cover
Contact Name
Angga Kautsar
Contact Email
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Editorial Address
Gedung Laboratorium I Fakultas Farmasi, UNPAD Jl. Raya Jatinangor KM 21, Bandung-Sumedang, Indonesia 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Farmaka
ISSN : 16931424     EISSN : 27163075     DOI : https://doi.org/10.24198/
Core Subject : Health, Science,
Farmaka is replacement for Pharmaceutical Bulletin, published since 1991, with a frequency of four times a year. Editors accept scholarly works of research results and literature review which was closely related to the science, pharmaceutical technology and practice.
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2 (2017): Suplemen" : 26 Documents clear
MOLECULAR IMPRINTING SOLID PHASE EXTRACTION MONOMER ASAM METAKRILAT (MAA) METODE RUAH DAN ENDAPAN INDRASWARI PITALOKA; Dika Pramita Destiani
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3355.29 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.12951

Abstract

Molecular Imprinting Solid Phase Extraction (MIP-SPE) digunakan sebagai salah satu metode yang praktis untuk membantu mengecek bioavailibilitas obat pada tahap ekstraksi obat dengan bentuk suatu sorben selektif. Sorben dibuat dengan teknik molecular imprinting sehingga memiliki sisi pengenal yang dapat mengikat target obat secara spesifik. Salah satu proses yang menentukan kualitas dari sorben yang telah dibuat yaitu proses polimerisasi, yang dapat dilakukan dengan beberapa metode. Metode yang umum digunakan yaitu metode ruah, dan endapan. Studi kali ini membahas keunggulan dan kekurangan dari dua metode tersebut untuk sintesis MIP-SPE monomer Asam Metakrilat (MAA), berdasarkan hasil review 20 jurnal yang 10 diantaranya menggunakan proses polimerisasi metode endapan, dan 10 lainnya metode ruah. Nilai %Recoveries didapatkan lebih tinggi pada metode endapan, bentuk partikel yang lebih seragam, serta diameter skala microsphere (0,3-10 μm).Kata kunci: MIP-SPE, MAA, Polimerisasi Ruah, Polimerisasi Endapan 
Aktivitas Anti Kutu Rambut (Pediculus humanus capitis) dari Minyak Esensial Tanaman Nimba, Teh, Saga Rambat dan Srikaya secara in-vitro NURMALIA SARASWATI; Norisca Aliza Putriana
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.219 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.13337

Abstract

Kutu rambut (Pediculus humanus capitis) merupakan parasit yang menginvasi kulit kepala manusia, tergolong ke dalam famili pediculidae hidup dengan menghisap darah manusia dan dapat menyebabkan lesi pada kulit. Kutu rambut sangat mengganggu aktivitas manusia karena dapat menyebabkan gatal pada kepala, kemerahan dan bahkan pada kondisi infeksi berat, helaian rambut akan melekat satu sama lainnya dan mengalami pengerasan, serta ditemukan adanya eksudat nanah akibat dari peradangan gigitan parasit tersebut. Dari jurnal penelitian yang telah dikaji, diketahui bahwa tanaman nimba, teh, saga rambat, dan srikaya memiliki khasiat sebagai anti kutu rambut pada manusia.Kata kunci: kutu rambut, tanaman nimba, teh, saga rambat, srikaya.
EFFECTIVENESS OF NEEM OIL (Azadirachta indica) AS AN ANTIBACTERIAL AGENT TOWARDS DENTAL CARIES BACTERIA ( Streptococcus mutans ) Vithya Lakshmi Bjya Gabal; Angga Prawita Kautsar
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.484 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.12621

Abstract

ABSTRACT One of the usual oral disease in the world is dental caries. It is normally triggered by the microorganisms Streptococcus mutans. Where tooth enamel will be affected. Regardless of the fact that poor hygiene and interrelated to multiple full-body conditions and diseases are one of the major cause that around 80% of all over the world adults will be identified with caries. As number carries cases increase but there are only a few successful preventative treatments. Herbal treatment research towards bacterial ecology in the mouth and the other correlated factors that may contribute to caries are being carried out. The awareness of new treatment and prevention options for this exceedingly usual infection are being figured out. One of effective treatment is Neem (Azadirachta indica) as antibacterial, antifungal, and biopesticide. Most recent research is towards the effectiveness of neem oil towardsStreptococcus mutans as antibacterial due to its active properties. Keywords : Dental caries, Streptococcus mutans, Neem oil, Antibacterial activity.
TINJAUAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK Cassia Fistula TERHADAP Staphylococcus aureus dan Escherichia coli: ARTIKEL REVIEW AI SITI RIKA FAUZIAH; Rini Hendriani
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2862.587 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.13175

Abstract

Terdapat banyak mikroorganisme yang dapat menyebabkan masalah kesehatan (infeksi). Salah satunya yaitu S. aureus dan E.coli yang sebenarnya merupakan flora normal tubuh namun dapat menjadi patogen ketika terdapat suatu gangguan pada tubuh. Telah dikembangkan banyak obat-obatan untuk melawan infeksi terhadap mikroorganisme, namun kadang terjadi resistensi bakteri akibat tidak sensitifnya suatu bakteri terhadap obat tertentu yang sudah ada. Oleh karena itu, perlu dikembangkan suatu obat baru untuk melawan bakteri tersebut salah satunya dari tanaman. Salah satu tanaman yang sudah terbukti memiliki aktivitas antibakteri adalah Cassia fistula. Metode yang digunakan dalam pengujian aktivitas antibakteri adalah metode difusi paper disc. Dari beberapa jurnal yang telah ditelaah, didapat data-data mengenai aktivitas antibakteri dari berbagai bagian tumbuhan dengan berbagai pelarut. Dari data tersebut, aktivitas antibakteri terbaik ditunjukan oleh ekstrak biji dengan pelarut metanol pada konsentrasi 400 mg/ml dengan zona hambat 18 mm pada S. aureus dan 16 mm pada E. coli. Hal ini menunjukan bahwa aktivitas antibakteri tersebut berada pada tingkat sedang.Kata kunci: infeksi, resistensi, Cassia fistula, aktivitas antibakteri
AKTIVITAS JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) SEBAGAI ANTIBAKTERI, ANTIVIRUS, ANTIFUNGAL, LARVASIDA, DAN ANTHELMINTIK IMROATUL CHUSNIAH; Ahmad Muhtadi
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.22 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.13040

Abstract

Evaluasi Berbagai Sediaan Shampo Herbal AntiKetombe dan Antikutu: Review Artikel Fanni Surani; Norisca Aliza Putriana
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.236 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.13317

Abstract

ANALISIS (BAHAN KIMIA OBAT) BKO DALAM JAMU MENGGUNAKAN STRIP INDIKATOR SITI NURROHMAH; Soraya Ratnawulan MIta
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.442 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.13248

Abstract

STUDI FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN KRIM ANTISKABIES DARI MINYAK MIMBA (Azadirachta Indica A.Juss) ANGGIA DIANI AMALIAH; Rimadani Pratiwi
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.224 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.13010

Abstract

Salah satu penyakit kulit menular yang sebagian besar terjadi di negara berkembang adalah skabies. Saat ini belum terdapat pedoman terapi skabies yang komprehensif dan rekomendasi suatu negara mungkin tidak cocok untuk negara lain. Penatalaksanaan skabies umumnya menggunakan  sediaan krim. Sediaan krim lebih disukai karena sederhana dalam pembuatan, mudah dalam penggunaan, mudah dicuci, dan menimbulkan rasa nyaman bagi pengguna. Sediaan krim yang banyak dikembangkan saat ini adalah dengan memanfaatkan tanaman herbal. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antiskabies adalah tanaman Mimba (Azadirachta indica A.Juss). Minyak mimba yang diperoleh dari ekstrak biji mimba telah digunakan di berbagai negara untuk pengobatan antiparasit dan antiskabies. Pengembangan formula untuk sediaan krim dengan minyak mimba telah banyak dikembangkan, diantaranya dengan berbagai penelitian menggunakan berbagai jenis basis krim seperti emolient cream yang mengandung minyak mimba 10% b/b dan emulsifier  nonionic arachidyl glucosidase (APG), Poly Herbal Cream yang mengandung minyak mimba 0,5% b/b  dengan menggabungkan berbagai konsentrasi asam stearat dan setil alcohol serta basis Vanishing Cream dengan variasi konsentrasi minyak mimba 0% b/b – 10% b/b. Masing-masing formula dievaluasi untuk mendapatkan formula yang memiliki karakteristik fisikokimia paling stabil dalam waktu penyimpanan yang lama. Kata kunci: skabies, minyak mimba, krim.
BIOMARKER miRNA-146a SEBAGAI DETEKSI DINI YANG EFEKTIF UNTUK ALZHEIMER Hidayatun Nisa; Rano Kurnia Sinuraya
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.749 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.13227

Abstract

AbstrakAngka kejadian Alzheimer terus meningkat dari tahun ke tahun dan diproyeksikan meningkat hampir dua kali lipat setiap 20 tahun. Pemerintah Indonesia terus berusaha untuk menurunkan angka kejadian Alzheimer, salah satunya dengan melakukan pendeteksian. Akan tetapi pendeteksian alzheimer saat ini masih terbatas karena tingkat sensitivitas dan spesifisitas yang rendah. Untuk itu dicari metode pendeteksian yang terbaik di berbagai literature. Deteksi dini dapat dilakukan dengan pemeriksaan serum darah menggunakan penanda biologi (biomarker). Penelitian mengenai biomarker menunjukkan efektivitas dan efisiensi yang cukup baik dalam pendeteksian dini alzheimer. Biomarker yang dapat digunakan yaitu N-acetyl aspartate acid (NAA), Serum α1 – antikimotripsin (ACT), β-Amyloid, Tau-protein, dan miRNA-146a. Biomarker miRNA-146a dinilai memiliki potensi untuk digunakan karena memiliki sensitivitas 90% dan spesifisitas 100%.Kata kunci: Alzheimer,  Deteksi Dini, Biomarker, miRNA-146a
EFEK NEUROPROTEKTIF DAN GANGGUAN KOGNITIF STATIN: SEBUAH LITERATURE REVIEW NISA MAULANI NURALIYAH; RANO KURNIA SINURAYA
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.226 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.13176

Abstract

AbstrakStatin merupakan obat lini pertama yang digunakan pada terapi penyakit hiperlipidemia dan pencegahan primer aterosklerosis. Obat ini bekerja dengan menghambat kerja enzim HMG-CoA reduktase dalam proses biosintesis lemak dalam tubuh. Penggunaan statin sangat luas, hal ini mengingat bahwa statin. Pada tahun 2012 Food and Drug Administration (FDA) mengeluarkan informasi keamanan tambahan pada penggunaan statin terkait efek sampingnya pada kognisi. Banyak peneliti kemudian melakukan penelitian untuk mengetahui hubungan penggunaan statin dan gangguan kognisi. Terdapat dua hasil yang berbeda terkait efek statin terhadap fungsi kognitif. Sebagian penelitian menemukan bahwa statin dapat mengakibatkan gangguan kognitif sedangkan penelitian lainnya menemukan bahwa statin mempunyai efek neuroprotektif sehingga dapat mencegah terjadinya gangguan fungsi kognitif. Artikel review ini memuat hasil penelitian bagaimana pengaruh statin pada fungsi kognisi dan teori – teori pendukung.Kata kunci: statin, gangguan kognisi  NEUROPROTECTIVE EFFECT AND COGNITIVE IMPAIRMENT OF STATIN: A LITERATURE REVIEW AbstractStatin is a group of drug which using as first line therapy in hyperlipidemia, management and primary prevention of atherosclerosis. The mechanism of statin is inhibition of HMG CoA reductase enzyme in lipid biosynthesis. Statin are widely use, because it’s effectivity in lowering blood lipid and the side effects are well-tolerated. In 2012, Food and Drug. Many studies have been conducted to analyse the association between statin and cognitive impairment. There are two contrast results about statin effect on cognitive function. Some research found that statin causing cognitive impairment whereas another research found that statins have neuroprotective effect on cognitive function so it can prevent from cognitive impairment. This review contain some result of trials, studies, and review how statin impact cognitive function and supporting theories.Keywords: statin, cognitive impairment

Page 1 of 3 | Total Record : 26


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 1 (2025): Farmaka (Maret) (In Press) Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November) Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli) Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret) Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November) Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli) Vol 21, No 1 (2023): Farmaka (Maret) Vol 20, No 3 (2022): Farmaka (November) Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli) Vol 20, No 1 (2022): Farmaka (Maret) Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen) Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November) Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli) Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret) Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen) Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November) Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September) Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari) Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember) Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Februari) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen) Vol 16, No 4 (2018): Prosiding Abstrak Pharmacopea 2018 Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September) Vol 16, No 3 (2018): Farmaka (September) Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus) Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni) Vol 15, No 4 (2017): Farmaka Desember Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember Vol 15, No 3 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Farmaka (Maret) Vol 14, No 4 (2016): Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen Vol 14, No 2 (2016): Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement Vol 14, No 1 (2016): Farmaka Vol 13, No 4 (2015): FARMAKA More Issue