cover
Contact Name
Andy Sapta
Contact Email
saptaandy@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lppm_stmik@royal.ac.id
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Published by Smart Education
ISSN : 26154307     EISSN : 26153262     DOI : -
Journal of Science and Social Research is accepts research works from academicians in their respective expertise of studies. Journal of Science and Social Research is platform to disclose the research abilities and promote quality and excellence of young researchers and experienced thoughts towards Change for Development. The journal releases on February and July.
Arjuna Subject : -
Articles 3,645 Documents
PENINGKATAN NILAI UJI BULK DAN NILAI DAYA REGANG PADA MUTU KERTAS CETAK A Lisa Fadhilah Hayat; Ety Jumiati; Miftahul Husnah
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5718

Abstract

Abstract: This study was conducted to determine the improvement of bulk and elongation in Printing Paper A made from cassava peel and oil palm fiber. Using an experimental method and a quantitative approach, the material composition variations were as follows: sample A (80%:20%), sample B (60%:40%), sample C (40%:60%), and sample D (20%:80%). The pulp-making process was carried out with chemical treatment using 3% NaOH and 3.5% HNO₃ solutions, followed by bleaching with 10% H₂O₂, then dried and formed into paper sheets. Characterization was conducted based on SNI 7274:2008. The bulk test results were 1.073 cm³/g for sample A, 1.088 cm³/g for sample B, 1.090 cm³/g for sample C, and 1.096 cm³/g for sample D. The elongation results were 1.589% for sample A, 0.682% for sample B, 2.800% for sample C, and 2.800% for sample D. This study shows that the higher the proportion of oil palm fiber, the more significant the contribution to the increase in bulk and elongation values of the paper. Keyword: Bulk, Cassava Peel, Elongation, Palm Fiber, Paper Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk menentukan peningkatan bulk dan daya regang pada kertas cetak A berbahan kulit ubi dan serat sawit. Dengan menggunakan metode eksperimen dan pendekatan kuantitatif, variasi komposisi bahan adalah sebagai berikut: sampel A (80%:20%), sampel B (60%:40%), sampel C (40%:60%), dan sampel D (20%:80%). Proses pembuatan pulp dilakukan dengan perlakuan kimia menggunakan larutan NaOH 3% dan HNO₃ 3,5%, dilanjutkan dengan pemutihan menggunakan H₂O₂ 10%, kemudian dikeringkan dan dicetak menjadi lembaran kertas. Karakterisasi dilakukan berdasarkan SNI 7274:2008. Hasil uji bulk adalah 1,073 cm3/g untuk sampel A, 1,088 cm3/g untuk sampel B, 1,090 cm3/g untuk sampel C, dan 1,096 cm3/g untuk sampel D. Hasil daya regang adalah 1,589% untuk sampel A, 0,682% untuk sampel B, 2,800% untuk sampel C, dan 2,800% untuk sampel D. Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi peningkatan proporsi serat sawit memberikan kontribusi signifikan terhadap kenaikan nilai bulk dan daya regang kertas. Kata kunci: Bulk, Daya Regang, Kertas, Kulit Ubi, Serat Sawit
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP PERMUTASI DAN KOMBINASI PADA MAHASISWA SEMESTER V PENDIDIKAN MATEMATIKA UNIVERSITAS ASAHAN Muthia Dewi; Fildzah Rizkiah Damanik; Amanda Chantika Sari Br Purba; Dinda Ariyani; Wilda Annisa Hasibuan; Siti Nur Indah; Ghea Marsha; Hanisa Romadona Nainggolan; Yovi Dwi Ramadhani; Andini Andini
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5719

