cover
Contact Name
M. Taufiq
Contact Email
bioumuslim@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bioumuslim@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bireuen,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Almuslim
Published by Universitas Almuslim
ISSN : 23387394     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim Bireuen-Aceh. Terbit dua kali dalam setahun (Agustus dan Pebruari). Terbit perdana pada Agustus 2013, dengan tujuan untuk meningkatkan kreativitas keilmiahan dosen atau akademisi dari berbagai Perguruan Tinggi/Lembaga Pendidikan dan Instansi secara umum dan sivitas akademika FKIP Umuslim Bireuen secara khusus
Arjuna Subject : -
Articles 304 Documents
ANALISIS BAHASA CAMPUR KODE DALAM LIRIK LAGU BERGEK Nurmina Nurmina; Nurul Aflah
Jurnal Pendidikan Almuslim No. 3 (2017): Edisi Khusus
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan masyarakat dalam berinteraksi antara satu dengan lainnya. Di zaman yang canggih dan modern ini, bagi penyair atau pujangga, lagu merupakan salah satu media penyampaian bahasa yang paling bagus dalam menyampaikan informasi. Hal ini dikarenakan selain berupa informasi, lirik lagu yang bagus dapat menghibur masyarakat. Oleh karena itu, para pujangga berlomba-lomba menciptakan lirik lagu dengan berbagai bentuk dan warna musik yang modern. Bergek merupakan salah satu penyanyi lagu yang sangat terkenal di era sekarang ini yang berasal dari daerah Aceh. Lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Bergek memiliki keunikan dan kekhasan terutama dari segi lirik lagunya. Lirik lagu yang dinyanyikan menggunakan campur bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Aceh dalam ilmu bahasa dikenal dengan campur kode.Oleh karena itu lagu Bergek dikenal oleh semua kalangan di daerah Aceh mulai dari anak-anak sampai orang dewasa.Karena ketenaran lagu tersebut, peneliti tertarik ingin mengkaji bahasa campur kode yang digunakan dalam lirik lagu Bergek tersebut secara mendalam, ilmiah, dan nyata dalam bentuk penelitian. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian hermeneutik. Data yang diperlukan  dalam penelitian ini adalah lirik-lirik lagu yang memiliki bahasa-bahasa campur kode dalam lagu Bergek. Sumber data dalam penelitian ini adalah  lagu Bergek, sebanyak 5 lagu, yaitu 1) Goyang lagi, 2) Cinta Ka Meuri, 3) Gini Gitu, 4) Kau Kembali, dan,5) Bohate 3. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa dalam 5 lagu lagu Bergek yang dianalisis ditemukan 21 data bahasa campur kode dengan 3 jenis campur kode, yaitu  18 data  campur kode ke dalam (inner code mixing), 1 campur kode ke luar (outer code mixing), dan 2  campur kode campuran (hybrid code mixing). Berdasarkan jumlah data tersebut, data yang paling dominan yang digunakan dalam lirik Lagu Bergek adalah bahasa campur kode ke dalam (inner code mixing), yaitu terdapat 18 data. 
MEMAHAM KESIAPAN BELAJAR ANAK MELALUI 7 PRINSIP PEMBELAJARAN PADA ANAK USIA DINI Fauziatul Halim
Jurnal Pendidikan Almuslim No. 3 (2017): Edisi Khusus
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesiapan belajar merupakan fakta dan  dengan pahamnya orang tua serta pendidik mengenai teori kesiapan maka anak dapat meraih kemampuan holistik sesuai dengan tugas perkembangannya, menurut Seefelt & Wasik (2008 : 33) Kesiapan didefenisikan sebagai tersiapkan, terbekali, siap melakukan, langsung bertindak, atau menggunakan sesuatu. Tiga Teori besar yang biasanya menjelaskan kesiapan adalah : Teori maturationalist, behaviorist, dan constructivist, maturationist punya pemahaman bahwa kematangan sebagai dasar pertumbuhan, pertumbuhan, perkembangan dan pembelajaran merupakan buah dari hukum kematangan internal Gesel dalam Seefelt dan Wasik (2008).Pada Masa kanak-kanak inilah merupakan masa yang paling kritis dalam pertumbuhan dan perkembangan hidup manusia baik segi fisik maupun emosi, dan kesiapan belajar merupakan langkah pondasi dibentuknya karakter anak dan akan terus berkembang serta akan melekat pada dirinya hingga dewasa, pada taman kanak-kanak perlu mulai diarahkan pada dasar-dasar kecakapan hidup awal seperti percaya diri, berani menonjolkan ide/gagasan, rasa estetika, bekerja dalam kelompok dan lain-lain. Pada Teori Maturasional oleh G. Stanley dan Gesell dalam Seefelt & Wasik (2008 : 34) maturasional adalah pertumbuhan bergerak maju melalui serangkaian tahapan yang tidak berubah, setiap tahapannya dicirikan oleh struktur organisme yang berbeda secara kualitatif dan pola interaksi yang berbeda secara kualitatif antara organisme dan lingkungannya dan pada keyakinan Aliran behaviorisme meyakini bahwa semua pengetahuan dan keterampilan berasal dari kesan indra, baik sebagai gagasan sederhana, manusia seperti halnya semua mamalia memiliki struktur netral bagi pembentukan asosiasi antara masukan (input) dan keluaran (output) indra. Kajian keyakinan ini dijelaskan mengenai sesuatu hal sederhana misalnya tentang berat atau ringannya ember berisi air dan yang kosong dapat dia dapatkan perbedaannya melalui indra yang dimilikinya, mencoba mengangkat ember berisi air dengan tangannya lalu mengeluh “ ini berat ….” Lalu mengangkat ember kosong tanpa diisi air lalu berseru “ini tidak berat…..lebih mudah untuk mengangkatnya”. Lalu dalam gagasan ini anak memperoleh stimulus- respon atau kebiasaan dan Lev Vygotsky (1896 – 1934) percaya bahwa perkembangan tidak bisa dijelaskan oleh faktor tunggal (Maturasionalist) atau faktor diluar individu (Behaviorisme) tapi bergantung pada interaksi pada dua faktor ini. Vygotsky berkeyakinan bahwa “ ciri dalam kesiapan belajar ialah belajar merupakan zona perkembangan proximal : perantara, artinya kesiapan belajar anak dapat dilihat jika anak dapat berinteraksi dengan orang orang dilingkungannya dan bekerja sama dengan teman sebaya, dengan memahami kesiapan belajar peserta didik dan melibatkan 7 komponen prinsip belajar anak usia dini yaitu (1).Children learn from direct experiences (Anak belajar dari pengalaman langsung) (2). Children Learn From Hands Of activities (Anak belajar melalui Aktifitas tubuh geraknya dan indera perasanya) (3). Children Learn from Present Time, Here and Now (Pikiran Anak-anak terikat pada kekinian, disini dan saat sekarang). (4). Children Learn Holistically From Whole to Part(anak-anak belajar secara holistik  dari keseluruhan menuju bagian-bagian kecilnya)(5). Children Learn By Implicitly Or Subconscious (Anak-anak belajar secara implisit melalui pemerolehan (dalam proses bawah sadar)) (6). Children Have Different Learning Style(Anak-anak memiliki gaya belajar yang berbeda) (7). Children Learn From Deductive Approaching to Inductive Approaching(anak-anak belajar dari yang umum ke khusus). Pengetahuan dan pemahaman pendidik mengenai kesiapan belajar anak dan prinsip belajar AUD diharapkan agar memberikan peluang yang baik bagi peserta didik untuk lebih mengembangkan potensi dan kecakapan mereka dimasa yang akan dating.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMK NEGERI 1 NISAM PADA KONSEP FLUIDA STATIS Fatimah Fatimah
Jurnal Pendidikan Almuslim No. 3 (2017): Edisi Khusus
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Dalam penelitian ini, telah dilakukan pengembangan proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI SMK Negeri 1 Nisam pada konsep fluida statis. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian quasi eksperimen. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian adalah siswa kelas XI, sedangkan sampelnya diambil 1 kelas secara acak yaitu kelas XI/1. Instrumen pengumpul data dalam penelitian ini berupa tes pilihan ganda yang diberikan melalui pre-test dan post-test. Setelah data hasil tes terkumpul, selanjutnya data dianalisis data dengan menggunakan uji t yaitu tehnik paired sample t test dengan kriteria pengujiannya adalah “Terima Ho jika thitung < t(1-α) dan tolak Ho jika t mempunyai harga-harga lain pada db (N-1) = 29. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai thitung sebesar 6,94 dan ttabel = 1,69 pada taraf signifikan 0,05 dengan db = 29. Dengan demikian thitung > ttabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis nihil (H0) ditolak dan hipotesis kerja (H1) diterima. Hal ini berarti penerapan model pembelajaran Quantum Teaching dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI SMK Negeri 1 Nisam pada konsep fluida statis. Selain itu, dari perhitungan gain didapatkan rata-rata indeks gain sebesar 0,23. Hal ini berarti terjadi peningkatan hasil belajar siswa SMK Negeri 1 Nisam pada konsep fluida statis melalui penerapan model pembelajaran Quantum Teaching.
PENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN THINK-PAIR-SHARE PADA MATERI OPERASI ALJABAR DI KELAS VIII SMP NEGERI 1 KUTA BLANG Husnidar Husnidar
Jurnal Pendidikan Almuslim No. 3 (2017): Edisi Khusus
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya hasil belajar matematika siswa merupakan suatu masalah yang mendasar di SMP Negeri 1 Kuta Blang. Hal ini disebabkan karena siswa mengalami kesulitan untuk menyelesaikan soal yang disajikan. Dengan kata lain siswa kurang mampu mengkomunikasikan permasalahan yang diberikan kepadanya sehingga sulit mencari solusi dari persoalan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa melalui model pembelajaran Think-Pair-Share pada materi operasi aljabar di kelas VIII SMPN 1 Kuta Blang. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMPN 1 Kuta Blang yaitu 22 orang siswa semester ganjil tahun ajaran 2017/2018. Subjek wawancara adalah 5 orang siswa dengan kriteria 1 orang siswa berkemampuan tinggi, 2 orang siswa berkemampuan sedang dan 2 orang siswa berkemampuan rendah. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar tes, lembar observasi, wawancara dan catatan lapangan. Dari hasil tes akhir siklus 1 diperoleh data siswa yang mendapat skor > 65 sebesar 77,27%, sedangkan hasil observasi terhadap kegiatan peneliti diperoleh persentase 86,67% dan terhadap kegiatan siswa diperoleh presentase 84,44%. Dengan demikian kriteria keberhasilan belajar siklus 1 belum tuntas. Maka peneliti melanjutkan tindakan siklus II. Dari hasil tes akhir siklus II diperoleh data siswa yang mendapat skor > 65 sebesar 86,36%, sedangkan hasil observasi terhadap kegiatan peneliti diperoleh persentase 94,44% dan terhadap kegiatan siswa diperoleh presentase 92,22%.  Dengan demikian kriteria keberhasilan belajar dan proses pembelajaran siklus II sudah tuntas. Maka pembelajaran siklus II sudah mencapai target yang diharapkan. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Think-Pair-Share yang telah dilaksanakan di kelas VIII SMPN 1 Kuta Blang tahun pelajaran 2016/2017 dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa pada materi operasi aljabar.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK PADA MATERI MEMAHAMI MANUSIA DALAM DINAMIKA INTERAKSI DENGAN LINGKUNGAN ALAM, SOSIAL, BUDAYA, DAN EKONOMI PADA KELAS IV SD NEGERI 1 JEUNIEB Ahmad Ahmad; Cut Sri Mentari
Jurnal Pendidikan Almuslim No. 3 (2017): Edisi Khusus
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya kemampuan komunikasi siswa kelas IV SD Negeri 1 Jeunieb pada pelajaran IPS materi memahami manusia dalam dinamika interaksi dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi. Tujuan dalam penelitian untuk peningkatan komunikasi siswa dan aktivitas guru dan siswa dalam materi memahami manusia dalam dinamika interaksi dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi dengan pendekatan saintifik pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Jeunieb. Pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 1Jeunieb berjumlah 29 siswa. Teknik pengumpalan data melalui tes lisan, observasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis kemampuan komunikasi, observasi. Hasil penelitian yang diperoleh pada tindakan I diperoleh 51,72% dan tindakan II diperoleh 82,76% mengalami peningkatan sebesar 31,04. Aktivitas belajar mengajar antara guru dan siswa telah berlangsung dengan baik. Hasil wawancara beberapa siswa diperoleh bahwa pembelajaran yang dilaksanakan mengggunakan pendekatan saintifik sudah sangat baik. 
PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN PADA MATA KULIAH GEOLOGI UMUM Aisyah A Rahman
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 5 No. 2 (2017): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan media pembelajaran pada mata kuliah geologi umum dapat memberikan suasana belajar yang menyenangkan karena mudah memahami materi-materi yang sifatnya abstrak dapat dikonkritkan seperti; struktur batuan, lapisan bumi, batuan beku, batuan sedimen, batuan metamorf, dinamika bumi, gempa bumi, gunung berapi, dan lain-lain. Berkenaan dengan hal tersebut, keunggulan media pembelajaran diantaranya; (1) media dapat memperjelas penyampaian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistik (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan); (2) dapat membatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera, seperti; objek yang terlalu besar, objek yang terlalu kecil, gerak yang terlalu lambat, peristiwa yang terjadi di masa lampau, konsep yang terlalu luas, misalnya; gunung berapi, gempa bumi, dinamika bumi dan lain-lain; (3) penggunaan media secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sifat pasif pembelajar; (4) dengan sifat yang unit pada tiap pembelajar ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda. Media mampu memberikan perangsang yang sama, mempersamakan pengalaman, menimbulkan persepsi yang sama. Kata kunci        : Pemanfaatan, media pembelajaran
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X-2 SMA NEGERI 1 PEUSANGAN SELATAN PADA POKOK BAHASAN SIKLUS HIDROLOGI Cucut Satria Barona
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 5 No. 2 (2017): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan media gambar merupakan salah satu cara belajar mengajar yang dapat membangkitkan motivasi dan keaktifan siswa pada pokok bahasan siklus hidrologi. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Peusangan Selatan pada kelas X tentang pengaruh penggunaan media gambar terhadap hasil belajar siswa kelas X-2 SMA Negeri 1 Peusangan Selatan pada pokok bahasan siklus hidrologi. Penelitian ini melibatkan 38 siswa terdiri dari : dua kelas yaitu kelas X-2  sebanyak 19 orang yang diajarkan dengan menggunakan media gambar dan kelas X-1  sebanyak 19 orang yang diajarkan tanpa menggunakan media gambar. Data yang didapat berupa nilai tes yang diberikan setelah pembelajaran selesai dilakukan. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan statistik student (uji-t) yang menggunakan uji pihak kanan. Diperoleh thitung = 2,34, ttabel dengan (α) = 0,05 dan dk = 78 adalah 1,66 sehingga thitung > ttabel yaitu 2,34 > 1,66, maka Ho ditolak yang berarti Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar yang diajarkan dengan menggunakan media gambar lebih baik dari pada hasil belajar yang diajarkan tanpa media gambar pada siswa kelas X  SMA Negeri 1 Peusangan Selatan. Kata Kunci           : Media Gambar, Hasil Belajar, dan Siklus Hidrologi.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA MELALUI MODEL APTITUDE TREATMENT INTERACTION (ATI) BERBANTUAN MEDIA GEOGEBRA PADA MATERI IRISAN KERUCUT DI KELAS XI SMA N 1 KUALA Rahmi Wahyuni; Cut Silviana Rahayu
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 5 No. 2 (2017): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya kemampuan penalaran matematis siswa dan perbedaan berpikir siswa menjadi faktor penyebab rendahnya kemampuan siswa dalam memahami irisan kerucut, terutama dalam menentukan letak kurva irisan kerucut tersebut, disamping itu guru masih menggunakan model pembelajaran konvensional dan masih minimnya penggunaan media pembelajaran sebagai alat mendeskripsikan pembelajaran matematika dengan model pembelajaran Aptitude Treatment Interaction (ATI) yang dapat meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa pada materi irisan kerucut berbantuan media GeoGebra di kelas XI SMA Negeri 1 Kuala. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subjek enelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIA2 SMA Negeri 1 Kuala yaitu 17 orang semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017. Pengumpulan data dilakukan dengan cara tes awal, tes akhir, observasi, wawancara, dan catatan lapangan. Subjek wawancara adalah 5 orang siswa denagn kriteria 1 orang siswa berkemampuan tinggi, 2 orang siswa berkemampuan sedang, dan 2 orang berkemampuan rendah berdasarkan tes awal dan data tersebut dianalisis dengan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Aptitude Treatment Interaction (ATI) pada materi irisan kerucut dapat meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa. Ini berdasarkan nilai tes akhir tindakan siklus II diperoleh data bahwa ssiwa yang mendapat skor 65 sebanyak 16 orang siswa dan yang mendapat skor < 65 sebanyak 1 orang siswa. Setelah dihitung persentase maka keberhasilan tes akhir tindakan siklus II adalah 94,11 %. Sesuai dengan krteria yang ditetapkan pada tindakan, jika 85 % siswa mendapat skor65 maka tindakan dikatakan berhasil. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan model Aptitude Treatment Interaction (ATI) dapat meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa. Kata kunci: penalaran matematis, Aptitude Treatment Interaction (ATI),                 GeoGebra, Irisan Kerucut
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY-TWO STRAY TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS DI KELAS VIII SMP NEGERI 2 BIREUEN Novianti Novianti
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 5 No. 2 (2017): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya minat belajar matematika khususnya pada siswa SMP mengalami penurunan dilihat dari hasil belajar siswa. Dari hasil wawancara itu semua disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya minat belajar siswa yang menurun dan model pembelajarn yang digunakan membuat para siswa cepat bosan. Tujuan dari penelitan ini untuk melihat pengaruh penggunaan model pembelajaran Two Stay Two Stray terhadap materi persamaan garis lurus. Desain penelitian yang digunakan adalah one-group pretest-posttest  design. Hasil yang diperoleh dari penlitian ini adalah didapatkan untuk kelas model pembelajaran Two Stay Two Stray diperoleh   yaitu 5,36  1,72472. Maka keputusan statistik adalah diterima dan ditolak, hal ini menyatakan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Two Stay Two Stray terhadap hasil belajar siswa pada materi persamaan garis lurus di kelas VIII SMP Negeri 2 Bireuen Kata kunci: Two stray two stay, Persamaan garis Lurus
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI ANALISIS VEKTOR UNTUK GERAK PARABOLA DAN GERAK MELINGKAR MELALUI METODE TIPE GROUP INVESTIGATION Susi Inda
Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 5 No. 2 (2017): Jurnal Pendidikan Almuslim
Publisher : FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk meningkatkan hasil belajar Fisika siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) dengan pendekatan ilmiah (scientifict approach) pada materi Analisis vektor untuk gerak parabola dan gerak melingkar di kelas XI Ilmu-Ilmu Sosial 1 SMA Negeri 2 Bireuen tahun pelajaran 2014/2015. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas XI Ilmu-Ilmu Sosial 1 SMA Negeri 2 Bireuen semester I tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 35 siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, yang masing masing siklus dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi: hasil belajar siswa yang diambil dari pemberian soal tes pada akhir siklus, kemampuan guru dan aktivitas siswa dalam pembelajaran yang diambil dari lembar observasi, dan hasil penilaian sikap siswa yang diperoleh melalui rubrik penilaian sikap. Hasil dari penelitian ini yaitu jumlah siswa yang mendapat nilai dengan predikat ≥ (B-) pada siklus 1 sebanyak  77,14% siswa dan rata-rata hasil penilaian sikap siswa sebesar 64,76% siswa yang tuntas, kemudian pada siklus II meningkat menjadi 85,71% atau 30 dari 35 siswa dan penilaian sikap siswa terus mengalami peningkatan pada tiap siklus. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran fisika melalui model pembelajaran GI dengan pendekatan ilmiah sangat efektif dan mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Analisis vektor untuk gerak parabola dan gerak melingkar di kelas XI Ilmu-Ilmu Sosial 1 SMA Negeri 2 Bireuen tahun pelajaran 2014/2015. Saran yang dapat diajukan adalah diharapkan kepada guru agar dapat menerapkan pembelajaran tersebut dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa dan juga sekaligus untuk meningkatkan mutu pendidikan khususnya materi analisis vektor untuk gerak parabola dan gerak melingkar maupun materi lain. Kata Kunci: Hasil Belajar, Fisika, Group Investigation, Pendekatan Ilmiah.

Filter by Year

2013 2023


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 7 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 6 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 6 No. 1 (2018): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 5 No. 2 (2017): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 5 No. 1 (2017): Jurnal Pendidikan Almuslim No 5 (2017) No. 5 (2017) No. 3 (2017): Edisi Khusus No 3 (2017): Edisi Khusus Vol 4, No 2 (2016): Vol 4, No. 2 (2016): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 4 No. 2 (2016): Vol 4, No. 2 (2016): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 4 No. 1 (2016): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 3 No. 1 (2015): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 2 No. 1 (2014): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol. 1 No. 1 (2013): Jurnal Pendidikan Almuslim No. 2 (2015): Edisi Khusus Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Almuslim No 2 (2015): Edisi Khusus No. 1 (2015): Edisi Khusus No 1 (2015): Edisi Khusus Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan Almuslim Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Pendidikan Almuslim More Issue