cover
Contact Name
Arief Yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rofiimuhamad@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 26215047     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan (e-ISSN 2621-5047) published by the Indonesian National Nurses Association (INNA) of Central Java. Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan publishes two issues in a year. Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan has been indexed in an international database. This journal publishes articles in the area of leadership in nursing, management of nursing services, and management of nursing care.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2022)" : 10 Documents clear
Determinan Kepuasan Perawat Pada Praktik Interprofesional Kolaborasi di Rumah Sakit Yuliana Yuliana; Rr. Tutik Sri Hariyati; Tuti Afriani; Hanny Handiyani; Cori Tri Suryani
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v5i2.1428

Abstract

Praktik kolaborasi memiliki pengaruh yang besar untuk kepuasan pasien dan kepuasan profesi pemberi asuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi determinan kepuasan perawat pada Interprofesional Colaborative Practice (IPCP). Metode penelitian menggunakan studi cross sectional yang dilakukan dari bulan Maret sampai Desember 2021. Kuesioner yang digunakan hasil modifikasi, dan telah dilakukan uji validitas dan reabilitas. Kuesioner Profesional Factor, Organizational factor dan Interactional Factor nilai uji validitas 0.427-0.722 dan uji reabilitas 0.905 dengan butir kuesioner 17 item. Untuk nilai uji validitas kuesioner kepuasan perawat dalam interkolaborasi 0.590 – 0.913 dan uji reliabilitas 0.980 dengan butir kuesioner 31 item. Kuesioner disebarkan kepada 242 perawat yang bersedia mnjadi responden dan memenuhi criteria inklusi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa faktor yang mempengaruhi dan bermakna dengan kepuasan perawat dalam IPCP adalah Faktor Profesional (p=0.001), Faktor Organisasional (p=0.048). Simpulan, Faktor Profesionalpaling berpengaruh pada kepuasan perawat dalam melaksanakan inter kolaborasi dengan profesi lain, Faktor Profesional memegang peran yang sangat besar dalam mengerakkan perawat untuk menguasai kompetensinya agar tujuan asuhan dan pelayanan terhadap pasien dapat dicapai secara efisien dan efektif.
Strategi peningkatan mutu dokumentasi Keperawatan di era pandemi Covid-19 Benedictus Paskalis Dasit; Krisna Yetti; Dyah Fitri Wulandari; Ahsan Ahsan
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v5i2.1491

Abstract

Dokumentasi keperawatan merupakan cerminan proses keperawatan yang diberikan kepada pasien, mulai dari pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan asuhan keperawatan, implementasi hingga evaluasi. Studi ini bertujuan meningkatakan mutu pelaksanan pendokumentasian asuhan keperawatan di ruang rawat inap RS X pada masa pandemi Covid-19. Metode yang digunakan ialah pilot study. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur, survei, observasi dan studi dokumentasi. Proses diawali dengan pengkajian, analisis masalah, menetapkan prioritas masalah, membuat Plan of Action (POA), Implementasi hingga evaluasi. Implementasi berupa penyusunan panduan dokumentasi asuhan Keperawatan, ceklist supervisi kelengkapan dokumentasi keperawatan, promosi panduan diagnosis Keperawatan berbasis Aplikasi Android, dan formulir rencana Asuhan Keperawatan. Hasil studi menunjukan adanya peningkatan yang signifikan pada pelaksanaan dokumentasi keperawatan yaitu peningkatan 5% pada pengkajian, 6.4% pada diagnosis, 30 % pada perencanaan, 27.5% pada implementasi, 15 % pada evaluasi meskipun adanya penurunan sebesar 2% pada aspek catatan keperawatan. Disimpulkan peningkatan mutu pendokumentasian dapat dipengaruhi dengan adanya panduan pendokumentasian keperawatan serta dukungan peran dan fungsi perawat manajer. Studi ini merekomendasikan untuk mengoptimalkan peran supervisi kepala ruangan, mengadakan pelatihan dokumentasi keperawatan dan pengembangan dokumentasi secara terintegrasi kedalam sistem manajemen informasi.
Strategi Pemasaran Pada Masa New Normal di Praktik Keperawatan Mandiri Kota Tasikmalaya Fitri Nurlina; Usman Sas’yari; Komalasari Komalasari; Dwi Ayu Karin
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v5i2.1509

Abstract

Perawat sangat berpeluang untuk mendirikan praktik keperawatan mandiri. Namun dalam pelaksanaannya diperlukan sebuah strategi pemasaran untuk meningkatkan kunjungan pasien, terlebih lagi pasca pandemic covid-19 menyebabkan penurunan jumlah kunjungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran di tempat praktik keperawatan mandiri TNC. Menggunakan mix methode, dengan salmpel 30 responden dan 3 pengelola praktik keperawatan mandiri. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan menggunakan pelayanan, dimana bauran produk terlihat ada pengaruh positif. Dari hasil tersebut didapatkanlah strategi yang dilaksanakan yaitu product life cycle yang terdiri dari 4 tahap. Diharapkan pengelola praktik keperawatan mandiri dapat meningkatkan pemasaran dengan konsistensi yang efektif.
Pelatihan Bedside Handover Dan Conference Meningkatkan Pengetahuan, Kinerja Dan Kepuasan Kerja Perawat Rike Sebrianti Hamdani; Achir Yani; Yustan Adzidin
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v5i2.1537

Abstract

Bedside handover dan conference merupakan bagian komunikasi efektif keperawatan yang berperan untuk meningkatkan kesinambungan asuhan keperawatan dan pasien safety. Pemahaman bedside handover dan conference yang tepat dapat  diperoleh melalui pelatihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang  pengaruh pelatihan bedside handover dan conference terhadap peningkatan pengetahuan, kinerja dan kepuasan kerja perawat.  Metode penelitian ini adalah Pre-post test design with control group. Data diambil sebelum dan sesudah pelatihan  Bedside handover dan conference. Menggunakan  total sampling, setiap kelompok terdiri dari 32 orang. Penelitian menggunakan kuesioner  sebagai instrument dengan univariat dan bivariat analisis. Penelitian menunjukkan Ada pengaruh yang signifikan antara pelatihan bedside handover dan conference terhadap peningkatan pengetahuan, kinerja dan kepuasan kerja  perawat antara sebelum dan sesudah pelatihan pada perawat yang dilatih.  Usia, Jenis kelamin  bukan variabel counfounding  pada peningkatan pengetahuan, kinerja dan kepuasan. Namun lama kerja merupakan variabel counfounding pada peningkatan pengetahuan dan kinerja dan  bukan variabel counfounding pada kepuasan kerja perawat. Bedside handover dan confererence yang dilakukan konsisten  dan tepat terbukti meningkatkan pengetahuan, kinerja dan kepuasan kerja perawat serta diyakini mampu meningkatkan kesinambungan asuhan keperawatan dan keselamatan pasien. 
Tingkat Kecemasan Perawat Di Ruang Isolasi Perawatan Pasien Positif Covid-19 Hasib Ardani Ardani; Chalista Ayu Fatiha; Agus Santoso; Bambang Edi Warsito
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v5i2.1545

Abstract

Perawat adalah salah satu tenaga kesehatan yang memiliki risiko tinggi tertular virus Covid-19, terutama pada perawat yang memiliki kontak langsung dengan pasien positif Covid-19. Tingginya risiko penularan virus, beban kerja yang tinggi, ketakutan akan menularkan kepada anggota keluarga menjadi beberapa faktor penyebab kecemasan pada perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan perawat di ruang isolasi perawatan pasien positif Covid-19. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif. Analisis penelitian menggunakan analisis deskriptif untuk mengukur tingkat kecemasan dan data karakteristik perawat di ruang isolasi. Sampel dalam penelitian ini adalah 70 perawat yang bekerja di ruang isolasi dengan teknik total sampling. Kuisioner Hamilton Rating Scale Anxiety (HARS-A) digunakan untuk mengambil data tingkat kecemasan perawat. Hasil dari penelitian ini adalah perawat yang bekerja di ruang isolasi mengalami kecemasan dengan kategori ringan (32,9%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar perawat di ruang isolasi perawatan pasien positif Covid-19 mengalami kecemasan ringan ecemasan pada perawat dapat diatasi dengan diadakannya program konseling atau monitoring kondisi mental perawat. Selain itu, diterapkannya sistem perekrutan perawat dengan kriteria paling sedikit beresiko untuk mengalami kecemasan dapat mengurangi permasalahan mental perawat di ruang isolasi Covid-19.
Stres Kerja Memicu Sindrom Kelelahan Pada Perawat Manajer di Masa Pandemi Covid-19 Lia Dwi Jayanti; Hanny Handiyani; Tuti Nuraini; La Ode A. Rahman; Prayetni Prayetni
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v5i2.1549

Abstract

Sindrom kelelahan menjadi masalah kesehatan akibat stres kerja yang dialami oleh semua manajer keperawatan di masa pandemi Covid-19. Perawat manajer rentan mengalami kelelahan karena beban kerja yang tinggi dan kurang waktu istirahat dalam melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer. Peningkatan stres kerja akan menimbulkan kelelahan psikis dan fisik perawat manajer. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi stres kerja sebagai faktor yang berhubungan dengan sindrom kelelahan perawat manajer di masa pandemi Covid-19.Desain penelitian menggunakan korelasi deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan terhadap 147 responden. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan estimasi proporsi. Analisis yang digunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji korelasi pearson. Sindrom kelelahan perawat manajer di masa pandemi Covid-19 sebesar 42,04%. Stres kerja perawat manajer di rumah sakit selama pandemi Covid-19 sebesar 57,71%. Terdapat hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan sindrom kelelahan (p=0,000). Stres kerja dapat memicu sindrom kelelahan perawat manajer di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini merekomendasikan agar pimpinan rumah sakit mengadakan pelatihan manajemen diri, membangun lingkungan kerja yang kondusif, dan meningkatkan kesejahteraan dengan pemberian insentif, gaji, serta penghargaan yang sesuai di masa pandemi. Dukungan organisasi untuk perawat manajer dengan pemberian waktu istirahat yang cukup, makanan sehat, program spiritual, dan olahraga di masa pandemi Covid-19.
Penggunaan Sistem Informasi Daily Maintenance Alat Medik Berbasis Aplikasi Website Dalam Rangka Pemeliharaan Alat Medik Di Ruang Rawat Inap Nadilla Oktavia; Devi Nurmalia
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v5i2.1556

Abstract

Peralatan medik harus selalu dalam kondisi baik dan siap pakai sehingga keberlangsungan pelayanan dan keselamatan pasien dapat terjamin. Faktor penting dalam penjaminan mutu peralatan medik adalah pemeliharaan yang dilakukan oleh pengguna sarana, Tujuan studi literatur ini yaitu mengetahui gambaran penggunaan sistem informasi dalam bentuk software atau aplikasi berbasis website dalam pelaksanaan daily maintenance alat medik. Metode penulisan yang digunakan adalah studi literatur. Database yang digunakan Science Direct, Google Scholar, Springer dan SCOPUS. Pencarian artikel menggunakan kata kunci yaitu software or innovation preventive maintenance of medical equipment, daily maintenance medical machine. Hasil review menunjukkan bahwa penggunaan software maupun aplikasi berbasis website dalam penerapan pemeliharaan alat medik memberikan kemudahan bagi user dimana dapat dilakukan melalui media elektronik seperti komputer maupun smartphone serta dapat diakses secara offline atau online melalui berbagai macam Browser Web. Sistem informasi ini terdiri dari beberapa fitur yang dapat membuat proses pemeliharan alat medik menjadi lebih lengkap dan tersistematis. Pelaksanaan daily maintenance alat medik akan lebih termonitor dengan adanya pengembangan sistem informasi dalam bentuk software atau aplikasi berbasis website ini sehingga diharapkan dapat mengurangi resiko terjadinya kesalahan dalam pemberian pelayanan kesehatan pada pasien dan mengurangi terjadinya downtime ataupun breakdown pada alat medik.
Dampak Beban Kerja terhadap Produktifitas Kerja di Ruang Perioperasi Richa Noprianty; Wahyu Wahdana; Agustin Suryanah
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v5i2.1753

Abstract

Ruang perioperasi merupakan salah satu ruang yang memiliki beban kerja yang tinggi. Hal ini dikarenakan ruangan mempunyai karakteristik lingkungan, system jam kerja dan mempunyai resiko tinggi terhadap kecelakaan kerja akibat benda tajam saat tindakan operasi, terpapar gas anestesi, obat-obatan dan radiasi yang dapat menurunkan produktifitas kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak beban kerja kepada produktifitas kerja tenaga kesehatan. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan cross sectional. Sampel yang akan diberikan adalah tenaga kesehatan yang berada di ruang perioperasi berjumlah 50 orang. Instrumen yang digunakan untuk beban kerja menggunakan kuesioner NASA-TLX dan untuk produktifitas kerja menggunakan kuesioner dengan 4 item pernyataan. Penelitian ini mendapatkan persetujuan etik dengan Nomor:128/KEP.01/UNISA-BANDUNG/VI/2022. Hasil penelitian akan didapatkan kategori beban kerja berat 19 orang (38%), beban kerja sedang 23 orang (46%), dan beban kerja ringan 8 orang (16%). Produktifitas kerja tinggi sebanyak 20 orang (40%), sedang 9 orang (18%), rendah 21 orang (42%). Hasil uji chi-square didapatkan hasil 0,002 sehingga terdapat hubungan antara beban kerja dengan produktifitas kerja. Oleh karena itu perlu adanya pengukuran beban kerja serta pengawasan dari pihak manajemen rumah sakit agar produktitas meningkat sehingga mutu pelayanan kesehatan dapat diberikan secara optimal.
Hubungan Fungsi Manajemen Kepala Ruang dengan Penerapan Keselamatan Pasien Nur Khalisah Hayati; Endang Pertiwiwati; Eka Santi
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v5i2.1810

Abstract

Keselamatan pasien merupakan prioritas utama, keberhasilan penerapan keselamatan pasien salah satunya dengan penerapan kepala ruang dalam melaksanakan fungsi manajemen yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, mengatur staf, mengarahkan serta mengendalikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fungsi manajemen kepala ruang dengan penerapan keselamatan pasien di Rumah Sakit “X” Kota Banjarbaru. Jenis penelitian ini dengan penggunaan pendekatan kuantitatif desain cross sectional, pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan didapat 106 perawat pelaksana. Penelitian menggunakan kuesioner dan analisis dengan alternatif uji Fisher Exact. Hasil analisis penelitian menyatakan bahwa terdapat hubungan antara fungsi manajemen kepala ruang dengan penerapan keselamatan pasien di Rumah Sakit “X” Kota Banjarbaru dengan p-value=0,024 (p<0,05). Pihak rumah sakit diharapkan dapat memberikan rekomendasi pelatihan terkait keselamatan pasien sehingga perawat pelaksana mempunyai wawasan, pengetahuan, serta pengalaman yang lebih luas terhadap penerapan keselamatan pasien. Serta memberikan pembekalan terhadap kepala ruang dalam pengaturan keselamatan pasien di ruang rawat inap sehingga perawat pelaksana dapat menjalankan fungsinya dengan optimal.
Kecerdasan Emosional Terhadap Tingkat Resiliensi Pada Perawat Tri Ismu Pujiyanto; Noor Putri Elliya; Eni Kusyati
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v5i2.1905

Abstract

Tenaga kesehatan menjadi salah satu bagian dari garda terdepan yang ikut berperan dalam mengahadapi pandemic covid-19 dan rumah sakit menjadi tempat terselenggaranya pelayanan kesehatan. Meningkatnya jumlah kasus covid-19 di rumah sakit yang akan ditangani oleh tenaga kesehatan akan berdampak pada beban kerja selama masa pandemic covid-19. Pandemic Covid-19 yang terjadi di Indonesia telah menyebabkan krisis secara global dalam sistem perawatan kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional terhadap tingkat resiliensi pada perawat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah perawat di ruang isolasi covid-19 dan IGD RSUD Dr. Murjani Sampit dengan teknik total sampling yang berjumlah 45 sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada semua sampel. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil Penelitian menunjukkan Perawat di RSUD Dr. Murjani Sampit memiliki kecerdasan emosional kategori tinggi sebanyak 23 responden (51,1%) dan rendah sebanyak 22 responden (48,9%). Sedangkan untuk tingkat resiliensi dengan kategori tinggi sebanyak 27 responden (60%) dan rendah sebanyak 18 responden (40%). Hasil uji chi-square didapatkan nilai p-value 0,001<0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan antara kecerdasan emosional terhadap tingkat resiliensi pada perawat di RSUD Dr. Murjani Sampit.

Page 1 of 1 | Total Record : 10