cover
Contact Name
Toni Malvin
Contact Email
tonimalvin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lembagapenelitiandanpengabdian@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. lima puluh kota,
Sumatera barat
INDONESIA
Lumbung: Jurnal Ilmiah Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh
ISSN : 14121948     EISSN : 26553422     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
LUMBUNG: Jurnal Ilmiah Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh merupakan media dalam penyebarluasan hasil penelitian dan kajian pustaka di bidang pertanian yang bertujuan untuk menjawab masalah-masalah pertanian secara nyata di lapangan. LUMBUNG diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh secara berkala dua kali dalam setahun, yang diterbitkan pertama kali pada Januari 2002 dalam bentuk cetak, dan tersedia secara online sejak Desember 2018.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 21 No. 1 (2022): Februari" : 5 Documents clear
STUDI KOMPARISASI PENGGUNAAN BEBERAPA JENIS MEDIA TANAM PADA BUDIDAYA TANAMAN PAKCOY (BRASSICA CHINENSIS L) DENGAN SISTEM HIDROPONIK Fiandi, Jeri Okta; Ibnusina, Fedri; Nefri, Jhon
LUMBUNG Vol. 21 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.683 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v21i1.244

Abstract

Pakcoy merupakan sayuran daun yang memiliki nilai ekonomis tinggi, yang sangat diminati masyarakat dan banyak memiliki kandungan gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penggunaan beberapa jenis media tanam terhadap pertumbuhan hasil tanaman pakcoy hidroponik dan menganalisis jenis media tanam yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy serta melakukan analisis ekonomi finansial terhadap budidaya pakcoy hidroponik dengan menggunakan beberapa jenis media tanam. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai bulan Maret 2020. Pelaksanaan kegiatan penelitian dilakukan di Kandang Lamo, Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Analisis data yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan dengan penggunaan beberapa jenis media tanam, terdapat 3 perlakuan dengan 3 ulangan serentak dan terdapat 81 sampel tanaman, dianalisis dengan uji lanjut DMRT 15%.dan analisis  finansial diukur dengan menghitung nilai Pendapatan, R/C rasio, BEP, probability ratio. Hasil penelitian menunjukan perlakuan berbagai jenis media tanam berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan lebar daun, tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan bobot basah tanaman. Perlakuan dengan nilai rata-rata tertinggi terdapat pada penggunaan media tanam pecahan bata. Dibuktikan dengan hasil rata-rata pada parameter jumlah daun dengan nilai 17,03 helai pada umur tanaman 4 Minggu Setelah Tanam (MST). Analisis ekonomi finansial memberikan hasil usaha budidaya sayuran pakcoy hidroponik dengan berbagai jenis media tanam layak untuk diteruskan, hal ini dapat dilihat pada variabel analisis laporan laba-rugi usaha pada kolom R/C rasio dan tingkat probabilityratio.
RANCANG BANGUN ALAT PENABUR PUPUK BUTIRAN TIPE GENDONG Ernita, Yuni; Jamaluddin, Jamaluddin; Hasman, Elvin; Rildiwan, Rildiwan; Nurtam, M. Riza
LUMBUNG Vol. 21 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.979 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v21i1.350

Abstract

Pemupukan dapat dilakukan dengan dua cara yakni manual dan mekanis. Pemupukan manual menghasilkan aplikasi pupuk yang beragam dan membutuhkan tenaga kerja yang banyak. Peralatan pemupuk berbentuk tugal belum efisien untuk proses pemupukan, maka perlu adanya alat yang dapat mempermudah proses pemupukan tanpa memerlukan waktu dan tenaga yang terlalu banyak. Alat penabur pupuk butiran tipe gendong adalah salah satu alat untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pada proses pemupukan tanaman terutama tanaman palawija. Tujuan penelitian adalah melakukan rancang bangun, analisa kinerja, dan analia ekonomi alat penabur pupuk butiran tipe gendong. Alat penabur pupuk butiran tipe gendong dibuat dan diujicobakan di Bengkel Logam dan Lahan Percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh pada bulan Juni hingga September 2020. Pembuatan alat dilakukan memenuhi rancangan struktural dan fungsional. Spesifikasi alat penebar pupuk butiran tipe gendong hasil rancangan adalah sebagai berikut: berat alat 2 kg, jarak kerja alat 25 cm, kedalamam kerja alat, 3-5 cm, material hopper terpal, volume hopper 5 kg, material outlet PVC. Hasil uji kinerja alat penabur pupuk butiran didapatkan kapasitas kerja efektif sebesar 0,0379 ha/jam, kapasitas kerja teoritis adalah 0,0532 ha/jam, sehingga efisiensi kerja alat penabur pupuk butiran adalah 71,24%. Hasil analisa ekonomi didapatkan biaya tetap alat sebesar Rp. 500.000,-/tahun. Biaya tidak tetap sebesar Rp. 10.675/jam, biaya pokok penaburan pupuk butiran sebesar Rp. 287.150/Ha. Break event point/titik impas adalah sebesar 4,225 Ha/tahun.
PENENTUAN EC NUTRISI UNTUK PERTUMBUHAN TANAMAN BAWANG MERAH DENGAN SISTEM HIDROPONIK RAKIT APUNG Panggabean, Deswani; Amrizal; Away, Yufrijal
LUMBUNG Vol. 21 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.838 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v21i1.486

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditi sayuran unggulan yang sejak lama telah diusahakan oleh petani secara intensif. Salah satu teknik budidaya hidroponik yaitu system Rakit Apung (Floating Raft System) atau biasa dikenal FHS. Dalam system ini, wadah tempat tanaman berada dalam kondisi mengapung dan bersentuhan langsung dengan air nutrisi. Dalam pembuatan nutrisi untuk tanaman perlu diperhatikan EC (Electrical Conductivity) yang digunakan untuk mengukur kepekatan suatu larutan nutrisi hidroponik. Kebutuhan EC disesuaikan dengan fase pertumbuhan, yaitu ketika tanaman masih kecil dibutuhkan nilai EC yang kecil dan semakin meningkat umur tanaman EC yang dibutuhkan juga semakin besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pada EC berapa yang optimal untuk pertumbuhan tanaman bawang merah dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman. Perlakuan yang akan digunakan pada penelitian ini adalah 3 perlakuan dengan 10 kali ulangan pada masing-masing perlakuan, dengan rincian perlakuan adalah:  Perlakuan A dengan EC 1000 (?S /cm) untuk umur 1-30 HST dan 2000(?S /cm) untuk umur > 30 HST. Perlakuan B dengan EC 1500 (?S /cm) untuk umur 1-30 HST dan 2500(?S /cm) untuk umur > 30 HST serta Perlakuan C dengan EC 2000 (?S /cm) untuk umur 1-30 HST dan 3500(?S /cm) untuk umur > 30 HST. Untuk jumlah anakan terlihat bahwa semua perlakuan tidak berbeda nyata. Sedangkan untuk hasil pengamatan berat panen terlihat bahwa perlakuan A, berbeda nyata dengan perlakuan B dan berbeda tidak nyata dengan perlakuan C.  Perlakuan B berbeda nyata dengan perlakuan C sedangkan perlakuan C tidak berbeda nyata dengan perlakuan A. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa tanaman bawang merah tumbuh paling baik pada perlakuan C dengan pada EC 2000 (?S /cm)) pada umur 1-30 HST dan EC 3500 (?S /cm) pada umur > 30 HST, dengan hasil panen tertinggi yaitu 74,4 gr.
KARAKTERISASI MORFOLOGI PADA BIBIT PORANG (Amorphophallus oncophyllus) Illahi, Ayu Kurnia; Kurniasih, Dedeh; Sari, Deliana Andam; Karmaita, Yummama
LUMBUNG Vol. 21 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.642 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v21i1.490

Abstract

Porang (Amorphophallus oncophyllus) adalah salah satu plasma nutfah umbi – umbian yang bernilai gizi tinggi asal Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi morfologi batang dan daun pada bibit porang hasil koleksi di Kebun Percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Oktober 2021 dengan metode deskripsi dengan pengambilan sampel secara sengaja pada 15 aksesi bibit porang. Pengamatan dilakukan pada karakter kualitatif dan karakter kuantitatif pada bagian batang dan daun bibit porang. Dari hasil pengamatan morfologi batang terdapat hasil yang seragam pada pengamatan karakter tekstur tangkai, bentuk tangkai, bentuk corak pada tangkai dan arah tumbuh. Pada pengamatan morfologi daun karakter yang memiliki hasil yang sama untuk setiap aksesi bibit porang adalah karakter bentuk daun, tepi daun, pertulangan daun, tekstur permukaan daun, tipe daun, bentuk ujung dan pangkal daun, jenis helaian daun, keadaan permukaan atas dan bawah daun.  Ciri pembeda yang dimiliki tangkai porang dengan tanaman Amorphophallus lainnya adalah corak pada tangkai yang terdiri dari bentuk belah ketupat dan belah ketupat dengan garis linear.
EKSPLORASI PLASMA NUTFAH KARAMUNTING DARI TIGA KENAGARIAN DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Wulantika, Trisia; Kanara, Nahda; Wahono, Sentot; Ritawati
LUMBUNG Vol. 21 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.958 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v21i1.492

Abstract

Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa) adalah salah satu tumbuhan obat yang sering digunakan oleh masyarakat. Tumbuhan ini termasuk ke dalam famili Myrtaceae dan mempunyai nama internasional Rosemyrle. Secara tradisional, daun tumbuhan ini digunakan untuk mengobati luka, kudis, sakit perut, diare, sakit kepala, mencegah infeksi. Tumbuhan ini juga memiliki nilai tambah yang belum banyak diketahui oleh masyarakat lokal yaitu buahnya mengandung antioksidan yang baik untuk tubuh serta bisa diolah menjadi makanan olahan. Penelitian eksplorasi plasma nutfah tanaman karamunting dilakukan untuk menemukan keberadaannya di lapangan serta mengetahui karakter morfologi serta tingkat kemiripan aksesi yang ditemukan. Penelitian telah dilakukan dari bulan Juni-September 2021 dengan menggunakan metode purposive sampling. Dari hasil penelitian ditemukan sebanyak 30 aksesi tanaman karamunting, ditemukan keragaman karakter morfologi yang diukur dengan parameter tinggi tanaman, lebar daun, panjang daun, diamater batang, warna daun, warna batang, bunga dan buah. Analisi menggunakan NTSYS menunjukan 30 aksesi mengelompok menjadi 2 kelompok besar pada koefisien 0,25 dan ada 2 aksesi dengan tingkat kemiripan 100% yaitu ST5 dan ST7

Page 1 of 1 | Total Record : 5