cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 971 Documents
Turmeric Tamarind Tonic Effect On Dysmenorrhea In Premarital Women Eni Farida; Sunarsih Sunarsih; Ledy Octaviani Iqmy; Susilawati Susilawati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i4.7748

Abstract

Latar Belakang: Dismenore merupakan salah satu masalah ginekologi yang paling banyak diderita oleh wanita berbagai usia, dialami oleh 30-50% wanita usia subur, dan 10-15% diantaranya kehilangan kesempatan kerja dan mengganggu aktivitas belajar di sekolah dan kehidupan keluarga. . Beberapa cara dapat meredakan gejala nyeri haid, salah satunya dengan menggunakan produk herbal yang biasa dikonsumsi dan familiar di masyarakat, yaitu tonikum kunyit asam.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tonikum kunyit asam pada wanita pranikah dengan dismenore di wilayah kerja Puskesmas Makartitama Kecamatan Gedung Aji Baru Kabupaten Tulang Bawang.Jenis penelitian: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah 38 responden yang mengalami dismenore, dengan sampel diambil sebanyak 30 responden secara purposive sampling. Variabel penelitian ini adalah tonikum kunyit asam dan dismenore. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Makartitama, Kecamatan Gedung Aji Baru, Kabupaten Tulang Bawang, pada tanggal 15 Maret sampai dengan 15 Juli 2022. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi, sedangkan analisis dilakukan secara univariat dan bivariat (Wilcoxon uji).Hasil: Diketahui rerata dismenore pada wanita pranikah adalah 5,4 sebelum diberikan tonikum kunyit asam dan 2,9 setelah diberikan tonikum kunyit asam.Kesimpulan: Tonik asam kunyit berpengaruh pada wanita pranikah dengan dismenore di wilayah kerja Puskesmas Makartitama Kecamatan Gedung Aji Baru Kabupaten Tulang Bawang (p-value = 0,000).Rekomendasi: Disarankan kepada wanita pranikah dapat mengkonsumsi tonikum kunyit asam sebagai terapi komplementer dalam mengurangi dismenore. Kata kunci: Dismenore, Tonik Asam Kunyit, Wanita Pranikah  ABSTRACT Background: Dysmenorrhea is one of the most common gynecological problems suffered by women of various ages, experienced by 30-50% of women of reproductive age, and 10-15% of them lose job opportunities and interfere with learning activities at school and family life. Several ways can relieve the symptoms of menstrual pain, one of which is by using herbal products commonly consumed and familiar to the community, i.e., turmeric tamarind tonic.Purpose: This study aims to determine the effect of turmeric tamarind tonic on premarital women with dysmenorrhea in Puskesmas Makartitama working area, Gedung Aji Baru Sub-district, Tulang Bawang Regency.Research type: This quantitative research used a quasi-experimental research design. The population of this study was 38 respondents who experienced dysmenorrhea, with samples taken from as many as 30 respondents by purposive sampling. This study’s variables were turmeric tamarind tonic and dysmenorrhea. This research was conducted in Puskesmas Makartitama working area, Gedung Aji Baru Sub-district, Tulang Bawang Regency, from March 15 to July 15, 2022. The data were collected using observation sheets, while the analysis was carried out by univariate and bivariate (Wilcoxon test).Results: It was revealed that the mean dysmenorrhea in premarital women was 5.4 before being given turmeric tamarind tonic and 2.9 after being given turmeric tamarind tonic.Conclusion: Turmeric tamarind tonic affects premarital women with dysmenorrhea in Puskesmas Makartitama working area, Gedung Aji Baru Sub-district, Tulang Bawang Regency (p-value = 0.000).Recommendation: It is suggested that premarital women can consume turmeric tamarind tonic as a complementary therapy in reducing dysmenorrhea. Keywords: Dysmenorrhea, Premarital Women, Turmeric Tamarind Tonic
Knowledge And Attitudes Of Couples Of Childbearing Age (Cca) About Early Detection Of Cervical Cancer Nurhikmah Nurhikmah; Muliyana Muliyana; Nur Aliya Arsyad; Reskiawati Azis
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i3.7373

Abstract

Latar Belakang: Badan kesehatan dunia (WHO) menyebut kanker serviks sebagai jenis kanker nomor empat yang paling sering menyerang wanita dan mematikan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep menyatakan bahwa terdapat 7 orang yang mengalami kanker serviks dan 4 di antaranya meninggal dunia dikarenakan keterlambatan dalam penanganan kanker serviks yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan sikap masyarakat untuk melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks.Tujuan: untuk mengetahui pengetahuan dan sikap Pasangan Usia Subur (PUS) tentang deteksi dini kanker serviks.Metode: menggunakan desain penelitian Deskriptif Analitik dengan pendekatan Cross-Sectional pada bulan Oktober 2020.Hasil: berdasarkan uji Chi-Square untuk variabel pengetahuan pasangan usia subur (PUS) tentang deteksi dini kanker serviks didapatkan nilai p value = 0,012 sedangakan variabel sikap didpatkan nilai p-value = 0,815.Kesimpulan: ada pengaruh yang signifikan antara pengetahuan pasangan usia subur (PUS) tentang deteksi dini kanker serviks, akan tetapi sikap pasangan usia subur (PUS) tidak berpengaruh terhadap deteksi dini kanker serviks.Saran: Diharapkan melakukan sosialisasi dan publikasi tentang pentingnya melakukan deteksi dini kanker serviks dapat dilakukan dengan penyuluhan maupun dengan menggunakan media cetak, seperti poster, leaflet, dan lainnya ditempat-tempat umum dan menggunakan sosial media Kata Kunci: Deteksi Dini, Kanker Serviks, Pengetahuan, Pasangan Usia Subur, Sikap ABSTRACT Background: The World Health Organization (WHO) calls cervical cancer the fourth most common type of cancer that attacks women and is deadly. Based on data from the Pangkep District Health Office, it was stated that there were 7 people who had cervical cancer and 4 of them died due to delays in handling cervical cancer caused by lack of knowledge and public attitudes to carry out early detection of cervical cancer.Purpose: to find out the knowledge and attitude of Couples of Childbearing Age (PUS) about the early detection of cervical cancer.Method: using a Descriptive Analytical research design with a Cross-Sectional approach in October 2020.Results: based on the Chi-Square test for variable knowledge of couples of childbearing age (PUS) about early cervical cancer detection obtained a p-value = 0.012. In contrast, the attitude variable is based on p-value = 0.815.Conclusion: there is a significant influence on the knowledge of couples of childbearing age (PUS) about early detection of cervical cancer, but the attitude of teams of childbearing age (CCA) does not affect early detection of cervical cancer.Suggestion: It is expected that socialization and publication about the importance of early detection of cervical cancer can be done through counseling or by using print media, such as posters, leaflets, and others in public places and social media. Keywords: Early Detection, Cervical Cancer, Knowledge, Couples of Childbearing Age, Attitude  
Factors Analysis That Affect Mothers Giving Early Breast Milk T0 Abies Aged 0-6 Months Indah Dewi Sari; Utary Dwi Listiarini; Siska Widya Wati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i3.6957

