cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Perikanan Kelautan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Identifikasi Lamun Di Perairan Pulau Panjang Dan Perairan Pantai Sancang Menggunakan Primer rbcL Dan matK Yuanita Prastika Wuri; Mochamad Untung Karunia Agung; Titin Herawati
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Barkoding merupakan cara mengidentifikasi spesies pada tingkat gen berdasarkan susunan nukleotida masing-masing spesies. Polimerasi DNA hanya dapat dilakukan jika tersedia molekul primer. Dua gen di kloroplas, gen rbcL dan matK telah disepakati sebagai daerah barkode untuk mengidentifikasi tumbuhan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi lamun secara molekuler dan mengetahui efektifitas primer yang digunakan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga September 2015, terdiri dari pengambilan sampel, isolasi DNA, dan PCR. Identifikasi morfologi menunjukkan lamun yang berada di Pantai Sancang diduga spesies Cymodocea rotundata dan Thalassia hemrprichii. Sedangkan lamun yang berada di Pulau Panjang diduga spesies Cymodocea serrulata dan Enhalus acoroides. DNA keempat sampel lamun berhasil diisolasi menggunakan metode CTAB dengan hasil kemurnian genom menggunakan spektrofotometer menunjukkan semua sampel memiliki rasio dibawah 1,8, yaitu untuk sampel YPW01 sebesar 1,369; YPW02 sebesar 1,192; YPW03 sebesar 1,397; dan YPW04 sebesar 1,267. Namun keempat tidak dapat teramplifikasi dengan primer rbcL maupun matK. Hal ini diduga karena kondisi kualitas genom yang kurang baik atau kemungkinan tidak komplemen antara sekuen pimer dengan DNA target genom akibat mutasi.
EFEKTIVITAS PENAMBAHAN Bacillus sp. HASIL ISOLASI DARI SALURAN PENCERNAAN IKAN PATIN PADA PAKAN KOMERSIAL TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN BENIH IKAN NILA MERAH (Oreochromis niloticus) Ryan Anggriani; Iskandar -; Ankiq Taofiqurohman
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis penambahan Bacillus sp. hasil isolasi dari saluran pencernaan ikan patin sebagai probiotik pada pakan komersial untuk meningkatkan kelangsungan hidup dan benih ikan nila merah (Oreochromis niloticus). Penelitian dilaksanakan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah perbedaan dosis penambahan Bacillus sp. yang terdiri dari perlakuan tanpa penambahan Bacillus sp., perlakuan dengan penambahan Bacillus sp. sebanyak 500 ml/kg pakan, 1000 ml/kg pakan, 1500 ml/kg pakan dan 2000 ml/kg pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Bacillus sp. hasil isolasi dari saluran pencernaan ikan patin  pada pakan buatan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup, efisiensi pakan dan laju pertumbuhan ikan nila merah. Penambahan Bacillus sp. dengan dosis sebesar 1000 ml/kg pakan menghasilkan tingkat kelangsungan hidup sebesar 70%, efisiensi pakan tertinggi sebesar 116,60% dan laju pertumbuhan tertinggi sebesar 2,92%.   Kata kunci: Bacillus sp., efisiensi pakan, ikan nila merah, kelangsungan hidup, pakan komersial,  pertumbuhan.
Analisis Kekerabatan Genetik Hibrid Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) dan Ikan Mas (Cyprinus carprio L) Mengunakan PCR-RAPD Gilang Kesuma Mulyadi; Ibnu Dwi Buwono; Ujang Subhan
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Perikanan dan Kelautan Unpad
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kekerabatan generasi kedua hasil persilangan ikan mas (Cyprinus carprio) dan hibrid ikan nilem (Osteochilus hasselti) terhadap induknya dengan metode PCR-RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA – Polymerase Chain Reaction) menggunakan Primer jenis Operon, OPA-3 dan OPA-11. Metode penelitian dilakukasn secara ekploratif dan  dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil dari penggunaan primer OPA-11 memunculkan pita lebih banyak jika dibandingkan dengan OPA-3. indeks kekerabatan generasi keduanya sangat beragam, hasil persilangan hibrid ikan nilem jantan dengan ikan mas betina sebesar 70,5% mengarah kepada ikan mas. Hasil persilangan hibrid ikan nilem jantan dengan ikan nilem betina  memilki nilai kekerabatan sebesar 26% mengarah kepada hibrid ikan nilem. Fenotip yang dimunculkan dari generasi kedua ini mengarah pada indukan betina  seperti persilangan hibrid ikan nilem jantan dengan ikan mas betina lebih menyerupai ikan mas dibandingkan ikan nilem. Sedangkan Hasil persilangan hibrid ikan nilem jantan dengan ikan nilem betina menyerupai ikan nilem.
