cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Hijau
ISSN : 25794264     EISSN : 25501070     DOI : -
Jurnal Rekayasa Hijau diterbitkan 3 kali dalam satu tahun. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analisis di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, desain dan kebijakan ramah lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2025)" : 8 Documents clear
Klasifikasi Cyberbullying Pada Tweet Bahasa Sunda Dengan Menggunakan Hybrid Learning Model Setyaningrum, Anisa Putri; Nadhif, Muhammad Fahmy
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v9i1.58-69

Abstract

ABSTRAKCyberbullying dalam bahasa Sunda semakin marak di media sosial, dengan kasus seperti penghinaan fisik, body shaming, dan ancaman yang dapat berdampak negatif pada korban. Namun, deteksi otomatis masih menghadapi tantangan, terutama dalam keterbatasan dataset dan efektivitas metode pemrosesan bahasa alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem deteksi cyberbullying bahasa Sunda menggunakan gabungan model stemming dan hybrid learning. Peneliti menerapkan beberapa model machine learning yaitu random forest dan Support Vector Machine (SVM) serta model deep learning yaitu convolutional neural network-bidirectional long short-term memory (CNN-BiLSTM), CNN, dan BiLSTM. Peneliti melakukan eksperimen untuk mengevaluasi kinerja masing-masing model dengan mengukur akurasi dan F1-score. Berdasarkan hasil penelitian, model hybrid learning memperoleh kinerja terbaik dengan akurasi sebesar 97,3% dan F1-score sebesar 97%. Selain itu, waktu pelatihan pada CNN-BiLSTM lebih cepat dibandingkan dengan model lainnya yaitu sekitar 30 detik per epoch.Kata kunci: Bahasa Sunda, Cyberbullying, Hybrid LearningABSTRACTCyberbullying in the Sundanese language is becoming more common on social media, with cases like physical insults, body shaming, and threats that can seriously affect victims. However, detecting it automatically remains challenging, mainly due to limited datasets and the difficulty of processing the language effectively. This study aims to develop a Sundanese cyberbullying detection system using a combination of stemming and hybrid learning models. The researchers applied several machine learning models, namely random forest and Support Vector Machine (SVM), and deep learning models, namely convolutional neural network-bidirectional long short-term memory (CNN-BiLSTM), CNN, and BiLSTM. The researchers conducted experiments to evaluate the performance of each model by measuring the accuracy and F1-score. Based on the results, the hybrid learning model achieved the best performance, with an accuracy of 97.3% and an F1-score of 97%. Besides that, the training time on CNN-BiLSTM is faster than the others which is approximately 30 seconds per epoch.Keywords: Sundanese, Cyberbullying, Hybrid Learning
Pembuatan Bantalan Dermaga Menggunakan Karet Bekas (Reclaimed Rubber) Sitio, Brian Agriel Saragih; Satwikanitya, Pani
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v9i1.11-21

