cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Perikanan Kelautan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Frekuensi Penambahan Probiotik Bacillus sp. Dan Staphylococcus sp. Pada Media Pemeliharaan Benih Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Untuk Ketahanan Terhadap Aeromonas hydrophila Nurussahra Sya'bani; Ayi Yustiati; Angela Mariana Lusiastuti
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 6, No 2(1) (2015): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi pemberian probiotik multispecies Bacillus sp. dan Staphylococcus sp. yang tepat pada media pemeliharaan sehingga dapat meningkatkan kelangsungan hidup benih ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) yang terinfeksi Aeromonas hydrophila. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan tersebut adalah A (tanpa penambahan probiotik Bacillus sp. dan Staphylococcus sp. dan tanpa pemberian Aeromonas hydrophila (kontrol negatif)), B  (tanpa penambahan probiotik Bacillus sp.  dan  Staphylococcus sp.  dan  pemberian Aeromonas hydrophila 103 CFU/ml (kontrol positif)), C (penambahan probiotik Bacillus sp.   103 CFU/ml dan Staphylococcus sp. 103  CFU/ml diberikan setiap hari serta penambahan Aeromonas hydrophila 103  CFU/ml) dan D (penambahan probiotik Bacillus sp. 103  CFU/ml dan Staphylococcus sp. 103  CFU/ml diberikan setiap dua hari sekali serta penambahan Aeromonas hydrophila 103 CFU/ml). Parameter yang diamati adalah tingkat kelangsungan hidup ikan uji  selama masa pemeliharaan pertumbuhan biomassa, Feed  Convertion Ratio  (FCR), differensial leukosit, indeks fagositik dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa probiotik perlakuan D (Bacillus sp. 103  CFU/ml dan Staphylococcus sp.               103 CFU/ml) pada media pemeliharaan benih ikan lele dumbo yang diberikan setiap dua hari sekali menghasilkan kelangsungan hidup tertinggi 93,33%, proporsi monosit 30% dan aktivitas fagosit 77,5% dibandingkan dengan perlakuan A, B dan C. Kata kunci :   Bacillus sp., Staphylococcus sp., Aeromonas hydrophila, lele dumbo, Clarias gariepinus
Kajian Penyuburan Dengan Bioindikator Makrozoobentos Dan Substrat Di Situ Bagendit Kabupaten Garut, Jawa Barat Alusia Anjani; Zahidah Hasan; Rosidah -
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di perairan Situ Bagendit, Kabupaten Garut. Pelaksanaan dimulai dari tanggal 7 April 2012 sampai dengan 19 Mei 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kajian penyuburan dengan bioindikator makrozoobentos sebagai biomonitoring perairan di Situ Bagendit. Metode yang digunakan dalam penelitin ini metode survey dengan pengambilan sampel menggunakan purpose sampling dalam tiga stasiun yaitu stasiun inlet, stasiun tengah dan stasiun outlet. Jenis dan kelimpahan makrozoobentos yang ditemukan pada saat pengamatan terdiri dari 4 (empat) kelas yaitu : Gastropoda,  Pelecypoda, Clitellata, Pterygota meliputi 16 spesies. Kelimpahan rata-rata tertinggi ditempati oleh spesies Melanoides tuberculata 47600 (ind/m2) dan kelimpahan rata-rata terendah ditempati oleh spesies Physa heterostraopha 15 (ind/m2). Nilai indeks keanekaragaman makrozoobentos di Situ Bagendit 1,42. Berdasarkan kriteria Shannon Wiener dengan kategori pencemaran menyatakan bahwa Situ Bagendit dengan nilai indeks rata-rata termasuk indeks Shannon yang  H’ = 1,0-1,6  kategori tercemar sedang. Tekstur substrat di Situ Bagendit yaitu lempung berpasir. Makrozoobentos yang umumnya ditemukan di Situ Bagendit yaitu makrozoobentos sebagai indikator perairan tercemar ringan adalah Valvata sincera dan Bithynia tentaculata, hingga tercemar berat adalah Chironomus. Pertumbuhan Eichhornia crassipes meningkat hampir 50% setiap minggunya, dengan doubling time pada minggu ke 2.   Katakunci: bioindikator, makrozoobentos, penyuburan, substrat
Keragaan Produksi Dan Evaluasi Usaha Pembesaran Ikan Mas (Cyprinus carpio) Pada Sistem Kolam Air Deras (Studi Kasus Di Kecamatan Cijambe Kabupaten Subang) Mochamad Rhandika Jayalaksana; Asep Agus Handaka; Ujang Subhan
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada Januari 2015 sampai dengan Oktober 2015 di Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keragaan produksi, produktivitas, dan kinerja finansisal usaha pembesaran ikan mas pada sistem kolam air deras di Kecamatan Cijambe. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus dengan unit analisis yaitu pembudidaya pembesaran ikan mas di Kecamatan Cijambe. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner dari sampel yang dipilih secara sengaja. Data yang diperoleh dari hasil penelitian ini dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriftif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan perhitungan analisis finansial usaha budidaya pembesaran ikan mas sistem kolam air deras di Kecamatan Cijambe Kabupaten Subang memiliki rata-rata keuntungan sebesar Rp.60.913.860 per musim pemeliharaan. Nilai imbangan penerimaan dan biaya sebesar 1,32, nilai Payback Periods (PP) sebesar 0,52 tahun atau jika dihitung jangka waktu pengembalian biaya investasinya adalah selama 6 bulan, Break Event Point (BEP) harga bernilai Rp.15.228, dan nilai BEP produksi sebesar 10.303 kg. Hasil dari perhitungan analisis produktivitas per satuan luas yaitu memiliki nilai rata-rata sebesar 204,22 Kg/th/m2, dan rata-rata produktivitas per satuan pakan memiliki nilai rata-rata sebesar 0,77 Kg/th/Kg.
Pengaruh Padat Penebaran Gracilaria sp. Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Bandeng (Chanos chanos) Pada Budidaya Sistem Polikultur Bayu Reksono; Herman Hamdani; Yuniarti -
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh padat tebar Gracilaria sp. terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan bandeng pada budidaya sistem polikultur. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok 3 perlakuan 4 ulangan yaitu : perlakuan A (Tanpa Gracilaria sp.), perlakuan B (Gracilaria sp. 250 kg/ 2.500 m2), perlakuan C (Gracilaria sp. 500 kg/ 2.500 m2). Parameter yang diamati adalah kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padat tebar Gracilaria sp. yang baik untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan bandeng pada sistem budidaya polikultur yaitu dengan padat tebar 500 kg Gracilaria sp. karena dapat memberikan kelangsungan hidup yang tinggi sebesar 100 %. Laju pertumbuhan bobot mutlak sebesar 9,26 g dan pertumbuhan panjang sebesar 6,892 cm.   Kata kunci : padat tebar, polikultur,  gracilaria sp. , ikan bandeng
PENGARUH PEMBERIAN Lemna sp. SEBAGAI PAKAN DALAM BUDIDAYA IKAN NILEM ORGANIK Novel Firdaus; Iskandar . .; Herman Hamdani
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Perikanan dan Kelautan Unpad
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penggunaan Lemna sp. segar sebagai pakan yang dapat menghasilkan laju pertumbuhan benih ikan nilem tertinggi dan mengetahui tingkat konsumsi benih ikan nilem terhadap Lemna sp. segar. Penelitian dilakukan pada tanggal 6 Juni sampai 1 Agustus 2016 di Laboratorium Ciparanje Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga kali ulangan yaitu pemberian pakan komersil (kontrol), Lemna sp. 10%, Lemna sp. 15%, Lemna sp. 20%, dan Lemna sp. 25%. Parameter uji yaitu laju pertumbuhan harian, rasio konversi pakan, kualitas protein daging ikan, dan kualitas air. Berdasarkan hasil penelitian, pemberian Lemna sp. sebanyak 20% dari bobot ikan menghasilkan laju pertumbuhan harian 0,29% dan nilai rasio konversi pakan sebesar 5,74.
Evaluasi Penerapan Sanitasi Terhadap Risiko Keberadaan Histamin Pada Pengolahan Pindang Cakalang Di Pelabuhan Ratu Zaety Abdillah; Eddy Afrianto; Nia Kurniawati
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 6, No 2(1) (2015): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk  mengetahui dan  mengevaluasi sejauh mana penerapan sanitasi pada  proses pengolahan pindang cakalang, serta seberapa besar terdapat histamin pada bahan baku dan produk pindang cakalang di Pelabuhan Ratu. Penelitian ini dilaksanakan di tempat pengolahan pindang cakalang Pelabuhan Ratu, dan pengujian histamin dilakukan di Balai Pengujian Mutu dan Pengolahan Hasil Perikanan dan Kelautan DKI Jakarta.Pelaksanaannya dari mulai Januari 2015 sampai dengan Mei 2015. Metode penelitian bersifat survey, dan pengambilan sampel dengan metode purposive sampling pada 3 pengolah berdasarkan kapasitas bahan baku yang digunakan (besar, sedang dan kecil). Penelitian dilakukan dengan cara wawancara, pengamatan pada saat pengolahan serta pengujian histamin pada bahan baku dan produk pindang, kemudian dianalisis secara deskriptif komparatif. Pelaksanaan penerapan sanitasi paling baik dengan urutan yaitu pada unit pengolahan C (pengolah kecil), terdapat 4 aspek sanitasi yang tidak layak diterapkan, unit pengolahan A (pengolah besar), terdapat 8 aspek sanitasi yang tidak layak diterapkan, dan paling buruk sanitasi yang diterapkan pada unit pengolahan B (pengolah sedang), terdapat 11 aspek sanitasi yang tidak layak diterapkan. Pengolah besar tidak menjamin sanitasinya lebih baik dari pada pengolah kecil. Kadar histamin pada bahan baku unit pengolahan pindang (A, B dan C) berturut-turut 2,03 ppm; 7,38 ppm; dan 2,97 ppm meningkat selama proses pengolahan produk pindang berturut-turut menjadi 4,57 ppm; 26,89 ppm; dan 4,37 ppm. Semakin banyak jumlah aspek sanitasi yang tidak layak diterapkan pada  unit  pengolahan pindang, semakin tinggi peningkatan kadar  histamin pada  produk pindang cakalang yang diolah di Pelabuhan Ratu. Kata Kunci :Histamin, Pindang Cakalang, Sanitasi
ANALISIS SURPLUS KONSUMEN DAN SURPLUS PRODUSEN IKAN SEGAR DI KOTA BANDUNG (Studi Kasus di Pasar Induk Caringin) Ickman Santi Kusumawardani; Iwang Gumilar; Iis Rostini
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

          Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan September 2012. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis surplus konsumen dan surplus produsen ikan segar di Kota Bandung di lokasi Pasar Induk Caringin di Kota Bandung dengan  menggunakan metode survey. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan responden (Pedagang dan Pembeli Ikan Segar di Pasar Induk Caringin). Data sekunder diperoleh dari instansi-instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa surplus konsumen lebih besar dari pada surplus produsen. Berarti bahwa keuntungan yang dinikmati oleh para konsumen lebih besar dari produsen. Hal ini berkaitan dengan struktur Pasar Induk Caringin yaitu pasar persaingan sempurna.