Pemanfaatan Bungkil Kacang Tanah Dalam Pakan Ikan Terhadap Laju Pertumbuhan Ikan Nila (Orechromis niloticus) Tri Puspita; Yuli Andriani; Herman Hamdani
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 6, No 2(1) (2015): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase bungkil kacang tanah terbaik yang dapat memberikan nilai laju pertumbuhan dan efisiensi pakan tertinggi pada ikan nila. Penelitian dilaksanakan dari bulan April sampai dengan bulan Mei 2015 di Laboratorium Akuakultur Gedung 4 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Pakan diformulasikan pada persentase penggunaan 0%, 5%, 10%, 15% dan 20%. Parameter yang diamati  adalah tingkat  kelangsungan hidup, laju  pertumbuhan harian, efisiensi  pakan dan  kualitas air.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bungkil kacang tanah dalam pakan dapat digunakan hingga taraf 20% dengan nilai laju pertumbuhan yang terbaik yaitu 0,7% dan efisiensi pakan 16,76%.
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK SUBSTRAT DENGAN STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTHOS DI SUNGAI CANTIGI, KABUPATEN INDRAMAYU Yunitawati -; Sunarto -; Zahidah Hasan
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara karakteristik substrat dengan struktur komunitas makrozoobenthos di Sungai Cantigi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Penelitian menggunakan metode survei dan analisis data menggunakan metode deskriptif komparatif. Penetuan lokasi pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive random sampling. Hasil penelitian didapatkan 34 jenis makrozoobenthos yang dikelompokkan ke dalam tujuh kelas yaitu Gastropoda, Bivalvia, Oligochaeta, Insecta, Crustacea, Hirudinea, dan Amphibia. Kepadatan berkisar antara 1833,33-61000 individu/m2. Tingkat keanekaragaman tergolong rendah sampai sedang, berkisar antara 0-2,0262. Nilai Indeks Kesamaan Sorensen tertinggi di Sungai Cantigi, Kabupaten Indramayu terdapat pada stasiun I dan stasiun II sebesar 76,05%. Karakteristik tipe substrat pada semua stasiun hampir sama yaitu lempung berdebu. Pada stasiun I, II, dan III memiliki karakteristik kimiawi substrat yang hampir sama, sedangkan pada stasiun IV terdapat perbedaan.   Kata Kunci :  karakteristik substrat, struktur komunitas makrozoobenthos, sungai cantigi.
Pengaruh Pemberian C/N Rasio Berbeda Terhadap Pembentukan Bioflok Dan Pertumbuhan Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Muhamad Wijaya; Rita Rostika; Yuli Andriani
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan sistem bioflok dengan rasio C/N berbeda terhadap rasio konversi pakan, pertumbuhan dan kelangsungan hidup lele, menentukan jenis rasio C/N yang menghasilkan rasio konversi pakan dan pertumbuhan lele terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diujikan adalah penambahan karbon molase dalam media bioflok dengan rasio A C/N 12 (molase), B C/N 18 (molase), C C/N 24(molase) dan D C/N 30 (molase). Benih lele dengan bobot rata-rata individu sebesar 5,98 ± 6,64 g. Lele dipelihara pada aquarium dengan volume 25 L selama 30 hari dan pemberian pakan 5% dari berat biomassa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh rasio C/N berbeda terhadap rasio konversi pakan dan pertumbuhan benih lele (Clarias sp.) namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap rasio konversi pakan (Clarias sp.) dalam media bioflok. Rasio C/N yang terbaik menghasilkan pertumbuhan dan rasio konversi pakan yaitu C/N 12. Laju pertumbuhan spesifik yang dicapai pada perlakuan A, B, D dan C berturut-turut adalah 4,40; 4,07; 4,04, dan 3,88%. Nilai FCR yang dicapai adalah 0,89; 0,92; 0,98 dan 1,02. Nilai kelangsungan hidup lele berkisar antara 45-90%. Penelitian ini membuktikan bahwa pengaruh rasio C/N berbeda dalam media bioflok dapat meningkatkan biomassa sel bakteri yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan tambahan bernutrisi. Penelitian ini membuktikan bahwa rasio C/N yang berbeda tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap rasio konversi pakan dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertumbuhan lele dalam media bioflok.