Abstract

Permutasi dan kombinasi merupakan topik penting dalam perkuliahan statistika yang menuntut penguasaan konsep secara tepat dan mendalam, terutama dalam membedakan persoalan yang memperhatikan urutan dengan yang tidak memperhatikan urutan. Akan tetapi, pada praktiknya masih terdapat mahasiswa yang mengalami kendala serta melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal terkait materi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemahaman konsep permutasi dan kombinasi pada mahasiswa Semester V Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Asahan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 9 mahasiswa yang dipilih berdasarkan tingkat kemampuan matematika. Instrumen yang digunakan berupa tes tertulis yang terdiri atas tiga butir soal mencakup materi permutasi dan kombinasi. Pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis, kemudian dianalisis berdasarkan kesalahan konsep yang dilakukan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa belum memahami konsep permutasi dan kombinasi dengan benar, khususnya dalam menentukan rumus yang sesuai dengan permasalahan serta dalam menjelaskan kembali konsep dari soal yang diberikan secara tepat. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemahaman konsep mahasiswa terhadap materi permutasi dan kombinasi masih perlu ditingkatkan.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MAHASISWA SEMESTER V-B PENDIDIKAN MATEMATIKA MATERI DISTRIBUSI SATU PEUBAH ACAK Muthia Dewi; Suci Amalia; Diana Diana; NurHikmah Lubis; Eliza Dwi Ananda; Chaliza Shabina Pulungan; Zulfiqri Panjaitan; Arfika Putri; Yurinda Vilga Al-Hafizah; Dila Oktapia Rahmadani
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5720

Abstract

Pada dasarnya mahasiswa seharusnya sudah memiliki kemampuan pemecahan masalah karena sejak menjadi peserta didik terutama ketika berada di tingkatan sekolah dasar, harus memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis dengan baik. Kemampuan pemecahan masalah matematis sangat dibutuhkan karena memberikan dampak positif bagi kehidupan mereka seperti mengelola permasalahan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan soal distribusi satu peubah acak. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester V-B Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Asahan tahun ajaran 2025/ 2026 berjumlah 9 orang. Instrumen penelitian menggunakan 4 soal sesuai dengan jumlah indikator pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan rendah 22% yaitu 2 orang, sedang 45% yaitu 4 orang dan tinggi 33% yaitu 3 orang. Berdasarkan hasil ini maka mahasiswa dengan kemampuan rendah belum mampu menyelesaikan soal distribusi satu peubah acak dengan baik, sehingga menandakan kurangnya pemahaman dan penguasaan mahasiswa terhadap konsep yang telah disampaikan.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW OF THE ROLE OF ONTOLOGY, EPISTEMOLOGY AND AXIOLOGY IN MANAGEMENT RESEARCH IN THE DIGITALIZATION ERA- MSMES IN VARIOUS COUNTRIES Sarida Sirait; Formaida Tambunan; Mutia Nurhalizah; Mujiatun Mujiatun
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5722

Abstract

Abstract: This article presents a systematic literature review (SLR) on Ontology, Epistomology, Management Axiology, Digital, Financial, fostering innovation, and supporting economic performance and sustainability. Based on a collection of articles from reputable international journals (2023–2025), this review identifies three main clusters: (1) digital finance and financial deepening and growth; (2) digital financial innovation, inclusion, and financial resilience; and (3) digital finance, technological innovation, and sustainability performance (green innovation and carbon emissions). The synthesis shows that digital financial innovation consistently contributes positively to financial deepening, corporate innovation, financing efficiency, and economic growth, but its effects depend on the institutional context, digital financial literacy, and regulatory design. The article concludes with a research agenda that emphasizes the need to integrate green-sustainable finance perspectives, developing country contexts, and more diverse methodological approaches. Keywords: Ontology, Epistomology, Management Axiology, Digital, Financial. Abstrak: Artikel ini menyajikan tinjauan literatur sistematis (SLR) tentang Ontologi, Epistemologi, Aksiologi Manajemen, Digital, Keuangan, mendorong inovasi, dan mendukung kinerja ekonomi dan keberlanjutan. Berdasarkan kumpulan artikel dari jurnal internasional terkemuka (2023–2025), tinjauan ini mengidentifikasi tiga klaster utama: (1) keuangan digital dan pendalaman serta pertumbuhan keuangan; (2) inovasi keuangan digital, inklusi, dan ketahanan keuangan; dan (3) keuangan digital, inovasi teknologi, dan kinerja keberlanjutan (inovasi hijau dan emisi karbon). Sintesis menunjukkan bahwa inovasi keuangan digital secara konsisten memberikan kontribusi positif terhadap pendalaman keuangan, inovasi perusahaan, efisiensi pembiayaan, dan pertumbuhan ekonomi, tetapi dampaknya bergantung pada konteks kelembagaan, literasi keuangan digital, dan desain regulasi. Artikel ini diakhiri dengan agenda penelitian yang menekankan perlunya mengintegrasikan perspektif keuangan hijau-berkelanjutan, konteks negara berkembang, dan pendekatan metodologis yang lebih beragam.. Kata kunci: Ontologi, Epistemologi, Aksiologi Manajemen, Digital, Keuangan
FILSAFAT ILMU DALAM PENGEMBANGAN INOVASI UMKM BERBASIS DIGITAL Sutriono Sutriono; Muhammad Irsyad; Elisabet Tambunan; Siti Mujiatun
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5724