Abstract

ABSTRAKTingginya harga karet bahan baku dan faktor kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadikan karet bekas (reclaimed rubber) sebagai alternatif bahan yang hemat biaya untuk banyak aplikasi produk karet, seperti bantalan dermaga. Studi ini mempelajari pemanfaatan karet bekas dalam pembuatan bantalan dermaga dengan memvariasikan jumlah (phr) karet bekas dalam kompon, masing-masing 0, 15, 35, dan 50 phr. Pengujian sifat mekanik dilakukan untuk mengetahui pemenuhan kualitas produk berdasarkan SNI. Sementara, biaya bahan baku dievaluasi berdasarkan harga kompon/kg. Penambahan karet bekas dalam kompon mempengaruhi sifat mekanik vulkanisat. Ketidakhomogenan kompon dan pemutusan ikatan saat proses reclaiming menyebabkan penurunan sifat mekanik vulkanisat karet bantalan dermaga. Penggunaan karet bekas sebesar 15 phr menghasilkan produk yang paling baik, yaitu harga rendah dengan sifat mekanik yang optimal. Karet bekas sebesar 15 phr yang dicampurkan dalam kompon bantalan dermaga mampu memberikan harga yang lebih ekonomis dan penurunan biaya bahan baku mencapai 6,73% dengan harga kompon sebesar Rp26.455,47/kg. Hasil pengujian vulkanisat yang mengandung karet bekas 15 phr (R15) memenuhi persyaratan mutu SNI 06-3568-2006 Vulkanisat karet kompon bantalan dermaga, meliputi tegangan putus, perpanjangan putus, ketahanan sobek, dan kekerasan dengan nilai masing-masing sebesar 173,69 kgf/cm2; 470,67%; 97,34 kgf/cm; dan 71,40 Shore A.Kata kunci: bantalan dermaga, fender, karet bekas, reclaimed rubber, sifat mekanikABSTRACTDue to the cost of raw rubber and environmental considerations, waste rubber can be a cost-effective alternative material for many rubber product applications, such as marine rubber fender. This study investigates the utilisation of waste rubber in the manufacture of marine rubber fender by varying the amount (phr) of waste rubber in the compound, by 0, 15, 35, and 50 phr, respectively. Mechanical properties testing was conducted to determine the fulfilment of product quality based on SNI. Meanwhile, the cost of raw materials was evaluated based on the price of compound/kg. Adding waste rubber to the compound affects the vulcanizate's mechanical properties. The inhomogeneity of the compound and the breaking of bonds during the reclaiming process cause a reduction in the mechanical properties of the rubber vulcanizate for marine rubber fender. Using 15 phr waste rubber results in an optimum product that is inexpensive and has optimum mechanical properties. Waste rubber of 15 phr mixed in the marine rubber fender compound can provide a more economical price and a decrease in raw material cost that reaches 6.73% with a compound price of IDR 26,455.47/kg. The test results of vulcanizate containing 15 phr waste rubber (R15) meet the quality requirements of SNI 06-3568-2006 Vulkanisat karet kompon bantalan dermaga, including tensile strength, elongation at break, tear strength and hardness with respective values of 173.69 kgf/cm2; 470.67%; 97.34 kgf/cm; and 71.40 Shore A.Keywords: rubber fender, fender, waste rubber, reclaimed rubber, mechanical properties
Pengujian Mutu Bahan Aktif IPA Glyphosate 480 SL dalam Sampel Produk Pestisida Secara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (HPLC) Meilany, Laili; Naidir, Ferra; Elia, Novita
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v9i1.70-79