PENGARUH DOSIS MIKROORGANISME PROBIOTIK PADA MEDIA PEMELIHARAAN TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN BENIH MAS KOKI (Carassius auratus) DENGAN PADAT PENEBARAN BERBEDA Gitarani Beauty; Ayi Yustiati; Roffi Grandiosa
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis mikroorganisme probiotik dan padat tebar yang tepat pada media pemeliharaan sehingga dapat meningkatkan kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih mas koki. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial terdiri dari dua faktor. Parameter yang diamati yaitu kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan kualitas air. Analisis data tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan dilakukan dengan menggunakan uji F dengan taraf kepercayaan 95%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan probiotik EM4 pada media pemeliharaan dengan dosis 0,5 ml/L dengan kepadatan 2 ekor/L menghasilkan kelangsungan hidup sebesar 80,56 % sedangkan pertumbuhan bobot dan panjang tertinggi dengan dosis 1 ml/L dengan kepadatan 1 ekor/L sebesar 4,58 gr dan 1,62 cm. Kata kunci : kelangsungan hidup, mas koki, padat penebaran, pertumbuhan, probiotik
Analisis Optimasi Faktor-Faktor Produksi dan Pendapatan Usaha Budidaya Udang Windu Di Kecamatan Cilebar Kabupaten Karawang Laura Febrina; Asep Agus Handaka Suryana; Indah Riyantini
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keragaan usaha dan optimasi penggunaan faktor produksi pada budidaya udang windu di kecamatan cilebar. Sampel sujumlah 36 petani diambil dengan metode purposive dari dua desa yaitu pusakajaya utara dan pusakajaya selatan. Data dianalisis menggunakan linear programing. Hasil analisis menunjukkan bahwa produksi rata-rata 743,32 kg/ha di Pusakajaya Selatan dan 765.75 kg/ha di pusakajaya Utara.  R/C ratio adalah 1,33 di Pusakajaya Selatan dan 1,28 Pusakajaya Utara. Keuntungan aktual (Rp 52.525.730,01) masih lebih rendah dibandingkan keuntungan optimal (Rp 79.608.620). Faktor produksi yang penggunaannya melebihi optimal untuk mencapai keuntungan optimal adalah pakan (Rp 4.340.565), benih (Rp 284.304,78), pupuk (Rp 18.343,06) , tenaga kerja (Rp 753.013,44), obat (Rp 115.671,16), dan listrik (Rp 722.946,56). Hanya ada satu fatkor produksi yang belum optimal yaitu kapur.
Fortifikasi Protein Surimi Manyung Terhadap Tingkat Kesukaan Donat Fadly Pratama Widjaya; Evi Liviawaty; Nia Kurniawati
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 6, No 2(1) (2015): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase penambahan surimi manyung pada donat yang paling disukai panelis. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2014 di Laboratorium Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran serta uji kimia dilakukan di Laboratorium Nutrisi Ruminansia Dan Kimia Makanan Ternak Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Tingkat penerimaan terhadap donat dianalisis dengan metode statistik non parametrik Friedman yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% serta 20 panelis semi terlatih sebagai ulangan. Parameter yang diamati adalah Uji  kimia (kadar protein dan  kadar  air surimi serta donat  untuk perlakuan kontrol dan paling disukai), uji hedonik (uji kesukaan) berdasarkan karakteristik organoleptik yang meliputi kenampakan, aroma, rasa, tekstur dan uji fisik (pengembangan) pada donat. Berdasarkan hasil penelitian terhadap tingkat kesukaan donat dapat disimpulkan bahwa penambahan surimi manyung pada donat untuk semua perlakuan disukai panelis, akan tetapi perlakuan penambahan surimi manyung 20% menghasilkan donat yang paling disukai dibandingkan perlakuan lainnya, dengan nilai alternatif yaitu 8,16, kadar air 25,35% dengan kandungan protein sebesar 3492,5 mg/ 25 g donat. Kata Kunci : donat, surimi manyung, tingkat kesukaan
PENGARUH KEPADATAN TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN BENIH KERAPU BEBEK (Cromileptes altivelis) PADA PENDEDERAN KEDUA Tegar Al Gafhani; Iskandar -; Sri Astuty
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan di Balai Budidaya Air Payau (BBAP) Situbondo, dari tanggal 7 Mei sampai 22 Juni 2012. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepadatan benih kerapu bebek (Cromileptes altivelis) yang menghasilkan tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan tertinggi pada pendederan kedua. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, masing-masing perlakuan tiga ulangan. Kepadatan benih yang di uji adalah 1 ekor L-1, 3 ekor L-1, 5 ekor L-1 dan 7 ekor L-1 . Parameter yang diamati adalah kelangsungan hidup, panjang mutlak, bobot mutlak dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan benih 1 ekor L-1 adalah kepadatan terbaik karena menghasilkan kelangsungan hidup 95,55 ± 0,90 %, pertumbuhan panjang mutlak 3,88 ± 0,35 cm dan bobot mutlak 4,89 ± 0,56 g yang tertinggi. Kepadatan benih 3 ekor L-1  masih dalam daya dukung dari wadah dan media pemeliharaan.

Page 10 of 27 | Total Record : 263