cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Perikanan Kelautan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Analisis Peran Sektor Perikanan Terhadap Pembangunan Wilayah Kabupaten Kuningan Jawa Barat Puty Cikitha; Asep Agus Handaka Suryana; Zuzy Anna; Atikah Nurhayati
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Perikanan Dan Kelautan Vol. IX No. 1 /Juni 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.409 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju pertumbuhan sektor perikanan dalam perekonomian di wilayah Kabupaten Kuningan dan menentukan komoditas perikanan yang unggul di Kabupaten Kuningan. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Penelitian ini dimulai pada bulan Oktober 2016 hingga Mei 2017. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode survei, dengan teknik pengambilan responden menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian ini terdiri dari dua jenis yaitu data primer dan data sekunder. Analisis data yang dilakukan meliputi Analisis Shift Share, Analisis Location Quotient (LQ), Analisis Locatization Index (LI), Analisis Specialization Index (SI). Hasil analisis komoditas unggulan dengan menggunakan analisis LQ, komoditas yang dapat dikembangkan menjadi unggulan yaitu Ikan Nila (rata-rata LQ 1,44) dan Ikan Mas (rata-rata LQ 1,42). Analisis laju pertumbuhan wilayah dengan menggunakan  LQ, LI, dan SI (dengan angka rata-rata LQ 1,56, rata-rata LI 0,00 dan rata-rata SI 0,00) menunjukkan bahwa sektor perikaan merupakan sektor basis namun bukan menjadi fokus sektor perekonomian Kabupaten Kuningan. Hasil analisis shift share menunjukkan bahwa sektor perikanan merupakan sektor dengan pertumbuhan progresif.  
Studi Pengaruh Perbedaan Konstruksi Mulut Bubu Lipat Terhadap Hasil Tangkapan Rajungan (Portunus pelagicus) Di Perairan Karangsong, Indramayu Nurma - Wijayanti; Herman - Hamdani; Donny Juliandri Prihadi; Lantun Paradhita Dewanti
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. IX No. 2 /Desember 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.482 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektifitas alat tangkap bubu berdasarkan sudut kemiringan mulut bubu dan menghasilkan jenis dan komposisi hasil tangkapan bubu lipat tertinggi di perairan Karangsong Indramayu. Penelitian  dilakukan pada bulan Februari - Maret 2017. Penelitian  menggunakan metode eksperimental dengan analisis ragam (Anova) dengan uji F dan deskriptif kuantitaif. Bubu lipat yang digunakan memiliki disain dan kontruksi dengan ukuran 50 x 30 x 10 cm3 untuk sudut 20o dan ukuran konstruksi 50 x 30 x 20 cm3 untuk sudut 40o, sedangkan konstruksi yang dimiliki nelayan di Indramayu memiliki ukuran 40 x 30 x 15 cm3 untuk sudut 30o. Bentuk konstruksi mulut bubu dengan kemiringan 20o, 30o, dan 40o dimaksudkan untuk memperoleh hasil tangkapan yang signifikan dengan mengubah konstruksi di bagian mulut bubu lipat. Hasil tangkapan terdiri dari rajungan (85%), ikan baji-baji (5%), udang mantis (7%), cumi-cumi (1%), ikan betotot (1%) dan ikan alamkao  (1%). Total hasil tangkapan rajungan untuk kemiringan lintasan masuk 30o sebesar 36 ekor, 40o sebanyak 29 ekor dan 20o mendapatkan hasil tangkapan rajungan sebanyak 16 ekor. . Berdasarkan uji Duncan dengan taraf kepercayaan 95% lintasan masuk bubu dengan kemiringin 30o dan 40o tidak berbeda nyata, artinya bubu nelayan dan bubu modifikasi sama efektif digunakan oleh nelayan.
ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN NELAYAN BURUH ALAT TANGKAP GILL NET DI DESA SUNGAI BUNTU KECAMATAN PEDES KABUPATEN KARAWANG Mia Berlia; Iwang Gumilar; Lintang Permata Sari Yuliadi; Atikah Nurhayati
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.809 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pendapatan dan tingkat kesejahteraan nelayan buruh gill net di Desa Sungai Buntu Kecamatan Pedes Kabupaten Karawang. Metode yang digunakan adalah studi kasus yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dilengkapi daftar kuisioner dan juga observasi langsung di lapangan dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Teknik analisis data menggunakan 10 indikator tingkat kesejahteraan menurut Badan Pusat Statistik (2015). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan indikator kesejahteraan menurut BPS 2015 maka diketahui pendapatan nelayan buruh berasal dari upah dengan sistem bagi hasil rata-rata sebesar Rp. 30.000 – Rp. 50.000 per hari dengan waktu penangkapan rata-rata selama 15 hari dalam satu bulan. Total pendapatan rata-rata keluarga per bulan yaitu sebesar Rp.2.648.033 sedangkan pendapatan per tahun nelayan buruh alat tangkap gill net sebesar Rp.31.776.400 dengan rata-rata pendapatan per kapita per bulan yaitu Rp.629.110. Nelayan buruh gill net Desa Sungai Buntu memiliki tingkat kesejahteraan sedang yaitu antara skor 1,81 – 2,60 dengan jumlah skor 2,46. Nelayan yang tergolong dalam tingkat kesejahteraan tinggi sebanyak 36,67% responden, nelayan yang tergolong dalam tingkat kesejahteraan sedang sebanyak 40,00% responden, dan nelayan yang tergolong dalam tingkat kesejahteraan rendah sebanyak 23,33% responden.
Perbedaan Jenis Ikan Sebagai Bahan Baku Terhadap Tingkat Kesukaan Kamaboko Syarifudin Sahlan; Evi Liviawaty; Iis Rostini; Rusky Intan Pratama
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Perikanan Dan Kelautan Vol. IX No. 1 /Juni 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.785 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis ikan sebagai bahan baku dalam pembuatan kamaboko terhadap tingkat kesukaan panelis. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran pada bulan Mei 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan perlakuan bahan baku berbeda yaitu menggunakan ikan nila merah, bandeng, dan kakap merah. Pengamatan yang dilakukan adalah uji kesukaan meliputi kenampakan, aroma, tekstur dan rasa. Uji fisik berupa uji lipat, uji kimia meliputi uji Kadar air, dan kadar protein. Hasil penelitian menunjukan bahwa kamaboko dengan bahan baku ikan nila merah merupakan kamaboko yang paling disukai oleh panelis dengan nilai median  kenampakan 9, aroma 7, tekstur 8, rasa 9, uji lipat dengan nilai 5 (sangat kenyal), kadar air 75,19% dan kandungan protein sebesar 12,76%. 
PENGARUH PENGGUNAAN TIGA VARIETAS TANAMAN PADA SISTEM AKUAPONIK TERHADAP KONSENTRASI TOTAL AMONIA NITROGEN MEDIA PEMELIHARAAN IKAN KOI Widi Restu Gumelar; Isni Nurruhwati; Sunarto -; Zahidah -
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.147 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui varietas tanaman tebaik yang mampu menekan konsentrasi total amonia nitrogen media pemeliharaan ikan koi dalam sistem akuaponik. Penelitian pengaruh penggunaan tiga varietas tanaman berbeda pada sistem akuaponik terhadap konsentrasi total amonia nitrogen media pemeliharaan ikan koi telah dilaksanakan di Laboratorium Akuakultur Ciparanje dari tanggal 1 November hingga 18 Desember 2015. Tanaman yang digunakan dalam penelitian ini adalah varietas selada Batavia, Romaine dan Pakcoy masing-masing sebanyak lima batang. Tanaman yang digunakan berumur 14 hari dengan jumlah rata-rata daun sebanyak enam helai. Benih ikan koi yang digunakan berumur 90 hari dengan panjang rata-rata sembilan cm dan dipelihara selama 30 hari. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati adalah konsentrasi nitrogen amonia total. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi nitrogen amonia total terkecil terdapat pada perlakuan tanaman selada varietas Batavia yaitu sebesar 0,133 mg/L. 
Pengaruh Musim Terhadap Kondisi Oseanografi Dalam Penentuan Daerah Penangkapan Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) Di Perairan Selatan Jawa Barat Muhamad Ali Rahman; Mega Laksmini Syamsudin; Mochamad Untung Kurnia Agung; Sunarto . .
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. X No. 1/Juni 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.201 KB)

Abstract

Perairan Selatan Jawa Barat merupakan daerah potensial dalam bidang perikanan, salah satu hasil perikanan yang memiliki nilai ekonomis penting adalah ikan cakalang. Suhu permukaan laut dan klorofil dapat mempengaruhi daur hidup ikan cakalang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola musim penangkapan ikan cakalang di Perairan Selatan Jawa Barat selama periode 2014-2016 dan menganalisis pengaruh musim terhadap kondisi oseanografi khususnya suhu permukaan laut dan klorofil-a dalam penentuan daerah tangkapan ikan cakalang di Perairan Selatan Jawa Barat. Data yang digunakan berupa data sekunder yang didapatkan dari satelit Aqua MODIS periode tahun 2014-2016, dan data hasil tangkapan ikan cakalang yang diperoleh dari Pelabuhan Perikanan Nusantara Pelabuhanratu, Sukabumi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan metode analisis spasial. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil tangkapan ikan cakalang berfluktuatif tiap musimnya. Hasil tangkapan ikan cakalang tertinggi terdapat pada musim pada musim timur tahun 2015 yaitu sebesar 325,77 ton dengan nilai suhu optimum sebesar 28-28,3 °C dan nilai klorofil-a optimum sebesar 0,2-0,25 mg/m3.  Sedangkan tangkapan terendah pada musim barat tahun 2016 yaitu sebesar 15,81 ton dengan nilai suhu optimum sebesar 27-29 °C akan tetapi nilai klorofil-a yang tidak optimum sebesar 0-0,2 mg/m3.
Karakteristik Sedimen dan Pengaruhnya Terhadap Kelimpahan Gastropoda Pada Ekosistem Mangrove Di Pulau Pramuka Dinur Piranto; Indah Riyantini; Mochamad Untung Kurnia Agung; Donny Juliandri Prihadi
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. X No. 1/Juni 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.015 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Pulau Pramuka pada bulan April 2017. Tujuan penelitian ini untuk menentukan karakteristik sedimen dan kelimpahan gastropoda serta korelasinya karakteristik sedimen dengan kelimpahan gastropoda pada ekosistem mangrove yang terdapat di Pulau Pramuka. Metode yang digunakan yaitu metode survei dan untuk pengumpulan data dengan metode pusposive sampling. Pengambilan sampel gastropoda menggunakan metode transek kuadrat pada 3 stasiun dengan masing-masing stasiun memiliki 3 substasiun, sedangkan sampel sedimen diambil mewakili stasiun masing-masing. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan menghubungkan karakteristik sedimen dengan kelimpahan gastropoda. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa karakteristik sedimen pada stasiun I dan III memiliki jenis sedimen pasir dan stasiun II memiliki jenis sedimen pasir lumpuran. Sedangkan Kelimpahan gastropoda yang didapat pada stasiun I sebesar 10,95 individu/m2, stasiun II sebesar 27,13 individu/m2, dan stasiun III sebesar 7,61 individu/m2. Karakteristik sedimen pasir lumpuran memiliki kelimpahan gastropoda yang paling tinggi dibandingkan sedimen pasir. Sehingga dapat disimpulkan bahwa karakteristik sedimen memiliki pengaruh terhadap kelimpahan gastropoda pada ekosistem mangrove di Pulau Pramuka.
Pengaruh Kombinasi Ekstrak Enzim Kasar Papain Dan Bromelin Terhadap Pemanfaatan Pakan Dan Pertumbuhan Ikan Patin Siam (Pangasius hypopthalmus) pada Stadia Pendederan Indri Nuraeni; Rita Rostika; Walim Lili; Yuli Andriani
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Perikanan Dan Kelautan Vol. IX No. 1 /Juni 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.388 KB)

Abstract

Riset bertujuan mengetahui pengaruh penambahan kombinasi ekstrak enzim kasar  Papain dan Bromelin pada pemanfaatan pakan, kelangsungan hidup dan laju pertumbuhan harian ikan patin siam stadia pendederan, serta mengetahui konsentrasi terbaik dari kombinasi kedua enzim tersebut terhadap pertumbuhan benih ikan patin.Riset dilakukan pada bulan April hingga Juni 2017 di Karamba Jaring Apung BPPPU Waduk Cirata. Riset menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 Perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan A (tanpa EEKP & EEKB), B (5% EEKP) C (3.75% EEK P&1.25% EEKB), D (2.5% EEKP & 2.5% EEKB) E (1.25% EEKP & 3.75% EEKB ) dan F (5% EEKB). Hasil dianalisis uji F dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil riset menunjukkan bahwa penambahan kombinasi ekstrak enzim kasar papain sebanyak 1.25% dan ekstrak enzim kasar bromelin sebanyak 3,75% merupakan hasil terbaik dengan hasil SR 75%,LPH 4.19% dan EPP 68.36%.  
EFEKTIVITAS PENAMBAHAN TEPUNG MAGGOT DALAM PAKAN KOMERSIL TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN BAWAL AIR TAWAR (Colossoma macropomum) Dadan Kardana; Kiki Haetami; Henhen Suherman
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari jumlah penambahan tepung maggot yang tepat pada pakan komersil sehingga dihasilkan pertumbuhan benih ikan bawal air tawar yang cepat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah perbedaan jumlah penambahan tepung maggot yang terdiri dari penambahan tepung maggot 10%, penambahan tepung maggot 20%, penambahan tepung maggot 30%, penambahan  tepung maggot 40%, dan perlakuan kontrol (pakan komersil). Parameter yang diamati meliputi laju pertumbuhan harian, pertambahan panjang total, dan efisiensi pemberian pakan, sedangkan kualitas air selama penelitian diukur sebagai data penunjang. Hasil penelitian menunjukkan penambahan tepung maggot sebanyak 20% menghasilkan nilai tertinggi untuk laju pertumbuhan harian sebesar 2,027%, perubahan panjang total sebesar 0,990 cm yang berbeda nyata (P < 0,05) dengan penambahan tepung maggot 10%, 30%, 40% dan tanpa penambahan tepung maggot (kontrol), sedangkan untuk efisiensi pemberian pakan nilai tertinggi sebesar 46,80% tidak berbeda nyata (P < 0,05) dengan penambahan tepung maggot 10% dan 30%, namun berbeda nyata (P < 0,05) dengan penambahan tepung maggot 30% dan tanpa penambahan tepung maggot (kontrol).
POTENSI LESTARI DAN TINGKAT PEMANFAATAN IKAN KURISI (Nemipterus japonicus) DI PERAIRAN TELUK BANTEN Ershad Nugraha; Bachrulhajat Koswara; Yuniarti -
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 3. No. 1, Maret 2012
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi lestari, upaya optimum dan tingkat pemanfaatan ikan kurisi di Perairan Teluk Banten. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan analisis deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer didapat dari hasil wawancara dengan nelayan sedangkan data sekunder diperoleh melalui laporan statistik tahunan (2006-2010) Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Karangantu meliputi data hasil tangkapan dan upaya penangkapan  ikan kurisi di perairan Teluk Banten. Potensi Lestari dianalisis dengan menggunakan Model Produksi Surplus dengan model Schaefer maupun model Fox. Hasil analisis data menunjukkan bahwa potensi lestari ikan kurisi di Perairan Teluk Banten berdasarkan model Fox dan Schaefer berkisar antara 88.647,64 Kg/tahun -103.198,36 Kg/tahun dengan upaya optimum berkisar antara 1.253-1.300 trip/tahun atau setara dengan 7 unit kapal jaring dogol. Berdasarkan Jumlah Tangkapan yang Diperbolehkan (JTB) yaitu sebesar 80% dari nilai MSY model Fox maka dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2006 dan 2009 hasil tangkapan ikan kurisi di Perairan Teluk Banten masih dibawah JTB sedangkan untuk tahun 2007,2008,dan 2010 hasil tangkapan sudah melebihi dari jumlah tangkapan yang diperbolehkan.

Page 9 of 27 | Total Record : 263