cover
Contact Name
Andy Sapta
Contact Email
saptaandy@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lppm_stmik@royal.ac.id
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Published by Smart Education
ISSN : 26154307     EISSN : 26153262     DOI : -
Journal of Science and Social Research is accepts research works from academicians in their respective expertise of studies. Journal of Science and Social Research is platform to disclose the research abilities and promote quality and excellence of young researchers and experienced thoughts towards Change for Development. The journal releases on February and July.
Arjuna Subject : -
Articles 1,452 Documents
ANALISIS REPRESENTASI BENTUK EKSPRESI FILM TILIK SUTRADARA AGUNG WAHYU PRASETYO Darma, Surya; Wahyuni, Sri; Alfathoni, Muhammad Ali Mursid
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.5109

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to analyze the representation of the form of expression in the film Tilik (2018) by director Wahyu Agung Prasetyo. The reason the researcher analyzed the film Tilik (2018) is because it authentically visualizes the social dynamics of rural communities, especially in Java, through dialogue and visuals of its characters. This research method uses descriptive qualitative research with content analysis techniques in the film Tilik (2018) through scenes, visuals, dialogue, narration, facial expressions, body language, and cinematography techniques used. The results of this study produce three main forms of expression in the film Tilik (2018), namely emotional expressions seen through facial expressions and gestures that depict several forms of expression such as anger, happiness, sadness, disgust, and surprise, then linguistic expressions in the form of depiction through sarcastic dialogue and satire through gossip practices as a model of social forms, and visual expressions depicted through cinematography techniques such as close-ups, narrow framing, and natural lighting as supporters of emotional assertiveness. The conclusion of this study is that the film Tilik (2018) presents a micro-portrait of rural Javanese society, which faces complex and dynamic problems. Keywords: Tilik (2018), forms of expression, analysis of expression, cinematography Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah analisis representasi bentuk ekspresi film Tilik (2018) karya sutradara Wahyu Agung Prasetyo. Alsan peneliti menganalisis film Tilik (2018) ini karena memvisualkan dinamika sosial masyarakat di pedesaan khususnya Jawa secara autentik melalui dialog dan visual tokohnya. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif desktiptif dengan teknik menganalisis isi (content analysis) pada film Tilik (2018) melalui adegan, visual, dialog, narasi, ekpresi wajah, bahasa tubuh, dan teknik sinematografi yang digunakan. Hasil penelitian ini menghasilkan tiga bentuk ekspresi utama pada film Tilik (2018), yaitu ekspresi emosional yang terlihat melalui mimik wajah dan gestur yang menggambarkan beberapa bentuk ekspresi seperti marah, bahagia, kesedihan, rasa muak, dan terkejut, selanjutnya ekspresi linguistik bentuk penggambarannya melalui dialog sarkastik dan bentuk sindiran melalui praktik gosip sebagai model dari bentuk sosial, dan ekspresi visual yang di gambarkan melalui model teknik sinematografi seperti close-up, framing sempit, dan pencahayaan alami sebagai pendukung ketegasan dari emosional. Kesimpulan dari penelitian ini adalah film Tilik (2018) menghadirkan potret mikro masyarakat di pedesaan Jawa yang memiliki permasalahan kompleks, dan dinamis. Kata kunci: Film Tilik (2018), bentuk ekspresi, analisis ekspresi, sinematografi
SISTEM PENGUKURAN DAN OTOMATISASI DAYA LISTRIK RUMAH TANGGA MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY TSUKAMOTO Siregar, Rizki Abdul Hakim; Ikhsan, Muhammad; Lubis, Aidil Halim
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.3166

