cover
Contact Name
Rochmat Aldy Purnomo
Contact Email
purnomo@umpo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
silogisme@umpo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL SILOGISME : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya
ISSN : 25487809     EISSN : 25276182     DOI : -
Core Subject : Education,
Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya, adalah sebuah jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Ponorogo (Unmuh Ponorogo) bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Diterbitkan dua kali dalam setahun (Juni dan Desember), berisikan enam sampai sepuluh artikel dan menerima artikel di bidang kajian ilmu matematika (pendidikan dan murni) dengan metodologi penelitian yang memenuhi standar yang ditetapkan untuk publikasi. Naskah artikel bisa berasal dari para peneliti, akademisi, praktisi, dan pemerhati bidang ilmu matematika.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 2 (2024): Desember" : 7 Documents clear
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP MATERI PELUANG DITINJAU DARI GAYA BELAJAR Sugiharnik, Miftahul; Fauziyah, Nur; Nurdiana, Wahyu Anita
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 9 No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v9i2.9166

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis menjadi suatu kemampuan sangat penting untuk dikuasai peserta didik, menjadi satu konten yang diujikan pada tes PISA. Selain itu, kemampuan ini juga berperan penting dalam proses pembelajaran. Penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis peserta didik pada materi peluang ditinjau dari gaya belajar visual, audio, dan kinestetik. Subjek penelitian ini adalah satu subjek visual, satu subjek audio, dan satu subjek kinestetik pada kelas VIII dengan batasan berkemampuan matematika sama yaitu berkemampuan tinggi. Kriteria pemilihan subjek berdasar pada hasil kriteria angket gaya belajar, nilai sumatif, dan rekomendasi dari guru matematika. Temuan memperlihatkan bahwa subjek yang memiliki gaya belajar visual, audio, dan kinestetik berkemampuan yang sama baik mampu dalam menggunakan tulisan untuk mengekspresikan persoalan atau ide matematika, menggunakan tabel, diagram, atau grafik sebagai bentuk untuk menyatakan persoalan atau ide matematika secara visual, dan menggunakan bahasa sendiri untuk menginterpretasikanpersoalan atau ide matematika, serta menyimpulkan pernyataan matematika. Subjek visual dan audio mampu menyampaikan ide matematika menggunakan simbol, istilah, atau notasi matematika. Sedangkan subjek kinestetik kurang dalam menyampaikan ide matematika melalui simbol, istilah, atau notasi matematika
REPRESENTASI su(2) DAN KOMPLEKSIFIKASI su(2)_C=sl(2,C) PADA RUANG VEKTOR POLINOM HOMOGEN Kurniadi, Edi; Badrulfalah, Badrulfalah; Gusriani, Nurul
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 9 No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v9i2.9259

Abstract

Aljabar Lie su(N) mempunyai kompleksifikasi sl(N,C). Dengan kata lain, suNC≅sl(N,C). Dalam artikel ini, dipelajari representasi aljabar Lie su(N) dan sl(N,C) khususnya untuk N=2 yang direalisasikan pada ruang vektor polinom homogen kompleks dua variabel berderajat dua. Tujuannya adalah untuk mengkonstruksi representasi sl(2,C) dari representasi su(2) dan  membuktikan bahwa representasi yang diperoleh bersifat unitar dan tak tereduksi. Selanjutnya, karena grup Lie dari  su(2) bersifat simply connected maka representasi su(2) dapat dikonstruksi dari grup Lie-nya. Di sisi lain, karena su2C≅sl(2,C) maka representasi dari sl(2,C) dapat dikonstruksi melalui perluasan linear-kompleks dari representasi su(2) dan hasilnya dapat dinyatakan dalam bentuk operator linear.
IMPLEMENTASI PEWARNAAN GRAF MENGGUNAKAN ALGORITMA WELSH-POWELL PADA PETA INDONESIA Hariyani, Rizky; Misri, Muhamad Ali; Handoko, Hendri
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 9 No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v9i2.9409

Abstract

Sebuah peta dikatakan ideal jika dilengkapi dengan pewarnaan wilayah sehingga dapat dengan mudah dipahami oleh pembaca. Pewarnaan peta lebih efektif jika dapat memberikan warna seminimum mungkin agar wilayah-wilayah yang berbatasan dapat diberikan warna yang berbeda. Pewarnaan peta yang seperti ini dapat diselesaikan dengan pewarnaan graf. Algoritma Welsh-Powell dapat digunakan untuk mewarnai simpul pada graf sehingga mampu memberikan jumlah warna minimum. Selain itu, algoritma Welsh-Powell juga dapat menentukan wilayah strategis dari sebuah peta atau wilayah. Penelitian ini menggunakan desain studi pustaka dilakukan dengan mengkaji berbagai sumber referensi yang berkaitan dengan pewarnaan graf. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui implementasi algoritma Welsh-Powell dalam pewarnaan graf pada peta Indonesia, jumlah warna minimum untuk mewarnai peta Indonesia, dan wilayah provinsi yang paling strategis di Indonesia. Penelitian ini menghasilkan sebuah peta dengan tata warna minimum berjumlah 4 warna, yakni merah, biru, kuning, dan hijau dengan bilangan kromatik χ(G)=4. Pewarnaan peta Indonesia menggunakan algoritma Welsh-Powell menghasilkan wilayah Provinsi Jambi sebagai provinsi strategis karena memiliki derajat tertinggi, yaitu 6 atau d(v6)=6.
PELABELAN LATIN F(n) MENGGUNAKAN METODE DILWORTH Sholehurrohman, Ridho; Alisah, Evawati; -, Juhari
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 9 No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v9i2.9446

Abstract

Latis L adalah suatu aljabar yang dikenai dua operasi biner (dilambangkan dengan dan +), yang memenuhi beberapa aksioma, yaitu  kedua operasi bersifat idempoten, kedua operasi bersifat asosiatif dan komutatif, serta berlaku absorpsi terhadap relasi yang dinotasikan kedua operasi. Misal (F(n),≤,+,×) adalah latis faktor bilangan bulat positif non prima. Diagram latis (F(n),≤,+,×) dapat dipandang sebagai graf karena memenuhi definisi dari graf. Sehingga himpunan titik pada (F(n),≤) adalah semua anggota himpunan bagian dari F(n) sedemikian sehingga setiap titik yang berbeda a,b ∈F(n), a≤b⟺a adalah faktor dari b. Didefinikan penjumlahan a+b= kpk(a,b) dan perkalian ab= fpb(a,b) untuk setiap a,b∈F(n) adalah elemen-elemen terurut yang terhubung langsung, maka latis F(n) yang dibentuk adalah  F(n)={x∈Z+:kpk(x,n)=n}. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelabelan latis menggunakan metode dilworth. Graf latis terdiri dari titik dan garis, dimana titik merupakan anggota dari latis F(n) dan garis adalah pengaitnya(sisinya). Titik dan garis dapat dipandang sebagai graf dengan tunduk terhadap definisi latis. Latis Fn adalah latis modular, karena latis (Fn, +,×) adalah latis modular, maka untuk setiap k bilang bulat tidak negatif berlaku covkF(n)=covkF(n). Pelabelan graf latis F(n) dengan menggunakan teorema dilworth adalah suatu pelabelan ξ:F(n)→ Z+∪{0} di mana didefinisikan olehξ(x)=k=0ncovkR3(x)∙kdimana A(x) adalah fungsi karakteristik yang memetakan x ke himpunan 0,1.
ANALISIS ALGORITMA PENCARIAN SOLUSI PADA PERMAINAN RUBIK DAN APLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Sabatini, Abigeil Febriola; Napfiah, Siti
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 9 No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v9i2.9980

Abstract

Penelitian ini menganalisis algoritma pencarian solusi pada permainan Rubik dan aplikasinya dalam pembelajaran matematika. Rubik’s cube, yang diciptakan oleh Ernő Rubik pada tahun 1974, merupakan teka-teki mekanis populer yang menawarkan tantangan dalam pemecahan masalah melalui kombinasi yang sangat kompleks. Dengan sekitar 88 Juta kemungkinan kombinasi, penyelesaian permainan ini memerlukan pemahaman mendalam tentang algoritma pencarian solusi yang efisien. Penelitian ini berfokus pada analisis berbagai algoritma pencarian solusi Rubik’s cube dan mengeksplorasi aplikasinya dalam pembelajaran matematika, khususnya pada konsep permutasi. Subjek penelitian terdiri dari mahasiswa jurusan Teknik Informatika di Institut Teknologi Nasional Malang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi dengan tiga subjek penelitian yang memiliki tingkat pemahaman dan keterampilan yang berbeda dalam menyelesaikan Rubik’s cube. Menggunakan metode Analisis Deskriptif Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran algoritma pencarian solusi pada Rubik’s cube dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep matematika seperti pemrograman dinamis dan strategi pencarian. Selain itu, penggunaan Rubik’s cube sebagai alat bantu pembelajaran interaktif membantu siswa mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, berpikir logis, dan analisis kritis. Metode ini juga meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa dalam pembelajaran matematika, Siswa merasa terlibat dalam proses pembelajaran dikarenakan siswa dapat melihat langsung hubungan matematika dengan Rubik. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis yang signifikan terhadap pendidikan matematika. Dari segi teoritis, penelitian ini memperkaya literatur tentang penggunaan permainan dan algoritma dalam pendidikan. Secara praktis, penelitian ini menawarkan metode pembelajaran alternatif yang kreatif dan efektif, yang dapat diimplementasikan dalam kurikulum pendidikan matematika. Rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut mencakup peningkatan variasi algoritma yang diajarkan dan integrasi kompetisi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA TALOG MATH BERBANTUAN SOFTWARE MACROMEDIA FLASH 8.0 UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA MATERI LOGARITMA KELAS X MAS SABUTUNG Mahira, Mahira; Kusumayanti, Andi; Sulasteri, Sri; Tayeb, Thamrin; Mattoliang, Lisnasari Andi
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 9 No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v9i2.10149

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pengembangan serta kualitas media pembelajaran TALOG MATH berbantuan Software Macromedia Flash 8.0 pada materi logaritma ditinjau dari tingkat kevalidan, kepraktisan, keefektifan. Research and Development (R&D) adalah jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini dengan prosedur pengembangan ADDIE. Siswa kelas X MAS Sabutung menjadi subjek penelitian. Produk yang dihasilkan adalah media pembelajaran matematika pada materi logika matematika yang terdapat alat peraga visual dan didesain dengan menarik yang dapat dioperasikan dengan laptop dan android secara offline. Lima tahapan prosedur pengembangan ADDIE antara lain: tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Selanjutnya, hasil dari kriteria kevalidan didasarkan pada hasil validasi oleh tim validator adalah 3,79 (sangat valid). Kriteria kepraktisan didasarkan pada hasil respon guru 96,15% (sangat positif) dan lembar observasi kemampuan guru mengelola pembelajaran 3,89 (tinggi), kemudian dari kedua hasil analisis tersebut media memenuhi kriteria praktis. Kriteria keefektifan didasarkan pada hasil respon peserta didik 94,66% (sangat positif), pengamatan aktvitas peserta didik 87,6% (sangat baik), dan tes hasil belajar diperoleh persentase ketuntasan 81,5%, sehingga dari hasil pengukuran diperoleh media memenuhi kriteria efektif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran TALOG MATH berbantuan Software Macromedia Flash 8.0 pada materi materi logaritma layak untuk digunakan dalam pembelajaran.
SENSING VS INTUITING : ANALISA KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MENYELESAIKAN MASALAH HOTS (HIGHER ORDER THINGKING SKILLS) Arfia, Kiara; Handican, Rhomiy
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 9 No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v9i2.10292

Abstract

Kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal HOTS dipengaruhi oleh perbedaan tipe kepribadian, seperti sensing dan intuiting, dalam mengolah informasi dan mengevaluasi masalah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal HOTS dengan tipe kepribadian sensing dan intuiting. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan, di mana data dikumpulkan melalui observasi langsung, analisis hasil tes, dan wawancara semi-terstruktur. Penelitian ini melibatkan 33 siswa kelas XI IPA di SMAN 1 Sungai Penuh, yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 23 siswa perempuan, dengan subjek penelitian dipilih menggunakan metode purposive sampling. Tes Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) digunakan untuk mengidentifikasi tipe kepribadian sensing dan intuiting, dengan dua siswa dari masing-masing tipe dipilih untuk mewakili kategorinya. Instrumen yang digunakan meliputi angket MBTI, tes matematika HOTS, serta wawancara dan observasi. Analisis data dilakukan secara interaktif meliputi pra lapangan, pekerjaan lapangan, dan analisis data yang berfokus pada pola-pola berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal HOTS. Data direduksi dan diklasifikasikan berdasarkan kesalahan dalam membaca, memahami, dan mentransformasi masalah, sehingga perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa dengan tipe kepribadian sensing dan intuiting dapat diidentifikasi. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa dengan tipe kepribadian sensing dan intuiting berbeda dalam hal pengolahan informasi dan evaluasi, dimana  siswa dengan tipe sensing lebih unggul dalam mengidentifikasi elemen-elemen penting dari soal, lebih teliti dalam menangani detail  dan menyusun langkah-langkah penyelesaian secara terstruktur, namun sering kurang dalam mengevaluasi solusi secara mendalam dan mencari alternatif penyelesaian yang kreatif. Sebaliknya, siswa dengan tipe intuiting cenderung lebih eksploratif dan kreatif dalam mencari solusi, namun sering kali tidak sistematis dalam proses pemecahan masalah dan mengalami kesulitan menjelaskan langkah-langkah yang diambil secara logis.

Page 1 of 1 | Total Record : 7