cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agrikultura
ISSN : 08532885     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrikultura terbit tiga kali setahun (April, Agustus dan Desember), memuat artikel hasil penelitian dan kupasan (review) orisinal hasil dari penelitian yang sebagian telah dilakukan penulis, dan komunikasi singkat.
Arjuna Subject : -
Articles 413 Documents
Pendugaan Parameter Genetik Cabai Keriting Hasil Iradiasi Sinar Gamma Nabila, Nailan; Gumelar, Rima Margareta Retnyo; Huda, Amalia Nurul
Agrikultura Vol 36, No 2 (2025): Agustus, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i2.62460

Abstract

Mutasi induksi dengan iradiasi gamma dapat menghasilkan variasi genetik pada tanaman cabai, namun tidak semua keragaman yang ada bersifat menguntungkan. Evaluasi parameter dan kemajuan genetik diperlukan untuk mengidentifikasi karakter yang bermanfaat dan diwariskan sehingga seleksi menjadi lebih efektif dan mempercepat perbaikan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh parameter genetik dan kemajuan genetik karakter kuantitatif cabai keriting hasil iradiasi sinar gamma dan memperoleh genotipe putatif mutan yang memiliki produktivitas lebih tinggi dibanding pembanding. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu rancangan augmented RKLT faktor tunggal dengan 8 ulangan. Bahan genetik yang digunakan yaitu 81 genotipe hasil iradiasi sinar gamma dan varietas pembanding berupa Iggo. Hasil dari penelitian ini yaitu Karakter lebar daun, bobot per buah, panjang buah, panjang tangkai buah, tebal daging buah, jumlah buah per tanaman dan bobot buah per tanaman memiliki nilai ragam genetik luas dan heritabilitas arti luas tinggi. Bobot buah per tanaman adalah karakter dengan ragam genetik dan heritabilitas arti luas paling tinggi. Seleksi genotipe menggunakan karakter bobot buah per tanaman memiliki nilai differensial seleksi positif dan kemajuan genetik tinggi. Genotipe IG1 21, IG1 111, IG2 25, IG2 30, IG2 101, IG3 238, IG4 140 memiliki produktivitas lebih tinggi dibandingkan dengan varietas pembanding dan berdasarkan analisis klaster dan biplot berada pada kelompok yang berbeda dengan pembanding dan perlu dievaluasi untuk generasi selanjutnya
Pemanfaatan Limbah Industri Kertas pada Tanah Ultisols serta Efeknya terhadap Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharate Sturt) Agustini, Rika Yayu; Muharam, Muharam; Adhi, Satriyo Restu
Agrikultura Vol 36, No 2 (2025): Agustus, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i2.58092

Abstract

Limbah industri kertas berupa fly ash dan sludge merupakan limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan amelioran pada tanah-tanah dengan tingkat kesuburan yang rendah. Selain itu, pemberian limbah industri kertas ini juga dapat menjadi salah satu sumber nutrisi pada tanaman, terutama tanaman jagung manis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efek penggunaan limbah sludge dan fly ash dari industri kertas terhadap produksi tanaman jagung manis. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang pada bulan Februari sampai dengan April 2024. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan faktor pertama yaitu limbah fly ash dan faktor ke-dua yaitu limbah sludge kertas. Total perlakuan sejumlah 9 perlakuan dengan 3 kali ulangan, sehingga terdapat 27 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian limbah industri kertas berupa fly ash dan sludge memberikan pengaruh interaksi pada produksi tanaman jagung manis. Hasil tertinggi pada seluruh parameter pengamatan produksi didapatkan pada perlakuan f1s3 (7,5% flly ash dan 25 ton/ha sludge).
Kemampuan Senyawa Volatil Aureobasidium pullulans pada Beberapa Kerapatan Sel dalam Menekan Antraknosa Stroberi Hartati, Sri; Nurjihan, Khansa; Susanto, Agus; Istifadah, Noor; Mayanti, Tri
Agrikultura Vol 36, No 2 (2025): Agustus, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i2.62929

Abstract

Antraknosa yang disebabkan oleh Colletotrichum acutatum menjadi salah satu penyakit utama pada buah stroberi. Pemanfaatan senyawa volatil khamir dapat menjadi salah satu alternatif pengendalian penyakit pascapanen yang aman dan ramah lingkungan. Kerapatan sel khamir dapat berpengaruh terhadap keefektifan cara pengendalian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan senyawa volatil khamir Aureobasidium pullulans Dmg 11 DEP pada beberapa kerapatan sel dalam menghambat pertumbuhan C. acutatum dan menekan penyakit antraknosa pada buah stroberi, serta untuk mendapatkan kerapatan sel khamir yang mampu menghasilkan penekanan tertinggi terhadap penyakit antraknosa pada buah stroberi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang dilakukan secara in vitro dan in vivo. Perlakuan terdiri atas kerapatan sel khamir A. pullulans Dmg 11 DEP yaitu 106 sel/ml, 107 sel/ml, 108 sel/ml, 109 sel/ml, dan kontrol. Pengujian in vitro dilakukan dengan metode double dishes system pada media PDA. Pengujian in vivo dilakukan pada buah stroberi varietas Mencir dengan menempatkan khamir tanpa kontak fisik dengan buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa volatil khamir A. pullulans Dmg 11 DEP pada beberapa kerapatan sel mampu menghambat pertumbuhan C. acutatum secara in vitro sebesar 34,98% - 42,64% dan mampu menekan penyakit antraknosa pada buah stroberi sebesar 18,27% - 36,46%. Kerapatan sel 108 sel/ml menunjukkan persentase penekanan penyakit antraknosa tertinggi pada buah stroberi.
Enkapsulasi dan Karakterisasi Urea dengan Penyalut Biokomposit Zeolit Alam-Alginat-Biochar sebagai Pupuk Lepas Lambat Suci, Ida Ayu; Hamdani, Hamdani; Masulili, Agusalim
Agrikultura Vol 36, No 2 (2025): Agustus, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i2.63908

Abstract

Pupuk urea menjadi salah satu sumber nitrogen bagi pertumbuhan tanaman karena kandungan nitrogen yang tinggi (46%). Namun, efisiensi penggunaan pupuk urea sangat rendah, dengan tingkat kehilangan nitrogen mencapai 40-70% melalui proses volatilisasi amonia, denitrifikasi, dan pencucian nitrat. Pengembangan teknologi pupuk lepas lambat menjadi strategi penting dalam meningkatkan efisiensi pemupukan dan keberlanjutan sistem pertanian. Zeolit alam adalah mineral berpori dengan kemampuan tukar kation tinggi, efektif menahan ion ammonium, dan mendukung pelepasan hara bertahap. Alginat berperan sebagai matriks pengikat dan agen pembentuk gel, membentuk jaringan tiga dimensi yang kuat dan fleksibel untuk menjerat molekul urea. Biochar dapat meningkatkan kapasitas adsorpsi dan retensi air serta hara nitrogen dari urea, sekaligus mendukung pelepasan hara secara bertahap. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan mengkarakterisasi biokomposit zeolit alam-alginat-biochar serta menguji efektivitasnya sebagai matriks enkapsulasi pupuk urea lepas lambat. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi Universitas Panca Bhakti pada bulan Desember 2023 hingga Mei 2024. Metode penelitian yang digunakan yaitu enkapsulasi melalui teknik ionotropic gelation. Karakteristik biokomposit dilakukan analisis menggunakan FTIR, SEM, dan UV-Vis pada pola pelepasan nitrogen. Hasil menunjukkan struktur pupuk urea terenkapsulasi lebih berbentuk bulat. Hasil spektrum FTIR menunjukkan karakteristik pita serapan dari biokomposit zeolit alam-alginat-biochar. Foto SEM menunjukkan morfologi permukaan urea telah dilapisi oleh biokomposit. Uji pelepasan nitrogen menunjukkan perbandingan biokomposit 1:1:1 merupakan yang paling baik dalam menahan rilis nitrogen dari pupuk urea.
Peran Gulma Cynodon dactylon sebagai Sumber Inokulum Bipolaris pada Tanaman Padi Yulia, Endah; Nabilla, Anisa; Widiantini, Fitri; Dewi, Vira Kusuma
Agrikultura Vol 36, No 2 (2025): Agustus, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i2.63430

Abstract

Penyakit bercak coklat yang disebabkan oleh Bipolaris oryzae masih menjadi kendala signifikan dalam budidaya tanaman padi. Selain sumber infeksi utama, keberadaan gulma di sekitar lahan sawah dapat berkontribusi terhadap perkembangan penyakit dengan berperan sebagai inang alternatif atau reservoir patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi patogen penyebab bercak daun pada Cynodon dactylon serta mengevaluasi patogenisitasnya terhadap tanaman padi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2021 hingga Maret 2022, dengan kegiatan pengambilan sampel di lahan sawah wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, serta analisis laboratorium di Laboratorium Fitopatologi, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Kegiatan lapangan meliputi observasi gejala dan penilaian intensitas penyakit, sedangkan kegiatan laboratorium mencakup isolasi patogen, identifikasi morfologi, dan uji patogenisitas menggunakan metode detached leaf assay. Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima isolat dengan karakter morfologi yang sesuai dengan Bipolaris spp., yang seluruhnya menimbulkan gejala khas bercak coklat pada daun padi dalam uji patogenisitas. Temuan ini mengonfirmasi bahwa C. dactylon dapat berperan sebagai reservoir Bipolaris spp., sehingga berpotensi menjadi sumber inokulum penyakit bercak coklat pada tanaman padi.
Kombinasi Mikrob Antagonis dan Air Rendaman Kompos untuk Menekan Penyakit Bercak Cokelat pada Daun Tomat Istifadah, Noor; Muslim, Azis; Widiantini, Fitri; Hartati, Sri
Agrikultura Vol 36, No 3 (2025): Desember, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i3.68219

Abstract

Penyakit bercak cokelat yang disebabkan jamur Alternaria solani merupakan salah satu kendala dalam budidaya tanaman tomat. Pengendalian penyakit secara ramah lingkungan dapat dilakukan melalui aplikasi mikrob pengendali penyakit dan penggunaan bahan organik. Artikel ini membahas hasil penelitian yang mengevaluasi efek pencampuran mikrob antagonis (isolat bakteri dan khamir) serta kombinasi mikrob dengan air rendaman kompos terhadap kemampuannya dalam menekan penyakit bercak cokelat pada daun tomat. Selain pengujian pada tanaman tomat, dilakukan juga percobaan secara in vitro untuk mengevaluasi kompatibilitas dan pengaruh campuran mikrob terhadap kemampuannya dalam menghambat pertumbuhan jamur A. solani. Percobaan secara in vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima ulangan, sedangkan percobaan pada tanaman tomat menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan tiga ulangan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa bakteri isolat KSB4 (Bacilus subtilis) dan khamir isolat KDK11 asal air rendaman kompos bersifat kompatibel dan dapat menghambat pertumbuhan jamur A. solani secara in vitro sebesar 57,50%-65,23%. Kemampuan isolat mikrob secara tunggal atau campurannya tidak berbeda secara nyata. Aplikasi isolat mikrob antagonis secara tunggal, campuran, air rendaman kompos maupun kombinasinya dapat menekan penyakit bercak cokelat pada tanaman tomat sebesar 78,77%-97,12%.  Pencampuran isolat mikrob antagonis atau kombinasi mikrob antagonis dengan air rendaman kompos tidak menghasilkan penekanan penyakit bercak coklat yang lebih baik daripada perlakuan secara tunggalnya.
Eksplorasi Jamur Entomopatogen Lalat Buah (Bactrocera spp.) pada Tanaman Jambu Kristal di Berbagai Ketinggian Tempat di Jawa Barat Naza, Salma Khaira; Susanto, Agus; Hidayat, Yusup; Yulia, Endah
Agrikultura Vol 36, No 3 (2025): Desember, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i3.64010

Abstract

Jambu kristal merupakan salah satu komoditas hortikultura yang diminati masyarakat Indonesia. Salah satu kendala yang ditemui pada budidaya jambu kristal ialah adanya serangan lalat buah (Bactrocera spp.). Alternatif pengendalian lalat buah yang ramah lingkungan salah satunya dengan pemanfaatan agen hayati seperti jamur entomopatogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengidentifikasi jamur entomopatogen yang menyerang lalat buah (Bactrocera spp.) pada tanaman jambu kristal di berbagai ketinggian tempat di Jawa Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2024 hingga Februari 2025 di tiga lokasi dengan ketinggian berbeda, yaitu: Desa Karyamukti Kabupaten Sumedang (dataran rendah, 63 mdpl), Desa Cikadu Kabupaten Subang (dataran sedang, 547 mdpl) dan Desa Cimaung Kabupaten Bandung (dataran tinggi, 873 mdpl). Isolasi jamur entomopatogen dilakukan di Laboratorium Pestisida Mikroba menggunakan metode umpan dengan ulat hongkong (Tenebrio molitor). Hasil penelitian menunjukkan adanya dua spesies jamur entomopatogen, yaitu Metarhizium anisopliae dan Beauveria bassiana. Indeks keanekaragaman berkisar 0,17-0,42 (rendah) dengan nilai keanekaragaman paling rendah di dataran tinggi, Indeks dominansi berkisar 0,37-0,64 (rendah-sedang) dengan dominansi paling tinggi di dataran sedang oleh B. bassiana, indeks kemerataan 0,25-0,60 (rendah-sedang) dan indeks kekayaan 0,37-0,59 (rendah). Temuan ini menunjukkan faktor lingkungan dan praktik budidaya memengaruhi indeks ekologi pada lokasi dengan ketinggian berbeda yang dapat menjadi pertimbangan dalam pengembangan pengendalian hayati lalat buah.
Hubungan antara Ketahanan Struktural dan Biokimia Enam Varietas Kacang Tanah dengan Keparahan Penyakit Bercak Daun Pamekas, Tunjung; Apriyanto, Dwinardi; Sitompul, Cenda Sari
Agrikultura Vol 36, No 3 (2025): Desember, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i3.65167

Abstract

Penggunaan varietas tahan merupakan salah satu solusi dalam menghadapi serangan patogen bercak daun Cercospora  pada kacang tanah. Varietas kacang tanah yang memiliki ketahanan struktural dan ketahaman biokimia diharapkan dapat tetap tinggi produktivitasnya. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi hubungan antara ketahanan  struktural dan biokimia lima varietas kacang tanah dengan keparahan penyakit bercak daun Cercospora.    Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan enam varietas kacang tanah sebagai perlakuan, yaitu Kelinci, Bison, Lokal, Katana, Talam 1, dan Tala 3.  Tiap perlakuan diulang 4 kali dengan 2 tanaman per ulangan. Pengamatan dilakukan pada keparahan penyakit bercak daun. jumlah stomata, tingkat kehijauan daun, jumlah trikoma, kandungan asam salisilat, dan kandungan senyawa fenol daun.  Jumlah stomata, kandungan asam salisilat, dan kandungan senyawa fenol berkorelasi positif dengan tingkat keparahan penyakit bercak daun, sedangkan tingkat kehijauan daun dan jumlah trikoma berkorelasi negatif dengan tingkat keparahan penyakit bercak daun.
Deteksi Cerdas Penyakit Tanaman Kopi Robusta Berbasis Deep Learning Menggunakan Variasi YOLO Harmiansyah, Harmiansyah; Oviana, Ella Trilia; Fitrawan, Mhd Kadar; Putra, Pramana; Diptaningsari, Danar; Meidaliyantisyah, Meidaliyantisyah
Agrikultura Vol 36, No 3 (2025): Desember, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i3.64004

Abstract

Tanaman kopi menjadi populer karena produk minuman kopi yang memiliki aroma dan rasa unik. Ditengah populernya tanaman kopi terdapat permasalahan dalam pengendalian penyakit seperti bercak daun dan karat daun yang berdampak pada produksi tanaman kopi menurun. Sehingga dibutuhkan sistem deteksi cerdas berakurasi tinggi untuk mengidentifikasi jenis penyakit pada tanaman kopi sebagai langkah penanganan dini.Tujuan pada penelitian ini adalah implementasi menggunakan variasi model pralatih YOLO (You Only Look Once) untuk mendeteksi penyakit tanaman kopi robusta berdasarkan citra daun. Penelitian ini menggunakan 3 jenis model pralatih dari YOLO yaitu YOLOv5, YOLOv7 dan YOLOv8 dengan parameter hyperparameter yaitu 150 epoch, batch size 16 dan learning rate 0,001 sedangkan untuk optimizer yang digunakan adalah SGD (Stochastic Gradient Descent). Dataset penelitian adalah citra daun tanaman kopi yang didapatkan dari pengambilan manual menggunakan tools handphone dengan spesifiaksi kamera 20 MP berlokasi di Kebun Percobaan Tegineneng Natar, Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Lampung. Dataset diberi augmentasi berupa shear, blur dan rotation. Berdasarkan hasil kinerja model deteksi objek berbasis YOLO, model terbaik yang didapatkan adalah YOLOv8 dengan nilai mAP@50 sebesar 99,5% dan mAP@50-95 adalah 94,6% dalam waktu training selama 1,748 jam. Testing yang dilakukan menggunakan YOLOv8 menghasilkan nilai evaluasi metrik yaitu nilai akurasi 100%, presisi 100%, recall 100% dan F1 score 100% untuk kelas daun sehat dan daun karat. Sedangkan kelas daun bercak mendapatkan nilai akurasi 94%, presisi 100%, recall 94% dan F1 score 97%.
Assessment of Land Suitability in Highly Area of Ende, East Nusa Tenggara, Indonesia, as a Basic Strategy for Growing Coffee (Coffea arabica) Mujiyo, Mujiyo; Lutfi, Hilda Fadhila; Herawati, Aktavia; Cahyono, Ongko; Wahyuni, Sri; Mutiara, Charly; Lanamana, Willybrodus
Agrikultura Vol 36, No 3 (2025): Desember, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i3.64802

Abstract

Ende Sub-District, East Nusa Tenggara, has various topographies with an altitude of 0-1,100 m asl that can potentially grow Arabica coffee. Still, there is no information available regarding the suitability of the land. This study aims to evaluate the actual land suitability of Arabica coffee based on soil and environmental characteristics. The research method is descriptive explorative through a field survey approach supported by laboratory analysis. Determination of SMU (soil map unit) was carried out by purposive sampling through boring at 31 points, then classified based on soil type to obtain five pedons that represent SMU in Ende Sub-District. Soil sampling was carried out on each layer of each pedon. Data analysis used ANOVA and Pearson correlation tests to determine the determining factors that influence the land suitability class of Arabica coffee. The evaluation results showed that the actual land suitability for Arabica coffee was marginally suitable (S3) and unsuitable (N) classes, with limiting factors, i.e. average temperature, altitude, length of dry period, drainage, base saturation, available P, slope, and erosion hazard. The results of the ANOVA test showed that altitude significantly affected the land suitability class for Arabica coffee, with the best land suitability class at an altitude of 800-1,100 masl. Based on the correlation between land suitability class and land characteristic parameters, the determining factors for land suitability class include average temperature, humidity, drainage, texture, coarse material, total N, available K, erosion hazard, surface rocks, and rock outcrops. Land improvement recommendations are based on making an irrigation system, providing shade plants, N fertilization (urea fertilizer), K fertilization (KCl fertilizer), and terracing.