cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 992 Documents
Effectiveness Of Pelvic Tilt Exercise In Reducing Back Pain In Trimester Iii Pregnant Women Massitoh, Ai Asri; Ervianasari, Nita; Utami, Vida Wira; Susilawati, Susilawati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i12.11801

Abstract

Latar Belakang: Nyeri punggung pada ibu hamil merupakan respons tidak nyaman yang sering dirasakan oleh ibu hamil. Biasanya nyeri punggung muncul ketika usia kehamilan memasuki 7 bulan. Nyeri punggung merupakan salah satu penyebab ketidaknyamanan pada ibu hamil dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Di Indonesia, pada tahun 2018, ditemukan bahwa 68% ibu hamil mengalami nyeri punggung intensitas sedang, dan 32% ibu hamil mengalami nyeri punggung intensitas ringan, terdapat 373.000 ibu hamil, 107.000 orang (28,7%) mengalami nyeri punggung selama persalinan. Bagaimana mengatasi nyeri punggung dengan gerakan olahraga, salah satunya dengan gerakan Pelvic Tilt Exercise. Pelvic Tilt Exercise adalah gerakan yang aman untuk ibu hamil. Data diperoleh dari BPM Nurhasanah, STr.Keb dalam 3 bulan terdapat keluhan nyeri punggung pada ibu hamil trimester ketiga.Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode penelitian Quasi-Experimental dengan pendekatan desain pretest-posttest satu kelompok. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester ketiga yang mengalami nyeri punggung, dan sampelnya adalah ibu hamil trimester ketiga yang mengalami nyeri punggung dengan ukuran sampel sebanyak 30 responden. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling dan alat ukur yang digunakan adalah Visual Analog Scale.Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan penurunan nyeri punggung sebesar 15,00 kali dengan rata-rata 435,00 kali. Hasil uji asymp sig 2 adalah 0,000, yang berarti nilai P 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat pengaruh latihan kemiringan panggul terhadap penurunan nyeri punggung pada ibu hamil trimester ketiga.Kesimpulan: Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian latihan kemiringan panggul terhadap penurunan nyeri punggung pada ibu hamil trimester ketiga.Saran: Untuk lokasi penelitian, agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya pada ibu hamil trimester ketiga yang mengalami nyeri punggung. Kata kunci: Nyeri Punggung, Latihan Kemiringan Panggul, Trimester ketiga kehamilan   ABSTRACT Background : Back pain in pregnant women is an uncomfortable response that is often felt by pregnant women. Usually back pain appears when the gestational age enters 7 months. Back pain is one of the causes of discomfort in pregnant women and can interfere with daily activities. In Indonesia, in 2018, it was found that 68% of pregnant women experienced moderate intensity back pain, and 32% of pregnant women experienced mild intensity back pain, there were 373,000 pregnant women, 107,000 people (28.7%) experienced back pain during labor. . How to deal with back pain with exercise movements exercise one of them with movement Pelvic Tilt Exercise. Pelvic Tilt Exercise is a movement that is safe for pregnant women. Data were obtained from BPM Nurhasanah, STr.Keb within 3 months there were complaints of back pain in third trimester pregnant women.Research methods :This research is a quantitative research using research methods Quasi-Experimental with approachone group pretest – posttest design. The population in this study were third trimester pregnant women who experienced back pain and the sample in the third trimester pregnant women who experienced back pain with a sample size of 30 respondents. Sampling in this study using the technique accidental sampling and the measuring tool used is Visual Analog Scale.Research result : Foundresults mean reduction in back pain after the exercise pelvic tilt exercise  15.00 with an average number of 435.00. And the result of asymp sig 2 tested is .000 where is the result P value  0.05 which results in Ho being rejected and Ha being accepted, which means there is an influence pelvic tilt exercise  with a decrease in back pain in third trimester pregnant women.Conclusion: From the results of this study it can be concluded that there is an effect of giving pelvic tilt exercise to reducing back pain in third trimester pregnant womenSuggestion :For research sites, in order to improve the quality of health services, especially in third trimester pregnant women who experience back pain. Keywords: Back Pain,Pelvic Tilt Exercise, Third trimester of pregnancy 
Transformation Of Postpartum Mothers' Knowledge Through Infant Massage Counseling Intervention Farasari, Poppy; Widyawati, Evita; Oktaviana, Friska; Putri, Oktaviana Manda
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 1 (2026): Volume 12 No 1 Januari 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i1.22766

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan kesehatan ibu dan anak di Indonesia menunjukkan pentingnya optimalisasi tumbuh kembang bayi melalui stimulasi dini. Pijat bayi merupakan salah satu bentuk stimulasi taktil yang memberikan manfaat bagi perkembangan fisik dan psikologis bayi. Namun, fenomena di masyarakat menunjukkan masih rendahnya pengetahuan ibu nifas tentang teknik pemijatan yang benar dan aman. Pengetahuan merupakan domain fundamental dalam membentuk perilaku praktik perawatan bayi yang optimal. Keterbatasan pemahaman ibu dapat berisiko pada penerapan teknik yang tidak tepat dan berpotensi membahayakan bayi.Tujuan: Menganalisis pengaruh penyuluhan pijat bayi terhadap peningkatan pengetahuan ibu nifas di Ruang M RSUD Dr. I Tulungagung.Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel dipilih secara purposive sampling sejumlah 30 ibu nifas yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi penyuluhan. Penyuluhan dilakukan selama 30 menit menggunakan media leaflet dan demonstrasi dengan boneka. Analisis data menggunakan uji paired t-test dengan tingkat signifikansi α = 0,05.Hasil: Sebelum penyuluhan, 73,3% responden memiliki pengetahuan kurang dan tidak ada yang berpengetahuan baik. Setelah penyuluhan, terjadi peningkatan signifikan dengan 26,7% responden mencapai pengetahuan baik dan 46,7% mencapai kategori cukup. Hasil uji statistik menunjukkan p-value 0,000 α 0,05 yang membuktikan adanya pengaruh signifikan penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan ibu nifas.Kesimpulan: Penyuluhan pijat bayi terbukti efektif meningkatkan pengetahuan ibu nifas secara signifikan, dengan peningkatan paling tinggi pada aspek hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemijatan bayi. Kata Kunci: Penyuluhan, Pijat Bayi, Pengetahuan, Ibu Nifas, Stimulasi Taktil ABSTRACT Background: The development of maternal and child health in Indonesia shows the importance of optimizing infant growth and development through early stimulation. Infant massage is a form of tactile stimulation that provides benefits for physical and psychological development of infants. However, phenomena in society show that postpartum mothers' knowledge about correct and safe massage techniques is still low. Knowledge is a fundamental domain in shaping optimal infant care practice behavior. Limited maternal understanding can pose risks to improper technique implementation that potentially endangers infants.Purpose: To analyze the effect of infant massage counseling on improving knowledge of postpartum mothers in M Ward of Dr. I Hospital Tulungagung.Methods: This study used descriptive analytical design with One Group Pretest-Posttest Design. Samples were selected using purposive sampling of 30 postpartum mothers who met inclusion criteria. Data collection used questionnaires to measure knowledge levels before and after counseling intervention. Counseling was conducted for 30 minutes using leaflet media and demonstration with dolls. Data analysis used paired t-test with significance level α = 0.05.Results: Before counseling, 73.3% of respondents had poor knowledge and none had good knowledge. After counseling, there was significant improvement with 26.7% of respondents achieving good knowledge and 46.7% reaching sufficient category. Statistical test results showed p-value 0.000 α 0.05 proving significant effect of counseling on improving postpartum mothers' knowledge. Conclusion: Infant massage counseling proved effective in significantly improving postpartum mothers' knowledge, with the highest improvement in aspects of considerations that must be observed in infant massage. Keywords: Counseling, Infant Massage, Knowledge, Postpartum Mothers, Tactile Stimulation
A Descriptive Statistics Study Of Knowledge Among First-Trimester Pregnant Women On Ginger Aromatherapy To Reduce Emesis Gravidarum Pratiwi, Dea Ayu; Yuviska, Ike Ate; Yuliasari, Dewi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 1 (2026): Volume 12 No 1 Januari 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i1.24143

Abstract

Emesis gravidarum merupakan keluhan yang umum dialami ibu hamil terutama pada trimester pertama, ditandai dengan mual dan muntah yang dapat memengaruhi kondisi fisik maupun psikologis ibu. Salah satu alternatif penanganan non-farmakologis yang aman dan efektif adalah penggunaan aromaterapi jahe. Berdasarkan data di Puskesmas Way Kandis Kota Bandar Lampung, diketahui bahwa masih banyak ibu hamil trimester pertama yang belum memahami manfaat aromaterapi jahe untuk mengurangi keluhan mual muntah selama kehamilan.  Tujuan: Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil trimester pertama tentang aromaterapi jahe dalam mengurangi emesis gravidarum di wilayah kerja Puskesmas Way Kandis Kota Bandar Lampung tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester pertama di Puskesmas Way Kandis Kota Bandar Lampung pada bulan April–Mei 2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 35 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner, dan data yang dikumpulkan meliputi data primer dan sekunder. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan tingkat pengetahuan responden.Hasil: Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pengetahuan responden tergolong cukup sebanyak 16 orang (45,7%), kategori baik sebanyak 13 orang (37,1%), dan kategori kurang sebanyak 6 orang (17,1%). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil memiliki tingkat pengetahuan yang cukup tentang aromaterapi jahe, namun belum sepenuhnya memahami manfaat, mekanisme kerja, dan keamanan penggunaannya secara menyeluruh.Kesimpulan: Gambaran pengetahuan ibu hamil trimester pertama tentang aromaterapi jahe di wilayah kerja Puskesmas Way Kandis Kota Bandar Lampung tahun 2025 sebagian besar berada pada kategori cukup. Diperlukan edukasi dan penyuluhan berkelanjutan oleh tenaga kesehatan mengenai penggunaan aromaterapi jahe yang tepat dan aman sebagai terapi non-farmakologis dalam mengatasi emesis gravidarum. Kata Kunci: Pengetahuan, Ibu Hamil Trimester I, Aromaterapi Jahe, Emesis Gravidarum ABSTRACT Emesis gravidarum is a common complaint experienced by pregnant women, especially in the first trimester, characterized by nausea and vomiting that can affect the mother’s physical and psychological condition. One of the safe and effective non-pharmacological alternatives to reduce nausea and vomiting is ginger aromatherapy. Based on data from the Way Kandis Community Health Center in Bandar Lampung City, many first-trimester pregnant women still have limited knowledge about the benefits of ginger aromatherapy as an alternative therapy for nausea and vomiting during pregnancy.Objective: To describe the level of knowledge of first-trimester pregnant women about ginger aromatherapy in reducing emesis gravidarum at the Way Kandis Community Health Center, Bandar Lampung City, in 2025.Method: This research used a descriptive quantitative method. The population consisted of all first-trimester pregnant women at the Way Kandis Community Health Center, Bandar Lampung City, during April–May 2025. The sampling technique was total sampling, with a total of 35 respondents. The research instrument was a questionnaire, and the data collected included both primary and secondary data. The data were analyzed descriptively to describe respondents’ levels of knowledge.Result: The results showed that 16 respondents (45.7%) had a moderate level of knowledge, 13 respondents (37.1%) had a good level of knowledge, and 6 respondents (17.1%) had a low level of knowledge. These findings indicate that most pregnant women have a moderate understanding of ginger aromatherapy but do not fully comprehend its benefits, mechanisms, and safety of use.Conclusion: The description of first-trimester pregnant women’s knowledge about ginger aromatherapy at the Way Kandis Community Health Center, Bandar Lampung City, in 2025 showed that most respondents had a moderate level of knowledge. It is recommended that continuous education and counseling be provided by health workers regarding the correct and safe use of ginger aromatherapy as a non-pharmacological effort to reduce nausea and vomiting during early pregnancy. Keywords: Knowledge, Pregnant Women, Ginger Aromatherapy, Emesis Gravidarum
Postpartum Care Behavior Of Mothers With A History Of Anemia Idyawati, Susilia; Afrida, Baiq Rica; Aryani, Ni Putu; Jannati, Sri Hawari; Jannah, Raudatul; Khairunnisa, Nina Zalfa
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 1 (2026): Volume 12 No 1 Januari 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i1.23275

Abstract

Latar belakang: Masa nifas merupakan fase penting bagi pemulihan kesehatan ibu setelah melahirkan, terutama pada ibu dengan riwayat anemia yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap komplikasi pascapersalinan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perilaku ibu nifas dengan riwayat anemia dalam perawatan diri.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi untuk menggambarkan pengalaman hidup para ibu. Informan utama terdiri atas lima ibu nifas dengan riwayat anemia yang dipilih dengan teknik purposive sampling di wilayah kerja Puskesmas Jembatan Kembar. Penelitian dilaksanakan pada bulan  Agustus 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara tematik.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama: (1) gejala anemia yang dirasakan, (2) pola makan, (3) kepatuhan konsumsi tablet tambah darah, dan (4) perawatan diri selama masa nifas. Sebagian besar ibu mengalami kelelahan, pusing, dan penglihatan kabur namun menganggapnya hal yang wajar. Kepercayaan budaya memengaruhi pantangan makanan sehingga membatasi konsumsi pangan tinggi zat besi. Kepatuhan minum tablet tambah darah bervariasi karena efek samping dan kurangnya pendampingan. Dukungan keluarga berperan penting dalam membantu ibu memenuhi kebutuhan gizi, istirahat, dan kebersihan diri. Kesimpulannya, perilaku perawatan ibu nifas dengan riwayat anemia masih belum optimal.Saran: Diperlukan intervensi edukatif, pendampingan gizi, serta penguatan dukungan keluarga dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan perawatan diri ibu dan mencegah kekambuhan anemia. Kata kunci: perawatan nifas, anemia, perilaku ibu ABSTRACT Background: The postpartum period is a crucial phase for maternal recovery after childbirth, especially for mothers with a history of anemia who are at higher risk of postpartum complications.Objective: This study aimed to explore the self-care behaviors of postpartum mothers with a history of anemia.Methods: This research employed a qualitative approach with a phenomenological design to describe the lived experiences of the participants. The main informants consisted of five postpartum mothers with a history of anemia selected through purposive sampling in the working area of the Jembatan Kembar Health Center. The study was conducted in August 2025. Data were collected through in-depth interviews and analyzed thematically.Results: The findings revealed four main themes: (1) perceived symptoms of anemia, (2) dietary patterns, (3) adherence to iron supplementation, and (4) self-care during the postpartum period. Most mothers experienced fatigue, dizziness, and blurred vision but considered these symptoms normal. Cultural beliefs influenced dietary restrictions, limiting the intake of iron-rich foods. Compliance with iron supplementation varied due to side effects and lack of guidance. Family support played an important role in helping mothers meet nutritional needs, maintain adequate rest, and practice personal hygiene. It was concluded that postpartum self-care behavior among mothers with a history of anemia remains suboptimal.Recommendations: Educational interventions, nutritional assistance, and strengthened family and healthcare support are essential to improve maternal self-care and prevent recurrent anemia during the postpartum period. Keywords: postpartum care, anemia, maternal behavior
Analysis Of Carbohydrate And Protein Content In Processed Clarias Sp. And Moringa Oleifera As An Efforts To Prevent Stunting Fatmawati, Nurul; Zulfiana, Yesvi; Ariendha, Dian Soekmawaty Riezqy
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 1 (2026): Volume 12 No 1 Januari 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i1.23945

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang serius di Indonesia dan masih ditemukan dengan prevalensi tinggi, yaitu 21,6% berdasarkan Survei Status Gizi Indonesi. Kondisi ini terjadi akibat kekurangan gizi kronis, terutama defisiensi protein, zat besi, zinc, vitamin A, serta senyawa bioaktif penting. Upaya pencegahan stunting melalui intervensi pangan berbasis sumber lokal menjadi strategi yang penting dikembangkan. Ikan lele (Clarias sp.) merupakan sumber protein hewani yang kaya asam amino esensial dan mineral, sedangkan daun kelor (Moringa oleifera) memiliki kandungan fitokimia dan mikronutrien yang tinggi.Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kandungan karbohidrat dan protein kandungan gizi terhadap olahan nugget berbahan kombinasi Clarias sp. dan Moringa oleifera sebagai upaya pengembangan pangan fungsional untuk pencegahan stunting.Penelitian ini menggunakan d esain deskriptif dengan pendekatan uji laboratorium. Analisis kandungan karbohidrat dilakukan menggunakan metode gravimetri, sedangkan uji kandungan gizi dilakukan di Laboratorium Kimia Analitik Universitas Mataram.Hasil penelitian menunjukkan bahwa olahan nugget mengandung karbohidrat 2007,8 mg/100 g dan protein 12,35 mg/100 g.Kandungan protein menunjukkan kontribusi nutrisi dari ikan lele yang penting dalam mendukung pertumbuhan linier, perkembangan otak, dan sistem imun. Karbohidrat berperan sebagai sumber energi utama yang mendukung metabolisme dan pemanfaatan protein secara optimal.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi Clarias sp. dan Moringa oleifera dalam bentuk nugget memiliki potensi sebagai pangan fungsional bernilai gizi tinggi dan dapat dikembangkan sebagai salah satu alternatif intervensi pencegahan stunting berbasis pangan lokal. Kata Kunci : Clarias sp., Moringa oleifera, stunting ABSTRACT Stunting is a serious health problem in Indonesia and remains prevalent at 21.6% according to the Indonesian Nutritional Status Survey. This condition results from chronic malnutrition, particularly deficiencies in protein, iron, zinc, vitamin A, and essential bioactive compounds. Efforts to prevent stunting through locally sourced food interventions are an important strategy to develop. Catfish (Clarias sp.) is a source of animal protein rich in essential amino acids and minerals, while Moringa oleifera leaves are high in phytochemicals and micronutrients.This study aims to analyze the carbohydrate and protein content of processed nuggets made from a combination of Clarias sp. and Moringa oleifera as an effort to develop functional foods for stunting prevention.This study used a descriptive design with a laboratory test approach. Carbohydrate content analysis was carried out using the gravimetric method, while nutritional content testing was conducted at the Analytical Chemistry Laboratory of the University of Mataram.The results showed that processed nuggets contained 2007.8 mg of carbohydrates/100 g and 12.35 mg of protein/100 g. Protein content shows the nutritional contribution of catfish which is important in supporting linear growth, brain development, and the immune system. Carbohydrates act as the main energy source that supports metabolism and optimal protein utilization. The results of this study indicate that the combination of Clarias sp. and Moringa oleifera in the form of nuggets has the potential as a functional food with high nutritional value and can be developed as an alternative intervention for stunting prevention based on local food. Keywords: Clarias sp., Moringa oleifera, stunting
The Effect Of Chronic Energy Deficiency Education Through Booklets On Knowledge In Pregnant Women In The Thirty-Trimester Ariendha, Dian Soekmawaty Riezqy; Hardaniyati, Hardaniyati; Setyawati, Irni; Utami, Kusniyati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 1 (2026): Volume 12 No 1 Januari 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i1.23891

Abstract

Latar Belakang: Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil merupakan keadaan dimana ibu menderita kurangan makanan yang berlangsung menahun (kronis) sehingga menimbulkan gangguan kesehatan pada ibu hamil. Kondisi ini ditandai dengan Lingkar Lengan Atas (LILA) 23,5 cm. Berdasarkan data jumlah ibu hamil yang mengalami KEK di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebanyak 12,9%. KEK pada ibu hamil perlu mendapatkan perhatian khusus karena dapat menyebabkan kematian ibu dan bayi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi anemia menggunakan booklet terhadap pengetahuan pada ibu hamil di Puskesmas Gunung Sari. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian quasi-eksperimen dengan rancangan pretest-posttest group design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil yang mengalami anemia di Puskesmas Gunungsari Lombok Barat yang berjumlah 64 orang dan sebanyak 30 orang sebagai sampel yang ditarik menggunakan purposive sampling kemudian di uji statistik McNemar. Hasil: Hasil penelitian ini menggunakan uji McNemar yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh edukasi KEK melalui booklet terhadap pengetahuan pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Gunungsari memiliki p value 0.05. Kesimpulan: Didapatkan sebelum diberikan penyuluhan sebagian ibu hamil memiliki tingkat pengetahuan yang baik 60% dan terdapat 40.0% ibu hamil memiliki tingkat pengetahuan yang buruk. Setelah diberikan penyuluhan pengetahuan ibu mengalami peningkatan menjadi 93.3% sedangkan presentase pengetahuan yang buruk sebanyak 6.7%. Didapatkan nilai p value = 0,002 atau p0,05 yang berarti terdapat pengaruh edukasi KEK melalui Booklet terhadap pengetahuan pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Gunungsari Tahun 2024. Diperlukan edukasi intervensi terkait pola makan dan kepatuhan mengkonsumsi makanan bergizi, terutama bagi ibu hamil yang berusia 20 tahun dan 35 tahun dan ibu yang tidak bekerja. .Saran : Diharapkan dapat menambah pengetahuin dengan menambah literasi tentang keurangan energi kronik agar dapat mempersiapkan kehamilan dengan baik agar terhindar dari KEK. Kata kunci:  Booklet; ibu hamil; KEK; Pengetahuan; trimester III ABSTRACT Background: Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women is a condition in which the mother suffers from chronic nutritional deficiencies, leading to health problems. This condition is characterized by a Mid-Upper Arm Circumference (MUAC) 23.5 cm. Data shows that 12.9% of pregnant women in West Nusa Tenggara (NTB) experience CED. CED in pregnant women requires special attention because it can lead to maternal and infant mortality.Objective: This study aimed to determine the effect of anemia education using booklets on the knowledge of pregnant women at the Gunung Sari Community Health Center. Method: This study used a quantitative quasi-experimental design with a pretest-posttest group design. The population in this study was all 64 pregnant women with anemia at the Gunung Sari Community Health Center, West Lombok, and a sample of 30 people was drawn using purposive sampling and then subjected to the McNemar statistical test. Results: The results of this study using the McNemar test showed that there was an effect of CED education through booklets on knowledge among pregnant women in the third trimester at the Gunungsari Community Health Center with a p-value 0.05. Conclusion: It was found that before the counseling was given, some pregnant women had a good level of knowledge (60%), and there were 40.0% of pregnant women with a poor level of knowledge. After the counseling was given, the mothers' knowledge increased to 93.3%, while the percentage of poor knowledge was 6.7%. The obtained p-value = 0.002 or p 0.05, which means there was an effect of CED education through booklets on knowledge among pregnant women in the third trimester at the Gunungsari Community Health Center in 2024. Educational interventions related to dietary patterns and adherence to consuming nutritious foods are needed, especially for pregnant women aged 20 years and 35 years and unemployed mothers. .Suggestion: It is hoped that this can increase knowledge by increasing literacy about chronic energy deficiency so that they can prepare for pregnancy properly and avoid KEK. Keywords: Booklet; pregnant mother; third trimester; CED; knowledge 
Determinant Factors Of Early Marriage Among Women In The Working Area Of Tambak Gresik Bawean Health Center, Indonesia Ningrum, Nyna Puspita; Hidayatunnikmah, Nina; Arafina, Survin
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 1 (2026): Volume 12 No 1 Januari 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i1.23373

Abstract

Latar Belakang: Pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan oleh perempuan di bawah usia 19 tahun. Fenomena ini berdampak luas terhadap kesehatan fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi. Di wilayah kerja Puskesmas Tambak Gresik Bawean, kasus pernikahan dini masih sering ditemukan.Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pernikahan dini.Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan case control pada 70 responden. Analisis menggunakan regresi logistik biner.Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan (p=0.001), lingkungan pergaulan (p=0.001), dan sosial ekonomi (p=0.002) dengan pernikahan dini, sedangkan pola asuh orang tua tidak signifikan (p=0.480).Kesimpulan: Pengetahuan rendah, lingkungan sosial kurang kondusif, dan kondisi ekonomi lemah berkontribusi terhadap pernikahan dini.Saran: Edukasi kesehatan reproduksi, pengasuhan positif, dan pemberdayaan ekonomi diperlukan untuk pencegahan. Kata Kunci: Pernikahan dini, Pengetahuan, Pola Asuh, Sosial Ekonomi ABSTRACT Background: Early marriage refers to marriages conducted under 19 years of age. This phenomenon affects physical, psychological, social, and economic aspects. In Tambak Gresik Bawean Health Center, early marriage cases remain prevalent.Purpose: To analyze factors associated with early marriage occurrence.Methods: This was an observational analytic study with a case-control approach involving 70 respondents. Binary logistic regression was used for data analysis.Results: There were significant relationships between knowledge level (p=0.001), peer environment (p=0.001), and socioeconomic status (p=0.002) with early marriage, while parenting style was not significant (p=0.480).Conclusion: Low knowledge, poor social environment, and weak economic conditions contributed to early marriage.Suggestion: Strengthening reproductive health education, positive parenting, and economic empowerment are needed. Keywords: Early Marriage, Knowledge, Parenting, Social Environment, Socioeconomic 
The Effect Of Giving Red Ginger Water On Dysmenorrhea Pain In Adolescent Women In The Regionsari Building Health Center Work Rianti, Maria Asih; Susilawati, Susilawati; Mariza, Ana; Nurliani, Nurliani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 1 (2026): Volume 12 No 1 Januari 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i1.17303

Abstract

 Latar belakang: Dismenore atau nyeri menstruasi merupakan masalah ginekologi yang umum dialami oleh wanita dari berbagai usia. WHO didapatkan kejadian sebesar 1.769.425 jiwa (90%) wanita yang mengalami dismenore. Prevalensi dismenore mencapai 59,7%, dengan 12% berat, 37% sedang, dan 49% ringan. Di Provinsi Lampung dismenore cukup tinggi, hasil penelitian sebanyak 54,9% wanita mengalami dismenore (Indrayani et al., 2022). Dari hasil presurvey dipuskesmas gedung sari dar 7 responden yang mengalami nyeri dismenore nyeri berat sebanyak 1 (15%), nyeri sedang 4 (60%), nyeri ringan 2 (25%). Dalam upaya meningkatkan kesehatan reproduksi remaja, Pelayanan Kesehatan Reproduksi Esensial menjadi penting untuk dijadikan sebagai pintu masuk promosi kesehatan (Mariza et al., 2020)..Tujuan penelitian: untuk Mengetahui Pengaruh Pemberian Air Jahe Merah Terhadap Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri Di Wilayah Kerja Puskesmas Gedung Sari Tahun 2024..Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Penelitian dilakukan pada bulan Juni – Juli 2024 terhadap remaja putri dengan menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 30 responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner kemudian dianalisis dan disajikan dalam bentuk tabel karakteristik.Hasil penelitian: rata-rata nyeri dismenore sebelum intervensi adalah 4,67 dan menurun menjadi 3,20 setelah pemberian air jahe merah. Analisis statistik menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan pemberian air jahe merah terhadap penurunan nyeri dismenore (p-value = 0,000) pada remaja putri dengan nyeri dismenore usia ≤12 sebanyak 7 orang (23,3%) dan ≥13 sebanyak 23 orang. orang (76,7%).Kesimpulan: Dari penelitian ini terdapat pengaruh pemberian air jahe merah terhadap nyeri desminorea pada 26 remaja putri di wilayah Puskesmas Gedung Sari. Sehingga disarankan bagi remaja putri yang mengalami nyeri desminore untuk mempertimbangkan penggunaan jahe sebagai alternatif alami untuk mengurangi nyeri. Kata Kunci: Dismenore, air jahe merah, remaja ABSTRACT Background:  Dysmenorrhea or menstrual pain is a common gynecological problem experienced by women of all ages. WHO found that the incidence of 1,769,425 people (90%) of women experienced dysmenorrhea. The prevalence of dysmenorrhea reached 59.7%, with 12% severe, 37% moderate, and 49% mild. In Lampung Province, dysmenorrhea is quite high, research results show that 54.9% of women experience dysmenorrhea (Indrayani et al., 2022). From the results of the presurvey at the Gedung Sari Health Center, 1 (15%) of the 7 respondents experienced severe dysmenorrhea, 4 (60%) had moderate pain, 2 (25%) had mild pain. In an effort to improve adolescent reproductive health, Essential Reproductive Health Services are important as an entry point for health promotion (Mariza et al., 2020).The purpose This research aims to determine the effect of giving red ginger water on dysmenorrhea pain in young women in the Gedung Sari Health Center work area in 2024Methods: This research uses a pre-experimental design with a one group pretest-posttest approach. The research was conducted in June - July 2024, on young women using a purposive sampling technique so that 30 respondents were obtained. Data was collected using a questionnaire and then analyzed and presented in the form of a characteristic table.Results showed that the average dysmenorrhea pain before the intervention was 4.67 and decreased to 3.20 after administering red ginger water. Statistical analysis showed that there was a significant effect of giving red ginger water on reducing dysmenorrhea pain (p-value = 0.000) among young women with dysmenorrhea pain aged ≤12 as many as 7 people (23.3%) and ≥13 as many as 23 people (76.7%).Conclusion: From this research, there was an effect of giving red ginger water on desminorrhea pain in 26 young women in the Gedung Sari health center area. So it is recommended that young women who experience desminore pain consider using ginger as a natural alternative to reduce pain. Keywords: Dysmenorrhea, ginger water, adolescents
Dragon Fruit (Hylocereus Polyrhizus) And Honey (Mellis) For Improving Hemoglobin Levels In Anemic Pregnant Women Julianti, Santika; Yuliasari, Dewi; Yuviska, Ike Ate
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 1 (2026): Volume 12 No 1 Januari 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i1.24295

Abstract

Background: Anemia during pregnancy is a common health problem that can seriously affect both the mother and fetus. Non-pharmacological interventions, such as consuming iron-rich foods and vitamin C, including dragon fruit and honey, are one strategy to address this condition.Objective: This study aimed to determine the effect of dragon fruit juice (Hylocereus polyrhizus) and honey (Mellis) consumption on increasing hemoglobin (Hb) levels in anemic pregnant women.Methods: A pretest-posttest design with a control group was used. The sample consisted of 34 anemic pregnant women at Puskesmas Hajimena, South Lampung, selected through total sampling. The intervention involved daily consumption of dragon fruit juice and honey for a specified period. Data were analyzed using statistical tests to compare Hb levels before and after the intervention.Results: A significant increase in Hb levels was observed after administering dragon fruit juice and honey. Statistical analysis showed a meaningful effect on hemoglobin levels (p 0.05).Conclusion: Daily consumption of dragon fruit juice and honey significantly increases hemoglobin levels in anemic pregnant women. This natural intervention can be a safe and effective complementary strategy to prevent and treat anemia during pregnancy.Keywords: Dragon fruit, honey, anemia, pregnant women
The Impact Of Yoga On Pain Intensity In Adolescents With Primary Dysmenorrhea Putri, Oktaviana Manda; Suciati, Siti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 1 (2026): Volume 12 No 1 Januari 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i1.24301

Abstract

ABSTRAK : PENGARUH YOGA TERHADAP INTENSITAS NYERI DISMENORE PRIMER PADA REMAJA Latar Belakang: Dismenore primer merupakan keluhan yang sering dialami oleh remaja dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, konsentrasi belajar, serta kualitas hidup. Penanganan dismenore primer umumnya menggunakan terapi farmakologis, namun penggunaan jangka panjang berisiko menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, diperlukan alternatif terapi non-farmakologis yang aman dan mudah diterapkan, salah satunya adalah yoga.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yoga sebagai terapi non-farmakologis terhadap intensitas nyeri dismenore primer pada remaja.Metode : Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest with control group. Jumlah responden sebanyak 22 orang yang terbagi menjadi kelompok intervensi (11 orang) dan kelompok kontrol (11 orang). Intervensi yoga diberikan satu kali per minggu selama dua bulan. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale sebelum dan sesudah intervensi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus–Oktober 2025.Hasil : Hasil analisis menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri dismenore primer yang signifikan pada kelompok intervensi setelah diberikan yoga dengan nilai p = 0,001 (p 0,05). Sementara itu, pada kelompok kontrol tidak ditemukan perbedaan yang berarti antara pengukuran sebelum dan sesudah perlakuan p= 1,000(p 0,05).Kesimpulan : Yoga efektif sebagai terapi non-farmakologis dalam menurunkan intensitas nyeri dismenore primer pada remaja.Saran: Remaja disarankan untuk memanfaatkan yoga sebagai alternatif penanganan nyeri menstruasi. Tenaga kesehatan diharapkan dapat menjadikan yoga sebagai edukasi kesehatan reproduksi remaja.  Kata kunci: dismenore primer, nyeri menstruasi, remaja, terapi non-farmakologis, yoga. ABSTRAK Latar Belakang: Dismenore primer adalah keluhan umum di kalangan remaja dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, konsentrasi belajar, dan kualitas hidup. Penanganan dismenore primer umumnya bergantung pada terapi farmakologis; namun, penggunaan jangka panjang dapat meningkatkan risiko efek samping. Oleh karena itu, diperlukan alternatif non-farmakologis yang aman dan mudah diterapkan, salah satunya adalah yoga.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yoga sebagai terapi non-farmakologis terhadap intensitas nyeri dismenore primer pada remaja.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest dengan kelompok kontrol. Sebanyak 22 responden dibagi menjadi kelompok intervensi (11 peserta) dan kelompok kontrol (11 peserta). Intervensi yoga dilakukan sekali seminggu selama dua bulan. Intensitas nyeri diukur menggunakan Skala Peringkat Numerik sebelum dan sesudah intervensi. Penelitian ini dilakukan dari Agustus hingga Oktober 2025.Hasil: Analisis menunjukkan penurunan signifikan intensitas nyeri dismenore primer pada kelompok intervensi setelah intervensi yoga, dengan nilai p 0,001 (p 0,05). Sementara itu, tidak ditemukan perbedaan yang signifikan antara pengukuran pretest dan posttest pada kelompok kontrol (p = 1,000; p 0,05).Kesimpulan: Yoga efektif sebagai terapi non-farmakologis dalam mengurangi intensitas nyeri dismenore primer pada remaja.Saran: Remaja terdorong untuk menggunakan yoga sebagai pendekatan alternatif untuk mengatasi nyeri menstruasi. Penyedia layanan kesehatan diharapkan untuk memasukkan yoga ke dalam pendidikan kesehatan reproduksi remaja. Kata kunci: remaja, nyeri menstruasi, terapi non-farmakologis, dismenore primer, yoga.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2026): Volume 12 No 2 Februari 2026 Vol 12, No 1 (2026): Volume 12 No 1 Januari 2026 Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue