cover
Contact Name
Riduan Mas'ud
Contact Email
riduanmasud@uinmataram.ac.id
Phone
+6281808304480
Journal Mail Official
schemata@uinmataram.ac.id
Editorial Address
Kampus Pascasarjana UIN Mataram Jalan Gajahmada 50 Jempong Baru, Mataram, NTB, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JURNAL SCHEMATA : Pascasarjana UIN Mataram
Core Subject : Economy,
Schemata: Jurnal Pasca Sarjana IAIN Mataram is a scientific, peer-reviewed, and open-access journal published by State Islamic Religious Institute (IAIN) Mataram (since 2017, it changes its name into State Islamic University (UIN) Mataram). The scope of the Schemata includes Interdisciplinary Islamic Studies. Schemata receive manuscripts as the product of research results, both field research, and library research. Since 2018, Schemata has been accessible through http://journal.uinmataram.ac.id/index.php/schemata
Articles 108 Documents
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja Guru terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik SMP Astuti Astuti; Wildan Wildan; Bahtiar Bahtiar
Schemata: Jurnal Pasca Sarjana IAIN Mataram Vol. 10 No. 2 (2021): Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.878 KB) | DOI: 10.20414/schemata.v10i2.2179

Abstract

This study aims to: 1) Find the influence of the principal's democratic leadership style on students' learning achievement. 2) Finding the effect of teacher's working motivation on students' learning achievement. 3) Discover the influence of the principal's democratic leadership style and teacher's working motivation on student learning achievement. This research uses a quantitative approach with data collection techniques using questionnaires and documentation. The data analysis technique uses simple linear regression and multiple linear regression which is calculated using SPSS 21. The results of the calculation of simple linear regression are: 1) There is an influence of democratic leadership style on students' learning achievement based on sig values of 0,000<0,05 and the calculated t value of 4,823>2,028 and the effect of variable X1 on Y by 39,2%. 2) There is an influence of teacher work motivation on student achievement based on sig. amounted to 0,001<0,05 and the t value of 3,759>2,028 and the influence of X2 on Y was 28,2%. 3) The results of the calculation of the multiple linear regression test that there is an influence of the democratic leadership style of the principal and the work motivation of teachers together on student learning achievement based on sig values of 0,000<0,05 and the value of F value of 21,198>3,26 and the magnitude of the effect of X1 and X2 together against Y of 54,8%. Keywords: Democratic leadership style, teacher work motivation, student learning achievement. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah terhadap prestasi belajar siswa. 2) Mengetahui pengaruh motivasi kerja guru terhadap prestasi belajar siswa. 3) Mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah dan motivasi kerja guru terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan regresi linier sederhana dan regresi linier berganda yang dihitung dengan bantuan program SPSS 21. Hasil perhitungan regresi linier sederhana adalah: 1) Terdapat pengaruh gaya kepemimpinan demokratis terhadap prestasi belajar siswa berdasarkan nilai sig 0,000<0,05 dan nilai t hitung sebesar 4,823>2,028 serta pengaruh variabel X1 terhadap Y sebesar 39,2%. 2) Ada pengaruh motivasi kerja guru terhadap prestasi belajar siswa berdasarkan sig. sebesar 0,001<0,05 dan nilai t hitung sebesar 3,759>2,028 serta pengaruh X2 terhadap Y sebesar 28,2%. 3) Hasil perhitungan uji regresi linier berganda bahwa terdapat pengaruh gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah dan motivasi kerja guru secara bersama-sama terhadap prestasi belajar siswa berdasarkan nilai sig 0,000<0,05 dan nilai nilai F sebesar 21.198 > 3,26 dan besarnya pengaruh X1 dan X2 secara bersama-sama terhadap Y sebesar 54,8%. Kata kunci: Gaya kepemimpinan demokratis, motivasi kerja guru, prestasi belajar siswa.
Semiotika Lambang Bulan Bintang Bersinar Lima sebagai Media Dakwah Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid (Studi Kasus pada Organisasi Nahdlatul Wathan) Irfan Hasbi
Schemata: Jurnal Pasca Sarjana IAIN Mataram Vol. 10 No. 2 (2021): Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.507 KB) | DOI: 10.20414/schemata.v10i2.3676

Abstract

This study aims to determine the semiotics of the five shining star moon symbol as a medium of propaganda for T.G.K.H. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid in the Nahdlatul Wathan organization and to find out the history of the NW symbol and the practice of the meaning of the symbol at the socio-religious level. This research uses descriptive qualitative method. The data collection technique uses triangulation, which is a data collection technique that is a combination of various data collection techniques and existing data sources. The data analysis technique used is interactive analysis with four paths, namely data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. For the validity of the data, it was carried out through a data credibility test by means of triangulation of sources and triangulation of techniques. The results of this study indicate that the five shining star moon logo is designated to be the symbol of NW as a medium of propaganda for T.G.K.H. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid with the blessing of his professor, Maulanasyaikh Hassan Muhammad Al-Masyath. After combining it with the study of Semiotics by Charles S. Peirce, the existence of the NW symbol is in accordance with the principles of Semiotics and the description of the meaning of the NW symbol has been found and applied to the fields of education, social and propaganda of Nahdlatul Wathan. Keywords: Semiotics, Media Da'wah, Nahdlatul Wathan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Semiotika lambang bulan bintang bersinar lima sebagai media dakwah T.G.K.H. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid di organisasi Nahdlatul Wathan dan untuk mengetahui sejarah lambang NW serta praktik makna lambang tersebut pada tataran sosial keagamaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan triangulasi, yaitu teknik pengumpulan data yang bersifat penggabungan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Teknik analisis data yang digunakan ialah analisis interaktif dengan empat jalur, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk validitas data, dilakukan melalui uji kredibiltas data dengan cara triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa logo bulan bintang bersinar lima ditetapkan menjadi lambang NW sebagai media dakwah T.G.K.H. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid atas restu dari guru besar beliau yaitu Maulanasyaikh Hassan Muhammad Al-Masyath. Setelah dipadukan dengan kajian Semiotika Charles S.Peirce, keberadaan lambang NW telah sesuai dengan prinsip Semiotika dan jabaran makna lambang NW ini telah ditemukan dan teraplikasi pada bidang pendidikan, sosial dan dakwah Nahdlatul Wathan. Kata kunci: Semiotika, Media Dakwah, Nahdlatul Wathan.
Perilaku Panic Buying dalam Perspektif Konsumsi Islam (Studi Fenomenologi pada Konsumen Retail Jembatan Baru Se-Kota Mataram) Baiq Yusri Rahmi Kharismaputri; Musawar Musawar; Zaenudin Mansyur
Schemata: Jurnal Pasca Sarjana IAIN Mataram Vol. 10 No. 2 (2021): Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.192 KB) | DOI: 10.20414/schemata.v10i2.3695

Abstract

People flocked to meet their needs on a large scale in many retailers since the outbreak of the COVID-19 virus, including the Jembatan Baru retail, which is a provider of various products. This study aimed to investigate panic buying activity as well as how its practice in the perspective of Islamic consumption. The study was qualitative descriptive. The findings showed that the practice of panic buying at the Jembatan Baru retail took place from March 24 to March 30, the targeted items or stuffs were primary food products, cleaning and disinfectant liquids, hand sanitizers, and vitamin drinks. The factors which encouraged panic buying were anxiety about the scarcity of goods, rising prices, and the negative news adoption of social media. The practice of panic buying showed an attitude of carelessness and haste in making consumption decisions besides that, this behavior is very excessive and shows greed, although this practice is carried out to fulfill the emergency needs and protection of self and soul, but still this behavior is considered selfish behavior and ignores what other needs. Keywords: Panic Buying, Islamic Consumption, Haste, Excessive, Greed. Sejak merebak virus COVID-19 masyarakat berbondong-bondong memenuhi kebutuhannya secara besar-besaran di berbagai retail tidak terkecuali retail Jembatan Baru yang merupakan penyedia berbagai macam produk kebutuhan rumah tangga,,penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktek panic buying yang terjadi di retail Jembatan Baru, Faktor apa yang mendorong terjadinya panic buying, serta bagaimana praktik panic buying dalam perspektif konsumsi Islam. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan analisis deskriptif, dan dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa praktek panic buying di retail Jembatan Baru berlangsung sejak tanggal 24 Maret- 30 Maret, dengan barang yang menjadi incaran seperti produk sembako, cairan pembersih dan disinfektan, handsanitizer, dan minuman bervitamin. Adapun faktor yang mendorong terjadinya panic buying yakni kecemasan akan kelangkaan barang, naiknya harga, dan adopsi berita negative dari media massa. Praktek panic buying di Retail Jembatan Baru ini termasuk kedalam perilaku yang dilarang, karena perilaku ini menunjukkan sikap ketidakhati-hatian dan tergesa-gesa dalam mengambil keputusan konsumsi, selain itu juga perilaku ini sangat berlebih-lebihan dan memperlihatkan ketamakan, meskipun praktek ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan daruriyat dan peerlindungan diri dan jiwa (hifz al-nafs) namun tetap saja perilaku ini terhitung perilaku yang egois dan mengabaikan kepentingan orang lain. Kata Kunci: Panic Buying, Konsumsi Islam, Tergesa-gesa, Berlebih-lebihan, Tamak.
Melatih Keterampilan Berpikir Kritis Anak Usia Dini melalui Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Sunandar Azma'ul Hadi; Khairul Azmi; Siti Abibatur Rosida
Schemata: Jurnal Pasca Sarjana IAIN Mataram Vol. 10 No. 2 (2021): Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.182 KB) | DOI: 10.20414/schemata.v10i2.3991

Abstract

This study aims to train critical thinking skills for early childhood through the application of a guided inquiry learning model assisted by learning tools that have been developed by the researchers themselves. Learning tools were developed based on guided inquiry. The type of research used is a quantitative approach with the type of development research. Critical thinking skills of early childhood are measured using an observation sheet instrument. The observation sheet is used to observe the critical thinking skills of early childhood during the teaching and learning process. Students' critical thinking skills can also be seen from the level of implementation of learning. The level of implementation of learning is 94% which shows the implementation of learning is very high. The collected data was then analyzed using SPSS software. The results of data analysis showed that the guided inquiry learning model was effectively used to train critical thinking skills of early childhood students. This is evidenced by the significance level of the variable of 0.000 or in other words P < 0.05. So it can be seen that there is a difference after being given the treatment of guided inquiry-based learning. So, the results of this study indicate that there is an increase in critical thinking skills of early childhood after treatment using the guided inquiry learning model, this is evidenced by the value of sig. (2-tailed) < 0.05. Keywords: Teaching Materials, Guided Inquiry, Critical Thinking Skills. Penelitian ini bertujuan untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis anak usia dini melalui penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing yang dibantu dengan perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan oleh peneliti sendiri. Perangkat pembelajaran dikembangkan berbasis inkuiri terbimbing. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantititatif dengan jenis penelitian pengembangan. Keterampilan berpikir kritis anak usia dini diukur dengan menggunakan instrument lembar observasi. Lembar observasi digunakan untuk mengamati keterampilan berpikir kritis anak usia dini pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Keterampilan berpikir kritis siswa juga bisa terlihat dari ringkat keterlaksanaan pembelajaran. tingkat keterlaksanaan pembelajaran sebesar 94% yang menunjukkan keterlaksanaan pembelajaran sangat tinggi. data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan software SPSS. Hasil analisis data menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing efektif digunakan untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis siswa usia dini. Hal ini dibuktikan dengan tingkat signifikansi dari variabel sebesar 0,000 atau dengan kata lain P< 0,05. Sehingga dapat dilihat bahwa ada perbedaan setelah diberi perlakuan pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing. Jadi, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan keterampilan berpikir kritis anak usia dini setelah melakukan treatmen menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing hal ini dibuktikan dengan nilai sig. (2-tailed) <0,05. Kata kunci: Bahan Ajar, Inkuiri Terbimbing, Keterampilan Berpikir Kritis.
Hubungan Pemanfaatan Perpustakaaan Sekolah dan Minat Baca terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XII IPS di MA AL-Ijtihad Danger Lombok Timur Wina Wardiana; Adi Fadli; Dwi Wahyudiati
Schemata: Jurnal Pasca Sarjana IAIN Mataram Vol. 10 No. 2 (2021): Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.19 KB) | DOI: 10.20414/schemata.v10i2.4090

Abstract

This study aims to describe the relationship between the use of the school library and reading interest on student learning outcomes at MA AL-Ijtihad Danger. This research was quantitative research with a survey method. The population was taken from 116 students (class XII), while the sample was 58 students. Data collection techniques used in this study include questionnaires, observations, interviews, and documentation. The test in this study included the normality test, linearity test and multicolliniearity test. The hypothesis test uses hypothesis testing, namely simple and multiple regression analysis. The results showed that 1) there was a positiv and significant relationship between the use of the school library and the learning outcomes of class XII IPS MA AL-Ijtihad Danger students, this was evidenced by the t count value greater than t table (3,556 > 1,673) and significance value of 0.001, which means less than 0,05 (0,001 < 0,05). 2) There is a positive and significant relationship between reading interest and student learning outcomes in class XII IPS MA AL-Ijtihad Danger, this is evidenced by the t count value greater that t table (3,648 > 1,673) and a significance value of 0,001, which means less than 0,05 (0,001 < 0,05). 3) There is a positive and significant relationship between the use of the school library and reading interest on the learning outcomes of class XII IPS MA AL-Ijtihad Danger students, this is evidenced by the calculated F value of (10,917 > 3,16) and significance value of 0,000 which means less than 0,05 (0,000 < 0,05). Keywords: Library Utilization, Reading Interest, Learning Outcomes Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hubungan pemanfaatan perpustakaan sekolah dan minat baca terhadap hasil belajar siswa di MA AL-Ijtihad Danger. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode survei. Populasi diambil dari seluruh siswa kelas XII sebanyak 116, adapun sampel yang diambil adalah sebanyak 58 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini diataranya adalah angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengujian prasyarat analisis pada penelitian ini meliputi uji normalitas, uji linieritas dan uji multikoloneritas. Sedangkan uji hipotesis menggunakan pengujian hipotesis yaitu analisis regresi sederhana dan berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Ada hubungan positif dan signifikan pemanfaatan perpustakaan sekolah dan hasil belajar siswa kelas XII IPS MA AL- Ijtihad Danger, hal ini dibuktikan dari nilai t hitung lebih besar dari t tabel (3,556 > 1,673) dan nilai signifikansi sebesar 0,001, yang berarti kurang dari 0,05 (0,001 < 0,05). 2) Ada hubungan positif dan signifikan minat baca dan hasil belajar siswa kelas XII IPS MA AL- Ijtihad Danger, hal ini dibuktikan dari nilai t hitung lebih besar dari t tabel (3,648 > 1,673) dan nilai signifikansi sebesar 0,001, yang berarti kurang dari 0,05 (0,001 < 0,05). .3) Ada hubungan positif dan signifikan pemanfaatan perpustakaan sekolah dan minat baca terhadap hasil belajar siswa kelas XII IPS MA AL-Ijtihad Danger, hal ini dibuktikan dari nilai F hitung sebesar 10,917 lebih besar dari pada F tabel (10,917 > 3,16 ) dan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti kurang dari 0,05 (0,000 < 0,05). Kata Kunci: Pemanfaatan Perpustakaan, Minat Baca, Hasil Belajar
Entrepreneur Muda dan Penguatan Ekonomi Berbasis Komunitas (Studi Kasus di Pondok Pesantren Unwanul Falah NW Paok Lombok) Nurul Miraj
Schemata: Jurnal Pasca Sarjana IAIN Mataram Vol. 10 No. 2 (2021): Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.297 KB) | DOI: 10.20414/schemata.v10i2.4495

Abstract

The objectives of this study are, to find out the efforts made by the Unwanul Falah Islamic Boarding School NW Paok Lombok in strengthening the community-based economy to produce young entrepreneur, and to find out the obstacles experienced by the School. The research was qualitative research, with field research type. The data collection techniques were observation, interviews and documentation. Data analysis was carried out in three stages, namely comparative method, data reduction, and display. The results of the research were the followings. In the stage of increasing independence at the Unwanul Falah Islamic Boarding School, NW Paok Lombok, the first is Entrepreneurship education, entrepreneurship training (workshops) and competent teachers in the field of entrepreneurship. Barriers experienced by Unwanul Falah Islamic Boarding School NW Paok Lombok strengthening a community-based economy to produce young entrepreneurs are the high salaries of competent teachers in strengthening the community-based economy, lack of management in product marketing, students lack of focus on entrepreneurship and lack of government support in the form of finance to purchase infrastructure to form young entrepreneurs. With the strengthening of the community-based economy, Islamic boarding schools in producing young entrepreneurs can create job opportunities in Islamic boarding schools so that unemployment can be overcome and the welfare of the community in meeting basic needs can be met. as announced by Indonesia that in 2045 we can move forward with an increasing number of young entrepreneurs. Keywords: Young Entrepreneurs, Islamic Boarding Schools, Strengthening the Economy, Community Tujuan penelitian ini adalah, Untuk mengetahui upaya yang dilakukan Pondok Pesantren Unwanul Falah NW Paok Lombok dalam memperkuat ekonomi berbasis komunitas untuk menghasilkan entrepreneur muda, dan untuk mengetahui hambatan dialami oleh Pondok Pesantren Unwanul Falah NW Paok Lombok dalam memperkuat ekonomi berbasis komunitas untuk menghasilkan entrepreneur muda. Metode penelitian yang digunakan penelitian kualitatif, dengan jenis penelitian field research dan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dalam tiga tahap, yaitu comparative method, reduksi data, display. Hasil penelitian dengan upaya yang dilakukan Pondok Pesantren Unwanul Falah Paok Lombok dalam memperkuat ekonomi berbasis komunitas dalam menghasilkan entrepreneur muda, menciptakan peluang bagi santri, serta meningkatkan kemampuan dan kemandirian santri untuk memanfaatkan peluang. Dalam tahap peningkatan kemandirian di Pondok Pesantren Unwanul Falah NW Paok Lombok, pertama pendidikan Entrepreneurship, pelatihan entrepreneurship (workshop) dan guru yang berkompeten dalam bidang entrepreneurship. Hambatan dialami Pondok pesantren Unwanul Falah NW Paok Lombok memperkuat ekonomi berbasis komunitas untuk menghasilkanentrepreneur muda adalah mahalnya gaji guru yang berkompeten dalam memperkuat ekonomi berbasis komunitas, kurang manajemen dalam pemasaran produk, santri kurang fokus dalam berwirausaha dan kurangnya dukungan pemerintah dalam bentuk finansial untuk membeli prasarana untuk membentuk entrepreneur muda.Dengan adanya penguatan ekonomi berbasis komunitas dssi Pondok pesantren dalam menghasilkan entrepreneur muda dapat membuka lapangan pekerjaan di Lingkungan Pondok Pesantren sehingga pengangguran bisa teratasi dan kesejahteraan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok bisa terpenuhi. sebagaimana yang dicanangkan oleh Indonesia bahwa di tahun 2045 bisa maju dengan jumlah entrepreneur muda yang meningkat. Kata kunci: Entrepreneur Muda, Pondok Pesantren, Penguatan Ekonomi, Komunitas
Analisis 5C terhadap Keputusan Pembiayaan Musyarakah PT. Gerbang NTB Emas melalui Bank NTB Syariah pada Program JPS Gemilang Pemerintah Provinsi NTB Rahmansyah Abdul Shomad; Guruh Sugiharto
Schemata: Jurnal Pasca Sarjana IAIN Mataram Vol. 11 No. 1 (2022): Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/schemata.v11i1.4620

Abstract

PT. GNE is a company owned by the NTB provincial government and therefore often becomes a business partner in various government programs. One of them is JPS Gemilang, which is assistance with basic food packages given to underprivileged communities affected by the Covid-19 pandemic. This program requires large funds which will be met through financing from Bank NTB Syariah. However, a number of requirements must be met, namely the 5C feasibility analysis. This study aims to analyze the efforts made by PT. GNE to be able to meet the 5C analysis criteria in financing by Bank NTB Syariah. This study uses a qualitative approach with data collection through observation, documentation, and interviews. The sources of this research are the directors and managers of the company. The data analysis method used is qualitative data analysis. Based on the results of the study, it was concluded that the 5C criteria had generally been met through the character of a high commitment to pay off debts through budgeting in the RKAB. The company's capacity that always earns profits above 500 million for the last 3 years and a number of land assets owned in KLU. Capital through debt-to-equity ratio on average in the last 3 years is 18%, still in a safe level because it is still below 50%. Collateral is shown through the existence of land assets with HSGB which can be used as collateral and contract. Global economic conditions were affected by Covid-19 but not until a recession occurred so that banks were still able to channel their financing. A number of obstacles faced were the priority of paying tax debts, the existence of bad debts which had a composition of 57% of total current assets, land certificates that required appraisal and late consumer payments. PT. GNE merupakan BUMD milik pemerintah provinsi NTB dan karenanya sering menjadi mitra bisnis dalam berbagai program pemerintah. Salah satunya adalah JPS Gemilang, yaitu bantuan paket sembako yang diberikan kepada masyarakat kurang mampu yang terdampak pandemi Covid-19. Program ini membutuhkan dana besar yang akan dipenuhi melalui pembiayaan Bank NTB Syariah. Namun sejumlah persyaratan harus terpenuhi yaitu analisis kelayakan 5C. Penelitian ini bertujuan untuk mengalisis upaya yang dilakukan PT. GNE untuk dapat memenuhi kriteria analisis 5C dalam pembiayaan oleh Bank NTB Syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. Narasumber penelitian ini adalah direksi dan manajer perusahaan. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan, bahwa kriteria 5C secara umum telah terpenuhi melalui karakter dengan adanya komitmen tinggi untuk melunasi utang melalui adanya penganggaran dalam RKAB. Kapasitas perusahaan yang selalu mendapatkan laba di atas 500 juta selama 3 tahun terakhir dan sejumlah aset tanah yang dimiliki di KLU. Kapital melalui rasio utang dan modal secara rata-rata dalam 3 tahun terakhir adalah 18%, masih dalam taraf aman karena masih di bawah 50%. Kolateral ditunjukkan melalui adanya aset tanah dengan HSGB yang dapat dijadikan agunan dan SPK. Kondisi ekonomi secara global dipengaruhi oleh Covid-19 namun tidak sampai terjadi resesi sehingga perbankan masih dapat menyalurkan pembiayaannya. Adapun sejumlah kendala yang dihadapi adalah adanya prioritas pembayaran utang pajak, adanya piutang tak tertagih yang memiliki komposisi 57% dari total aset lancar, sertifikat tanah yang membutuhkan apraisal dan pembayaran konsumen yang terlambat.
Keterlibatan Politik Tuan Guru dalam Pengelolaan Pondok Pesantren di Lombok Utara (Multi Kasus) Muliani Muliani; Ismail Ismail; Muh. Saleh
Schemata: Jurnal Pasca Sarjana IAIN Mataram Vol. 11 No. 1 (2022): Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/schemata.v11i1.4657

Abstract

Tuan Guru is an essential part of the Islamic boarding school and is a characteristic of the pesantren community. Tuan Guru's position is not only as a formal leader but also as an informal leader whose job is to empower the community. Tuan Guru also functions as a moral force that participates in providing normative awareness of the community. The purpose of this study was to find out the forms of teacher involvement in politics, the constraints and impacts on Islamic boarding schools in North Lombok Regency. The research method used is qualitative research. The research data is described or described in the form of a description according to the actual situation. There are two sources of data in this research, namely primary data obtained directly from informants and secondary data obtained from books relevant to the problem under study. Data collection techniques were carried out by observation, interviews and documentation. Data analysis was carried out logically and systematically with four stages, namely data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions or verification. The results of this study indicate that the form of Tuan Guru's involvement in politics in Islamic boarding schools in North Lombok Regency is intended to spread and maintain Islamic teachings and values, exercise control in society, help solve social problems where Tuan Guru is a problem solver for problems that arise. faced by society, and become agents of social change. In addition, it is carried out in the form of practical politics and indirect politics. Constraints faced are delinquency of students (santri), indiscipline, motivation, unhealthy social environment, attention of parents of students and economic ability of parents of students. and the impact is the increasing social status, can be of wider benefit to the community, can grow new insights and experiences and become more alert or introspective where Tuan Guru being a politician means being a person who is always aware of where the political world is. Tuan Guru merupakan bagian hakiki dari pondok pesantren dan menjadi ciri khas masyarakat pesantren. Kedudukan Tuan Guru tidak hanya sebagai pemimpin formal tetapi juga sebagai pemimpin informal yang tugasnya memberdayakan masyarakat. Tuan Guru juga berfungsi sebagai moral force yang ikut serta memberikan kesadaran normatif terhadap masyarakatnya. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui bentuk keterlibatan tuan guru dalam politik, kendala dan dampaknya di pondok pesantren Kabupaten Lombok Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif Data hasil penelitian dideskripsikan atau dijabarkan dalam bentuk uraian sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Sumber data dalam peneltian ini ada dua yaitu data primer yang diperoleh secara langsung dari informan dan data sekunder diperoleh dari buku-buku yang relevan dengan masalah yang diteliti. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara logis dan sistematis dengan empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk keterlibatan tuan guru dalam politik di pondok pesantren di Kabupaten Lombok Utara adalah dihajatkan untuk menyebarkan dan mempertahankan ajaran dan nilai-nilai Islam, melakukan kontrol dalam masyarakat, membantu memecahkan persoalan kemasyarakatan di mana tuan guru sebagai problem solver bagi persoalan yang dihadapi masyarakat, dan menjadi agen perubahan sosial. Selain itu dilakukan dalam bentuk politik praktis dan politik tidak langsung.  Kendala yang dihadapi yaitu kenakalan santri (santri), ketidakdisiplinan, motivasi, lingkungan pergaulan yang tidak sehat, perhatian orang tua santri dan kemampuan ekonomi orang tua santri. dan dampaknya adalah semakin meningkatnya status sosial, dapat bermanfaat secara lebih luas kepada masyarakat, dapat menumbuhkan wawasan dan pengalaman baru dan menjadi lebih waspada atau mawas diri diamana tuan guru menjadi seorang politisi berarti menjadi seorang yang selalu waspada dimana dunia politik.
BEGURU: Menggali Prinsip-Prinsip Penyiapkan Sarana dan Prasarana Pendidikan dalam Kearifan Lokal Sasak Lalu Sumardi; M. Ismail; Rispawati Rispawati
Schemata: Jurnal Pasca Sarjana IAIN Mataram Vol. 11 No. 1 (2022): Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/schemata.v11i1.4683

Abstract

Indonesia has a very complex ethnic anatomy, one of which is the Sasak tribe. Sasak tribe has a wealth of culture that surrounds all dimensions of life including the education sector. The purpose of this research is to explore the principles of beguru in preparing educational facilities and infrastructure. This study used a naturalistic approach with ethnograpi types. Data collection was done using ethnographic interview techniques. To maintain the validity of the data, triangulation of data sources and time is carried out. The collected data was further analyzed using an interactive model described by Miles, Huberman, & Saldana which consists of three stages, namely; data condensation, data display, and conclusion. Based on the analysis technique found 3 (three) principles of beguru in the preparation of educational facilities and infrastructure, namely; principles of comfort and tranquility, principles of availability and readiness, and principles of conformity to the needs or types of fields of science. These principles are fundamental and universal because they are preconditions for the creation of quality education and learning and can be applied to all pathways, types, and levels of education. Therefore, these principles can be a role of the conduct in choosing and determining educational facilities and infrastructure. Bangsa Indonesia memiliki anatomi suku bangsa yang sangat kompleks salah satunya adalah suku Sasak. Suku Sasak memiliki hazanah budaya yang melingkupi semua dimensi kehidupan salah satunya dalam sektor pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi prinsip-prinsip beguru dalam menyiapkan sarana dan prasarana pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan naturalistic dengan jenis penelitian etnograpi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara etnografi. Untuk menjaga validitas data dilakukan triangulasi sumber data dan waktu. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan model interaktif yang dikemukakan oleh Miles, Huberman, & Saldana yang terdiri dari tiga tahap, yaitu; kondensasi data, display data, dan penarikan simpulan. Berdasarkan teknik analisis tersebut ditemukan 3 (tiga) prinsip beguru dalam penyiapan sarana dan prasarana pendidikan, yaitu; prinsip kenyamanan dan ketenangan, prinsip ketersediaan dan kesiapan, dan prinsip kesesuaian dengan kebutuhan atau jenis bidang ilmu. Prinsip-prinsip tersebut bersifat fundamental dan universal karena menjadi prakondisi terciptanya pendidikan dan pembelajaran yang berkualitas dan dapat diterapkan pada semua jalur, jenis, dan jenjang pendidikan. Oleh sebab itu, prinsip-prinsip tersebut  dapat menjadi role of the conduct dalam memilih dan menentukan sarana dan prasarana pendidikan.
Pengembangan Alat Permainan Edukatif Berbasis Permainan Tradisional dalam Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini di PAUD Nurul Yaqin Kedondong Daya Desa Pringgasela Tahun Pembelajaran 2021/2022 Mariawati Mariawati; Ahyar Rosidi; Yulia Maliza
Schemata: Jurnal Pasca Sarjana IAIN Mataram Vol. 11 No. 1 (2022): Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/schemata.v11i1.5259

Abstract

This is developmental research using the Borg & Gall model. The purpose of this research is to develop traditional game-based educational game tools (APE) in increasing children's creativity in group B PAUD Nurul Yaqin Kedondong Daya Pringgasela Village in the 2021/2022 Learning Year. The results showed that the assessment of the APE stilt product from 2 people, namely the design expert and the material expert, obtained an average score of 3.96 in the category feasible to be tested and 4.2 in the category very feasible to be tested. As for the small group test from the validation of one teacher, the score was 4.25 and 4.42, respectively. Thus, APE stilts have very decent validity. As for the assessment of congklak products, 2 people, namely design experts and materials experts, obtained an average score of both 4.08 and 4.2. with a very worthy category tested. Meanwhile, there is an increase in children's creativity from the stilt game, namely in the first week it produces an average of six aspects of creativity, namely 5 in the starting to develop category, while in congklak there are 4 aspects with the category starting to develop and 3 aspects of creativity being in the category of needing intervention for stilt games and category develops in the Congklak game. In the second week, there are 5 aspects in the developing category and 3 aspects of creativity in the developing category for the game of congklak. While the stilt game produces the five aspects of creativity that fall into the developing category. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model Borg & Gall. Tujuan dari penelitian ini adalah pengembangan alat permainan edukatif (APE) berbasis permainan tradisional dalam meningkatkan kreativitas anak di kelompok B PAUD Nurul Yaqin Kedondong Daya Desa Pringgasela Tahun Pembelajaran 2021/2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian produk APE egrang dari 2 orang yaitu ahli desain dan dan ahli materi memperoleh skor rata-rata 3,96 dengan kategori layak diujicobakan dan 4,2 dengan kategori sangat layak diujicobakan. Sedangkan untuk uji kelompok kecil dari validasi salah satu guru memperoleh nilai berturut-turut  4,25, dan 4,42. Dengan demikian APE egrang meliliki validitas sangat layak. Sedangkan untuk penilaian produk congklak dari 2 orang yaitu ahli desain dan dan ahli materi memperoleh skor rata-rata keduanyan 4,08 dan 4,2. dengan kategori sangat layak diujicobakan. Sementara, terdapat peningkatan kreativitas anak dari permainan egrang yaitu  pada minggu pertama menghasilkan rata-rata keenam aspek kreativitas yaitu 5 pada kategori mulai berkembang sedangkan pada congklak berada pada 4 aspek dengan kategori mulai berkembang dan 3 aspek kreativitas berada pada kategori perlu intervensi untuk permainan egrang dan kategori berkembang pada permainan congklak. Pada minggu kedua yaitu 5 aspek pada kategori berkembang dan 3 aspek kreativitas  dengan kategori berkembang untuk permainan congklak. Sedangkan pada permainan egrang menghasilkan kelima aspek kreativitas masuk pada kategori berkembang.

Page 7 of 11 | Total Record : 108