cover
Contact Name
Angga Kautsar
Contact Email
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Editorial Address
Gedung Laboratorium I Fakultas Farmasi, UNPAD Jl. Raya Jatinangor KM 21, Bandung-Sumedang, Indonesia 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Farmaka
ISSN : 16931424     EISSN : 27163075     DOI : https://doi.org/10.24198/
Core Subject : Health, Science,
Farmaka is replacement for Pharmaceutical Bulletin, published since 1991, with a frequency of four times a year. Editors accept scholarly works of research results and literature review which was closely related to the science, pharmaceutical technology and practice.
Articles 784 Documents
REVIEW ARTIKEL: TANAMAN SUKU ZINGIBERACEAE YANG MEMILIKI AKTIVITAS SEBAGAI ANTIOKSIDAN GALUH AYU WANDITA
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.042 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17655

Abstract

Abstrak            Suku Zingiberaceae merupakan salah satu tumbuhan asli Indonesia dan pemanfaatannya sudah banyak digunakan sebagai obat tradisional diantaranya yaitu sebagai antioksidan. Tujuan dari review artikel ini adalah untuk membahas aktivitas antioksidan dari beberapa tumbuhan Zingiberaceae. Metode yang digunakan dalam review ini berdasarkan studi literature dari beberapa publikasi ilmiah di jurnal nasional dan internasional tentang aktivitas antioksidan tumbuhan Zingiberaceae yang terdiri atas 26 jurnal internasional dan 4 jurnal nasional.   Hasil yang digunakan dari beberapa studi menunjukkan bahwa tanaman Zingiberaceae memiliki aktivitas antioksidan dan tumbuhan Zingiber offinale R. memiliki aktivitas antioksidan tertinggi dengan IC50 sebesar 0,64 ppm.Kata kunci : Zingiberaceae, antioksidan, DPPHAbstract               Zingiberaceae  is one of native plants of Indonesia and it often widely used as a traditional medicine such as as an antioxidant. The aim of this article review is to discuss the antioxidant activity of some Zingiberaceae plants. The method used in this review is based on a literature study  in national and international journals on Zingiberaceae plant antioxidant activity that consisting of 24 international journals and 4 national journals. The results used from several studies show that Zingiberaceae plants have antioxidant activity and Zingiber offinale R. has the highest antioxidant activity with IC50 of 0.64 ppm.Keywords: Zingiberaceae, antioxidant, DPPH
APLICATION TECHNOLOGY NANOPARTICLES ON COSMETIC PREPARATION IRMA RAHAYU LATARISSA; Patihul Husni
Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.951 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i1.11129

Abstract

The development of nanoparticle technology increasingly rapid makes the application of these nanoparticles become more prevalent in the pharmaceutical industry especially cosmetic preparations Cosmetic is applied to the human body to cleanse, beautify or improve the attractiveness or the person's appearance. Nanoparticles are used for cosmetics various kinds such as Solid Lipid Nanoparticles (SLN, Nanostructured Lipid Carriers (NLS), nanoparticles of titanium oxide (TiO2) and zinc oxide (ZnO), silver nanoparticles, crystal nanoparticles, gold nanoparticles, and so on. Indications are given also an assortment that is as an antioxidant, antiaging, antiacne, to protect the skin from UV rays and improve penetration of the skin. Application of nanoparticles in cosmetic preparations intended to release cosmetic active ingredients is more targeted due to the small particle size and to reduce side effects.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP JUMLAH TROMBOSIT DALAM DARAH MAHASISWA SHIFT D 2016 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS PADJADJARAN IYAN RIFKY HIDAYAT; Alda Anjella Lady Carina Paska Agatha; Hazna Putri Salsabilla; Umi Azizah; Nicholas Sugianto; Rahadianti Khofii Suwanditya; Bunga Dacilia Harsanti; Afina Dwi Rahmawati; Hanny Latifa; Rano Karya Sinuraya; Dika Pramita Destiani; Imam Adi Wicaksono
Farmaka Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.917 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i3.22165

Abstract

Aktivitas fisik merupakan kegiatan yang berkaitan dengan pergerakan otot rangka dan energi. Selain itu, aktivitas fisik ialah salah satu faktor yang berpengaruh pada sistem hematologi, terutama dalam kadar trombosit seseorang. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan aktivitas fisik terhadap jumlah trombosit dalam darah mahasiswa shift D 2016 Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran. Penelitian ini dilakukan dengan metode cross sectional melibatkan 35 responden untuk pengisian lembar kuesioner Baecke dan pengambilan sampel darah. Hasil yang didapatkan nilai exact sig. (2-sided) sebesar 1.000 yang berarti tidak ada hubungan antara aktivitas fisik terhadap jumlah trombosit responden.
AKTIVITAS BIOLOGIS TANAMAN KUCING KUCINGAN (Acalypha indica L) : Review HAMID SAEFUL KIROM; Zelika Mega Ramadhania
Farmaka Vol 15, No 3 (2017): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2437.585 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i3.13838

Abstract

Indonesia merupakan negara yang mempunyai tingkat keanekaragaman yang tinggi dan memiliki banyak tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat. Salah satu tanaman yang berkhasiat tersebut adalah tanaman kucing-kucingan (Acalypha indica L). Kandungan metabolit sekunder dari tanaman Acalypha indica L yang berkhasiat diantaranya adalah alkaloid, flavonoid, catachol, senyawa fenol, steroid, dan saponin. Beberapa khasiat yang telah dibuktikan secara ilmiah yaitu efektivitas antioksidan, antikanker, antiviral, antidiabetes, dan antijamur.
PENGGUNAAN NANOPARTIKEL EMAS DALAM TEKNOLOGI UNTUK DIAGNOSIS KANKER NADA FADHILAH
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2800.379 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17534

Abstract

ABSTRAKHingga saat ini kanker masih menjadi masalah kesehatan di berbagai Negara di dunia termasuk di Indonesia. Akhir-akhir ini sedang banyak dilakukan penelitian tentang penggunaan teknologi nanopartikel emas untuk mendiagnosis dan juga untuk penatalaksanaan penyakit kanker. Nanopartikel merupakan suatu bentuk material biologis dan sintetik yang dimensinya < 1 µm. fokus pada penelitian ini ialah dilakukan konjugasi antara modifikasi scFv dengan nanopartikel emas untuk mengembangkan immonusensor kolorimetri yang spesifik. Target yang digunakan ialah antibodi (IgG kelinci). Setelah dilakukan penambahan IgG kelinci, larutan uji berubah warna dari merah ke ungu muda akibat adanya agregasi yang terbentuk. Berdasarkan agregasi tersebut, konjugasi modifikasi scFv dengan nanopartikel emas menunjukkan sensitivitas yang baik. Oleh karena itu, teknologi ini dapat digunakan untuk analisis protein dan diagnostik klinis.Kata kunci: Nanopartikel, Kanker, Konjugasi, ImmunoassayABSTRACTUntil now, cancer is still a health problem in various countries in the world including in Indonesia. Lately there is a lot of research about the use of gold nanoparticle technology to diagnose and also for the management of cancer. Nanoparticles are all forms of biological and synthetic materials whose dimensions are <1 μm. The focus of this study was to do a conjugation between modification of scFv and gold nanoparticles to develop a specific colorimetric immunosensor. The target used is antibodies (rabbit IgG). After the addition of rabbit IgG, the test solution changes color from red to purple due to aggregation that is formed. Based on the aggregation, the conjugation of scFv modification with gold nanoparticles shows good sensitivity. Therefore, this technology can be used for protein analysis and clinical diagnostics.Keyword: Nanoparticle, Cancer, Conjugation, Immunoassay
AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK ETANOL DAUN ILER (Plectranthus scutellarioides (L.) R.Br.) PADA TIKUS PUTIH GALUR WISTAR DENGAN METODE INDUKSI ALOKSAN Yasmiwar Susilawati; Ahmad Muhtadi; Moelyono Moektiwardoyo; Putri Churnia Arifin
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.987 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.9296

Abstract

Based on WHO data, in 2014  total of diabetic patient in Indonesia reach 9 million. In addition to synthetic drugs, traditional medicine widely used by diabetic patients. Research of several species from Plectranthus genus showed that Plectranthus amboinicus and P. esculentus have antidiabetic activity in rat. Therefore, it is necessary to do antidiabetic activity research and its effective dose of plants iler (Plectranthus scutellarioides (L.) R.Br) which derived from the same genus and has been used empirically as oral antidiabetic. Antidiabetic activity test conducted using white male Wistar rats which given diabetogen alloxan. Rat who had developed diabetes later given different dose of iler leaves ethanol extract and glibenclamide 0,5 mg/kgBB as a positive control. Blood glucose level was measured using amperometric method utilizing enzymatic reaction of glucose dehydrogenase which measured by glucometer. As a result, a dose of 200 mg / kg dose had the highest antidiabetic activity, followed by a dose of 300 mg / kg, the percentage decrease in relative blood glucose are 21,52% and 3,64% respectively, but a dose of 100 mg / kg didn’t have antidiabetic activity. Antidiabetic activity of 200 mg/kg dose of extract didn’t have any significant difference with glibenclamide, which has percentage decrease in relative blood glucose 21,35%.
REVIEW ARTIKEL : PENINGKATAN KELARUTAN BERBAGAI ZAT AKTIF DENGAN KOLLIDON VA64 Shella Widiyastuti; Rimadani Pratiwi
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4478.762 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.22095

Abstract

Kollidon VA64 merupakan polimer hidrofilik yang dapat meningkatkan kelarutan zat aktif. Peran Kollidon VA64 sering sekali digunakan dalam sistem dispersi padat sebagai pembawa yang dapat menstabilkan bentuk amorf zat aktif sehingga kelarutannya dapat meningkat. Beberapa zat aktif yang dapat ditingkatkan kelarutannya dengan menggunakan polimer Kollidon VA64 menurut beberapa penelitian yang telah dilakukan yaitu golongan NSAID (Nonsteroidal Anti-Inflammatory), CCB (Calcium Channel Blocker), antikonvulsan, antimalaria, protease inhibitor, antivirus, penghambat absorbsi kolesterol, penghambat xanthine-oxidase, antagonis reseptor H2, sulfonilurea, hemat kalium, anti skizofrenia, antiplatelet, antijamur, antihelmintik, antagonis reseptor endothelin, dan obat hepatitis. Hasil review menunjukkan kelarutan dan pelepasan obat dari golongan tersebut lebih cepat dibandingkan dengan obat murni tanpa polimer.Kata Kunci : Kollidon VA64, Kelarutan, Dispersi padat.
AKTIVITAS FARMAKOLOGI EKSTRAK DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius Roxb.) NADYA INDAH DEWANTI; Ferry Ferdiansyah Sofian
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1527.971 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.13239

Abstract

PEMANFAATAN KULIT BUAH RAMBUTAN (Nephelium lappaceum Linn) SEBAGAI SEDIAAN FUNGSIONAL HANIFA OLGHA RIZKA
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1392.793 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.17503

Abstract

Rambutan (Nephelium lappaceum L.) merupakan buah tropis musiman dengan masa panen bulan Desember hingga Februari. Daging buah ini kaya akan vitamin bagi tubuh manusia terutama vitamin C dan disukai oleh masyarakat karena bentuknya yang unik (berambut) dan rasa daging buahnya yang manis. Namun, konsumsi buah rambutan ini menyumbang limbah yang cukup banyak; terutama kulit dan biji. Pada beberapa penelitian, bagian rambutan yang dianggap limbah ini memiliki aktivitas yang bermanfaat, seperti antibakteri, antioksidan, antidiabetes hingga antikanker. Untuk kenyamanan penggunaan, kulit dari buah rambutan ini dibuat menjadi sebuah sediaan yang aplikatif dan familiar dalam kehidupan masyarakat kini. Ulasan ini memberikan informasi mengenai sediaan fungsional dari kulit buah rambutan dan menjadi ide berkelanjutan untuk penelitian kulit buah rambutan dan aplikasinya.Kata Kunci : Kulit buah rambutan, sediaan fungsional, Nephelium lappaceum L.
EVALUASI KUALITAS Na-CMC HASIL SINTESIS SELULOSA ECENG GONDOK DENGAN CROSSLINKER ASAM SUKSINAT DAN EPIKLOROHIDRIN Haty Latifah Priatni
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.509 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.22330

Abstract

Eceng gondok (eichhornia crassipes (Mart.) solm) diketahui mengandung selulosa yang cukup tinggi yaitu hingga 72.63 % sehingga berpotensi sebagai bahan dasar pembuatan NaCMC. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas swelling NaCMC yang disintesis dari selulosa tanaman eceng gondok dengan pelarut campuran isobutyl dan isopropyl alkohol dengan menggunakan crosslinker asam suksinat dan crosslinker epiklorohidrin, serta pengaruh variasi konsentrasi  epiklohidrin dan asam suksinat sebagai crosslinker dalam sintesis NaCMC dari selulosa eceng gondok. Penelitian ini meliputi isolasi selulosa, tahap alkalisasi, tahap karboksimetilasi, proses crosslinking Na-CMC dan pengujian swelling dengan tea bag method. Hasil penelitian menunjukkan nilai swelling Na-CMC hasil crosslinking asam suksinat dengan variasi konsentrasi (2:1). (2:1,5), (2:0,5) berturut-turut yaitu 4, 3 dan 8. Sedangkan nilai swelling rasio NaCMC hasil crosslinking epiklohidrin dengan variasi konsentrasi (1:10), (1:5) dan (1: 2,5) yaitu 2,5, 1,5 dan 10,5. Berdasarkan hal tersebut sintesis Na CMC dengan crosslinker epiklorohidrin (1:2,5) menunjukkan hasil dengan swelling yang lebih tinggi.Kata kunci : Sintesis, Eceng gondok, Na-CMC, Asam Suksinat, Epiklorohidrin, Swelling

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 3 (2025): Farmaka (November) (In Press) Vol 23, No 2 (2025): Farmaka (Juli) (In Press) Vol 23, No 1 (2025): Farmaka (Maret) (In Press) Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November) Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli) Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret) Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November) Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli) Vol 21, No 1 (2023): Farmaka (Maret) Vol 20, No 3 (2022): Farmaka (November) Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli) Vol 20, No 1 (2022): Farmaka (Maret) Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen) Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November) Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli) Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret) Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen) Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November) Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September) Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari) Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember) Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Februari) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen) Vol 16, No 4 (2018): Prosiding Abstrak Pharmacopea 2018 Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September) Vol 16, No 3 (2018): Farmaka (September) Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus) Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni) Vol 15, No 4 (2017): Farmaka Desember Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember Vol 15, No 3 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Farmaka (Maret) Vol 14, No 4 (2016): Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen Vol 14, No 2 (2016): Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement Vol 14, No 1 (2016): Farmaka Vol 13, No 4 (2015): FARMAKA More Issue