Abstract

Al-Agha, Abdulmoein. “The Role of Nutrition in Children’s Growth & Health.”Aninam, Kartina Vanbolan. 2019. “Hubungan Pekerjaan Ibu Dengan Kecukupan Pemberian Asi Ekslusif Pada Bayi 0-6 Bulan Di Puskesmas Sidosermo Kota Surabaya.”Anwar, Muhammad. 2015. Filsafat Pendidikan. Kencana.Apriliyanti, Dedek Delfi. 2019. “Hubungan Teknik Marmet Terhadap Kenaikan Berat Badan Bayi Di Klinik Pratama Tanjung Deli Tua Tahun 2018.”Artikasari, Lia et al. 2021. “Complementary Feeding or Infants Aged 0-6 Months and The Related Factors: Complementary Foods for Breastfeeding.” Jurnal Kesehatan Komunitas 7(2): 176–81.Ekasari, Tutik. 2018. “Pengaruh Dukungan Keluarga Terhadap Pemberian Makanan Pendamping Asi (Mp-Asi) Pada Bayi Usia Kurang Dari 6 Bulan.” JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) 1(2).Fikawati, Sandra, and Ahmad Syafiq. 2010. “Kajian Implementasi Dan Kebijakan Air Susu Ibu Eksklusif Dan Inisiasi Menyusu Dini Di Indonesia.” Makara kesehatan 14(1): 17–24.Hanurawan, Fattah. 2010. “Psikologi Sosial Suatu Pengantar.”Heryanto, Eko. 2017. “Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Makanan Pendamping ASI Dini.” Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan 2(2): 141–52.Hidayati, Siti Rohmatul. 2018. “Studi Kasus Penatalaksanaan Teknik Marmet Dalam Meningkatkan Produksi ASI Ibu Post Partum Pada Masalah Produksi ASI Di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surabaya.”Irianti, Berliana, and Eka Purnama Sari. 2019. “Karakteristik Ibu Memberikan Makanan Pendamping Asi (Mp-Asi) Pada Bayi Usia 0–6 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru Tahun 2018.” Al-Insyirah Midwifery: Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Sciences) 8(2): 106–12.Keb, Ewa Molika Sitompul A M. 2014. Buku Pintar MPASI: Bayi 6 Bulan Sampai Dengan 1 Tahun. Lembar Langit Indonesia.Kusumaningrum, Nanda Devi, Puji Hastuti, and Ayu Citra Mayasari. “JURNAL SURYA.”Lestiarini, Santi, and Yuly Sulistyorini. 2020. “Perilaku Ibu Pada Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) Di Kelurahan Pegirian.” Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education 8(1): 1–11.Muslimah, Ardhiyani, Fauzia Laili, and Halimatus Saidah. 2020. “Pengaruh Pemberian Kombinasi Perawatan Payudara Dan Pijat Oksitosin Terhadap Produksi Asi Pada Ibu Postpartum.” Jurnal Mahasiswa Kesehatan 1(2): 87–94.Nababan, Lolli, and Sari Widyaningsih. 2018. “Pemberian MPASI Dini Pada Bayi Ditinjau Dari Pendidikan Dan Pengetahuan Ibu.” Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah 14(1): 32–39.Nurhidayat, Muh. 2021. “Hubungan Riwayat Pemberian ASI Eksklusif, MP-ASI, Dan Kejadian Penyakit Infeksi Dengan Status Gizi Bayi Usia 6-12 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Tamangapa Kota Makassar.”Oktalina, Ona, Lailatul Muniroh, and Sri Adiningsih. 2015. “Hubungan Dukungan Suami Dan Dukungan Keluarga Dengan Pemberian Asi Eksklusif Pada Ibu Anggota Kelompok Pendukung Asi (KP-ASI).” Media Gizi Indonesia 10(1): 64–70.Priyono, Yunisa. 2010. Merawat Bayi Tanpa Baby Sitter. Media Pressindo.Rey, R. 2017. “Kecukupan Asi the Factors Influencing Breast Milk Production With.” Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan 2.Roesli, Utami. 2000. Mengenal ASI Eksklusif. Niaga Swadaya.Rotua, D F, R Novayelinda, and W Utomo. 2018. “Identifikasi Perilaku Ibu Dalam Pemberian Mp-Asi Dini Di Puskesmas Tambang Kabupaten Kampar.” Journal Of Maternity 5: 1–10.Rustam, Muh Zul Azhri, Faradila Faizah, A V Sri Suhardiningsih, and Sri Anik Rustini. 2022. “Determinan Pemberian Mpasi Pada Bayi Usia 6-24 Bulan Di Posyandu Dewi Sartika SurabayA.” Jurnal Medika Hutama 3(02 Januari): 2193–2200.Sari, Mia Rita, and Dewi Erlina Asrita Sari. 2022. “Pengaruh Sosial Budaya Terhadap Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) Dini Di Desa Bente Kecamatan Mandah Kabupaten Indragiri Hilir.” Maternal & Neonatal Health Journal 3(1): 1–6.Savitri, Astrid. 2018. Buku Pintar 365 Hari MPASI Terlengkap. Buku Edukasi.Siahaan, Gustien. 2018. “Hubungan Dukungan Keluarga Dan Peran Petugas Kesehatan Terhadap Pemberian Mp-Asi Dini Pada Bayi Usia 0-6 Bulan Di Puskesmas Koni Kota Jambi Tahun 2018.” Scientia Journal 8(1): 132–37.Sinaga, Haripin Togap, and Marni Siregar. 2021. “Tren Cakupan Inisiasi Menyusu Dini Dan ASI Ekslusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Parongil, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Analisis Data Sekunder Tahun 2017-2020.”Sudaryanto, Gatot. 2014. MPASI Super Lengkap. Penebar PLUS+.Tahun, Indonesia. 2015. “Kementerian Kesehatan RI.” Jakarta, diakses.Yuliarti, Nurheti. 2010. Keajaiban ASI-Makanan Terbaik Untuk Kesehatan, Kecerdasan Dan Kelincahan Si Kecil. Penerbit Andi. 
Factors Influencing Breast Cancer Early Detection Behavior Using Breast Self–Examination Yuliani Lestari; Pradiva Dwi Lestari; H. Hazairin Efendi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i4.5641

Abstract

Latar Belakang: Kanker merupakan salah satu masalah di negara maju maupun berkembang. Kanker sangat berbahaya karena menyebabkan kematian bagi penderitanya. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 11,6% wanita akan mengalami kanker payudara. Kanker payudara menempati posisi kedua, setelah kanker serviks, yang menyerang wanita di seluruh dunia. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Balitbangkes pada tahun 2019, kanker menempati urutan kelima penyebab kematian di Indonesia.Tujuan Penelitian: untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan KIE (Information, Education, and Communication) terhadap perilaku SADARI (SADARI) di MTS Nahdhotul Muslimin Kecamatan Sinar Peninjauan Kabupaten OKU Tahun 2021.Metode: Desain penelitian kuantitatif dengan metode survei analitik menggunakan pendekatan cross-sectional digunakan dalam penelitian ini. Populasi penelitian ini adalah 134 siswi MTS Nahdhotul Muslimin Desa Karya Mukti Kecamatan Sinar Peninjauan Kabupaten OKU pada bulan Agustus 2021. Sampel penelitian ini sebanyak 67 responden yang diperoleh dengan menggunakan teknik random sampling.Hasil: Hasil uji chi-square pada variabel pengetahuan diperoleh p-value 0,000 (< = 0,05) pada variabel sikap diperoleh p-value 0,000 (< = 0,05) dan pada variabel IEC diperoleh p-value 0,027 (< = 0,05) artinya ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan KIE (Information, Education, and Communication) terhadap perilaku SADARI di MTS Nahdhotul Muslimin Kecamatan Sinar Peninjauan, Kabupaten OKU pada tahun 2021.Saran: UPTD Puskesmas Karya Mukti untuk mendirikan pusat penyuluhan dan penyuluhan kesehatan di sekolah agar mudah dijangkau oleh siswa, dan mengadakan penyuluhan kesehatan tentang pemeriksaan payudara sendiri di sekolah. Kata kunci: KIE, pengetahuan, sikap, perilaku pemeriksaan payudara sendiri ABSTRACT Background: Cancer is one of the problems in both developed and developing countries. Cancer is very dangerous because it causes death for the sufferer. According to the World Health Organization (WHO), 11.6% of women will experience breast cancer. Breast cancer is in the second position, after cervical cancer, which affects women worldwide. Based on the results of a survey conducted by Balitbangkes in 2019, cancer is the fifth leading cause of death in Indonesia.Research Aim: to determine the relationship between knowledge, attitude, and IEC (Information, Education, and Communication) on BSE (Breast Self – Examination) behavior at MTS Nahdhotul Muslimin, Sinar Peninjauan District, OKU Regency in 2021.Methods: Quantitative research design with an analytical survey method using a cross-sectional approach was used in this study. The population were 134 female students of MTS Nahdhotul Muslimin in Karya Mukti Village, Sinar Peninjauan District, OKU Regency in August 2021. The sample of this study was 67 respondents obtained by using a random sampling technique.Results: The results of the chi-square test on the knowledge variable obtained the p-value of 0.000 (< α = 0.05) on the attitude variable obtained the p-value of 0.000 (< α = 0.05) and on the IEC variable obtained the p-value 0.027 (< α = 0.05)meaning that there is a significant relationship between knowledge, attitude and IEC (Information, Education, and Communication) on BSE (Breast Self-Examination) behavior at MTS Nahdhotul Muslimin, Sinar Peninjauan District, OKU Regency in 2021.Suggestion: It is recommended that the UPTD of Karya Mukti public health center establish a health information and counseling center in schools so that it is easily accessible to the students, and conduct health counseling about breast self-examination in schools. Keywords: IEC, knowledge, attitude, breast self-examination behavior 
Attitudes And Husband's Support On The Behavior Of Pregnant Women During The Covid 19 Pandemic Indah Kurniawati; Wahyu Fuji Hariani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i4.6779

