cover
Contact Name
BOISANDI
Contact Email
bsandi2012@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bsandi2012@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN SAINS DAN APLIKASINYA
Published by IKIP PGRI Pontianak
ISSN : 26544512     EISSN : 26551373     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Pendidikan Sains dan Aplikasinya (JPSA) memuat artikel yang membahas aspek: pendidikan Fisika dan Ilmu Fisika, pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia, pendidikan Biologi dan Ilmu Biologi, pendidikan Sains, serta inovasi-inovasi pembelajaran. Tim redaksi menerima artikel ilmiah dari hasil penelitian, laporan studi kasus, kajian, dan tinjauan pustaka. JPSA Terbit setiap 6 bulan sekali (Mei dan November) dengan p-ISSN 2654-4512 dan e-ISSN 2655-1373.
Arjuna Subject : -
Articles 120 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS ANDROID PADA MATERI GELOMBANG CAHAYA DI KELAS XI SMA NEGERI 2 KETAPANG Utami Setyahandani; Handy Darmawan; Matsun Matsun
JURNAL PENDIDIKAN SAINS DAN APLIKASINYA Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Sains dan Aplikasinya (JPSA)
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpsa.v1i1.921

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan serta kelayakan media pembelajaran fisika berbasis Android menurut ahli materi dan kelayakan media pembelajaran fisika berbasis Android menurut ahli media,. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R D) berupa produk media pembelajaran fisika berbasis Android pada materi gelombang cahaya. Metode pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model ADDIE. Model ADDIE yaitu model pengembangan yang terdiri dari lima tahapan yang terdiri dari analisis (analysis), rancangan (design), pengembangan (development), implementasi (implementation) dan evaluasi (evaluation). Berdasarkan hasil penelitian bahwa; 1) Kelayakan media pembelajaran fisika berbasis Android dapat dilihat dari hasil penilaian dari ahli materi mendapatkan rata-rata skor 85% dengan kriteria sangat layak; 2) Kelayakan media pembelajaran fisika berbasis Android dapat dilihat dari hasil penilaian dari ahli media mendapatkan rata-rata skor 86% dengan kriteria sangat layak. Dengan demikian, media pembelajaran fisika berbasis Android pada materi gelombang cahaya yang dikembangkan di anggap layak digunakan sebagai media pembelajaran.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PADA MATERI TEKANAN DI KELAS VIII MTS. AL-HUSNA KOTA PONTIANAK Shyntia Eka Putri; Muhamad Firdaus; Lia Angraeni
JURNAL PENDIDIKAN SAINS DAN APLIKASINYA Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Sains dan Aplikasinya (JPSA)
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpsa.v1i1.922

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Untuk mengetahui profil kesalahan konsep siswa dalam menyelesaikan soal pada materi tekanan di kelas VIII Mts. Al-Husna Kota Pontianak. (2) Untuk mengetahui profil kesalahan sistematis siswa dalam menyelesaikan soal pada materi tekanan di kelas VIII Mts. Al-Husna Kota Pontianak. (3) Untuk mengetahui profil kesalahan matematis siswa dalam menyelesaikan soal pada materi tekanan di kelas VIII Mts. Al-Husna Kota Pontianak. (4) Untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya kesalahan konsep, kesalahan sistematis dan kesalahan matematis siswa dalam menyelesaikan soal pada materi tekanan di kelas VIII Mts. Al-Husna Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode deskriftip kualitatif terhadap siswa kelas VIII Mts. AL-Husna Kota Pontianak yang terdiri dari 19 siswa. Teknik pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini berupa soal tes dan wawancara. Pemilihan subjek wawancara dengan cara dipilih dua siswa yang paling banyak melakukan kesalahan konsep,dua siswa yang paling banyak melakukan kesalahan sistematis, dua siswa yang paling banyak melakukan kesalahan matematis dan dua siswa yang paling banyak melakukan kesalahan konsep, kesalahan sitematis dan kesalahan matematis. Analisis data menggunakan statistik deskriptif.Berdasarkan analisis data dan pembahasan kesimpulan: (1) Profil kesalahan konsep yaitu: (a) salah dalam mendefinisikan sebesar 28,17%, (b) salah dalam memahami gambar sebesar 28,25%, (c) salah dalam merubah satuan sebesar 34,33%, (d) salah dalam menuliskan simbol sebesar 19% dan (e) salah dalam menuliskan rumus sebesar 31%. (2) Profil kesalahan sistematis yaitu: (a) salah menuliskan apa yang diketahui sebesar 26% dan (b) salah menuliskan apa yang ditanya sebesar 20,67%. (3) Profil kesalahan matematis yaitu: (a) salah dalam perkalian sebesar 22,33% dan (b) salah dalam pembagian sebesar 38,33%. (4) Faktor penyebab terjadinya kesalahan konsep yaitu: (a) siswa tidak memahami materi yang disampaikan guru sebesar 37%, (b) siswa tidak mempelajari kembali materi yang belum dipahaminya sebesar 62%, (c) siswa tidak berani bertanya kepada guru apabila belum memahami materi sebesar 50%, (d) siswa hanya belajar dari buku catatan yang belum lengkap sebesar 50% dan (e) kesiapan siswa yang kurang maksimal sebesar 37%. (5) Faktor penyebab terjadinya kesalahan sistematis yaitu: (a) siswa lupa akan rumus tekanan sebesar 62%. (6) Faktor penyebab terjadinya kesalahan matematis yaitu: (a) siswa tidak teliti dalam melakukan perhitungan sebesar 62%, (b) siswa tidak tahu operasi perkalian, pembagian, pengurangan dan penjumlahan sebesar 37% dan (c) kurangnya kemampuan dasar matematika siswa sehingga siswa kesulitan dalam melakukan operasi perhitungan sebesar 50%.
PENERAPAN MODEL SIKLUS BELAJAR EMPIRIS INDUKTIF DAN MODEL EKSPOSITORI DITINJAU DARI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA PADA MATERI KALOR SMP NEGERI 1 NGABANG mita sophiyanti
JURNAL PENDIDIKAN SAINS DAN APLIKASINYA Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Sains dan Aplikasinya (JPSA)
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpsa.v1i1.901

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar penerapan model siklus belajar empiris induktif dan model ekspositori ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi kalor kelas VII SMP Negeri 1 Ngabang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan bentuk penelitian adalah Factorial Design dan rancangan penelitian Factorial Design 2 x 3. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Ngabang yang terdiri dari 7 kelas. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah cluster random sampling sehingga diperoleh kelas VII A dan VII G sebagai sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pengukuran berupa tes essay. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh rata-rata hasil belajar siswa pada materi kalor yang diterapkan model siklus belajar empiris induktif yaitu 78,05 dan rata-rata hasil belajar diterapkan model ekspositori yaitu 71,125. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis anova dua jalan untuk kemampuan pemecahan masalah matematis siswa diperoleh P-value 0,000 0,05, sehingga Ha diterima dan hasil perhitungan uji Kruskal Wallis anova dua jalan untuk model pembelajaran menggunakan metode yakni terdapat pengaruh dengan P-value 0,000 0,05 sehingga Ha diterima dan terdapat interaksi antara model siklus belajar empiris induktif dan model ekspositori terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis dengan hasil belajar.
Penerapan Model PembelajaranInkuiriTerhadapKeterampilan Proses SainsSiswa pada MateriGetaran dan Gelombang VIII MTs Negeri Siantan Tessa Helendriani; Dwi Fajar Saputri
JURNAL PENDIDIKAN SAINS DAN APLIKASINYA Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Sains dan Aplikasinya (JPSA)
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpsa.v1i1.917

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan proses sains siswa setelah diterapkan model pembelajaran konvensional dan inkuiri pada materi getaran dan gelombang siswa kelas VIII MTs Negeri Siantan, perbedaan keterampilan proses sains siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran inkuiri dan konvensional  pada materi getaran dan gelombang siswa kelas VIII MTs Negeri Siantan, besarnya pengaruh penerapan model pembelajaran inkuiri terhadap keterampilan proses sains siswa pada materi getaran dan gelombang siswa kelas VIII MTs Negeri Siantan. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan rancangan non equivalent groups posttest-only. Teknik pengumpul data yang digunakan adalah teknik pengukuran dengan alat pengumpul data  esessai untuk mengukur keterampilan proses sains. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa MTs Negeri Siantan kelas VIII A dan kelas VIII D semester genap tahun ajaran 2016/2017 yang diambil secara cluster random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan proses sains siswa setelah diterapkan model pembelajaran konvensional tergolong kurang baik yaitu sebesar 60,56; keterampilan proses sains siswa setelah diterapkan model pembelajaran inkuiri tergolong baik yaitu sebesar 79,56; hasil uji U Mann Whitney diperoleh besar pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap keterampilan proses sains siswa yaitu  = 2,54 tergolong tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri berpengaruh terhadap keterampilan proses sains siswa pada materi getaran dan gelombang siswa kelas VIII MTs Negeri Siantan.
EFEKTIVITAS METODE DEMONSTRASI UNTUK MEREMEDIASI KESALAHAN SISWA PADA MATERI TUMBUKAN DI KELAS XI IPA SMA KRISTEN ABDI WACANA PONTIANAK Selly Maranthika; Eti Sukadi
JURNAL PENDIDIKAN SAINS DAN APLIKASINYA Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Sains dan Aplikasinya (JPSA)
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpsa.v1i1.924

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas metode demonstrasi untuk meremediasi kesalahan siswa pada materi tumbukan di kelas XI IPA SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak. Secara khusus penelitian ini di rumuskan kedalam sub-sub masalah sebagai berikut:1. Besar persentase proporsi penurunan kesalahan siswa sesudah di remediasi menggunakan metode demonstrasi pada materi tumbukan  di kelas XI IPA SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak.2. Besar effect size metode demonstrasi untuk meremediasi kesalahan siswa pada materi tumbukan  di kelas XI IPA SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen . Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA yang jumlah 24 siswa,dimana pengambilan sampel dengan teknik sampling jenuh. Alat pengumpul data berupa tes essai yang terdiri dari 10 soal. Berdasarkan hasil pengolahan data, secara umum dapat disimpulkan bahwa Efektivitas Metode Demonstrasi Untuk Meremediasi Kesalahan Siswa Pada Materi Tumbukan di Kelas XI IPA SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak efektif karena: 1. Besar persentase proporsi penurunan jumlah kesalahan siswa setelah diremediasi menggunakan metode demonstrasi pada materi tumbukan di kelas XI IPA SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak dengan nilai rata-rata persentase proporsi penurunan jumlah kesalahan tiap siswa yaitu 63% selanjutnya nilai rata-rata persentase proporsi penurunan jumlah siswa yang mengalami kesalahan tiap indikator soal yaitu 75%. 2. Besar effect size metode demonstrasi untuk meremediasi kesalahan siswa pada materi tumbukan di kelas XI IPA SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak yaitu 1,92 dengan kriteria tinggi.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Sekolah Dasar Daerah Perbatasan Entikong (Indonesia-Malaysia) puji rahmawati; Nurul Apsari
JURNAL PENDIDIKAN SAINS DAN APLIKASINYA Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Sains dan Aplikasinya (JPSA)
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpsa.v2i1.905

Abstract

Proses pertukaran mata uang antara rupiah dan ringgit menurut pengamatan peneliti adalah suatu masalah yang harus diperhatikan dan cukup serius, karena sering terjadinya kerugian masyarakat atas jual beli yang terjadi. Dikarenakan kurang mahirnya masyarakat di dalam penguasaan konsep pemecahan masalah matematika pada aritmatika sosial membuat kejadian ini sangat rentan akan terjadi. Terlebih anak-anak yang ikut serta melakukan perdagangan. Untuk itu peneliti melakukan penelitian di desa Suruh Tembawang dengan tujuan untuk melihat kemampuan pemecahan masalah siswa kelas III di SDN No.05 Suruh Tembawang. Adapun metode yang digunakan adalah penelitian survei dengan jenis penelitian survei catatan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dari keempat tahapan kemampuan pemecahan masalah menurut teori Polya, terdapat dua tahap yang muncul didalam pemecahan masalah yang dilakukannya. Tahapan tersebut adalah tahap memahami dan tahap melaksanakan rancangan solusi dari masalah yang disajikan.
Penerapan Model Pembelajaran Conceptual Understanding Procedures (CUPs) Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X SMAN 2 Teluk Keramat pada Materi Kalor dan Perpindahannya Sahdan Sahdan
JURNAL PENDIDIKAN SAINS DAN APLIKASINYA Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Sains dan Aplikasinya (JPSA)
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpsa.v1i1.923

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuihasil belajar siswa yang diterapkan model pembelajaran conceptual understanding procedures(CUPs), hasil belajar siswa yang diterapkan pembelajaran secara konvensional, dan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa yang diterapkan model pembelajaran CUPs lebih baik dibandingkan hasil belajar siswa yang diterapkan pembelajaran secara konvensional pada materi kalor dan perpindahannya. Bentuk dari penelitian ini adalah quasy experiment. Sedangkan rancangan penelitiannya adalah posttest only control group design. Teknik pengumpul data yang digunakan adalah teknik tes dan alat pengumpul data adalah lembar tes berbentuk essay. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas X A sampai X E, sampel penelitian adalah kelas X A dan X B. Teknik analisis data menggunakan uji t pihak kiri. Hasil penelitian didapatkan, rata-rata nilai posttest siswa yang diterapkan pembelajaran dengan model CUPs adalah 71,68 tergolong baik, dan siswa yang diterapkan pembelajaran secara konvensional didapatkan rata-rata nilai posttest 68,80 tergolong cukup. Hasil uji t, didapatkan thitung = 7,0688 dan ttabel pada taraf signifinasi 5% = 1,991254. Kriteria uji, apabila thitung - ttabel, maka H0 diterima. Dapat ditarik kesimpulan, hasil belajar siswa yang diterapkan pembelajaran dengan model CUPs lebih baik dibandingkan hasil belajar siswa yang diterapkan pembelajaran secara konvensioanl pada materi kalor dan perpindahannya.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI KALOR DAN PERUBAHANNYA DI KELAS VII SMP NEGERI 12 PONTIANAK Linda Oktavia; Dwi Fajar Saputri; Ira Nofita Sari
JURNAL PENDIDIKAN SAINS DAN APLIKASINYA Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Sains dan Aplikasinya (JPSA)
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpsa.v2i1.1205

Abstract

Tujuan dari penelitian ini secara umum adalah untuk mendapatkan informasi secara objektif mengenai pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis inkuri terbimbing pada materi kalor dan perubahannya di Kelas VII SMP Negeri 12 Pontianak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan Research and Development (RD). Subjek penelitian dalam penelitian pengembangan pada umumnya terdiri dari subjek pengembangan (tim ahli atau validator) dari subjek uji coba produk (siswa). Namun, dalam penelitian ini peneliti hanya menggunakan subjek pengembangan (tim ahli atau validator) terdiri dari empat orang dosen fisika IKIP-PGRI Pontianak dan satu orang guru IPA yang mengajar di SMP Negeri 12 Pontianak. Teknik pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik komunikasi tidak langsung. Adapun alat pengumpul data pada penelitian ini adalah lembar Validasi Ahli. Teknik analisis data dalam penelitian menggunakan statistik deskriptif. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis inkuri terbimbing pada materi kalor dan perubahannya menghasilkan desain produk yang telah direvisi; (2) Kelayakan Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis inkuri terbimbing pada materi kalor dan perubahannya sebagai media pembelajaran dapat dilihat dari hasil penilaian ahli materi mendapatkan rata-rata skor 86,40% dengan kriteria sangat layak, sedangkan untuk hasil penilaian ahli media mendapatkan skor rata-rata 74,99% dengan kriteria layak.
penerapan model inkuiri terbimbing menggunkan media rill dan virtuil ditinjua dari kecerdasan logis-matematis siswa pada materi hukum hooke kelas XI SMA Negeri 1 Paloh masithah zakiah; handy darmawan; matsun matsun; ruyat ruyat
JURNAL PENDIDIKAN SAINS DAN APLIKASINYA Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Sains dan Aplikasinya (JPSA)
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpsa.v2i1.1158

Abstract

penelitian eksperimen untuk melihat hasil belajar siswa saat setelah di terapkan model pembelajaran dengan menggunakan media rill dan virtul ditinjua dari kecerdasan logis-matematis siswa kelas XI SMA.
PENERAPAN MODEL LEARNING CYCLE PADA MATERI PERPINDAHAN KALOR TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIISMP SUPARNA NANGA TAMAN KABUPATEN SEKADAU Veriska Kristina; Eti Sukadi
JURNAL PENDIDIKAN SAINS DAN APLIKASINYA Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Sains dan Aplikasinya (JPSA)
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpsa.v2i1.1118

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan Model Learning Cycle pada materi perpindahan kalor terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VII C SMP Suparna Nanga Taman Kabupaten Sekadau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan bentuk penelitian pre-eksperimen desaign dan rancangan penelitian one group pre-test-post-test design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Suparna Nanga Taman yang terdiri atas tiga kelas. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling hingga diperoleh kelas VII C SMP Suparna Nanga Taman. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pengukuran data dengan tes pilihan ganda dan teknik observasi langsung. Hasil analisis diperoleh kesimpulan; 1) Hasil belajar siswa pada materi perpindahan kalor sebelum diberikan pembelajaran menggunakan model learning cycle tergolong cukup yaitu rata-rata nilai pre-test siswa 59,29. 2) Hasil belajar siswa pada materi perpindahan kalor setelah diberikan pembelajaran menggunakan model learning cycle tergolong baik yaitu rata-rata nilai post-test siswa 66,07. 3) Dari hasil uji hipotesis diketahui bahwa nilai  lebih besar dari pada nilai, dimana nilai adalah 8,47 dan  adalah 2,000, maka Ha diterima. Dengan demikian terdapat perbedaan hasil belajar siswa pada materi perpindahan kalor di kelas VII C SMP Suparna Nanga Taman sebelum dan setelah diberikan pembelajaran menggunakan model leaning cycle. 4) Aktivitas belajar siswa setelah menggunakan model learning cycleyaitu total aktivitas siswa 86,82% dengan kategori baik sekali, artinya aktivitas belajar siswa saat diterapkan model pembelajaran learning cycle pada materi perpindahan kalor di kelas VII C SMP Suparna Nanga Taman tergolong baik sekali.

Page 7 of 12 | Total Record : 120