Abstract

ABSTRAKSektor pertanian berperan penting dalam kehidupan, pembangunan, dan perekonomian Indonesia. Untuk meningkatkan produktivitas hasil panen, penggunaan pestisida, termasuk herbisida berbahan aktif seperti IPA Glyphosate, efektif dalam menghambat pertumbuhan gulma, sehingga tanaman utama dapat tumbuh optimal. Penelitian ini bertujuan untuk memastikan bahwa kadar bahan aktif IPA Glyphosate dalam produk pestisida sesuai dengan spesifikasi standar yang telah ditetapkan. Penentuan kadar bahan aktif IPA Glyphosate menggunakan metode HPLC pada kolom fase terbalik C-18 menggunakan fase gerak Aquabidest : Metanol (24:1) dengan pH 1,9 dan detektor UV-Vis panjang gelombang 205 nm. Parameter pengujian ini meliputi pengujian linearitas, presisi, kadar bahan aktif. Hasil analisis pengujian mutu yang dilakukan menunjukkan linearitas koefisien determinasi (R2) sebesar 0,9973 sesuai pada CIPAC 3807 bahwa mendekati 1. Presisi digambarkan dalam bentuk persentase Relative percent different (%RPD) didapatkan hasil sebesar 2,3%, memenuhi syarat karena ≤ 3,14% (CV Horwitz). Dan pada pengujian kadar bahan aktif IPA Glyphosate didapatkan hasil sebesar 499,19 g/L atau 499,19 SL.Kata kunci: IPA Glyphosate, hplc, linearitas, presisi, kadar bahan aktifABSTRACTThe agricultural sector is crucial in Indonesia's life, development, and economy. To increase crop productivity, the use of pesticides, including herbicides with active ingredients such as IPA Glyphosate, is effective in inhibiting weed growth so that the main crop can grow optimally. This study aims to ensure that the levels of active ingredients of IPA Glyphosate in pesticide products are by predetermined standard specifications. Determination of IPA Glyphosate active ingredient levels using the HPLC method on a C-18 reversed-phase column using a mobile phase of Aquabidest: Methanol (24:1) with pH 1.9 and UV-Vis detector wavelength 205 nm. The parameters of this test include linearity, precision, and active ingredient content. The results of the quality testing analysis achieved show the linearity of the coefficient of determination (R2) of 0.9973 by CIPAC 3807, which is close to 1. Precision was represented as Relative percent different (%RPD) obtained results of 2.3%, qualified because ≤ 3.14% (CV Horwitz). And in testing the active ingredient content of IPA Glyphosate, the result is 499.19 g/L or 499.19 SL.Keywords: IPA Glyphosate, hplc, linearity, precision, active ingredient content
Evaluasi Kenyamanan Termal dan Kualitas Udara Dalam Ruang di Pujasera Politeknik Negeri Bandung Annisa, Poetri Noer; Prasetyo, Bowo Yuli; Simbolon, Luga Martin
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v9i1.22-31

Abstract

AbstrakKenyamanan termal dan kualitas udara dalam ruang merupakan faktor penting yang memberikan dampak bagi produktivitas penghuni, tidak terlepas bagi bangunan Pujasera. Penelitan ini bertujuan untuk mengevaluasi kenyamanan termal dan kualitas udara di Pujasera berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dan standar ASHRAE 55. Parameter kualitas udara yang dikaji meliputi karbon monoksida (CO), PM₂.₅, dan PM₁₀, sedangkan  untuk kenyamanan termal, parameter yang digunakan antara lain Predicted Mean Vote (PMV) dan Predicted Percentage of Dissastisfied (PPD). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengambilan data secara langsung pada tiga waktu berbeda selama dua hari. Selain itu, penyebaran kuesioner digunakan untuk menghimpun data mengenai tingkat metabolisme dan insulasi pakaian. Hasil penelitian menunjukkan kualitas udara di dalam Pujasera  berada pada kategori sedang, kecuali pada siang hari dengan ISPU PM₁₀ berada pada tingkat yang sangat tidak sehat. Sementara itu, aspek kenyamanan termal menunjukkan bahwa 51.29% penghuni merasa nyaman. Melihat kondisi ini, maka perlu dilakukan upaya untuk menunjang kenyamanan termal dan kualitas udara yang lebih baik bagi penghuni.Kata kunci: kualitas udara, kenyamanan termal , PMV, PPD AbstractThermal comfort and indoor air quality are important factors that affect occupant productivity, including Pujasera building. This study aims to evaluate thermal comfort and air quality in Pujasera based on the Air Pollution Standard Index (ISPU) and ASHRAE standard 55. The air quality parameters examined include carbon monoxide (CO), PM₂.₅, and PM₁₀, while the thermal comfort parameters include Predicted Mean Vote (PMV) and Predicted Percentage of Dissatisfied (PPD). The study used a quantitative approach with direct data collection at three different times over two days. In addition, questionnaires were distributed to gather data on metabolism and clothing insulation. The results of the study showed that the air quality inside the food court was in the moderate category, except during midday when the PM₁₀ ISPU reached an unhealthy level. Meanwhile, thermal comfort aspects indicated that 51.29% of occupants felt comfortable. Therefore, efforts are needed to improve thermal comfort and better indoor air quality for the occupants.Keywords: air quality, thermal comfort, PMV, PPD
Validasi dan Perbandingan Metode QuEChERS EN 15662:2008 dan AOAC 2007.01 untuk Analisis Residu Pestisida pada Kentang (Solanum tuberosum L.) Menggunakan LC-MS/MS Yesan, Cantikha Fortuna; Nuraliyah, Andi; Adhani, Lisa
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v9i1.80-89

Abstract

ABSTRAKResidu pestisida pada kentang dapat membahayakan kesehatan jika melebihi batas aman, sehingga diperlukan metode analisis yang akurat. Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi metode QuEChERS EN 15662:2008 dan QuEChERS AOAC 2007.01 untuk analisis residu dimethoate dan methidathion. Hasil menunjukkan metode QuEChERS EN 15662:2008 memiliki koefisien determinasi (R²) sebesar 1 dan 0,9966, menunjukkan linearitas yang sangat baik dengan LoD dan LoQ masing-masing 0,000003 μg/kg dan 0,000009 μg/kg untuk dimethoate, serta 0,000003 μg/kg dan 0,000008 μg/kg untuk methidathion, menunjukkan sensitivitas tinggi. Metode QuEChERS AOAC 2007.01 memiliki R² sebesar 0,9888 dan 0,9858, menunjukkan linearitas yang sangat baik dengan LoD dan LoQ 0,0028 μg/kg dan 0,0094 μg/kg untuk dimethoate, serta 0,1221 μg/kg dan 0,4069 μg/kg untuk methidathion, menunjukkan sensitivitas lebih rendah. Hasil validasi menunjukkan metode QuEChERS EN 15662:2008 lebih optimal untuk analisis dimethoate dan methidathion, sementara QuEChERS AOAC 2007.01 lebih baik untuk dimethoate tetapi kurang sensitif terhadap methidathion.Kata kunci: Kentang, LC-MS/MS, QuEChERS, Residu Pestisida, Validasi MetodeABSTRACTPesticide residues in potatoes can be harmful to health if they exceed safe limits, so an accurate analysis method is needed. This study aims to validate the QuEChERS EN 15662:2008 and QuEChERS AOAC 2007.01 methods for dimethoate and methidathion residue analysis. Results showed the QuEChERS EN 15662:2008 method had a coefficient of determination (R²) of 1 and 0.9966, showing excellent linearity with LoD and LoQ of 0.000003 μg/kg and 0.000009 μg/kg for dimethoate, respectively, and 0.000003 μg/kg and 0.000008 μg/kg for methidathion, indicating high sensitivity. The QuEChERS AOAC 2007.01 method had R² of 0.9888 and 0.9858, showing excellent linearity with LoD and LoQ of 0.0028 μg/kg and 0.0094 μg/kg for dimethoate, and 0.1221 μg/kg and 0.4069 μg/kg for methidathion, showing lower sensitivity. Validation results showed that the QuEChERS EN 15662:2008 method was optimal for dimethoate and methidathion analysis, while QuEChERS AOAC 2007.01 was better for dimethoate but less sensitive for methidathion.Keywords: Potato, LC-MS/MS, QuEChERS, Pesticide Residues, Method Validation
Kajian Efisiensi Penyisihan Unit IPAM Karangpilang III PDAM Surya Sembada Kota Surabaya Adlaa, Lutfiah Qa'ilina; Nengse, Sulistiya; Setyowati, Rr. Diah Nugraheni; Nilandita, Widya
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v9i1.32-43

Abstract

ABSTRAKAir menjadi kebutuhan primer semua makhluk hidup. Pengolahan air minum Kota Surabaya dinaungi oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada. Setiap tahunnya kebutuhan air pelanggan Kota Surabaya semakin meningkat sehingga dilakukan peningkatan kapasitas pada setiap unit IPAM. Perubahan peningkatan kapasitas tersebut akan membuat kinerja IPAM dalam kondisi maksimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efisiensi penyisihan unit IPAM Karangpilang III dibandingkan dengan penelitian terdahulu yang ada. Studi ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Data yang digunakan merupakan data sekunder. Hasil analisis yang didapatkan yakni persentase penyisihan unit IPAM Karangpilang III pada Bulan Januari Tahun 2024 terdapat dua parameter yang memiliki persentase rendah yaitu parameter warna (-26,58%) dan nitrit (-35,00%). Efisiensi rata-rata parameter pada setiap unit di antaranya warna 89,05%, kekeruhan 99,29%, Nitrit 94,45%, Aluminium 67,78%, Amonia 73,17%, dan Zat organik 65,18%. Efisiensi penyisihan unit IPAM Karangpilang III PDAM Surya Sembada Kota Surabaya sebagian besar memiliki nilai yang efisien dan menandakan bahwa kinerja unit IPAM masih optimal.Kata kunci: efisiensi penyisihan, parameter, air bersih, unit IPAMABSTRACTWater is a primary need for all living things. The drinking water treatment of Surabaya City is managed by the Regional Drinking Water Company (PDAM) Surya Sembada. Every year, the water needs of Surabaya City customers increase so that the capacity of each IPAM unit is increased. The change in capacity increase will make the IPAM performance in maximum condition. The purpose of this study was to determine the efficiency removal of the Karangpilang III IPAM unit compared to previous studies. This study uses a descriptive quantitative method with data collection techniques through interviews and observations. The data used are secondary data. The results of the analysis obtained are the percentage of penyisihan of the Karangpilang III IPAM unit in January 2024, there are two parameters that have a low percentage, namely the color parameter (-26.58%) and nitrite (-35.00%). The average efficiency of the parameters in each unit includes color 89.05%, turbidity 99.29%, Nitrite 94.45%, Aluminum 67.78%, Ammonia 73.17%, and Organic matter 65.18%. The efficiency removal of the IPAM Karangpilang III PDAM Surya Sembada Surabaya City unit mostly has an efficient value and indicates that the performance of the IPAM unit is still optimal.Keywords: efficiency removal, parameters, clean water, IPAM unit
Analisis Perubahan Tutupan Lahan Menggunakan Algoritma CART untuk Evaluasi Kesesuaian Lahan Terhadap RTRW Kabupaten Tangerang Ramadhan, Gheo Damai; Nugroho, Hary
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v9i1.44-57

Abstract

ABSTRAKKabupaten Tangerang mengalami pertumbuhan penduduk pesat yang mendorong perubahan tutupan lahan. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2020 digunakan sebagai panduan pemanfaatan lahan, dengan klasifikasi utama: lahan terbangun, badan air, vegetasi, dan lahan terbuka. Penelitian ini menganalisis perubahan tutupan lahan menggunakan algoritma Classification and Regression Trees (CART) pada citra Sentinel-2A tahun 2019 dan 2023 di Google Earth Engine. Hasil menunjukkan peningkatan luas bangunan dan lahan terbuka masing-masing 19,866 km² dan 17,877 km², sementara vegetasi dan badan air menurun 33,446 km² dan 4,297 km². Akurasi klasifikasi mendapatkan 89,36% (2019) dan 90,29% (2023). Selain itu, kesesuaian tutupan lahan dengan RTRW meningkat 36,71 km² atau 4%. Hasil ini menunjukkan efektivitas metode CART dalam memantau perubahan tutupan lahan serta relevansinya dengan kebijakan tata ruang di Kabupaten Tangerang.Kata Kunci : Tutupan lahan; Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Google Earth Engine (GEE),Classification and Regression Trees (CART), Penginderaan jauh.ABSTRACTTangerang Regency is experiencing rapid population growth that is driving land cover change. The 2020 Regional Spatial Plan (RTRW) is used as a guide for land use, with the main classifications: built-up land, water bodies, vegetation, and open land. This study analyzed land cover change using the Classification and Regression Trees (CART) algorithm on 2019 and 2023 Sentinel-2A images in Google Earth Engine. The results showed an increase in building area and open land of 19.866 km² and 17.877 km² respectively, while vegetation and water bodies decreased by 33.446 km² and 4.297 km². The classification accuracy was 89.36% (2019) and 90.29% (2023). In addition, land cover conformity with the RTRW increased by 36.71 km² or 4%. These results demonstrate the effectiveness of the CART method in monitoring land cover change and its relevance to spatial policy in Tangerang District.Keywords: Land cover, Regional Spatial Plan (RTRW), Supervised Classification, Google Earth Engine (GEE), Classification and Regression Trees (CART), Remote sensing
Pemanfaatan Limbah Cair Tahu Menjadi Biogas: Optimasi Laju Pertumbuhan Bakteri Dalam Produksi Gas HCHO dan TVOC Wibowo, Dwiprayogo; Nadi, Afanggun Anugerah; Ndibale, Wa
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v9i1.1-10

Abstract

ABSTRAKPenelitian fundamental mengenai produksi gas HCHO dan TVOC dapat digunakan sebagai parameter untuk menentukan laju pertumbuhan bakteri dalam proses fermentasi limbah cair tahu. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi optimasi produksi biogas dari limbah cair tahu melalui fermentasi anaerobik. Limbah cair tahu dihasilkan dari berbagai tahap proses pembuatan tahu dan mengandung senyawa nitrogen dan fosfat yang tinggi, menyebabkan bau tidak sedap dan potensi eutrofikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu optimal untuk fermentasi biogas berada pada kisaran 20-35°C, dengan suhu optimal dalam digester sekitar 28°C. Pengukuran pH menggunakan pH meter menunjukkan bahwa kondisi optimal pH untuk produksi biogas adalah pada hari ke-4 dengan nilai 10,9. Bakteri metanogen yang dominan dalam fermentasi biogas lebih efisien pada kondisi pH basa. Kinerja fermentasi dan produksi biogas dipengaruhi oleh perubahan pH dan suhu. Kecepatan fermentasi menunjukkan peningkatan pada awal proses, tetapi cenderung menurun setelah beberapa hari karena berkurangnya sumber nutrisi. Berdasarkan analisis linearitas, peningkatan laju fermentasi memiliki hubungan yang cukup signifikan dengan produksi biogas, namun masih memerlukan penyesuaian kondisi lingkungan. Penelitian ini memberikan pemahaman penting dalam optimasi produksi biogas dari limbah cair tahu dengan mempertimbangkan faktor-faktor pH dan suhu, yang dapat berkontribusi pada lingkungan yang lebih berkelanjutan.Kata kunci: Tahu, Limbah, Bakteri, Gas, OptimasiABSTRACTFundamental research of HCHO and TVOC gas production can serve as a parameter for determining the bacterial growth rate in the fermentation process of tofu liquid waste. So, this study aims to identify the optimization of biogas production from tofu liquid waste through anaerobic fermentation. Tofu liquid waste is generated from various stages of the manufacturing process and contains high nitrogen and phosphate compounds, causing an unpleasant odor and potential eutrophication. The results showed that the optimal temperature for biogas fermentation is 20-35°C, with the optimal temperature in the digester around 28°C. The pH meter measurement showed that the optimal pH condition for biogas production was on day 4, with a value of 10.9. The dominant methanogen bacteria in biogas fermentation are more efficient in alkaline pH conditions. Fermentation performance and biogas production were affected by changes in pH and temperature. Fermentation speed increased at the beginning of the process but tended to decrease after a few days due to the reduction of nutrient sources. Based on linearity analysis, increasing fermentation rate has a significant relationship with biogas production but still requires adjustment of environmental conditions. This study provides important insights into optimizing biogas production from tofu wastewater by considering pH and temperature factors, which can contribute to a more sustainable environment.Keywords: Tofu, Waste, Bacteria, Gas, Optimization

Page 1 of 1 | Total Record : 8