Abstract

Latar Belakang: Pandemi covid 19 menjadi fenomena dunia penyebaran virus corona, situasi ini mempengaruhi kesehatan seseorang terutama pada ibu hamil. Di Indonesia berdasarkan data BKKBN kenaikan jumlah ibu hamil mencapai  sekitar 400.000 ibu hamil Data Dinas Kesehatan Banyuwangi terdapat peningkatan  jumlah ibu hamil tahun 2020 sebanyak  24.311 ibu hamil dan data di Puskesmas Songgon jumlah ibu hamil 881 hamil  peningkatan jumlah kasus di masa pandemi ini pastinya mempengaruhi perilaku ibu hamil. Rasa kekawatiran terutama menjelang persalinan, perlunya dukungan dari berbagai pihak untuk mengurangi resiko kehamilan.Tujuan : Penelitian ini untuk mengetahui hubungan sikap dan dukungan suami terhadap perilaku ibu hamil di masa pandemi covid 19.Metode :Penelitian iniadalah kuantitatif  dengan pendekatan cross sectional, pengumpulan data dengan bersumber dari data primer dengan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dengan teknik total sampling sejumlah 43 responden di wilayah Puskesmas Songgon tahun 2021. Analisis  univariate dengan distribusi frekuensi menggunakan presentase. Analisis bivariate dengan hubungan variable pengetahuan dan dukungan suami dengan perilaku ibu hamil di masa pandemi Covid 19. Uji statistik dalam penelitian ini dengan uji chi Square. Hasil: Hasil uji statistic dengan nilai p value 0,025 <ɑ =0.05 terdapat hubungan antara sikap terhadap perilaku ibu hamil di masa pandemi covid 19 dan nilai p value 0,016 <ɑ =0.05 terdapat hubungan dukungan suami dengan perilaku ibu hamil di masa pandemi covid 19.Kesimpulan:sikap dan dukungan suami berpengaruh terdapat perilaku ibu hamil di masa pandemic Covid 19.Saran: Pemberian dukungan penuh kepada ibu hamil dalam menjalankan kehamilannya dari suami,anggota keluarga dan bidan atau tenaga kesehatan serta memberikan pelayanan kesehatan  yang baik melalui ANC (antenatal care)dalam mencegah resiko pada ibu hamil. Kata kunci: dukungan suami, kehamilan, perilaku,sikap  AbstractBackground: The COVID-19 pandemic became a worldwide phenomenon. This situation affected someone’s health, especially in pregnant women. In Indonesia, based on the National Family Planning Coordinating Agency data, the increase in the number of pregnant women reached around 400,000 pregnant women. Data from the Banyuwangi Health Service, there is an increase in the number of pregnant women in 2020 as many as 24,311 pregnant women and data at the Songgon Health Center the number of pregnant women is 881 pregnant, the increase in the number of cases during this pandemic certainly affects the behavior of pregnant women. The worry raised before delivery, the need for support from some parties to reduce the risk of pregnancy.Purpose: This study aimed to determine the correlation between husband's attitudes and support on the behavior of pregnant women during the COVID-19 pandemic.Method: This research was quantitative with a cross sectional approach, data collection was sourced from primary data with instrument in the form of questionnaires with total sampling technique as many as 43 respondents in the area of Songgon Public Health Center 2021. Univariate analysis was by frequency distribution using percentages. Bivariate analysis was the correlation of husband's knowledge and support variables with the behavior of pregnant women during Covid 19 pandemic. The statistical test used chi square test.Result: The results of statistical test with p value of 0.025 <ɑ = 0.05 there was a correlation between husband’s attitudes towards the behavior of pregnant women during the COVID 19 pandemic and p value of 0.016 <ɑ = 0.05 there was a correlation between husband's support and the behavior of pregnant women during COVID 19 pandemic.Conclusion: Husband’s attitudes and support had an effect on the behavior of pregnant women during the COVID 19 pandemic.Suggestion: Providing full support to pregnant women in carrying out their pregnancies from husbands, family members and midwives or health workers as well as providing good health services through ANC (antenatal care) is needed to prevent the risks to pregnant women. Keywords: attitudes, behavior, husband’s support, pregnancy.
The Influence Of “Aku Bangga Aku Tahu” (Abat) Campaign On Adolescent Knowledge And Attitudes About Hiv/Aids Muhammad Hatta; Dainty Maternity; Anissa Ermasari
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i3.7372

Abstract

Pendahuluan : Dampak perilaku seksual remaja terhadap kesehatan reproduksi adalah tertular PMS (Penyakit Menular Seksual) termasuk HIV/AIDS. Secara global, 40% kasus infeksi HIV/AIDS terjadi pada orang berusia 15-24 tahun. Pada tahun 2014 kasus HIV/AIDS Kota Bandar Lampung mencapai 238 kasus dan pada tahun 2015 meningkat menjadi 371 kasus. Tingginya masalah HIV/AIDS mendorong pemerintah untuk melakukan upaya pengendalian. Salah satunya melalui kampanye HIV/AIDS “Aku Bangga Aku Tahu” (ABAT). Bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, persepsi, mengurangi stigma dan meningkatkan perilaku pencegahan HIV/AIDS.Tujuan : Mengetahui Pengaruh Kampanye “Aku Bangga Aku Tahu” terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang HIV & AIDS di SMA Metro Kartikatama Tahun 2018Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian pre-experimental dan pendekatan one group pre-post test design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling, dan responden akan dibagi menjadi empat kelompok yang mendapat intervensi kampanye ABAT dengan media penyampaian informasi yang berbeda yaitu video, story sheets, leaflet dan kelompok terakhir diberikan intervensi dengan ketiga media tersebut (video, lembar cerita). dan leaflet), dimana setiap kelompok terdiri dari 20 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat dan multivariat menggunakan uji T dan uji Anova.Hasil : Hasil analisis data menunjukkan bahwa dari hasil semua media (lembar cerita, video dan leaflet) diperoleh p-value = 0,000 < = 0,05 yang artinya ada pengaruh media penyuluhan berupa lembar cerita, video dan leaflet tentang pengetahuan dan sikap remaja tentang HIV/AIDS. AIDS di SMA KARTIKATAMA Metro Tahun 2018. Pada variabel pengetahuan, media yang paling berpengaruh adalah video, sedangkan variabel sikap media adalah lembar cerita.Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif antara media konseling dengan pengetahuan dan sikap remaja tentang HIV/AIDSSaran : Bagi dinas kesehatan terkait untuk lebih meningkatkan monitoring, sosialisasi dan pemberian informasi termasuk penggunaan kampanye ABAT secara berkala baik kepada masyarakat maupun remaja di sekolah tentang cara pencegahan HIV&AIDS Kata kunci: Aku Bangga Aku Tahu, Pengetahuan, Sikap, HIV/AIDS ABSTRACT  Introduction : The impact of adolescent sexual behavior on reproductive health is contracting STDs (Sexually Transmitted Diseases) including HIV/AIDS. Globally, 40% of cases of HIV/AIDS infection occur in people aged 15-24 years. In 2014 Bandar Lampung City HIV/AIDS cases reached 238 cases and in 2015 increased to 371 cases. The high problem of HIV/AIDS encourages the government to carry out control efforts. One of them is through the “Aku Bangga Aku Tahu” (ABAT) HIV/AIDS campaign. Aims to increase knowledge, perception, reduce stigma and improve HIV/AIDS prevention behavior.Purpose : Knowing the effect of the “Aku Bangga Aku Tahu” Campaign on the knowledge and attitudes of teenagers about HIV & AIDS at Kartikatama Metro High School in 2018Methode : The research method used is quantitative with a pre-experimental research design and a one group pre-post test design approach. The sample used in this study is total sampling, and respondents will be divided into four groups who receive ABAT campaign interventions with different information delivery media, namely video, story sheets, leaflets and the last group is given intervention with the three media (video, story sheet). and leaflets), in which each group consisted of 20 respondents. The data analysis used was univariate, bivariate and multivariate analysis using T test and Anova test.Results : The results of data analysis showed that the results of all media (story sheets, videos and leaflets) obtained p-value = 0.000 < = 0.05 which means that there is an influence of counseling media in the form of story sheets, videos and leaflets on the knowledge and attitudes of adolescents about HIV/AIDS. AIDS at SMA KARTIKATAMA Metro in 2018. In the knowledge variable, the most influential media is video, while the media attitude variable is the story sheet.Conclusion : Based on the results of the study, it can be concluded that there is a positive relationship between counseling media and adolescent knowledge and attitudes about HIV/AIDSSuggestion: For the relevant health offices to further improve monitoring, socialization and providing information including the use of regular ABAT campaigns both to the community and youth in schools about how to prevent HIV&AIDS 
Herbal Extract Of Ginger And Honey To Acute Respiratory Infection In Toddler; Literature Review Esti Susilowati; Fitri Yuliana; Ali Rakhman Hakim
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i4.7989

Abstract

Latar Belakang: ISPA adalah penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita. ISPA akan menyebabkan kematian pada bayi dan balita karena memiliki dampak pada gangguan fungsi pernapasan. Infeksi saluran pernafasan akut merupakan penyakit yang sering terjadi pada balita dengan kejadian tiga sampai enam kali dalam setahun. Pemberian herbal  tradisional sebagai terapi non farmakologi dapat digunakan sebagai terapi pendamping perawatan medis dalam menangani ISPA pada balita. Kandungan herbal jahe dan madu dikenal dapat menurunkan tingkat keparahan batuk di malam hari sehingga mengurangi gangguan tidur. Kualitas tidur yang baik dapat memperbaiki kondisi ISPA sehingga tidak terjadi komplikasi yang lebih buruk.Tujuan: Mengidentifikasi bukti ilmiah ekstrak herbal jahe dan madu terhadap ISPA pada Balita.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan Literatur Review dengan mencari artikel pada database Pubmed, DOAJ, Google Scholar  dengan kata kunci “Balita, Jahe, Madu, dan ISPA” dan diperoleh 6 artikel yang sesuai dengan penilaian The JBI Critical Apprasial Tool.Hasil: Berdasarkan hasil penelitian bahwa hasil yang ditemukan dari enam (6) jurnal Internasional, 5 dengan metode RCT dan 1 menggunakan metode Quasi Eksperimen. terbukti dari 3 jurnal yang membenarkan bahwa jahe efektif dalam mengatasi batuk dan ISPA, dan 3 diataranya masih belum menemukan efek dari madu untuk penanganan ISPA pada balita. Dari hasil yang didapatkan Terapi non farmakologi pemberian jahe madu terbukti dapat menurunkan keparahan batuk serta meningkatkan kualitas tidur pada penderita ISPA.Kesimpulan: Ekstrak herbal jahe dan madu dapat mengurangi batuk maupun ISPA pada balita, terbukti dari 3 jurnal yang membenarkan bahwa jahe efektif dalam mengatasi batuk dan ISPA, dan 3 diataranya masih belum menemukan efek dari madu untuk penanganan ISPA pada balita.Saran: Diharapkan dapat digunakan sebagai obat herbal yang aman tanpa menimbulkan efek samping Kata Kunci: Balita, Ekstrak Herbal Jahe, Honey, ISPA ABSTRACT Background: Acute respiratory infections (ARI) is the main cause of morbidity and mortality in children under five. ARI will cause death in infants and toddlers because it has an impact on respiratory function disorders. Acute respiratory infection is a disease that often occurs in toddlers with an incidence of three to six times a year. The provision of traditional herbs as non-pharmacological therapy can be used as a complementary therapy for medical care in dealing with ARI in toddlers. The herbal content of ginger and honey is known to reduce the severity of coughs at night, thereby reducing sleep disturbances. Good sleep quality can improve the condition of ARI so that there are no worse complications.Purpose: Identify scientific evidence of herbal extracts of ginger and honey to ARI in toddlers.Method: This study uses a Literature Review approach by searching for articles in the Pubmed, DOAJ, Google Scholar databases with the keywords "Toddler, Ginger, Honey, and Acute Respiratory Infections" and obtained 6 articles that match the assessment of The JBI Critical Apprasial Tool.Results: Based on the results of the study that the results were found from six (6) international journals, 5 using the RCT method and 1 using the Quasi Experiment method. it is proven from 3 journals that confirm that ginger is effective in overcoming coughs and ARI, and 3 of them still have not found the effect of honey for handling ARI in toddlers. From the results obtained, non-pharmacological therapy with ginger honey has been shown to reduce cough severity and improve sleep quality in ARI patients.Conclusion: Ginger and honey herbal extracts can reduce coughs and ARI in toddlers, as evidenced by 3 journals that confirm that ginger is effective in treating coughs and ARIs, and 3 of them still haven't found the effect of honey for treating ARI in toddlers.Suggestion: It is hoped that it can be used as a safe herbal medicine without causing side effects Keyword: Acute Respiratory Infections, Extract of Ginger, Honey, Toddler
Factors Related To Knowledge Of Post Partum Mothers About Oxytocin Massage Desi Nurlaela Mulyana; Suaybatul Islamiyah
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i3.6609

Abstract

 Latar Belakang: Pijat oksitosin adalah pijatan relaksasi pada punggung ibu untuk merangsang hormon oksitosin. Menurut Profil Kesehatan Indonesia tahun 2015 jumlah presentasi bayi yang mendapatkan ASI eksklusif sebanyak 55,7% sedangkan cakupan ASI Eksklusif targetnya adalah 80%. Pijat oksitosin yang dilakukan sepanjang vertebre sampai tulang costae kelima atau keenam. Pijat oksitosin merupakan salah satu solusi untuk mengatasi ketidaklancaran ASI.Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu nifas tentang pijat oksitosin di wilayah RT 002 dan RT 003 RW 02 Desa Pusaka Rakyat Kecamatan Tarumajaya tahun 2021Metode: Penelitian ini menggunakan desain total sampling dengan teknik pengambilan data total sampling, jumlah sampel sebanyak 30 responden. Analisa data yang digunakan adalah univariat, bivariate dan multivariate dengan uji chi square seluruh analisa data diolah dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Cara pengumpulan data menggunakan data primer varibel X yaitu usia, pendidikan, pekerjaan, paritas dan sumber informasi dengan varibel Y yaitu Pengetahuan ibu nifasHasil: Berdasarkan analisa data didapatkan hasil bahwa variabel yang behubungan dengan pengetahuan ibu tentang pijat oksitosin adalah : pengetahuan ibu terhadapusia (p value =0,01), pengetahuan terhadap pendidikan (p value =0,02), pengetahuan terhadap paritas (p value =0,03), pengetahuan terhadap pekerjaan (p value =0,01), pengetahuan terhadap sumber informasi (p=0,04).Kesimpulan: Peneliti berasumsi bahwa pentingnya pengetahuan ibu nifas tentang Pijat Oksitosin untuk meningkat produksi ASI dan mendukung program pemberian ASI Eksklusif sehingga dapat mengatasi masalah ASI yang tidak lancar.Saran: Disarankan kepada ibu untuk meningkatkan pengetahuan tentang pijat oksitosin serta meningkatkan program komunikasi, informasi dan edukasi kepada ibu nifas khususnya tentang pijat oksitosin. Kata Kunci : Pengetahuan, Pijat Oksitosin ABSTRACT         Background: Oxytocin massage is a relaxing massage on the mother's back to stimulate the oxytocin hormone. According to the 2015 Indonesian Health Profile, the percentage of infants receiving exclusive breastfeeding was 55.7%, while the target for exclusive breastfeeding was 80%. Oxytocin massage is carried out along the vertebrae to the fifth or sixth rib. Oxytocin massage is one solution to overcome breast milk insufficiency.Objective: This study was to determine the relationship between factors related to postpartum mother's knowledge about oxytocin massage in the area of RT 002 and RT 003 RW 02 Pusaka Rakyat Village, Tarumajaya District in 2021.Methods: This study uses a total sampling design with a total sampling technique of data collection, the number of samples is 30 respondents. Analysis of the data used is univariate, bivariate and multivariate with chi square test all data analysis is processed with the help of SPSS software. How to collect data using primary data variable X namely age, education, occupation, parity and sources of information with variable Y namely Knowledge of postpartum mothersResults: Based on data analysis, it was found that the variables related to mother's knowledge about oxytocin massage were: mother's knowledge of age (p value = 0.01), knowledge of education (p value = 0.02), knowledge of parity (p value = 0.03), knowledge of work (p value = 0.01), knowledge of information sources (p = 0.04).Conclusion: Researchers assume that the importance of postpartum mother's knowledge about Oxytocin Massage to increase breast milk production and support exclusive breastfeeding programs so that they can overcome the problem of breastfeeding that is not smooth.Suggestion: It is recommended for mothers to increase knowledge about oxytocin massage and improve communication, information and education programs for postpartum mothers, especially about oxytocin massage.Keywords: Knowledge, Oxytocin Massage
Determinants Of The Cause Of Low Adherence To Pregnant Women Consuming Fe Tablet Sitti Nurul Hikma Saleh; Agustin Agustin
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i3.6735

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan merupakan suatu proses yang alamiah dan fisiologis. Ketidakpatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe dapat mengakibatkan terjadinya anemia, sehingga risiko abortus, partus, infeksi, syok hingga kematian. Diketahui bahwa 562 ibu hamil yang telah mendapatkan tablet Fe, 67% diantaranya tidak patuh dan tidak mengkonsumsi tablet Fe.Tujuan: Tujuan Penelitian ini untuk Determinan Penyebab Rendahnya Kepatuhan Ibu Hamil Mengkonsumsi Tablet Fe.Metode: Penelitian ini berjenis deskriptif-kuantitatif menggunakan uji Chi-Square, secara cross-sectional. Penelitian ini telah dilaksanakan di Puskesmas Lolak, Kota Kotamobagu, pada bulan januari 2022. Populasi sebanyak 562 orang, Sampel sebanyak 85 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Analisis data secara statistik Chi-square. Penyajian data menggunakan tabel yang di jelaskan secara deskriptif.Hasil: Pengetahuan ibu hamil menjadi faktor penyebab rendahnya kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe, yang di buktikan secara statistik dengan nilai P-Value sebesar 0,000. Motivasi ibu hamil, berkaitan dengan kepatuhannya dalam mengkonsumsi tablet Fe, hal ini terbukti dari hasil uji statistik P-Value 0,000. Dukungan keluarga secara signifikan menyebabkan tidak patuhnya ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe, secara statistik menunjukkan P-Value 0,000.Kesimpulan: Berdasarkan tujuan penelitian, Di ketahui bahwa faktor penyebab rendahnya kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe yaitu karena pengetahuan ibu dan keluarga terkait pentingnya dan manfaat mengkonsumsi tablet Fe, dan Dukungan keluarga serta motivasi ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe sangat kurang.Saran: Sangat perlu dilakukan edukasi yang disiplin dan komprehensif agar ibu dan keluarga betl-betul memahami pentingnya mengkonsumsi tablet Fe.Kata Kunci: Dukungan kelurga, Ibu hamil, Motivasi, Pengetahuan, Tablet Fe ABSTRACT Background: Pregnancy is a natural and physiological process. Disobedience of pregnant women in consuming Fe tablets can lead to anemia, increasing the risk of abortion, parturition, infection, and shock to death. It is known that of 562 pregnant women who have received Fe tablets, 67% of them are not obedient and do not consume Fe tablets.Purpose: The aims of this study was to Determinants of the Cause of Low Adherence to Pregnant Women Consuming Fe Tablets.Method: This research is of the quantitative descriptive type with Chi-Square Analysis, with cross-sectionally study. This research was carried out at the Lolak Health Center, Kotamobagu City, in January 2022. The population was 562, and the sample was 85 people. -Collecting data using a questionnaire by conducting direct interviews. Chi-square statistical data analysis Presentation of data using a table that is described descriptively..Results: Knowledge of pregnant women is a factor causing low compliance of pregnant women in consuming Fe tablets, which is proven statistically with a P-Value value of 0.000. The motivation of pregnant women is related to their compliance in consuming Fe tablets. This is evident from the results of the P-Value 0.000 statistical test. Family support significantly causes non-adherence of pregnant women to consumption Fe tablets, which statistically shows a P-Value of 0.000.Conclusion: Based on the research objectives, it is known that the factors causing the low compliance of pregnant women in consuming Fe tablets are due to the knowledge of the mother and family regarding the importance and benefits of consuming Fe tablets, and family support and motivation of pregnant women to consume Fe tablets is very lacking.Suggestion: It is very necessary to carry out a disciplined and comprehensive education so that mothers and their families really understand the importance of consuming Fe tablets. Keyword:  Fe Tablets, Knowledge, Motivation, Pregnant woment’s, Family support
Reinforcing Factors For Midwife To Encourage Exclusive Breastfeeding Elly Susilawati; Yanti Yanti; Siska Helina
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i4.7233

Abstract

Latar belakang : Secara nasional, cakupan bayi mendapat ASI eksklusif tahun 2019 yaitu sebesar 67,74%. Angka tersebut sudah melampaui target Renstra tahun 2019 yaitu 50%. Cakupan bayi yang diberi Asi Eksklusif di Provinsi Riau pada tahun 2018 dan 2019 adalah 35% dan 75%. Cakupan ini sudah mencapai target yang ditetapkan yaitu 47%. Namun masih ada kabupaten yang belum mencapai target yaitu kabupaten Rokan Hilir (35%). Kota Pekanbaru mencatat pencapaian pemberian asi eksklusif pada tahun 2020 sebesar 53,4% lebih rendah dibandingkan pencapaian tahun 2019 yaitu sebesar 73,2%. Keberhasilan pencapaian target pemberian asi eksklusif ini tidak lepas dari campur tangan dan motivasi dari tenaga Kesehatan khususnya bidan.Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah didapatnya informasi mengenai faktor apa saja yang ada pada tenaga Kesehatan khususnya Bidan dalam mendukung pemberian asi eksklusif pada ibu menyusui di Kota Pekanbaru.Metode : penelitian ini dilakukan di PMB kota Pekanbaru pada bulan Maret - juli 2022. Jenis penelitian ini menggunakan desain penelitian berjenis kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif analitik. Sampel dalam Penelitian ini adalah bidan yang bekerja di Puskesmas Kota Pekanbaru dan bidan yang bekerja di PMB/Klinik Pratama Kota Pekanbaru yang berjumlah 1.862 orang. Namun pada penelitian ini sampel penelitian hanya diambil 10% dari total populasi dengan rincian Klinik Pratama sebanyak 10 klinik, Puskesmas sebanyak 6 dan PMB sebanyak 13 sehingga total sampel berjumlah 137 orang bidan. Metode Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan SPSS dengan melakukan Analisa Univariat Chi Square.Hasil : hasil penelitian yang didapat adalah bahwa Sebagian besar bidan bekerja di Puskesmas Simpang Tiga (10.94%), Sebagian besar bidan berusia antara 20-30 tahun (51,8%), Sebagian besar bidan bekerja selama 1-10 tahun (42,3%), dan rata-rata bidan berpendidikan D3 Kebidanan (63,5%). Berdasarkan penelitian didapatkan data bahwa seluruh bidan memiliki peran yang baik dalam memberikan dorongan pada ibu menyusui  untuk memberikan asi eksklusif (100%), sebahagian besar bidan memiliki kinerja baik dalam memberikan dorongan pada ibu menyusui  untuk memberikan asi eksklusif (59.9%), seluruh bidan memiliki dukungan yang baik dalam memberikan dorongan pada ibu menyusui  untuk memberikan asi eksklusif (100%), seluruh bidan memiliki sikap yang baik dalam memberikan dorongan pada ibu menyusui  untuk memberikan asi eksklusif (100%), seluruh bidan memiliki pengetahuan yang baik dalam memberikan dorongan pada ibu menyusui  untuk memberikan asi eksklusif (100%).Simpulan : kesimpulan pada penelitian ini adalah seluruh bidan memiliki peran yang baik dalam memberikan dorongan pada ibu menyusui  untuk memberikan asi eksklusif, sebahagian besar bidan memiliki kinerja baik dalam memberikan dorongan pada ibu menyusui  untuk memberikan asi eksklusif, seluruh bidan memiliki dukungan yang baik dalam memberikan dorongan pada ibu menyusui  untuk memberikan asi eksklusif,  seluruh bidan memiliki sikap yang baik dalam memberikan dorongan pada ibu menyusui  untuk memberikan asi eksklusif, seluruh bidan memiliki pengetahuan yang baik dalam memberikan dorongan pada ibu menyusui  untuk memberikan asi eksklusif.Saran : diharapkan kepada seluruh bidan agar dapat mempertahankan untuk memberikan peran, kinerja, dukungan, sikap dan pengetahuan yang baik dalam mendukung ibu menyusui agar tetap memberikan asi eksklusif  kepada bayinya. Kata kunci: ASI Eksklusif, Bidan,Ibu menyusui    ABSTRACT Background: Nationally, the coverage of infants receiving exclusive breastfeeding in 2019 was 67.74%. This figure has exceeded the 2019 Strategic Plan target of 50%. The coverage of infants who were exclusively breastfed in Riau Province in 2018 and 2019 was 35% and 75%, respectively. This coverage has reached the set target of 47%. However, there are still districts that have not reached the target, namely the Rokan Hilir district (35%). Pekanbaru City recorded the achievement of exclusive breastfeeding in 2020 by 53.4%, lower than the achievement in 2019 which was 73.2%. The success of achieving the target of exclusive breastfeeding cannot be separated from the intervention and motivation of health workers, especially midwives.Objective: The purpose of this study was to obtain information about what factors exist in health workers, especially midwives, in supporting exclusive breastfeeding for breastfeeding mothers in Pekanbaru City.Results: the results of the study showed that most of the midwives worked at the Simpang Tiga Health Center (10.94%), most of the midwives were between 20-30 years old (51.8%), and most of the midwives worked for 1-10 years (42.3 %), and the average midwife has a D3 Midwifery education (63.5%). Based on the research data, it was found that all midwives had a good role in encouraging breastfeeding mothers to give exclusive breastfeeding (100%), most of the midwives had good performance in encouraging breastfeeding mothers to give exclusive breastfeeding (59.9%), all midwives had good support in encouraging breastfeeding mothers to give exclusive breastfeeding (100%), all midwives have a good attitude in encouraging breastfeeding mothers to give exclusive breastfeeding (100%), all midwives have good knowledge in encouraging mothers breastfeeding to provide exclusive breastfeeding (100%).Conclusion: This study concludes that all midwives have a good role in encouraging breastfeeding mothers to give exclusive breastfeeding, most midwives have good performance in encouraging breastfeeding mothers to give exclusive breastfeeding, and all midwives have good support in encouraging breastfeeding mothers to give exclusive breastfeeding,all midwives have a good attitude in encouraging breastfeeding mothers to give exclusive breastfeeding, all midwives have good knowledge in encouraging breastfeeding mothers to give exclusive breastfeeding.Suggestion: it is expected that all midwives can maintain provide good roles, performance, support, attitudes, and knowledge in supporting breastfeeding mothers to continue to provide exclusive breastfeeding to their babies. Keyword:  Breastfeeding Mothers,Exclusive Breastfeeding, Midwives 

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue