cover
Contact Name
Angga Kautsar
Contact Email
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Editorial Address
Gedung Laboratorium I Fakultas Farmasi, UNPAD Jl. Raya Jatinangor KM 21, Bandung-Sumedang, Indonesia 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Farmaka
ISSN : 16931424     EISSN : 27163075     DOI : https://doi.org/10.24198/
Core Subject : Health, Science,
Farmaka is replacement for Pharmaceutical Bulletin, published since 1991, with a frequency of four times a year. Editors accept scholarly works of research results and literature review which was closely related to the science, pharmaceutical technology and practice.
Articles 784 Documents
Review Artikel : Diagnosis dan Terapi Kanker Kolorektal dengan HSP90 Nalia El-Huda Ismail; Danni Ramdhani
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.235 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.21858

Abstract

Kanker kolorektal adalah penyakit neoplastik keempat yang paling umum di dunia, 90-95% kanker kolorektal merupakan jenis adenokarsinoma. HSP90 inhibitor tunggal memiliki aktivitas sebagai agen antikanker secara in vitro namun memiliki aktivitas yang lemah secara in vivo. HSP90 memilik efek terapi yang signifikan bila dikombinasikan dengan obat-obatan antikanker lain, seperti kemoterapi dan imunoterapi. Serum HSP90 dapat digunakan sebagai biomarker untuk skrining awal kanker kolorektal, HSP90 plasma pada pasien kanker kolorektal secara signifikan memiliki kadar yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang sehat.Keyword : kanker kolorektal, Hsp90, Hsp90 inhibitor
DRUG UTILIZATION RESEARCH PADA WANITA HAMIL, PEDIATRI, DAN GERIATRI Ernestine Arianditha Pranasti; Rizky Abdulah
Farmaka Vol 15, No 1 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.392 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i1.12953

Abstract

Evaluasi peresepan obat sering dilakukan terutama berkaitan tentang Drug Utilization Research (DUR) guna mencapai kualitas terapi obat yang maksimal. Populasi khusus harus diperhatikan selama penggunaan obat terkait karena alasan fisiologi tubuh. Tujuan dari studi literatur ini untuk mengetahui DUR pada populasi khusus. Populasi khusus yang dimaksud antara lain wanita hamil, pediatri, dan geriatri. Pada wanita hamil perlu dipertimbangkan pula keselamatan janin terutama menghindari obat teratogenik dan keamanan obat herbal. Pada pediatri (anak – anak) sering digunakan obat off-label dikarenakan kurangnya penelitian mengenai obat pada anak – anak. Sedangkan pada geriatri (orang tua) polifarmasi menjadi masalah yang umum terjadi sehingga meningkatkan risiko efek obat yang tidak diinginkan. Implementasi data populasi, peningkatan penelitian klinis pada populasi spesifik, dan pedoman yang didukung dengan bukti yang kuat sangat dibutuhkan sebagai rekomendasi pada peresepan obat untuk populasi spesifik sehingga dapat meningkatkan penggunaan obat yang rasional dan memaksimalkan terapi.Kata kunci: DUR, obat, hamil, pediatri, geriatri
Senyawa Aktif Antikanker Dari Bahan Alam dan Aktivitasnya FACHREZA ERDI PRATAMA; Rina Fajri Nuwarda
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3309.326 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.17429

Abstract

Kanker merupakan sel-sel tubuh yang mengalami pertumbuhan tidak normal. Saat ini telah banyak pengobatan untuk penyakit kanker baik untuk kanker non metastasis dan kanker metastasis contohnya yaitu obat kemoterapi. Namun efek samping yang diberikan sangat berbahaya karena obat kemoterapi juga menyerang sel-sel normal tubuh. Oleh karena itu banyak dilakukan penelitian untuk mencari pengobatan yang bisa mengurangi efek samping tersebut yaitu dengan mengganti obat kemoterapi dengan senyawa antikanker dari tanaman. Dari banyak penelitian yang dilakukan dan diambil dari sumber data, terdapat senyawa antikanker dari tanaman yang cukup efektif yaitu Lengkuas dengan adanya senyawa golongan flavonoid (3,5,7-trihydroksiflavon (galangin), 3,5,7-trihydroksi-4’-metoksiflavon (kaempferide) dan 5,7-dihidroksi-4’-metoksi-3-O-β-d glukopiranosidaflavon,(kaempferide-3-O-β-D-glukosida)) dengan IC50 16,76 µg/mL pada sel leukemia P-388 dan ekstrak Brucea javanica dengan senyawa aktif Senyawa brucamarines dan yatanine yang mempunyai aktivitas antikanker IC50 2,69 µg/mL pada sel kanker payudara T47D.Kata Kunci : Senyawa Antikanker, Aktivitas Antikanker, Bahan Alam
Kitosan sebagai Eksipien dalam Sistem Penghantaran Obat Baru HISBAN HAMID ARIFKI; NADYA NURUL ZAMAN; WENNI HARTATI P. PAKPAHAN; KATARINA SILALAHI; INDAH PERTIWI; NASRUL WATHONI
Farmaka Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.028 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i3.17781

Abstract

Teknologi di bidang farmasi terus berkembang, salah satunya saat ini dikembangkan  formulasi sediaan obat dengan teknologi Novel Drug Delivery System yang dapat memaksimalkan proses penghantaran obat. Tujuan pembuatan artikel review ini memberikan gambaran tentang kitosan sebagai eksipien alami yang digunakan dalam sistem penghantaran obat baru. Kitosan sebagai polimer alami memiliki sifat biokompatibilitas, biodegradabilitas, relatif murah, non-toksisitas, alergenisitas rendah sehingga banyak dipilih sebagai zat eksipien dalam sediaan NDDS. Metode yang telah banyak digunakan yaitu menjadikan kitosan dan zat aktif ke dalam bentuk microsphere dan nanocomposites, namun pemilihan metode sangat bergantung kepada sifat fisikokimia zat aktif yang digunakan. Saat ini, penggunaan kitosan sebagai eksipien NDDS sangat berperan penting dalam meningkatkan bioavaibilitas obat di dalam tubuh dalam periode tertentu agar tercapai efek terapi yang maksimal.
APLIKASI KITOSAN DALAM BIDANG FARMASETIK CITRA AYU AKMARINA; . Sriwidodo
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.259 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.10882

Abstract

Kitosan merupakan hasil derivat dari kitin, yang banyak ditemukan dalam invertebrata seperti Crustacea sp dan kutikula serangga. Kitosan merupakan biopolimer yang unik dan memiliki sifat yang luar biasa, yaitu tidak toksik, mudah ditemukan, biodegradasi dan biokompabilitasnya baik, serta dapat meningkatkan bioavaibilitas dari sediaan obat. Oleh karena itu, kitosan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan aktif atau eksipien dalam bidang farmasi. Saat ini penelitian, mengenai kitosan di bidang farmasetik terus berkembang dengan pesat. Beberapa penelitian yang sudah dilakukan, telah mengaplikasikan kitosan sebagai bahan tambahan (ekspien) dalam sediaan farmasi dalam bentuk tablet, hidrogel, nanopartikel dan mikropartikel. Umumnya penambahan kitosan ini digunakan sebagai penghantar dan pelindung obat, sehingga obat tidak mudah terdegradasi karena kondisi lingkungan pada tubuh pasien serta dapat bekerja secara spesifik pada target kerja obat.Kata kunci : kitosan, farmasetik, sediaan , obat
REVIEW : BERBAGAI AKTIVITAS FARMAKOLOGI TANAMAN JOMBANG (Taraxacum officinale Webb.) NUR AZIZAH ALI; ELI HALIMAH
Farmaka Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.127 KB) | DOI: 10.24198/jf.v18i1.22316

Abstract

ABSTRAKJombang (Taraxacum officinale Webb.) yang dikenal dengan dandelion  merupakan tanaman yang sering digunakan sebagai tanaman herbal. Tanaman ini tersebar di daerah subtropis dan tropis termasuk Indonesia.  Tanaman jombang sudah banyak digunakan oleh masyarakat sebagai rempah maupun untuk pengobatan yang khasiatnya sebagai antioksidan, mengobati penyakit hati, gangguan pencernaan dan gatal-gatal yang sudah digunakan secara empirik. Khasiat tersebut dapat terjadi karena terdapat kandungan senyawa utama seperti asam fenolat dan asam sikorat yang memiliki aktivitas farmakalogi dalam tanaman  jombang. Review artikel ini dibuat dengan tujuan untuk memberikan informasi tentang aktivitas farmakologi tanaman jombang. Dari sumber data yang ditelaah, tanaman jombang memiliki aktivitas antioksidan, antifibrosis, hepatoprotektif, antijamur, antibakteri, antiinflamasi, antiinfluenza, antidepresan, antiproliferatif, dan meningkatkan pengosongan lambung. Dari berbagai aktivitas farmakologi tersebut, aktivitas antioksidan, antibakteri, dan antiproliferasi dari tanaman jombang berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut.Kata Kunci: jombang, Taraxacum officinale, pengobatan, aktivitas, farmakologi ABSTRACTJombang (Taraxacum officinale Webb.) what is known as dandelion is a plant that is often used as an herbal plant. This plant is spread in subtropical and tropical regions including Indonesia. Jombang plants have been widely used by the community as a spice for the treatment of its efficacy as an antioxidant, treatment of liver disease, digestive disorders and rubbing that have been used by empiricists. This property can occur because there are main ingredients such as phenolic acid and cycoric acid which have pharmacalogical activity in jombang plants. The review of this article was made with the aim to provide information about the pharmacological activity of jombang plants. From the sources of the data studied, the jombang plant has antioxidant activity, antifibrosis, hepatoprotective, antifungal, antimicroba, anti-inflammatory, antiinfluenza, antidepressant, antiproliferative, and increases gastric emptying. Of the various pharmacological activities, antioxidant, antimicrobe and antiproliferation of the jombang plant need to be further developed.Keywords: jombang, Taraxacum officinale treatment, activity, pharmacology
REVIEW: EFEK SAMPING PENGGUNAAN KODEIN PADA PEDIATRIK Nadhira Mahda Dinar Lubis; Zelika Mega Ramadhania
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.281 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17850

Abstract

Kodein merupakan golongan opioid yang banyak digunakan baik untuk analgesik maupun antiusif. Namun penggunaan kodein pada pediatrik menimbulkan efek samping yang berakibat fatal, hal ini diakibatkan oleh polimorfisme pada gen pemetabolisme kodein. Pada orang dengan kemampuann ultrarapid metabolisme yang tinggi, penggunaan kodein pada dosis normal dapat meningkatkan kadar morfin dalam darah, sehingga akan menyebabkan depresi pernafasan pada pasien.Oleh karena itu FDA, EMA, AIFA dan MHRA membuat pedoman untuk melarang penggunaan kodein pada pediatrik dan menganjurkan untuk mengganti kodein dengan obat lain yang lebih aman untuk pediatrik.
REVIEW JURNAL : KLASIFIKASI DAN AKTIVITAS FARMAKOLOGI DARI SENYAWA AKTIF FLAVONOID FAIZAL ALFARIDZ
Farmaka Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (22.787 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i3.17283

Abstract

Flavonoid merupakan salah satu metabolit sekunder penting pada tumbuhan. Secara umum klasifikasi flavonoid terdiri dari flavon, flavonol, flavanol, flavanone, ansotianidin, dan kalkon. Klasifikasi flavonoid ini tergantung pada perbedaan substitusi struktur flavonoid dan perbedaan ini menyebabkan aktivitas farmakologi yang beragam. Perbedaan aktivitas farmakologi flavonoid diantaranya adalah sebagai anti-inflamasi, anti-oksidan, anti-diabetes, dan anti-bakteri. Pada studi pustaka ini akan dibahas aktivitas farmakologi potensial flavonoid sebagai anti-oksidan.Kata Kunci : Flavonoid, Klasifikasi, Anti-oksidan
Aplikasi Teknologi Nanopartikel Polimer Eter Selulosa Dalam Sistem Penghantaran Obat : Artikel Review ULY AULIA ULFAH; Ida Musfiroh
Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.442 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i1.10743

Abstract

Artikel ini mengulas tentang polimer eter selulosa yang dibentuk dengan teknologi nanopartikel dalam sistem penghantaran obat. Eter selulosa merupakan bagian dari selulosa yang ada di alam. Eter selulosa memiliki turunan diantaranya metil selulosa, etil selulosa, hidroksipropil selulosa, hidroksietil selulosa, hidroksipropil metil selulosa, hidroksi etil metil selulosa, natrium karboksi metil selulosa. Dalam artikel ini, metode yang digunakan dalam mengumpulkan data-data mengenai turunan eter selulosa yang sering digunakan dalam sediaan farmasi dan teknologi nanopartikel dalam sistem penghantaran obat diperoleh dari berbagai jurnal ilmiah dan buku. Dalam farmasi, turunan eter selulosa sering digunakan dalam sediaan farmasi karena memiliki sifat yang khas. Dengan berkembangnya teknologi, banyak sediaan farmasi yang dikembangkan dalam bentuk nanopartikel seperti sistem obat dalam matriks yaitu nanoliposom, nanosfer dan nanokapsul dan sebagai kombinasi dalam sistem scaffold dan penghantaran transderma, hal ini dapat terjadi dikarenakan kemampuannya dalam menembus dinding sel, baik secara difusi, opsonifikasi maupun fleksibilitas. Polimer eter selulosa pada penerapannya memiliki sifat yang khas sehingga dapat digunakan sebagai matriks, coating tablet, granul, pengemulsi, pensuspensi dalam sistem penghantaran obat.Kata kunci : Eter selulosa, Nanopartikel, Sistem penghantaran obat
AKTIVITAS ANTIKANKER SPONS LAUT GENUS XESTOSPONGIA HANUN NABILA; Yuni Elsa Hadisaputri
Farmaka Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.643 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i3.22013

Abstract

Kanker merupakan penyakit yang ditandai oleh pertumbuhan sel yang tidak terkendali dan penyebaran sel-sel secara abnormal. Kanker dapat disebabkan karena adanya kerusakan genetik baik secara internal maupun eksternal. Penelitian mengenai spons laut yang kaya akan senyawa metabolitnya dianggap sangat menjanjikan untuk penemuan produk alami bioaktif. Spons genus Xestospongia diketahui memiliki metabolit sekunder yang beragam, termasuk alkaloid, kuinon, sterol, dan asam asetilenat brominasi. Senyawa tersebut menunjukkan bioaktivitas yang signifikan, seperti sitotoksisitas, dan penghambatan enzim. Hasil dari penelusuran menunjukan beberapa spesies dari genus Xestospongia seperti Xestospongia sp, Xestospongia cf.vansoesti, Xestospongia muta, Xestospongia testudinaria, dan simbiosis antara Xestospongia deweerdtae-Plakortis halichondrioides memiliki senyawa antikanker terhadap sel leukemia manusia line (K562), sel tumor manusia line (A549)  dan (HL-60), sel kanker paru (H292), sel kanker kolorektal manusia line (HCT116), melanoma (A2058) dan sel kanker prostat (DU-145 DU-145), sel kanker pankreas manusia (PANC-1), sel kanker hati manusia (HepG-2), sel tumor otak manusia (Daoy), dan sel kanker serviks manusia (HeLa). Sehingga dapat disimpulkan bahwa beberapa spesies dari genus Xestospongia memiliki sifat sitotoksik terhadap 10 sel lini kanker.Kata kunci: Spons, Xestospongia, Antikanker

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 3 (2025): Farmaka (November) (In Press) Vol 23, No 2 (2025): Farmaka (Juli) (In Press) Vol 23, No 1 (2025): Farmaka (Maret) (In Press) Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November) Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli) Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret) Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November) Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli) Vol 21, No 1 (2023): Farmaka (Maret) Vol 20, No 3 (2022): Farmaka (November) Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli) Vol 20, No 1 (2022): Farmaka (Maret) Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen) Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November) Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli) Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret) Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen) Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November) Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September) Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari) Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember) Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Februari) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen) Vol 16, No 4 (2018): Prosiding Abstrak Pharmacopea 2018 Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September) Vol 16, No 3 (2018): Farmaka (September) Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus) Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni) Vol 15, No 4 (2017): Farmaka Desember Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember Vol 15, No 3 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Farmaka (Maret) Vol 14, No 4 (2016): Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen Vol 14, No 2 (2016): Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement Vol 14, No 1 (2016): Farmaka Vol 13, No 4 (2015): FARMAKA More Issue