cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 971 Documents
RIWAYAT STATUS IMUNISASI DASAR BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BALITA STUNTING Yosintha Dilina Wanda; Fardila Elba; Didah Didah; Ari Indra Susanti; Fedri Ruluwedrata Rinawan
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i4.4727

Abstract

Background: According to the World Health Organization (WHO) 2018, the prevalence of stunting in Indonesia is the third country with the highest prevalence in the Southeast Asia Region (SEAR). The average prevalence of children under five in Indonesia in 2005-2017 was 36.4%. In West Java the incidence of stunting is 29.9% and in Sumedang Regency the figure is still quite high at 36%, and based on data from the Jatinangor Health Center in 2020 there are 60 stunting toddlers.Purpose: The purpose to analyze the relationship between the history of basic immunization status and the incidence of  in toddler in Hegarmanah Village, Jatinangor District in 2020.Methods: This research design is a quantitative research conducted in Hegarmanah Village in November. This study use a case control design with a ratio of 1:1. The case group of this study was stunting and the control group was non-stunted. The groups of stunting and non-stunted toddlers were determined by a matching system of age and gender categorization. Sampling used proportionate stratified random technique. The sample in this study were stunted and non-stunted toddlers with a total sample of 120 respondents, 60 case groups and 60 control groups. The research instrument is a questionnaire and a microtoise to measure height. Bivariate analysis was carried out with Chi-Square and Odds Ratio testsResults: The results showed that 30 (25%) stunting toddlers aged 24-<36 months, 23 (19%) toddlers aged 24-<36 months and 19 (16%) boys with a history of incomplete basic immunization status . Bivariate analysis was carried out with Chi-Square and Odds Ratio tests with a 95% confidence level obtained (p = 0.000) with OR and CI (4.958 (2.074-11.852)). This states that there is a relationship between the history of basic immunization status on the incidence of stunting under five in Hegarmanah Village, Jatinangor District.Conclusion: There is a relationship between the history of basic immunization status on the incidence of stunting in toddlers in Hegarmanah Village, Jatinangor District with a value of p<0.05 (p=0.00<0.05) and there is a risk of stunting in toddlers with incomplete immunization 4.9 times compared to toddlers with complete immunization.Suggestion Future researchers are expected to be able to further investigate what types of immunization can affect stunting. Keywords: Relationship, Stunting, Basic Immunization, Toddler ABSTRAK  Latar Belakang: Menurut World Health Organization (WHO) data prevalensi kejadian stunting Indonesia termasuk negara ketiga dengan prevalensi tertinggi di regional Asia Tenggara /South-East Asia Regional (SEAR). Rata-rata prevalensi balita di Indonesia tahun 2005-2017 adalah 36,4%. Di Jawa Barat angka kejadian stunting yaitu 29,9% dan di Kabupaten Sumedang angkanya masih cukup tinggi yaitu sebesar 36%, dan berdasarkan data Puskesmas Jatinangor pada tahun 2020 terdapat 60 balita stunting.Tujuan: Menganalisis hubungan riwayat status imunisasi dasar dengan kejadian balita stunting di Desa Hegarmanah Kecamatan Jatinangor Tahun 2020.Metode: Rancangan penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan di Desa Hegarmanah pada Bulan November. Penelitian ini menggunakan desain case control dengan perbandingan 1:1. Kelompok kasus penelitian ini yaitu stunting dan kontrol yaitu non stunting. Kelompok balita stunting dan non stunting ditentukan dengan sistem matching kategorisasi usia dan jenis kelamin. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportionate stratified random. Sampel dalam penelitian ini adalah balita yang stunting dan non stunting dengan jumlah sampel 120 responden, sebanyak 60 kelompok kasus dan 60 kelompok kontrol. Instrumen penelitian ini yaitu kuisioner dan microtoise untuk mengukur tinggi badan. Analisis bivariate dilakukan uji Chi-Square dan Odds RatioHasil: Hasil penelitian didapatkan 30 (25%) balita stunting dengan usia 24-<36 bulan, 23 (19%) balita usia 24-<36 bulan dan 19 (16%) balita laki-laki dengan riwayat status imunisasi dasar yang tidak lengkap. Analisis bivariate dilakukan uji Chi-Square dan Odds Ratio dengan tingkat kepercayaan 95% didapatkan (p=0,000) dengan OR dan CI (4,958 (2,074-11,852)).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara riwayat status imunisasi dasar pada kejadian balita stunting di Desa Hegarmanah Kecamatan Jatinangor dengan nilai p<0,05 (p=0.00<0.05) serta terdapat risiko kejadian stunting pada balita dengan imunasi tidak lengkap 4,9 kali dibanding balita dengan imunisasi yang lengkap.Saran Peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti lebih lanjut mengenai jenis imunisasi apa yang dapat mempengaruhi stunting. Kata kunci : Hubungan, Stunting, Imunisasi Dasar, Balita
ANALISIS PELAKSANAAN PELAYANAN PERSALINAN SELAMA PANDEMI COVID-19 BERDASARKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU BERSALIN Mudyawati Kamaruddin; Andi Reski Sulpianti; Haerani Haerani; Erniawati Erniawati; Jusni Jusni; Artita Artita; Asviratul Annatasia; Nurhidayat Triananinsi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i4.5237

Abstract

Background: Since the Coronavirus disease 2019 (COVID-19) attacked and became an epidemic in practically the whole globe till today, the government has imposed several limitations on almost all regular services, including maternity and newborn health care. This limitation is strictly enforced at the hospital, Community Health Center, and clinic levels. As a result, maternity and newborn health care are among those impacted, in terms of both access and provision. Purpose: The aim of this study was to explain how delivery services were implemented during the CoViD-19 pandemic. Methods: This research examines maternity care at Hospital of Prof. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Bantaeng during the CoViD-19 pandemic. The study began with interviews with four midwives to gain an overview of delivery service implementation, followed by data collecting from women who gave birth at the RSUD with the following inclusive criteria: mothers who gave birth at the RSUD between March 2020 and April 2021 and have got delivery services. Meanwhile, moms who gave birth outside of the required timeline while receiving delivery services at the RSUD were excluded from the study. Test sheets, questionnaires, and tape recorders were utilized as research instruments. The analysis was carried out using a systems approach theory.Results: Some factors are apparent in the analysis of the execution of delivery services during the CoViD-19 pandemic. The characteristics of respondents in reproductive age account for 75% of input parameters, while multipara accounts for 25%. Midwives provided delivery services to expectant mothers in order to help them cope with the postpartum period. While the output includes analysis results of maternity mothers' knowledge: 55% have sufficient information, 40% have high knowledge, and 5% have little understanding. During the CoViD-19 pandemic, the attitude of maternity mothers toward delivery services was 27 percent positive, and 80 percent were still regarded sufficient.Conclusion Good knowledge is supported by a positive attitude towards service changes shown by maternity mothers, and that the community already understands the situation of the CoViD-19 pandemic, understands the consequences and effects of not complying with regulations related to the CoViD-19 pandemic.Suggestion It is hoped that further research can be in the form of a follow-up to the analysis of health services in hospitals both in the city and at the regional level which refers to health protocols in the post-CoViD-19 pandemic. Keyword: CoViD-19 Pandemic, Pregnant Mothers, Knowledge, Attitude, Delivery Services ABSTRAK Latar Belakang: Sejak Coronavirus disease 2019 (CoViD-19) menyerang dan menjadi wabah di hampir seluruh dunia hingga saat ini, banyak pembatasan  yang dilakukan oleh pemerintah hampir ke semua layanan rutin termasuk pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir. Pembatasan ini diberlakukan baik di pelayanan kesehatan tingkat  Rumah sakit, Pusat Kesehatan Masyarakat maupun tingkat klinik. Akibatnya, pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir menjadi salah satu layanan yang terkena dampak, baik dari segi akses maupun pelayanan.Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pelaksanaan pelayanan persalinan selama masa pandemi CoViD-l9.Metode: Penelitian ini merupakan analisis terhadap pelayanan ibu bersalin selama pandemi CoViD-19 di RSUD Prof. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Bantaeng. Penelitian diawali dengan wawancara dengan empat bidan untuk mendapatkan gambaran pelaksanaan pelayanan persalinan, dilanjutkan dengan pendataan ibu-ibu yang melahirkan di RSUD tersebut dengan kriteria inklusif sebagai berikut ibu bersalin di bulan Maret 2020 sampai dengan April 2021 dan mendapatkan pelayanan persalinan di RSUD. Sedangkan, ibu bersalin yang diluar rentang waktu ditentukan walaupun mendapatkan pelayanan persalinan di RSUD itu tidak dimasukan dalam sampel.  Alat penelitian yang digunakan berupa lembar tes, kuesioner dan tape recorder. Analisis dilakukan dengan teori pendekatan sistem.Hasil: Analisis pelaksanaan pelayanan persalinan selama masa pandemi CoViD-19 dilihat dari faktor input yaitu karakteristik responden dalam usia subur 75% responden dan 25% multipara. Proses: dilakukan pelayanan persalinan oleh bidan untuk membimbing ibu hamil dalam menghadapi persalinan dan masa nifas. Sedangkan output: hasil analisis pengetahuan dan sikap ibu bersalin. Terdapat 55% berpengetahuan cukup, 40% berpengetahuan baik, dan 5% berpengetahuan kurang. Adapun sikap ibu bersalin yang ditunjukan terhadap pelayanan persalinan selama  pandemi CoViD-19 yang bersikap baik terhadap pelayanan persalinan rumah sakit adalah  27%, dan yang tergolong cukup berpengetahuan adalah 80%.Kesimpulan Pengetahuan yang baik didukung dengan sikap yang positif terhadap perubahan-perubahan pelayanan ditunjukan oleh ibu bersalin, dan bahwa masyarakat sudah paham atas situasi pandemi CoViD-19, paham akan akibat dan efek yang ditimbulkan jika tidak menaati regulasi terkait pandemic CoViD-19.Saran Diharapkan penelitian selanjutnya dapat berupa penindaklanjutan analisis pelayanan kesehatan di Rumah Sakit baik di kota maupun di tingkat daerah yang beracuan pada protokol kesehatan pada masa setelah pandemi CoViD-19. Keyword: Covid-19 Pandemic, Pregnant Mothers, Knowledge, Attitude, Delivery Services 
PENGARUH AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP KECEMASAN IBU BERSALIN Istiqomah Mirazanah; Bunga Tiara Carolin; Sri Dinengsih
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i4.3856

Abstract

Background: During the first stage of labor, a woman will experience a psychological disorder, namely anxiety, the impact will cause muscle tension in the body, the birth canal becomes stiff, hard and difficult to expand resulting in the labor process not going smoothly. The main content in lavender oil is linalool acetate which can relax and relax the working system of the nerves and tense muscles.Objective: This study aims to determine the effect of lavender aromatherapy on maternal anxiety at RSU Kota Tangerang Selatan in 2021.Methodology: This quasi-experimental study used a pretest and posttest design with a control group design. The sample in this study amounted to 30 mothers who will give birth at RSU Kota Tangerang Selatan with 15 respondents each. The sampling technique used total sampling. The research instrument used the Hamilton Rating Scale for Anxienty (HRS-A) questionnaire. Data were analyzed using the Independent T-test, which previously tested for normality and homogeneity.Results: The results of the study on anxiety before being given lavender aromatherapy an average of of 22.47 and after being given lavender aromatherapy an average of 18.33 with an average difference of 4.14, in the control group examination I an average of 22.60 and examination II an average 22.27 with an average difference of 0.33 and the effect of lavender aromatherapy on maternal anxiety with a significance level of 0.001.Conclusions: There is an effect of lavender aromatherapy on maternal anxiety at RSU Kota Tangerang Selatan in 2021.Suggestion  It is hoped that lavender aromatherapy can be applied as a whole in Indonesian health services..Keywords: Anxiety, Maternal Lavender Aromatherapy,  ABSTRAK  Latar Belakang: Persalinan akan menyebabkan gangguan psikologi berupa kecemasan yang dapat mengakibatkan penurunan aliran darah yang membawa oksigen ke rahim dan janin sehingga dapat terjadi hal-hal yang merugikan bagi ibu dan janin. Salah satu terapi non-farmakologis untuk menurunkan kecemasan adalah melalui pemberian aromaterapi khususnya aromaterapi lavender dapat memberi rasa tenang, sehingga dapat digunakan sebagai manajemen stres.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lavender terhadap kecemasan ibu bersalin di RSU Kota Tangerang Selatan Tahun 2021.Metodologi: Penelitian quasi eksperimental ini menggunakan rancangan pretest and posttest with control group design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 ibu yang akan melahirkan di RSU Kota Tangerang Selatan dengan masing-masing kelompok 15 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kesioner Hamilton Rating Scale for Anxienty (HRS-A). Data dianalisis menggunakan T-test Independent yang sebelumnya dilakukan uji normalitas dan homogenitas.Hasil Penelitian: Hasil penelitian terhadap kecemasan sebelum diberikan aromaterapi lavender rata-rata 22,47 dan sesudah diberikan aromaterapi lavender rata-rata 18,33 dengan selisih rata-rata 4,14, pada kelompok kontrol pemeriksaan I rata-rata 22,60 dan pemeriksaan II rata-rata 22,27 dengan selisih rata-rata 0,33. Terdapat perbedaan rerata skor tingkat kecemasan yang bermakna antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan tingkat signifikansi 0,001 < 0,05. Simpulan: Terdapat pengaruh aromaterapi lavender terhadap kecemasan ibu bersalin di RSU Kota Tangerang Selatan Tahun 2021.Saran Diharapkan pemberian aromaterapi lavender dapat diterapkan secara menyeluruh dipelayanan kesehatan Indonesia. Kata Kunci : Aromaterapi Lavender, ibu bersalin, kecemasan  
MASASE MENGURANGI NYERI PERSALINAN PADA IBU BERSALIN Nopita Yanti Sitorus; Maimunah R
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i4.5094

Abstract

Introduction: Labor pain management can be implemented both non pharmacologically and pharmacologically. It can be done non pharmacologically without using drugs such as relaxation, massage, acupressure, acupuncture, hot or cold compresses and aromatherapy, while pharmacologically through the use of drugs. Non-pharmacological pain management is more secure, simpler, no bad side effect and reffering to mother caring than pharmacological pain management that potentially have adverse effect.Purpose: To identify the effect of massage on mothers’ pain during first stage labor. Method: This is an analytical survey study with cross sectional method. It was taken place in Hadijah Maternity Clinic which is located in Medan. It was conducted from January to July 2021. The populations were 38 mothers who gave birth physiologically, that complained pain during first stage labor in Hadijah Maternity Clinic. The samples were part of the number and characteristics possessed by the population. There were 38 women chosen as the sample of the study that devided into 2 groups; control group and intervention group.Results: The rate of pain intensity in intervention group before the massage was about 7,26 and after the massage was 4,74 with the value p=0,000. Whereas in control group, the rate of pain intensity before the massage was 7,00 and after the massage 6,16 with value p=0,007. So that the comparison after the massage which was carried out in the intervention and control groups obtained value p=0,001Conclusion: There is a significant effect of the massage on the reduction of mothers’ labor pain during first stage labor. Suggestion clinics and hospitals to use the massage method as an intervention in reducing labor pain in the active phase of the first stage Key words: Massage, Labor Pain, First Stage Labor ABSTRAKPendahuluan : Manajemen nyeri persalinan dapat diterapkan secara non farmakologis dan farmakologis. Pendekatan secara non farmakologis tanpa penggunaan obat-obatan seperti relaksasi, masase, akupresur, akupunktur, kompres panas atau dingin dan aromaterapi, sedangkan secara farmakologis melalui penggunaan obat-obatan. Manajemen nyeri non farmakologis lebih aman, sederhana dan tidak menimbulkan efek merugikan serta mengacu kepada asuhan sayang ibu, dibandingkan dengan metode farmakologi yang berpotensi mempunyai efek yang merugikanTujuan : Mengidentifikasi pengaruh metode masase terhadap nyeri persalinan pada ibu inpartu kala I fase aktif. Metode : Jenis penelitian kuantitatif pendekatan quasy ekspreimen Lokasi penelitian di RB Hadijah yang terletak di Kota Medan. Penelitian dilakukan sejak bulan Januari sampai dengan bulan Juli 2021. Populasi penelitian adalah semua Ibu Bersalin Fisiologis yang mempunyai keluhan nyeri persalinan dengan partus pervaginam di RB Hadijah sebanyak 38 orang. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Sampel dalam penelitian ini sesuai dengan kriteria adalah sebanyak 38 orang dibagi menjadi 2 yaitu kelompok control dan kelompok intervensiHasil : Intensitas nyeri responden pada kelompok intervensi rata-rata skala nyeri sebelum dilakukan metode masase adalah 7,26 dan sesudah dilakukan metode masase adalah 4,74 diperoleh nilai p=0,000. Pada kelompok kontrol rata-rata skala nyeri sebelum dilakukan metode masase adalah 7,00 dan sesudah dilakukan metode masase pada kelompok kontrol 6,16 diperoleh nilai p=0,007. Sehingga perbandingan sesudah dilakukan metode masase pada kelompok intervensi dan kontrol diperoleh nilai p=0,001Kesimpulan : ada pengaruh yang signifikan metode masase terhadap pengurangan nyeri persalinan pada ibu inpartu kala I fase aktif.Saran klinik maupun rumah sakit supaya menggunakan metode masase sebagai salah satu intervensi dalam mengurangi nyeri persalinan kala I fase aktif Kata Kunci : Metode masase, Nyeri Persalinan, Inpartu Kala I
FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN TENTANG BUKU KIA PADA IBU HAMIL Illa Arinta
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i4.5241

Abstract

Background. One of the major obstacles to the slow decline in MMR and IMR in Indonesia is the low maternal knowledge associated with pregnancy. Riskesdas 2012 research results nationally, mothers who own and bring books and understand the benefits only 29.1% and one of the provinces in Indonesia that is, East Java 42.1% of mothers who have books and 47.3% of mothers have but not Bring and 10.7% do not have (Ministry of Health RI, 2010).The Purpose It is known the relationship between the characteristics of pregnant women and knowledge of the MCH book at the Cempaka Putih Sub-district Health Center and the Sawah Besar Public Health Center, Central Jakarta for the period February to August 2017Research Method. The research design used was quantitative using cross sectional approach, the location of the research was conducted at Public Health Center and cempaka putih Public Health Center, with 214 samples of pregnant women. The instrument used is questionnaire. The variables used are education, occupation, parity and age.Results. much as 80.0% of mother's knowledge is good, and only 19.2% are knowledgeable less. There is no significant correlation between education, occupation, age, parity with mother's knowledge about book in pregnant women at Cempaka Putih Public Health Center and Sawah Besar Public Health Center. There is a significant relation of mother job (p = 0,048), OR = 4,596, with knowledge of books on pregnant women at Cempaka Putih Public Health Center and Sawah Besar Public Health Center. Conclusion.  Knowledge of Pregnant Women About Book Cempaka Putih Public Health Center and Sawah Besar Public Health Center the most category that is less category.Suggestion Maintain knowledge of pregnant women about the MCH handbook by evaluating pregnant women at every ANC examination so that mothers know more and actively understand about maternal and child health and mothers know better when to need help or an emergency. Keywords : Knowledge, Pregnant, Maternal and Child Health Books                ABSTRAK Latar Belakang. Salah satu kendala utama lambatnya penurunan AKI dan AKB di Indonesia adalah rendahnya pengetahuan ibu yang berhubungan dengan kehamilan. Hasil penelitian Riskesdas 2012 secara Nasional, ibu yang memiliki dan membawa buku KIA serta memahami manfaatnya hanya 29,1% dan salah satu propinsi di Indonesia yaitu, Jawa Timur 42,1% ibu yang memiliki buku KIA dan 47,3% ibu memiliki namun tidak membawa, dan 10,7% tidak memiliki ( Kemenkes RI, 2010). Hal ini menggambarkan masih banyak ibu hamil yang tidak mengetahui manfaat dan isi buku KIA.Tujuan. Diketahuinya Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan Tentang Buku KIA Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Dan Puskesmas Sawah Besar  Jakarta Pusat Periode Februari s/d Agustus 2017 ”.Metode. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan  cross sectional, lokasi penelitian dilaksanakan di Puskesmas Sawah Besar dan puskesmas cempaka putih Februari s/d Agustus 2017, dengan jumlah sampel 214 ibu hamil. Instrument yang digunakan adalah kuesioner. Variabel yang digunakan adalah pendidikan, pekerjaan, paritas, usia ibu.Hasil. Sebanyak 80,0 % pengetahuan ibu adalah baik, dan hanya 19,2 % yang berpengetahuan kurang. Tidak ada hubungan secara signifikan pendidikan, pekerjaan, usia, paritas dengan pengetahuan ibu tentang buku KIA pada ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih dan Puskesmas Sawah Besar Tahun 2017. Ada hubungan secara signifikan pekerjaan ibu (p=0,048), OR=4,596, dengan pengetahuan tentang buku KIA pada ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih dan Puskesmas Sawah Besar.Kesimpulan Tidak ada hubungan signifikan pendidikan, pekerjaan, usia, paritas dengan pengetahuan ibu tentang buku KIA, ada hubungan signifikan pekerjaan ibu dengan pengetahuan tentang buku KIA.Saran Mempertahankan pengetahuan ibu hamil tentang buku KIA dengan mengevaluasi ibu hamil pada setiap pemeriksaan ANC agar ibu lebih mengetahui dan memahami secara aktif tentang kesehatan ibu dan anak serta ibu lebih mengetahui kapan memerlukan pertolongan atau kegawatdaruratan. Kata kunci : Pengetahuan, Ibu hamil, Buku kesehatan ibu dan anak (KIA)            
PENGARUH PENYULUHAN DENGAN MEDIA VIDEO MELALUI WHATSAPP GROUP TENTANG HEPATITIS B TERHADAP PENINGKATAN SKOR PENGETAHUAN IBU HAMIL Ni Nyoman Lestari Yanti; Ni Made Dwi Mahayati; Ni Wayan Armini
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i4.5232

Abstract

Hepatitis B bisa menular dari ibu ke bayi sehingga diperlukan informasi untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang Hepatitis B, penyuluhan tatap muka tidak bisa dilakukan saat pandemi Covid. Tujuan penelitian mengetahui peningkatan skor pengetahuan tentang hepatitis B pada ibu hamil setelah penyuluhan dengan media video melalui whatsapp group di Desa Sibang Kaja. Jenis penelitian eksperimen, metode pretest-posttest control design. Besar sampel 54 orang, dengan kelompok kontrol 27 responden diberikan video yang pernah dipakai di Puskesmas, kelompok eksperimen 27 responden diberikan video yang dikembangkan peneliti dengan materi lebih terfokus pada hepatitis pada kehamilan. Pengukuran pengetahuan dengan kuisioner dibuat pada zoho form. Hasil uji Wilcoxon signifikansi 0,000 < 005, terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan, perbedaan pengetahuan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan uji Mann withney 0,004 < 0,04. Kesimpulan ada pengaruh penyuluhan hepatitis B dengan media video melalui whatsapp group terhadap peningkatan skor pengetahuan ibu hamil di Desa Sibangkaja. Petugas kesehatan, Puskesmas agar meningkatkan promosi kesehatan dengan pengembangan media yang menarik dan mudah dimengerti masyarakat.
ANALISIS FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA Supriyatun Supriyatun
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i4.4875

Abstract

Background : Indonesia is still facing nutritional problems that have a serious impact on the Quality of Human Resources (HR). One of the nutritional problems that has become a major concern at this time is the high number of stunting children. Indonesia is a country with a high prevalence of malnutrition in toddlers. In 2019, the prevalence of stunting in toddlers in Indonesia was 27.7 percent, in West Java in 2018 there was 19.4 percent, in the city of Banjar in 2020 there were 8.26% under five with stunting and in the working area of the Purwaharja 2 Health Center itself in 2020 there are 25 cases. The causes of stunting are very complex, including a history of LBW, history of exclusive breastfeeding, mother's education, family socio economic status and birth spacing.Objective: to analyze the risk factors associated with the incidence of stunting in toddlers in the Work Area of the Purwaharja 2 Public Health Center, Banjar City in 2020.Methods:. The type of research used is correlational research using Case Control design. The research analysis used Chi-square and multivariable analysis to see which factor was the most dominant using multiple logistic regression analysis. The number of research subjects as many as 50 people with details of the case group of 25 respondents and the control group of 25 respondents. The sampling technique used is total sampling. The measuring instrument used is a checklist.Results: univariate analysis found under five with a history of not LBW 43 respondents (86%) toddlers with a history of LBW 7 respondents (14%) under five with a history of exclusive breastfeeding 40 respondents (80%) under five without exclusive breastfeeding 10 respondents (20%), maternal education middle school 34 respondents (68%) basic education 11 respondents (22%) higher education 5 respondents (10%), socio economic status in the non-poor family category 37 respondents (74%) in the poor family category as many as 13 respondents (26%), birth spacing category more than equal to 2 years 43 respondents (86%) less than 2 years category as many as 14 respondents (14%). The results of the bivariate analysis were only the history of LBW that had a significant relationship with the incidence of stunting with a P-value 0.010.Conclusion: The risk factor associated with the incidence of stunting in the work area of the Purwaharja II Public Health Center in Banjar Municipality is a history of low birth weight.Suggestion: improve counseling for all mothers who have under five, especially those with under five with a history of LBW about the incidence of stunting, whether it's recognizing what the characteristics are, and how to prevent it, it is hoped that early detection and early management of under five can be made who experienced stunting Keywords: stunting, risk factors, toddlers ABSTRAK Latar Belakang : Indonesia masih menghadapi permasalahan gizi yang berdampak serius terhadap Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Salah satu masalah gizi yang menjadi perhatian utama saat ini adalah masih tingginya anak balita pendek (Stunting). Indonesia merupakan negara dengan prevalensi gizi kurang pada balita cukup tinggi. Pada tahun 2019, prevalensi balita stunting Indonesia sebesar 27,7 persen, di jawa barat di tahun 2018 terdapat 19,4 persen, di kota Banjar pada tahun 2020 tercatat 8,26% balita dengan stunting dan  di wilayah kerja Puskesmas Purwaharja 2 sendiri pada tahun 2020 terdapat 25 kasus. Penyebab stunting sangat kompleks diantaranya adalah riwayat BBLR, Riwayat pemberian ASI ekslusif, Pendidikan ibu, status sosial ekonomi keluarga dan jarak kelahiran.Tujuan : menganalisis faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Purwaharja 2 Kota Banjar tahun 2020.Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional dengan menggunakan rancangan Kasus Kontrol. Analisis penelitian menggunakan Chi-square. Jumlah subjek penelitian sebanyak 50 orang dengan rincian kelompok kasus 25 responden dan kelompok kontrol sebanyak 25 responden. Tekhnik sampling yang digunakan adalah total sampling. Alat ukur yang digunakan adalah lembar ceklis. Hasil : analisis univariat didapatkan balita dengan Riwayat tidak BBLR 43 responden (86 %) balita dengan Riwayat BBLR 7 responden (14 %) balita dengan Riwayat ASI ekslusif 40 responden (80 %) balita tidak ASI ekslusif 10 responden (20 %), pendidikan ibu menengah 34 responden (68 %) pendidikan dasar 11 responden (22 %) pendidikan tinggi 5 responden (10 %),  status sosial ekonomi kategori non gakin 37 responden (74 %) kategori gakin yaitu sebanyak 13 responden (26 %),   jarak kelahiran kategori lebih dari sama dengan 2 tahun 43 responden (86 %) kategori kurang dari 2 tahun yaitu sebanyak 14 responden (14 %). Hasil analisis bivariat hanya faktor riwayat BBLR yang mempunyai hubungan yang bermakna dengan kejadian Stunting dengan P-value 0,010.Kesimpulan : Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Purwaharja II Kota Banjar adalah riwayat BBLRSaran :  meningkatkan penyuluhan bagi semua ibu yang memiliki balita khususnya yang memiliki balita dengan riwayat BBLR tentang kejadian stunting baik itu mengenali apa saja ciri-cirinya, dan bagaimana upaya pencegahannya, hal ini diharapkan agar dapat dilakukan deteksi lebih dini dan   melakukan penatalaksanaan lebih awal terhadap balita yang mengalami kejadian stunting Kata kunci : stunting, faktor risiko, balita
PEMBERIAN EKSTRAK KAYU MANIS TERHADAP NYERI LUKA PERINEUM PADA IBU POSTPARTUM Fenta Nida Romadhon; Ratna Dewi Putri; Yulistiana Evayanti; Zarma H
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT GIVING Cinnamon for Perineal Wound Pain ON POSTPARTUM MOTHER Background: Pain sensation felt by puerperal women on their perineum is caused by the suture wound during giving birth process because there were broken tissues. The pain sensation experienced by the puerperal women may affect their mobilization, sleeping pattern, mood, defecation and urination, and other daily activities.Objective: The study was to identify the effect of cinnamon use towards perineum wound pain on postpartum women at Midwifery Private Practice (PMB) in Working Area of Gedong Air Village of Bandar Lampung in 2020. Method: The research design in this study was experimental with quasi experiment and non-equivalent controlled group approach. The sampling technique was purposive sampling on postpartum women experiencing perineum wound pain registered in Gedong Air Village Working Area of Bandar Lampung. The samples were 30 people which were divided into two groups, treatment and control groups. Result: The mean score of pain level on the women not given cinnamon was 6.433 with maximum and minimum scores; 9.0 and 4.0 respectively. The mean score of pain on women given cinnamon was 0.267 with maximum and minimum scores; 1.0 and 0.0 respectively. The T dependent test found that p value 0.000 < 0.05. Conclusion: The use of cinnamon affects the perineum wound pain on postpartum women at PMB in Gedong Air Village Working Area of Bandar Lampung in 2020.Suggestions: The midwives and health practitioners are suggested to use cinnamon as an alternative, non-pharmacological treatment, to reduce perineum wound pain. Keywords : Cinnamon, Perineum Wound Pain,postpartum ABSTRAK Latar Belakang :  Nyeri yang dirasakan oleh ibu nifas pada bagian perineum disebabkan oleh luka jahitan pada waktu melahirkan karena adanya jaringan yang terputus. Nyeri yang dirasakan oleh ibu nifas akan berpengaruh terhadap mobilisasi, pola tidur, suasana hati, kemampuan BAB atau BAK, dan aktivitas sehari-hari.Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh pemberian kayu manis terhadap nyeri luka perineum pada ibu post partum di PMB Wilayah Kerja Kelurahan Gedong Air Bandar Lampung Tahun 2020.Metode Penelitian : Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Quasi Experiment Design dengan pendekatan non equivalent control group. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling pada ibu post partum yang mengalami luka perineum di Wilayah Kerja Kelurahan Gedong Air Bandar Lampung dengan sampel berjumlah 30 responden masing-masing 15 responden untuk kelompok intervensi dan kelompok kontrol.analisa data univariat dan analisa bivariate menggunakan t-testHasil Penelitian : Menunjukkan rata-rata nyeri ibu sebelum diberikan kayu manis yaitu 6,433 dengan nilai maksimum dan minimum yaitu 9,0 dan 4,0, rata-rata nyeri setelah diberikan kayu manis yaitu 0,267 dengan nilai maksimum dan minimum yaitu 1,0 dan 0,0. Hasil uji T test dependent  diperoleh  p-value 0,000 < 0,05.Kesimpulan : Ada pengaruh pemberian kayu manis terhadap nyeri luka perineum pada ibu post partum di PMB Wilayah Kerja Kelurahan Gedong Air Bandar Lampung Tahun 2020.Saran : Diharapkan kepada bidan dan petugas kesehatan menjadikan kayu manis alternatif sebagai pengobatan non farmakologi untuk menurunkan nyeri luka perineum. Kata Kunci : Kayu Manis,Nyeri Luka Perineum,nifas  
JUS MENTIMUN DAPAT MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA WANITA MENOPAUSE Fika Kusmawati; Sri Dinengsih; Risza Choirunisa Choirunisa
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i4.5166

Abstract

Background: The prevalence of hypertension in Indonesia is 45.9% for 55-64 years old, 57.6% for 65-74 years old and 63.8% for >75 years old. It is estimated that people with hypertension in Indonesia reach 15 million people but only 4% are controlled hypertension. The prevalence is 6-15% in the elderly, 50% are not aware of being hypertensive patients, so they tend to become severe hypertension because they do not avoid and do not know the risk factors and 90% are essential hypertension.The Purpose  Knowing the effect of giving cucumber juice on blood pressure in postmenopausal women in the work area of the Puskesmas baktijaya, south tangerang city in 2021 in the intervention group and control group.Methodology: The researcher used a quasi-experimental research design with a pre-test and with control design. The sample in this study amounted to 36 people consisting of 18 intervention groups and 18 control groups. The sampling technique used was purposive sampling. The research instrument consisted of an observation sheet on the state of blood pressure in patients with hypertension before being given cucumber juice and changes in blood pressure in postmenopausal women with hypertension after being given cucumber juice.Research result: There was an effect of giving cucumber juice on decreasing blood pressure in the intervention group with a mean rank of 13.72 and in the control group with a mean rank of 23.28. With a p value of 0.005 < 0.05. There is an effect of giving cucumber juice to decrease diastolic blood pressure in the intervention group with a mean rank of 23.94 and in the control group with a mean rank of 13.06. With a p value of 0.001 <0.05.Conclusions and suggestions: Giving cucumber juice can affect the reduction of blood pressure in postmenopausal women. Suggestion giving cucumber juice to menopausal women or the public can be applied and consumed regularly. Keywords:Menopausal Women, Hypertension, Cucumber ABSTRAK Latar Belakang: Prevalensi  hipertensi di  Indonesia  sebesar  45,9%  untuk  umur  55-64 tahun, 57,6% umur 65-74 tahun dan 63,8%  umur >75 tahun. Diperkirakan penderita hipertensi di Indonesia mencapai 15 juta jiwa tetapi  hanya  4%  yang  merupakan  hipertensi terkontrol. Prevalensi 6-15% pada orang lanjut usia, 50% tidak menyadari sebagai penderita hipertensi sehingga mereka cenderung menjadi hipertensi berat karena tidak menghindari dan tidak  mengetahui  faktor  risikonya  dan  90%  merupakan hipertensi esensial.Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian jus mentimun terhadap tekanan darah pada wanita menopause di wilayah kerja puskesmas baktijaya kota tangerang selatan tahun 2021 pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol.Metodologi: Peneliti menggunakan desain penelitian quasi-eksperimen dengan rancangan pre-test and with control. Sampel dalam penelitian berjumlah 36 orang yang terdiri dari 18 kelompok intervensi dan 18 kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari pada  lembar  observasi  keadaan  tekanan  darah pada  penderita  hipertensi sebelum diberikan jus mentimun dan  perubahan  tekanan  darah  pada  wanita menopause yang mengalami hipertensi setelah diberikan jus mentimun.Hasil Penelitian: Ada pengaruh pemberian jus mentimun terhadap penurunan tekanan darah pada kelompok intervensi dengan mean rank 13,72 dan pada kelompok kontrol dengan mean rank 23,28. Dengan nilai p value sebesar 0,005 < 0,05. Ada pengaruh  pemberian jus mentimun terhadap penurunan tekanan darah diastolik pada kelompok intervensi dengan mean rank 23,94 dan pada kelompok kontrol dengan mean rank 13,06. nilai p value sebesar 0,001 < 0,05.Simpulan Pemberian jus mentimun dapat berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada wanita menopause.Saran pemberian jus mentimun pada wanita menopause atau masyarakat dapat diterapkan dan dikonsumsi secara rutin. Kata Kunci : Wanita Menopause, Hipertensi, Mentimun 
Tomato Juice Effects On Reducing High Blood Pressure In Elderly Hypertensive Patients Dainty Maternity; Hali Desna; Yulistiana Evayanti; Vida Wira Utami
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i1.4887

Abstract

Latar Belakang : Riskesdas 2018 menyatakan prevalensi hipertensi berdasarkan hasil pengukuran pada penduduk usia ≥18 tahun sebesar 34,1%, tertinggi di Kalimantan Selatan (44.1%), sedangkan terendah di Papua sebesar (22,2%). Estimasi jumlah kasus hipertensi dii Indonesia sebesar 63.309.620 orang, sedangkan angka kematian di Indonesia akibat hipertensi sebesar 427.218 kematian. Data kunjungan lansia dengan tekanan darah tinggi dii Puskesmas Kaliasin pada bulan Februari sebanyak 132 pasien lansia.Tujuan penelitian ini diketahui pengaruh pemberian jus tomat dengan penurunan tekanan darah tinggi pada lansia penderita hipertensi di Puskesmas Kaliasin Kab. Lampung Selatan Tahun 2021.Metode : Jenis penelitian menggunakan kuantitatif, rancangan penelitian praeksperimental dengan pendekatan one group pretespost test design, populasi dan sampel adalah responden dengan tekanan darah tinggi berjumlah 22 orang. Teknik sampling menggunakan purposive sampling, penelitian dilakukan selama 7 hari dengan jumlah 150ml setiap pagi selama 7 hari berturut-turut. Analisa data univariat dan bivariat menggunakan Ttest.Hasil : Rata-rata sistole diastole sebelun diberi jus tomat adalah sebesar 164,09/100,91 mmHg. Rata-rata sistole diastole sesudah diberi jus tomat adalah sebesar 132,73/85,45 mmHg. Hasil uji statistic menggunakan tes-dependen didapat nilai p-value 0.000 (α<0.05) yang artinya terdapat pengaruh pemberian jus tomat dengan  penurunan tekanan darah tinggi pada lansia penderita hipertensi di Puskesmas Kaliasin Kab. Lampung Selatan Tahun 2021.Kesimpulan : terdapat pengaruh pemberian jus tomat dengan penurunan tekanan darah tinggi pada lansia penderita hipertensi di Puskesmas Kaliasin Kab. Lampung Selatan Tahun 2021.Saran .: Diaplikasikan sebagai pertimbangan secara rasional untuk pendekatan pada lansia untuk melakukan terapi herbal untuk menurunkan tekanan darah, selain itu jus tomat dipilih karena di Puskesmas Kaliasin Kab. Lampung selatan banyak yang menderita hipertensi Kata Kunci : Jus Tomat, Tekanan Darah Tinggi, Lansia ABSTRACT Background :Riskesdas 2018 stated that the prevalence of hypertension based on measurement results in the population aged 18 years was 34.1%, the highest was in South Kalimantan (44.1%), while the lowest was in Papua (22.2%). The estimated number of hypertension cases in Indonesia is 63,309,620 people, while the death rate in Indonesia due to hypertension is 427,218 deaths. The data of elderly visits with high blood pressure at the Kaliasin Health Center in February were 132 elderly patients. South Lampung in 2021.Objective: To determine the effect of giving tomato juice to reduce high blood pressure in elderly patients with hypertension at the Kaliasin Health Center, Kab. South Lampung in 2021.Method : This type of research uses quantitative, pre-experimental research design with a one group pretest post test design approach, the population and sample are respondents with high blood pressure. The sampling technique used purposive sampling, the study was conducted for 7 days. Univariate and bivariate data analysis using t-test.Result : The average systolic diastole before being given tomato juice was 164.09/100.91 mmHg. The average systolic diastole after being given tomato juice was 132.73/85.45 mmHg. The results of statistical tests using dependent tests obtained a p-value 0.000 (α<0.05) which means that there is an effect of giving tomato juice with a decrease in high blood pressure in the elderly with hypertension at the Kaliasin Health Center, Kab. South Lampung in 2021.Conclusion: there is an effect of giving tomato juice with a decrease in high blood pressure in the elderly with hypertension at the Kaliasin Health Center, Kab. South Lampung in 2021.Suggestion.: Applied as a rational consideration for the approach of the elderly to do herbal therapy to lower blood pressure, besides that tomato juice was chosen because at the Kaliasin Health Center, Kab. South Lampung many suffer from hypertension Keywords : , Elderly, High Blood Pressure, Tomato Juice

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue