cover
Contact Name
M. Taufiq
Contact Email
bioumuslim@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bioumuslim@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bireuen,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Almuslim
Published by Universitas Almuslim
ISSN : 23387394     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim Bireuen-Aceh. Terbit dua kali dalam setahun (Agustus dan Pebruari). Terbit perdana pada Agustus 2013, dengan tujuan untuk meningkatkan kreativitas keilmiahan dosen atau akademisi dari berbagai Perguruan Tinggi/Lembaga Pendidikan dan Instansi secara umum dan sivitas akademika FKIP Umuslim Bireuen secara khusus
Arjuna Subject : -
Articles 304 Documents
MODEL PEMBELAJARAN REFLEKTIF LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN PENGUASAAN KONSEP SISWA POKOK BAHASAN KALOR DAN PERPINDAHANNYA DI KELAS VII MTSN Marnita Marnita
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 5 No. 1 (2017): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran IPA pada hakekatnya adalah suatu pembelajaran yang lebih menuntut keaktifan siswa didalam kelas. Siswa diharapkan dapat menemukan sendiri suatu konsep yang sedang ditawarkan. Oleh karenanya untuk mengajarkan IPA diperlukan suatu model atau metode tertentu yang dapat mengaktifkan siswa didalam kelas. Salah satu model pembelajaran tersebut adalah Reflektif Learning. Dalam pembejaran Reflektif Learning siswa akan diajak untuk aktif dan kreatif dalam menemukan berbagai fakta ilmiah. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah “1). Apakah model pembelajaran Reflektif  Learning dapat meningkatkan keterampilan proses sains dan penguasaan konsep siswa kelas VII MTsN pada pokok bahasan kalor dan perpindahannya ; (2). Bagaimanakah aktivitas guru dan siswa melalui penerapan model pembelajaran Reflektif Learning di MTsN Dewantara ; (3). Bagaimanakah respon siswa terhadap proses belajar mengajar dengan menggunakan model pembelajaran Reflektif Learning pada pokok bahasan kalor dan perpindahannya di MTsN Dewantara. Jenis penelitian ini adalah Class Room Action research. Penelitian ini dilaksanakan di MTsN Dewantara yang berlangsung dari 26 Maret sampai tanggal 04 April 2015. Sedangkan yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII1 yang berjumlah 22 orang. Data yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah data hasil belajar siswa dan data hasil observasi (pengamatan). Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa terjadi peningkatan keterampilan proses sain dan penguasan konsep siswa MTsN Dewantara kelas VII1 melalui penerapan model pembelajaran Reflektif Learning, aktivitas guru dan siswa juga meningkat pada setiap siklusnya, dan respon siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Reflektif learning sangat baik dan mereka sangat setuju untuk belajar dengan menggunakan model pembelaqjaran Reflektif Learning. Kata Kunci: Reflektif Learning, Keterampilan Proses Sains, dan Penguasaan Konsep
KORELASI MOTIVASI BELAJAR MENGGUNAKAN MEDIA BERBASIS VIDEO DENGAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA PADA MATERI GEJALA ALAM DI KELAS V SD NEGERI 1 PEUSANGAN Ahmad Ahmad; Rahmi Rahmi
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 5 No. 1 (2017): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya temuan selama ini pembelajaran IPS berorientasi buku teks pembelajaran berpusat pada guru mengakibatkan siswa menjadi pasif yang menyebabkan motivasi belajar IPS menjadi rendah. Perlu adanya kajian melihat ada tidaknya peranan media berbasis video mempengaruhi motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi belajar siswa menggunakan media berbasis video dengan hasil belajar koqnitif siswa pada materi gejala alam. Penelitian ini tergolong jenis penelitian asosiatif, dengan populasi penelitian seluruh siswa kelas V SD Negeri 1 Peusangan. Sampel yang digunakan adalah seluruh siswa kelas V, teknik pengambilannya Purposive Sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji statistik korelasi untuk melihat pengaruh motivasi dengan hasil belajar siswa. Berdasarkan perhitungan data diperoleh nilai koefisien korelasi yaitu 0,616 nilai rtabel product momentsebesar 0,553 rhitung > rtabel.  Sedangkan thitung > ttabel yaitu (2,814 >1,771 ). Sehingga Ha diterima Ho ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi belajar siswa menggunakan media berbasis video dengan hasil belajar koqnitif siswa pada materi gelaja alam di kelas V SD Negeri 1 Peusangan. Kata Kunci: Motivasi belajar, Hasil belajar kognitif siswa, media berbasis video
MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENETAPKAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM) MELALUI WORKSHOP PADA SMP NEGERI 2 PEUDADA Baharuddin Baharuddin
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 5 No. 1 (2017): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laporan hasil penelitian ini menyangkut dengan Kompetensi Guru dalam Menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Melalui Workshop pada SMP Negeri 2 Peudada yang diberi judul “Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Melalui Workshop pada SMP Negeri 2 Peudada.” Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan Kompetensi Guru dalam Menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Melalui Workshop pada SMP Negeri 2 Peudada. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research) yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Guru dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada SMP Negeri 2 Peudada melalui Workshop. Jenis penelitian tindakan yang dipilih adalah jenis emansipatori. Jenis emansipatori ini dianggap paling tepat karena penelitian ini dilakukan untuk mengatasi permasalah pada wilayah kerja penliti sendiri berdasarkan pengalaman sehari-hari. Subjek penelitian ini adalah guru-guru pada SMP Negeri 2 Peudada yang berjumlah 37 orang, yang terdiri atas  33 orang guru tetap, dan 11 orang guru tidak tetap. Sedangkan yang menjadi objek penelitian adalah kemampuan guru dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal. Dari hasil yang diperoleh menunjukkan kemampuan guru dalam menetapkan  KKM pada siklus I belum menunjukkan hasil sesuai dengan indikator kinerja yang telah ditetapkan. Setelah diadakan  refleksi terhadap  hasil yang diperoleh, diputuskan  untuk memperbaiki  dari segi kegiatan Workshop terutama memperjelas tentang aspek-aspek yang belum sesuai dengan indikator kinerja yang telah ditetapkan.  Dari hasil tersebut tampak secara umum guru membuat KKM per KD, dan tidak per indikator, dan dari 32 orang ikut Workshop, 5 orang tidak bisa menyerahkan hasil yang mungkin karena kesiapan fisik, mental, bahan, dan laptop memang kurang. Dari masalah tersebut, diputuskan untuk memperbaiki beberapa langkah dalam siklus I, yakni memfokuskan pada penetapan KKM per indikator, yang belum menyerahkan hasil, dan peningkatan sarana / bahan diadakan pada siklus II. Hasil penelitian pada siklus II menunjukkan bahwa rata-rata secara umum dalam penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal pada siklus II berada pada amat baik ( rata-rata 93,25 ),  namun ada satu aspek yang belum bisa 100 % , bahkan berada pada Kriteria cukup yaitu pada aspek 2 ( KKM dibuat per indikator, kemudian  KI, SK, terakhir mata pelajaran ). Untuk hal ini dapat saya jelaskan bahwa pada SMP Negeri 2 Peudada, 12 orang guru tidak tetap  (pengabdi ) kesulitan dalam mengembangkan silabus, RPP, dan penetapan indikator pada  KI, SK, dan mata pelajaran, sehingga akhirnya KKM dibuat  tidak per indikator. Respon guru terhadap penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal melalui Workshop. Penilaian ini penting dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang respon guru  terhadap kegiatan Workshop yang telah di harapkan  dalam menetapkan  Kriteria Ketuntasan Minimal. Jika kita lihat dari nilai  atau prosentase guru yang dapat menetapkan KKM dengan memenuhi mekanisme dari kajian awal, siklus I, dan siklus II adalah 6 %, 83,75 %, dan kemudian 93,25 % ini menunjukkan peningkatan  yang sangat berarti. Jadi dapat dikatakan  bahwa respon guru sangat positip. Oleh karena itu,  penerapannya perlu dilanjutkan dalam kegiatan-kegiatan yang lain. Kata Kunci: Kompetensi Guru, Menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), Workshop.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LINGKARAN DI KELAS VIII SMP NEGERI 2 PEUDADA Hazanah Hazanah
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 5 No. 1 (2017): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dengan judul “Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigasi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Lingkaran di Kelas VIII SMP Negeri 2 Peudada” yang dilatar belakangi oleh pentingnya penggunaan model pembelajaran matematika dalam menyampaikan materi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigasi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Lingkaran di Kelas VIII SMP Negeri 2 Peudada. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas, dengan dua siklus penelitian yang masing-masing siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, observasi, hasil wawancara, hasil catatan lapangan dan refleksi.Instrumen penelitian berupa tes dan lembar observasi. Penelitian ini menggunakan 1 kelas yaitu siswa kelas VIII/C SMP Negeri 2 Peudada Tahun Ajaran 2014/2015 yang berjumlah 26 siswa. Penelitian ini dilakukan dengan cara memberikan pre-test pada siswa untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum pembelajaran, selanjutnya dikenakan perlakuan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigasi pada materi Lingkaran selama 2 jam pelajaran dengan 1 kali pertemuan. Setelah selesai pembelajaran, diberikan post-test untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Tes akhir tindakan siklus I diperoleh 15 orang peserta sudah memenuhi nilai ketuntasan belajar yang penulis tetapkan, dengan demikian persentase ketuntasan pada pelaksanaan tindakan I adalah  57,69%, hasil observasi terdapat aktivitas peneliti pada tindakan siklus I mencapai skor 90% dan hasil observasi aktivitas siswa mencapai 83,75%. Sedangkan tes akhir tindakan siklus II diperoleh 22 orang peserta sudah memenuhi nilai ketuntasan belajar yang penulis tetapkan, dengan demikian persentase ketuntasan pada pelaksanaan tindakan I adalah  84,62%, hasil observasi terhadap aktivitas peneliti pada tindakan siklus II memperoleh skor 94,2% dan hasil observasi aktivitas siswa mencapai 93,75%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Lingkaran di kelas VIII/C SMP Negeri 2 Peudada. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigasi, Hasil Belajar, Materi Lingkaran
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA KELAS VIII DALAM BERWAWANCARA DI SMP NEGERI 2 PEUDADA MELALUI METODE KOMUNIKATIF Mustafa Mustafa
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 5 No. 1 (2017): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laporan hasil penelitian ini menyangkut dengan kemampuan siswa Kelas VIII dalam berwawancara di SMP Negeri 2 Peudada melalui pendekatan komunikatif yang diberi judul “Upaya Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas VIII Dalam Berwawancara di SMP Negeri 2 Peudada Melalui Pendekatan Komunikatif.” Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan upaya meningkatkan kemampuan siswa Kelas VIII Dalam Berwawancara di SMP Negeri 2 Peudada melalui pendekatan komunikatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan  jenis penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Adapun data yang dikumpulkan dalam penelitian ini melalui nilai siswa, observasi, wawancara, dan catatan lapangan. Sumber data dalam penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Peudada yang bejumlah 26 orang. Hasil penelitian pada akhir siklus I, 16 orang peserta sudah memenuhi nilai ketuntasan belajar yang penulis tetapkan, dengan demikian persentase ketuntasan pada pelaksanaan tindakan I adalah  61,53%, selanjutnya ditinjau dari hasil observasi yang ditinjau oleh 2 orang pengamat terhadap aktifitas guru dan siswa diperoleh persentase rata-rata 71,85%. sedangkan pada akhir siklus II, 23 orang peserta sudah memenuhi nilai ketuntasan belajar yang penulis tetapkan, dengan demikian persentase ketuntasan pada pelaksanaan tindakan I adalah 88,46%, selanjutnya ditinjau dari hasil observasi yang ditinjau oleh 2 orang pengamat terhadap aktifitas guru dan siswa diperoleh persentase rata-rata 82,68%. Dengan demikian pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Pembelajaran komunikatif dapat meningkatkan aktifitas belajar mengajar serta kemampuan siswa Kelas VIII dalam berwawancara di SMP Negeri 2 Peudada. Kata Kunci: Kemampuan Berwawancara, Pendekatan Pembelajaran Komunikatif
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII MELALUI PENERAPAN PETA KONSEP PADA MATERI EKOSISTEM DI SMP NEGERI 2 PEUDADA Nursani Nursani
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 5 No. 1 (2017): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dengan judul “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII Melalui Penerapan Peta Konsep pada Materi Ekosistem di SMP Negeri 2 Peudada” yang dilatar belakangi oleh pentingnya penggunaan model pembelajaran dalam menyampaikan materi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII Melalui Penerapan Peta Konsep pada Materi Ekosistem di SMP Negeri 2 Peudada. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas, dengan dua siklus penelitian yang masing-masing siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, observasi, hasil wawancara, dan refleksi.Instrumen penelitian berupa tes dan lembar observasi. Penelitian ini menggunakan 1 kelas yaitu siswa kelas VII/A SMP Negeri 2 PeudadaTahun Ajaran 2014/2015 yang berjumlah 22 siswa. Penelitian ini dilakukan dengan cara memberikan pre-test pada siswa untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum pembelajaran, selanjutnya dikenakan perlakuan metode peta konsep pada materi ekosistem selama 3 jam pelajaran dengan 1 kali pertemuan. Setelah selesai pembelajaran, diberikan post-test untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Tes akhir tindakan siklus I diperoleh siswa yang tidak  mencapai nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) berjumlah 15 orang (68,18%) sedangkan siswa yang mencapai nilai kriteria ketuntasan berjumlah 7 orang (31,82%), hasil observasi terdapat aktivitas peneliti pada tindakan siklus I mencapai skor 72,72% dan hasil observasi aktivitas siswa mencapai 71,85%. Sedangkan tes akhir tindakan siklus II diperoleh siswa yang tidak  mencapai nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) berjumlah 3 orang (13,64%) sedangkan siswa yang mencapai nilai kriteria ketuntasan berjumlah 19 orang (86,36%), hasil observasi terhadap aktivitas peneliti pada tindakan siklus II memperoleh skor 84,54% dan hasil observasi aktivitas siswa mencapai 88,18%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode peta konsep dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII/A SMP Negeri 2 Peudada semester I Tahun Ajaran 2014/2015 pada materi ekosistem. Kata Kunci: Hasil Belajar, Penerapan Peta Konsep, Materi Ekosistem
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KUMON BERBANTUAN MEDIA CABRI 3D V2 PADA MATERI GEOMETRI Yessi Kartika
Jurnal Pendidikan Almuslim No. 3 (2017): Edisi Khusus
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya kemampuan berfikir kreatif matematis siswa dapat ditandai dengan banyaknya siswa yang belum mampu menyelesaikan soal yang diberikan dan belum mampu menyelesaikannya secara bertahap sesuai dengan langkah-langkah pengerjaan soal yang benar. Hal ini disebabkan proses belajar mengajar di kelas masih kurang diarahkan pada kegiatan-kegiatan yang mendorong siswa belajar aktif dan kurangnya siswa terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa melalui model pembelajaran Kumon berbantuan media pembelajaran CABRI 3D V2 pada materi segitiga dan segi empat kelas VII di SMP Negeri 1 Bireuen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas, subjek penelitian adalah siswa kelas VII.2 SMP Negeri 1 Bireuen yang berjumlah 20 orag siswa. Skor persentase yang diperoleh dari hasil tes akhir siklus I belum sesuai dengan kriteria hasil yang ditetapkan pada siklus yaitu hanya 70% yang mendapat nilai , sedangkan hasil observasi terhadap kegiatan peneliti dan siswa sudah mencapai target yaitu 88,46% dan 86,15% untuk itu peneliti masuk ke siklus II. Pada siklus II berdasarkan hasil tes telah mencapai 90%yang mendapat nilai  dan hasil observasi terhadap kegiatan peneliti dan siswa juga sudah mencapai kriteria yaitu 93,84% dan 91,53%. Jadi berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari analisis data menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan  model pembelajaran Kumon berbantuan media pembelajaran CABRI 3D V2 dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MELALUI MODEL EXPLICIT INSTRUCTION BERBANTUAN MEDIA GEOGEBRA PADA MATERIGEOMETRI DI SMA NEGERI 1 MAKMUR Siti Khaulah
Jurnal Pendidikan Almuslim No. 3 (2017): Edisi Khusus
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Kurangnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa menjadi faktor penyebab rendahnya kemampuan siswa dalam memahami materi geometri khususnya dalam menghitung jarak titik ke garis dan dari titik ke bidang dalam ruang dimensi tiga, disamping itu guru masih menggunakan model pembelajaran konvensional dan masih minimnya penggunaan alat peraga pembelajaran sebagai alat bantu pembelajaran. Maka yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui model explicit instruction berbantuan media geogebra pada materi geometri untuk siswa kelas XSMA Negeri 1 Makmur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIA1 SMA Negeri 1 Makmur yaitu 21 orang semester genap tahun pelajaran 2015/2016. Pengumpulan data dilakukan dengan cara tes awal, tes akhir, observasi, wawancara dan catatan lapangan. Subjek wawancara adalah 5 orang siswa dengan kriteria 1 orang siswa berkemampuan tinggi, 2 orang siswa berkemampuan sedang, dan 2 orang siswa berkemampuan rendah berdasarkan tes awal dan data tersebut dianalisis dengan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model explicit instruction pada materi geometri dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Ini berdasarkan nilai tes akhir tindakan siklus II diperoleh data bahwa siswa yang mendapat skor ≥ 65 sebanyak 19 orang siswa dan yang mendapat skor < 65 sebanyak 2 orang siswa. Setelah dihitung persentase maka keberhasilan tes akhir tindakan siklus II adalah 90,47 %. Sesuai dengan kriteria yang ditetapkan pada tindakan, jika ≥ 85 % siswa mendapat skor ≥ 65 maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa dalam memahami materi geometri yang diajarkan melalui model explicit instructionberbantuan media geogebra pada materi geometri siswa lebih baik dari pada yang diajarkan melalui model pembelajaran konvensional. Hasil observasi dari dua orang pengamat terhadap kegiatan peneliti disimpulkan termasuk kedalam kategori sangat baik sedangkan terhadap kegiatan siswa dapat disimpulkan kedalam kategori baik.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NOVICK BERBANTUAN MEDIA GEOGEBRA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA PADAMATERI PERSAMAAN LINGKARAN Rahmi Wahyuni
Jurnal Pendidikan Almuslim No. 3 (2017): Edisi Khusus
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidakmampuan siswa dalam menjelaskan prosedur penyelesaian disebabkan oleh rendahnya kemampuan Pemecahan masalah siswa sehingga menjadi suatu masalah dalam pembelajaran matematika, oleh karena itu peneliti ingin melakukan penelitian dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran Novick Berbantuan Media Geogebra Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Pada Materi Persamaan Lingkaran di kelas XI SMA Negeri 1 Samalanga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif.Populasi dalam ini aalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Samalanga yang terdiri dari 6 kelas. Sampel yang diambil hanya 2 kelas yaitu XI IPA 1 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 21 orang dan kelas XI IPA 2 sebagai kelas kontrol dengan siswa berjumlah 23 orang. Sampel dipilih dengan cara acak. Data dianalisi dengan t-tes dan lembar observasi. Hasil penelitian dengan pengujian hipotesis menggunakan uji t pada taraf signifikan α=0,05 diperoleh t-hitung > t-tabel (2,26 > 1,68), sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa yang diajarkan melalui model pembelajaran Novick berbantuan media Geogebra lebih baik daripada yang diajarkan dengan model pembelajran konvensional. Perbedaan hasil tersebut dapat dilihat pada nilai rata-rata yang diperoleh siswa kelas Xi IPA 1 sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran Novick berbantuan Media Geogebra ( dan siswa kelas XI IPA 2 sebelum dan sesudah model konvensional (. Denagan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan penggunaan model pembelajaran Novick berbantuan media Geogebra dan penggunaan pembelajaran konvensional.
THE IMPLEMENTATION OF THINK PAIRS WRITE TECHNIQUE TO IMPROVE THE STUDENTS WRITING DESCRIPTIVE TEXT (Classroom Action Research To the second year students of MTsN Bireuen) Misnar Misnar
Jurnal Pendidikan Almuslim No. 3 (2017): Edisi Khusus
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aimed to know implementing of Think Pairs Write Techniqe  Improve the Students Writing Descriptive Text to the second year students of MTsN Bireuen). From the title above, the researcher formulated the problem of this research are (1) How does Think  Pairs Write Technique improve the students writing descriptive text at the second year students of MTsN Bireuen. The researchwas done because the researcher found that most of the second year students of MTsN Bireuen especially in class VIII3 can not write english well, most of them have difficulty in finding the ideas in writing and they were not responsive in learning writing because the technique or writing that used by the teacher at that school were not effective and interactive. The research subject was the second year students of MTsN Bireuen of class VIII3. This class consisted of 28 students, the instruments of this research were test, observation sheet, quetionnaires, and field notes. The design of this research was  classroom action research that was done in two cycles. The result of test in the first cycle was 65,8. While in the second cycle total score was 77,7. The students were reached the criteria of success after being model of Think Pairs Write Technique. It was mean that TPW technique improve the students in writing descriptive text.

Filter by Year

2013 2023


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 7 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 6 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 6 No. 1 (2018): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 5 No. 2 (2017): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 5 No. 1 (2017): Jurnal Pendidikan Almuslim No 5 (2017) No. 5 (2017) No. 3 (2017): Edisi Khusus No 3 (2017): Edisi Khusus Vol 4, No 2 (2016): Vol 4, No. 2 (2016): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 4 No. 2 (2016): Vol 4, No. 2 (2016): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 4 No. 1 (2016): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 3 No. 1 (2015): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 2 No. 1 (2014): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 1 No. 1 (2013): Jurnal Pendidikan Almuslim No. 2 (2015): Edisi Khusus Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Almuslim No 2 (2015): Edisi Khusus No. 1 (2015): Edisi Khusus No 1 (2015): Edisi Khusus Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Pendidikan Almuslim More Issue