objective of this descriptive research was to evaluate the chemical and macronutrient profile in potted-soils for strawberry cultivation, and to determine beneficial microbes’ population in root-free bulk soil and rhizosphere of potted-strawberry.  The soil samples collected from 12-months and one-month-old potted strawberry; both contained Inceptisols soil order with 10 t/ha and 25 t/ha manure respectively. The proximate analysis was performed using Association of Official Analytical Chemists Method. The microbial enumeration was performed by Serial Dilution Plate Method in specific medium. The results showed that potted soils were not saline, but slightly acid, low in organic carbon and high in cation exchange capacity. The soil reactions were suitable for strawberry but the electrical conductivity was too low for strawberry growth. The potted soils have low to very low carbon to nitrogen ratio, but high in total nitrogen and very high in potential P2O5 and K2O. The population of phosphate-solubilizing bacteria, nitrogen-fixing Azotobacter, total bacteria and total fungi in old potted soil were low; but its counts were increased in manure-treated potted soil. The ratios of bulk soil to rhizosphere microbial count were only 1.0-1.25. The study verified that the doses of organic matter should be increased, while decreasing the chemical fertilizer level.
Efek Formulasi Andrometa terhadap Leptocorisa acuta Thunberg Sari, Dian Ekawati; Fitrianti, Fitrianti; Bakhtiar, Bakhtiar
Agrikultura Vol 34, No 1 (2023): April, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i1.40995

Abstract

Leptocorisa acuta menyerang tanaman padi pada fase generatif dengan cara mengisap bulir hingga menjadi hampa. Serangan L. acuta dapat memengaruhi kualiatas gabah dan beras bahkan dapat menurunkan produksi tanaman padi. Beberapa metode pengendalian telah dilakukan oleh petani, antara lain penggunaan pestisida kimia. Namun demikian, penggunaan pestisida sintetik di kalangan petani cenderung menambah dosis dan frekuensi aplikasi yang lebih banyak. Berdasarkan hal tersebut maka dibutuhkan alternatif pengendalian yang ramah lingkungan untuk pengendalian hama tersebut. Salah satu pengendalian yang ramah lingkungan yaitu pemanfaatan ekstrak tanaman Andropahgus paniculata (sambiloto) dan cendawan entomopatogen Metarhizium anisopliae yang bertujuan agar dapat bereaksi cepat dalam mengendalikan L. acuta. Kedua agen pengendali hama tersebut dibuat dalam satu formulasi yang disebut Andrometa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formulasi Andrometa terhadap hama L. acuta pada tanaman padi. Penelitian ini terdiri atas lima perlakuan formulasi Andrometa yaitu Formulasi 1 (2 g ekstrak A. paniculata + 5 g biakan massal M. Anisopliae), Formulasi 2 (3 g ekstrak A. paniculata + 7,5 g biakan massal M. Anisopliae), Formulasi 3 (4 g ekstrak A. paniculata + 10 g biakan massal M. Anisopliae), Formulasi 4 (5 g ekstrak A. paniculata + 12,5 g biakan massal  M. Anisopliae), dan Formulasi 5 (6 g ekstrak A. paniculata + 15 g biakan massal M. Anisopliae) serta satu perlakuan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan dengan formulasi Andrometa efektif dalam membunuh L. acuta dan jumlah hari yang dibutuhkan formulasi dalam mematikan L. acuta yang terbaik didapatkan pada Formulasi 5 yaitu 3 hari setelah aplikasi.
A Systematic Review: Current Technology of Solid Carrier Formulation to Improve Viability and Effectiveness of Nitrogen-Fixing Inoculant Ariani, Nabila Syifa; Simarmata, Tualar
Agrikultura Vol 34, No 1 (2023): April, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i1.43138

Abstract

Biofertilizers are a promising alternative solution to reduce the long-term adverse effects of chemical fertilizers and are increasingly important for promoting sustainable agriculture. Unfortunately, biofertilizers have a relatively short shelf life, and microbial effectiveness often decreases during storage and application. Therefore, innovation is needed regarding the formulation of biological fertilizer carriers that have the potential to maintain microbial viability and effectivity during storage. The comprehensive study was carried out using Systematic Literature Review (SLR) method by the search engine to evaluate and assess the current status of solid carrier formulation to improve the viability and effectiveness of biofertilizers inoculants. The results of a systematic review of scientific literature were obtained from as many as 149 articles from ScienceDirect and Scopus, and a total of 10 articles were chosen for further review. Several carrier materials have been reported can increase the viability and effectiveness of N-fixing inoculant. Each carrier material provides various benefits, such as increased microbial shelf life, microbial activity, and plant growth. Some carrier materials have the potential for further development in Indonesia.
Efek Pemberian Kalsium Eksogen terhadap Kualitas dan Hasil Tanaman Tembakau (Nicotiana tabacum L.) di Bawah Cekaman Genangan Hidayat, Hidayat; Dewanti, Parawita; Hariyono, Kacung
Agrikultura Vol 34, No 1 (2023): April, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i1.42461

Abstract

Tembakau (Nicotiana tabacum L.) merupakan komoditas tanaman perkebunan yang memiliki nilai ekomonis tinggi. Kendala utama dalam budidaya tanaman tembakau adalah tingkat kerentanannya yang cukup tinggi terhadap kondisi genangan, sehingga mampu menurunkan kualitas serta produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aplikasi kalsium eksogen (CaNO3) pada tanaman tembakau yang diberi cekaman genangan pada umur tanaman berbeda terhadap kualitas serta hasil tembakau. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Mei 2022 di PT. Tempu Rejo, Kabupaten Jember, Jawa timur. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap 2 faktor. Faktor pertama adalah penggenangan dengan menambahkan air hingga 110% kapasitas lapang pada berbagai umur tanaman tembakau (kontrol/pengairan normal, umur tanam 3 minggu, 4 minggu dan 5 minggu). Faktor kedua yaitu aplikasi kalsium eksogen dengan dosis yang berbeda (0 g, 8,5 g, 10 g dan 11,5 g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kalsium eksogen yang diaplikasikan pada tanaman tembakau berdampak pada respon fisiologi serta hasil dan kualitas tanaman tembakau yang digenangan pada berbagai umur tanam. Tanaman pada umur 4 minggu menunjukkan tingkat adaptasi yang tinggi terhadap cekaman genangan. Pengaplikasian kalsium kalsium eksogen 11,5 g berpengaruh nyata terhadap respon pertumbuhan (ratio tajuk akar), respon fisilogi (klorofil dan prolin), kualitas (nikotin dan klorin) serta hasil panen tanaman tembakau yang tercekaman genangan.
Pemanfaatan Limbah Padi dan Buah Kelapa untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah Saleh, Teddy Wahyana; Istifadah, Noor; Hartati, Sri
Agrikultura Vol 34, No 1 (2023): April, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i1.44952

Abstract

Produktivitas bawang merah di Indonesia masih belum optimal. Upaya peningkatan produksi dapat dilakukan dengan penambahan bahan organik dari limbah pertanian. Pemanfaatan limbah dapat disiapkan dengan cara merendam bahan, fermentasi cair yang hasilnya dikenal dengan mikroorganisme lokal (MOL) serta pyrolysis yang menghasilkan biochar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan air rendaman dan MOL batang padi atau sabut kelapa, serta biochar sekam atau tempurung kelapa untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen bawang merah. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 12 perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diuji adalah pemberian biochar sekam atau tempurung kelapa pada lubang tanam, penyiraman air rendaman atau MOL batang padi atau sabut kelapa yang diaplikasikan secara tunggal dan kombinasi, kontrol dan cara petani. Hasil percobaan menunjukkan bahwa aplikasi berbagai bentuk limbah organik yang diuji mampu mendukung pertumbuhan dan hasil bawang merah. Kombinasi pemberian biochar sekam padi atau tempurung kelapa sebanyak 15 g per lubang tanam dan penyiraman MOL batang padi atau sabut kelapa sebanyak 50 ml per tanaman pada 2, 4, 6 MST menghasilkan tinggi tanaman, jumlah daun, berat berangkasan segar, serta hasil panen yang tidak berbeda secara nyata dibandingkan dengan cara petani yang menggunakan pupuk sintetik.
Analisis Preferensi Konsumen terhadap Atribut Beras di Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung Lestari, Ayuningtyas Puji; Saidah, Zumi
Agrikultura Vol 34, No 1 (2023): April, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i1.40305

Abstract

Penyediaan beras di pasaran dengan bermacam-macam atribut akan mempengaruhi keputusan beli konsumen, karena konsumen akan membeli beras yang sesuai dengan preferensinya. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik konsumen, preferensi dan keinginan konsumen dalam pembelian beras. Desain penelitian yang diterapkan adalah desain kuantitatif dengan teknik penelitian survei. Sampel penelitian ini sebanyak 100 konsumen rumah tangga di Kecamatan Cibeunying Kidul yang menerima bantuan sosial. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis konjoin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara atribut-atribut beras dengan preferensi konsumen. Beras yang menjadi preferensi konsumen adalah beras curah, kualitas beras yang medium, beras bersih, pulen, derajat keputihan dengan warna putih susu, daya tahan satu bulan, dan dengan harga yang berkisar pada Rp 9.000-9.500/kg. Atribut beras yang paling dipertimbangkan responden di Kecamatan Cibeunying Kidul adalah atribut kualitas. Urutan atribut dari yang paling dipertimbangkan adalah kualitas, harga beras curah, kepulenan, kebersihan, daya tahan, harga beras kemasan, jenis beras, dan yang terakhir derajat warna putih.
Efisiensi Teknis Usahatani Jamur Tiram Putih di Kabupaten Bandung Barat Latifa, Nadya Hasna; Rochdiani, Dini; Saidah, Zumi
Agrikultura Vol 34, No 1 (2023): April, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i1.44199

Abstract

Permintaan jamur tiram putih pada saat ini meningkat setiap tahunnya karena merupakan komoditas yang sedang digemari oleh masyarakat. Namun, permintaan yang meningkat ini tidak didukung oleh produksi yang tergolong masih fluktuatif sehingga ada ketergantungan pada impor. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan faktor input yang berpengaruh terhadap produksi, mengukur tingkat efisiensi teknis, dan menentukan faktor inefisiensi teknis usahatani jamur tiram putih. Petani sampel berjumlah 80 orang dan dipilih dengan menggunakan metode simple random sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah fungsi produksi Cobb-Douglass Stochastic Frontier dan menggunakan aplikasi Frontier 4.1. Hasil penelitian menunjukkan dari enam variabel input yang diduga berpengaruh terhadap produksi, hanya terdapat empat variabel yang berpengaruh signifikan yaitu penggunaan bibit, jumlah dedak, kualitas dan kuantitas serbuk gergaji, dan jumlah tenaga kerja. Efisiensi teknis pada penelitian ini memperlihatkan enam tingkatan efisiensi teknis. Berdasarkan hasil ditemukan bahwa efisiensi teknis terbesar terdapat pada kisaran 0,71 – 0,80, sedangkan secara keseluruhan rata-rata nilai efisiensi teknisnya sebesar 0,768. Artinya, petani jamur tiram putih di Kabupaten Bandung Barat telah mencapai efisiensi teknis. Meskipun nilai rata-rata efisiensi teknis tidak lebih dari 0,8, petani masih memiliki kesempatan untuk meningkatkan nilai efisiensi teknis dengan memerhatikan kualitas input yang digunakan, salah satunya bibit dan serbuk gergaji. Dari tiga variabel yang diduga menjadi penyebab inefisiensi teknis, hanya variabel pengalaman yang berpengaruh signifikan sebesar 0,931.
Perbandingan Struktur Anatomi dan Kadar Klorofil antara Daun Terinfeksi dan Tidak Terinfeksi Penyakit Kuning pada Tanaman Lada Sonya, Permitha; Robika, Robika; Ropalia, Ropalia
Agrikultura Vol 34, No 1 (2023): April, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i1.42182

Abstract

Deteksi awal penyakit kuning yang disebabkan oleh nematoda parasit Radopholus similis dan Meloidogyne incognita serta cendawan patogen Fusarium oxysporum dan Fusarium solani relatif sulit, tanaman dapat diduga terinfeksi setelah menampakkan gejala menguning pada bagian daun. Perubahan struktur anatomi daun lada yang terinfeksi penyakit kuning sejauh ini belum ada laporan tertulis. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan struktur anatomi daun lada yang tidak terinfeksi dan terinfeksi penyakit kuning. Penelitian ini menggunakan dua metode yaitu whole mount untuk membuat sayatan paradermal dan free-hand technique untuk membuat sayatan transversal. Pengukuran kadar klorofil menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 649 nm dan 665 nm. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kerapatan stomata dan panjang sel epidermis berbeda nyata antara tanaman lada yang terinfeksi penyakit dengan yang sehat dan tidak berbeda nyata pada karakter indeks stomata, tebal kutikula atas dan bawah, tebal epidermis atas dan bawah, tebal bunga karang, tebal palisade, panjang dan lebar sel stomata, panjang dan lebar sel penjaga, lebar sel epidermis, tebal hipodermis atas dan bawah, tebal daun, luas daun, dan kadar klorofil. Daun tanaman lada terinfeksi memiliki stomata lebih rapat dan panjang sel epidermis lebih pendek dibandingkan dengan daun pada tanaman tidak terinfeksi.

Page 1 of 2 | Total Record : 17