cover
Contact Name
Rahmad Fani Ramadhan
Contact Email
rahmad.fani@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalilmuternak@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Ternak
ISSN : 14105659     EISSN : 26215144     DOI : -
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran encompasses a broad range of research topics in animal sciences: breeding and genetics, reproduction and physiology, nutrition, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran published by twice a year, June and December
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1 (2016)" : 9 Documents clear
Pengaruh Tingkat Pemberian Pupuk ZnSO4 Terhadap Kandungan dan Produksi Zn pada Hijauan Tanaman Capituheur (Mikania micrantha) (The Effect of ZnSO4 Fertilizer on Zn Content and Zn Yields of Forage of Capituheur (Mikania micrantha)) Asri Yulianti; U. Hidayat Tanuwiria; Lizah Khairani
Jurnal Ilmu Ternak Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.413 KB) | DOI: 10.24198/jit.v16i1.9821

Abstract

Penelitian mengenai  “Pengaruh  Tingkat  Pemberian  Pupuk  ZnSO4  terhadap  Kandungan  dan Produksi Zn pada Hijauan Tanaman Capituheur (Mikania micrantha)” telah dilaksanakan pada bulan November 2015 sampai Januari 2016 bertempat di Lahan Percobaan Tanaman MakananTernak, Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan dan produksi Zn pada hijauan Mikania micrantha. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Perlakuan yang diberikan pada M. micrantha berupa pemberian pupuk Zn yang terdiri atas P0 (0 kg ha-1), P1 (15 kg ha-1), P2 (20 kg ha-1), P3 (25 kg ha-1) dan P4 (30 kg ha-1) pada tanah seberat 8 kg dengan jarak tanam  0,5  m.  Sampel  dianalisis  berdasarkan  bahan  kering  dengan  satu  kali  pemotongan, tanaman dipanen   setelah 30 hari penanaman. Data yang diperoleh di analisis menggunakan sidik ragam, perbedaan antar perlakuan dianalisis menggunakan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan kandungan Zn hijauan  Mikania micrantha per tanaman yaitu P0(73,41 mg kg-1), P1 (73,42 mg kg-1), P2 (73,75 mgkg-1), P3 (74,25 mg kg-1), dan P4 (73,98 mg kg-1). Sementara produksi Zn pada hijauan Mikania micrantha yaitu P0 (20,40 g ha-1), P1 (30,02g ha-1), P2 (49,17 g ha-1), P3 (43,73 g ha-1), dan P4 (43,46 g ha-1).Kata kunci: Capituheur, Mikania micrantha, Kandungan Zn, Produksi Zn, Pupuk ZnSO4.
Residu Antibiotika Dalam Air Susu Segar Yang Berasal Dari Peternakan di Wilayah Aceh Besar Nellita Meutia
Jurnal Ilmu Ternak Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.56 KB) | DOI: 10.24198/jit.v16i1.9817

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya residu antibiotika pada susu segar yang berasal dari peternakan di wilayah Aceh Besar (Pagar air dan Saree) dengan menggunakan10 sampel susu sapi segar. Pemeriksaan dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas    Kedokteran    Hewan,    Universitas    Syiah    Kuala.Pengujian    dilakukan    denganmenggunakan metode Kundrat dan Bacillus stearothermophillus sebagai bakteri penguji.Bakteri pengujian dari 4 tabung Nutrien agar miring, dimasukkan  dalam 250 ml Nutrien agar bersuhu40ºC - 45ºC dengan menggunakan ose, dihomogenkan selanjutnya dimasukkan dalam penangas air dengan suhu 50ºC selama 20 menit. Diambil 15 ml dimasukkan ke masing-masing cawanpetri steril lalu dibiarkan membeku. Diambil 10 ml susu menggunakan pipet steril masukkan dalam tabung reaksi steril, dipanaskan menggunakan penangas air pada suhu 80ºC selama 5 menit, didinginkan sampai suhu 65ºC, tuang susu tersebut ke dalam cawan petri steril. Letakkan kertas  cakram  steril  pada  susu  menggunakan  pinset  steril,ditutup  dan  dibiarkan  15  menit, diambil kembali dan diletakkan pada permukaan cawan petri berisi Nutrien agar yang berisi bakteri Bacillus stearothermophillus, dieramkan dalam inkubator dengan suhu 55ºC selama 12 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 sampel yang diperiksa seluruhnya mengandung residu antibiotika yang sensitive terhadap kuman penguji. Pagar Air 5 sampel susu (100%) dan Saree 5 sampel susu (100%)Kata kunci: Air susu, residu antibiotika, Bacillus stearothermophillus
Pengaruh Imbangan Hijauan Dan Konsentrat Pakan Komplit Terhadap Konsumsi, Pertambahan Bobot Badan dan Konversi Pakan Domba (Effect of Balance Complete Forage and Feed Concentrate on Consumption, Increse of Body Weight and Sheep Feed Conversion) Hery Supratman; Hendi Setiyatwan; Dwi Cipto Budinuryanto; Anita Fitriani; Diky Ramdani
Jurnal Ilmu Ternak Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.514 KB) | DOI: 10.24198/jit.v16i1.9822

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan bulan April sampai Agustus 2015 di Kandang Laboratorium Produksi Ternak Potong, Fakultas Peternakan Unpad.  Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh perbedaan imbangan hijauan dan konsentrat dalam ransum komplit terhadap konsumsi pakan, pertumbuhan bobot badan (PBB), dan konversi pakan domba.  Domba yang digunakan adalah dombalokal dan priangan jantan muda (± 8 bulan) sebanyak 30 ekor dengan bobot badan awal rata-rata21,7±3,25 kg kedalam rancangan acak lengkap dengan 6 perlakuan dan diulang lima kali dalam kandang individual. Ransum perlakuan adalah: P1 (Ransum dengan kandungan 10% PK; 59,7% TDN; Domba Priangan), P2 (10% PK; 59,7% TDN; Domba Lokal), P3 (12% PK; 63,0% TDN; DombaPriangan), P4 (12% PK; 63% TDN; Domba Lokal), P5 (14% PK; 66,2% TDN; Domba Priangan), dan P6 (14% PK; 66,2% TDN; Domba Lokal). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi ransum domba yang diberi perlakuan P3 yang merupakan pakan komplit awetan (H 42,30% + K 57,70%) berbeda nyata lebih tinggi dibandingkan dengan P1, P2, dan P4. PBB domba yang diberi perlakuan P3 adalah 88,2 gr/hari tidak berbeda dengan perlakuan lain tetapi nyata lebih tinggi dari P1. Konversi pakan antar perlakuan tidak berbeda nyata , P3 adalah sebesar 8,62.Kata kunci: hijauan, konsentrat, konsumsi pakan, PBB, konversi pakan, domba.
Hubungan antara Tingkat Reproduksi Sapi Perah terhadap Tingkat Kerugian Peternak (The Relationship between Dairy Cattle’s Reproductive Performance and Farmers’s Economic Losses) Rangga Setiawan; Nurcholidah Solihati; Rini Widyastuti
Jurnal Ilmu Ternak Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.392 KB) | DOI: 10.24198/jit.v16i1.9818

Abstract

Performa reproduksi merupakan faktor utama dalam mendukung keberhasilan usahaternak sapi perah. Performa reproduksi yang rendah dapat menyebabkan berbagai kerugianseperti produksi susu rendah, produksi pedet yang terlambat, pelayanan IB yang tinggi, yang terakumulasi pada  kerugian  secara ekonomi. Salah satu performa reproduksi yang menjadi perhatian  khusus  adalah  masa  kosong  yang  merupakan  waktu  antara  periode  melahirakan sampai sapi tersebut bunting kembali. Semakin lama waktu tersebut menggambarkan rendahnya reproduktivitas sapi perah tersebut yang lebih lanjut akan menurunkan pendapatan peternak karena akan bertambahnya biaya produksi seperti biaya pakan, tenaga kerja, biaya inseminasi, dan sebagainya.  Tujuan dari penelitian  ini  adalah mengetahui  dan  kemudian mengevaluasi performa reproduksi (masa kosong, service per conception, dan calving interval) terkait pendapatan yang diperoleh peternak. Sebanyak 19 ekor sapi perah laktasi kedua yang terdapat di kelompok ternak desa Cipageran, Cimahi dijadikan objek penelitian melalui metode survey ke pemilik ternak. Hasil yang diperoleh bahwa masa kosong,  calving interval dan service per conception sapi perah di lokasi penelitian berturut-turut sebesar 110 hari, 386 hari dan 2,5. Adapun    kerugian  peternak  untuk  setiap  penambahan  satu  hari  masa  kosong  sebesar  Rp.10.775,45 per ekor. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa status reproduksi sapi perah di kelompok sapi perah Cipageran termasuk cukup baik, namun kerugian akan didapat perternak seiring bertambahnya masa kosong.Kata kunci: masa kosong, service per conception, calving interval, pendapatan peternak
Perubahan Ukuran Folikel Ovarium dan Kualitas Oosit Nurul Ikhwan; Nurcholidah Solihati; Siti Darodjah Rasad; Rini Widyastuti
Jurnal Ilmu Ternak Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.035 KB) | DOI: 10.24198/jit.v16i1.9823

Abstract

Preservasi merupakan salah satu upaya penanganan ovarium untuk mempertahankankualitas oosit yang telah diambil dari tubuh ternak agar dapat dimanfaatkan untuk Fertilisasi InVitro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu preservasi ovarium dombalokal terhadap ukuran folikel dan kualitas oosit. Sampel yang digunakan adalah ovarium domba lokal yang diperoleh dari tempat pemotongan hewan setempat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental, dengan pemberian tiga perlakuan dan enam kali ulangan yaitu: P1= preservasi ovarium pada suhu 37o-38oC selama 2 jam, P2= preservasi ovarium pada suhu 4o-5oC selama 11-12 jam, dan P3= preservasi ovarium pada suhu 4o-5oC selama 24-25 jam. Hasil penelitian menunjukan waktu preservasi ovarium memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap ukuran folikel kualitas oosit.Kata kunci: domba lokal , folikel, oosit, preservasi
Aktivitas Aspartate Aminotransferase dan Gamma Glutamiltransferase Padi Sapi Pejantan Unggul Ida Zahidah Irfan; Anita Esfandiari
Jurnal Ilmu Ternak Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.465 KB) | DOI: 10.24198/jit.v16i1.9819

Abstract

Glutamyltransferase  (GGT)  dapat  digunakan  sebagai  alat  diagnostik  yang  penting  dalambiokimia klinis. Beberapa faktor dapat mempengaruhi aktivitas AST dan GGT. Tujuan daripenelitian ini  adalah  untuk  memperoleh profil  aktivitas  AST dan GGT  sapi pejantan  bibit berdasarkan bangsa, umur dan BCS (Body Condition Score) yang berbeda. Sampel darah dari160  sapi  pejantan  bibit    telah  dikoleksi.  Kimia  darah  dianalisis  dengan  prinsip  fotometer menggunakan kit komersial. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa bangsa, umur dan BCStidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap aktivitas AST dan GGT.Kata kunci:  aktivitas Aspartate Aminotransferase dan Glutamyltransferase, sapi, bangsa, umur, Body Condition Score
Karakteristik Mikrobiologi Nuget Ayam Dengan Pasta Tomat Selama Penyimpanan Pada Suhu Refrigerasi (Microbiological Characteristic of Chicken Nuget with The Addition of Tomato Paste During Refrigerated Storage) Eka Wulandari; Lilis Suryaningsih; Hartati Chairunnisa; Andry Pratama
Jurnal Ilmu Ternak Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.198 KB) | DOI: 10.24198/jit.v16i1.9826

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mikrobiologi nuget ayam yangditambahkan pasta tomat selama penyimpanan suhu refrigerasi.  Penelitian dilakukan secaraeksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan konsentrasi pasta tomat, yaitu : P1 (5%), P2 (10%), P3 (15%) dan masing-masing dilakukan enam kali pengulangan. Nuget ayam dengan pasta tomat disimpan dalam suhu refrigerasi (4oC)  kemudian diuji total bakteri dan pH pada hari ke 0,5,10,13 dan 15. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam dan  untuk  mengetahui  perbedaan antar perlakuan dilakukan  Uji Tukey. Nuget ayam dengan penambahan pasta tomat 5%, 10%,15% pada penyimpanan suhu refrigerasi sampai hari ke-5 total bakterinya masih sesuai dengan SNI  Nugget No.01-6683-2002. Penambahan pasta tomat 10% dan 15% sampai penyimpanan hari ke-10 masih layak dikonsumsi dengan total bakteri 38,7 X 107 - 50,5 X 108 CFU/g.Kata kunci : nugget, pasta tomat, penyimpanan
Analisis Efisiensi Penggunaan Beberapa Faktor Produksi Usaha Itik “Pedaging” (Efficiency Analysis Using Multiple Business Factor of Broiler Ducks Production) B Thermolen; Linda Herlina; Maman Paturochman
Jurnal Ilmu Ternak Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.045 KB) | DOI: 10.24198/jit.v16i1.9820

Abstract

Penelitian ini telah dilakukan di peternak itik anggota kelompok Harapan Jaya DesaCitrajaya Kecamatan Binong Subang dari tanggal 09 Desember 2012 – 06 Januari 2013.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efisiensi baik secara teknis, alokatif dan harga penggunaan faktor-faktor produksi usaha ternak itik penghasil daging.Penelitian ini menggunakan metode sensus terhadap unit observasi sebanyak 30 peternak.Variabel yang diamati adalah jumlah produk (Y),bibit (X1), pakan (X2), Kandang (X3) dan tenaga kerja (X4). Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan model fungsi Cobb-Douglas. Hasil dari penelitian ini adalah adanya inefisiensi pada penggunaan faktor –faktor produksi di daerah penelitian. Usaha ternak tersebut memiliki nilai efisiensi teknis 1,29 (bibit = 0,641; pakan =0,310; kandang = 0,161; tenaga kerja = 0,168) , nilai efisiensi harga adalah 6,89 (bibit = 4,149; pakan =1,523; kandang = 0,875; tenaga kerja = 0,343) dan nilai efisiensi ekonomis adalah 3,298 (bibit = 2,544; pakan = 0,561; kandang = 0,142; tenaga kerja =0,053). Usaha itik penghasil daging di daerah penelitian belum efisien dan usaha tersebut dalam keadaan increasing return to scale.Kata kunci: efisiensi, usaha ternak, fungsi produksi
Pengaruh Pemupukan Fosfor dan Inokulasi Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sorghum (Sorghum bicolor L.) Ervan Rivana; Nyimas Popi Indriani; Lizah Khairani
Jurnal Ilmu Ternak Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.895 KB) | DOI: 10.24198/jit.v16i1.9827

Abstract

Penelitian tentang pengaruh pemupukan fosfor dan inokulasi fungi mikoriza arbuskula terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sorgum (Sorghum bicolor L.) telah dilakukan diLaboratorium Tanaman Makanan  Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran pada tanggal 5 Oktober sampai 29 Nopember 2015. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuipengaruh pemupukan fosfor dan inokulasi fungi mikoriza arbuskula terhadap pertumbu han dan produksi tanaman sorgum. Benih sorgum yang digunakan didapat dari Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Mikoriza berupa mikofer didapat dari PAU (Pusat Antar Universitas) IPB Bogor. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial 2 × 4. Penelitian dilakukan dengan 2 faktor perlakuan yang menghasilkan 8 kombinasi perlakuan,diulang tiga kali, yaitu : M0P0 (tanpa pemberian FMA dan tanpa pupuk Batuan Fosfat/kontrol), M0P1 (tanpa pemberian FMA dan 0,9 g pupuk BF), M0P2 (tanpa pemberian FMA dan 1,8 g pupuk BF), M0P3 (tanpa pemberian FMA dan 2,7 g pupuk BF), M1P0 (10 g FMA dan tanpa pupuk BF), M1P1 (10 g FMA dan 0,9 g pupuk BF), M1P2 (10 g FMA dan 1,8 g pupuk BF) dan M1P3 (10 g FMA dan 2,7  g pupuk BF).  Peubah yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun dan berat segar. Data diuji menggunakan analisis sidik ragam dan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan dilakukan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian batuan fosfat tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan produksi bahan segar, namun inokulasi FMA berpengaruh  nyata  terhadap  tinggi  tanaman,  jumlah  daun  dan  produksi  bahan  segar. Kombinasi perlakuan pemberian FMA dengan berbagai dosis pupuk batuan fosfat menunjukkan interaksi yang nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun, namun terhadap berat segar menunjukkan interaksi yang tidak nyata.Kata kunci:  Tanaman Sorgum, Fungi Mikoriza Arbuskula, Batuan Fosfat.

Page 1 of 1 | Total Record : 9