cover
Contact Name
Andy Sapta
Contact Email
saptaandy@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lppm_stmik@royal.ac.id
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Published by Smart Education
ISSN : 26154307     EISSN : 26153262     DOI : -
Journal of Science and Social Research is accepts research works from academicians in their respective expertise of studies. Journal of Science and Social Research is platform to disclose the research abilities and promote quality and excellence of young researchers and experienced thoughts towards Change for Development. The journal releases on February and July.
Arjuna Subject : -
Articles 1,452 Documents
OPTIMALISASI VALIDITAS KLASTERISASI IPM MELALUI PENERAPAN VARIASI DISTANCE MEASURE PADA ALGORITMA K-MEANS++ Sipayung, Sardo Pardingotan; Efendi, Syahril
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.5420

Abstract

Abstract: The Human Development Index (HDI) is an important indicator for measuring the quality of regional development through the dimensions of health, education, and decent living standards. In North Sumatra Province, HDI achievements between districts/cities still show significant disparities, requiring a data-based analytical approach to map development patterns objectively. This study aims to optimize the validity of regional HDI clustering through the application of the K-Means++ algorithm with distance measure variations. This study uses a quantitative approach with an unsupervised learning method. The data analyzed includes HDI, Average Length of Schooling (ALS), and Adjusted Per Capita Expenditure sourced from the Central Statistics Agency. The research stages include data preprocessing and standardization, determining the optimal number of clusters using the Elbow method, applying the K-Means++ algorithm, and evaluating cluster quality using the Davies–Bouldin Index (DBI) and Purity Index. In addition, a comparison of clustering performance based on Euclidean, Manhattan, and Cosine distances was conducted. The results of the study show that the optimal number of clusters is three clusters representing high, medium, and low levels of human development. A DBI value of 0.60 and a Purity Index of 0.61 indicate good clustering quality. Euclidean and Manhattan distances produced the best performance compared to Cosine distance. Keyword: Human Development Index; K-Means++; Clustering; Distance Measure; Davies–Bouldin Index; Purity Index. Abstrak: Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator penting untuk mengukur kualitas pembangunan wilayah melalui dimensi kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak. Di Provinsi Sumatera Utara, capaian IPM antar kabupaten/kota masih menunjukkan ketimpangan yang cukup signifikan, sehingga diperlukan pendekatan analitis berbasis data untuk memetakan pola pembangunan secara objektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan validitas klasterisasi IPM wilayah melalui penerapan algoritma K-Means++ dengan variasi distance measure. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode unsupervised learning. Data yang dianalisis meliputi IPM, Rata Lama Sekolah (RLS), dan Pengeluaran per Kapita Disesuaikan yang bersumber dari Badan Pusat Statistik. Tahapan penelitian mencakup praproses dan standarisasi data, penentuan jumlah klaster optimal menggunakan metode Elbow, penerapan algoritma K-Means++, serta evaluasi kualitas klaster menggunakan Davies–Bouldin Index (DBI) dan Purity Index. Selain itu, dilakukan perbandingan kinerja klasterisasi berdasarkan Euclidean, Manhattan, dan Cosine distance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah klaster optimal adalah tiga klaster yang merepresentasikan tingkat pembangunan manusia tinggi, menengah, dan rendah. Nilai DBI sebesar 0,60 dan Purity Index sebesar 0,61 menunjukkan kualitas klasterisasi yang baik. Euclidean dan Manhattan distance menghasilkan performa terbaik dibandingkan Cosine distance. Kata kunci: Indeks Pembangunan Manusia; K-Means++; Klasterisasi; Distance Measure; Davies–Bouldin Index; Purity Index.
PENERAPAN HUKUM KESEHATAN DALAM PROGRAM REHABILITASI NARKOTIKA OLEH INSTITUSI PENERIMA WAJIB LAPOR Kurniyawan, Indra; Simarmata, Marice
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.3137

Abstract

Abstract: Abusers and victims of narcotics abuse have the right to receive rehabilitation in accordance with applicable regulations. The application of health law in narcotics rehabilitation programs by Mandatory Reporting Institutions (IPWL) is a very important effort in helping abusers and victims of narcotics abuse. The program focuses not only on physical recovery from medical problems, but also on mental and social recovery. IPWLs appointed by the government must carry out rehabilitation programs for abusers and victims of narcotics abuse in accordance with the standards that have been set. The goal is to restore the condition of abusers and victims of narcotics abuse so that they can integrate themselves back into society and function socially. The standard of rehabilitation services set by the government covers various aspects such as methods, duration, facilities, and costs, this aims to ensure that each individual receives treatment that suits his or her needs. The legal framework underlying this program is Law No. 35 of 2009 concerning Narcotics and Permenkes No. 17 of 2023 concerning Amendments to Permenkes No. 4 of 2020 concerning the Implementation of IPWL. Minister of Health Regulation No. 17 of 2023 which requires medical and social rehabilitation for abusers and victims of narcotics abuse. Through a normative juridical approach, this study highlights various problems regarding the application of health law for abusers and victims of narcotics abuse, therapy for appropriate treatment, and understanding the financing mechanism of accepted therapies. The results of this study are expected to be able to provide an analysis of the effectiveness of the implementation of health law, as well as identify appropriate therapies in the rehabilitation of drug abusers and victims of drug abuse and understand the mechanism in financing it.Keywords: Narcotics Rehabilitation, Drug Abusers/Victims, IPWL Abstrak: Penyalahguna dan korban penyalahgunaan narkotika memiliki hak untuk mendapatkan rehabilitasi yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penerapan hukum kesehatan dalam program rehabilitasi narkortika oleh Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL), merupakan upaya yang sangat penting dalam membantu penyalahguna dan korban penyalahgunaan narkotika. Program ini tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik akibat masalah medis, tetapi juga pada pemulihan mental dan sosial. IPWL yang ditunjuk oleh pemerintah harus menjalankan program rehabilitasi bagi penyalahguna dan korban penyalahgunaan narkotika sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Tujuannya adalah untuk memulihkan kondisi penyalahguna dan korban penyalahgunaan narkotika sehingga mereka dapat mengintegrasikan diri mereka kembali ke masyarakat dan berfungsi secara sosial. Standar pelayanan rehabilitasi yang ditetapkan oleh pemerintah mencakup berbagai aspek seperti metode, durasi, fasilitas, dan biaya, ini bertujuan memastikan bahwa setiap individu mendapatkan perawatan yang sesuai dengan kebutuhannya. Kerangka hukum yang mendasari program ini adalah Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Permenkes No.17 Tahun 2023 Tentang Perubahan Atas Permenkes No.4 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan IPWL. Permenkes No.17 tahun 2023 yang mewajibkan rehabilitasi medis dan sosial bagi penyalahguna dan korban penyalahgunaan narkotika. Melalui pendekatan yuridis normatif, penelitian ini menyoroti berbagai permasalahan mengenai penerapan hukum kesehatan bagi penyalahguna dan korban penyalahgunaan narkotika, terapi untuk penanganan yang tepat, serta memahami mekanisme pembiayaan terapi yang diterima. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan analisis efektivitas penerapan hukum kesehatan, serta mengidentifikasi terapi yang tepat dalam rehabilitasi penyalahguna dan korban penyalahgunaan narkotika dan memahami mekanisme dalam pembiayaannya.Kata Kunci: Rehabilitasi Narkotika, Penyalahguna/korban Penyalahgunaan Narkotika, IPWL. 
STACKING ENSEMBLE MODEL MACHINE LEARNING DETEKSI DINI RISIKO KESEHATAN MENTAL DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN Putri, Lia Umbari; Yesputra, Rolly; Prayogi, Satria Yudha; Marpaung, Nasrun
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4147

Abstract

Abstract: Mental health issues such as depression are prevalent among students and significantly impact both academic performance and psychological well-being. While machine learning techniques have been widely employed to predict mental health conditions, single-model approaches often suffer from limited generalizability and interpretability. This study proposes a Stacked Ensemble Learning framework that integrates three heterogeneous base classifiersLogistic Regression (LR), Support Vector Machine (SVM) with RBF kernel, and Random Forest (RF)combined with a meta-learner to enhance the accuracy and robustness of depression prediction among students. Experiments were conducted on a large-scale student mental health dataset comprising 27,901 records, with preprocessing steps including feature standardization, class balancing using SMOTE, and stratified cross-validation. Performance evaluation utilized Confusion Matrix, F1-Score, Recall, Precision, and the Area Under the ROC Curve (AUC-ROC). The proposed ensemble model achieved a classification accuracy of 84%, an AUC of 0.911, and an average precision of 0.89, consistently outperforming individual baseline classifiers. These results validate that combining margin-based, non-linear, and tree-based models can yield more reliable and interpretable predictions. The proposed architecture presents a promising and explainable tool for early detection of mental health issues within educational settings.Keywords: depression detection; student mental health; ensemble learning;machine learning.Abstrak: Permasalahan kesehatan mental seperti depresi kerap dialami oleh siswa dan berdampak pada performa akademik serta kesejahteraan psikologis mereka. Meskipun pendekatan pembelajaran mesin telah banyak digunakan untuk prediksi kondisi ini, model tunggal kerap menghadapi keterbatasan dalam hal generalisasi dan interpretabilitas. Studi ini mengusulkan kerangka kerja Stacking Ensemble Learning yang mengintegrasikan tiga model dasarLogistic Regression (LR), Support Vector Machine (SVM) dengan kernel RBF, dan Random Forest (RF)yang dikombinasikan dengan meta-learner untuk meningkatkan akurasi dan stabilitas prediksi depresi pada siswa. Eksperimen dilakukan pada dataset berskala besar yang mencakup 27.901 entri, dengan penerapan preprocessing, standardisasi, penyeimbangan kelas menggunakan SMOTE, dan validasi silang stratifikasi. Evaluasi performa menggunakan metrik Confusion Matrix, F1-Score, Recall, Precision, serta AUC-ROC Curve. Hasil menunjukkan bahwa model ansambel yang diusulkan mencapai akurasi 84%, AUC 0,911, dan rata-rata precision 0,905, yang secara konsisten melampaui performa model individual. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi antara model berbasis margin, non-linear, dan pohon keputusan mampu menghasilkan prediksi yang lebih andal dan dapat dijelaskan, sehingga potensial untuk diimplementasikan dalam sistem pemantauan kesehatan mental berbasis institusi pendidikan.Kata kunci: deteksi depresi, kesehatan mental siswa, stacking ensemble, machine learning.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, BIAYA PENDIDIKAN, DAN LOKASI TERHADAP KEPUTUSAN ORANG TUA MENYEKOLAHKAN PUTRANYA DI SMP STRADA JAKARTA PUSAT Fedriani, Vinsca; Pradiani, Theresia; Fathorrahman, Fathorrahman
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.2651

Abstract

Abstract: Nowadays, private and government-owned schools are increasingly competing. It must be admitted that many prospective parents prefer to have their sons/daughters go to school in the country on the grounds that the school is free. This is the reason why private schools are increasingly eroding and running out of enthusiasts. This was also experienced by one of the schools at the Strada Association Catholic foundation, namely Strada Pelita Pejompongan Middle School. This research aims to determine and analyze the influence of service quality, education costs, and location on parents' decisions to send their children to SMP Strada Pelita Pejompongan Tanah Abang, Central Jakarta. There are several studies that support that service quality, price and price influence decisions in choosing a product. In this research, the school is located in a strategic location on the main road and is easily accessible to students, parents and teachers. This research uses a probability sampling method with a saturated sampling technique (census), namely the entire population is used. The sample or respondents in this research amounted to 88 people, and the data collection method used a questionnaire. Data analysis uses the classical assumption test, multiple linear regression, and hypothesis testing in the form of the t test, f test, and coefficient of determination. The partial research results conclude that service quality has a significant influence on the decision to choose, education costs have a significant influence on the decision to choose, and location has a significant influence on the decision to choose. Simultaneously conclude that service quality, education costs, and location influence the decision to attend school Keyword: cost of education, decision to send school, quality of service, location Abstrak: Pada masa sekarang ini sekolah swasta dan milik pemerintah atau negeri semakin bersaing. Harus diakui, banyak calon orang tua murid lebih mengutamakan putra/putrinya bersekolah di negeri dengan alasan sekolah gratis. Alasan tersebutlah yang membuat sekolah swasta semakin tergerus dan kehabisan peminat. Hal tersebut juga dialami oleh salah satu sekolah di yayasan katolik Perkumpulan Strada, yaitu SMP Strada Pelita Pejompongan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh kualitas pelayanan, biaya pendidikan, dan lokasi terhadap keputusan orang tua menyekolahkan putranya di SMP Strada Pelita Pejompongan Tanah Abang Jakarta Pusat. Terdapat beberapa penelitian yang mendukung bahwa kualitas pelayanan, harga, dan harga mempengaruhi keputusan dalam memilih suatu produk. Pada penelitan ini sekolah terletak di tempat yang strategis yang berada di jalan raya dan mudah dijangkau oleh siswa-siswi, orang tua, dan guru. Penelitian ini menggunakan metode probability sampling dengan teknik sampling jenuh (sensus), yaitu seluruh populasi digunakan. Sampel atau responden dalam penelitian ini berjumlah 88 orang, serta metode pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji asumsi klasik, regresi linear berganda, dan pengujian hipotesis berupa uji t, uji f, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian secara parsial menyimpulkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap keputusan memilih, biaya pendidikan berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan memilih, dan lokasi berpengaruh secara signifikan terhdap keputusan memilih. Secara simultan menyimpulkan bahwa kualitas pelayanan, biaya pendidikan, dan lokasi berpengaruh terhadap keputusan menyekolahkan. Kata kunci: biaya pendidikan, keputusan menyekolahkan, kualitas pelayanan, lokasi.
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELAKU PIDANA YANG MENYEBARLUASKAN KONTEN PORNOGRAFI DI MEDIA SOSIAL Zega, Marolop Sakti Iman
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4263

Abstract

Abstract:Legal provisionsagainstthedistributionofpornographiccontent in Indonesia alreadyhave a fairlystrongandcomprehensive legal basis. AlthoughtheCriminal Code does not specificallyregulatepornography, articlesrelatedtomoralitycanbeused, and are strengthenedbytheexistenceofthe ITE Law andthePornography Law as specialregulations. The Pornography Law acts as lexspecialis, providingclearer legal certainty, whilethe ITE Law takesactionagainstdistribution via electronic media. In practice, as seen in DecisionNumber 111/Pid.sus/2020/PN.TRK, thejudgeconsidersthe legal aspects (basedonevidenceand legal provisions) and non-legal aspects (thedefendant'sattitudeandregret). HarmonizationbetweentheCriminal Code, the ITE Law, andthePornography Law isveryimportanttocreateefficientand non-overlappinglawenforcement. In addition, strongsynergybetweenlawenforcementagenciessuch as thepolice, prosecutors, andcourtsneedstobeimproved, sothattheapplicationofthelawisconsistentandfair. Law enforcementmustalsoprioritizetheaspectofbenefitthrougheducationandprevention, not justpunishment. Equallyimportant, attentiontovictims in pornographycasesmustbeincreased, consideringthatthepsychologicalandsocialimpactstheyexperience are oftenoverlooked. Therefore, a comprehensive, fair, andadaptive legal approachwillcreatebetterprotectionforthecommunityandincreasepublictrust in thejusticesystem.  Keyword:Law Enforcement, Spreading Pornographic Content, Social Media  Abstrak: Ketentuan hukum terhadap penyebaran konten pornografi di Indonesia telah memiliki dasar hukum yang cukup kuat dan komprehensif. Meskipun KUHP belum mengatur secara khusus mengenai pornografi, pasal-pasal terkait kesusilaan dapat digunakan, dan diperkuat dengan keberadaan UU ITE dan UU Pornografi sebagai regulasi khusus. UU Pornografi berperan sebagai lexspecialis, memberikan kepastian hukum yang lebih jelas, sementara UU ITE menindak penyebaran melalui media elektronik. Dalam praktiknya, seperti terlihat pada Putusan Nomor 111/Pid.sus/2020/PN.TRK, hakim mempertimbangkan aspek yuridis (berdasarkan alat bukti dan ketentuan hukum) dan non yuridis (sikap dan penyesalan terdakwa).Harmonisasi antara KUHP, UU ITE, dan UU Pornografi sangat penting untuk menciptakan penegakan hukum yang efisien dan tidak tumpang tindih. Selain itu, sinergi yang kuat antar lembaga penegak hukum seperti kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan perlu ditingkatkan, agar penerapan hukum berjalan konsisten dan adil. Penegakan hukum juga harus mengedepankan aspek kemanfaatan melalui edukasi dan pencegahan, bukan semata-mata hukuman. Tak kalah penting, perhatian terhadap korban dalam kasus pornografi harus ditingkatkan, mengingat dampak psikologis dan sosial yang mereka alami sering kali diabaikan. Oleh karena itu, pendekatan hukum yang menyeluruh, adil, dan adaptif akan menciptakan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem peradilan.  Kata kunci: Penegakan Hukum, Menyebarluaskan Konten Pornografi, Media Sosial 
KAJIAN HUKUM KESEHATAN DALAM PENGGUNAAN TELEDENTISTRY BAGI DOKTER GIGI DI INDONESIA Hasibuan, Siti Aminah; Simarmata, Marice; Sumarno, Sumarno
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4184

Abstract

Abstract: The current development of digital technology in the health sector has given rise to the innovation of teledentistry services that allow remote consultations between dentists and patients. In Indonesia, the use of teledentistry is increasing, especially during the COVID-19 pandemic as an alternative to conventional services. However, the adaptation of these services poses various legal challenges, such as legal certainty over the professional responsibilities of dentists, the protection of patient data, and the validity of online diagnoses. This background encourages the need for in-depth legal studies to ensure that the practice of teledentistry runs in accordance with applicable laws and regulations and ensures legal protection for all parties involved. This study aims to analyze the legal aspects of health related to the use of teledentistry by dentists in Indonesia. The method used is a normative approach with analysis of relevant regulations such as the Law on Medical Practice, the Law on Information and Electronic Transactions, as well as the Regulation of the Indonesian Medical Council and the Code of Ethics for Dentistry. The results of the study show that although there is no legal principle against the practice of teledentistry, there are still legal gaps and regulatory inconsistencies that can cause legal doubts for dentists in carrying out the practice, especially in technical regulations or clear operational guidelines.  Keywords: Teledentistry, Dentistry, Health Law. Abstrak: Perkembangan teknologi digital saat ini dalam bidang kesehatan memunculkan inovasi layanan teledentistry yang memungkinkan konsultasi dengan jarak jauh antara dokter gigi dan pasien. Di Indonesia, penggunaan teledentistry semakin meningkat terutama selama masa pandemi COVID-19 sebagai alternatif layanan konvensional. Namun, adaptasi layanan ini menimbulkan berbagai tantangan hukum, seperti kepastian hukum atas tanggung jawab profesional dokter gigi, perlindungan data pasien, serta validitas diagnosis secara daring. Latar belakang tersebut mendorong perlunya kajian hukum yang mendalam untuk memastikan bahwa praktik teledentistry berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta menjamin perlindungan hukum bagi seluruh pihak yang terlibat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek hukum kesehatan yang berkaitan dengan penggunaan teledentistry oleh dokter gigi di Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan normatif dengan analisis terhadap regulasi yang relevan seperti Undang-Undang Praktik Kedokteran, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia dan Kode Etik Kedokteran Gigi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun secara prinsip hukum tidak ada larangan terhadap praktik teledentistry, masih terdapat kekosongan hukum dan ketidaksesuaian regulasi yang dapat menimbulkan keraguan hukum bagi para dokter gigi dalam menjalankan praktik tersebut terutama dalam peraturan teknis atau pedoman operasional yang jelas. Kata Kunci: Teledentistry, Dokter Gigi, Hukum Kesehatan
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN NASABAH DI BANK MUAMALAT KANTOR CABANG BENGKULU Putra, Theryansyah; Rohman, Fathur; Hasanah, Uswatun
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.5017

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan dan kepuasan nasabah di Bank Muamalat Kantor Cabang Bengkulu berdasarkan penerapan nilai-nilai syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas pegawai bagian pelayanan dan beberapa nasabah aktif yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan lima dimensi kualitas pelayanan (SERVQUAL) di Bank Muamalattangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathytelah berjalan dengan baik. Nilai-nilai syariah seperti amanah, keadilan, dan profesionalisme menjadi landasan utama dalam memberikan pelayanan kepada nasabah. Meskipun demikian, masih terdapat kendala berupa lamanya proses administrasi dan keterbatasan layanan digital banking. Secara keseluruhan, kualitas pelayanan Bank Muamalat tergolong baik dan berpengaruh positif terhadap kepuasan nasabah, terutama pada dimensi empati dan assurance. Diperlukan peningkatan efisiensi waktu pelayanan serta pengembangan sistem digital agar pelayanan semakin optimal dan sesuai dengan prinsip perbankan syariah.Kata kunci: Bank Muamalat, kualitas pelayanan, kepuasan nasabah, nilai-nilai syariah, pelayanan berbasis Islam.AbstractThis study aims to analyze service quality and customer satisfaction at Bank Muamalat, Bengkulu Branch, based on the implementation of Islamic values. The research employs a descriptive qualitative approach with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The research subjects include service staff and several active customers selected using purposive sampling. The findings reveal that the five dimensions of service quality (SERVQUAL)tangible, reliability, responsiveness, assurance, and empathyare well implemented at Bank Muamalat. Islamic values such as trustworthiness (amanah), justice, and professionalism serve as the foundation for customer service. However, several challenges remain, including lengthy administrative processes and limited digital banking features. Overall, the service quality at Bank Muamalat is considered good and positively influences customer satisfaction, particularly in the empathy and assurance dimensions. Enhancing service efficiency and expanding digital systems are recommended to optimize performance in accordance with Islamic banking principles.Keywords: Bank Muamalat, service quality, customer satisfaction, Islamic values, Islamic-based service.
SISTEM PAKAR DIAGNOSA INFEKSI PENYAKIT TROPIS MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR BERBASIS WEB Romdona, Sahena
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.2877

Abstract

Abstract: Indonesia is a country with a tropical climate, which can cause the development of various tropical diseases. Tropical diseases themselves are closely related to bacteria and viruses. There have been many attempts to identify diseases, one of which is with the help of an expert system, a computer system with the help of an expert or specialist who can provide information based on knowledge related to a particular field and then managed in the system. Certainty Factor (CF) is a technique used in decision making to overcome uncertainty, which is widely implemented in expert systems. This method can be an answer to expert confidence in the uncertainty of translating information or knowledge through analysis that forms a matrix. Keyword: Tropical diseases, Expert systems, Certainty factors. Abstrak: Indonesia merupakan suatu Negara dengan cuaca yang beriklim tropis, dapat menyebabkan berkembangnya bermacam-macam penyakit tropis. Penyakit tropis sendiri berkaitan erat dengan bakteri, dan virus. telah banyak sekali upaya untuk mengidentifikasi penyakit, salah satunya dengan bantuan sebuah sistem pakar, yaitu sistem komputer dengan bantuan seorang pakar atau ahli yang dapat memberikan informasi berdasarkan pengetahuan yang terkait dengan bidang tertentu kemudian dikelola di dalam sistem tersebut. Certainty Factor (CF) adalah sebuah teknik yang digunakan dalam pengambilan keputusan untuk mengatasi ketidakpastian, yang banyak diimplementasikan pada sistem pakar. Metode ini dapat menjadi jawaban keyakinan kepada pakar atas ketidakpastian dalam menerjemahkan informasi atau pengetahuan melalui analisis yang membentuk sebuah matriks. Kata kunci: Penyakit tropis, Sistem pakar, Certainty Faktor.
ANALISIS YURIDIS PENERBITAN SURAT PERINTAH PENGHENTIAN PENYIDIKAN (SP3) YANG DIKELUARKAN KEPOLISIAN DALAM KASUS PELECEHAN SEKSUAL TERHADAP ANAK Harahap, Chairunnazri; Yunara, Edi; Marlina, Marlina
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4272

Abstract

Abstract:The process is still carried out the same as other criminal cases, except that at each stage of the examination there is a companion who always accompanies child victims of sexual violence in each examination. Legal regulations related to the issuance of a letter of order to stop the investigation by the Indonesian National Police are regulated in Article 109 Paragraph 2 of the Criminal Procedure Code and Article 30 of Perkap Number 6 of 2019 concerning Investigation. Legal protection for victims of sexual harassment if a letter of order to stop the investigation is issued by the Indonesian National Police is always provided by the Medan Police, but there are a number of obstacles, both from the number of personnel which is still limited and Coordination with the Medan City PPA UPTD.  Keyword:Child, Sexual Harassment, Medan Police  Abstrak: Proses tetap dilakukan sama dengan perkara pidana lainnya, hanya saja dalam setiap tahapan pemeriksaan terdapat pendamping yang senantiasi selalu mendamping anak korban kekerasan seksual dalam setiap pemeriksaan. Pengaturanhukumterkaitpenerbitan surat perintahpenghentianpenyidikanolehKepolisian Republik Indonesia diatur di dalamPasal 109 Ayat 2 KUHAP danPasal 30 PerkapNomor 6 tahun 2019 TentangPenyidikan. Perlindunganhukumterhadapkorbantindakpidanapelecehanseksualapabiladiterbitkan surat perintahpenghentianpenyidikanolehKepolisian Republik Indonesia selaludiberikanolehPolrestabes Medan namun hal ini terdapatsejumlahkendalabaik dari jumlahpersonil yang masihterbatasdanKoordinasidengan UPTD PPA Kota Medan.  Kata kunci: Anak, PelecehanSeksual, Polrestabes Medan 
ANALISIS SENTIMENT MASYARAKAT INDONESIA PADA MEDIA SOSIAL TERHADAP ISU IJAZAH PALSU MANTAN PRESIDEN MENGGUNAKAN ALGORITMA BERBASIS TRANSFORMER (BERT) Sugandi, Febri
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4209

Abstract

Abstract: Social media has become one of the main channels for people to express their opinions on various social and political issues. This study aims to apply the BERT model in analyzing the issue to be analyzed to determine the public's reaction to the tendency of public sentiment, whether it is positive, negative, or neutral. BERT is very superior in understanding the meaning of sentences in depth, including in sentiment analysis tasks. The BERT evaluation shows that Negative sentiment with precision reaches 79%, recall 84%, and f1-score reaches 81%, for Neutral sentiment precision reaches 50%, recall reaches 45% and f1-score reaches 47%, positive sentiment precision reaches 66%, recall 61%, and f1-score reaches 63% and accuracy reaches 72%. Based on the overall results, the model produces an accuracy rate of 72%, which indicates that most of the sentiment predictions match the actual labels. Keywords: BERT, Sentiment. Abstrak: Media sosial telah menjadi salah satu saluran utama bagi masyarakat untuk menyampaikan opini terhadap berbagai isu sosial dan politik. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model BERT dalam menganalisis isu tersebut untuk dianalisis guna mengetahui reaksi masyarakat pada kecenderungan sentimen publik, apakah bersifat positif, negatif, atau netral. BERT sangat unggul dalam memahami makna kalimat secara mendalam, termasuk dalam tugas analisis sentimen. Evaluasi BERT menunjukan bahwa sentimen Negatif  dengan preccision mencapai 79%, recall 84%, dan f1-score mencapai 81%, untuk sentimen Netral precission mencapai 50%, recall mencapai 45% dan f1-score mencapai 47% , sentimen positif preccision mencapai 66%, recall 61%, dan f1-score mencapai 63% serta accuracy mencapai 72%. Berdasarkan hasil secara keseluruhan, model menghasilkan tingkat akurasi sebesar 72%, yang menunjukkan bahwa sebagian besar prediksi sentimen sesuai dengan label sebenarnya. Kata kunci: BERT, Sentimen.