Abstract

Abstract: Digital transformation has become a major force shaping the dynamics of the global economy, including Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Indonesia. Amid technological disruption and changing consumer behavior, the ability of MSMEs to innovate is a key factor in maintaining business sustainability. However, innovation efforts are often oriented solely toward technical and economic aspects, without considering the underlying philosophical dimensions and scientific values. Therefore, this study examines the role of the philosophy of science in the development of digital-based MSME innovation, emphasizing the three main pillars of the philosophy of science epistemology, ontology, and axiology as a conceptual framework. Methodologically, this study employs a qualitative approach based on a literature review by examining books, scientific journals, and previous research findings published over the past ten years. The results indicate that the philosophy of science plays a central role in shaping a scientific, reflective, and ethical mindset among MSME actors. The epistemological dimension helps MSMEs understand innovation as a systematic scientific knowledge process; the ontological dimension guides business actors to interpret innovation as a form of existence and social value in the digital era; while the axiological dimension emphasizes the importance of ethics, social responsibility, and sustainability in the application of technology. These three dimensions are integrated in creating innovation that is not only economically efficient but also meaningful from a humanitarian perspective. This study concludes that the development of digital-based MSME innovation in Indonesia needs to be grounded in the philosophy of science to achieve a balance between technological progress and moral values. This approach can foster the creation of a sustainable, inclusive, and socially just digital business ecosystem. Thus, the philosophy of science is not merely an abstract academic discipline, but also a practical foundation for building ethical, knowledge-based, and highly competitive MSME innovation. Keywords: Philosophy of Science, Epistemology, Ontology, Axiology, Digital Innovation, MSMEs Abstrak: Transformasi digital telah menjadi kekuatan utama dalam membentuk dinamika perekonomian global, termasuk bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Di tengah disrupsi teknologi dan perubahan perilaku konsumen, kemampuan UMKM untuk berinovasi menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan bisnis. Namun, inovasi yang dilakukan sering kali hanya berorientasi pada aspek teknis dan ekonomi, tanpa mempertimbangkan dimensi filosofis dan nilai-nilai ilmiah yang mendasarinya. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji peran filsafat ilmu dalam pengembangan inovasi UMKM berbasis digital, dengan menekankan tiga pilar utama filsafat ilmu epistemologi, ontologi, dan aksiologi sebagai kerangka konseptual.Secara metodologis, kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur dengan meninjau buku, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa filsafat ilmu memiliki peran sentral dalam membentuk pola pikir ilmiah, reflektif, dan etis pada pelaku UMKM. Dimensi epistemologi membantu UMKM memahami inovasi sebagai proses pengetahuan ilmiah yang sistematis; ontologi menuntun pelaku usaha untuk memaknai inovasi sebagai wujud eksistensi dan nilai sosial dalam era digital; sedangkan aksiologi menekankan pentingnya etika, tanggung jawab sosial, dan keberlanjutan dalam penerapan teknologi. Ketiga dimensi ini saling terintegrasi dalam menciptakan inovasi yang tidak hanya efisien secara ekonomi, tetapi juga bermakna secara kemanusiaan. Kajian ini menyimpulkan bahwa pengembangan inovasi UMKM berbasis digital di Indonesia perlu berlandaskan pada filsafat ilmu agar tercipta keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai moral. Pendekatan ini mampu mendorong terciptanya ekosistem bisnis digital yang berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan sosial. Dengan demikian, filsafat ilmu tidak hanya menjadi disiplin akademik abstrak, melainkan juga fondasi praktis dalam membangun inovasi UMKM yang beretika, berpengetahuan, dan berdaya saing tinggi. Kata kunci: Filsafat Ilmu, Epistemologi, Ontologi, Aksiologi, Inovasi Digital, UMKM
FILSAFAT ILMU SEBAGAI LANDASAN PENGEMBANGAN MODEL MANAJEMEN BERBASIS KETANGKASAN DAN KETAHANAN Supriadi Siagian; Taufiq Hidayah; Purwanto Purwanto; Siti Mujiatun
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5726

