cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 971 Documents
PARITAS, PEKERJAAN DAN PENDIDIKAN BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI MKJP PADA AKSEPTOR KB Novi Eniastina Jasa; Akma Listiana; Risneni Risneni
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i4.5243

Abstract

Introduction : Long Term Contraceptive Method (MKJP) is a contraceptive method used to delay, space out pregnancy, and stop fertility that is used in the long term, which includes IUD (Intra Uterine Device), Implant (KB) and tubectomy. The MKJP failure rate is reported to be 0.2 per thousand users, while the non MKJP method is reported to be more than 10 per thousand users. From this, it can be seen that the MKJP method is more effective in preventing pregnancy in its users. The purpose of this study was to determine the relationship between parity, employment and education with the selection of Long-term Contraceptive Methods (MKJP) at PMB Rosbiatul.Method : The research design is correlational descriptive with a cross sectional approach. The population in this study were all MKJP and Non MKJP family planning acceptors who visited PMB Rosbiatul with a total of 194 respondents. The sampling technique in this study is total sampling where the entire population is used as a research sample, namely as many as 194 respondents. The variables in this study were parity, occupation and education with the selection of the MKJP Contraceptive Device. The measuring instrument used is a data collection format in the form of a checklist. This research was carried out from January to August in 2021. The data analysis used was quantitative analysis carried out through univariate analysis to see the distribution of each variable, bivariate analysis using Chi Square.Results : Of the 194 family planning acceptors, 82 people (42.3%) used the Long-Term Contraception Method (MKJP) and 112 people (57.7%) used the Non-MKJP Contraception Method. From 194 there were 123 multiparous (63.4%), and 71 primiparous (36.6%). From 194 people, 69 respondents (35.6%) worked and 125 people (64.4%) did not work. From 194 people, there are 133 respondents (68.6%) with higher education and 61 respondents (31.4%) with low education. From the results of the study, it is known that there is a relationship between the selection of the MKJP KB with maternal education with a p value of 0.002, there is a relationship between the selection of the MKJP KB with the mother's occupation, with a p value of 0.003, and there is a relationship between the selection of the MKJP KB with maternal parity with a p value. value 0.003.Conclusion :  The conclusion of the study is that there is a significant relationship between parity, education and mother's occupation with the choice of long-term contraceptive method (MKJP). Suggestion : Health workers are expected to be able to provide counseling and information about Long-Term Contraceptive Methods (MKJP) for effectiveness in preventing or spacing pregnancies. Keywords : parity, employment, education, MKJP ABSTRAK Latar Belakang: Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) adalah metode kontrasepsi yang digunakan untuk menunda, menjarangkan kehamilan, serta menghentikan kesuburan yang digunakan dalam jangka panjang, yang meliputi IUD (Intra Uterine Device) , Implant (susuk KB) dan tubektomi. Angka kegagalan MKJP dilaporkan sebesar 0,2 perseribu pengguna, sedangkan metode non MKJP dilaporkan terjadi lebih dari 10 perseribu pengguna. Dari hal tersebut terlihat bahwa metode MKJP lebih efektif untuk dapat mencegah terjadinya kehamilan pada penggunanya.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan paritas, pekerjaan dan pendidikan dengan pemilihan Metode Kontrasepsi jangka Panjang  (MKJP)  di PMB Rosbiatul.Metode Penelitian: Design penelitian adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua akseptor KB MKJP dan Non MKJP yang mengunjungi PMB Rosbiatul dengan jumlah 194 responden. Tekhnik pengambilan sample pada penelitian ini adalah total sampling dimana seluruh populasi di jadikan sample penelitian yaitu sebanyak 194 responden. Variabel dalam penelitian ini adalah paritas, pekerjaan dan pendidikan dengan pemilihan Alat Kontrasepsi MKJP. Alat ukur yang digunakan adalah format pengumpulan data berupa checklist.  Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai bulan Agustus pada tahun 2021. Analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif dilakukan melalui analisis univariat untuk melihat distribusi masing-masing variabel, analisis bivariate menggunakan Chi Square.Hasil penelitian: Dari 194 akseptor KB sebanyak 82 orang ( 42,3%) menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan sebanyak 112 orang (57,7%) menggunakan Metode Kontrasepsi Non MKJP. Dari 194 ada 123 multipara (63,4%), dan 71 0rang primipara (36,6%). Dari 194 orang sebesar 69 responden (35,6%) bekerja dan 125 orang (64,4%) tidak bekerja. Dari 194 orang terdapat 133 responden (68,6%) pendidikan tinggi dan 61 responden (31,4%) pendidikan rendah. Dari  hasil penelitian diketahui terdapat hubungan antara pemilihan KB MKJP dengan pendidikan ibu dengan nilai p.value 0,002, terdapat hubungan antara pemilihan KB MKJP dengan pekerjaan ibu, dengan nilai p value 0,003, dan terdapat hubungan antara pemilihan KB MKJP dengan paritas ibu dengan nilai p.value 0,003.Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara paritas, pendidikan dan pekerjaan ibu dengan pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP).Saran: Bagi tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan konseling serta informasi tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) untuk efektifitas dalam mencegah atau menjarangkan kehamilan Kata Kunci: paritas, pekerjaan, pendidikan, MKJP
GAMBARAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN ANEMIA PADA BALITA Lani Gumilang; Devi Nurlaelasari; Meita Dhamayanti; Rd. Tina Dewi Judistiani; Neneng Martini; Akhmad Yogi Pramatirta
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i4.4736

Abstract

Background: Anemia is a condition in which the hemoglobin is below the normal value. According to Riskesdas, anemia in toddlers in 2018 was 38.5%. Many factors cause anemia in toddler, such as gender, birth weight, history of premature birth, history of exclusive breastfeeding, nutritional status and mother's education. Purpose: This study aims to determine the description of the risk factors for the incidence of anemia in toddler.Methods: This study uses secondary data in the form of a cohort with a total sampling of 53 toddler in Cirebon Regency. The analysis used in this research is univariate analysis. Results: In this study, it was shown that Toddler with anemia were seen from risk factors, namely female sex as much as 55.2%. Normal birth weight is 57.4%. Good nutritional status (BB/U) was 55.1% and Toddler short nutritional status (TB/U) were 66.6%. Those who do not have a history of exclusive breastfeeding are 60.8%, and have a history of being premature as much as 60% and with a mother's education not attending school as much as 100%Conclusion: Female gender, Toddler with short nutritional status and a history of premature birth and mothers with low education are more likely to experience anemia than other risk factors. Suggestion It is necessary to provide counseling to parents of toddlers regarding risk factors for the incidence of anemia in toddlers, especially in toddlers with female gender and toddlers experiencing stunting. Keywords: Anemia, Toddler, Risk Factor ABSTRAK Latar belakang: Anemia adalah suatu kondisi di mana hemoglobin berada dibawah nilai normal. Menurut Riskesdas anemia pada balita tahun 2018 yaitu sebesar 38,5%. Banyak faktor yang menyebabkan anemia pada balita, seperti jenis kelamin, berat badan lahir, riwayat prematur, riwayat ASI Eklusif, status gizi dan pendidikan ibu.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor risiko kejadian anemia pada balita.Metode: Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa kohort dengan total sampling sebanyak 53 balita di Kabupaten Cirebon. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis univariat.Hasil: Dalam penelitian ini menunjukan bahwa balita yang mengalami anemia dilihat dari faktor risiko yaitu jenis kelamin perempuan sebanyak 55,2%. Berat badan lahir normal yaitu 57,4%. Status gizi baik (BB/U) sebanyak 55,1% dan balita status gizi pendek (TB/U) yang mengalami anemia sebanyak 66,6%. Yang tidak memiliki riwayat ASI eklusif sebanyak 60,8%, dan memiliki riwayat prematur sebanyak 60% serta dengan pendidikan ibu tidak sekolah sebanyak 100%Kesimpulan: Jenis kelamin perempuan, balita dengan status gizi pendek dan memiliki riwayat prematur serta ibu yang berpendidikan rendah lebih banyak yang mengalami anemia dibandingkan faktor risiko lainnya.Saran perlu dilakukan penyuluhan pada orang tua balita mengenai faktor risiko kejadian anemia pada balita terutama pada balita dengan jenis kelamin perempuan dan balita yang mengalami stunting. Kata kunci : Anemia, Balita, Faktor Risiko 
RISIKO FAKTOR IBU TERHADAP KEJADIAN STUNTING Ria Astuti; Neneng Martini; Sharon Gondodiputro
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i4.4413

Abstract

Background: Stunting is one of   the nutritional problems experienced by todders in the world today. According  to RISKESDAS data in 2018, the incidence of stunting in indonesia wasa 29,9%. in west java 29,9%, in Sumedang regency 41,08%, and in the Jatinangor Puskesmas working area in 2019 there were  381 stunting children.Purpose: The purpose of this study is to analyze the relationship between maternal risk factors and the incidence of stunting in the working area of  the Jatinangor Comunity Health  Center. Methods: This research is a quantitative study with an analytical research design with a case  control  approach. The cases in this study werw children with stunting and control, namely children who were not stunting. Sampling was carried out by proportional stratified random sampling  for stunting  infants and for  non-stunting samples according to stunting infants ( 1:1) with a samples size of 154 respondents. Data was collected by measuring the height of children under five, filling in the questionnare and looking at the history of anemia during pregnancy in the chi-square test. Results: The results showed that maternal factors such as: mother's age, mother's education, how many children, history of exclusive breastfeeding, history of anemia during pregnancy obtained p value> 0.05 which indicates there is no relationship and there is no significant risk and maternal factors such as work. obtained p value <0.05 which indicates there is a relationship and there is a large risk, namely 2.6 times compared to mothers who do not work.Conclusion: There is no significant relationship and risk between  maternal age, mother’s education, how many children, history of exclusive breastfeeding, history of anemia in pregnant women, the incidence pf p>0,05 for each variable, and there is a relationship  between maternal work and the incidence of stunting with p<0,05 (p=0,009<0,005) and there is a risk of stunting in working mothers with 2,6 times compared to mothers who do not work.Suggestion: Future researchers are expected to be able to further examine what types of mother's work can affect stunting and examine more deeply about who the child's parenting pattern is assigned to and the last education of the caregiver of the child, not only the last education of the mother.  Keywords: risk factors, stunting, toddlers ABSTRAK Latar Belakang: Kejadian balita pendek atau sering disebut sebagai stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita di dunia saat ini. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 angka kejadian stunting di Indonesia terdapat 29,9%.1 Di Jawa Barat 29,9%, di Kabupaten Sumedang angkanya masih cukup tinggi yaitu sebesar 41,08%, dan berdasarkan data yang didapatkan di Kecamatan Jatinangor wilayah kerja Puskesmas  pada tahun 2019 terdapat 381 balita stunting.Tujuan: Menganalisis hubungan antara faktor risiko ibu dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Jatinangor Kabupaten Sumedang.Metode: Penelitian ini merupakan  penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik dengan pendekatan kasus kontrol. Kasus dalam penelitian ini yaitu balita stunting dan kontrol yaitu balita non stunting. Sebanyak total 154 sampel yaitu 77 balita stunting dan 77 balita non stunting. Pengambilan sampel dilakukan dengan proportional stratified random sampling untuk balita stunting dan untuk sampel non stunting menyesuaikan dari balita stunting (1:1). Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pengukuran tinggi badan balita, mengisi lembar pertanyaan serta melihat riwayat anemia ibu saat hamil dibuku KIA. Analisis data bivariat menggunakan uji chi-square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ibu seperti: usia ibu, pendidikan ibu, anak keberapa, riwayat ASI ekslusif, riwayat anemia pada ibu saat hamil memperoleh nilai p > 0,05 yang menunjukkan tidak terdapat hubungan dan tidak terdapat risiko yang signifikan dan faktor ibu seperti pekerjaan didapatkan nilai p < 0,05 yang menunjukkan terdapat hubungan dan terdapat besar risiko yaitu 2,6 kali dibanding ibu yag tidak bekerja.Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan dan risiko yang signifikan antara usia ibu, pendidikan ibu, anak keberapa, riwayat ASI eksklusif, riwayat anemia pada ibu hamil terhadap kejadian dengan diperoleh nilai p > 0,05 dari masing-masing varibel, dan terdapat hubungan antara pekerjaan ibu terhadap kejadian stunting  dengan nilai p < 0,05 (p=0,009<0,05) serta terdapat risiko kejadian stunting pada ibu bekerja 2,6 kali dibanding ibu yang tidak bekerja.Saran: Peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti lebih lanjut mengenai jenis pekerjaan ibu seperti apa yang dapat mempengaruhi stunting dan mengkaji lebih mendalam mengenai pola asuh anak diserahkan kepada siapa dan pendidikan  terakhir pengasuh dari anak tersebut, bukan hanya pendidikan terakhir dari ibunya. Kata Kunci : faktor risiko, stunting, balita
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN ANTENATAL CARE(ANC) TERHADAP TINGKAT KEPUASAN IBU HAMIL DI POLI KEBIDANAN Yayah Khoeriah; Sri Dinengsih; Risza Choerunnisa
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i4.4891

Abstract

Background In Indonesia, the quality of ANC services is still low, seen from the coverage of ANC which is still below the national target where data on the coverage of pregnant women (K4) visits in Indonesia in 2015 was 87.48%, which means it has not reached the target of the Strategic Plan of the Ministry of Health in 2015, namely by 95%. Of the 34 provinces in Indonesia, only 3 provinces have achieved this target, namely the Riau Archipelago, DKI Jakarta, and West Java.The Purpose To know the relationship between the quality of antenatal care (ANC) services to the level of satisfaction of pregnant women in the obstetrics polyThe research design method uses an analytical survey research with a cross-sectional approach, the number of samples is 83. The research instrument uses a questionnaire, bivariate analysis uses the Chi Square test.Results Based on data from 83 pregnant women who were dissatisfied with ANC services as many as 15 people (18.1%), based on Tangibles less good and dissatisfied 16 (19.3%), Empathy 16 (19.3%)The conclusion is that there is a relationship between satisfaction with Tangibles (P-value = 0.000 OR 140.80), Reliability (P-value = 0.000 OR 86.66), Responsiviness (P-value = 0.000 OR 303.3), Assurance (P-value = 0.000 OR 140.8) and Empathy (P-value=0.000 OR 140.8)Suggestions It is hoped that health workers will improve counseling for pregnant women to conduct regular ANC visits. Keywords: Quality of service, ANC, level of satisfaction ABSTRAK Latar Belakang Di Indonesia, kualitas pelayanan ANC masih rendah dilihat dari cakupan ANC yang masih dibawah target nasional dimana data cakupan kunjungan ibu hamil (K4) di Indonesia pada tahun 2015 sebesar 87,48% yang berarti belum mencapai target Renstra Kementerian Kesehatan pada tahun 2015 yaitu sebesar 95%. Dari 34 provinsi di Indonesia, hanya 3 provinsi yang telah mencapai target tersebut, yaitu kepulauan Riau, Dki Jakarta, dan jawa barat. Tujuan Diketahui hubungan kualitas pelayanan antenatal care(anc)  terhadap tingkat kepuasan ibu hamil di poli kebidananMetode desain penelitian ini menggunakan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross- sectional, jumlah sampel 83. instrument penelitian menggunakan kuesioner, analisis bivariate menggunakan uji Chi Square. Hasil Berdasarkan data 83 ibu hamil yang tidak puas terhadap pelayanan ANC sebanyak 15 orang (18,1%), berdasarkan Tangibles kurang baik dan tidak puas 16(19,3%), Emphaty 16 (19,3%) Kesimpulan adanya hubungan kepuasan dengan Tangibles (P-value=0,000 OR 140,80), Reliability (P-value=0,000 OR 86,66), Responsiviness (P-value=0,000 OR 303,3), Assurance (P-value=0,000 OR 140,8)dan Emphaty (P-value=0,000 OR 140,8)Saran Diharapkan kepada petugas kesehatan supaya meningkatkan konseling terhadap ibu hamil untuk melakukan kunjungan ANC secara teratur. Kata Kunci: Kualitas pelayanan, ANC, tingkat kepuasan
PENERAPAN APLIKASI NIFASKU BERPENGARUH TERHADAP PENGETAHUAN IBU MENGENAI PERAWATAN MASA NIFAS DAN BAYI BARU LAHIR Dewi Nur Dianti; Ade Kurniawati; Nadia Qurota Ayuni Zein; Resa Oktavia
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i4.4950

Abstract

Background: Knowledge of postpartum and newborn care is very important that every pregnant woman should know before giving birth. This information is to improve the quality of postpartum mothers. Information technology from smartphones using Android-based applications can be used to increase mother's knowledge about postpartum and newborn care.Purpose: The purpose of this study was to analyze the effect of the application of my parturition on the knowledge of pregnant women TM III regarding postpartum and newborn care in the work area of the Kersanegara Public Health Center, Tasikmalaya City 2020..Methods: The method used is a quasi-experimental with the type of One Group Pretest-Postest. The population in this study were 3rd trimester pregnant women who met the inclusion criteria. The sample of this research is pregnant women obtained by purposive sampling technique with a total of 30 people. Data analysis using T-testResults: The results showed an increase knowlegde after the study was 12.2 (7.28), p value 0.000 (α = 0.005) .Conclusion:. Aplikasi Nifasku  has an effect on increasing mother's knowledge regarding postpartum care and newbornsSuggestion: Knowledge of postpartum and newborn care must continue to be improved by utilizing various media, one of which is by utilizing other information, one of which is the Aplikasi Nifasku Keywords: Aplikasi Nifasku ,Knowledge postpartum and newborn care. ABSTRAK Latar Belakang : Pengetahuan  perawatan masa nifas dan bayi baru lahir merupakan hal sangat penting yang harus di ketahui oleh setiap ibu hamil menjelang persalinan . Informasi ini untuk meningkatkan kualitas ibu paska melahirkan. Teknologi informasi dari smartphone dengan menggunakan aplikasi berbasis android dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pengetahuan  ibu tentang perawatan masa nifas dan bayi baru lahir..Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh penerapan  aplikasi nifasku terhadap pengetahuan ibu hamil TM III mengenai perawatan masa nifas dan bayi baru lahir di wilaya kerja Puskesmas Kersanegara  Kota Tasikmalaya 2020.Metode : Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan tipe One Group Pretest-Postest, Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil Trimester 3 yang memenuhi kriteria inklusi. Sampel penelitian ini adalah Ibu hamil yang diperoleh dengan teknik purposive  sampling dengan jumlah 30 orang .Analisis data dengan menggunakan uji T-test.Hasil : Hasil penelitian didapatkan peningkatan penegtahuan  setelah penelitian adalah 12,2 (7,28), p value 0,000 (α=0,005)Kesimpulan : Aplikasi Nifasku berpengaruh  Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Mengenai Perawatan Masa Nifas Dan Bayi Baru Lahir. Saran : Pengetahuan perawatan masa nifas dan bayi baru lahir  harus terus ditingkatakan dengan menanfaatkan berbagai media salah satunya dengan memanfaatkan  informasi lain salah satunya  aplikasi nifasku. Kata Kunci :Aplikasi Nifasku, Pengetahuan, Perawatan Masa Nifas Dan Bayi baru lahir
KONSUMSI DAUN KACANG PANJANG TERHADAP PENINGKATAN HEMOGLOBIN IBU HAMIL Sri Juliani; Nurrahmaton Nurrahmaton
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i4.5305

Abstract

Latar Belakang: Perubahan hemoglobin pada kehamilan terjadi secara siginifikan khususnya pada trimester II. Prevalensi anemia di Asia sebesar 48,2 % dan di Indonesia sebesar 37,1%. Anemia dapat menjadi potensial membahayakan ibu dan anak. Penanganan yang telah dilakukan oleh pemerintah dengan pemberian tablet Fe masih belum cukup, yang dikarenakan adanya keluhan dari tablet pada ibu hamil.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi daun kacang panjang terhadap peningkatan kadar Haemoglobin pada ibu hamil Trimester II dengan anemia di Klinik Pratama Anugerah Kota Binjai.Metode: Desain penelitian menggunakan quasy experiment dengan pretest postest control group design dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling sebanyak 16 orang. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data dianalisis dengan menggunakan uji analisis one sample t test.Hasil: Dari hasil penelitian dengan hasil uji statistik nilai Asym sig (2-tailed) 0,000 lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh konsumsi daun kacang panjang terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester II di Klinik Pratama Anugerah Kota Binjai.Kesimpulan: Hasil penelitian didapatkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara daun kacang panjang terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester II. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan sehingga pencegahan terjadinya anemia.
PENGARUH FLAVONOID EKSTRAK MAHKOTA DEWA (PHALERIA MACROCARPA) TERHADAP PENINGKATAN INDEKS APOPTOSIS PADA PERITONEAL MENCIT MODEL ENDOMETRIOSIS Maharani Maharani; Sutrisno Sutrisno
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i4.4606

Abstract

Background: Endometriosis is one of the main reproductive problems today because the incidence is quite high. The development and progression of endometriosis cells results from an abnormal balance between cell proliferation and apoptosis. Cell apoptosis is triggered by an imbalance between positive signals (cell growth factors) and negative signals (DNA damage) in endometriosis. The anti-cancer effect of Mahkota Dewa has been shown to suppress cancer growth and inhibit cancer cell invasion through inhibition of proliferation and anti-apoptotic activity, Purpose: This study aimed to determine the effect of giving flavonoid extract from Mahkota Dewa fruit on the apoptotic index in endometriosis model mice. Methods: This research is an experimental study conducted at the Laboratory of the Faculty of Veterinary Medicine, Airlangga University, Surabaya. The sample used mice (Mus musculus) endometriosis model. The study was divided into 6 groups: negative control, positive control and treatment with the flavonoid extract of the Mahkota Dewa fruit at a dose of 3.75 mg/day, 7.5 mg/day, 11.25 mg/day and 15 mg/day. Measurement of apoptotic index using Tunel kit immunohistochemistry. Observational data were analyzed by ANOVA dan Tukey. Results: There was significant difference in the mean apoptotic index of the five groups of observational samples, the mean value of the apoptotic index was found between the KP group (7.96 ± 1.02) and the group given flavonoid extract from the Mahkota Dewa fruit group P1 at a dose of 3.75 mg (5.36 ± 0.91), P2 dose 7.5 mg (3.4 ± 0.49), P3 dose 11.25 mg (3.88 ± 0.59), P4 dose 15 mg (3.96 ± 0.75). Conclusion: The administration of flavonoid extract of the Mahkota Dewa fruit had a significant effect on increasing cell apoptotic index in endometriosis model mice.Suggestion Further study is needed to see the effect of flavonoid extract of Mahkota Dewa on rabbit experimental animals. Keywords: endometriosis, flavonoid extract of Mahkota Dewa fruit, apoptotic index ABSTRAK Latar Belakang: Endometriosis menjadi salah satu masalah reproduksi utama saat ini karena angka kejadian cukup tinggi. Perkembangan dan progresi sel endometriosis akibat terjadinya abnormalitas keseimbangan antara proliferasi dan apoptosis sel. Apoptosis sel dipicu karena adanya ketidakseimbangan antara sinyal positif (faktor pertumbuhan sel) dan sinyal negatif (kerusakan DNA) pada kondisi endometriosis. Efek anti kanker mahkota dewa terbukti dapat menekan pertumbuhan kanker dan menghambat terjadinya invasi sel kanker melalui penghambatan aktivitas proliferasi dan anti apoptosis.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian flavonoid ekstrak dari buah mahkota dewa terhadap indeks apoptosis pada mencit model endometriosis.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan di Laboratorium Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya. Sampel menggunakan mencit (Mus musculus) model endometriosis. Penelitian dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu : kontrol negatif, kontrol positif dan perlakuan pemberian ekstrak flavonoid buah mahkota dewa dosis 3,75 mg/hari, 7,5 mg/hari, 11,25 mg/hari dan15 mg/hari. Pengukuran indeks apoptosis menggunakan imunohistokimia Tunel kit. Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji ANOVA dan Tukey. Uji statistik dikatakan bermakna bila p<0,05.Proses penghitungan dilakukan dengan bantuan piranti lunak (soft-ware) SPSS for windows 19.0.Hasil: Terdapat perbedaan yang bermakna rerata indeks apoptosis kelima kelompok sampel pengamatan didapatkan nilai rerata indeks apoptosis antara kelompok K- (7.96 ± 1.02) dengan kelompok pemberian ekstrak flavonoid dari buah mahkota dewa kelompok P1 dosis 3,75 mg (5.36 ± 0.91), P2 dosis 7,5 mg (3.4 ± 0.49), P3 dosis 11,25 mg (3.88 ± 0.59), P4 dosis 15 mg (3.96 ± 0.75).Kesimpulan: Pemberian ekstrak flavonoid buah mahkota dewa memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan indeks apoptosis sel pada mencit model endometriosis.Saran Perlu studi lanjut untuk melihat pengaruh flavonoid ekstrak mahkota dewa pada hewan coba kelinci. Kata Kunci: endometriosis, flavonoid ekstrak buah mahkota dewa, indeks apoptosis
PEMBERIAN DAUN KELOR PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DAPAT MENINGKATKAN KADAR HAEMOGLBIN (HB) Yuliana Tampubolon; Yuli Yantina; Devi Kurniasari; Nurul Isnaini
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i4.3168

Abstract

Background a pre-survey result to 67 trimester II and 59 trimester III pregnant mothers in Gedung Sari public health center in Anak Ratu Aji sub district of Middle Lampung district showed that 27 respondents (88%) suffered anemia and 7 respondents (10.4%) did not suffer anemia. After interviews to 6 pregnant mothers suffering anemia, they said never consuming moringa leaf. This attracted the author to study the moringa leaf consumption pattern related to pregnant mothers’ hemoglobin levels. The objective of this research was to find out the influence of moringa leaf consumption by trimester II pregnant mothers to hemoglobin level improvement in Gedung Sari public health center working area in Anak Ratu Aji sub district of Middle Lampung district in 2020.Methods this was a quantitative research by using quasi-experiment approach and one group pretest and posttest design. Population was 27 trimester III pregnant mothers suffering mild and moderate anemia in Gedung Sari public health center working area in Anak Ratu Aji sub district of Middle Lampung district. Samples were of total population.Result bivariate analysis result with paired sample t-test showed p-value 0.000 < 0.05 meaning that there was an influence of moringa leaf consumption by trimester II pregnant mothers to hemoglobin level improvement in Gedung Sari public health center working area in Anak Ratu Aji sub district of Middle Lampung district in 2020. The average respondents’ Hb levels before consuming moringa leaf was 8.596 with minimum and maximum scores of 8.0 g/dl  and 9.6 g/dl respectively. The average respondents’ Hb levels after consuming moringa leaf was 10.048 with minimum and maximum scores of 8.9 g/dl and 11.4 g/dl respectively. The difference score of Hb levels before and after treatment was -1.4519.The conclusion is that there is an effect of giving Moringa leaves to pregnant women in the third trimester of Hb levels in the working area of the Gedung Sari Health Center, Anak Ratu Aji District, Central Lampung Regency in 2020.Suggestions can be used as input, evaluation and consideration to formulate/make new policies or programs in an effort to improve quality antenatal services, such as providing special facilities for mothers who will conduct counseling related to increasing Hb levels, as well as providing health education about the importance of Moringa leaves in increasing Hb levels. Keywords : Hb level and moringa leaf ABSTRAK Latar Belakang Berdasarkan data survey Di Puskesmas Gedung Sari Kecamatan Anak Ratu Aji Lampung Tengah terhadap 67 ibu hamil TM III, setelah dilakukan observasi berdasarkan pemeriksaan Hb, diketahui dari 59 ibu hamil TM III, menunjukkan 27 ibu hamil (88%) mengalami anemia dan 7 ibu hamil (10,4%) tidak mengalami anemia. Setelah dilakukan wawancara terhadap 6 ibu hamil yang mengalami anemia, mereka mengatakan tidak pernah mengkonsumsi daun kelor. Hal ini menarik penulis untuk menelaah lebih lanjut bagaimana pola konsumsi daun kelor dengan kadar hemoglobin pada ibu hamil.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian daun kelor  pada ibu hamil trimester III terhadap  kadar Hb Di Wilayah Kerja Puskesmas Gedung Sari Kecamatan Anak Ratu Aji Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2020.Metode jenis penelitian kuantitatif , rancangan Quasi Experiment dengan pendekatan one group pre test and post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil TM III yang mengalami anemia ringan  dan sedang di wilayah Kerja Puskesmas Gedung Sari Kecamatan Anak Ratu Aji Kabupaten Lampung Tengah tahun 2020  sampel dalam penelitian ini adalah kunjungan ibu hamil  TM III perbulannya mencapai  27 ibu hamil dengan anemia ringan dan sedang. Dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah Total Sampling.Hasil Berdasarkan analisis bivariat dengan menggunakan uji Paired Sample T-Test, diketahui nilai p-value < 0,05 yaitu 0,000 yang artinya Ada Pengaruh Pemberian Daun Kelor  Pada Ibu Hamil Trimester III Terhadap Kadar Hb Di Wilayah Kerja Puskesmas Gedung Sari Kecamatan Anak Ratu Aji Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2020. rata-rata kadar Hb responden sebelum diberikan daun kelor adalah 8,596 dengan nilai minimum 8.0 g/dl dan maksimum 9,6 g/dl, dari 27 Responden setelah mengkonsumsi daun kelor rata-rata kadar Hb responden sesudah diberikan daun kelor adalah 10,048 dengan nilai minimum 8,9 g/dl dan maksimum 11,4 g/dl diketahui nilai selisih kadar Hb antara sebelum dan sesudah adalah -1,4519.Kesimpulan ada Pengaruh Pemberian Daun Kelor  Pada Ibu Hamil Trimester III Terhadap Kadar Hb Di Wilayah Kerja Puskesmas Gedung Sari Kecamatan Anak Ratu Aji Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2020.Saran dapat digunakan sebagai bahan masukan, evaluasi dan pertimbangan untuk menyusun/membuat kebijakan atau program baru dalam upaya peningkatan pelayanan antenatal yang berkualitas, seperti menyediakan fasilitas tempat/ruangan khusus ibu yang akan melakukan konseling terkait dengan peningkatan kadar Hb, serta memberikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya daun kelor dalam meningkatkan kadar Hb.  Kata Kunci : Kadar Hb & Daun Kelor 
PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KATUK DAPAT MENINGKATKAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI Ragillia Elvina Safitri; Ike Ate Yuviska; Astriana Astriana; Sunarsih Sunarsih
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i4.4936

Abstract

Background Milk production which is not quite the most common factors that lead to the cessation of the practice of exclusive breastfeeding type in an attempt to increase the rate of secretion and milk production is through the use of traditional herb medicine such as leaf extract katuk S leaves katuk been shown to have a wide variety of non-pharmacological activity. And katuk contains a number of important nutrients such as protein, vitamin C, vitamin D, calcium to folic acid. The purpose of this research is  to determine the effect of giving Katuk leaf extract on breast milk production of breastfeeding mothers at Kemiling Inpatient Health Center Bandar Lampung 2021.Method research design using pre-experimental method with two group pretest – posttest approach. sampling technique with purposive sampling as many as 30 breastfeeding mothers, the results of the study were analyzed by independent t-test. This data was taken using an observation sheet in the form of a checklist for the consumption of katuk leaves extract that was consumed by the mother. This research was conducted in March-July 2021. The results of statistical tests using independent obtained p-value 0.001 <0.05, it can be concluded that there is a significant difference between giving katuk leaf extract and not giving katuk leaf extract.Conclusion The results of statistical test using independent  t-test obtained p-value 0.001 <0.05, it can be concluded that there is a significant difference between giving katuk leaves extract and not giving katuk leaves extract. Suggestion Future researchers are expected to use this research source as an additional reference. Further research on the effect of katuk leaf extract on breast milk production by adding other herbal ingredients in accordance with the prescribed dose Keywords: Katuk Leaves Extract, ASI ABSTRAK Latar Belakang Produksi ASI yang tidak cukup merupakan faktor penghambat yang paling umum menyebabkan berhentinya praktik pemberian ASI eksklusif ketik salah satu upaya meningkatkan laju sekresi dan produksi ASI adalah melalui penggunaan obat ramuan tradisional seperti ekstrak daun katuk S daun katuk telah terbukti memiliki berbagai macam aktivitas nonfarmakologi. Dan katuk mengandung sejumlah nutrisi penting seperti protein, vitamin C, vitamin D, kalsium hingga asam folat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun  Katuk Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Menyusui Di Puskesmas Rawat Inap Kemiling Bandar Lampung 2021Metode penelitian Desain penelitian menggunakan metode Pra Eksperimental dengan pendekatan two grouppretest – posttest. teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling sebanyak 30 orang ibu menyusui, hasil penelitian dianalisa dengan uji independent t- test. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan maret-juli 2021.Hasil uji statistik menggunakan independen didapat nilai p-value  0, 001< 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan  yang  signifik  antara pemberian ektrak daun katuk dan yang tidak diberikan ektrak daun katukKesimpulan Hasil uji statistik didapatkan nilai p< 0,05 sehingga dapat disimpulkan Ha dierima yang artinya ada pengaruh pemberian ektrak daun katuk terhadap ibu menyusui menyusui Di Puskesmas Rawat Inap Kemiling Bandar Lampung 2021. Saran untuk Peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggunakan sumber penelitian ini sebagai referensi tambahan. Penelitian lebih lanjut tentang pengaruh ekstrak daun katuk terhadap produksi ASI dengan menambahan bahan herbal lainnya sesuai dengan dosis yang ditentukan Kata Kunci : Ekstrak Daun Katuk,ASI
HUBUNGAN ANTARA TINGGI BADAN ORANG TUA DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI PUSKESMAS SEPATAN KABUPATEN TANGERANG Lastri Mei Winarni; Beti Prihandini; Febi Ratnasari
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i4.3713

Abstract

Kejadian stunting merupakan permasalah pada gizi dan salah satunya dipengaruhi juga oleh faktor genetik (tinggi badan). Terjadi peningkatan kejadian stunting yang signifikan di Puskesmas Sepatan dimana tahun 2018 sebanyak 44 kasus dan tahun 2019 sebanyak 70 kasus. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara tinggi badan orang tua dan pemberian ASI eksklusif terhadap kejadian stunting di Puskesmas Sepatan Kabupaten Tangerang. Metode penelitian menggunakan case control design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita di Puskesmas Sepatan Kabupaten Tangerang. Besaran sampel menggunakan rumus Yamane diperoleh sampel sebanyak 60 responden untuk masing-masing kasus dan kontrol dengan total sampel 120 responden. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh dengan cara menelpon orang tua balita atau kader dan menanyakan sesuai dengan kuesioner. Analisa data secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian dari 120 orang tua pada balita, sebagian besar memiliki tinggi badan ayah dan ibu yang normal yaitu 93 responden (77,5%) dan 89 responden (74,2%). Balita sebagian besar mendapatkan ASI eksklusif yaitu sebanyak 79 responden (65,8%). Terdapat hubungan antara tinggi badan ibu dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting dengan P value = 0,000 dan 0,007. Tidak terdapat hubungan tinggi badan ayah dengan kejadian stunting dengan P value = 0,190. Kesimpulan  ada hubungan antara tinggi badan ibu dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting di Puskesmas Sepatan Kabupaten Tangerang. Disarankan perlunya edukasi secara rutin untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pertumbuhan dan perkembangan balita sehingga mengetahui faktor yang mempengaruhi permasalahan pertumbuhan balita khususnya stunting sehingga mampu melakukan tindakan pencegahan kejadian stunting.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue