cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Perikanan Kelautan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Keterkaitan Kepadatan Predator Karang Bintang Laut Berduri (Acanthaster placi) Terhadap Kondisi Terumbu Karang Di Perairan Pulau Batu Malang Penyu, Kepulauan Belitung Rizaldy Mauliza; Donny Juliandri Prihadi; Mega Laksmini Syamsuddin
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                Acanthaster planci atau yang biasa dikenal sebagai Crown of thorns starfish merupakan salah satu jenis bintang laut raksasa dengan jumlah duri yang banyak sekali, merupakan hewan pemakan terumbu karang. Kepadatan populasi Acanthaster planci di daerah terumbu karang akan memberikan dampak negatif bagi kehidupan karang. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi terumbu karang, kepadatan Acanthaster planci dan keterkaitan antara Acanthaster planci dengan terumbu karang. Penelitian ini dilokasi perairan Pulau Batu Malang Penyu Kepulauan Belitung.Penilaian kondisi terumbu karang dan kepadatan Acanthaster planci dilakukan dengan metode Line Intercept Transect (LIT) sejauh 50 meter pada kedalaman 3-5 meter.
Distribusi Spasial Komunitas Plankton sebagai Bioindikator Kualitas Perairan di Situ Bagendit Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat Chitra Devi Amelia; Zahidah Hasan; Yuniar Mulyani
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Situ Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat telah dilaksanakan pada bulan 27 Mei – 17 Juni 2012. Penelitian ini dilakukan di Situ Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui distribusi spasial komunitas plankton sebagai bioindikator kualitas air Situ Bagendit untuk pengelolaan lebih lanjut dalam bidang kegiatan budidaya ikan hias. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan penetapan 11 stasiun, dan empat kali waktu sampling dengan periode penelitian setiap 7 hari sekali. Komunitas plankton yang ditemukan terdiri dari 44 spesies fitoplankton dan 23 spesies zooplankton. Nilai kelimpahan fitoplankton tertinggi adalah kelas Desmidiaceae dengan nilai kelimpahan rata-rata 34 ind/L, sedangkan nilai kelimpahan tertinggi zooplankton adalah kelas Rotatoria dengan kelimpahan rata-rata 3 individu/L. Secara spasial plankton berdasarkan kelimpahan dapat dibedakan menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok pertama (stasiun 1 dan 4) dengan kisaran kelimpahan plankton 100-240 ind/L, kelompok kedua (2, 3, 5, 8 dan 9) dengan nilai 66-85 ind/L, sedangkan kelompok ketiga (stasiun 6, 7, 10 dan 11) dengan nilai 35-65 ind/L.  Berdasarkan beberapa parameter fisik, kimiawi dan komunitas plankton di perairan Situ Bagendit sesuai sebagai areal budidaya ikan hias.
Fortifikasi Tepung Tulang Nila Merah sebagai Sumber Kalsium Terhadap Tingkat Kesukaan Roti Tawar Ainy Justicia; Evi Liviawaty; Herman Hamdani
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fortifikasi tepung tulang nila merah sebagai sumber kalsium pada roti tawar yang paling disukai panelis. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Industri Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dan  Laboratorium Uji, Fakultas Teknologi Industri Pertanian, Universitas Padjadjaran, pada bulan Mei hingga Juni 2012. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan lima perlakuan penambahan tepung tulang nila merah yaitu 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% berdasarkan jumlah tepung terigu. Parameter yang diamati adalah tingkat kesukaan terhadap karakteristik organoleptik meliputi kenampakan, aroma, rasa dan tekstur. Karakteristik organoleptik diuji dengan uji Friedman kemudian dilanjutkan dengan uji Bayes untuk mengetahui roti tawar dengan perlakuan terbaik. Uji fisik yaitu pengembangan volume roti, Analisis data volume pengembangan roti menggunakan uji Kruskal-Wallis serta uji kalsium dilakukan pada roti tawar tanpa penambahan tepung tulang sebagai kontrol dan roti tawar yang paling disukai oleh panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung tulang nila merah hingga 20% pada roti tawar masih disukai dengan kisaran nilai 5,50 hingga 7,00 yang berarti biasa hingga suka. Perlakuan 5% mempunyai nilai alternatif lebih tinggi berdasarkan metode Bayes dibanding dengan perlakuan lainnya yaitu 7,00 yang berarti suka, pengembangan volume roti tawar 523,3% dan kandungan kalsium sebesar 0,476%.
DISTRIBUSI KANDUNGAN LOGAM BERAT Pb dan Cd PADA KOLOM AIR DAN SEDIMEN DAERAH ALIRAN SUNGAI CITARUM HULU Arief R. r; Masyamsir -; Yayat Dhahiyat
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitan ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsentrasi kandungan logam berat timbal dan kadmium  pada kolom air dan sedimen di Aliran Sungai Citarum. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2012. Jumlah titik stasiun yang diamati berjumlah 4 stasiun, dengan pengulangan sebanyak 3 kali setiap 1 minggu. Kandungan logam berat dianalisis menggunakan Atomic Absorption Spectrometer (AAS). Hasil penelitian pada kolom air konsentrasi logam berat timbal, bernilai 0,01–0,08 mg/L, pengukuran kadar timbal pada sedimen menunjukan nilai 0,07-0,23 mg/L. Konsentrasi kadmium pada kolom air bernilai 0,003-0,01 mg/L, dan konsentrasi kadmium pada sedimen bernilai 0,02-0,06 mg/L. Hasil ini menunjukan bahwa DAS Citarum telah tercemar oleh logam timbal yang cukup tinggi.   Kata kunci : Atomic Absorption Spectrometer, Kadmium, Logam Berat, Sedimen, Timbal.
FORTIFIKASI DAGING NILA TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK DAN KIMIA KECIMPRING Sugih Barokah Muhammad; Eddy Afrianto; Nia Kurniawati
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Perikanan dan Kelautan Unpad
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecimpring yang paling disukai setelah adanya penambahan daging nila yang diberi perlakuan berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai bulan April 2016, bertempat di Laboratorium Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran sedangkan pengujian kadar air dan kadar protein dilaksanakan di Pusat Penelitian Sumberdaya Hayati dan Bioteknologi Institut Pertanian Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan diulang 6 kali untuk uji fisik (tingkat kemekaran). Perlakuan daging ikan nila yang diberikan berdasarkan berat singkong parut sebagai berikut: A (tanpa penambahan daging nila), B (penambahan daging nila segar sebanyak 10%), C (penambahan daging nila fermentasi sebanyak 10%) dan D (penambahan daging nila marined sebanyak 10%). Berdasarkan hasil uji organoleptik (uji hedonik) dan uji kimia (kadar air dan protein), kecimpring yang paling disukai dan berkadar protein tinggi yaitu perlakuan dengan penambahan daging fermentasi. Penambahan daging fermentasi menghasilkan aroma dan citarasa yang khas yang disukai panelis serta dapat meningkatkan kadar protein kecimpring yang semula 2,35% manjadi 9,43%.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG BUNGA MARIGOLD DALAM PAKAN BUATAN TERHADAP KUALITAS WARNA, KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN BENIH IKAN MAS KOKI (Carassius auratus) Dimas Martha Kusuma; Rosidah -; Eddy Afrianto; Sukarman -; Agus Priyadi
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis penambahan tepung bunga marigold dalam pakan buatan yang dapat meningkatkan kualitas warna, kelangsungan hidup dan pertumbuhan pada benih ikan mas koki (Carassius auratus) varietas oranda. Metode  penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari lima perlakuan dan tiga ulangan. Kelima perlakuan tersebut adalah A (0% tepung bunga marigold), B (0,5% tepung bunga marigold), C (1,0% tepung bunga marigold), D (1,5% tepung bunga marigold) dan E (2,0% tepung bunga marigold). Analisis yang digunakan yaitu Anova uji F dengan taraf 5% dan dilanjutkan uji jarak berganda Duncan dengan kepercayaan 95%. Parameter yang diamati adalah pengamatan kualitas warna, kelangsungan hidup dan pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi penambahan tepung bunga marigold ke dalam pakan buatan, maka semakin tinggi  nilai chroma pada tubuh ikan mas koki. Penambahan tepung bunga marigold sebesar 1,5% dari total pakan buatan memberikan peningkatan kualitas warna benih ikan mas koki terbaik yaitu sebesar 127,53% dengan kandungan chroma akhir sebesar 54,54 dan warna yang dihasilkan kuning pekat (oranye). Penambahan tepung bunga marigold tidak memberikan pengaruh terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan mas koki. 
KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN IKAN RAINBOW MERAH (Glossolepis incisus Weber) DAN LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus ) DENGAN PENEBARAN YANG BERBEDA PADA POLIKULTUR SISTEM RESIRKULASI Lela Komala Sari; Iskandar -; Sri Astusy
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 3. No. 1, Maret 2012
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui penebaran polikultur tertinggi pada ikan rainbow merah dan lobster air tawar terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) lima perlakuan tiga ulangan yaitu perlakuan A (30 ekor lobster), B (15 ekor rainbow dan 15 ekor lobster), C (20 ekor rainbow dan 10 ekor lobster), D (10 ekor rainbow dan 20 ekor lobster) dan E (30 ekor rainbow). Parameter yang diamati adalah kelangsungan hidup, pertumbuhan, warna ikan rainbow merah, dan pergantian kulit (moulting) lobster air tawar. Penebaran ikan rainbow merah dan lobster air tawar 1 : 1, memperlihatkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan penebaran ikan rainbow merah dan lobster air tawar = 1 : 2, dan ikan rainbow merah dan lobster air tawar = 2 : 1,  dengan tingkat kelangsungan hidup sebesar 95,56 %, serta laju pertumbuhan ikan rainbow merah sebesar 2,62 % dan lobster air tawar sebesar 2,46 %. Kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan rainbow merah dan lobster air tawar pada sistem polikultur lebih baik dibandingkan dengan sistem monokultur
Korelasi Kelimpahan Ikan Baronang (Siganus Spp) Dengan Ekosistem Padang Lamun Di Perairan Pulau Pramuka Taman Nasional Kepulauan Seribu Saiyaf Fakhri A; Indah Riyantini; Donny Juliandri Prihadi
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di perairan Pulau Pramuka, Taman Nasional Kepulauan Seribu. Pelaksanaannya dilakukan pada bulan Mei 2015. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis lamun dan ikan baronang serta dianalisis hubungan yang terjadi antara lamun dan ikan baronang. Penentuan stasiun ditentukan berdasarkan tingkat kerapatan lamun, analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis korelasi dengan variabel bebas kerapatan lamun dan variabel tidak bebas yang merupakan kelimpahan ikan baronang. Parameter yang diamati adalah lamun, ikan baronang, dan kualitasperairan. Lamun yang ditemukan sebanyak empat spesies yaitu Cymodocea rotundata, Enhalus acoroides, Halophila ovalis, dan Thalassia hemprichii, sedangkan jenis ikan baronang yang ditemukan adalah Siganus canaliculatus. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penutupan lamun rata-rata berkisar antara 14,14 – 51,1% dan kerapatan berkisar 24,5 – 93,6 ind/m 2 , sedangkan kelimpahan ikan baronang berkisar 0 – 6 ind/are. Nilai korelasi antara kerapatan lamun dengan kelimpahan ikan baronang sebesar 0,971 dengan nilai koefisien determinasi sebesar 94,2%. Nilai tersebut menunjukkanhubungan yang sangat kuat dengan pola regresi positif.
MANAJEMEN PERSEDIAAN PRODUK IKAN SEGAR DI RITEL MODEREN (Studi Kasus di Lotte Mart Wholesale di Kota Bandung) Citra Aulia Hani Fasa; Iwang Gumilar; Junianto -
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Lotte Mart Wholesale Bandung. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi manajemen persediaan produk ikan segar di Lotte Mart Wholesale Bandung dengan menggunakan metode EOQ dan merumuskan arah pengelolaan persediaan di Lotte Mart Wholesale Bandung dengan menggunakan metode SWOT. Penelitian menggunakan metode studi kasus. Data yang dibutuhkan dalam penelitian meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan responden (department manager fresh food, section head fish, local buyer, staff department fresh food, administration logistic center, dan personalia). Data sekunder diperoleh dari Lotte Mart Wholesale Bandung. Hasil evaluasi manajemen persediaan di Lotte Mart Wholesale Bandung adalah meningkatkan frekuensi pembelian pada seluruh jenis ikan kecuali pada bawal hitam dan kerang dara, mengurangi kuantitas pemesanan pada seluruh jenis ikan, efisiensi biaya pengelolaan persediaan mencapai 39,61% dan biaya penyimpanan mencapai 19,23%, titik pemesanan tertinggi yaitu ikan gurame sebesar 822,10kg dan terendah yaitu ikan pari sebesar 39,61kg, waktu pemesanan produk ikan segar yang dibutuhkan Lotte Mart Wholesale Bandung yaitu 2-4 hari. Lotte sebagai whole seller terbesar memiliki 4 sasaran, yaitu warung-warung kecil, HOREKA (Hotel, Restoran, Katering), perkantoran, dan end user. Arah pengelolaan persediaan produk ikan segar di Lotte Mart Wholesale Bandung yaitu meningkatkan kerjasama dengan HOREKA baru guna memanfaatkan bermunculannya restoran atau cafe baru di kota Bandung.   Kata kunci : EOQ, ikan, manajemen, persediaan, SWOT
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PENDEDERAN IKAN GURAMI (Osphronemus Gouramy) (STUDI KASUS DI KELOMPOK MINA MUKTI DESA SUKATALI KECAMATAN SITURAJA KABUPATEN SUMEDANG) Asep Rismawan; Iskandar .; Iwang Gumilar
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Perikanan dan Kelautan Unpad
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kelompok Pembudidaya Ikan Gurami Kelompok Mina Mukti Kabupaten Sumedang, dari bulan September 2016 – Januari 2017. Penelitian ini bertujuan menganalisis alternatif strategi bisnis yang dapat digunakan oleh pihak Kelompok Mina Mukti berdasarkan faktor internal dan faktor eksternal kegiatan usaha ikan Gurami (Osphronemus gouramy). Metode yang digunakan adalah metode survey. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling. Parameter yang dianalisis adalah perumusan strategi bisnis ikan Gurami yang dilakukan melalui tiga tahapan yaitu matriks EFE, matriks IFE, dan matriks SWOT. Faktor internal (kekuatan dan kelemahan) utama yang dimiliki oleh Kelompok Mina Mukti adalah lokasi dan wilayah Mina Mukti yang strategis  (skor 0,302), dan tidak dapat memenuhi permintaan yang tinggi (skor 0,213). Faktor eksternal (peluang dan ancaman) terbesar yang dimiliki oleh Kelompok Mina Mukti adalah kepercayaan pemasok dan permintaan ikan Gurami yang tinggi dengan nilai yang sama (skor 0,319),dan serangan hama dan penyakit (skor 0,273). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi Kelompok Mina Mukti berada pada kuadran I dengan kordinat (2,615 : 2,922). Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif, berupa (1) Mempertahankan dan meningkatkan mutu produk dengan cara pengawasan produksi, (2) Menambah jumlah kolam baru untuk meningkatkan kuantitas produksi ikan Gurami, (3) Meningkatkan kuantitas produksi ikan Gurami menggunakan induk yang berkualitas, dan (4) Meningkatkan dan menjaga loyalitas pelanggan.

Page 11 of 27 | Total Record : 263