Abstract

Abstract: The need for an accurate household electrical power measurement and control system is becoming increasingly urgent to prevent equipment damage due to power fluctuations and to optimize energy consumption. This study tested a system with 15, 20, 25, 30, and 40-watt lamp loads using the ZMPT101B sensor for voltage and ACS712 for current, which were integrated with an Arduino Uno. Fuzzy logic was applied to control the relay based on sensor measurements, taking into account parameters such as voltage, current, and power. This fuzzy logic allows the system to make power regulation decisions automatically and adaptively in response to changes in load conditions, thereby increasing system efficiency and reliability. The results show that the system successfully achieved design and automation goals. Measurements on a 15-watt load resulted in a voltage of 218 V, a current of 0.068 A, and a power of 15.33 watts; on a 20-watt load, the voltage was 221 V, the current was 0.091 A, and the power was 19.80 watts; on a 25-watt load, the voltage was 220 V, the current was 0.114 A, and the power was 24.95 watts; on a 30-watt load, the voltage was 219 V, the current was 0.136 A, and the power was 29.84 watts; and on a 40-watt load, the voltage was 219 V, the current was 0.182 A, and the power was 40.36 watts.   Keyword: Power Measurement System, Household Energy Control, ZMPT101B Sensor, ACS712 Sensor, Arduino Uno, Fuzzy Logic Abstrak: Kebutuhan sistem pengukuran dan kontrol daya listrik rumah tangga yang akurat semakin mendesak untuk menghindari kerusakan peralatan akibat fluktuasi daya dan mengoptimalkan konsumsi energi. Penelitian ini menguji sistem dengan beban lampu 15, 20, 25, 30, dan 40watt menggunakan sensor ZMPT101B untuk tegangan dan ACS712 untuk arus, yang diintegrasikan dengan Arduino Uno. Logika fuzzy diterapkan untuk mengontrol relay berdasarkan pengukuran sensor, dengan mempertimbangkan parameter tegangan, arus, dan daya. Logika fuzzy ini memungkinkan sistem untuk membuat keputusan pengaturan daya secara otomatis dan adaptif terhadap perubahan kondisi beban, sehingga meningkatkan efisiensi dan keandalan sistem. Hasil menunjukkan bahwa sistem berhasil dalam perancangan dan otomatisasi. Pengukuran pada beban 15 watt menghasilkan tegangan 218 V, arus 0,068 A, dan daya 15,33 watt pada beban 20 watt, tegangan 221 V, arus 0.091 A, dan daya 19,80 watt pada beban 25 watt, tegangan 220 V, arus 0,114 A, dan daya 24,95 watt; pada beban 30 watt, tegangan 219 V, arus 0,136 A, dan daya 29,84 watt serta pada beban 40 watt, tegangan 219 V, arus 0,182 A, dan daya 40,36 watt.Kata kunci: Daya Listrik, Kontrol Energi Rumah Tangga, Sensor ZMPT101B, Sensor ACS712, Arduino Uno, Logika Fuzzy  
INTEGRASI DATA MINING DAN BUSINESS INTELLIGENCE MONITORING PIUTANG PBB-P2 BPKPD KOTA TEBING TINGGI Pranoto, Sugeng; Wahyuni, Sri
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.2571

Abstract

Abstract: The biggest challenge in managing the Rural and Urban Land and Building Tax (PBB-P2) lies in the large amount of taxpayer data that must be managed and analyzed as the basis for making accurate policies and decisions. Data mining and Business Intelligence (BI) provide a strong foundation for organizations to manage and analyze data effectively in support of decision-making. The integration of Data Mining in clustering taxpayer compliance levels using the K-Means algorithm and Business Intelligence (BI) through Apache Superset for monitoring the realization of PBB-P2 receivables can be implemented using the Research & Development (R&D) method. The stages of this method include problem identification, literature study, data collection, system integration design and implementation, system integration evaluation, analysis of integration results, and the final stage consisting of conclusions and recommendations from the research. The research results show that the K-Means Clustering algorithm in Data Mining is effective in clustering taxpayers based on their compliance level in paying the PBB-P2. Furthermore, the integration of Data Mining applications based on Java and Business Intelligence (BI) using Apache Superset can optimize the monitoring of PBB-P2 receivables realization in BPKPD Tebing Tinggi. Keywords: Data Mining, Business Intelligence, K-Means, Java, Apache Superset,                 PBB-P2 Abstrak: Tantangan terbesar dalam pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) terletak pada besarnya jumlah data wajib pajak yang dikelola dan akan dianalisa sebagai dasar pengambilan kebijakan dan keputusan yang tepat. Data maining dan Business Intelligence (BI) memberikan landasan yang kuat bagi organisasi dalam mengelola dan menganalisis data secara efektif untuk mendukung pengambilan keputusan. Penerapan integrasi Data Mining dalam pengelompokan tingkat kepatuhan wajib pajak dengan menggunakan algoritma K-Means dan Business Intelligence (BI) dengan menggunakan apache superset pada monitoring realisasi piutang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dapat dilakukan dengan menggunakan metode Research & Development (R&D). Tahapan metode tersebut meliputi identifikasi masalah, studi literatur, pengumpulan data, peracangan dan implementasi sistem integrasi, evaluasi sistem integrasi, analisa hasil integrasi dan tahapan akhir adalah kesimpulan dan rekomendasi dari penelitian. Hasil dari penelitian menunjukan algoritma K-Means Clustering dalam Data Mining efektif untuk mengelompokkan wajib pajak berdasarkan tingkat kepatuhan pembayaran Pajak PBB-P2 dan dengan integrasi aplikasi Data Mining berbasis Java dan Business Intelligence (BI) menggunakan Apache Superset dapat mengoptimalkan monitoring realisasi piutang PBB-P2 di BPKPD Tebing Tinggi. Kata kunci: Promosi, Brosur, Multimedia Development Life Cycle, Augmented Reality
ANALISIS PUTUSAN HAKIM TERHADAP PENGGUNAAN NARKOTIKA JENIS GANJA UNTUK KEPERLUAN MEDIS DI INDONESIA (Studi Putusan: No.111/Pid.Sus/2017/PN.Sag) Widayanti, Yuyun; Yunara, Edi; Desiandri, Yati Sharfina
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4239

Abstract

Abstrack: Marijuana is a class I narcotic, which according to several expert studies is a type of narcotic that can be used for medical purposes in Indonesia. Medical purposes using marijuana can be useful in treating several diseases that are classified as dangerous. The benefits of marijuana for medical purposes still cannot be used as a basis for licensing the use of marijuana for medical purposes. Based on Article 8 of the Republic of Indonesia Law Number 35 of 2009 concerning narcotics, the use of marijuana has been clearly prohibited in Indonesia. The prohibition on the use of marijuana for medical purposes can be seen from a decision, namely Decision Number: 111 / Pid.Sus / 2017 / PN.Sag which sentenced a defendant who had used marijuana as an alternative treatment for the defendant's wife who suffered from syringomylia. Based on this, the formulation of the problem in this study is how the legal regulations related to the use of marijuana as a medical substance in Indonesia, how the process of obtaining a permit for the use of marijuana as a medical need in Indonesia, and how the judge's considerations in applying criminal sanctions to the defendant in Decision Number: 111 / Pid.Sus / 2017PN.Sag. The method used in writing this thesis is a normative juridical research method, namely analyzing legal principles carried out by literature studies. This research is descriptive, and the data analysis method used is qualitative descriptive research. The judge considered the defendant's humanitarian goals who used marijuana to treat his wife, then sentenced him to 8 months in prison and a fine of Rp1 billion, lighter than the minimum threat, as a means of education and development. This decision reflects an effort to balance the values of justice, certainty, and legal benefits as Gustav Radbruch's theory, by considering juridical, philosophical, and sociological aspects. Keyword: Judge's Ruling, Marijuana, Medical Purposes Abstrak: Narkotika jenis ganja ialah narkotika golongan I, yang menurut beberapa penelitian oleh ahli merupakan jenis narkotika yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan medis di Indonesia. Keperluan medis dengan menggunakan narkotika jenis ganja, dapat bermanfaat dalam mengatasi beberapa penyakit yang tergolong berbahaya. Adanya manfaat narkotika jenis ganja untuk keperluan medis masih tidak dapat dijadikan dasar perizinan pengunaan narkotika jenis ganja untuk keperluan medis. Berdasarkan Pasal 8 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, penggunaan narkotika jenis ganja telah dengan jelas dilarang penggunaannya di Indonesia. Larangan penggunaan narkotika jenis ganja dalam hal keperluan kesehatan, dapat dilihat dari adanya suatu putusan yaitu Putusan Nomor: 111/Pid.Sus/2017/PN.Sag yang menjatuhkan hukuman terhadap seorang terdakwa yang telah menggunakan narkotika jenis ganja sebagai alternatif penyembuhan terhadap istri terdakwa yang mengalami penyakit syringomylia. Berdasarkan hal tersebut maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimanakah pengaturan hukum terkait penggunaan narkotika jenis ganja sebagai bahan medis di Indonesia, bagaimana proses untuk memperoleh izin penggunaan narkotika jenis ganja sebagai kebutuhan medis di Indonesia, serta bagaimana pertimbangan hakim dalam menerapkan sanksi pidana terhadap terdakwa dalam Putusan Nomor: 111/Pid.Sus/2017PN.Sag. Metode yang digunakan di dalam penulisan tesis ini adalah metode penelitian yuridis normatif yaitu menganalisis asas hukum yang dilakukan dengan studi pustaka. Penelitian ini bersifat deskriptif, dan metode analisa data yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. hakim mempertimbangkan tujuan kemanusiaan terdakwa yang menggunakan ganja untuk mengobati istrinya, lalu menjatuhkan pidana 8 bulan penjara dan denda Rp1 miliar, lebih ringan dari ancaman minimal, sebagai sarana edukasi dan pembinaan. Putusan ini mencerminkan upaya menyeimbangkan nilai keadilan, kepastian, dan kemanfaatan hukum sebagaimana teori Gustav Radbruch, dengan mempertimbangkan aspek yuridis, filosofis, dan sosiologis. Kata Kunci:     Putusan Hakim, Narkotika Jenis Ganja, Keperluan Medis
PENERAPAN LITERASI MEMBACA KARYA SASTRA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA DALAM MENENTUKAN TOPIK CERPEN Maulidah, Rina Hayati; Atmazaki, Atmazaki; Hayati, Yenni
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 5, No 3 (2022): October 2022
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v5i3.5282

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the effectiveness of applying literary reading literacy to improve students’ critical thinking skills in determining short story writing topics. The research employed a quasi- experimental approach using a Pretest–Posttest Control Group Design. The sample consisted of 56 sixth- semester students of the Indonesian Language and Literature Education program, divided into experimental and control groups. The experimental group received a four-week treatment consisting of structured literary reading activities, critical discussions, and reflective assignments. Research instruments included a critical thinking test, short story topic assessment rubric, and student perception questionnaire. The results indicated a significant improvement in the experimental group (M_pre = 58.4; M_post = 74.1; p < 0.001; Cohen’s d = 1.38), while the control group showed no significant change. The findings suggest that systematically integrating literary reading literacy enhances students’ analytical, evaluative, and reflective thinking abilities in developing original and relevant short story topics. The study recommends incorporating structured literary literacy activities into creative writing courses to foster critical, creative, and humanistic learners.Keywords: reading literacy, literary works, critical thinking, short story writing, literature learningAbstrak: Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan literasi membaca karya sastra terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam menentukan topik penulisan cerpen. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimental dengan desain Pretest–Posttest Control Group. Sampel terdiri atas 56 mahasiswa semester VI program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra yang dibagi menjadi dua kelompok: eksperimen dan kontrol. Kelompok eksperimen menerima perlakuan berupa pembelajaran literasi membaca karya sastra dengan strategi pembacaan terstruktur, diskusi kritis, dan tugas reflektif selama empat minggu. Instrumen penelitian meliputi tes kemampuan berpikir kritis, rubrik penilaian topik cerpen, serta kuesioner persepsi mahasiswa. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen (M_pre = 58,4; M_post = 74,1; p < 0,001; Cohen’s d = 1,38), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perbedaan berarti. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi literasi membaca karya sastra secara sistematis dapat meningkatkan kemampuan berpikir analitis, evaluatif, dan reflektif mahasiswa dalam menentukan topik cerpen yang orisinal dan relevan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan praktik literasi sastra dalam mata kuliah menulis kreatif untuk membangun mahasiswa yang kritis, kreatif, dan berwawasan humanistik.Kata Kunci: literasi membaca, cerpen, berpikir kritis, menentukan topik.
EFEKTIVITAS ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PENEGAKAN HUKUM: TELAAH DARI PERSPEKTIF FILSAFAT HUKUM Kandriana, Muhammad; Imamsyah, Mirham; Ridwan, Ridwan
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.3188

Abstract

Abstract: This article explores the role of artificial intelligence (AI) in law enforcement in Indonesia through the lens of legal philosophy. Using a normative juridical method and a qualitative approach, the study draws on literature reviews of legal regulations and contemporary academic sources. The findings indicate that while AI significantly improves efficiency and precision in judicial systems, it also introduces substantial challenges, especially in terms of substantive justice, legal accountability, and the protection of human rights. From a jurisprudential perspective, AI implementation should adhere to fundamental legal values such as justice, liberty, and moral responsibility. Therefore, value-based regulatory frameworks are necessary to ensure that the use of AI supports, rather than undermines, the foundational principles of law and human dignity. Keyword: artificial intelligence, law enforcement, legal philosophy. Abstrak: Artikel ini mengkaji bagaimana kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) berperan dalam proses penegakan hukum di Indonesia melalui pendekatan filsafat hukum. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif berdasarkan studi literatur terhadap regulasi hukum dan referensi akademik terbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun AI dapat meningkatkan efisiensi dan presisi dalam sistem hukum, kehadirannya juga menimbulkan tantangan serius, terutama dalam aspek keadilan substantif, pertanggungjawaban hukum, dan perlindungan hak asasi manusia. Dari sudut pandang filsafat hukum, pemanfaatan AI semestinya tunduk pada nilai-nilai dasar hukum seperti keadilan, kebebasan, dan tanggung jawab moral. Oleh karena itu, regulasi berbasis nilai menjadi urgensi untuk menjamin bahwa pemanfaatan teknologi ini tidak menyimpang dari prinsip-prinsip dasar hukum serta nilai-nilai kemanusiaan. Kata kunci: filsafat hukum, kecerdasan buatan, penegakan hukum.  
ANALYSIS OF THE SLANG WORD 'KUY' IN EVERYDAY LANGUAGE CONTEXT Rahmadani, Suci; Nasution, Jamaluddin; Pardede, Widya Karolina Br; Nabilla, Alyah Putri; Pandia, Kesya Klarissya Br
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4156

Abstract

Abstract: This study analyzes the use of the slang word “kuy” in the daily language of Indonesian society, particularly among teenagers and young adults. Using a qualitative approach and descriptive-analytical method, data were collected through questionnaires from 107 respondents, in-depth interviews, social media observation, and digital documentation. The findings show that “kuy” originates from the phonological reversal of the word “yuk” in prokem language, which emerged in the 1980s and gained popularity on social media around 2014. Semantically, 89.7% of respondents understand “kuy” as an invitation, but pragmatically, it also serves as a symbol of social closeness and group identity, with 57.9% considering it important to express familiarity among peers. The word is most commonly used to invite someone to do something (52.8%) and appears more frequently in social media communication than in face-to-face interaction. Its usage is moderate, with 85% of respondents using it occasionally, reflecting the younger generation’s ability to code-switch according to the communication context. This study concludes that “kuy” is not only a linguistic expression but also a cultural artifact that reflects the creativity and social dynamics of Indonesia’s urban digital generation. Keywords: slang, kuy, sociolinguistics, prokem language, social media, adolescent identity, language variation, digital communication, Gen Z, Indonesian slang. Abstrak: Studi ini menganalisis penggunaan kata slang "kuy" dalam bahasa sehari-hari masyarakat Indonesia, khususnya di kalangan remaja dan dewasa muda. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif-analitis, data dikumpulkan melalui kuesioner dari 107 responden, wawancara mendalam, observasi media sosial, dan dokumentasi digital. Temuan menunjukkan bahwa "kuy" berasal dari pembalikan fonologis kata "yuk" dalam bahasa prokem, yang muncul pada 1980-an dan mendapatkan popularitas di media sosial sekitar tahun 2014. Secara semantik, 89,7% responden memahami "kuy" sebagai undangan, tetapi secara pragmatis, itu juga berfungsi sebagai simbol kedekatan sosial dan identitas kelompok, dengan 57,9% menganggapnya penting untuk mengekspresikan keakraban di antara teman sebaya. Kata itu paling umum digunakan untuk mengundang seseorang untuk melakukan sesuatu (52,8%) dan muncul lebih sering dalam komunikasi media sosial daripada dalam interaksi tatap muka. Penggunaannya tergolong moderat, dengan 85% responden menggunakannya sesekali, mencerminkan kemampuan generasi muda untuk beralih kode sesuai konteks komunikasi. Studi ini menyimpulkan bahwa "kuy" bukan hanya sebuah ekspresi linguistik, tetapi juga artefak budaya yang mencerminkan kreativitas dan dinamika sosial generasi digital urban Indonesia. Kata kunci: bahasa gaul, kuy, sosiolinguistik, bahasa prokem, media sosial, identitas remaja, variasi bahasa, komunikasi digital, Gen Z, bahasa gaul Indonesia.
PENGARUH BRAND IMAGE, DIGITAL MARKETING DAN KELOMPOK REFERENSI TERHADAP KEPUTUSAN ORANG TUA MEMILIH ANAKNYA STUDI DI SMA BUKIT SION JAKARTA Sihole, Anggriadi Kasih; Fathorrahman, Fathorrahman; Pradiani, Theresia
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.2644

Abstract

Abstract: This research investigates the influence of Brand Image, Digital Marketing, and Reference Groups on' decisions to continue their studies at SMA Bukit Sion Jakarta. Brand image includes public perception of the school's reputation, service quality, and performance, thereby increasing the school's attractiveness. Digital marketing through social media and websites ensures the dissemination of information and ensures efficient communication with prospective students. On the other hand, reference groups such as colleagues, family, and alumni provide recommendations that increase prospective students' confidence in choosing a school. This study uses a quantitative approach by distributing questionnaires to all parents of grade X students totaling 80 respondents. The results of multiple regression analysis using the SPSS v.26 statistical program show that Brand Image does not have a direct effect on the decision to choose a school, but this variable makes a large contribution to other variables simultaneously, thus showing significant results and having a positive effect on the decision to choose a school. This research is expected to contribute to the development of more effective educational marketing strategies and become a reference for other schools to strengthen competitiveness through optimizing brand image, digital marketing, and the influence of reference groups as part of a holistic marketing approach. Keyword: Brand Image, Digital Marketing, Reference Groups, Choice Decisions, Educational Marketing Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Brand Image, Digital Marketing, Kelompok Referensi terhadap keputusan siswa untuk melanjutkan studi di SMA Bukit Sion Jakarta. Citra merek mencakup persepsi masyarakat terhadap reputasi, kualitas layanan, dan kinerja sekolah sehingga meningkatkan daya tarik sekolah di mata orang tua dan calon siswa. Pemasaran digital melalui media sosial dan website memastikan penyebaran informasi dan menjalin komunikasi yang efisien dengan calon mahasiswa. Di sisi lain, kelompok referensi seperti rekan kerja, keluarga, dan alumni memberikan rekomendasi yang meningkatkan kepercayaan diri calon siswa dalam memilih sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada seluruh orang tua siswa kelas X sebagai responden sebanyak 80 responden. Hasil analisis regresi berganda yang menggunakan program statistik SPSS v.26 menunjukkan Brand Image tidak berpengaruh secara langsung terhadap keputusan memilih sekolah, tetapi variabel ini memberikan kontribusi yang besar terhadap variabel lainnya secara simultan sehingga menunjukkan hasil yang signifikan dan berpengaruh positif terhadap keputusan memilih sekolah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi pemasaran pendidikan yang lebih efektif serta menjadi rujukan bagi sekolah-sekolah lain untuk memperkuat daya saing melalui optimalisasi brand image, digital marketing, dan pengaruh kelompok referensi sebagai bagian dari pendekatan pemasaran yang holistik Kata kunci: Brand Image, Digital Marketing, Kelompok Referensi, Keputusan Memilih, Pemasaran Pendidikan
ANALISIS SWOT PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KESEHATAN (SIMKES) DI PUSKESMAS DAERAH 3 T (TERTINGGAL, TERDEPAN, TERLUAR) Rizalina, Rizalina; Sari, Afni Nia; Sawitri, Elvira; Erdriani, Deby
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4172

Abstract

Abstract: The Health Management Information System (SIMKes) is an important instrument in supporting effective, efficient, and data-driven health services. In Indonesia, the implementation of SIMKes has been extended to Puskesmas as the spearhead of primary care. However, its implementation in the 3T (Disadvantaged, Frontier, and Outermost) areas faces significant challenges due to geographical, socio-economic, and infrastructure limitations. This study aims to analyze the internal and external factors that influence the success of SIMKes implementation in 3T areas through a SWOT analysis approach. Data was obtained from a comprehensive literature study as well as in-depth interviews with health workers in 3T health centers. Results show that the main strengths of SIMKes lie in its ability to integrate health data and support decision-making, while weaknesses include technical limitations and low digital literacy. Opportunities arise from national policies on health digitization, while threats stem from technological disparities and system resilience. This article recommends strategies for strengthening local capacity, regional needs-based system design, and inter-agency synergy. Keywords: SIMKes, SWOT, Puskesmas, 3T Area, Health Information System, Service Digitalization Abstrak: Sistem Informasi Manajemen Kesehatan (SIMKes) merupakan instrumen penting dalam mendukung pelayanan kesehatan yang efektif, efisien, dan berbasis data. Di Indonesia, implementasi SIMKes telah diperluas hingga ke Puskesmas sebagai ujung tombak layanan primer. Namun, penerapannya di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) menghadapi tantangan signifikan karena kondisi geografis, sosial-ekonomi, serta keterbatasan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi keberhasilan implementasi SIMKes di daerah 3T melalui pendekatan analisis SWOT. Data diperoleh dari studi literatur yang komprehensif serta wawancara mendalam dengan tenaga kesehatan di Puskesmas 3T. Hasil menunjukkan bahwa kekuatan utama SIMKes terletak pada kemampuannya mengintegrasikan data kesehatan dan mendukung pengambilan keputusan, sementara kelemahan mencakup keterbatasan teknis dan rendahnya literasi digital. Peluang muncul dari kebijakan nasional digitalisasi kesehatan, sedangkan ancaman berasal dari disparitas teknologi dan ketahanan sistem. Artikel ini merekomendasikan strategi penguatan kapasitas lokal, desain sistem berbasis kebutuhan daerah, dan sinergi antar-lembaga. Kata Kunci: SIMKes, SWOT, Puskesmas, Daerah 3T, Sistem Informasi Kesehatan, Digitalisasi Layanan
SPIRITUALITAS URBAN DALAM PENGALAMAN KEAGAMAAN DAN EKSPRESI ESTETIS SENIMAN MURAL Sudarti, Dwi Okti
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4998

Abstract

Abstract: This study has important relevance in viewing mural art not merely as an aesthetic expression in urban spaces, but also as a medium that conveys messages of spirituality and religious experience. The main objective of this study is to reveal how urban spirituality contributes to the formation of the religious and cultural identity of mural artists in modern society, as well as how mural works function as a means of negotiation between religious identity and urban identity in artistic practice. This study uses a qualitative approach with a literature review method, based on Joachim Wach's thinking, which interprets religious experience as an inner relationship between humans and their minds with God. The results show that mural art in urban spaces not only serves as an aesthetic expression or social criticism, but also as a spiritual and cultural medium that reflects the religious dynamics of urban communities. Murals become a symbolic space where spiritual, moral, and social values interact through communicative visual language, while also marking a shift in religiosity from institutional forms to more personal and creative expressions. Thus, murals function as cultural da'wah that represent a dialogue between faith, culture, and modernity in the context of urban spirituality. The findings of this study confirm that every mural, even if it appears far from religious values, actually contains spiritual messages implied in its symbols, colours, and visual meanings.Keyword: aesthetic expression;mural artists;religious experience.Abstrak: Penelitian ini memiliki relevansi penting dalam melihat seni mural bukan sekadar sebagai ekspresi estetika di ruang perkotaan, tetapi juga sebagai medium yang memuat pesan spiritualitas dan pengalaman keagamaan. Tujuan utama penelitian ini adalah mengungkap bagaimana spiritualitas urban berkontribusi terhadap pembentukan identitas keagamaan dan kultural seniman mural dalam masyarakat modern, serta bagaimana karya mural berfungsi sebagai sarana negosiasi antara identitas religius dan identitas urban dalam praktik kesenian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian kepustakaan (literature review), berlandaskan pemikiran Joachim Wach yang memaknai pengalaman keagamaan sebagai hubungan batiniah antara manusia dan pikirannya dengan Tuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seni mural di ruang urban tidak hanya berperan sebagai ekspresi estetis atau kritik sosial, tetapi juga sebagai medium spiritual dan kultural yang merefleksikan dinamika religiusitas masyarakat perkotaan. Mural menjadi ruang simbolik tempat nilai-nilai spiritual, moral, dan sosial berinteraksi melalui bahasa visual yang komunikatif, sekaligus menandai pergeseran religiusitas dari bentuk institusional menuju ekspresi yang lebih personal dan kreatif. Sehingga, mural berfungsi sebagai dakwah kultural yang merepresentasikan dialog antara iman, budaya, dan modernitas dalam konteks spiritualitas urban. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa setiap karya mural, meskipun tampak jauh dari nilai-nilai religius, sesungguhnya mengandung pesan spiritual yang tersirat dalam simbol, warna, dan makna visualnya.Kata kunci: ekspresi estetis;pengalaman keagamaan;seniman mural.