cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 971 Documents
The Effectiveness Of Peppermint Aromatherapy And Lemon Aromaterapy To Reduce Nausea And Vomiting In Pregnant Women In Trimester I Yasmin Fauziah; Yenny Aulya; Retno Widawati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i2.5001

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi ibu hamil yang mengalami mual muntah (emesis gravidarum) adalah 70%-80%. Mual dan muntah (muntah) kebanyakan terjadi pada usia kehamilan sebelum 12 minggu dan keluhan terjadi pada pagi hari. Hal ini mengganggu aktivitas ibu hamil. Ada beberapa cara, salah satunya adalah aromaterapi.Tujuan: mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi peppermint dan lemon terhadap penurunan frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester I di BPM Eem Markonah Kabupaten Bandung Tahun 2021.Metode: Peneliti menggunakan desain eksperimen semu dengan desain non-equivalent control group design. Sampel dalam penelitian terdiri dari 30 ibu hamil yang diberikan terdiri dari 15 ibu hamil kelompok intervensi yang diberi aromaterapi peppermint dan 15 ibu hamil kelompok kontrol yang diberi aromaterapi lemon. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Aromaterapi diberikan secara inhalasi selama 10 menit sebanyak 2 tetes, digunakan setiap pagi sekali, selama 7 hari. Instrumen penelitian berupa lembar observasi frekuensi mual muntah sebelum dan sesudah diberikan intervensi dan dijumlahkan skornya menggunakan sistem PUQE-24 yang diukur frekuensi mual muntahnya selama 24 jam. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi. Analisis yang digunakan adalah uji t berpasangan untuk menguji kelompok dan uji t independen untuk uji antar kelompok.Hasil: Pada kelompok intervensi aromaterapi peppermint, skor frekuensi mual muntah sebelum dan sesudah intervensi adalah 6,87 dan 3,87 dengan uji t berpasangan < 0,05. Pada kelompok pembanding aromaterapi lemon, skor frekuensi mual muntah sebelum dan sesudah intervensi adalah 7,33 dan 4,67 dengan uji t berpasangan < 0,05. Hasil uji independent t-test antara kelompok peppermint dan kelompok lemon p value < 0,05, sehingga tidak ada perbedaan antara kelompok peppermint dan kelompok lemon dalam menurunkan frekuensi mual muntah.Kesimpulan: Aromaterapi peppermint dan aromaterapi Lemon berpengaruh dalam menurunkan frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester I.Saran; Aromaterapi peppermint dan lemon dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari bagi ibu hamil untuk mengurangi mual dan muntah. Kata kunci: Aromaterapi Lemon, Mual Muntah, Peppermint. ABSTRACT Background: Prevalencepregnant women who experience nausea and vomiting (emesis gravidarum) as much as 70% -80%, nausea (nausea) and vomiting (vomiting) often occur at gestational age before 12 weeks and complaints occur in the morning. This interferes with the activities of pregnant women. There are several ways, one of which is aromatherapy.Objective:Knowing the effect of giving peppermint and lemon aromatherapy to reduce the frequency of nausea and vomiting in first trimester pregnant women at BPM Eem Markonah, Bandung district in 2021.Methodology:The researcher used a quasi-experimental design with a non-equivalent control group design. The sample in the study consisted of 30 pregnant women consisting of 15 pregnant women in the intervention group who were given peppermint aromatherapy and 15 pregnant women in the control group who were given lemon aromatherapy. The sampling technique used was purposive sampling. Aromatherapy is given by inhalation for 10 minutes as much as 2 drops, used once every morning, for 7 days. The research instrument was an observation sheet on the frequency of nausea and vomiting before and after the intervention was given and the scores were added up using the PUQE-24 system which measures the frequency of nausea and vomiting for 24 hours. Measurements were taken before and after giving aromatherapy.Result:In the peppermint aromatherapy intervention group, the frequency scores of nausea and vomiting before and after the intervention were 6.87 and 3.87 with paired t-test <0.05. In the comparison group of lemon aromatherapy, the frequency scores of nausea and vomiting before and after the intervention were 7.33 and 4.67 with paired t-test <0.05. The results of independent t-test between the peppermint group and the lemon group p value <0.05, so there is no difference between the peppermint group and the lemon group in reducing the frequency of nausea and vomiting.Conclusion:Peppermint and lemon aromatherapy can reduce the frequency of nausea and vomiting in first trimester pregnant women.Suggestion:Peppermint and lemon aromatherapy can be suggested by midwives to reduce the frequency of nausea and vomiting in first trimester pregnant women. Keywords :lemon aromatherapy, nausea and vomiting, peppermint  
Oxytocin Massage Effects Increasing Breast Milk Production In Postpartum Mothers Ike Ate Yuviska; Neneng Siti Lathifah; Via Malfinia Ashari; Anggraini Anggraini
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i2.5095

Abstract

Latar Belakang : Pijat oksitosin merupakan tindakan yang dilakukan suami pada ibu menyusui berupa pijat punggung pada punggung ibu untuk meningkatkan pelepasan hormon oksitosin. Menurut data Profil Kesehatan Provinsi Lampung (2019), dari total pemberian ASI eksklusif, hanya 69,3% bayi usia 0-6 bulan. Kurangnya pemberian ASI eksklusif di perkotaan dengan persentase 50%-<75% terutama di Bandar Lampung dan beberapa kabupaten lainnya, sedangkan di Kabupaten Tanggamus pemberian ASI eksklusif untuk bayi usia 0-6 bulan sebesar 80,6%. Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama didasarkan pada bukti ilmiah tentang manfaat ASI bagi kelangsungan hidup, tumbuh kembang bayi.Tujuan : Penelitian ini untuk mengetahui Rata-rata Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Peningkatan Produksi ASI Pada Ibu postpartum Di BPM Damsiana S.ST Talang Padang Tahun 2021.Metode : Metode yang digunakan adalah Pre Experimental dengan pendekatan one group pretest and posttest design. Data seluruh ibu postpartum normal yang bersalin di BPM Damsiana, S.ST. dalam 1 bulan ibu postpartum sebanyak 40 orang, dengan teknik purposive sampling, analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji wilcoxon.Hasil : Hasil uji statistik diperoleh nilai P = 0,000 (<0,05) yang artinya ada pengaruh pijat oksitosin terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu Postpartum  di BPM Damsiana S.ST Talang Padang  Tahun  2021.Kesimpulan : Menurut peneliti , dengan memberikan pijat oksitosin alternatif yang dapat merangsang proses peningkatan produksi ASI, pijat oksitosin memberikan rasa nyaman, rileks dan tenang sehingga membantu meningkatkan produksi ASI menjadi lebih banyak dan dapat mengatasi masalah ASI yang tidak lancar. produksi.Saran : Disarankan kepada ibu yang didampingi keluarganya dapat melakukan kegiatan ini secara rutin, tujuannya untuk memperlancar ASI, dan diharapkan setelah diberikan pijat oksitosin akan terjadi peningkatan kelancaran ASI. Kata Kunci : menyusui, pijat oksitosin, ibu postpartum ABSTRACT Backgrounds:Oxytocin massage is an action taken by husbands on breastfeeding mothers in the form of back massage on the mother's back to increase the release of the hormone oxytocin. According to data from the Health Profile of Lampung Province (2019), of the total exclusive breastfeeding, only 69.3% of infants aged 0-6 months. The lack of exclusive breastfeeding in urban areas with a percentage of 50%-<75%, especially in Bandar Lampung and several other districts, while in Tanggamus district, exclusive breastfeeding for infants aged 0-6 months is 80.6%.International guidelines that recommend exclusive breastfeeding for the first 6 months are based on scientific evidence about the benefits of breastfeeding for infant survival, growth and development.Purpose :this study is to know the Average Effect of Oxytocin Massage on Increasing Breast Milk Production in Postpartum Mothers at BPM Damsiana S.ST Talang Padang in 2021.Methods :the method is Pre Experimental with approach one group pretest and posttest design. Data on all normal postpartum mothers who gave birth at BPM Damsiana, S.ST. in 1 month there were 40 postpartum mothers, technique purposive sampling, univariate and bivariate data analysis using wilcoxon test.Results : The results of the statistical test obtained a P-value = 0.000 (<0.05) which means that there is an effect of oxytocin massage on increasing milk production in postpartum mothers at BPM Damsiana S.ST Talang Padang in 2021.Conclusion:According to researchers, by giving oxytocin massage, an alternative that can stimulate the process of increasing breast milk production, oxytocin massage provides a sense of comfort, relaxation and calm so that it helps increase milk production to become more and can overcome the problem of non - Smooth milk production.Suggestions:It is recommended that mothers accompanied by their families can carry out this activity regularly, the goal is to smooth breast milk, and it is hoped that after being givenmassage there oxytocin will be an increase in the smoothness of breast milk. Keywords: Breastfeeding ,Oxytocin Massage,Postpartum Mothers  
Factors That Influence Hyperemesis Gravidarum Masrawati Hulu; Donal Nababan; Jasmen Manurung
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i2.5734

Abstract

Latar Belakang Kehamilan dengan komplikasi mual dan muntah adalah gejala umum pada sekitar 70% sampai 85% dari semua kehamilan. Insiden kasus hiperemesis gravidarum adalah 0,8% sampai 3,2% dari seluruh kehamilan atau sekitar 8 sampai 32 kasus per 1000 kehamilan. Berdasarkan data Provinsi Sumatera Utara angka kejadian hiperemesis gravidarum sebesar 59% dan di Kota Medan hiperemesis gravidarum masih mencapai 35%. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi hiperemesis gravidarum di RSU Sundari Tahun 2019.Metode Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah survei kuantitatif analitik dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 226 responden dan sampel yang digunakan total populasi sebanyak 226 responden. Data yang digunakan adalah data sekunder. Analisis data menggunakan bivariat dan multivariat.Hasil yang diperoleh dengan menggunakan uji chi square, ada hubungan umur p = 0,002, ada hubungan paritas p = 0,000, ada hubungan umur kehamilan p = 0,005, ada hubungan umur kehamilan p = 0,000, tidak ada hubungan antara kehamilan ganda p = 0,488.Kesimpulan  Usia kehamilan merupakan pengaruh paling dominan terhadap terjadinya hiperemesis gravidarum dengan nilai Exp (B) sebesar 9.943 (95% CI, 4.859-20.348).Sarankan kepada RSUD Sundari untuk meningkatkan pelayanan sehingga dapat menurunkan angka hiperemesis gravidarum dengan memberikan penyuluhan dan pembuatan spanduk dan poster tentang pencegahan dan pengobatan dini hiperemesis gravidarum. Kata kunci: Gemeli, gestasi, Hiperemesis Gravidarum, interval kehamilan, paritas, usia ABSTRACT Background Pregnancies complicated by nausea and vomiting are a common symptom in about 70% to 85% of all pregnancies. The incidence of hyperemesis gravidarum cases is 0.8% to 3.2% of all pregnancies or about 8 to 32 cases per 1000 pregnancies. Based on data from North Sumatra Province, the incidence of hyperemesis gravidarum was 59% and in Medan City, hyperemesis Gravidarum still reached 35%.Purpose to determine the factors that influence hyperemesis gravidarum at Sundari General Hospital in 2019.Methods The type of research in this study was a quantitative analytic survey using a cross sectional study design. The total population was 226 respondents and the sample used a total population of 226 respondents. The data used are secondary data. Data analysis used bivariate and multivariate.Results obtained by using the chi square test, there is a relationship between age p = 0.002, there is a relationship of parity p = 0.000, there is a relationship between gestational age p = 0.005, there is a relationship between gestational age p = 0.000, there is no relationship between multiple pregnancies p = 0.488.Conclusion Gestational age was the most dominant influence on the occurrence of hyperemesis gravidarum with an Exp (B) value of 9,943 (95% CI, 4,859-20,348).Suggestion for Sundari Hospital to improve services so that the hyperemesis gravidarum rate can decrease by providing counseling and making banners and posters about the prevention and early treatment of hyperemesis gravidarum. Keywords: Gemeli, gestation, Hyperemesis Gravidarum, gestational interval, parity, age 
Antibody Levels Of Health Personnel Post-Booster Vaccination Phase-III Nur Fajri; Muh. Nasrum Massi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i4.7668

Abstract

ABSTRACK Background: Health workers are one of the groups most at risk of being infected with Covid-19 due to their intense interactions with patients. Therefore, it is necessary to make efforts to increase the endurance of the pandemic by administering vaccines.Purpose: This study aims to determine the effectiveness of giving phase III booster vaccinations for health workers against increasing Covid-19 antibody titers.Methode: This study belongs to the type of descriptive quantitative research, the sampling technique is carried out using the slovin formula.Results: The results showed that constantly (100%), giving booster vaccinations to health workers can increase the effectiveness of the Covid-19 vaccine that has previously been given and is able to strengthen the antibody that has been awakened.  Conclusion: The administration of the phase III booster vaccine can increase the titer of the Covid-19 antibody so that the risk of transmission of the corona virus can be suppressed.Suggestion: Other puskesmas can carry out phase-III booster vaccinations for health workers as a whole
The Effect Of Adolescent Reproductive Health Education On Adolescent's Knowledge About Premarry Sex Behavior Ameliana puspita; Neneng Siti Lathifah
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i3.5691

