Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan (e-ISSN 2621-5047) published by the Indonesian National Nurses Association (INNA) of Central Java. Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan publishes two issues in a year. Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan has been indexed in an international database. This journal publishes articles in the area of leadership in nursing, management of nursing services, and management of nursing care.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 7 No. 1 (2024)"
:
10 Documents
clear
Motivasi kerja perawat dengan penerapan prinsip 6 benar dalam pemberian obat
Firda Rosa Meliyani;
Herry Setiawan;
Ichsan Rizany
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32584/jkmk.v7i1.1373
Prinsip 6 benar merupakan standar prosedur operasional pemberian obat dengan menerapkan 6 benar, yaitu benar obat, benar dosis, benar pasien, benar cara pemberian, benar waktu pemberian dan benar dokumentasi. Motivasi kerja perawat merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi penerapan prinsip 6 benar dalam pemberian obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi kerja perawat dengan penerapan prinsip 6 benar dalam pemberian obat di instalasi rawat inap RSD Idaman Kota Banjarbaru. Jenis penelitian menggunakan cross sectional melibatkan 76 perawat pelaksana dengan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square (Continuity Correction). Hasil penelitian ini Terdapat hubungan antara motivasi kerja perawat dengan penerapan prinsip 6 benar dalam pemberian obat (p-value= 0,020). Motivasi kerja perawat dapat mempengaruhi penerapan prinsip 6 benar dalam pemberian obat. Peneliti menyarankan agar pihak rumah sakit dapat meningkatkan motivasi kerja perawat, agar perawat lebih bersemangat dalam menerapkan prinsip 6 benar dalam pemberian obat yang dapat mencegah kesalahan pemberian obat (medication error).
Pelaksanaan Supervisi Kepala Ruangan Dengan Kualitas Dokumentasi di Instalasi Gawat Darurat
Fitri Alfisah;
Rr. Tutik Sri Hariyati;
Dewi Gayatri;
Enie Novieastari;
Desnita Fitri
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32584/jkmk.v7i1.1949
Supervisi dokumentasi keperawatan merupakan suatu upaya dalam meningkatkan mutu dan pelayanan asuhan keperawatan baik di rawat inap maupun di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pelaksanaan supervisi kepala ruangan dengan kualitas dokumentasi triase dan penerapan pengkajian awal pasien di Instalasi Gawat Drurat (IGD). Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan observasional. Sampel di ambil secara acak berjumlah 107 perawat pelaksana yang tersebar di empat Rumah Sakit. Pelaksanaan supervisi yang dilakukan oleh kepala ruangan sebagian besar dinilai kurang baik oleh perawat pelaksana, sedangkan dokumentasi triase dan penerapan pengkajian awal pasien menurut hasil observasi pengamatan terhadap rekam medis dalam kategori baik. Tidak ada hubungan yang signifikan antara pelaksanaan supervisi dengan kualitas dokumentasi (p>0,05). Ada hubungan antara karakteristik (jenis kelamin) dengan kualitas dokumentas (p<0,05). Tidak terdapat perbedaan bermakna pelaksanaan supervisi kepala ruangan dan kualitas dokumentasi triase di IGD.
Hubungan Sikap Perawat dengan Pelaksanaan Keselamatan Pasien di Ruang Rawat Inap RSD Idaman Kota Banjarbaru
Hendita Ristania;
Endang Pertiwiwati;
Herry Setiawan
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32584/jkmk.v7i1.2220
Pelaksanaan keselamatan pasien merupakan upaya yang dilakukan untuk mencegah insiden keselamatan pasien, salah satu faktor yang memengaruhi pelaksanaannya, yaitu sikap. Sikap merupakan respon tertutup yang menggerakkan seseorang untuk bertindak, semakin baik sikap seseorang maka pelaksanaan keselamatan pasien pun akan semakin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan sikap perawat dengan pelaksanaan keselamatan pasien di ruang rawat inap. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional dengan teknik stratified random sampling yang dilakukan pada 123 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara sikap perawat dengan pelaksanaan keselamatan pasien di ruang rawat inap dengan nilai p-value > α (0,061>0,05). Dalam pelaksanaan keselamatan pasien, perawat perlu memiliki sikap, kemampuan, dan pengetahuan yang luas. Sikap belum tentu menjadi sebuah tindakan, untuk mewujudkannya menjadi suatu perbuatan nyata diperlukan faktor pendukung, yaitu pelatihan dan sumber daya.
Peningkatan kepuasan kerja perawat di ruang rawat inap dengan teknik komunikasi SBAR saat timbang terima pasien
Irpan Ali Rahman;
Asep Gunawan;
Dini Apriliyani
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32584/jkmk.v7i1.2388
Penerapan komunikasi SBAR merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan keamanan pasien di Rumah sakit. Keamanan pelayanan di Rumah Sakit salah satunya peningkatan komunikasi efektif antar perawat, sehingga tidak terjadi kesalahan informasi saat handover dan menjamin keselamatan pasien. Selain itu, cara lain untuk memenuhi kualitas kepawatan yaitu perawat membutuhkan kepuasan kerja agar ada rasa senang dalam diri perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan penerapan komunikasi SBAR saat handover dengan kepuasan kerja perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Ciamis Tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan yaitu analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 66 dengan teknik sampel proporsional random sampling. Hasil penelitian menunjukan penerapan komunikasi SBAR saat handover sebagian besar perawat efektif dalam menerapkan komunikasi SBAR saat handover sebanyak 45 orang (68,2%), kepuasan kerja perawat sebagian besar perawat merasa puas yaitu sebanyak 41 orang (62,1%), dan terdapat hubungan yang disignifikan antara penerapan komunikasi SBAR saat handover dengan kepuasan kerja perawat karena nilai α > Ï value (0,05 > 0,000), yaitu semakin baik efektif penerapan komunikasi SBAR saat handover maka semakin puas perawat dalam bekerja dan sebaliknya semakin kurang efektif penerapan komunikasi SBAR saat handover maka semakin tidak puas perawat dalam bekerja. Hubungan ini ditunjukan dengan nilai korelasi sebesar 0.741 yang termasuk kedalam kategori kuat (0,60-0,80). Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara penerapan komunikasi SBAR saat handover dengan kepuasan kerja perawat. Saran diharapkan semua perawat menerapkan komunikasi SBAR saat handover secara lengkap dan jelas dengan mengikuti standar operasional prosedur yang ada.
Analisis kondisi work-life balance perawat rumah sakit ditinjau dari tingkat stres kerja dan masa kerja
Laura Francisca Sudarnoto;
Irene Hasugian
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32584/jkmk.v7i1.2418
Work-life balance merupakan kepuasan tenaga kerja untuk mencapai keseimbangan kehidupan dan pekerjaan. Profesi perawat diharapkan dapat mencapai kondisi work-life balance. Beberapa kondisi dapat menyebabkan work-life balance perawat menjadi terganggu. Salah satu penyebab adalah stres kerja yang disebabkan tugas yang padat di rumah sakit. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mempengaruhi pelayanan perawatan terhadap pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan work-life balance para perawat ditinjau dari stres kerja dan masa kerja. Penelitian ini merupakan metode kuantitatif dengan rancangan penelitian komparatif. Sampel penelitian sebanyak 128 perawat dari delapan Rumah Sakit di wilayah Jakarta dan Tangerang. Penelitian ini menggunakan instrumen inventori bentuk skala untuk mengukur work-life balance dan stres kerja. Analisis data menggunakan teknik Anova two-way. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan work-life balance sampel perawat berdasarkan stres kerja dan masa kerja. Kesimpulan penelitian ini menemukan bahwa kondisi work-life balance perawat berada pada kategori cukup seimbang dan stres kerja kategori tinggi. Meskipun sebagian perawat mengalami stres kerja yang tinggi di rumah sakit tetapi work-life balance perawat tidak berbeda pada setiap kategori stres kerja. Adanya dukungan keluarga dan lingkungan sosial pada tugas perawat mendukung kondisi work-life balance. Kontribusi penelitian ini untuk menambah wawasan pada kajian aplikasi psikologi kerja dalam konteks tugas tenaga kerja kesehatan.
Hubungan Mutu Layanan Kesehatan Dengan Minat Kunjungan Ulang Pasien Dalam Memanfaatkan Kembali Jasa Di Puskesmas
Hendarto Hendarto;
Yunina Elasari;
Wulandari Rizki Yeni;
Nugroho Tri Adi
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32584/jkmk.v7i1.2498
Indonesia masih menghadapi permasalahan pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan, misalnya masyarakat enggan melakukan kunjungan ke puskesmas karena waktu pelayanan yang tidak cepat dan pelayanan yang kurang maksimal. Hal itu bisa menjadi indikator penurunan mutu layanan kesehatan. Salah satu Indikator mutu layanan kesehatan adalah kepuasan pasien. Kepuasan pasien menjadi tolak ukur dalam menilai keberhasilan mutu layanan kesehatan. Berdasarkan penelitian ditemukan bahwa angka kepuasan pasien di puskesmas masih rendah di angka 76,61%. Hal ini menunjukkan masih di bawah standar minimal yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan yaitu ≥ 90%. Hal ini bisa berdampak pada perkembangan puskesmas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan mutu layanan kesehatan dengan minat kunjungan ulang pasien Puskesmas X Lampung. Jenis penelitian menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian merupakan pengunjung UPTD Puskesmas X Lampung tahun 2023 sebanyak 1604 responden dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 94 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Data dianalisis dengan uji Chi Square. Hasil analisis menyatakan bahwa mutu pelayanan cukup baik sebanyak 50 responden (53,3%) dan minat kunjungan ulang ke puskesmas sebanyak 63 responden (67,1%). Ada hubungan antara Mutu Pelayanan dengan Minat kunjungan ulang Di Puskesmas X Lampung (p value 0.003). Disarankan pihak manajemen Puskesmas X Lampung membuat sistem manajemen antrean secara online dan membuat program loyalty atau penghargaan untuk pasien yang sering berkunjung atau memberikan umpan balik positif.
Sistem Penjadwalan Perawat Elektronik: Sebuah Tinjauan Literatur
Hendra Firmansyah;
Roro Tutik Hariyati
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32584/jkmk.v7i1.2508
Penjadwalan perawat elektronik mengacu pada penggunaan teknologi dan sistem perangkat lunak untuk mengotomatisasi dan menyederhanakan proses pembuatan dan pengelolaan jadwal perawat di lingkungan layanan kesehatan. Sistem penjadwalan perawat elektronik bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan keadilan dalam proses penjadwalan, yang pada akhirnya meningkatkan perawatan pasien dan kepuasan staf. Mendapatkan gambaran tentang metode pengembangan sistem penjadwalan elektronik perawat melalui studi literatur. Berdasarkan telaah 10 literatur didapatkan bahwa tahapan pengembangan sistem penjadwalan elektronik meliputi mengidentifikasi kebutuhan atau batasan dalam pengaturan jadwal perawat. Kemudian dilakukan kajian literatur untuk mengetahui informasi ilmiah terkait permasalahan dan metode yang sudah teruji dalam penelitian. Tahap selanjutnya adalah pemilihan dan pengembangan model perhitungan yang akan digunakan untuk mengatasi permasalahan penjadwalan. Model perhitungan kemudian diimplementasikan menggunakan software optimasi. Program diujicoba dengan database NRP atau dengan studi kasus di fasilitas kesehatan yang sesuai. Hasil ujicoba dianalisis keefektifannya dalam menyelesaikan masalah penjadwalan perawat serta dinilai efektivitasnya terhadap kepuasan perawat, efisiensi biaya rumah sakit dan mutu pelayanan keperawatan.
Pengaruh Manajemen Stress Terhadap Motivasi Kerja Dan Turnover Intention Untuk Manajer Keperawatan Di RSUD KRT. Setjonegoro Wonosobo
Soni Budiyono;
Pramudya Pramudya
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32584/jkmk.v7i1.2680
Stres terkait pekerjaan sering menjadi penyebab tingginya tingkat turnover dan meningkatnya tingkat burnout di antara perawat. Kurangnya keterampilan kepemimpinan atau pelatihan cenderung membuat manajer keperawatan yang tidak siap dan tidak berpengalaman, sehingga menimbulkan stress dan merasa tidak nyaman pada posisinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh manajemen stress terhadap motivasi kerja dan turnover intention untuk manajer keperawatan. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini seluruh manajer keperawatan di RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo pada bulan September 2023 sejumlah 33 responden. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah sampel jenuh yaitu dengan mengambil semua populasi penelitian. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisi bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh manajemen stress terhadap motivasi kerja pada manajer keperawatan di RSUD KRT. Setjonegoro Wonosobo. Ada pengaruh manajemen stress terhadap niat berpindah tempat kerja (turnover intention) pada manajer keperawatan di RSUD KRT. Setjonegoro Wonosobo. Ada pengaruh motivasi kerja terhadap niat berpindah tempat kerja (turnover intention) pada manajer keperawatan di RSUD KRT. Setjonegoro Wonosobo. Pengaruh manajemen stress terhadap turnover intention pada manajer keperawatan di RSUD KRT. Setjonegoro Wonosobo merupakan pengaruh langsung. Hendaknya dapat memberikan pelatihan kepada manajer dan perawat di RSUD KRT. Setjonegoro Wonosobo mengenai manajemen stress, sehingga mampu mengelola stress kerja secara positif.
Penilaian Kualitas Pelayanan Keperawatan Dengan Loyalitas Pasien Rawat Inap
Fatkhul Khanifudin;
Shindi Hapsari;
Tri Ismu Pujiyanto
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32584/jkmk.v7i1.2691
Kualitas pelayanan kesehatan menjadi hal penting yang ingin diwujudkan oleh sarana pelayanan kesehatan. Rumah sakit berkewajiban untuk berperan aktif dalam memberikan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, anti diskriminasi dan efektif dengan mengutamakan kepentingan pasien sesuai standar pelayanan rumah sakit. Kepuasan pelanggan menjadi penilaian pada kualitas pelayanan rumah sakit yang akan digunakan sebagai acuan dalam pembenahan pelayanan sehingga menciptakan suatu loyalitas dari pasien.Penelitian inii bertujuan mengidentifikasi kualitas pelayanan keperawatan dengan loyalitas pasien di Ruang Rawat Penyakit Dalam. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif dengan desain Cross Sectional dengan teknik pengambilan sampel Random Sampling yang dilakukan pada 73 responden dengan uji analisa data Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai p-value sebesar 0.001 dengan batas kemaknaan (α<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan kualitas pelayanan keperawatan dengan loyalitas pasien di Ruang Rawat Penyakit Dalam.
Implementation of Regulations and Policies for Nursing Care Quality in Hospitals Worldwide
Edy Wuryanto
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32584/jkmk.v7i1.2881
This systematic review examines the global implementation of regulations and policies aimed at enhancing the quality of nursing care in hospital settings. Through a comprehensive literature search, 20 studies were identified and analyzed. The review focuses on various regulatory frameworks, accreditation standards, and governmental policies that influence nursing care quality. The findings reveal that while regulations generally improve patient outcomes and care standards, challenges such as resource limitations, enforcement variability, and cultural resistance persist. The review concludes with recommendations for future research and policy development to address these challenges and improve nursing care quality globally.