cover
Contact Name
Rochmat Aldy Purnomo
Contact Email
purnomo@umpo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
adimas@umpo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Adimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 25500031     EISSN : 2550004X     DOI : -
Core Subject : Social,
Adimas : Jurnal Pengabadian masyarakat, terbit dua kali setiap tahun yakni bulan maret dan bulan september diterbitkan oleh LPPM Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
Arjuna Subject : -
Articles 239 Documents
PEMBUATAN WEBSITE SEBAGAI SARANA SISTEM INFORMASI DI RW 049 POGUNG KIDUL SINDUADI MLATI SLEMAN YOGYAKARTA Krisdiyanto Krisdiyanto; Harini Sosiati
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v4i2.1747

Abstract

Mahasiswa yang berada di Pogung Kidul Sinduadi Mlati Sleman Yogyakarta mempunyai beberapa masalah tentang lokasi fasilitas yang bisa digunakan di daerah tersebut. Kelompok pemuda di daerah tersebut juga tidak bisa banyak membantu karena meraka disibukan dengan kegaiatan sehari-hari. Waktu luang yang terbatas mengakibatkan komunikasi diantara mahasiswa dari luar provinsi dengan pemuda masyarakat tersebut terbatas. Salah satu solusi yang bisa dipakai untuk membantu mereka yaitu dengan adanya sistem informasi online sehingga para mahasiswa tersebut bisa mendapatkan fasilitas yang dicari tanpa menganggu kegiatan sehari-hari pemuda masyarakat.
MENYEMAI BENIH INVESTASI PASAR MODAL SEJAK DINI PADA USIA REMAJA DI SMK NEGERI 8 BATAM Syarif Hidayah Lubis; Jontro Simanjuntak
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v4i2.1653

Abstract

Pengetahuan serta pemahaman masyarakat tentang investasi pasar modal masih sangat minim. Hal tersebut disebabkan karena pengetahuan, pemahaman dan pendidikan yang masih kurang dirasakan oleh masyarakat dan umumnya cara berinvestasi masih menggunakan cara lama yaitu berinvestasi dengan cara menabung, membeli tanah, rumah, dll. Masyarakat belum memahami intrumen invetasi pasar modal. Dengan cara pengabdian edukasi tentang  pasar modal diharapkan para remaja usia dini disekolah dapat meningkatkan jumlah investor dan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat kelak. Begitu banyaknya problem negatif pada usia remaja saat ini seperti minum miras, judi dan lain-lain membuat mereka semakin terburuk. Tujuan diadakannnya pengabdian, pelatihan dan pembinaan edukasi ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada  siswa berusia remaja agar mulai berinvestasi dipasar modal serta mereka dapat memanfaatkan uang saku dengan cara yang bermanfaat yakni untuk menabung investasi. Metode yang digunakan dalam pengabdian tersebut adalah dengan cara diskusi yakni memberikan pemahaman materi dan melakukan latihan membeli atau memilih saham. Ada 3 metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu, Pertama adalah meode tahapan kegiatan pemberitahuan dan pengenalan investasi pasar modal. Kedua, adalah metode pelaksanaan pembinaan keterampilan memilih investasi dipasar modal, ketiga adalah pemberian ulasan/ rangkuman secara menyeluruh mengenai pembinaan agar peserta pembinaan terdorong untuk berpartisipasi langsung berinvestasi di pasar modal. Hasil kegiatan pengabdian ini pada intinya adalah menambah wawasan dan pengetahuan sejak dini bagi siswa sejak dini agar memanfaatkan uang saku ke jalan yang lebih bermanfaat
EDUKASI MANAJEMEN PENGETAHUAN BAGI PELAKU USAHA MIKRO KABUPATEN KEDIRI Khusnul Rofida Novianti
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v4i2.2948

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi bagi para pelaku usaha mikro pada Kelompok Usaha Produk Unggulan Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Metode pelaksanaan kegiatan dengan menggunakan sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) kepada para pelaku usaha mikro berdasarkan jenis usaha yang dikelola. Hasil proses kegiatan bahwa pelaku usaha mikro sebenarnya sudah mempraktikan beberapa aspek dalam manajemen pengetahuan tanpa disadari, yakni berbagi pengetahuan. Sedangkan aspek manajemen pengetahuan yang lain (khususnya pendokumentasian pengetahuan) belum dilakukan secara maksimal. Pelaksanaan sosialisasi ini diharapkan mampu memberikan literasi pengetahuan terkait pentingnya proses manajemen pengetahuan dalam keberlanjutan usaha mikro
PENINGKATAN TATA KELOLA USAHA KERIPIK SALE PISANG Angga Prasetyo; Yovi Litanida; Moh. Malyadi
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v4i2.2171

Abstract

Kemandirian ekonomi masyarakat semakin tumbuh dan berkembang seiring revolusi industri 4.0. hal ini mendorong pertumbuhan UMKM semakin cepat. Terutama disektor makanan ringan atau camilan, seperti keripik sale pisang di desa duri kecamatan slahung kabupaten ponorogo. Pemanfaatan pemberdayaan masyarakat dan keberadaan bahan baku pisang yang memadai memiliki nilai tambah secara ekonomis sehingga dapat menambah pendapatan. Peningkatan kualitas mutu keripik sale pisang perlu dilakukan agar mampu bersaing dipasar nyata maupun market place digital, seperti permasalahan yang dialami mitra kami sale Najwa, yaitu tata kelola produksi yang terdiri dari proses penirisan dan pemasaran melalui media digital. Proses penirisan yang tidak sempurna akan mengakibatkan penurunan kualitas keripik sale pisang, merubah rasa keripik, muncul jamur,atau keripik menjadi tengik serta mudah kadaluwarsa. Sedangkan pemasaran masih menggunakan proses bisnis yang cukup sederhana antara produsen konsumen dan pasar tradisional.Berangkat dari persoalan utama yang dihadapi mitra, melalui program kemitraan masyarakat stimulus ini, tim pelaksana bertujuan untuk membantu meningkatkan kualitas dankuantitas produk sale pisang dengan cara pemanfaatan teknologi menggunakan spinner.survey potensi Mitramerupakan tahap awal yang harus dilakukan untuk menjamin kelangsungan usaha, kesiapan mitra dansebagainya.Alat Pada mitra mesin peniris yang diuji cobakan dengan kapasitas keripik sale sebanyak 5 kg yang diangkat dari penggorengan dapat meniriskan 250 minyak sisa, jika dalam satu hari ada 6 kali proses penggorengan maka minyak yang ditiriskan sebanyak 1,5 liter minyak.Sedangkan untuk proses pemasaran yaitu pembuatan aplikasi market place berbasis android. Seluruh kegiatan pembuatan mesin spinner dan aplikasi market place berbasis android, pada UKM sale pisang Najwa dapat diaplikasikan secara optimal. Sehingga keberadaan perangkat tersebut dapat meningkatkan kualitas proses produksi serta pemasaran tanpa batasan ruang dan waktu.
IPTEK BAGI PETERNAK KAMBING KELOMPOK MASYARAKAT “MAISYAH” KELURAHAN TONATAN KABUPATEN PONOROGO Fadelan Fadelan; Munaji Munaji; Sudarno Sudarno; Yoyok Winardi
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v4i2.2107

Abstract

Telah dilaksanakan program pengabdian kepada masyarakat berupa kegiatan Iptek bagi Masyarakat Pokmas Maisyah Kelurahan Tonatan Kecamatan Kota Kabupaten Ponorogo. Kelompok masyarakat (Pokmas). Maisyah berdiri sejak tahun 2012 di Kelurahan Tonatan Kecamatan Kota Kabupaten Ponorogo. Kelompok ini beranggotakan 11 kepala keluarga yang sebagian besar anggotanya adalah petani. Anggota Pokmas ini selain sebagai petani juga memiliki usaha peternakan kambing. Permasalahan yang dihadapi adalah belum adanya alat pencacah rumput yang dibutuhkan untuk proses penyediaan pakan. Program ini difokuskan pada pengadaan alat pencacah rumput sebagai bahan dasar pakan ternak. Teknologi tepat guna berupa alat pencacah rumput yang dirancang mampu berproduksi dengan kapasitas 110 kg/jam. Pelaksanaan program ini telah berhasil membantu meningkatkan proses produksi pakan ternak di Pokmas Maisyah. Sebagai tindak lanjut perlu dilakukan pelatihan lanjutan tentang pembuatan pakan fermentasi dan manajemen pengelolaan proyek penggemukan kambing
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI WANITA MELALU DIVERSIFIKASI VARIAN RASA OLAHAN EMPING MLINJO DI DESA MIRITPETIKUSAN, MIRIT, KEBUMEN JAWA TENGAH Desi Susilawati; Putri Rachmawati
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v4i2.1765

Abstract

Tujuan Pengabdian Kemitraan Masyarakat ini adalah untuk membantu masyarakat dalam peningkatan taraf hidup masyarakat khususnya untuk peningkatan penghasilan. Kegiatan ini dilatarbelakangi dengan adanya hasil pertanian berupa mlinjo yang berlimpah di Desa Miritpetikusan. Namun mlinjo belum diolah,  langsung  dijual kepada tengkulak dengan harga yang murah. Beberapa keluarga ada yang sudah mengolah mlinjo menjadi emping dan di pasarkan dalam bentuk emping mentah dengan  kemasan yang sederhana. Tujuan Program Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) adalah pengolahan mlinjo sebagai bahan baku emping sehingga bernilai jual tinggi dengan pengemasan yang menarik dan lebih tahan lama .Metode yang akan dalam pengabdian ini adalah pelatihan keterampilan, peningkatan kualitas dan pengembangan variasi produk  yang dihasilkan. Sasaran program adalah pengusahaHome Industryatau kelompok tani emping mlinjodengan dukungan perangkat desa dan masyarakat di Desa Miritpetikusan, Kebumen Jawa Tengah. Program yang dilakukan meliputi: 1) Membentuk kelompok pengusaha emping mlinjo, 2) Memberikan penyuluhan dan pelatihan usaha peningkatan kualitas dan disersifikasi variasi rasa hasil olahan emping mlinjo, 3) Pelatihan Packaging /labelling sehingga kemasan menjuadi lebih bagus dan menarik konsumen, 4) Pembuatan Branding Image  untuk produk- produk hasil olahan yang berasal dari desa Miritpetikusan dan 5) Pemasaran produk. Pelaksanaan Program Ppengabdian Kemitraan Masyarakat ini akan menggunakan metode ESD (Education for Sustainable Development). ESD adalah metode pembelajaran untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, yakni jenis pembelajaran yang memberikan kesadaran jiwa wirausaha yang inovatif  dan kreatif. Terlihat Jelas hubungan antara program PKM ini  dengan peningkatan perekonomian keluarga sehingga mampu mewujudkan keluarga yang sejahtera. Hal ini sejalan dengan Gerakan Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Keluarga (PMKK).Hasil menunjukkan kelompok usaha emping mlinjo telah terbentuk dengan nama ANIATI. Branding image untuk setiap produk olahan yang berasal dari Desa Miritpetikusan terdapat logo MP.
IbM PEMANFAATAN BUAH MENTIMUN SEBAGAI TERAPI ALTERNATIF PENGOBATAN HIPERTENSI PADA JAMA’AH YASIN RT 03/01 KEL. MANGUNSUMAN PONOROGO Saiful Nurhidayat
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v4i2.1525

Abstract

Penyakit hipertensi menduduki urutan ketiga di Ponorogo, dengan jumlah 50.114 (14.03%) penderita. Rasio jumlah tenaga medis terhadap jumlah penduduk di Kecamatan Siman tahun 2014 mencapai 1 : 631, artinya satu tenaga medis harus melayani 631 penduduk. Minat. Mitra Iptek bagi Masyarakat (IbM) Jamaah Yasinan “gangsal” kelurahan Mangunsuman untuk melakukan kunjungan ke pelayanan kesehatan tergolong tinggi, kegiatan yasinan rutin dilaksanakan dengan rata rata peserta 50 orang tiap bulan. Permasalahan Mitra IbM semakin banyaknya keluhan pusing, mata kabur, leher kaku oleh sebagian jamaah yasin maupun keluarga. Namun sebagian masih menganggap keluhan itu sebagai suatu hal yang biasa. mereka belum mengetahui bagaimana penanganan yang aman dan mudah. Setelah dilakukan musyawarah, maka permasalahan mitra adalah tidak mengetahui jus mentimun sebagai pengobatan alternatif yang aman (tidak mengandung bahan kimia) untuk menurunkan tekanan darah tinggi  dan belum mempraktekkan cara pengolahan jus mentimun. Pengabdian mulai dilaksanakan hari Kamis, 23 Agustus 2018 sejumlah 42 orang, yaitu penyuluhan penyakit darah tinggi, cara mengobati dan mencegah darah tinggi. Tim Pengabdian memberikan pelatihan cara pembuatan jus mentimun kepada 3 pengurus jamaah yasinan pada hari minggu tanggal 26 Agustus 2018 di rumah Bu Endah Sanuri. Tim pengabdi  melakukan kunjungan rumah penderita hipertensi  dalam rangka evaluasi program. Kegiatan penyuluhan berjalan lancar, peserta antusias mengikuti kegiatan sampai selesai. Hal ini dibuktikan dengan 14 peserta (33 %) bertanya tentang materi yang disampaikan. Kegiatan pelatihan pembuatan jus mentimun dan evaluasi program berlangsung lancer. Harapan peserta semoga program pengabdian ini dapat berlanjut sehingga mereka dapat memperoleh ilmu dan ketrampilan yang berguna bagi masyarakat. 
PELATIHAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU MIN 1 PASAMAN BARAT Mahyudin Ritonga; Yeddawati Matondang; Miswan Miswan; Parijas Parijas
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v4i2.2106

Abstract

Artikel ini memuat tentang hasil pengabdian yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi rendahnya pemahaman guru terhadap masalah penelitian tindakan kelas, sehingga dipandang sebagai penghambat dalam pengajuan kenaikan pangkat. Terlaksananya pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi guru di MIN 1 Pasaman Barat khususnya dalam bidang Penelitian Tindakan Kelas. Metode Pelaksanaan yang digunakan ialah pelatihan dengan jenis demonstrasi dan contoh, penggunaan metode ini dianggap sesuai dengan target dan objek dampingan. Peserta pelatihan ini terdiri dari semua guru yang ada di MIN 1, pelaksana kegitan ialah dosen dan mahasiswa, dosen sebagai narasumber sementara mahasiswa sebagai fasilitator dan moderator, adapun waktu pelaksanaan ialah selama tiga hari, yakni 9-11 September 2019, bertempat di MIN 1 Pasaman Barat. Hasil pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan bahwa pada awal kegiatan belum ada guru yang membuat PTK secara terstruktur sehingga tidak yakin untuk mengajukannya sebagai kelengkapan penilaian angka kredit. Dari hasil pelaksanaan pelatihan diketahui bahwa semua guru bisa memahami secara baik tentang: 1) konsep penelitian tindakan kelas, 2) bisa membuat desain penelitian tindakan kelas, 3) membuat proposal serta laporan penelitian tindakan kelas.
PELATIHAN PENGELASAN BAGI SANTRI PONDOK PESANTREN TAFIDZUL QUR’AN “HASAN MUNADI” BADEGAN PONOROGO Alfi Tranggono Agus Salim; Agus Choirul Arifin; Yoga Akhdiat Fakhrudin; Mitha Anandya Qathrunnada; Muhammad Narrokhim Amrullah; Kanjeng Sunan Lawu
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v4i2.1599

Abstract

Pondok Pesantren merupakan sentral pendidikan tradisional yang merupakan sebuah lembaga di bidang pendidikan dengan basic agama sebagai kurikulum utama. Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an “Hasan Munadi” yang berlokasi di desa Karangan Kecamatan Badegan Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. Tingkat kemampuan berwirausaha terkait dibidang pengelasan masih rendah, karena tidak adanya materi tersebut, Oleh karena itu dilaksanakan pelatihan pengelasan di pondok pesantren yang juga mengarah ke hardskill pengelasan, dan yang dikemudian hari akan dikembangkan ke pendirian unit usaha termasuk sebuah bengkel pengelasan. Penyelenggaraan kegiatan program pelatihan wirausaha Pengelasan ini dilaksanakan dengan beberapa parameter yang dapat dicapai luaran dari kegiatan ini adalah produk berupa kemampuan teknik las dasar yang diperoleh santri dan diharapkan terbentuk wirausaha bengkel pengelasan yang akan bermanfaat bagi lingkungan Pondok Pesantren Tafidzul Qur’an “Hasan Munadi” Karangan Badegan Ponorogo. Tahapan pelaksanaan terdiri dari teori pengelasan, kesehatan dan keselamatan kerja (K3), serta praktek dan pendampingan pengelasan dasar dan lanjut yang menghasilkan produk berupa tangga lipat. Dan semua materi pengabdian pengelasan mengadopsi materi dari pengajaran praktek pengelasan di politeknik negeri madiun. Hasil dari pengabdian (pelatihan) Pengelasan ini peserta memiliki pengetahuan dalam hal pengelasan, dan dapat menerapkan proses peneglasan dengan mengutamakan K3 (Keselamatan Kesehatan Kerja
PELATIHAN PENYUSUNAN RPP MODEL 1 LEMBAR VERSI MENTERI NADIEM BAGI GURU SEKOLAH DASAR Sabina Ndiung; Sebastianus Menggo
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v5i1.2674

Abstract

Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarsiswa, siswa dengan guru, lingkungan dan sumber belajar lainnya untuk pencapaian suatu kompetensi. Rencana pelakanaan pembelajaran (RPP) memiliki peran penting dalam menuntun guru pada pencapaian tujuan pembelajaran yang memuat langkah-langkah pembelajaran yang sistematis. Kebijakan baru menteri Nadiem yang tertuang dalam surat edaran No. 14 tahun 2019 tentang penyederhanaan administrasi pembelajaran khususnya terkait rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) kurikulum 2013 menjadi model RPP 1 lembar atau disebut sebagai RPP merdeka belajar. Penyederhanaan bertujuan agar guru lebih memprioritaskan keaktifan siswa dalam pembelajaran, tidak dibebankan oleh administrasi pembelajaran mengingat guru sendiri telah mengetahui komponenkomponen pembelajaran lainnya. Jika dicermati, penyederhanaan komponen RPP kurikulum 2013 mengadaptasi model yang dikembangkan oleh Glaser yang merupakan model dasar dalam menyusun RPP dangan cakupan komponennya yaitu tujuan, prosedur pembelajaran, dan penilaian. Kegiatan pelatihan penyusunan RPP merdeka belajar di SDN ules berdampak positif terhadap pemahaman guru tentang konsep merdeka belajar, mampu menyusun model RPP merdeka belajar yang memerdekakan siswa dan guru.

Page 6 of 24 | Total Record : 239