Penambahan Konsentrat Protein Ikan Nila Terhadap Karakteristik Kimia Dan Organoleptik Biskuit Reni Rahmi Afriani; Nia Kurniawati; Iis Rostini
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula dan mempelajari penambahan konsentrat protein ikan nila (KPI) terhadap karakteristik kimia dan organoleptik biskuit. Penelitian ini telah dilaksanakan pada Bulan Agustus sampai September 2015 di Laboratorium Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Laboratorium Jasa Uji Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan lima perlakuan penambahan konsentrat protein ikan nila yaitu 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% berdasarkan berat tepung terigu. Parameter yang diamati dalam penelitian yaitu rendemen KPI, kadar air, kadar protein, uji kekerasan (kerenyahan), dan karakteristik organoleptik (uji hedonik) yang meliputi kenampakan, aroma, rasa, dan tekstur biskuit. Berdasarkan hasil penelitian terhadap tingkat kesukaan biskuit KPI dapat disimpulkan bahwa penambahan konsentrat protein ikan nila (KPI) untuk semua perlakuan disukai panelis, akan tetapi perlakuan penambahan KPI 5% mempunyai nilai alternatif (7,46) lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya dengan kadar air sebesar 3,22%, kadar protein sebesar 11,09% dan kekerasan sebesar 1207,89(gf/cm2).
Selektivitas Alat Tangkap Purse Seine Di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke Jakarta Azlhimsyah Rambun P; Sunarto Sunarto; Isni Nurruhwati
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat tangkap purse seine adalah alat tangkap terbanyak kedua yang digunakan nelayan di PPI Muara Angke setelah alat tangkap bouke ami. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat selektivitas alat tangkap purse seine berdasarkan hasil tangkapannya. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan survey di PPI Muara Angke Jakarta dari 10 Mei - 1 Juni 2016. Data hasil tangkapan ikan dikumpulan dari 4 unit alat tangkap purse seine dengan masing - masing alat tangkap 1 kali trip. Analisis data meliputi komposisi jenis hasil tangkapan dan ukuran panjang cagak pertama matang gonad hasil tangkapan utama. Hasil Penelitian menunjukan bahwa alat tangkap purse seine menangkap sebanyak 14 spesies dengan jumlah total hasil tangkapan 75.945 ekor dengan bobot 9.092 kg.  Komposisi hasil tangkapan sampingan lebih mendominasi yaitu sebesar 78,7% dibanding hasil tangkapan utama 21,3%. Panjang cagak ikan tangkapan utama yang telah mencapai ukuran matang gonad mencapai 50,1% dari total seluruh ikan yang diukur. Secara umum, dengan melihat faktor yang digunakan untuk mengukur tingkat selektivitas alat tangkap, purse seine tergolong alat tangkap yang memiliki tingkat selektivitas yang rendah.
PERUBAHAN GARIS PANTAI AKIBAT KERUSAKAN HUTAN MANGROVE DI KECAMATAN BLANAKAN DAN KECAMATAN LEGONKULON, KABUPATEN SUBANG Dida Soraya; Otong Suhara Djunaedi; Ankiq Taofiqurohman
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan pesisir adalah suatu kawasan yang labil dan mudah mengalami perubahan, karena merupakan tempat bertemunya daratan dan lautan, dimana garis pertemuan itu dinamakan garis pantai. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan  program ArcGIS dari data citra Landsat 7 ETM+ dan data luasan mangrove tahun 1996, 2002 dan 2011. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar perubahan garis pantai yang terjadi di kecamatan Blanakan dan kecamatan Legon kulon, serta pengaruh ekosistem hutan mangrove terhadap perubahan garis pantai yang terjadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah overlay garis pantai dari data citra Landsat 7 ETM+ tahun 1996, 2002 dan 2011, penelitian lapangan serta metode analisis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan regresi linear untuk mengetahu hubungan antara penurunan luasan mangrove dengan perubahan garis pantai. Hasil dari penelitian ini menunjukkan sebagian besar kecamatan Blanakan mengalami akresi dengan rata-rata nilai perubahan garis pantainya sejauh 360.57 meter selama kurun waktu 15 tahun, sedangkan sebagian besar kecamatan Legonkulon mengalami abrasi dengan nilai rata-rata perubahan garis pantainya sejauh 350.18 meter. Pengaruh kerusakan hutan mangrove terhadap perubahan garis pantai yang terjadi di kecamatan Blanakan adalah sebesar 41% sedangkan di kecamatan Legonkulon sebesar 68%.