Abstract

Latar Belakang: Menurut data WHO, satu dari lima wanita di dunia telah melahirkan pada usia 18 tahun. Menurut Media Indonesia, 85% anak usia 15 tahun pernah melakukan hubungan seks pranikah. Di Indonesia, pada tahun 2017 (Kuartal I) data kasus infeksi menular seksual dari Januari hingga Maret sebanyak 10.376 orang. Di Kota Bandar Lampung Penyakit Menular Seksual yang dijadikan laporan utama adalah kasus HIV dan AIDS.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan reproduksi terhadap pengetahuan remaja tentang perilaku seksual di SMA “X” Bandar Lampung Tahun 2018.Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan one group pre-post test design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA “X” Bandar Lampung tahun 2018 dengan usia rentan 14,15 dan 16 tahun yang berjumlah 87 responden, sedangkan sampel penelitian sebanyak 46 orang dengan menggunakan Simple Random Sampling. Analisis dalam penelitian ini menggunakan uji-t dependen.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan remaja tentang perilaku seksual sebelum pemberian Konseling Kesehatan Reproduksi di SMA “X” Bandar Lampung tahun 2018 adalah 55,41 dan setelahnya adalah 76,85 dengan p-value pengetahuan yang diperoleh 0,000,Kesimpulan: Ada pengaruh Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja terhadap pengetahuan tentang perilaku seksual remaja di SMA “X” Bandar Lampung Tahun 2018.Saran agar dinas kesehatan dan dinas pendidikan lebih memperhatikan masalah kesehatan reproduksi remaja, dan diharapkan remaja dapat menghindari perilaku seksual. yang negatif. Kata kunci: Konseling Kesehatan Reproduksi, Pengetahuan Remaja, Perilaku Seksual  ABSTRACT Background: According to WHO data, one in five women in the world has given birth at the age of 18 years. According to Media Indonesia, 85% of 15-year-olds have had premarital sex. In Indonesia, in 2017 (Quarter I) data on cases of sexually transmitted infections from January to March were 10,376 people. In the city of Bandar Lampung Sexually Transmitted Diseases that are used as the main reports are cases of HIV and AIDS.Purpose: To find out the effect of reproductive health counseling on adolescent knowledge about sexual behavior at SMA "X" Bandar Lampung in 2018.Methods: This type of research is quantitative with a one group pre-post test design approach. The research population is class X students at SMA "X" Bandar Lampung in 2018 with a vulnerable age of 14,15 and 16 years, totaling 87 respondents, while the research sample is 46 using Simple Random Sampling. The analysis in this study uses the t-test dependent.Results: The results showed that the average knowledge of adolescents about sexual behavior before giving Reproductive Health Counseling at SMA "X" Bandar Lampung in 2018 was 55.41 and after was 76.85 with the p-value of knowledge obtained 0.000,Conclusion: There is an effect of Adolescent Reproductive Health Counseling on knowledge about adolescent sexual behavior at SMA "X" Bandar Lampung in 201Suggestion for the health office and education office to pay more attention to adolescent reproductive health problems, and it is hoped that adolescents can avoid sexual behavior. negative ones. Keywords: Adolescent Knowledge,,Reproductive Health Counseling, Sexual Behavior
Factors Related To Compliance With Pregnant Women Consuming Fe Tablet Dewi Astuti; Anggraini Anggraini; Susilawati Susilawati; Nita Ervianasari
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i3.5043

Abstract

ABSTRACT: THE FACTORS CONCERNING ADHERENCE OF PREGNANT WOMEN TAKING  FE TABLETS AT TULANG BAWANG I HEALTH CENTER IN 2021 Background : Anemia in pregnancy is a national problem because it reflects the value of the community socio-economic welfare, and has a significant influence on the quality of human resources. Based on the Baseline Health Research (Riskesdas) report (2018), the proportion of anemia has increased by 11.8% compared to 2013 report. The results of Baseline Health Research in 2018 show that in Indonesia the incidence of anemia in pregnant women was 48.9%. This number has increased in comparison with the Baseline Health Research data in 2013 amounted to 37.1% and 14.0% in 2007. Objectife : The purpose of the study was to determine the factors concerning adherence of pregnant women taking Fe tablets at Tulang Bawang 1 Health Center in 2021.Methods : This study method was quantitative using an analytical survey. The population in this study were pregnant women in their second and third trimester registered at the TulangBawang I Health Center who experienced anemia amounting to 54 respondents as of July 16, 2021. The sampling technique used in this study was the Accidental Sampling. The sample size in this study was 54 respondents.Results and Conclusion : The results showed that there was a significant relationship among knowledge (p value: 0.01, OR 1.72), education background (p value: 0.008), and attitude (p value 0.77) with the adherence of pregnant women to take Fe tablets at the TulangBawang I Health Center in 2021. There was no relationship between family support (P value: 0 ,59) with the adherence of pregnant women to take Fe tablets at the TulangBawang I Health Center in 2021. Suggestions for respondents are that pregnant women are expected to add more insight to seek information from both health workers and the mass media and routinely attend classes for pregnant women so that they understand more about the importance of taking tablets Fe.Keywords: Knowledge, education, attitude, family support, Adherenceof Taking  FE tablet pregnant women ABSTRAKLatar Belakang : Anemia pada kehamilan merupakan masalah nasional karena mencerminkan nilai kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat, dan pengaruhnya sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Berdasarkan laporan Riskesdas (2018), proporsi anemia mengalami peningkatan sebanyak 11,8% dari tahun 2013. Hasil Riskesdas tahun 2018 menunjukan bahwa di Indonesia kejadian anemia pada ibu hamil sebesar 48,9% ibu. Hal ini mengalami peningkatan jumlah dimana pada data  Riskesdas tahun 2013 hanya berjumlah 37,1 % dan 14,0% pada tahun 2007.Tujuan : Tujuan penelitian ini diketahui  Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Ibu hamil mengkonsumsi Tablet Fe di Puskesmas Tulang Bawang 1 Tahun 2021.Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan survey analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah Ibu hamil TM II dan TM III  di Puskesmas Tulang Bawang I yang mengalami anemia berjumlah 54 responden per tanggal 16 Juli 2021. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik Accidental Sampling. Besarnya sampel dalam penelitian ini 54 responden.Hasil dan Kesimpulan : Hasil penelitian didapatkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p value: 0,01, OR 1,72), pendidikan (p value : 0,008), sikap ( p value 0,77) dan tidak ada hubungan dukungan  keluarga ( P value : 0,59) dengan kepatuhan  ibu hamil mengkonsumsi tablet  Fe di Puskesmas Tulang Bawang I Tahun 2021. Saran bagi responden  diharapkan  ibu menambah wawasan  lebih banyak mencari informasi baik dari tenaga kesehatan maupun media massa dan rutin mengikuti kelas ibu hamil agar ibu lebih memahami tentang pentingnya mengkonsumsi tablet Fe. Kata Kunci : Pengetahuan, pendidikan, sikap, dukungan keluarga, kepatuhan konsumsi tablet FE ibu hamil
Giving Cinnamommum Verum To Pain And Healing Of Perineum Stitch Wounds In Puerperal Mother Martina Mogan; Endang Trisnawati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i4.8037

Abstract

Latar Belakang: Luka jahitan perineum merupaan keadaan yang normal terjadi pada ibu saat proses persalinan baik karena robekan spontan maupun episiotomy yang selanjutnya dilakukan tindakan penjahitan. Beberapa Ibu nifas di Puskesmas Harapan Kabupaten Jayapura mengalami rupture mengatakan nyeri pada luka perineum dan mengalami ketiknyamanan pada saat duduk dan berjalan. Ada beberapa metode yang dapat mempercepat penyembuhan luka jahitan yaitu dengan obat farmakologi dan obat herbal, misalnya Cinnamommum Verum (kayu maniss). Cinnamommum Verum mengandung senyawa eugenol dan bersifat analgesik sehingga mampu mengurangi nyeri dan mempercepat proses penyembuhan luka jahitan.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian seduhan Cinnamommum Verum terhadap nyeri dan penyembuhan luka jahitan perineum.Metode: Design pre eksprimental,dengan pendekatan two grub pretest-posttest disign, Populasi dalam penelitian ini adalah ibu nifas yang mengalami luka jahitan perineum, teknik sampling yang di gunakan adalah purposive sampling Sampel penelitian sebanyak 30 responden. Sampel dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok intervensi sebanyak 15 orang dan kelompok kontrol sebanyak 15 orang. Seduhan Cinnamommum Verum diberikan sebanyak 1,5 gram dengan 120 ml air panas per hari selama 3 hari kemudian dievaluasi. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi NRS (Numeric Ratting scale). Dalam penelitian ini Analisis yang digunakan Uji T-test untuk melihat perbedaan yang signifikan terhadap perubahan nyeri luka jahitan perineum. Selain itu juga digunakan uji statistic Mann Whitney U untuk membandingkan antara kelompok intervensi dan kontrol.Hasil: Uji statistic Mann Whitney U menunjukkan terdapat Pengaruh Pemberian Cinnamommum Verum Terhadap Penyembuhan Luka Jahitan Perineum Pada Ibu Nifas dengan nilai p-value =0.011<0.05. Hasil uji statistik dengan uji statistic Paired Sampel T-test menunjukkan terdapat Pengaruh Pemberian Cinnamommum Verum Terhadap Nyeri Luka Jahitan Perineum Pada Ibu Nifas dengan nilai p-value =0.002<0.05.Kesimpulan: Terdapat pengaruh Pemberian Cinnamommum Verum terhadap penurunan nyeri dan penyembuhan luka jahitan perineum pada ibu nifas di Puskesmas Harapan Kabupaten Jayapura. Disarankan kepada peneliti selanjutnya agar dapat melakukan penelitian sejenis dengan membadingkan dengan metode yang lain untuk membantu proses penyembuhan dan pengurangan rasa nyeri. Kata Kunci: Cinnamommum Verum, luka jahitan perineum, Nifas, Nyeri, Penyembuhan. ABSTRACT Background: Perineal suture wounds are a normal condition that occurs in the mother during the delivery process either due to spontaneous tearing or episiotomy which is subsequently done suturing. Some puerperal mothers at the Harapan Health Center, Jayapura Regency, experienced ruptures, saying pain in the perineal wounds and experiencing comfortable typing while sitting and walking. There are several methods that can accelerate the healing of suture wounds, namely with pharmacological drugs and herbal medicines, for example Cinnamommum Verum (cinnamon). Cinnamommum Verum contains eugenol compounds and is analgesic so that it can reduce pain and speed up the healing process of suture wounds.Purpose: To find out the effect of giving cinnamommum verum steeping on pain and healing of perineum stitch wounds.Methods: Design pre exprimental, with a two grub pretest-posttest approach disigned, The population in this study was puerperal mothers who had perineal suture wounds, the sampling technique used was purposive sampling The research sample was 30 respondents. The sample was divided into two groups, namely the intervention group of 15 people and the control group of 15 people. Cinnamommum Verum steeping is given as much as 1.5 grams with 120 ml of hot water per day for 3 days then evaluated. This research instrument used an NRS (Numeric Ratting scale) observation sheet. In this study, the analysis used the T-test to see significant differences in changes in perineal suture wound pain. In addition, the Mann Whitney U statistical test was also used to compare between intervention and control groups.Results: Mann Whitney U's statistical test showed that there was an effect of Cinnamommum Verum on the healing of perineal stitch wounds in Mrs. Nifas with a value of p-value = 0.011<0.05. The results of statistical tests with statistical test Paired T-test samples showed there was an effect of Cinnamommum Verum on Perineum Stitch Wound Pain in Mrs. Nifas with a value of p-value = 0.002<0.05.Conclusion: There is an effect of Cinnamommum Verum administration on reducing pain and healing of perineal suture wounds in puskesmas Harapan, Jayapura Regency. It is suggested to the next researcher to be able to conduct similar research by combining with other methods to help the healing process and reduce pain. Keywords: Cinnamommum Verum, Healing, Nifas, Pain, Perineal Stitch wound. 
Analysis Of Factors Related To Preeclamsia Incident On Pregnant Mother In Rsud Dr. Chasbulah Abdul Madjid, Bekasi Hasnah Fauziah; Yenny Aulya; Retno WidowatI
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i3.5014

Abstract

Backgrounds:Preeclampsia affects ten million people across the world each year. As for RSUD dr. Chasbulah Abdul Madjid in Bekasi City, preeclampsia affected 16.1% of the 1443 pregnant women who visited the hospital in 2020. Preeclampsia is a common reason of maternal death and can be harmful to the fetus if it is not treated promptly.Purpose:Conducted analysis of factors related to preeclampsia in pregnant women in RSUD dr. Chasbulah Abdul Madjid Bekasi City in 2021.Methods:This research was an analytical study with a case control design. Samples were pregnant women with gestational age more than 20 weeks who visited RSUD as many as 106 people with purposive sampling technique. The data were collected using questionnaires and medical record data. The data were analyzed using the Chi Square test.Results:Pregnant women who experienced preeclampsia estimated to account for 50% of all cases, with poor knowledge amounted to 51.9 percent, a negative attitude amounted to 54.7 percent, poor eating habits amounted to 52.8 percent, stress amounted to 53.8 percent, and light physical activity amounted to 54.8 percent. Bivariate analysis revealed a strong link between preeclampsia in pregnant women and knowledge (p=0.006), attitude (p=0.001), eating habits (p=0.000), stress (p=0.000), and physical activity (p=0.000).Conclusion:The majority of them have poor understanding (51.9%), a negative attitude (54.7%), poor dietary habits (52.8%), are stressed (53.8%), and engage in light physical activity (54.8%). At RSUD pubdr. Chasbulah Abdul Madjid Bekasi City in 2021, there was a substantial relationship between knowledge, attitudes, dietary habits, stress, and physical activity and the incidence of preeclampsia in pregnant women.Suggestion Pregnant women are expected to improve their eating habits during pregnancy in order to prevent preeclampsia by avoiding foods high in fat, sodium, and carbohydrates and instead eating nutritious food with a balanced nutritional menu, increasing consumption of fruits and vegetables, and consuming more protein. Keywords: preeclampsia, pregnant women. ABSTRAK Latar Belakang: Sepuluh juta wanita menderita preeklamsia setiap tahun di seluruh dunia. Adapun di RSUD dr. Chasbulah Abdul Madjid Kota Bekasi pada tahun 2020, sebanyak 16,1% dari 1443 ibu hamil yang melakukan kunjungan, menderita preeklamsia. Preeklamsia diketahui sebagai penyumbang kematian ibu dan bisa menimbulkan bahaya pada janin yang dikandungnya apabila tidak segera ditangani.Tujuan: Melakukan analisis faktor yang berhubungan dengan preeklamsia pada ibu hamil di RSUD dr. Chasbulah Abdul Madjid Kota Bekasi Tahun 2021.Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan case control. Sampel adalah ibu hamil dengan usia kehamilan lebih dari 20 minggu yang melakukan kunjungan ke RSUD dr. Chasbulah Abdul Madjid sebanyak 106 orang dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan kuesioner dan data rekam medik Data dianalisi dengan menggunakan uji Chi Square.Hasil Penelitian: Ibu hamil yang mengalami preeklamsia sebesar 50% dengan pengetahuan kurang baik 51,9%, sikap negatif 54,7%, kebiasaan makan kurang baik 52,8%, mengalami stres 53,8% dan dan aktivitas fisik ringan 54,8%. Analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,006), sikap (p=0,001), kebiasaan makan (p=0,000), stres (p=0,000) dan aktivitas fisik (p=0,000) dengan preeklamsia pada ibu hamil.Simpulan: Sebagian besar memiliki pengetahuan kurang baik 51,9%, sikap negatif 54,7%, kebiasaan makan kurang baik 52,8%, mengalami stres 53,8% dan aktivitas fisik ringan 54,8%. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, kebiasaan makan, stres dan aktivitas fisik dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di RSUD dr. Chasbulah Abdul Madjid Kota Bekasi Tahun 2021. Peluang terbesar terhadap kejadian preeklamsia pada ibu hamil yaitu kebiasaan makan dengan nilai OR 10,636.Saran diharapkan ibu hamil dapat memperbaiki kebiasaan makan selama masa hamil agar dapat mencegah terjadinya preeklamsi melalui cara tidak mengkonsumsi makanan yang memiliki kandungan banyak lemak, natrium dan tinggi karbohidrat, akan tetapi makan makanan bergiji dengan menu gizi seimbang, perbanyak konsumsi buah dan sayur dan tinggi protein. Keywords: preeklamsia, ibu hamil.
Determinants Of Mothers And Components Of Antenatal Care Services With Fetal Outcome In Indonesia (Analysis Of Secondary Data Of Riskesdas 2018) Ririn Widyastuti; Diyan Maria Kristin; Grasiana Florida Boa; Yuliana Dafroyati; Uly Agustine
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i4.7715

Abstract

 Latar Belakang: Antenatal care (ANC) merupakan perawatan yang diberikan oleh tenaga kesehatan yang terampil kepada ibu hamil untuk memastikan kesehatan bagi ibu dan janin selama kehamilan. Tujuan ANC adalah mengurangi morbiditas dan mortalitas ibu dan janin baik secara langsung melalui deteksi dan pengobatan komplikasi terkait kehamilan dan tidak tidak langsung melalui peningkatan risiko komplikasi selama persalinan sehingga mendapatkan rujukan yang tepat. ANC bertujuan juga  untuk memantau kemajuan proses kehamilan dan memastikan kesehatan pada ibu serta tumbuh kembang janin. Out put/luaran janin dapat dilihat dari berat badan lahir bayi yang dilahirkan.Tujuan: untuk mengetahui hubungan determinan karakteristik ibu dan komponen pelayanan antenatal care (10 T) dengan fetal outcome di Indonesia.Metode: Penelitian ini menganalisis data sekunder hasil Riskesdas 2018. Desain penelitian yang digunakan pada Riskesdas 2018 adalah studi potong lintang (cross sectional). Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh sampel Riskesdas 2018 yang berjumlah 38.476 sampel. Kriteria ekslusi pada penelitian ini adalah data terdokumentasi yang tidak tersedia lengkap sesuai dengan variabel penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengajukan permintaan raw data hasil Riskesdas 2018 pada Laboratorium Manajemen data Badan Litbang Kesehatan. Teknik analisis data univariat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Analisis bivariat menggunakan Chi Square untuk mengetahui hubungan determinan karakteristik ibu dan komponen pelayanan antenatal care (10T) dengan Fetal Outcome.Hasil: Terdapat hubungan antara umur ibu, pendidikan dan pekerjaan dengan fetal outcome (p value= 0,01). Terdapat hubungan antara pengukuran tinggi badan (p = 0,000), pengukuran berat badan (p= 0,021), pengukuran lila (p=0,01), pengukuran TFU (p = 0,003), pemeriksaan leopold (p=0,02), pengukuran DJJ (p=0,000), pemberian imunisasi TT (p=0,002), pemberian Tablet tambah darah (p = 0,000) dan pemeriksaan laboratorium (p=0,000) dengan fetal outcome di Indonesia. Komponen pelayanan ANC yang tidak berhubungan dengan fetal outcome adalah pengukuran tekanan darah (p=0,122) dan pelaksaan temu wicara/konseling (p=0,872).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara umur, pendidikan dan pekerjaan, pengukuran tinggi badan, berat badan, pengukuran LILA, pengukuran TFU, pengukuran leopold, pengukuran DJJ, imunisasi TT, pemberian tablet tambah darah dan pemeriksaan laboratorium dengan fetal outcome.Saran: Ibu hamil agar memeriksaan kehamilan di fasilitas kesehatan minimal 6 kali kunjungan untuk mendapatkan pemeriksaan kehamilan yang berkualitas. Kata Kunci : ANC, Determinan Ibu, Fetal outcome ABSTRACT Background: Antenatal care (ANC) is treatment provided by professional health workers to pregnant women to ensure the health of the mother and fetus during pregnancy. The aim of ANC is to reduce maternal and fetal morbidity and mortality both directly through the detection and treatment of pregnancy-related complications and indirectly through increasing the risk of complications during delivery so as to obtain appropriate referrals. ANC also aims to monitor the progress of the pregnancy process and ensure the health of the mother and the growth and development of the fetus. Fetal output can be seen from the birth weight of the baby being born.Purpose: This study aims to determine the relationship between determinants of maternal characteristics and components of antenatal care services (10 T) with fetal outcome in Indonesia.Results: There is a relationship between maternal age, education and occupation with fetal outcome (p value = 0.01). There is a relationship between height measurement (p= 0.000), weight measurement (p= 0.021), lilac measurement (p= 0.01), TFU measurement (p= 0.003), Leopold’s examination (p= 0.02), measurement of FHR (p= 0.000), TT immunization (p = 0.002), administration of blood-added tablets (p = 0.000) and laboratory examination (p= 0.000) with fetal outcome in Indonesia. Components of ANC services that were not related to fetal outcome were blood pressure measurement (p= 0.122) and conduct of speech/counseling meetings (p= 0.872).Conclusion: There is a relationship between age, education and occupation measurement of height, weight, Circumference measurement, Fundal Height measurement, Leopold’s maneuvers, FHR measurement, TT immunization, administration of blood-added tablets and laboratory examination with fetal outcome.Suggestion: Pregnant women are required to have a pregnancy check-up at a health facility at least 6 times to get a quality pregnancy check-up. Keywords:  ANC, Determinants of Mother, Fetal Outcome
Acupressure Techniques At Points Bl 23, Gv 3 And Gv 4 Can Reduce The Intensity Of Lower Back Pain In Trimester III Pregnancy Siti Sabariyah; Nurhasanah Nurhasanah; Eka Ratnasari
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i4.8000

Abstract

Latar Belakang : Pada masa kehamilan banyak terjadi perubahan, salah satunya perubahan postur tubuh. Postur tubuh yang tidak tepat akan memaksa peregangan tambahan dan kelelahan tubuh, terutama pada bagian tulang belakang sehingga akan menyebabkan terjadinya sakit atau nyeri pada bagian punggung. Kombinasi terapi akupresur titik BL 23, GV 3, GV 4 merupakan terapi komplementer dan tambahan penekanan yang dapat mengurangi nyeri punggung bawah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas teknik akupresur pada titik BL 23, GV 3 dan GV 4 terhadap penurunan nyeri punggung bawah pada kehamilan trimester III.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas teknik akupresure terhadap penurunan nyeri punggung bawah pada kehamilan trimester III.Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan Pre Test dan Post Test pada kelompok kontrol dan dan intervensi. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat. Sampel penelitian yaitu ibu hamil dengan usiia kehamilan 28-37 minggu. Pengambilan sampel dengan menggunakan Total sampling. Akupresure dilakukan dua kali dalam satu minggu dan pengukuran nyeri menggunakan skala Hamilton. Data yang diambil merupakan data primer yang didapat melalui observasi yang diberikan kepada 45 ibu hamil. Uji Korelasi yang digunakan adalah Uji-T.Hasil Penelitian prosentase rata-rata penurunan pre test dan post test untuk akupresur titik BL 23 = 7,4 %, titik GV 3 = 7,2 % dan titik GV 4 = 7,5 %. Berdasarkan hasil uji bivariat (Paired sampel t-Test) penggunaan teknik akupresur titik GV 3, GV 4 dan BL 23 nilai sig 0,00 < 0,05. Penggunaan ketiga teknik akupresur tersebut berpengaruh terhadap penurunan rasa nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III.Kesimpulan pemijatan dengan menggunakan Teknik Akupresur Titik BL 23, GV 3 dan GV 4 efektif untuk menurunkan rasa nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III.Saran dapat menjadikan acuan dalam pemberian asuhan kebidanan khususnya asuhan kehamilan dalam pengurangan rasa nyeri. Kata Kunci : Akupresur Titik BL23, GV 3 dan GV 4I,Ibu hamil,Nyeri Punggung ABSTRACT Background: During pregnancy there are many changes, one of which is changes in body posture. Improper posture will force additional stretching and fatigue of the body, especially in the spine so that it will cause pain or pain in the back. Combination therapy acupressure points BL 23, GV 3, GV 4 is a complementary therapy and additional emphasis that can reduce low back pain. The purpose of this study was to determine the effectiveness of acupressure techniques at points BL 23, GV 3 and GV 4 to reduce low back pain in the third trimester of pregnancy. The purpose of this study was to determine the effectiveness of acupressure techniques on reducing low back pain in the third trimester of pregnancy.Research Methods: This study used a quasi-experimental design with Pre-Test and Post-Test approaches in the control and intervention groups. The analysis used univariate and bivariate. The research sample is pregnant women with a gestational age of 28-37 weeks. Sampling using total sampling. Acupressure was performed twice a week and pain was measured using the Hamilton scale. The data taken are primary data obtained through observations given to 45 pregnant women. The correlation test used is the T-test.The results of the study were the average percentage of decrease in pre-test and post-test for acupressure point BL 23 = 7.4%, point GV 3 = 7.2% and point GV 4 = 7.5%. Based on the results of the bivariate test (Paired sample t-Test) the use of point acupressure techniques GV 3, GV 4 and BL 23 sig 0.00 < 0.05. The use of these three acupressure techniques has an effect on reducing lower back pain in third trimester pregnant women.Conclusion: Massage using Point Acupressure Techniques BL 23, GV 3 and GV 4 is effective for reducing low back pain in third trimester pregnant women. Suggestions can be used as a reference in providing midwifery care, especially pregnancy care in reducing pain. Keywords: Acupressure Point BL23, GV 3 and GV 4, Low Back Pain,Pregnant women 

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue