cover
Contact Name
Angga Kautsar
Contact Email
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Editorial Address
Gedung Laboratorium I Fakultas Farmasi, UNPAD Jl. Raya Jatinangor KM 21, Bandung-Sumedang, Indonesia 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Farmaka
ISSN : 16931424     EISSN : 27163075     DOI : https://doi.org/10.24198/
Core Subject : Health, Science,
Farmaka is replacement for Pharmaceutical Bulletin, published since 1991, with a frequency of four times a year. Editors accept scholarly works of research results and literature review which was closely related to the science, pharmaceutical technology and practice.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember" : 7 Documents clear
PENGARUH PENAMBAHAN VITAMIN E-TPGS (D-α-Tocopherol Polyethyleneglycol Succinat) TERHADAP PENINGKATAN KELARUTAN OBAT MOHAMAD APRIANTO PANEO; Taofik Rusdiana; Dolih Gozali
Farmaka Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.045 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i3.15420

Abstract

Kelarutan merupakan salah satu sifat fisika kimia dari suatu zat terlarut dalam pelarutnya. Kelarutan zat dalam suatu obat berpengaruh terhadap jumlah kadar obat didalam tubuh. Peningkatan kelarutan suatu obat dapat menggunakan beberapa metode, salah satunya dengan menambahkan suatu agen peningkat kelarutan. Vitamin E-TPGS merupakan hasil esterifikasi dari Vitamin E suksinat dengan Polietilenglikol. Vitamin E-TPGS banyak diaplikasikan pada formulasi sediaan obat, karena terbukti dapat meningkatkan kelarutan suatu sediaan obat.Kata kunci : Kelarutan, Vitamin E-TPGS, Obat
TATA CARA REGISTRASI UNTUK PANGAN OLAHAN INDUSTRI RUMAH TANGGA (PIRT) DAN MAKANAN DALAM NEGERI (MD) DALAM RANGKA PENINGKATAN PRODUK YANG AMAN DAN BERMUTU DI BANDUNG JAWA BARAT MAWAR DWI YULIANTI; Resmi Mustarichie
Farmaka Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.537 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i3.14749

Abstract

UU no 36 tahun 2009 tentang kesehatan menyatakan bahwa setiap makanan dan minuman hanya dapat diedarkan setelah mendapat izin edar. Selama periode Januari hingga Juni tahun 2017 diperoleh data sebanyak 1.471 (33,95%) sarana distribusi tidak memenuhi ketentuan (TMK), salah satunya dikarenakan menjual pangan tanpa izin edar yaitu sebanyak 3.760.060 pcs. Hal tersebut disebabkan karena kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat yang selaku produsen untuk mendaftarkan produk olahan mereka, oleh sebab itu artikel ini dibuat untuk menjelaskan tentang tatacara registrasi pangan olahan dalam negeri (MD) dan pangan industri rumah tangga (PIRT) dalam upaya peningkatan produk pangan yang aman dan bermutu. Penyusunan artikel mengacu pada studi pustaka regulasi BPOM khususnya tentang Pangan olahan dalam negeri. Nomor izin edar untuk pangan olahan dalam negeri (MD) dikeluarkan oleh Badan POM dan pendaftaran dilakukan melalui e-Registration, sedangkan Industri Rumah Tangga Pangan wajib mengikuti penyuluhan keamanan pangan untuk mendapatkan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) yang dikeluarkan oleh Dinas kesehatan kab/kota.Kata kunci: Izin edar, pangan olahan, MD, PIRT
Aktivitas Antikanker Tanaman Rumput Lidah Ular (Hedyotis difussa Wild): Review Yonahar Mas'ula; Arif Satria Wira Kusuma
Farmaka Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.503 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i3.14738

Abstract

AbstrakKanker merupakan penyakit yang mengancam kehidupan manusia. Besarnya efek samping obat sintetik pada pengobatan kanker menjadi latar belakang munculnya berbagai penelitian untuk mencari alternatif obat antikanker yang berasal dari herbal, yang diketahui memiliki efek samping yang lebih kecil. Rumput lidah ular (Hedyotis difussa Wild) telah dikenal sebagai obat tradisional Cina yang memiliki potensi sebagai alternatif antikanker. Aktivitas antikanker rumput lidah ular diamati pada lima jenis sel lini kanker manusia yaitu sel HT-29, sel Hep-3B, sel Hep-G2, sel MCF-7 dan sel Human umbilical vein endothelial cell (HUVEC). Hasil menunjukkan bahwa rumput lidah ular dapat menginduksi apoptosis sel kanker dengan cara menginduksi aktivasi caspases, menghambat proliferasi sel dan mengatur regulasi ekspresi mRNA Bcl-2, Proliferating cell nuclear antigen (PCNA), Cyclin D1, Cyclin-dependent kinase 4 (CDK4) dan p21.Kata kunci: Antikanker, Rumput lidah ular, Apoptosis, Proliferasi sel
STRATEGI BARU PENGGUNAAN PENINGKAT PENETRASI KIMIA DALAM SISTEM PENGHANTARAN OBAT TRANSDERMAL Resa Handayani; Angga Prawira Kautsar
Farmaka Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.16 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i3.15470

Abstract

AbstrakSistem penghantaran obat transdermal menjadi salah satu inovasi penelitian yang paling sukses dalam sistem penghantaran obat sistemik dibandingkan dengan rute oral. Kesuksesan obat transdermal bergantung pada kemampuan obat untuk menembus kulit dalam jumlah yang cukup untuk mencapai efek terapeutik yang diinginkan. Artikel ini membahas artikel penelitian dari internet dengan menggunakan mesin pencari secara online seperti Google, website jurnal internasional dan nasional, seperti NCBI, Researchgate, Portalgaruda dengan kata kunci seperti penetration enhancer, chemical enhancer for transdermal drug transport. Kriteria inklusi artikel penelitian yang dicari adalah mengandung pokok bahasan tentang peningkat penetrasi kimia dalam obat transdermal, terbit 20 tahun terakhir, jurnal internasional ataupun nasional yang terakreditasi. Hasil penelusuran dari 42 artikel penelitian dan artikel tinjuan diperoleh 37 artikel yang memenuhi kriteria. Hasil studi ini membuktikan bahwa penggunaan peningkat penetrasi kimia dalam sediaan transdermal seperti air, golongan sulfoksida, golongan azon, surfaktan, asam lemak dan ester, oksizolidonin, golongan pirolidon, minyak atsiri, terpen dan siklodekstrin dapat meningkatan fluks obat dan meningkatkan bioavailabilitas obat dalam darah. Penggunaan peningkat penetrasi kimia dapat diterapkan dalam sistem penghantaran obat transdermal untuk memperbaiki ketersediaan hayati obat dalam sirkulasi darah melalui membran kulit untuk mencapai efek terapeutik yang diinginkan.                                                                                                                            Kata kunci:  Transdermal, peningkat penetrasi kimia, biovailabilitas, fluks ABSTRACT Transdermal drug delivery systems become one of the most successful research innovations in systemic drug delivery systems compared with oral routes. The success of transdermal drugs depends on the ability of the drug to penetrate the skin in sufficient quantities to achieve the desired therapeutic effect. This article discusses research articles from the internet by using online search engines such as Google, international and national journals websites, such as NCBI, Researchgate, Portalgaruda with keywords such as penetration enhancer, chemical enhancers for transdermal drug transport. The inclusion criteria of the research articles that are searched discuss about the chemical penetration enhancer in transdermal drugs, published in the last 20 years, accredited international or national journals. The search results from 42 research articles and article reviews are got 37 articles that according the criteria. The results of this literature study have shown that the use of chemical penetration enhancers in transdermal preparations such as water, sulphoxide groups, azone groups, surfactants, fatty acids and esters, oxyzolidonin, pyrrolidone groups, essential oils, terpenes and cyclodextrins can increase drug flux and increase the bioavailability of drugs in the blood. Use of chemical penetration enhancers can be applied in transdermal drug delivery systems to improve the bioavailability of drugs in the blood circulation through the skin membrane to get the desired therapeutic effect. Keywords: Transdermal, chemical penetration enhancer, biovailability, flux
Review: Peran Pelatihan Personil dalam Menjaga Mutu Produk di Industri Farmasi Theresia Ratnadevi; Ida Musfiroh
Farmaka Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.284 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i3.15161

Abstract

Pelatihan adalah salah persyaratan kualifikasi untuk personil di industri farmasi dan merupakan bentuk penerapan dari sistem manajemen mutu. Pelatihan dilakukan untuk membentuk personil yang terkualifikasi dan memiliki pemahaman akan peran dan tanggung jawabnya. Pemahaman personil di indistri farmasi diharapkan dapat membantu mengidentifikasi masalah yang terjadi, mengkomunikasikannya, mencari pemecahan masalah, dan melakukannya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan melakukan program pelatihan yang memadai, sesuai, dan berkala terhadap personil. Selain untuk kualifikasi dari personil, karena pelatihan yang diberikan juga harus dapat menyampaikan nilai parameter-parameter kritis dalam suatu proses yang berdampak baik secara langsung ataupun tidak terhadap mutu dari produk. Melalui pelatihan, industi farmasi dapat memberikan jaminan produk yang bermutu dengan cara menyediakan personil yang terkualifikasi melalui sebuah pelatihan. Artikel ini ditulis dengan tujuan memberikan gambaran atas kegiatan pelatihan kepada personil untuk bidang tertentu di industri farmasi beserta aspek mutu yang harus diperhatikan dalam pelatihan tersebut untuk menjamin mutu produk.
PEGARUH P-GLYCOPROTEIN (P-GP) TERHADAP BIOAVAIBILITAS SUATU OBAT : REVIEW MULTIANI S LATIF; Taofik Rusdiana; Dolih Gozali
Farmaka Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.528 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i3.15418

Abstract

Bioavaibilitas merupakan jumlah obat yang masuk kedalam sirkulasi sistemik setelah obat diberikan secara oral. Hal ini  berhubungan dengan efek terapi obat yang dihasilkan. Obat-obat yang memiliki bioavaibilitas rendah maka efek terapi yang dihasilkan sedikit. Salah satu yang menyebabkan hal ini adalah P-glycoprotein (p-gp). P-glycoprotein (p-gp) merupakan anggota dari superfamili transporter ATP binding cassette (ABC) yang berfungsi untuk memompa efluks dari transmembran, pompa tersebut salah satunya berada dalam epitel usus. Hal ini merupakan salah satu masalah serius dalam penemuan obat karena akan membatasi penyerapan obat baru sehingga mempengaruhi bioavaibilitas suatu obat.Kata Kunci : P-glycoprotein (p-gp), Bioavaibilitas, Efek Terapi.
KARAKTERISASI SERBUK SELULOSA MIKROKRISTAL ASAL TANAMAN RAMI (Boehmeria nivea L. Gaud) Ina Widia; Marline Abdassah; Anis Yohana Chaerunisaa; Taofik Rusdiana
Farmaka Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2087.59 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i3.15447

Abstract

AbstrakKarakteristik serbuk merupakan hal yang  penting untuk dipertimbangkan dalam proses pembuatan tablet, salah satunya akan mempengaruhi sifat alir massa cetak. Bahan pengisi tablet yang sering digunakan adalah selulosa mikrokristal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik serbuk selulosa mikrokristal hasil isolasi dari tanaman rami.  Metode penelitian ini meliputi penyiapan bahan baku serat rami, isolasi α-selulosa, pembuatan selulosa mikrokristal, dan karakterisasi selulosa mikrokristal. Hasil penelitian menunjukan rendemen selulosa mikrokristal sebesar 56,103%. Hasil karakterisasi serbuk selulosa mikrokristal meliputi reaksi warna, organoleptis, kelarutan, titik lebur, dan pH menunjukan kemiripan karakteristik dengan Avicel® PH 102 sebagai pembanding, kadar kelembapan selulosa mikrokristal hasil isolasi dan Avicel® PH 102 sebesar 0,88% dan 0,56%, laju alir 1,487 g/s dan 2,524g/s, sudut istirahat 28,5o dan 26,194o, kerapatan sejati 1,561 g/cm3 dan 1,533 g/cm3, kerapatan curah 0,326 g/cm3 dan 0,374 g/cm3, kerapatan mampat 0,435 g/cm3 dan 0,483 g/cm3, kompresibilitas 25,057% dan 22,567%, ukuran partikel dengan PSA 81,34 µm dan 129,9 µm. Kata kunci : karakteristik, serbuk, selulosa mikrokristal, rami. AbstractPowder characteristics are important to consider in the process of making tablets, one of which will affect the mass flow properties of the prints. The most commonly used tablet filler material is microcrystalline cellulose. The purpose of this research is to know the characteristic of microcrystalline cellulose powder from isolation from ramie. Methods of this study include preparation of raw materials of ramie fiber, α-cellulose insulation, microcrystalline cellulose manufacturing, and microcrystalline cellulose characterization. The result showed that microcrystalline cellulose yield was 56.103%. The results of characterization of microcrystalline cellulose powders include color reaction, organoleptic, solubility, melting point, and pH shown similarity in characteristic to Avicel® PH 102 as comparison, moisture content of microcrystalline cellulose and Avicel® PH 102 was 0.88% and 0.56%, flow rate at 1.487 g/s and 2.524 g/s, resting angle at 28.5o and 26.194o, true density at 1.561 g/cm3 and 1.533 g/cm3, bulk density at 0.326 g/cm3 and 0.374 g/cm3 , tapped density at 0.435 g/cm3 and 0.483 g/cm3, compressibility at 25.057% and 22.567%, particle size with PSA 81.34 μm and 129.9 μm.  Keywords : characteristics, powders, microcrystalline cellulose, ramie.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 3 (2025): Farmaka (November) (In Press) Vol 23, No 2 (2025): Farmaka (Juli) (In Press) Vol 23, No 1 (2025): Farmaka (Maret) (In Press) Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November) Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli) Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret) Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November) Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli) Vol 21, No 1 (2023): Farmaka (Maret) Vol 20, No 3 (2022): Farmaka (November) Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli) Vol 20, No 1 (2022): Farmaka (Maret) Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen) Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November) Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli) Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret) Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen) Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November) Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September) Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari) Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember) Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Februari) Vol 16, No 4 (2018): Prosiding Abstrak Pharmacopea 2018 Vol 16, No 3 (2018): Farmaka (September) Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September) Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus) Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni) Vol 15, No 4 (2017): Farmaka Desember Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember Vol 15, No 3 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Farmaka (Maret) Vol 14, No 4 (2016): Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen Vol 14, No 1 (2016): Supplement Vol 14, No 1 (2016): Farmaka Vol 13, No 4 (2015): FARMAKA More Issue