Abstract

Abstract: This study explores the pivotal role of philosophy of science as an ontological, epistemological, and axiological foundation in developing organizational management models based on agility and resilience amid 21st-century VUCA uncertainties. Through a qualitative reflective approach employing conceptual systematic literature review, the research synthesizes fragmented management literature, revealing that agility represents the dynamic essence of organizations as adaptive social systems,, while resilience embodies value-oriented sustainability preserving core identity and long-term purpose. Epistemological pluralism integrates empirical data, tacit knowledge, and contextual reflection, transcending instrumental paradigms. Compared to prior studies focused on operational metrics, this framework offers deeper philosophical reflection, addressing research gaps in ethical and existential dimensions. Theoretical contributions include an integrated tri-dimensional matrix linking philosophy to adaptive capabilities, enriching management discourse. Practical implications urge balanced agility-resilience practices for Indonesian MSMEs and public sectors, emphasizing value-embedded decision-making. Limitations encompass the conceptual nature lacking empirical validation, suggesting future mixed-methods testing across cultural contexts. This work pioneers a normative paradigm shift, positioning philosophically grounded models as essential for sustainable organizational thriving in turbulent environments.. Keywords: Philosophy of Science, Organizational Agility, Organizational Resilience, Management Model, Sustainability. Abstrak: Penelitian ini mengkaji peran fundamental filsafat ilmu sebagai landasan ontologis, epistemologis, dan aksiologis dalam pengembangan model manajemen organisasi berbasis ketangkasan dan ketahanan di tengah ketidakpastian VUCA abad ke-21. Melalui pendekatan kualitatif reflektif dengan desain systematic literature review konseptual, kajian mensintesis literatur manajemen yang terfragmentasi, mengungkap ketangkasan sebagai esensi ontologis organisasi sebagai sistem sosial adaptif, sementara ketahanan mencerminkan orientasi aksiologis keberlanjutan nilai yang mempertahankan identitas inti dan tujuan jangka panjang. Pluralisme epistemologis mengintegrasikan data empiris, pengetahuan tacit, dan refleksi kontekstual, melampaui paradigma instrumental. Dibandingkan studi terdahulu yang berfokus metrik operasional, kerangka ini tawarkan refleksi filosofis mendalam, mengisi kesenjangan dimensi etis-eksistensial. Kontribusi teoretis mencakup matriks tiga dimensi terintegrasi yang hubungkan filsafat dengan kapabilitas adaptif, memperkaya wacana manajemen. Implikasi praktis dorong praktik seimbang ketangkasan-ketahanan bagi UMKM dan sektor publik Indonesia, dengan pengambilan keputusan berbasis nilai. Keterbatasan bersifat konseptual tanpa validasi empiris, sarankan pengujian mixed-method lintas konteks budaya ke depan. Kajian ini mempelopori paradigma normatif baru, memposisikan model berlandaskan filsafat sebagai esensial bagi keberlanjutan organisasi di lingkungan turbulen. Kata kunci: Philosophy of Science, Organizational Agility, Organizational Resilience, Management Model, Sustainability.
AKSIOLOGI PENELITIAN MANAJEMEN BERKELANJUTAN DALAM PENGUATAN DAYA SAING UMKM DI ERA GLOBALISASI EKONOMI Teguh Satya Wira; Abdul Rahim Siregar; Siti Mujiatun
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5727

Abstract

Abstract: This research aims to analyze the axiological foundation of sustainable management for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) and its role in building competitive advantage in the global economic era. Using a qualitative approach with a multi-case study design, this study explores how intrinsic values (business ethics, intergenerational justice, environmental preservation) and extrinsic values (profit, consumer loyalty, market access) form the philosophical basis for adopting sustainable practices. Data were collected through in-depth interviews, Focus Group Discussions (FGD), observation, and document studies involving MSMEs that have implemented sustainability principles. Thematic analysis reveals that the internalization of axiological values encourages the operationalization of the Triple Bottom Line and ESG (Environmental, Social, Governance) frameworks in business strategies. The integration of these values proves to be a significant source of competitive advantage for MSMEs, manifested through green brand image differentiation, operational efficiency, access to new ethical markets, and increased business resilience. This study contributes theoretically by enriching the discourse on sustainable management with a value-based philosophical perspective, specifically within the MSME context. Practically, it provides recommendations for MSMEs, policymakers, and facilitators in the form of a contextual implementation roadmap, integrated training programs, and supportive policies to accelerate the inclusive and sustainable transformation of MSMEs. Keywords: Axiology, Sustainable Management, MSME Competitiveness, ESG, Globalization. Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis landasan aksiologi dari manajemen berkelanjutan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta perannya dalam membangun keunggulan kompetitif di era ekonomi global. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain studi multi-kasus, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai intrinsik (etika bisnis, keadilan antargenerasi, kelestarian lingkungan) dan nilai-nilai ekstrinsik (profit, loyalitas konsumen, akses pasar) membentuk landasan filosofis bagi adopsi praktik berkelanjutan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), observasi, dan studi dokumen yang melibatkan UMKM yang telah menerapkan prinsip keberlanjutan. Analisis tematik mengungkapkan bahwa internalisasi nilai-nilai aksiologis mendorong operasionalisasi kerangka Triple Bottom Line dan ESG (Environmental, Social, Governance) dalam strategi bisnis. Integrasi nilai-nilai ini terbukti menjadi sumber keunggulan bersaing yang signifikan bagi UMKM, yang diwujudkan melalui diferensiasi citra merek hijau, efisiensi operasional, akses ke pasar etis baru, serta peningkatan ketahanan usaha. Kajian ini memberikan kontribusi teoretis dengan memperkaya wacana manajemen berkelanjutan dengan perspektif filosofis berbasis nilai, khususnya dalam konteks UMKM. Secara praktis, penelitian ini menyediakan rekomendasi bagi UMKM, pembuat kebijakan, dan pendamping dalam bentuk roadmap implementasi kontekstual, program pelatihan terpadu, serta kebijakan pendukung untuk mempercepat transformasi UMKM yang inklusif dan berkelanjutan. Kata Kunci: Aksiologi, Manajemen Berkelanjutan, Daya Saing UMKM, ESG, Globalisasi.
EFEKTIVITAS PENGATURAN DIVERSI DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK TERHADAP PERLINDUNGAN ANAK YANG BERKONFLIK DENGAN HUKUM Asri Vivi Yanti Sinurat
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5731

Abstract

Abstract: Diversion can be understood as a process of transferring the resolution of juvenile criminal cases from the formal criminal justice system to mechanisms outside the court process. Its purpose is to promote restorative justice. Restorative justice directs the resolution of criminal cases by involving the offender, the victim, the families of both parties, and other relevant stakeholders to collectively seek a fair solution that emphasizes restoring the situation to its original condition rather than pursuing retribution (Barda Nawawi Arief, 2008: 45).Based on Article 5 paragraph (2) points (a) and (b) in conjunction with Article 7 of the Juvenile Criminal Justice System Act (UU SPPA), the processes of investigation, prosecution, and adjudication of cases involving children conducted by the General Courts must be directed toward the pursuit of Diversion. In general, the Diversion process is carried out through a deliberative mechanism that takes into account several aspects, including the interests of the victim, the welfare and responsibility of the child, the avoidance of retaliation, social harmony, as well as propriety, morality, and even public order.However, the Diversion process cannot be applied to child offenders who are charged with crimes punishable by imprisonment of seven (7) years or more, as well as to those who are repeat offenders. Outside of these two conditions, investigators, public prosecutors, and judges are obligated to seek the implementation of Diversion[1]. This study aims to examine the application of Diversion within the juvenile criminal justice system and to assess its effectiveness in realizing restorative justice oriented toward the protection of children’s rights and the recovery of victims. The approach employed is normative juridical, involving the analysis of statutory regulations, legal doctrines, and relevant judicial practices. The findings are expected to provide conceptual and practical recommendations for strengthening the implementation of Diversion so that it becomes more consistent, just, and oriented toward the best interests of the child. Keywords: Effectiveness, Diversion, Juvenile Justice System, Child Protection. Abstrak: Diversi dapat diartikan sebagai proses pengalihan penyelesaian tindak pidana anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana. Tujuannya adalah untuk menghadirkan keadilan restoratif (restorative justice). Keadilan restoratif mengarahkan penyelesaian perkara tindak pidana dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku/korban, dan pihak lain yang terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula, dan bukan pembalasan (Barda Nawawi Arief, 2008: 45). Berdasarkan Pasal 5 ayat (2) poin a dan b ko. Pasal 7 UU SPPA, menjelaskan bahwa proses penyidikan, penuntutan, dan persidangan anak yang dilakukan oleh Pengadilan Umum harus mengarah pada upaya Diversi. Secara umum, proses Diversi dilakukan melalui mekanisme musyawarah dengan memperhatikan sejumlah aspek, antara lain kepentingan korban, kesejahteraan dan tanggung jawab anak, penghindaran pembalasan, keharmonisan masyarakat, serta kepatutan, kesusilaan, bahkan ketertiban umum. Namun, proses Diversi sendiri tidak dapat dilakukan kepada terpidana anak yang didakwa penjara 7 (tujuh) tahun atau lebih serta terpidana yang melakukan pengulangan tindak pidana. Di luar kedua ketentuan tersebut, penyidik, penuntut umum, dan hakim wajib mengupayakan proses Diversi[1]. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan Diversi dalam sistem peradilan pidana anak serta menilai efektivitasnya dalam mewujudkan keadilan restoratif yang berorientasi pada perlindungan hak anak dan pemulihan bagi korban. Pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif dengan menelaah peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, dan praktik peradilan yang relevan. Hasil kajian diharapkan dapat memberikan rekomendasi konseptual dan praktis bagi penguatan pelaksanaan Diversi agar lebih konsisten, berkeadilan, dan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak. Kata Kunci: Efektivitas, Diversi, Sistem Peradilan Pidana Anak, Perlindungan Anak.
INTEGRASI TOLU SAHUNDULAN PADA MATERI SUDUT SEGITIGA: ANALISIS TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA Oktaviana Nirmala Purba; I Wayan Lasmawan; Desak Putu Parmiti
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5732

Abstract

Abstract: This study examines in depth the integration process using the "Tolu Sahundulan" philosophy in the topic of triangular angles and analyzes its influence on students' creative thinking skills. Creative thinking ability is an essential competency that needs to be developed in mathematics learning to equip students with innovative problem-solving skills. Conventional methods are often inadequate in stimulating student creativity. Therefore, this study explores the potential of the Tolu Sahundulan method which is assumed to offer a more active and exploratory learning approach. This study uses a qualitative approach with students involved in learning triangular angles using the Tolu Sahundulan philosophy. Data were obtained through classroom observations, in-depth interviews, and analysis of student work. The results of the analysis show that the integration of Tolu Sahundulan in learning triangular angles significantly encourages students to explore concepts more deeply, produce various solution strategies, and show improvements in thinking flexibility and originality of ideas. These findings confirm that Tolu Sahundulan can be an effective alternative learning method for improving students' creative thinking skills in mathematics. Implications of this research include recommendations for educators and curriculum developers to adopt student-centered and creativity-stimulating learning methods. Keywords: Tolu Sahundulan, Creative Thinking Ability in Mathematics, Triangle Angles Abstrak: Penelitian ini mengkaji secara mendalam proses integrasi menggunakan falsafah "Tolu Sahundulan" dalam materi sudut segitiga serta menganalisis pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Kemampuan berpikir kreatif merupakan kompetensi esensial yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran matematika guna membekali siswa dengan keterampilan pemecahan masalah yang inovatif. Metode konvensional seringkali belum memadai dalam menstimulasi kreativitas siswa. Oleh karena itu, penelitian ini mengeksplorasi potensi metode Tolu Sahundulan yang diasumsikan menawarkan pendekatan pembelajaran yang lebih aktif dan eksploratif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek siswa yang terlibat dalam pembelajaran sudut segitiga menggunakan falsafah Tolu Sahundulan. Data diperoleh melalui observasi kelas, wawancara mendalam, dan analisis karya siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi Tolu Sahundulan dalam pembelajaran sudut segitiga secara signifikan mendorong siswa untuk mengeksplorasi konsep secara lebih mendalam, menghasilkan berbagai strategi penyelesaian, dan menunjukkan peningkatan dalam fleksibilitas berpikir serta orisinalitas ide. Temuan ini menegaskan bahwa Tolu Sahundulan dapat menjadi alternatif metode pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam matematika. Implikasi penelitian ini mencakup rekomendasi bagi para pendidik dan pengembang kurikulum untuk mengadopsi metode pembelajaran yang berpusat pada siswa dan stimulatif terhadap kreativitas. Kata Kunci: Tolu Sahundulan, Kemampuan Berpikir Kreatif Matematika, Sudut Segitiga
INOVASI PERTANIAN DIGITAL DALAM PENGELOLAAN NUTRISI CAIR NITROGEN TANAMAN KANGKUNG Herman Saputra; Nofriadi Nofriadi
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.5734

Abstract

Abstract: The management of liquid nitrogen nutrients in water spinach cultivation is still largely performed manually, which can lead to inaccurate dosage, irregular fertilization schedules, and uneven nutrient distribution. This study aims to design and implement a digital agriculture system based on the Internet of Things (IoT) for managing liquid nitrogen nutrients in water spinach cultivation. The research adopts an applied research method with a systems engineering approach. The developed system utilizes an ESP32 microcontroller as the main control unit, a Real Time Clock (RTC) module for fertilization scheduling, a relay as an actuator controller, and a water pump to automatically distribute liquid nutrients according to plant growth stages. The study was conducted on a water spinach cultivation field in Punggulan Village, Asahan Regency, using one planting bed as the research sample. The implementation results indicate that the system is capable of delivering liquid nutrients in a scheduled and consistent manner, thereby improving fertilization efficiency in terms of time, labor, and uniformity of nutrient distribution. Furthermore, the application of this system has a positive impact on the growth of water spinach plants. Therefore, the proposed system has the potential to enhance land productivity and support the adoption of IoT-based modern agricultural technology. Keyword: Internet of Things, ESP32, Real Time Clock, liquid nitrogen nutrients, water spinach, digital agriculture Abstrak: Pengelolaan nutrisi cair nitrogen pada budidaya tanaman kangkung masih banyak dilakukan secara manual, sehingga berpotensi menimbulkan ketidaktepatan dosis, ketidakteraturan waktu pemupukan, serta distribusi nutrisi yang tidak merata. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menerapkan sistem pertanian digital berbasis Internet of Things (IoT) dalam pengelolaan nutrisi cair nitrogen pada tanaman kangkung. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian terapan dengan pendekatan rekayasa sistem. Sistem yang dikembangkan memanfaatkan mikrokontroler ESP32 sebagai unit kendali utama, modul Real Time Clock (RTC) sebagai penjadwal pemupukan, relay sebagai pengendali aktuator, serta pompa air untuk mendistribusikan nutrisi cair secara otomatis sesuai umur tanaman. Penelitian dilaksanakan pada lahan budidaya kangkung di Desa Punggulan, Kabupaten Asahan, dengan satu bulutan sebagai sampel penelitian. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem mampu melakukan pemberian nutrisi cair secara terjadwal dan konsisten, serta meningkatkan efisiensi pemupukan dari segi waktu, tenaga kerja, dan pemerataan distribusi nutrisi. Penerapan sistem ini juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan tanaman kangkung. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan berpotensi mendukung peningkatan produktivitas lahan dan penerapan teknologi pertanian modern berbasis IoT. Kata kunci: Internet of Things, ESP32, RTC, nutrisi cair nitrogen, tanaman kangkung, pertanian digital.