cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agrikultura
ISSN : 08532885     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrikultura terbit tiga kali setahun (April, Agustus dan Desember), memuat artikel hasil penelitian dan kupasan (review) orisinal hasil dari penelitian yang sebagian telah dilakukan penulis, dan komunikasi singkat.
Arjuna Subject : -
Articles 395 Documents
Identifikasi Pergeseran Sektor Unggulan Kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat Untuk Evaluasi Kebijakan Pertanian Marenda Ishak Sonjaya
Agrikultura Vol 19, No 3 (2008): Desember, 2008
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.608 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v19i3.1007

Abstract

Konsep pengembangan wilayah secara strategis dicirikan dengan adanya keunggulan sektor basis perekonomian. Sektor basis inilah yang berperan penting sebagai sektor utama dalam pertumbuhan ekonomi wilayah dan kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sektor unggulan  di setiap kecamatan di kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat, dan mengevaluasi pergeseran orientasi sektor ekonomi kewilayahan yang  mempertegas basis ekonomi wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian mengunakan metode analisis Location Qoutient (LQ) dengan menggunakan data sekunder yang didapat dari data Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Tasikmalaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sektor unggulan setiap Kecamatan di  Kabupaten Tasikmalaya lebih banyak didominasi oleh sektor pertanian, perkebunan, petenakan, dan perikanan dan sektor bangunan. Namun, sejak tahun 2005 mulai terjadi pergeseran dominasi sektor pertanian menjadi sektor bangunan sehingga  nilai LQ pertanian yang semakin kecil, sedangkan nilai LQ untuk sektor bangunan semakin besar.
Kemampuan Kompos Plus dalam Menekan Penyakit layu Fusarium (Fusarium oxysporum f.sp. lycopersici) pada Tanaman Tomat Noor Istifadah; Toto Sunarto; Dian E. Kkartiwa; Diyan Herdiyantoro
Agrikultura Vol 19, No 1 (2008): April, 2008
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1422.139 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v19i1.639

Abstract

Penyakit layu fusarium merupakan salah satu kendala dalam budidaya tanaman tomat. Salah satu cara pengendalian penyakit ramah lingkungan yang banyak dikembangkan adalah pengendalian secara biologi (biokontrol). Artikel ini membahas penelitian yang menguji waktu aplikasi dan dosis kompos plus (formulasi campuran jamur antagonis Trychoderma sp., paecilomyces fumosoroseus, dan jamur endofit Papulaspora sp. dalam kompos) yang efektif menekan penyakit layu fusarium pada tanaman tomat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompos plus yang diaplikasikan pada medium persemaian (1:2, v/v) dan pindah tanam sebanyak 30 g atau 40 g per lubang tanam atau diaplikasikan pada saat pindah tanam saja sebanyak 40 g per lubang tanam, dapat menekan gejala internal penyakit layu fusarium sebesar 77,3 — 87,9%.
Fluktuasi Populasi Lalat Buah Bactrocera spp. (Diptera : Tephritidae) pada Pertanaman Cabai Merah (Capsicum Annuum) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat Agus Susanto; Yadi Supriyadi; Tohidin Tohidin; Nenet Susniahti; Vickri Hafizh
Agrikultura Vol 28, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.899 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v28i3.15747

Abstract

ABSTRACTFluctuation population of fruit flies Batrocera spp. (Dipthera: Tephritidae) on chilli (Capsicum annuum) plantation areas in Bandung Regency, West JavaFruit flies (Bactrocera spp.) are destructive pest that cause damages to horticulture commodities such as fruits and vegetables. The purpose of this study was to investigate fluctuation population of fruit flies in relation to abiotic factors, such as temperature, rainfall, number of rainy days, and biotic factors, such as host phenology and natural enemies. The field experiment was conducted in Pulosari Village, Pangalengan, Bandung. This research used survey method by placing 20 fruit flies traps on host plants, in which 10 traps were being placed in the outside and the others were being placed in the inside within 10 meters distance per trap. Trapped flies were collected and their population was counted in every week. The results revealed that abiotitic factors (temperature, rainfall, number of rainy days) have non significant influence indicated by the regression analysis of each temperature (Y=-101.2+2298.7x; R2=0.253; P>0.05), rainfall (Y= 0.143+154.4x; R2 = 0.004; P> 0.05), and the number of rainy days (Y= 6.607+140.51x; R2 = 0.015; P>0.05). Meanwhile, fruit fly with the dominant population was Bactocera dorsalis which was included into sibling species of Bactrocera dorsalis Complex with number of population was 93% from specimen sample.Keywords: Fluctuation population, fruit flies, Batrocera dorsalis Complex, ChilliABSTRAKLalat buah (Bactrocera spp.) merupakan hama penting yang menyerang tanaman hortikultura baik buah-buahan ataupun sayuran buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi fluktuasi populasi lalat buah pada pertanaman cabai merah terhadap faktor abiotik berupa suhu, curah hujan, jumlah hari hujan dan faktor biotik berupa fenologi tanaman inang dan musuh alami. Percobaan ini dilaksanakan di Desa Pulosari, Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung. Percobaan dilakukan menggunakan metode survei dengan memasang perangkap lalat buah pada lahan pertanaman cabai merah sebanyak 20 perangkap dengan 10 perangkap bagian luar dan 10 perangkap bagian dalam dengan jarak antar perangkap 10 meter. Hasil tangkapan dikumpulkan dan dihitung populasi lalat buah yang terperangkap setiap minggunya. Hasil penelitian menunjukan faktor abiotik (suhu, curah hujan, jumlah hari hujan) tidak memberikan pengaruh signifikan ditunjukan dengan analisis regresi masing-masing pada suhu ( Y= -101,2+ 2298,7x ; R2=0,253; P > 0,05), Curah hujan (Y= 0,143 + 154,4x ; R2= 0,004 ; P > 0,05), dan Jumlah hari hujan (Y= 6,607 + 140,51x ; R2=0,015 ; P > 0,05) Sedangkan lalat buah yang memiliki populasi paling dominan adalah Bactrocera dorsalis yang termasuk sibling dari spesies Bactrocera dorsalis Kompleks dengan jumlah populasi sebanyak 93% dari sampel spesimen.Kata kunci : Fluktuasi populasi, Lalat buah, Bactrocera dorsalis Kompleks, Cabai merah
Deteksi Transgen (Glu-1Dx5) pada Populasi Padi (Oryza sativa L.) Putative Transgenik Kultivar Fatmawati Nono Carsono; Sri Nurlianti; Inez Nur Indrayani; Ade Ismail; Tri Joko Santoso; Murdaningsih H. Karmana
Agrikultura Vol 21, No 1 (2010): April, 2010
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.146 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v21i1.985

Abstract

Transformasi gen Glu-1Dx5, pengendali utama karakter elastisitas dan daya mengembang adonan dari gandum, telah berhasil ditransfer ke dalam genom tanaman padi kultivar Fatmawati dengan menggunakan penembakan partikel, dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas adonan tepung beras. Galur-galur harapan telah diperoleh, tetapi karena telah mengalami penyerbukan sendiri selama 1-2 generasi yang menyebabkan transgen mengalami segregasi, maka diperlukan upaya pendeteksian transgen pada populasi putative transgenik ini. Upaya ini dapat dilakukan, antara lain dengan menggunakan teknik Polymerase Chain Reaction (PCR) yang memungkinkan perbanyakan fragmen DNA yang spesifik (gen) secara cepat dalam jumlah banyak.  Percobaan ini bertujuan untuk mendapatkan tanaman padi transgenik yang memiliki gen Glu-1Dx5 pada dua generasi yang sedang bersegregasi. DNA genom dari 149 tanaman padi (generasi T1 sebanyak 14 tanaman, generasi T2 sebanyak 134 tanaman, dan satu tanaman non-transgenik) telah diekstraksi menggunakan Genomic DNA Purification Kit dari Fermentas. Plasmid pK+Dx5 digunakan sebagai positif kontrol, selain itu digunakan juga enzim Taq DNA polymerase dari Go Green Taq® Master Mix (Promega) dan 2 primer spesifik yang mengamplifikasi coding region dari Glu-1Dx5 (2,5 kb). Hasil percobaan menunjukkan, tanaman padi yang memiliki gen Glu-1Dx5 pada generasi T2-7 sebanyak 26 tanaman, T2-11 : 12 tanaman, T2-12 : 3 tanaman, T2-40 : 3 tanaman dan T2-45 : 5 tanaman. Seluruh tanaman generasi T1 tidak memiliki insert. Hasil ini menunjukkan bahwa gen Glu-1Dx5 sudah terintegrasi ke dalam genom tanaman padi kultivar Fatmawati dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Uji Antagonisme Bakteri Endofit dengan Cercospora oryzae Miyake dan Bipolaris oryzae (Breda de Haan) Shoemaker Dinda Sekar Ayu Fiko; Fitri Widiantini
Agrikultura Vol 29, No 3 (2018): Desember, 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.075 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v29i3.22719

Abstract

ABSTRACTAntagonism test between Endophytic Bacteria and Cercospora oryzae Miyake and Bipolaris oryzae (Breda de Haan) ShoemakerCercospora oryzae Miyake dan Bipolaris oryzae (Breda de Haan) Shoemaker are the causal agent of major disease for rice, which called Cercospora leaf spot and rice brown spot. Cercospora leaf spot and rice brown spot control using a bio-control agent in a form of endophytic bacteria is one of the eco-friendly alternative method. This research aimed to test the potential of the endophytic bacteria isolates which have the antagonism ability and able to reduce the growth of the diseases. The research was carried out in the Laboratory of Biotechnology Plant Protection of the Department of Plant Pests and Diseases, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran. The experiments were carried out using dual culture method. The experiments were performed using a completely randomized design (CDR)which consisted of 10 treatments with 4 replications. The antagonism experiments used 9 endophytic bacteria isolates from some parts of the rice plant. The result of antagonism of endophytic bacteria test showed that all of the isolates had antagonistic activity towards C. oryzae dan B. oryzae. Os6 isolate demonstrated the best result to inhibit C. oryzae growth with the radius of its colony reached only 85 mm and the inhibition growth percentage reached 85.83%. Os3 isolate showed the best result to inhibit B. oryzae growth with the radius of its colony reached only 147.5 mm and the inhibition growth percentage reached 75.41%.Keywords: Inhibition growth, Cercospora leaf spot, Rice brown spotABSTRAKCercospora oryzae Miyake dan Bipolaris oryzae (Breda de Haan) Shoemaker merupakan penyebab penyakit utama Padi, yaitu bercak daun Cercospora dan bercak coklat. Pengendalian C. oryzae Miyake dan B. oryzae (Breda de Haan) Shoemaker dengan menggunakan agens hayati berupa bakteri endofit merupakan salah satu alternatif pengendalian yang ramah bagi lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi isolat bakteri endofit yang mempunyai kemampuan antagonis dan mampu menekan pertumbuhan penyakit. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Proteksi Tanaman Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Prosedur yang dilakukan adalah dual culture method. Percobaan dilakukandengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 10 perlakuan dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Uji Antagonisme pada penelitian ini menggunakan 9 isolat bakteri endofit yang berasal dari beberapa bagian tanaman padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 9 isolat bakteri endofit yang diujikan, semuanya bersifat antagonis terhadap C. oryzae Miyake dan B. oryzae (Breda de Haan) Shoemaker. Isolat Os6 paling baik menghambat C. oryzae Miyake dengan jari-jari koloni sebesar 85 mm dan persentase penghambatan mencapai 85,83%. Isolat Os3 paling baik menghambat B. oryzae (Breda de Haan) Shoemaker dengan jari-jari koloni sebesar 147,5 mm dan persentase penghambatan mencapai 75,41%.Kata kunci: Penghambatan pertumbuhan, Bercak daun cercospora, Bercak coklat.
Aplikasi PCO Plus pada Tanah Bekas Tambang Batu Bata Merah terhadap Serapan P, Ca dan B serta Fruitset Cabai Merah Besar (Capsicum annuum L.) Stefina Liana Sari; Rija Sudirja; Emma Trinurani Sofyan
Agrikultura Vol 28, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.804 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v28i2.14956

Abstract

ABSTRACTApplication of liquid organic fertilizer formula plus on degraded soil to improve the productivity of the land and chili (Capsicum annuum L.) productionSoil exploitation in large numbers occurred in the District Wanaraja of Garut Regency. Excavation of soil more than 2 meters from the top layer for the manufacture of red bricks has exceeded the ability of the soil to re-establish its structure. So that the soils, which were agricultural lands, can be classified as degraded soils with less fertility and chemical properties. Lans reuse for agriculture requires adequate recovery and fertilizer input. This study aimed to determine the formula of LOF (liquid organic fertilizer) plus used with NPK compound fertilizer on degraded soil to improve the soil productivity. The design used was a Simple Randomized Block Design (RBD) by 10 combinations of LOF plus treatment with NPK compound fertilizer as follows: A = Control (degraded soil, no fertilizer), B = 0% LOF + 1 NPK, C = 0.25% LOF + 1 NPK, D = 0.50% LOF + 1 NPK, E = 0.75% LOF + 1 NPK, F = 1.00 % LOF + 1 NPK, G = 0.5% LOF + 3/4 NPK, H = 0.5% LOF + 1/2 NPK, I = 0.5% LOF + 1/4 NPK, J = 0.5 LOF + 0 NPK, and K = 1 NPK of normal soil that all replicated three times. The results showed that the degraded soil of red bricks required concentration of LOF above 0.5% to 1% when applied with 1 dose of standard NPK. It is able to balance the uptake of nutrients P, Ca, and B and percentage of fruitset in chili commodities equivalent to normal soil.Keywords: Chilli, Liquid Organic Faertilizer (LOF), NPK, Soil degrededABSTRAKEksploitasi tanah dalam jumlah yang besar terjadi di Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut. Terjadinya penggalian tanah lebih dari 2 meter dari lapisan atas untuk pembuatan batu bata merah melampaui kemampuan tanah untuk membentuk struktur tanah kembali, sehingga tanah-tanah yang sebelumnya merupakan tanah pertanian ini dapat digolongkan menjadi tanah terdegradasi dengan sifat kimia kurang subur dan pemanfaatan kembali untuk pertanian memerlukan pemulihan dan input pupuk yang cukup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula pupuk cair organik (PCO) plus yang digunakan bersama NPK pada tanah terdegradasi guna meningkatkan kembali produktvitas tanahnya. Rancangan yang digunakan adalah RAK sederhana dengan 10 kombinasi perlakuan PCO plus bersama NPK yaitu A = Kontrol (tanah terdegradasi, tanpa pupuk), B = 0% PCO + 1 NPK, C = 0,25% PCO + 1 NPK, D = 0,50% PCO + 1 NPK, E = 0,75% PCO + 1 NPK, F = 1,00% PCO + 1 NPK, G = 0,5% PCO + 3/4 NPK, H = 0,5% PCO + 1/2 NPK, I = 0,5% PCO + 1/4 NPK, J = 0,5 PCO + 0 NPK, dan K = 1 NPK tanah normal. Semua perlakuan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah terdegradasi bekas tambang batu bata merah memerlukan konsentrasi PCO di atas 0,5% sampai dengan 1% apabila diaplikasikan bersama 1 dosis NPKstandar. Hal ini mempu mengimbangi serapan hara P, Ca, dan B serta persen fruitset pada komoditas cabai setara dengan tanah normal.Kata Kunci: Cabai, NPK, Pupuk Cair Organik (PCO), Tanah terdegradasi
Keefektifan Ekstrak Air Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) dalam Menekan Pertumbuhan Koloni dan Perkecambahan Konidia Jamur Colletotrichum capsici Penyebab Penyakit Antraknos pada Cabai Endah Yulia; Fitri Widiantini; Andang Purnama; Ida Nurhelawati
Agrikultura Vol 27, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.438 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v27i1.8472

Abstract

ABSTRACTEffectiveness of Aqueous Extract of Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) Leaves in Suppressing Colony Growth and Conidia Germination of Colletotrichum capsici the Causal Agents of Anthracnose Disease on ChiliAnthracnose disease caused by the fungus Colletotrichum spp. is a major disease in chili. Several studies have reported the effectiveness of some plant extracts in suppressing the growth of this pathogen and in controlling the disease. Binahong (Anredera cordifolia) plant has been widely studied and used in traditional medicine in the field of human health as well as antimicrobial on plant pathogens. This study was aimed to test the effectiveness of the aqueous extract of binahong leaves to suppress the colony growth and conidia germination of the fungus C. capsici. The concentration of binahong aqueous extract tested were 6.25%, 8.84%, 12.5%, 17.7% and 25%. Results showed binahong aqueous extract at low concentration of 6.25% was able to suppress the growth of fungal mycelium of C. capsici up to 66.88% compared to the lower effectiveness of higher tested concentrations. The aqueous extract of binahong leaves at this low concentration also tended to suppress the germination of conidia of the fungus C. capsici in in higher tested concentrations.Keywords: Colletotrichum capsici, Aqueous extract, Anredera cordifoliaABSTRAKPenyakit Antraknos yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum spp. merupakan penyakit utama pada tanaman cabai. Beberapa penelitian melaporkan keefektifan beberapa ekstrak tanaman dalam menekan pertumbuhan patogen Colletotrichum spp. dan dalam mengendalikan penyakit Antraknos ini. Tanaman binahong sudah banyak diteliti dan digunakan dalam pengobatan tradisional di bidang kesehatan manusia maupun sebagai antimikroba patogen tanaman. Penelitian menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pengujian keefektifan ekstrak air daun binahong terhadap pertumbuhan koloni dan perkecambahan konidia jamur C. capsici. Konsentrasi ekstrak air binahong yang diuji adalah 6,25%, 8,84%, 12,5%, 17,7% dan 25%. Hasil menunjukkan ekstrak air binahong pada konsentrasi rendah 6,25% mampu menekan pertumbuhan miselium jamur C. capsici sampai 66,88% dibandingkan keefektifan yang lebih rendah pada konsentrasi yang lebih tinggi. Ekstrak air binahong pada konsentrasi rendah tersebut juga cenderung menekan perkecambahan konidia jamur C. capsici.Kata Kunci: Colletotrichum capsici, Ekstrak air, Anredera cordifolia
Respon Air Tersedia dan Bobot Isi Tanah pada Tanaman Jagung Manis dan Brokoli terhadap Kombinasi Terak Baja dan Bokashi Sekam Padi pada Andisol, Lembang Henly Yulina; Rachmat Harryanto; Rina Devnita
Agrikultura Vol 29, No 2 (2018): Agustus, 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.49 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v29i2.19248

Abstract

ABSTRACTResponse of water available and soil bulk density on sweet corn and broccoli of steel slag and husk bokashi combination on Andisol LembangThe objective of this research was to find out responses of water available and soil bulk density on sweet corn and broccoli of steel slag and husk bokashi combination on Andisol Lembang. This study used a randomized block design factorial with two factors. The first factor was steel slag and the second factor was husk bokashi. Each factor onsisted of 4 levels of 0%, 2.5%, 5.0% and 7.5% with two replications. The result showed there was not interaction between steel slag and husk bokashi on water available and soil bulk density on sweet corn and broccoli. Bokashi of husk has an independent effect to water available on sweet corn while bokashi of husk has an independent effect to soil bulk density on sweet corn and broccoli.Keywords: Steel slag, Bokashi of husk, Soil physical characteristic, Sweet corn, BroccoliABSTRAKAndisol mempunyai sifat fisika tanah yang baik, namun bermasalah dengan retensi P. Pemberian amelioran untuk mengurangi retensi P, diharapkan dapat mempertahankan bahkan meningkatkan parameter fisika tanah tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui respon air tersedia dan bobot isi tanah pada tanaman jagnung manis dan brokoli terhadap kombinasi terak baja dengan bokashi sekam padi pada Andisol Lembang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Pola Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama terak baja dan faktor kedua bokashi sekam padi masing- masing 4 taraf yaitu 0%, 2,5%, 5,0%, dan 7,5%, diulang dua kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara terak baja dengan bokashi sekam padi terhadap air tersedia dan bobot isi pada tanaman jagung manis dan brokoli. Bokashi sekam padi berpengaruh mandiri terhadap air tersedia pada jagung manis, sedangkan bokashi sekam padi berpengaruh mandiri terhadap bobot isi tanah pada jagung manis dan brokoli.Kata Kunci: Terak baja, Bokashi sekam padi, Ketersediaan air, Bobot isi, Jagung manis, Brokoli
Pengaruh Berbagai Konsentrasi dan Metode Aplikasi Hormon GA3 terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Brokoli Kultivar Lucky di Lembang Nedya Deninta; Tino M Onggo; Kusumiyati Kusumiyati
Agrikultura Vol 28, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.357 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v28i1.12293

Abstract

ABSTRACTThe influence of various concentrations and application methods of Gibberelic Acid on growth and yield of broccoli Cv. Lucky in LembangBroccoli’s yield from side shoots was expected to increase with GA3 application, due to the translocation of nutrients faster and better towards the side shoots. The experiment was carried out to study the interaction between concentration and application method of GA3 on growth and yield of broccoli. The experiment was conducted from February up to Mei 2016 at CV. Agro Duta Farm, located in Cisarua – West Bandung, at an elevation of 1,100 m above the sea level. The experimental design used was Factorial Randomized Block Design (FRBD) with three replications, consisted of two factors and three levels. The first factor was concentration of GA3, comprised of 25 mg/l, 50 mg/l, and 100 mg/l. The second factor was application method of GA3, comprised of three levels: seedling soaking for 24 hours, foliar spray at 15 and 25 DAT, seedling soaking for 24 hours and foliar spray at 15 DAT. The results showed that there was no interaction between concentration and application method of GA3 on growth and yield component. GA3 of 100 mg/l significantly increased the percentage of weight and number of B’s quality, and decreased the percentage of weight and umber of C’s quality of broccoli from side shoots. The higher percentage of weight and number of B’s quality from side shoots were obtained from seedling soaking of GA3 for 24 hours.Key words: Growth, Yield, Quality, Broccoli side shootABSTRAKHasil tanaman brokoli dari tunas samping diharapkan dapat meningkat dengan adanya pemberian GA3, yang mampu mempengaruhi translokasi nutrisi yang lebih cepat dan lebih baik menuju tunas samping. Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara pengaruh konsentrasi dan metode aplikasi hormon GA3 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman brokoli kultivar Lucky. Percobaan ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Mei 2016 di lahan CV. Agro Duta Farm, Kecamatan Cisarua – Kabupaten Bandung Barat, dengan ketinggian tempat 1.100 meter di atas permukaan laut. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan dua faktor perlakuan, masing-masing terdiri dari 3 taraf yang diulang tiga kali. Faktor pertama adalah konsentrasi GA3 25 mg/l, 50 mg/l, dan 100 mg/l. Faktor kedua adalah metode aplikasi GA3 yang terdiri dari taraf: perendaman bibit selama 24 jam, penyemprotan daun 15 dan 25 HST, serta perendaman bibit 24 jam dan penyemprotan daun 15 HST. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh interaksi antara konsentrasi dan metode aplikasi hormon GA3 terhadap komponen pertumbuhan dan hasil brokoli. Konsentrasi GA3 100 mg/l dapat meningkatkan persentase bobot dan jumlah brokoli kualitas B, serta menurunkan persentase bobot dan jumlah brokoli kualitas C dari tunas samping. Metode aplikasi perendaman akar bibit selama 24 jam dapat menghasilkan persentase bobot dan jumlah brokoli kualitas B dari tunas samping yang lebih tinggi dibandingkan dengan kedua perlakuan lainnya.Kata kunci : Pertumbuhan, Hasil, Kualitas brokoli dari tunas samping
The Effect of Steel Slag and Bokashi of Husk to Soil Bulk Density, Soil Aggregate Stability, Soil Porosity and Plant Biomass Broccoli in Andisol Lembang Henly Yulina; Rina Devnita; Rachmat Harryanto
Agrikultura Vol 26, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.211 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v26i2.8463

Abstract

ABSTRACTAndisol soil has very good soil physical characteristic, however it has problem with the Pretention. Giving ameliorant to reduce the P retention is expected to maintain, moreover toimprove some soil physical characteristics. The objective of this research was to find out theinteraction between steel slag and bokashi of husk to bulk density, aggregate stability, soil porosityand biomass of broccoli on Andisol Lembang. This study used a randomized block design factorialwith two factors. The first factor was steel slag and the second factor was bokashi of husk. Each ofthem consisted of 4 levels: 0%, 2.5%, 5.0% and 7.5% with two replications. The result of thisresearch showed there was not interaction between steel slag and bokashi of husk to soil bulkdensity, soil aggregate stability, soil porosity and biomass of broccoli. The statistical results showedthat bokashi of husk influence independently to decreasing soil bulk density until 0.53 g cm-3,decreasing soil aggregate stability until 3.25 and increasing soil porosity until 80.22%, but theprovision of steel slag and bokashi of husk didn‟t influence to biomass of broccoli.Keywords : organik matter, silicate, bulk density, agreggate stability, broccoliABSTRAKAndisol mempunyai sifat fisika tanah yang baik, namun bermasalah dengan retensi P. Pemberianamelioran untuk mengurangi retensi P, diharapkan dapat mempertahankan, bahkan meningkatkanbeberapa parameter fisika tanah tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui interaksi terakbaja dengan bokashi sekam padi terhadap bobot isi, kemantapan agregat, porositas tanah danbiomassa tanaman brokoli pada Andisol Lembang. Penelitian menggunakan Rancangan AcakKelompok Pola Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama terak baja dan faktor kedua bokashisekam padi masing-masing 4 taraf: 0%, 2,5%, 5,0% dan 7,5%, diulang dua kali. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara terak baja dengan bokashi sekam padi terhadapbobot isi, kemantapan agregat, porositas tanah dan biomassa tanaman brokoli. Hasil statistikmenunjukkan bahwa bokashi sekam padi berpengaruh mandiri untuk menurunkan bobot isi tanahsampai 0.53 g cm-3, menurunkan kemantapan agregat tanah sampai 3,25 dan meningkatkanporositas tanah sampai 80,22%, namun pemberian terak baja dan bokashi sekam padi tidakberpengaruh terhadap biomassa tanaman brokoli.Kata kunci : bahan organik, silikat, bobot isi, kemantapan agregat, brokoli

Page 3 of 40 | Total Record : 395