cover
Contact Name
Toni Malvin
Contact Email
tonimalvin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lembagapenelitiandanpengabdian@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. lima puluh kota,
Sumatera barat
INDONESIA
Lumbung: Jurnal Ilmiah Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh
ISSN : 14121948     EISSN : 26553422     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
LUMBUNG: Jurnal Ilmiah Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh merupakan media dalam penyebarluasan hasil penelitian dan kajian pustaka di bidang pertanian yang bertujuan untuk menjawab masalah-masalah pertanian secara nyata di lapangan. LUMBUNG diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh secara berkala dua kali dalam setahun, yang diterbitkan pertama kali pada Januari 2002 dalam bentuk cetak, dan tersedia secara online sejak Desember 2018.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 18 No. 2 (2019): Agustus" : 6 Documents clear
Analisis Penyerapan Tenaga Kerja (Studi Pada Ukm Kerupuk Sanjai Di Kabupaten 50 Kota) Nelvia Iryani Iryani; Syaiful Anwar
LUMBUNG Vol. 18 No. 2 (2019): Agustus
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.023 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v18i2.99

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah ada pengaruh upah, modal, dan nilai produksi terhadap penyerapan tenaga kerja pada UKM yang memproduksi aneka kerupuk sanjai di Kabupaten 50 Kota, serta untuk menganalisis variabel manakah yang paling dominan pengaruhnya terhadap penyerapan tenaga kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, dimana pengumpulan informasi dilakukan pada sebagian populasi. Data yang digunakan adalah data primer yang didapatkan melalui wawancara langsung dengan memberikan kuesioner kepada responden yaitu pemilik UKM kerupuk sanjai di Kabupaten 50 Kota. Sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait seperti Badan Pusat statistik dan Dinas Perindustrian Perdagangan dan koperasi Kabupaten 50 Kota. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis regresi meliputi uji normalitas, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel bebas dalam penelitian ini berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat (penyerapan tenaga kerja). Modal kerja merupakan variabel yang paling besar pengaruhnya dalam penyerapan tenaga kerja pada UKM kerupuk sanjai di Kabupaten 50 Kota.
Penetapan Potensi Sumber Air Pada Lahan Kampus 2 Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Jorong Batu Kabau Nagari Sitanang Amrizal Amrizal; Fazlimi Fazlimi; Deswani Panggabean
LUMBUNG Vol. 18 No. 2 (2019): Agustus
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.04 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v18i2.145

Abstract

Sumber air saat ini mengalami banyak penurunan, baik kuantitas maupun kualitas, karena ada banyak fungsi konversi lahan dari hutan ke pertanian, terutama di perbukitan dan daerah tangkapan. Agar pemanfaatan air dapat dilakukan secara berkelanjutan sambil tetap memperhatikan kemungkinan ketersediaan dan perubahan yang terjadi sebagai akibat dari pemanfaatannya, maka perlu perencanaan dasar untuk pengembangannya. Oleh karena itu, sebagai alat pendukung, panduan teknis diperlukan untuk mengevaluasi potensi air. Studi potensi mata air dilakukan oleh beberapa pendekatan, yaitu dengan lokasi geohidrology, debit musim semi, analisis tritium, analisis 18o, dan deuterium dan analisis kimia air yang menyediakan data dan informasi pelengkap (Purwitasari, 2006). Dalam penelitian ini kami melakukan lokasi geohidrologi dan pegas debit. Alat dan bahan yang digunakan adalah: Contour maps, GPS, Pharsall Flume. Sesuai dengan hasil penelitian, deskripsi dari diskusi dan tujuan dari sumber penelitian dapat digunakan sebagai berikut: 1. Di bidang pengambilan data diperoleh + 145 titik koordinat, dimana titik ini akan digunakan dalam penentuan dari batas-batas dan konstruksi garis kontur yang dipetakan, 2. Sumber air potensial dalam format Universal Transverse Mercator (UTM) X 0696719, Y 9969672. Dalam bentuk data Geografis (00 16 '27, 32'' dan 1000 46 '3.36' ') 3. Aliran perangkat flume pembuangan air adalah 0,36 cm3 / detik.
Identifikasi Gulma Pada Kebun Singkong (Manihot Esculenta Crantz) Di Desa Nitakloang Kecamatan Nita Kabupaten Sikka Tahun 2018 Sukarman Hadi Jaya Putra; Maryani Jeclin
LUMBUNG Vol. 18 No. 2 (2019): Agustus
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.749 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v18i2.158

Abstract

Penelitian tentang identifikasi gulma pada kebun singkong (Manihot esculenta Crantz) di Desa Nitakloang, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis gulma, kerapatan, indeks dominansi dan indeks keanekaragaman jenis. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juli hingga Agustus 2018 dengan menggunakan metode transek garis. Jumlah stasiun yang digunakan adalah 4 stasiun yaitu dusun Baoponun, dusun Kojalaka, dusun Blatat, dusun Nitakloang. Masing-masing stasiun memiliki 3 transek garis. Setiap transek garis dibuat 10 plot pengambilan sampel. Hasil penelitian didapatkan 18 famili dan 31 spesies gulma. Nilai kerapatan gulma berkisar dari 0,008 ind/ m² - 9, 116 ind/ m². Nilai kerapatan gulma tertinggi yaitu 9,116 ind/ m² pada spesies Ageratum conyzoides dan nilai kerapatan gulma terendah yaitu 0,008 ind/ m² pada spesies Crotalaria pallida. Indeks dominansi gulma termasuk kategori dominansi rendah yaitu 0,12 dan indeks keanekaragaman jenis termasuk kategori keanekaragaman sedang yaitu H = 1,1187. Spesies gulma yang paling seringditemukan dalam setiap plot sampel adalah Ageratum conyzoides (babandotan), Euphorbia hirta (patikan), Alternanthera sessillis (rumput kremeh) dan yang paling sedikit muncul adalah Crotalaria pallida (rumput orok-orok).
Berbagai Taraf Pemberian Pupuk SS dan Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tembakau Payakumbuh Mamang Wahyudi; Ardi Sardina Abdullah
LUMBUNG Vol. 18 No. 2 (2019): Agustus
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.874 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v18i2.182

Abstract

Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kota Payakumbuh merupakan sentra tanaman tembakau di Sumatera Barat. Pertumbuhan tanaman tembakau yang baik dapat dilakukan dengan menambah unsur hara yang berupa pupuk. Pupuk SS (Superstikpos) merupakan pupuk Mono Amonium Phospat dengan rumus NH4(H2PO4) dimana kandungan Nitrogennya 16%, Phospor 20% dan Belerang 12%. Dosis pupuk yang diberikan pada tembakau Payakumbuh varietas Rudau Gadang dan Rudau Teleng) adalah 92 - 138 kg N/ha, 36 kgP2O5 /ha dan 46 kg K2O/ha dimana pemupukan ini dilakukan pada lahan yang sering ditanaman tembakau. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial dua faktor 4 x 3 yang disusun menurut Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 kali ulangan. Data hasil pengamatan dianalisis secara statistika dengan menggunakan sidik ragam (uji F) untuk Rancangan Acak Kelompok (RAK). Apabila berbeda nyata, dilanjutkan dengan DMRT pada taraf 5%. Sebagai data tambahan dilakukan pengujian kadar nikotin pada masing-masing perlakuan. (data diuji dengan atistika). Pemberian pupuk SS dengan dosis 100 kg/ha atau 200 kg/ha dan pemberian pupuk kandang dosis 30 ton/ha pengaruhnya paling tinggi terhadap Indeks Luas Daun. Pemberian pupuk SS dengan dosis 150 kg/ha dan pemberian pupuk kandang dosis 10 ton/ha pengaruhnya paling rendah terhadap Indeks Luas Daun. Pemberian pupuk SS dengan dosis 100 kg/ha dan pemberian pupuk kandang dosis 30 ton/ha pengaruhnya paling tinggi terhadap Berat Basah dan Berat Kering daun tembakau. Pemberian pupuk SS dengan dosis 150 kg/ha dan pemberian pupuk kandang dosis 10 ton/ha pengaruhnya paling rendah terhadap Berat Basah Daun. Pemberian pupuk SS dengan dosis 250 kg/ha dan pemberian pupuk kandang dosis 10 ton/ha pengaruhnya paling rendah terhadap Berat Kering Daun.
Kandungan Gizi dan Bahan Aktif Fenol Daun Bangun-Bangun (Coleus amboinicus L.) Pada Metoda Pengeringan yang Berbeda Ramond Siregar; Nelzi Fati; Yun Sondang
LUMBUNG Vol. 18 No. 2 (2019): Agustus
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.829 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v18i2.183

Abstract

Tanaman bangun-bangun (Coleus amboinicus L.) mengandung kalium, karbohidrat, dan energi yang tinggi, serta minyak atsiri dengan kandungan carvakrol, isoprofil-o-kresol dan fenol. Secara farmakologi, tanaman ini mengandung beberapa bahan aktif yang bersifat menghilangkan sakit, penurun panas, dan antiseptik, penyegar, dan penambah semangat. Cara pengeringan berpengaruh terhadap tanaman, selain itu bahwa pengeringan bahan tanaman yang kurang tepat akan merusak komponen bahan aktif sehingga menurunkan mutunya. Penelitian ini dilakukan di Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, bahan yang digunakan adalah daun bangun-bangun segar yang dikeringkan dengan 4 (empat) cara pengeringan yaitu: kipas angin, oven, udara dan matahari. Daun bangun-bangun yang telah dikeringkan selanjutnya dianalisa di laboratorium kimia. Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Hasil analisa laboratorium kimia menunjukkan bahwa perlakuan metode pengeringan daun bangun-bangun berpengaruh sangat nyata pada kandungan protein kasar, serat kasar dan fenol. Pengeringan kering matahari menunjukkan kadar protein tertinggi (20,48%) dan pengeringan kipas angin menunjukkan kadar protein terendah (12,65%). Pengeringan kering oven menunjukkan kadar serat kasar tertinggi (17,21%) dan kipas angin menunjukkan kadar serat kasar terendah (13,05%). Pengeringan kipas angin menunjukkan kadar total fenol tertinggi (8.400 ppm) dan oven menunjukkan terendah (2.100 ppm).
Pemanfaatan Tepung Daun Pegagan (Centella asiatica) Sebagai Feed Additive Dalam Ransum Terhadap Konsumsi Ransum dan Berat Organ Fisiologis Broiler Yurni Sari Amir; Muthia Dewi; Prima Silvia Noor; Toni Malvin; Egip Putra
LUMBUNG Vol. 18 No. 2 (2019): Agustus
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.207 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v18i2.184

Abstract

Penelitian dengan memanfaatkan tepung daun pegagan sebagai feed additive dalam ransum broiler dilakukan untuk melihat pengaruhnya terhadap konsumsi ransum dan berat organ fisologis. Penelitian dilakukan di Laboratorium dan UPT Farm Politeknik Negeri Payakumbuh selama empat minggu, dengan menggunakan 100 ekor broiler yang dipelihara sejak DOC. Pakan yang diberikan berupa ransum basal dengan penambahan tepung daun pegagan. Rancangan yang digunakan adalah RAL dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, yaitu ransum basal 100% (A), ransum basal dengan penambahan 1,5% tepung daun pegagan (B), ransum basal dengan penambahan 3% tepung daun pegagan (C), ransum basal dengan penambahan tepung daun pegagan 4,5% (D). Variabel yang diukur adalah konsumsi ransum, persentase bobot hati dan jantung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencampuran tepung daun pegagan dalam ransum sebagai feed additive tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P>0,5) terhadap konsumsi ransum, bobot hati dan jantung broiler.

Page 1 of 1 | Total Record : 6