Claim Missing Document
Check
Articles

PKM PENDAMPINGAN PEMBUATAN ABON KULIT PISANG DI KABUPATEN TULUNGAGUNG Napfiah, Siti; Anugraini, Asri Putri; Irmawati, Farizha
PAMBUDI Vol 2 No 1 (2018): JPM PAMBUDI
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P2M) IKIP Budi Utomo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.794 KB) | DOI: 10.33503/pambudi.v2i1.271

Abstract

Program society partnership is training abon's makings banana skin at Regency Tulungagung aims to give science and training makes a new innovation product namely abon banana skin in order to develop Regency citizen effort Tulungagung that not only utilize its banana only. At chooses two flaky producer partners bananas at Regency Tulungagung to been given training abon's makings that gets banana skin raw product. Two elected partner gets location at Kauman and Boyolangu. Two this effort partner did not utilize its banana skin eventually well-nigh every day making banana so banana skin flaky piles. By this program, given by science newing to that society banana skin can be utilized as a product that valuably namely abon banana skin. Reasonable banana skin to be made food product because banana skin has goodly nutrient content lovely. Abon reasonably to been kept up because top abon that than so long without bahna preservative and is liked by all society circle. Society devotion program this executed beginning month of February 2018. Via test-driving activity sort recipe and discussion with partner therefore at finds recipe to make abon banana skin who can get long-lasting, having a real treat, pretty color, and texture that nicely corresponds to banana skin type that is at partner effort place. Activity on programs it to get positive comment of Tulungagung's Regency citizen. They really enjoy following this activity.
Pembuatan Alat Peraga Matematika untuk Meningkatkan Kreativitas Mahasiswa Napfiah, Siti
Jurnal Tadris Matematika Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/jtm.2019.2.1.31-40

Abstract

This research aim to improve the creativity the college student in mathematics learning by making mathematics display tool especially display tool from utilize secondhand. One of the way is utilize secondhand as thing which good for education, namely mathematics display tool. This research held in Telaah Matematika SD learning in IKIP Budi Utomo Malang. Subject of this research is the college student in study program of Mathematics Education. This observational type is classroom action research. The aim of this research is describe college student creativity step-up in utilize second as display tool. The success criteria of this research is the creativity value every the college student reach more than 70. Based on the observational gotten that the creativity value of the student college in pre research reach 30,  then in one cycle there the valuae of the college student is 55, and in two cycle all of the college students reach the value more than 70. Therefore this research can increase to creativity of the college student.
Persepsi Mahasiswa terhadap 4K dalam Pembelajaran Matematika Sulistyorini, Yunis; Napfiah, Siti
JMPM: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 4, No 1: Maret - Agustus 2019
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.33 KB) | DOI: 10.26594/jmpm.v4i1.1541

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi mahasiswa tentang pentingnya 4K (Kritis, Kreatif, Komunikatif, dan Kolaboratif) dalam pembelajaran matematika. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh informasi bahwa sebagian besar responden memilih tanggapan setuju dengan persentase rata-rata 57% untuk komponen kritis, sebagian besar responden memilih tanggapan setuju dengan persentase rata-rata 59% untuk komponen kreatif, sebagian besar responden memilih tanggapan setuju dengan persentase rata-rata 51% untuk komponen komunikatif, dan responden memilih tanggapan setuju dengan persentase rata-rata 49% serta tanggapan sangat setuju dengan persentase rata-rata 49% untuk komponen kolaboratif. Dengan demikian, sebagian besar mahasiswa merasa bahwa 4K penting dalam pembelajaran matematika. Berdasarkan hasil penelitian, para pengajar matematika disarankan untuk menerapkan pembelajaran berbasis 4K.
Pengembangan Modul Matematika dengan Pendekatan Kontekstual pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Antedi Hendrik Malo; Mika Ambarawati; Siti Napfiah
Laplace : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/laplace.v3i2.377

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan modul dengan pendekatan kontekstual pada materi persamaan linear dua variabel untuk siswa SMP kelas VIII. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan modul yang valid dan praktis sehingga layak digunakan. Penelitian ini mengacu model pengembangan 4D yang terdiri dari empat tahapan yaitu define (pendefinisian), design (perancangan), development (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Instrumen yang digunakan yaitu lembar penilaian validasi dan angket respons siswa. Subjek penelitian adalah siswa SMPN 16 Malang kelas VIII. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data bahwa rata-rata skor hasil validasi adalah 3.04 pada rentang skor skala 4. Dengan demikian dikatakan bahwa modul memenuhi kriteria valid. Berdasarkan hasil angket respons siswa diketahui bahwa skor rata-ratanya adalah 3.70 pada rentang skor skala 4. Dengan demikian dikatakan bahwa modul memenuhi kritetia sangat baik dan praktis untuk digunakan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan, semua aspek penilaian modul yang meliputi aspek materi, penyajian, bahasa, dan keterkaitan materi dengan dunia nyata dapat disimpulkan bahwa modul tersebut valid dan praktis
Persepsi Mahasiswa Terhadap Aplikasi Daring pada Pembelajaran Matematika Siti Napfiah
Laplace : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/laplace.v4i1.459

Abstract

Kondisi pandemi Covid-19 ini berdampak pada dunia pendidikan. Pembelajaran diharuskan menggunakan sistem daring (dalam jaringan). Daring ini termasuk sistem pembelajaran baru sehingga pengajar perlu mengetahui persepsi yang diajar terkait pembelajaran daring yang diterapkan. Terlebih pada pembelajaran matematika yang membutuhkan penjelasan mengenai cara-cara penyelesaian suatu masalah. Matematika perlu perlakuan yang khusus jika dibandingkan dengan materi non matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa terhadap aplikasi daring pada pembelajaran matematika. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif. Data yang diperoleh merupakan data kualitatif berdasarkan angket respons yang diisi oleh mahasiswa. Bentuk datanya ada dua macam yaitu bentuk data yang bisa diubah ke bentuk persentase dan bentuk narasi yang akan dideskipsikan secara naratif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh informasi bahwa respons pilihan terkait pilihan aplikasi daring yang paling dominan adalah melalui aplikasi Whatshapp karena aplikasi ini memiliki kelebihan terkait mudahnya menangkap sinyal sehingga terjangkau untuk berbagai kondisi mahasiswa. Selain itu persepsi mahasiswa terhadap aplikasi pembelajaan daring yang dapat menjaga kualitas pembelajaran adalah gabungan atau kombinasi dari berbagai aplikasi sesuai kondisi materi yang dipelajari.
BERPIKIR ALJABAR MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH BERDASARKAN TAKSONOMI SOLO DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIKA Siti Napfiah
KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1 No 2 (2016): KALAMATIKA November 2016
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.274 KB) | DOI: 10.22236/KALAMATIKA.vol1no2.2016pp171-182

Abstract

Penelitian ditujukan untuk mendeskripsikan profil berpikir aljabar mahasiswa dalam menyelesaikan masalah berdasarkan taksonomi SOLO ditinjau dari perbedaan kemampuan matematika. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berpikir aljabar mahasiswa berkemampuan tinggi dalam menyelesaikan masalah pada komponen pola mencapai level extended abstract dengan mengenali contoh pola bilangan kemudian membuat soal yang berkaitan dengan pola di luar pengetahuan yang diasumsikan dan menggeneralisasikan pola tersebut, pada komponen variabel mencapai level relational dengan cara membuat hubungan di antara hasil bilangan yang telah disubstitusikan ke dalam bentuk aljabar, pertidaksamaan dan persamaan yang diberikan. Berpikir aljabar mahasiswa berkemampuan sedang dalam menyelesaikan masalah yaitu pada komponen pola mencapai level unistructural dalam menemukan suku tertentu dari pola yang diberikan dengan menggunakan satu penggal informasi dari data yaitu mengenal hubungan antara nilai suku dari pola yang diketahui tetapi tidak menggunakan hubungan untuk menemukan nilai suku yang lebih tinggi dan menggeneralisasikan pola yang diberikan, pada komponen variabel mencapai level multistructural dengan mensubstitusikan beberapa bilangan pada bentuk aljabar, persamaan, dan pertidaksamaan tetapi tidak dapat membuat hubungan diantara hasil substitusi tersebut. Berpikir aljabar mahasiswa berkemampuan rendah dalam menyelesaikan masalah yaitu untuk komponen pola pada level prestructural karena menggunakan informasi yang tidak relevan dan untuk komponen variabel pada level unistructural dengan menggunakan satu bilangan tertentu
Profil Higher Order Thinking Skills Mahasiswa dalam Memecahkan Masalah Geometri Yunis Sulistyorini; Siti Napfiah; Nok Izatul Yazidah; Dian Fitri Argarini; Welas Listiani
JRPM (Jurnal Review Pembelajaran Matematika) Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jrpm.2020.5.2.87-97

Abstract

HOTS is the ability to combine and develop newly acquired information and prior knowledge to solve non-routine problems. HOTS refers to the revised Bloom's Taxonomy which consists of analyzing, evaluating, and creating. However, this study was only analyzing (C4) and evaluating (C5). This study aimed to describe the HOTS profile of students in solving geometry problems. This type of research was descriptive qualitative research with the subject consisting of two students with high learning ability, each of whom was selected to represent two different Euclid Geometry classes. Data collection consisted of solving HOTS problems and unstructured interviews. The results showed that the two subjects had not been able to achieve high order thinking ability indicators. Students' higher-order thinking skills still need to be improved. Mathematics learning should designing considering the critical and creative thinking aspects to develop students' HOTS learning should be designed by considering critical and creative thinking aspects to develop students' HOTS.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH KALKULUS Yunis Sulistyorini; Siti Napfiah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.089 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v8i2.1947

Abstract

Berpikir kritis merupakan kemampuan yang dapat dipelajari dan dilatihkan agar mampu memecahkan masalah secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam memecahkan masalah kalkulus. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Subjek dari penelitian ini adalah tiga orang mahasiswa program studi Pendidikan Matematika IKIP Budi Utomo Malang yang berkemampuan matematika tinggi. Instrumen yang digunakan yaitu soal pemecahan masalah Kalkulus dan pedoman wawancara. Instrumen dibuat untuk menggali kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam memecahkan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek mampu menunjukkan kemampuan berpikir kritis yang tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan terpenuhinya seluruh indikator kemampuan berpikir kritis dalam memecahkan masalah matematika yaitu menggunakan penalaran pada tahap memahami masalah, menganalisis keterkaitan masing-masing bagian dari keseluruhan untuk menghasilkan sistem yang kompleks pada tahap membuat perencanaan, menganalisis dan mengevaluasi fakta-fakta pada tahap melaksanakan perencanaan, dan menarik kesimpulan berdasarkan hasil analisis pada tahap memeriksa kembali. Walaupun ketiga subjek memenuhi keseluruhan indikator berpikir kritis, namun masing-masing subjek menunjukkan proses pemecahan masalah yang berbeda. Masalah open-ended dapat dipertimbangkan dalam melatihkan kemampuan berpikir kritis sekaligus mengakomodasi berbagai tingkatan akademik mahasiswa.AbstractCritical thinking is an ability that can be learned and trained to be able to solve problems effectively. This study aims to describe students' critical thinking skills in solving calculus problems. This type of study was descriptive qualitative research. The subjects were three undergraduate students of the IKIP Budi Utomo Malang Mathematics Education with high mathematical abilities. The research instruments were calculus problem solving questions and interview guidelines. The instruments used to explore students' critical thinking skills in solving problems. The results showed that subjects were able to demonstrate high critical thinking skills. This is indicated by the fulfillment of all indicators of critical thinking skills in solving mathematical problems, namely using reasoning at the stage of understanding the problem, analyzing the relationship of each part of the whole to produce a complex system at the stage of devising a plan, analyzing and evaluating the facts at the stage of carrying out the plan, and draw conclusions based on the results of the analysis at the stage of looking back. Although all three subjects fulfill all indicators of critical thinking skills, each subject shows a different problem solving process. Open ended problems can be considered to develop critical thinking skills while accommodating various academic levels of students.
PELATIHAN KETERAMPILAN OLAHRAGA, KETERAMPILAN MEMBUAT STRAP MASKER, DAN PENYULUHAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN SEKOLAH Siti Napfiah; Nok Izatul Yazidah; Dian Fitri Argarini; Dean Abner
JPM PAMBUDI Vol 5 No 01 (2021): JPM Pambudi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P2M) IKIP Budi Utomo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/pambudi.v5i01.1319

Abstract

This PMBP activity aims to increase the interest and knowledge of students or the public in doing sports with good and correct techniques, Increase awareness of students or the public to store masks in a clean and safe place when not worn or not advised to wear a mask on the chin, and Increase students' awareness of the importance of maintaining the cleanliness of the school environment at SD Kristen Brawijaya 1 Malang. The method used in the implementation of PMBP is in the form of counseling methods, training, and question and answer tones. The activity began with observation at SD Kristen Brawijaya 1 Malang. Followed by core activities in the form of Sports Skills Training, Mask Strap Making Skills Training, and School Environment Hygiene Counseling. The target in this PMBP activity is the students of SD Kristen Brawijaya 1 Malang. The result of the implementation of PMBP at SD Kristen Brawijaya I Malang is: Students are able to practice basic techniques in sports that have been taught,, students are able to answer questions related to sports techniques performed, when asked questions after activities,, Many students already have the awareness to put masks in a clean and safe place. As well as not wearing masks in dagu, students have begun to have an awareness of the cleanliness of the school environment, judging by the enthusiasm of students in carrying out mutual assistance. From the discussion above can be said to be successful, because from the observations after the training activities there is a better change. But there is still a slight drawback, there are still some students who have to be reminded not to wear masks on the chin. Perhaps in the upcoming activities will be given more understanding for how to wear a mask properly and properly.
Persepsi Mahasiswa terhadap LKM Geometri Transformasi Berbasis Discovery Learning dengan Pendekatan Kontekstual Zamzam Fadhilah Kenys; Siti Napfiah; Asri Putri Anugraini
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol 6, No 1 (2018): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v6i1.450

Abstract

Abstrak Persepsi merupakan penafsiran secara konkrit dan nyata dari masing-masing orang dalam memandang sesuatu. Pada penelitian ini, objek yang diamati adalah Lembar Kerja Mahasiswa (LKM). LKM yang dimaksud adalah LKM Geometri Transformasi berbasis discovery learning dengan pendekatan kontekstual yang telah dinyatakan efektif, praktis, dan efisien. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang pengumpulan datanya menggunakan angket. Berdasarkan angket yang telah diambil terhadap 34 mahasiswa Pendidikan Matematika IKIP Budi Utomo Malang, didapatkan secara umum persepsi mahasiswa terhadap LKM berbasis discovery learning dengan pendekatan kontekstual sangat baik, menarik, dan membantu mahasiswa dalam pembelajaran Geometri Transformasi. Pada dasarnya, skor yang diperoleh berdasarkan hasil angket respons mahasiswa mencapai 80% sehingga LKM termasuk kategori sangat baik. Dengan demikian berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap kehadiran LKM berbasis discovery learning dengan pendekatan kontekstual pada materi geometri transformasi direspons dengan sangat baik untuk meningkatkan proses pembelajaran yang efektif, praktis dan efisien. Kata kunci: penafsiran, LKM, geometri transformasi, discovery learning , kontekstual Abstract Perception constitutes konkrit's ala interpretation and reality of each insider sees something. On this research, observed object is College Student job Sheet (LKM). LKM that intended is LKM Transformasi's Geometry gets basis discovery learning with kontekstual's approaching already been declared for effective, practical, and efficient. P enelitian this constitute descriptive research that its data collecting utilizes questionnaire . Base questionnaire already being taken to 34 Mathematics Education college students in IKIP Budi Utomo Malang, gotten in common college student perception for LKM to get basis discovery learning with kontekstual's approaching very good, pull, and helps college student in Transformasi's Geometry learning. Basically, acquired score bases response questionnaire result college student reach 80% so LKM comprises pretty good categories. Thus bases to usufruct research points out that college student perception to LKM'S present gets basis discovery learning with contextual's approaching on transformasi's geometry material at response excellently to increase effective learning process, practical and efficient. Keywords: perception, LKM, Transformasi's Geometry, discovery learning, Contextual