MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika (e-ISSN 2579-4647 dan p-ISSN 2355-3782) merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi dosen, mahasiswa dan pemerhati kependidikan untuk menyebarluaskan hasil kajian, pemikiran dan penelitian yang relevan dalam bidang pendidikan matematika dan tebit 2 kali dalam setahun (Maret dan September).
Articles
273 Documents
Kebiasaan Belajar Mahasiswa Pada Pembelajaran Daring
Nurmitasari Nurmitasari;
Ainur Rosidah
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2022): MAJU : JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak: Aktifitas dan kesiapan mahasiswa dalam mengikuti proses perkuliahan sangat berdampak pada keberhasilan belajar mahasiswa yang disebut Indeks Prestasi mahasiswa. Aktifitas dan kebiasaan tersebut merupakan kebiasaan belajar yang menjadi salah satu faktor keberhasilan belajar mahasiswa. Untuk itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kebiasaan belajar mahasiswa program studi pendidikan matematika FKIP UMPRI pada pembelajaran berani terhadap hasil belajar di era pandemi .Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa prodi pendidikan matematika FKIP UMPRI Angkatan 2016 yang berjumlah 20 mahasiswa. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi sederhana. Hasil dari penelitian ini adalah adanya pengaruh yang signifikan antara kebiasaan belajar mahasiswa dengan hasil belajar mahasiswa. Hal ini memberikan arti bahwa semakin baik kebiasaan belajar mahasiswa maka IP yang didapat akan semakin tinggi. Sebaliknya sebaliknya kebiasaan belajar maka IP mahasiswa semakin rendah. Kata kunci: Kebiasaan Belajar, Hasil Belajar, Pembelajaran berani.
Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa MtS melalui Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik
Sulastri Sulastri
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2022): MAJU : JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak: Salah satu kemampuan yang dituntut dalam NCTM adalah kemampuan komunikasi matematis, namun berdasakan penelitian awal kemampuan komunikasi matematis siswa masih rendah. Kurangnya kemampuan komunikasi matematis siswa mengakibatkan peserta didik tidak menyukai pelajaran matematika dan menganggapnya sebagai pelajaran yang sulit. Solusi agar peserta didik memiliki kemampuan komunikasi matematis dengan baik salah satunya dengan menggunakan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa melalui pendekatan Pendidikan Matematika Realistik. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan di kelas VII-11 MtS Negeri 1 Banda Aceh. Subjek penelitian ini dipilih enam siswa yang terdiri dari dua siswa pada kategori tinggi, dua siswa kategori sedang, dan dua siswa kategori rendah berdasarkan tes. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes dan wawancara. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian diperoleh kemampuan komunikasi matematis siswa yang berkemampuan tinggi dan sedang dalam memecahkan masalah matematika memenuhi ketiga indikator, yaitu (1) kemampuan mengekspresikan ide matematika melalui lisan,tertulis, mendemonstrasikannya serta menggambarkannya secara visual; (2) Kemampuan memahami, menginterpretasikan, dan mengevaluasi ide-ide matematika baik secara lisan maupun dalam bentuk visual lainnya; (3) Kemampuan dalam menggunakan istilah-istilah, notasi-notasi matematika dan struktur-strukturnya untuk menyajikan ide, menggambarkan hubungan-hubungan dan model-model situasi. Kemampuan komunikasi matematis siswa yang berkemampuan rendah yaitu siswa S1 memenuhi dua indikator dan siswa S2 hanya memenuhi satu indikator. Kata Kunci: Komuniakasi Matematis, Pendidikan Matematika Realistik
Pengaruh Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Materi Bangun Ruang Kelas VIII di SMP Negeri 22 Medan T. A. 2021/2022
Sarty Herawaty Br Sormin;
Lois Novita;
Mei Randa Manurung;
Agusmanto J. B Hutauruk
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2022): MAJU : JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran Contextual Teaching and Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi Bangun Ruang Kelas VIII SMP Negeri 22 Medan TA 2021/2022. Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, jenis penelitian ini adalah Penelitian Quasi Experiment . Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 22 Medan yang terdiri dari 5 kelas. Dari populasi tersebut, yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII-2 dan kelas VIII-5 yang dianggap memiliki kemampuan kognitif yang sama, namun karena situasi Covid-19 maka hanya 15 orang siswa dari setiap kelas yang menjadi sampel. Dengan menggunakan teknik Cluster Random Samplingmaka diperoleh sampel penelitian sebagai kelas eksperimen (VIII-2) dan sebagai kelas kontrol (VIII-5). Instrumen yang digunakan adalah tes dan observasi. Maka berdasarkan hasil hitung pada kemampuan berpikir kritis menunjukkan bahwa nilai Asymp.Sig (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 pada taraf signifikansi 5%. Berdasarkan perhitungan pada kelas eksperimen kemampuan berpikir kritis memiliki nilai rata-rata . Pada kelas kontrol kemampuan berpikir kritis memiliki nilai rata-rata . Dengan memperhatikan nilai Asymp.Sig (2-tailed) yang diperoleh maka dapat diperoleh adanya pengaruh yang signifikan antara pembelajaran Contextual Teaching and Learningterhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi Bangun Ruang Kelas VIII SMP Negeri 22 Medan TA 2021/2022. Berdasarkan nilai rata-rata kemampuan antar kelas maka dapat dikatakan pembelajaran Contextual Teaching and Learning memberikan pengaruh lebih tinggi daripada pembelajaran konvensional terhadap materi yang diajarkan pada materi Bangun Ruang Kelas VIII SMP Negeri 22 Medan TA 2021/2022. Kata Kunci : CTL dan Berpikir Kritis.
Kemampuan Matematis Mahasiswa Berdasarkan Gender
Ari Hestaliana R
MAJU: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2022): JURNAL MAJU
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemampuan matematis laki-laki dan perempuan berbeda. Pada saat menyelesaikan soal, laki-laki mengerjakan secara ringkas dan sulit dalam menjelaskan solusi/jawabannya. Sedangkan perempuan mengerjakan soal dengan cara panjang serta mudah dalam menjelaskan solusinya. Oleh karenanya, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan matematis antara laki-laki dan perempuan. Teknik pengumpulan data berupa tes. Analisis dilakukan dengan pengujian statistik berupa independent t-test dengan taraf signifikansi adalah 5%. Hasil yang diperoleh berdasarkan analisis data yaitu tidak terdapat perbedaan secara signifikankemampuan matematis laki-laki dan perempuan di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS BERDASARKAN KEMANDIRIAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA
Dian Susilawati Ode;
Setia Widia Rahayu;
Azwar Anwar
Jurnal Maju Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL MAJU
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi solusi siswa untuk masalah matematika di kelas VII SMP Negeri 1 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dan berdasarkan metode kualitatif. Pemilihan subjek pada penelitian ini dengan menggunakan purposive sampling yaitu dengan berbagai pertimbangan. Pertimbangan dengan mellihat skor angket kemandirian belajar dan dipilih sebanyak 4 subjek yaitu 2 subjek dalam kategori kemandirian tingkat tinggi dan 2 subjek dalam kategori kemandirian tingkat rendah. Pengumpulan data melalui pedoman wawancara, kuesioner, dan tes. Teknik analisis yang digunakan meliputi pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang menarik. Pemeriksaan kualitas informasi yang digunakan adalah teknik triangulasi dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) siswa yang memiliki kategori kemandirian belajar tinggi mampu menyelesaikan tes kemampuan pemecahan masalah matematis dengan baik dan memenuhi seluruh indikator pemecahan masalah (2) siswa dengan kategori kemandirian belajar yang rendah kesulitan dalam memecahkan masalah dan memenhui hanya sebagian indikator dari pemecahan masalah matematis.
KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR VISUAL
Dian Kristanti;
Dazrullisa;
Henra Saputra Tanjung;
Wahyuni
MAJU: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2022): JURNAL MAJU
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemampuan siswa dalam menguasai materi matematika masih kurang. Disebabkan oleh kemampuan pemahaman konsep matematika dan gaya belajar siswa. Gaya belajar siswa mempengaruhi pemahaman konsep. Pembelajaran knisley menjadi salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut dan memperhatikan gaya belajar siswa. Pembelajaran knisley merupakan pembelajaran yang memiliki keunggulan pada tahap-tahap pembelajarannya yang terstruktur, pengalaman belajar siswa akan lebih tahan lama dalam memori siswa karena membangun sendiri pengetahuannya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana gaya belajar siswa terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika dengan menggunakan model pembelajaran knisley. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gaya belajar siswa terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika dengan menggunakan model knisley. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: pengumpulan data, reduksi data, display data, verifikasi dan penegasan kesimpulan. Peneliti melakukan pemilihan subjek berdasarkan subjek perwakilan gaya belajar visual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hanya satu subjek gaya belajar visual yang mampu menguasai ketiga tingkat pemahaman konsep yaitu pemahamn konsep tingkat translasi, interpretasi dan ekstrapolasi. Hal ini diperoleh berdasarkan hasil jawaban pada butir-butir soal posttest. Kesimpulan dalam penelitian ini subjek gaya belajar visual tergolong baik dalam menguasai ketiga indikator kemampuan pemahaman konsep yaitu kemampuan pemahaman konsep tingkat translasi, interpretasi dan ekstrapolasi.
EFEKTIFITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MENCARI PASANGAN (MAKE A MATCH) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KUBUS DAN BALOK DI KELAS VIII SMP NEGERI 2 SAMATIGA
Faizah;
Yuli Amalia
MAJU: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2022): JURNAL MAJU
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Selama ini guru sering menggunakan metode ceramah yang mana siswa merasa bosan dan jenuh dalam mengikuti pelajaran sehinnga hasil belajar siswa rendah. Agar hasil belajar siswa menjadi lebih baik perlu digunakan model pembelajaran kooperatif karena pembelajaran kooperatif merupakan suatu pembelajaran yang mengutamakan kerjasama antar siswa dalam kelompok-kelompok kecil untuk mencapai tujuan pembelajaran. Model pembelajaran kooperatif terdiri dari beberapa tipe, salah satunya adalah model pembelajaran kooperatif tipe make a match. Karena dengan adanya model ini siswa lebih aktif dalam belajar sehingga model make a match ini efektif. Model pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu. Model mencari pasangan(make a match) merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif dimana dalam model ini siswa mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan. Siswa disuruh untuk mencari pasangan kartu yang merupakan jawaban/soal sebelum batas waktunya, yang dapat mencocokkan kartunya diberi poin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penerapan model pembelajaran mencari pasangan (make a match) terhadap hasil belajar siswa pada materi kubus dan balok di kelas VIII SMP Negeri 2 Samatiga. Dalam penelitian ini pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran mencari pasangan (make a match) dikatakan efektif jika hasil belajar siswa sudah mencapai nilai di atas KKM yang telah ditentukan di SMP Negeri 2 Samatiga yaitu 65. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan desain one-shot case study.Waktu penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 21 Mei 2016 sampai dengan tanggal 27 Mei 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Samatiga, sedangkan sampel diambil satu kelas secara purposive sampling yaitu kelas VIII-A. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes dan Lembar Observasi Kemampuan Guru (LOKG). Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji-t. Berdasarkan data yang diperoleh dan dianalisis serta dilakukan pengujian hipotesis, diperoleh thitung= 2.37 dan ttabel dengan taraf signifikan α = 0,05 dan dk = 19 sebesar 1.73, sehingga thitung> ttabel atau 2.37> 1.73 maka H0 ditolak dan H1diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match pada materi kubus dan balok efektif terhadap hasil belajar siswa kelas VIII-A SMP Negeri 2 Samatiga
MODEL PEMBELAJARAN APTITUDE TREATMENT INTERACTION (ATI) DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN MOTIVASI
Dazrullis
Jurnal Maju Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL MAJU
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Aptitude Treatment Interaction (ATI) merupakan sebuah konsep yang berisikan sejumlah strategi pembelajaran yang sedikit banyaknya efektif digunakan untuk siswa tertentu sesuai dengan karakteristik kemampuannya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan model pembelajaran Aptitude Treatment Interaction (ATI) dalam meningkatkan kreatifitas dan motivasi belajar matematika pada materi persamaan linear satu variabel di kelas VII SMP Negeri 19 Percontohan Banda Aceh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Aptitude Treatment Interaction (ATI) dalam meningkatkan kreatifitas dan motivasi belajar matematika pada materi persamaan linear satu variabel di kelas VII SMP Negeri 19 percontohan Banda Aceh. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil dari penelitian diuji dengan menggunakan rumus presentase. Berdasarkan rubrik penskoran diperoleh rata-rata kelompok siswa bertanya atau mengemukakan pikiran adalah sebesar 60%. Mencermikan sikap ketertarikan untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas suatu yang dipelajari, dilihat, dan didengar rata-rata 85,2%. Persentase pada indikator melakukan tindakan untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari suatu yang dipelajari, dilihat, dan didengar 75,4%. Rata-rata 95% siswa memahami konsep PLSV. Siswa lebih kreatif dalam menyelesaikan LKS karena masalah yang disusun tidak hanya bisa diselesaikan dengan PLSV tetapi juga dengan logika. Sehingga model ATI sangat membantu siswa dalam memahami dan menigkatkan kreatifitas siswa pada materi persamaan linear satu variable, model ATI dapat menambah motivasi belajar siswa pada pembelajaran matematika khususnya pada materi persamaan linear satu variabel.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENTS (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA PADA MATERI STATISTIKA KELAS X MIPA 2 SMA NEGERI 2 KUALA KABUPATEN NAGAN RAYA
Suhardini;
Yuli Amalia
Jurnal Maju Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL MAJU
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika dalam pembelajaran statistika pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Kuala melalui model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT). Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dan pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Kuala Kabupaten Nagan Raya pada semester II tahun pelajaran 2015/2016. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 2 Kuala dan objek penelitiannya adalah kelas X SMA Negeri 2 Kuala dengan jumlah 30 siswa, yang terdiri dari 11 siswa dan 19 siswi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, satu siklus terdiri dariperencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian terdiri dari lembar soal tes, lembar angket dan lembar observasi. Data hasil penelitian diperoleh dari tes hasil belajar siswa, hasil observasi selama kegiatan pembelajaran menggunakan lembar observasi aktivitas guru dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT), lembar observasi keaktifan siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil Penelitian menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi statistika yaitu dilihat dari hasil tes persiklus, dengan nilai ratarata kelas siklus I sebesar 56,6% dan pada siklus II mengalami peningkatan dengan persentase siswa yang tuntas sebesar 93,33%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi statistika.
ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MEMAHAMI KONSEP GEOMETRI TRANSFORMASI PADA KELAS VII DI SMP NEGERI 2 KUALA KABUPATEN NAGAN RAYA
Mardiana;
Yuli Amalia
Jurnal Maju Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL MAJU
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan siswa dalam memahami konsep geometri transformasi pada kelas VII SMP Negeri 2 Kuala Kabupaten Nagan Raya yang terdiri dari 23 siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yangdigunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, angket dan tes. Teknik analisis data dengan menggunakan rumus persentase. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah lembar soal tes, lembar wawancara guru, dan lembar angket. Dari hasil analisis yang telah peneliti lakukan diperoleh siswa yang tuntas sebanyak 9 orang siswa, dengan persentase hasil belajar siswa yaitu 61,30% dan siswa yang belum tuntas sebanyak 14 orang siswa. Hasil penelitian pada kelas VII SMP Negeri 2 Kuala menunjukkan bahwa: siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi geometri transformasi adalah; (1) kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa yaitu; siswa belum memahami materi geometri transformasi, tidak teliti dalam menjawab soal, tidak meguasai sepenuhnya materi yang telah diajarkan; (2) faktor yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam memahami geometri transformasi adalah; (a) siswa tidak menguasai konsep, kurang menguasai teknik dalam menyelesaikan soal; (b) kesulitan siswa disebabkan karena kurang perhatian saat guru menjelaskan, minat dan motivasi siswa dalam belajar, dan siswa tidak mempelajari kembali pelajaran yang telah diajarkan.