cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 971 Documents
Analysis Of The Event Of Hyperemesis Gravidarum In Pregnant Women Nury Bidary; Yenny Aulya; Retno WidowatI
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i4.5015

Abstract

Latar Belakang: Hyperemesis Gravidarum adalah keluhan mual dan muntah hebat lebih dari 10 kali sehari dalam masa kehamilan. Menurut World Health Organization jumlah kejadiannya mencapai 12,5% dari jumlah kehamilan di dunia, berdasarkan data di RSUD dr. Chasbulah Abdul Majid Kota Bekasi terus mengalami peningkatan sebanyak 10% dari tahun 2019 sampai tahun 2020.Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Hiperemesis gravidarum pada ibu hamil di RSUD dr. Chasbulah Abdul Majid Kota Bekasi Tahun 2021.Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan rancangan case control. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester I yang memeriksakan diri ke RSUD dr. Chasbulah Abdul Majid Kota Bekasi periode bulan Januari-Maret tahun 2021 sebanyak 166 responden. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan rekam medik. Data yang diambil adalah data umur, gravida, kehamilan ganda, riwayat penyakit gastritis, jarak kehamilan dan mola hidatidosa. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square.Hasil Penelitian: diketahui bahwa ada hubungan yang signifikan antara umur (p=0,000), gravida (p=0,027), kehamilan ganda (p=0,000), riwayat penyakit gastritis (p=0,000), jarak kehamilan (p=0,000) dan mola hidatidosa (p=0,000) dengan dengan kejadian hiperemesis gravidarum.Simpulan: Kejadian hiperemesis gravidarum disebabkan oleh umur, gravida, kehamilan ganda, riwayat penyakit gastritis, jarak kehamilan dan mola hidatidosa.Saran: Diharapkan ibu hamil lebih memperhatikan pola makan dengan porsi kecil tapi sering, hindari makanan berminyak dan berlemak serta perhatikan keadaan fisik dan tenaga kesehatan lebih meningkatkan koseling dan kerjasama dengen pihak keluarga dalam pencegahan hiperemesis gravidarum agar ibu dan janin sehat. Kata kunci           : Hyperemesis Gravidarum, ibu hamil,Mual Muntah ABSTRACT Background: Hyperemesis gravidarum is a complaint of severe nausea and vomiting more than 10 times a day during pregnancy. According to the World Health Organization, the incidence reaches 12.5% of the number of pregnancies in the world, based on data from RSUD dr. Chasbulah Abdul Majid Bekasi City continues to increase by 10% from 2019 to 2020.Objectives: Knowing the factors associated with the incidence of Hyperemesis gravidarum in pregnant women in RSUD dr. Chasbulah Abdul Majid Bekasi City in 2021.Methodology: This research is an analytical survey research with a case control design. The sample in this study were pregnant women in the first trimester who checked themselves at the dr. Chasbulah Abdul Majid Bekasi City for the period January-March 2021 as many as 166 respondents. The research instrument used medical records. Data were analyzed using Chi Square test.Results: It is known that there is a significant relationship between age (p=0.000), gravida (p=0.027), multiple pregnancy (p=0.000), history of gastritis (p=0.000), gestational interval (p=0.000) and hydatidiform mole (p=0.000). = 0.000) with the incidence of hyperemesis gravidarum.Conclusion: The incidence of hyperemesis gravidarum was caused by age, gravida, multiple pregnancy, history of gastritis, gestational interval and hydatidiform mole.Suggestion: It is expected that pregnant women pay more attention to eating patterns with small but frequent portions, avoid oily and fatty foods and pay attention to the physical condition and health workers to improve counseling and cooperation with the family in preventing hyperemesis gravidarum so that the mother and fetus are healthy. Key words  : Incidence of hyperemesis gravidarum, nauseous vomit,pregnant women 
Yoga Exercise Reduced Back Pain Level On The Third Trimester Of Pregnancy Siti Harlayati; Melisa Putri Rahmadhena
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i4.8071

Abstract

Latar Belakang : Sekitar 71% dari 33 ibu hamil mengalami nyeri punggung bawah pada trimester III kehamilan, nyeri punggung bawah dapat menyebabkan ketidaknyamanan selama kehamilan sehingga perlu untuk ditangani. Penanganan dapat dilakukan secara farmakologis dan non farmakologis. Salah satu penanganan non farmakologis dapat dilakukan dengan prenatal yoga. (Tyastuti, 2016). Hasil dari penelitian pada ibu hamil di berbagai wilayah Indonesia mencapai 60-80% ibu hamil mengalami nyeri punggung pada kehamilannya (Mafikasari & Kartikasari, 2015).  Klinik Bilal Medika merupakan klinik yang mempunyai fasilitas senam yoga, disana terdapat instruktur yang sudah tersetifikasi. Studi pendahuluan di Klinik Bilal Medika Kota Serang dari 15 ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya terdapat 11 orang yang mengeluhkan nyeri punggung trimester III. Tujuan :Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya pengaruh senam yoga terhadap nyeri punggung kehamilan trimester III.Metode Penelitian : Menggunakan penelitian quasi eksperimen dengan rancangan randomized two pretest – posttest group. Sejumlah 56 ibu hamil trimester 3, secara total sampling diberikan exercise yoga selama 1 bulan dilakukan 2x dalam seminggu. Pengukuran rasa nyeri menggunakan instrumen Numeric Rating Scale (NRS) dilakukan pada sesi yoga pertama dan sesi yoga ke 8.Hasil : Hasil penelitian dapat bahwa bahwa ibu hamil dengan nyeri punggung trimester III Pre-Test Senam Yoga dengan skala nyeri ringan sebanyak 10 (17,9%), skala nyeri sedang sebanyak 26 (46,4%), dan skala nyeri berat sebanyak 20 (35,7%), sedangkan Post-Test Senam Yoga dengan skala nyeri ringan sebanyak 20 (35,7%), skala nyeri sedang sebanyak 23 (41,1%), dan skala nyeri berat sebanyak 13 (23,3%).Kesimpulan : Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan senam yoga kelas kontrol dan kelas eksperimen pada nyeri punggung pada ibu hamil trimester III. Yoga dapat mengurangi nyeri punggung pada ibu hamil trimester III.Saran : Klinik bersama dengan institusi pendidikan dapat menyelenggarakan kegiatan-kegiatan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan tentang senam yoga yang dapat mengurangi nyeri punggung pada ibu hamil trimester III.Kata kunci : Nyeri Punggung TM III, Senam Yoga ABSTRACTBackgrond : Around 71% of 33 pregnant women experience low back pain in the third trimester of pregnancy, low back pain can cause discomfort during pregnancy so it needs to be treated. Handling can be done pharmacologically and non-pharmacologically. One of the non-pharmacological treatments can be done with prenatal yoga. (Tyastuti, 2016). The results of research on pregnant women in various parts of Indonesia reach 60-80% of pregnant women experiencing back pain during pregnancy (Mafikasari & Kartikasari, 2015). Bilal Medika Clinic is a clinic that has yoga facilities, where there are certified instructors. A preliminary study at the Bilal Medika Clinic, Serang City, of 15 pregnant women who had their pregnancy checked, 11 people complained of back pain in the third trimester.Purspose : The purpose of this study was to determine the effect of yoga exercise on back pain in the third trimester of pregnancy. Method : This study used a quasi-experimental study with a randomized two pretest – posttest group design. As many as 56 pregnant mother were given Yoga exercise in a month for 2x in a week. Pain measurement using the Numeric Rating Scale (NRS) instrument were done in the 1st session of Yoga exercise and and the 8th session. Result : The results showed that pregnant women with back pain in the third trimester of Yoga Gymnastics Pre-Test with a mild pain scale of 10 (17.9%), a moderate pain scale of 26 (46.4%), and a severe pain scale of 20 ( 35 ,7%), while the Post-Test Yoga Exercise with a mild pain scale of 20 (35.7%), a moderate pain scale of 23 (41.1%), and a severe pain scale of 13 (23.3%). Conclusion : So it can be concluded that there are differences in yoga exercise in the control class and the experimental class on back pain in third trimester pregnant women. Yoga Exercises can reduce back pain in third trimester pregnant women.Suggestion : Clinics can collaborate with educational institutions to organize various counseling for pregnant to increase knowledge about yoga exercises that can reduce back pain in third trimester pregnant women.Key words : Low back pain ,TM III,Yoga exercise 
Pineapple Juice Can Prevent Serotinous Pregnancy To Mothers With A History Of Hormonal Contraception In Surakarta Dwi Retna Prihati; Siswiyanti Siswiyanti; RD Rahayu; Sugita Sugita
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i3.5693

Abstract

Latar Belakang Kehamilan serotinus meningkatkan risiko kesakitan dan kematian pada ibu dan bayi yang disebabkan oleh tidak adekuatnya kontraksi rahim akibat penggunaan kontrasepsi hormonal. Salah satu terapi komplementer yang terbukti dapat meningkatkan kontraksi uterus dengan cara mengkonsumsi buah nanas yang mengandung zat aktif bromelin.Tujuan untuk membuktikan buah nanas dapat mencegah kehamilan serotinus pada ibu hamil dengan riwayat kontrasepsi hormonal. Metode Penelitian ini adalah studi komparasi dengan menggunakan rancangan quasy experimental design dengan design posttest with control. Jumlah sampel 100 orang terdiri dari 50 orang perlakuan dan 50 orang kontrol. Pada kelompok kontrol responden mengalami kehamilan serotinus 32 orang (64%). Rata-rata usia kehamilan terakhir pada kelompok kontrol 42 minggu (294 hari) sedang kelompok perlakuan rata rata kehamilan berakhir pada  usia kehamilan 40 minggu (282 hari). Pada kelompok perlakuan tidak ada satupun responden (0%) yang mengalami kehamilan serotinus.Hasil uji beda menunjukkan p=0,00 yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan sekaitan dengan kehamilan serotinus. Kesimpulannya buah nanas dapat mencegah kehamilan serotinus pada ibu hamil dengan riwayat kontrasepsi hormonal.Saran Jus nanas dapat dijadikan alternative pengobatan nonfarmokologis dalam mencegah kehamilan serotinus. Kata kunci: Kehamilan serotinus, Kontrasepsi hormonal, Jus nanas  ABSTRACT Background Serotinous pregnancy increases the risk of morbidity and mortality in the mother and baby caused by inadequate uterine contractions due to the use of hormonal contraception. One of the complementary therapies that is proven to increase uterine contractions by consuming of pineapple fruit which contains the active substance bromelain. Purpose of this research to prove the pineapple fruit can prevent serotinous pregnancy with a history of hormonal contraception. The method is study of comparisons by quasy experimental design with posttest with control. The number of samples are 100 people is composed of 50 people experiment group and 50 people control group. Pineapple fruit 150 gr in the form of juice given twice a day, twice a week to pregnant mother gestational age 37 weeks until delivery. The control group respondents shows pregnancy serotinous 32 people (64%). Group treatment none (0%) of respondents shows pregnancy serotinous. Results show the difference p = 0.00 that means there is a significant difference between the control group and treatment group with serotinous pregnancy. The average gestational age in the control group the last 42 weeks (294 days) and The average gestational age in experiment pregnancy at gestational age 40 weeks (282 days). Conclusion fruit pineapple can prevent pregnancy serotinous to pregnant women with a history of hormonal contraception.Suggestion Pineapple juice can be used as an alternative non-pharmacological treatment in preventing serotinous pregnancy.  Keywords: Hormonal Contraceptive, pineapple fruit, pregnancy serotinous
Factors Associated With The Incidence Of Low Birth Weight Rya Dora Vitaloka; Siti Aisyah; Helni Anggraini
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i3.5649

Abstract

Latar Belakang: Faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR adalah usia ibu, jarak kelahiran, paritas, status gizi, dan kadar hemoglobin. Berdasarkan data di Puskesmas PONED Karya Mukti, jumlah bayi yang lahir di wilayah kerja Puskesmas Karya Mukti pada tahun 2018 sebanyak 487 bayi dengan penanganan komplikasi neonatal sebanyak 74 bayi dan 11 bayi dengan berat badan lahir rendah. Kemudian jumlah bayi yang lahir pada tahun 2019 sebanyak 456 bayi dimana penanganan komplikasi neonatus sebanyak 59 bayi dan 12 bayi dengan berat badan lahir rendah dan jumlah bayi yang lahir pada tahun 2020 sebanyak 448 bayi dimana penanganan komplikasi neonatus sebanyak 47 bayi dan 15 bayi lahir rendah Berat lahir.Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan umur, paritas dan status gizi dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) di Puskesmas PONED Karya Mukti Tahun 2020.Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian survei analitik kuantitatif dimana variabel bebas yaitu umur, paritas dan status gizi serta variabel terikat termasuk kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) dikumpulkan pada waktu yang bersamaan. Populasi seluruh bayi yang lahir di Puskesmas PONED Karya Mukti tahun 2020 adalah 115 orang. Sampel sebanyak 53 orang diperoleh dengan menggunakan teknik random sampling.Hasil: uji statistik Chi-Square pada variabel umur diperoleh p-value 0,003 (< = 0,05), pada variabel paritas diperoleh p-value 0,006 (< = 0,05) dan pada variabel status gizi diperoleh p-value 0,001 (< = 0,05)Kesimpulan ada hubungan yang bermakna antara umur, paritas dan status gizi dengan kejadian BBLR.Saran : Sebaiknya Puskesmas Karya Mukti lebih aktif memberikan penyuluhan kepada bidan terkait dengan berat badan lahir rendah. Kata kunci: Berat badan lahir rendah, Keseimbangan, Status nutrisi, Usia ABSTRACT Background: Factors related to the incidence of low birth weight (LBW) are maternal age, birth spacing, parity, nutritional status, and hemoglobin levels. Based on the data at PONED Karya Mukti Public Health Center, the number of babies born in the work area of Karya Mukti Public Health Center in 2018 was 487 babies of which handling neonatal complications was 74 babies and 11 babies had low birth weight. Then the number of babies born in 2019 was 456 babies of which handling neonatal complications was 59 babies and 12 babies had low birth weight and the number of babies born in 2020 was 448 babies of which handling neonatal complications was 47 babies and 15 babies had low birth weight.Purpose : to find out the relationship between age, parity and nutritional status with the incidence of low birth weight (LBW) at PONED Karya Mukti Public Public Health Center in 2020.Methods: This study used a quantitative analytical survey study in which the independent variables, namely age, parity and nutritional status and the dependent variable including the incidence of low birth weight (LBW) were collected at the same time. The population of all babies born at PONED Karya Mukti Public Health Center in 2020 was 115 people. The sample was 53 people obtained using random sampling technique.Results: statistical test, Chi-Square on age variable was obtained p-value 0.003 (< = 0.05), on parity variable was obtained p-value 0.006 (< = 0.05) and on nutritional status variable was obtained p -value 0.001 (< = 0.05)Conclusion that there was a significant relationship between age, parity and nutritional status with the incidence of low birth weight.Suggestion: It is recommended that Karya Mukti Public Public Health Center should be more active in providing counseling to midwives related to low birth weight. Keywords: Age ,Low birth weight, Nutritional status, Parity 
Factors Related To The Incidence Of Abortion (Incomplete/Complete) Novalia Novalia; Siti Aisyah; Sastra Yunola
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i4.5644

Abstract

Latar Belakang: Kematian ibu akibat abortus seringkali tidak dilaporkan sebagai penyebab kematian ibu tetapi dilaporkan sebagai perdarahan atau sepsis. Abortus dapat terjadi secara tidak sengaja atau sengaja dan dapat dialami oleh semua ibu hamil pada usia kehamilan muda. Di negara berkembang, lima penyebab utama kematian ibu adalah perdarahan, sepsis, hipertensi karena kehamilan, abortus yang tidak aman, dan partus lama. Selain itu, penyebab kematian ibu terbanyak adalah perdarahan selama kehamilan sebesar 45,7%, hipertensi selama kehamilan sebesar 14,5%, dan infeksi sebesar 8%.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia ibu, paritas, dan status gizi dengan kejadian abortus (tidak lengkap/lengkap) di PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar), UPTD Puskesmas Karya Mukti Tahun 2020.Metode: Penelitian survei analitik ini menggunakan pendekatan cross sectional. Analisis hubungan kausal antara kejadian abortus dengan identifikasi penyebab yang terdiri dari umur, paritas, dan status gizi dilakukan dengan cara mengukur atau mengamati dalam satu waktu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang mengalami komplikasi kebidanan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Karya Mukti tahun 2020 sebanyak 96 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah sampel kasus yaitu 29 ibu hamil dengan komplikasi kebidanan yang melakukan aborsi. Untuk sampel kontrol, 65 ibu hamil dengan komplikasi kebidanan tidak mengalami aborsi.Hasil: Dari uji statistik Chi-Square, variabel usia ibu mendapatkan p-value 0,047 (< = 0,05), variabel paritas memiliki nilai p-value 0,039 (< = 0,05), dan variabel status gizi. menghasilkan nilai p 0,005 (< = 0,05). Kesimpulannya, ada hubungan yang signifikan antara usia ibu, paritas, status gizi, dan kejadian abortus (tidak lengkap/lengkap).Saran : Puskesmas PONED Karya Mukti diharapkan lebih aktif memberikan penyuluhan kepada ahli kebidanan terkait kejadian abortus (tidak lengkap/lengkap). Kata kunci: Aborsi, paritas, usia ibu, status gizi  ABSTRACT Background: Maternal death due to abortion is often not reported in the maternal death causes but is reported as hemorrhage or sepsis. Abortion can occur accidentally or intentionally and can be experienced by all pregnant women at a young gestational age. In developing countries, the five leading causes of maternal death are bleeding, sepsis, hypertension due to pregnancy, unsafe abortion, and obstructed labor. In addition, the most common causes of maternal death are bleeding during pregnancy at 45.7%, hypertension during pregnancy at 14.5%, and infection at 8%.Purpose: This study aims to determine the relationship between maternal age, parity, and nutritional status and the incidence of abortion (incomplete/complete) at the PONED (Basic Emergency Neonatal Obstetric Service), UPTD Karya Mukti Public Health Center, in 2020.Method: This analytical survey research used a cross-sectional approach. The causal relationship analysis between the incidence of abortion and the identification of causes, consisting of age, parity, and nutritional status, was carried out by measuring or observing at one time. The population in this study was all pregnant women who experienced obstetric complications in the UPTD Karya Mukti Public Health Center working area in 2020, with as many as 96 people. The sample in this study was a case sample, i.e., 29 pregnant women with obstetric complications who had abortions. For the control sample, 65 pregnant women with obstetric complications did not experience abortion.Results: From the Chi-Square statistical test, the maternal age variable got a p-value of 0.047 (< α = 0.05), the parity variable had a p-value of 0.039 (< α = 0.05), and the nutritional status variable resulted in a p-value of 0.005 (< α = 0.05). In conclusion, there is a significant relationship between maternal age, parity, nutritional status, and the incidence of abortion (incomplete/complete).Suggestion: The PONED Karya Mukti Public Health Center is expected to be more active in providing counseling to midwifery experts related to the incidence of abortion (incomplete/complete). Keywords: Abortion, parity, maternal age, nutritional status 
Audio Visual Educational Food Complementary Breastfeeding To Mothers Against Improvement Of Baby's Nutritional Status Salsa Putri Aulia; Syafruddin Syarif; Andi Nilawati Usman
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i4.7473

Abstract

Latar Belakang: Status Gizi berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2018 Balita gizi buruk dan gizi  kurang 14,2% turun dibandingkan 2013 Gizi kurang 19.9%. Namun, Data Kemenkes RI Prov, Sulsel Masalah gizi kurang sebesar 18.4%  meningkat dibanding 2017 sebesar 17.90%. Data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Makassar menunjukkan bahwa beberapa Puskesmas masih memiliki cakupan MP-ASI yang tergolong rendah, salah satu diantaranya Puskesmas Bara-Baraya dengan cakupan 42,7%. Salah satu yang menjadi penyebab terjadinya kurang gizi pada balita terutama pada anak usia 6-20 bulan adalah kurangnya pengetahuan tentang cara pemeliharaan gizi dan mengatur makanan anak yang dalam hal ini terkait dengan rendahnya mutu dan jumlah Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI). Media audio visual dapat dijadikan sebagai acuan bahan untuk melakukan media promosi kesehatan atau penyuluhan. Tujuan: Membuat media Video audio visual edukasi Makanan Pendamping  ASI (MP-ASI) kepada Ibu dan menganalisis pengaruh terhadap perbaikan status gizi bayi (6-20 Bulan). Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental. Dengan metode one group pre-post test design. Penelitian dilakukan dengan pre test terlebih dahulu menggunakan kuesioner untuk menilai pengetahuan keterampilan Ibu dan penimbangan bayi, selanjutnya diberikan intervensi berupa video audio visual edukasi MPASI dan kemudian dilakukan post test  serta pengukuran status gizi.Penelitian ini telah dilaksanakan di Puskesmas Bara-baraya Makassar pada bulan April-Juli. Sampel dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling yakni semua  subjek yang memenuhi kriteria inklusi yang telah dibuat dan masalah yang ingin diteliti akan dimasukan ke dalam penelitian sampai sampel terpenuhi yaitu sebanyak 25 Orang. Adapun kriteria-kriteria sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Kriteria inklusi Ibu yang bersedia menjadi responden penelitian, telah memiliki bayi usia 6-20 bulan, sehat, mampu membaca dan menulis. Adapun Kriteria eksklusi tidak bersedia menjadi responden, dalam kondisi sakit atau tidak bisa membaca dan menulis. Uji statistik yang digunakan Uji Wilcoxon.Hasil: Hasil analisis menunjukkan terdapat peningkatan yang signifikan terhadap pengetahuan, keterampilan dan perbaikan status gizi setelah pemberian intervensi berupa video audio visual edukasi mpasi dengan p-value 0.000 (<0.005).Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan  terhadap pengetahuan, keterampilan dan status gizi bayi setelah diberikan intervensi. Saran: Media audio vidual Edukasi MPASI dapat dijadikan sebagai metode promosi kesehatan dan penyuluhan tentang Makanan pendamping ASI pada orang tua Kata kunci: Audio Visual, Keterampilan, MPASI, Pengetahuan,Status Gizi       ABSTRAK Background: Based on Basic Health Research Data in 2018, underweight and malnourished children under five were 14.2%, a decrease compared to 2013. Malnutrition was 19.9%. However, data from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia Prov, South Sulawesi The problem of malnutrition is 18.4%, an increase compared to 2017 which was 17.90%. Data obtained from the Makassar Health Office shows that several Puskesmas still have low MP-ASI coverage, one of which is Bara-Baraya Health Center with a coverage of 42.7%. One of the causes of malnutrition in toddlers, especially in children aged 6-20 months is the lack of knowledge about how to maintain nutrition and regulate children's food which in this case is related to the low quality and quantity of Complementary Foods for Breast Milk (MP-ASI). Audio visual media can be used as a reference material for conducting health promotion media or counseling. Purpose: To make audio-visual educational video media for breastfeeding complementary foods (MP-ASI) to mothers and analyze the effect on improving the nutritional status of infants (6-20 months). Methods: This study used a pre-experimental design. With the one group pre-post test design method. The study was conducted with a pre-test using a questionnaire to assess the knowledge of the mother's skills and weighing the baby, then an intervention was given in the form of an audio-visual education video for MPASI and then a post-test and measurement of nutritional status were carried out.This research was carried out at the Bara Baraya Health Center Makassar in April-July. The sample in this study were 25 people who met the criteria. The sampling technique used in this study is purposive sampling, namely all subjects who meet the inclusion criteria that have been made and the problem to be studied will be included in the study until the sample is met. The sample criteria used in this study are the inclusion criteria of mothers who are willing to be research respondents, have had babies aged 6-20 months, are healthy, are able to read and write. The exclusion criteria are not willing to be a respondent, in a sick condition or unable to read and write. The statistical test used was the Wilcoxon test. Result: The results of the analysis showed that there was a significant increase in knowledge, skills and improvement in nutritional status after giving an intervention in the form of an audio-visual education video with a p-value of 0.000 (<0.005). Conclusion: There are significant differences in the knowledge, skills and nutritional status of infants after the intervention Suggestions: MPASI education audio-vidual media can be used as a method of health promotion and counseling about complementary feeding to parents Keywords: Audio Visual, Knowledge, Nutritional Status, MPASI,Skills
The Relationship Between Gadget Use And Verbal Development In Nurul Insani Ngoro Manduro Kindergarten Safitri, Citra Adityarini; Khasana, Nurun Ayati; Adiesti, Ferlilia
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i3.6489

Abstract

Latar Belakang : Masa emas adalah saat anak berkembang pesat dan terjadi pada anak sampai usia 5 tahun. Pada masa ini, anak-anak dikenalkan dengan gadget. Pengguna gadget saat ini tidak hanya orang dewasa tetapi juga remaja bahkan anak-anak prasekolah. Anak-anak yang sering menggunakan gawai seringkali lupa dengan sekitarnya. Mereka lebih suka bermain menggunakan gadget daripada bermain bersama dengan teman-teman di lingkungan tempat tinggalnya. Sehingga interaksi sosial antara anak dengan masyarakat, lingkungan sekitar berkurang Dan anak juga mengalami keterlambatan bicara karena sering menggunakan gadget. Gadget memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan manusia, karena gadget dapat mempermudah pekerjaan manusia, dan juga memberikan kemudahan bagi manusia dalam berinteraksi dengan orang lain. Penelitian pendekatan kuantitatif.Tujuan mengetahui hubungan gadget dengan perkembangan verbal pada anak TKMetode Populasi adalah seluruh anak prasekolah di kelas A TK Nurul Insani yang berjumlah 40 anak. Variabel terikatnya adalah perkembangan verbal anak prasekolah, variabel bebasnya adalah penggunaan gadget. Analisis dilakukan dengan menggunakan uji Chi Square dengan = 0,05Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara status gizi (p = 0,004). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pengaruh penggunaan gadget terhadap perkembangan verbal anak prasekolah.Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengaruh penggunaan gadget terhadap perkembangan verbal anak prasekolah.Saran bagi orang tua diharapkan untuk mendampingi anaknya saat menggunakan gadget dan mengawasi penggunaan gadget pada anak sehingga dapat mengurangi dampak negatif dari penggunaan gadget. ABSTRACT Background :The golden period is when children develop rapidly and occur in children up to the age of 5 years . At this time, children are introduced to gadgets. Today's gadget users are not only adults but also teenagers and even preschoolers. Children who often use gadgets often forget their surroundings. They prefer to play using gadgets rather than playing together with friends in the neighborhood where they live. So that social interaction between children and the community, the surrounding environment is reduced  And children also experience speech delays because they often use gadgets. Gadgets have a very big influence in human life, because gadgets can facilitate human work, and also provide convenience for humans in interacting with other people. Quantitative approach research.          The purpose of knowing the relationship of gadgets with verbal development in kindergarten childrenMethods The population is all preschool children in class A TK Nurul Insani a total of 40 children. The dependent variable is the verbal development of preschool children , the independent variable is the use of gadgets. The analysis was carried out using the Chi Square test with = 0.05Results showed that there was a relationship between nutritional status (p = 0.004). The conclusion of the study is that there is a relationship between the influence of using gadgets on development preschool children's verbal.Conclusions Based on the research that has been done , it can be concluded that there is a relationship between the influence of using gadgets on the verbal development of pre-school children.Suggestion  that parents are expected to accompany their children when using gadgets and supervise the use of gadgets in children so as to reduce the negative impact on the use of gadgets . Keywords: Preschool, verbal development, gadgets .
Knowledge And Attitude Of Pregnant Women About Malaria With Behavior To Seek Malaria Treatment Pasnel Parna Wemy Gultom; Jenie Palupi; Yuniasih Purwaningrum; Syiska Atik Maryanti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i4.7464

Abstract

Belakang: Papua merupakan daerah endemik malaria dengan tingginya kasus malaria pada anak balita dan ibu hamil. Namun, kurangnya sosialisasi dan minat mencari tahu tentang malaria dan cara pengobatannya membuat penyakit malaria masih dianggap sebagai penyakit yang biasa oleh masyarakat di wilayah endemis malaria. Kasus malaria secara global mencapai 219 juta pada tahun 2017, dengan 435.000 kasus dikaitkan dengan malaria, di Indonesia, Profil Kesehatan Kabupaten Sarmi tahun 2017, 31.068 kasus pasien malaria. Kabupaten Sarmi kasus ibu hamil yang terinfeksi Malaria pada tahun 2010 sebanyak 260 orang (1,5% ) dengan jumlah penduduk 41.515 jiwa.Tujuan: Studi ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap tentang malaria dengan perilaku ibu hamil untuk mencari pengobatan malaria dalam kehamilan di Puskesmas Samanente Kabupaten Sarmi.Metode: yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analitik korelasional dengan pendekatan desain penelitian cross-sectional dengan menggunakan teknik simple random sampling sebanyak 30 orang. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu menggunakan kuesioner.  population in this study 30 people, this research used sampling technique Total Sampling with sampling 30 people. Inclusion criteria on this research is Willing to be a respondent, Mothers who are pregnant and currently or have suffered from malaria, Can read and write. Criteria exclusions in this study are Pregnant women who are sick at the time of the study, Pregnant women with Auto Immune, Pregnant women with pregnancy complicationsHasil: didapatkan responden dengan pengetahuan sedang yang tidak memiliki kebiasaan berobat malaria pada kehamilan adalah 56,3% dan kelompok responden dengan pengetahuan baik yang tidak memiliki kebiasaan berobat malaria pada kehamilan adalah 71,4%. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat informasi dapat meningkatkan proporsi perilaku tidak mencari pengobatan malaria selama kehamilan yaitu sebesar 15,1%. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku ibu hamil dalam mencari pengobatan malaria (P > 0.05). Ada hubungan antara sikap ibu hamil tentang malaria dan perilaku ibu hamil dalam mencari pengobatan malaria (P < 0.05). Kesimpulan: Meningkatnya pengetahuan dapat meningkatkan kesadaran ibu tentang penyakit malaria dan sikap yang baik dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit malaria.Saran: menganjurkan ibu hamil untuk rutin melakukan kunjungan kehamilannya di Puskesmas agar dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang malaria dengan perilaku mencari pengobatan malaria dalam kehamilan. Kata Kunci : Malaria dalam kehamilan Pengetahuan, Pengobatan malaria sikap dan perilaku,               ABSTRACT Background: Papua is a malaria endemic area with high malaria cases among children under five years and pregnant women. However, the lack of socialization and interest in finding out about malaria and how to medicate it makes malaria still considered a common disease by the people in malaria endemic areas. Malaria cases globally reached 219 million in 2017, with 435,000 cases attributed to malaria, in Indonesia, the Sarmi District Health Profile in 2017, 31,068 cases of malaria patients.Sarmi Regency cases of pregnant women infected with Malaria in 2010 were 260 people (1.5%) with a total population of 41,515 residents.Method: To ascertain the association between knowledge and attitudes about malaria and the behavior of pregnant women to seek treatment for malaria in pregnancy at Samanente Public Health Center, Sarmi Regency, a cross-sectional, correlational analysis study was carried out. The instrument was a questionnaire, with a sample size of 30 respondents, obtained using a simple random sampling method. population in this study 30 people, this research used sampling technique Total Sampling with sampling 30 people. Inclusion criteria on this research is Willing to be a respondent, Mothers who are pregnant and currently or have suffered from malaria, Can read and write. Criteria exclusions in this study are Pregnant women who are sick at the time of the study, Pregnant women with Auto Immune, Pregnant women with pregnancy complicationsResults: it was found that respondents with moderate knowledge who did not have the habit of seeking malaria treatment in pregnancy were 56.3% and the group of respondents with good knowledge who did not have the habit of seeking malaria treatment in pregnancy was 71.4%. This indicates that having a greater degree of information can improve the proportion of behavior for not seeking malaria treatment during pregnancy, which is 15.1%. The study found no correlation between pregnant women's knowledge level and behavior in seeking treatment for malaria (P>0.05). On the contrary, there was a significant correlation between pregnant women's attitudes toward malaria and their behavior in seeking malaria treatment (P<0.05).Conclusion: Improved knowledge is associated with increased maternal awareness of malaria, and positive attitudes can help raise awareness of malaria. It is to be expected that pregnant women who seek treatment for malaria will have a greater understanding of the disease and a more positive attitude toward it.Suggestion:  We propose that pregnant women should be required to regularly visit the health center for prenatal care examinations in order to enhance their understanding and attitudes toward malaria by obtaining malaria medication during pregnancy. Keywords : Malaria in pregnancy, Malaria treatment, Knowledge, attitude and behavior
Giving Cinnamommum Verum To Pain And Healing Of Perineum Stitch Wounds In Puerperal Mother Martina Mogan; Endang Trisnawati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i3.5627

Abstract

       Latar Belakang: Luka jahitan perineum merupakan kondisi normal yang terjadi pada ibu nifas yang melakukan tindakan menjahit. Ada beberapa cara yang bisa mempercepat penyembuhan luka jahitan yaitu dengan obat farmakologi dan obat herbal, seperti Kayu Manis Verum (kayu manis). Cinnamommum Verum mengandung senyawa eugenol dan bersifat analgesik sehingga dapat mengurangi rasa sakit dan mempercepat proses penyembuhan luka jahitan.      Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian seduhan kayu manis terhadap nyeri dan penyembuhan luka jahitan perineum.      Metode: Penelitian ini merupakan penelitian pre-exprimental design, dengan pendekatan two grub pretest-posttest disign, Populasi dalam penelitian ini adalah ibu nifas yang mengalami luka jahitan perineum, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling Sampel penelitian sebanyak 30 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi NRS (Numeric Ratting scale). Pada penelitian ini, analisis menggunakan uji-T untuk melihat perbedaan yang signifikan pada perubahan nyeri perineum jahitan. Uji statistik Mann Whitney U juga digunakan untuk membandingkan kelompok intervensi dan kelompok kontrol.      Hasil: Uji statistik Mann Whitney U menunjukkan adanya pengaruh Cinnamommum Verum terhadap penyembuhan luka jahitan perineum pada Ny Nifas dengan nilai p-value = 0,011<0,05. Hasil uji statistik dengan uji statistik sampel Paired T-test menunjukkan ada pengaruh Cinnamommum Verum terhadap Nyeri Luka Jahitan Perineum pada Ny Nifas dengan nilai p-value = 0,002<0,05.      Kesimpulan: Ada pengaruh Cinnamommum Verum terhadap penurunan nyeri dan penyembuhan luka jahitan perineum pada ibu nifas di Puskesmas Harapan Kabupaten Jayapura.      Saran dapat dijadikan alternative pengobatan non farmakologi dalam menyembuhkan luka jahitan perineum Kata kunci: Penyembuhan, Nyeri, luka jahitan perineum, nifas, Cinnamommum Verum ABSTRACTBackground: Perineal stitch wounds are a normal condition that occurs in the mother of nifas who performed the act of tailoring. There are several methods that can speed up the healing of stitch wounds, namely with pharmacological drugs and herbal remedies, such as Cinnamommum Verum (cinnamon). Cinnamommum Verum contains eugenol compounds and is analgesic so as to reduce pain and speed up the healing process of stitch wounds.Purpose: To find out the effect of giving cinnamommum verum steeping on pain and healing of perineum stitch wounds.Methods: This study is a pre-exprimental design, with a two grub pretest-posttest disign approach, The population in this study is a nifas mother who suffered a perineum stitch wound, the sampling technique used is purposive sampling Study sample of 30 respondents. This research instrument uses an NRS (Numeric Ratting scale) observation sheet. In this study, the analysis used the T-test to see significant differences in changes in perineal stitch sore pain. Mann Whitney U's statistical test was also used to compare intervention and control groups.Results: Mann Whitney U's statistical test showed that there was an effect of Cinnamommum Verum on the healing of perineal stitch wounds in Mrs. Nifas with a value of p-value = 0.011<0.05. The results of statistical tests with statistical test Paired T-test samples showed there was an effect of Cinnamommum Verum on Perineum Stitch Wound Pain in Mrs. Nifas with a value of p-value = 0.002<0.05.Conclusion: There is an effect of Cinnamommum Verum on the reduction of pain and healing of perineum stitch wounds in nifas mothers in Jayapura Regency Hope Health Center.           Suggestions can be used as a non-pharmacological alternative treatment in healing perineal suturesKeywords: Healing, Pain, perineal stitch wound, nifas, Cinnamommum Verum
Effect Of Perineum Massage On Perineum Rupture Incidence In Pregnancy Dwi Nopitasari; Nurul Isnaini; Devi Kurniasari
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i3.3190

Abstract

Latar Belakang: Ruptur perineum merupakan laserasi yang terjadi pada saat persalinan. Salah satu upaya untuk mencegah laserasi pada perineum adalah dengan melakukan perineum message. Pra-survey yang dilakukan pada 10 Februari 2020 di PMB Wilayah Kerja Puskesmas Wates menghasilkan sepuluh ibu bersalin. Delapan dari sepuluh wanita (80%) mengalami ruptur perineum.Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pesan perineum terhadap kejadian ruptur perineum pada ibu bersalin di Wilayah Kerja Puskesmas Wates Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2020.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pre-experiment dan static group comparison. Populasi terdiri dari seluruh ibu hamil dengan usia kehamilan 34 sd 36 bulan periode April sd Juni 2020 yang terdaftar di Wilayah Kerja Puskesmas Wates. Ada 30 responden setelah dilakukan purposive sampling. Analisis dilakukan melalui Uji-T univariat dan bivariat.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor ruptur perineum pada wanita yang mendapat pesan perineum adalah 0,67 dengan deviasi 0,617. Rata-rata skor wanita tanpa pesan perineum adalah 1,20 dengan 0,676 perineum.Kesimpulan: Ada pengaruh ruptur perineum setelah dilakukan perineum message pada ibu bersalin di Wilayah Kerja Puskesmas Wates Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2020 (p value 0,032).Saran: Sebaiknya ibu hamil mengikuti kelas ibu hamil secara rutin dan melakukan pesan perineum untuk mengantisipasi pecahnya perineum dalam persalinan. Kata kunci : Ruptur Perineum, Pijat Perineum  ABSTRACT Background: Perineum rupture is a laceration that happens during delivery. One of attempts to prevent the laceration on the perineum is doing perineum message. A pre-survey conducted on February 10, 2020 at PMB of Wates health Center Working Area resulted ten partum women. Eight out of the ten women (80%) suffered perineum rupture.Purpose: To know the effect of perineum message on perineum rupture incidence on parturient women at Wates Health Center Working Area of Lampung Tengah Regency in 2020.Methods: This was a quantitative study with pre-experiment design and static group comparison. The population consisted of the whole pregnant women with 34 to 36 months of pregnancy in the period of April to June 2020 registered at Wates Health Center Working Area. There were 30 respondents after doing purposive sampling. The analysis was through univariate and bivariate T-Test.Result: The result of this study showed that the average score of perineum rupture on women got perineum message was 0.67 with 0.617 deviation. The average score of women without perineum message was 1.20 with 0.676 perineum.Conclusion: There was an effect on perineum rupture after doing perineum message on parturient women at Wates Health Center Working Area of Lampung Tengah Regency in 2020 (p value 0.032).Suggestion: The pregnant women should take pregnant women class routinely and do perineum message in order to anticipate perineum rupture in the delivery. Keywords : Perineum Rupture, Perineum Massage 

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue