cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Perikanan Kelautan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON DI SUNGAI CITARUM HULU JAWA BARAT Adie Wijaya Putra; Zahidah Hasan
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas plankton serta melihat hubungannya dengan tata guna lahan dan diharapkan dapat memberikan informasi tentang keberadaan plankton sebagai bagian dari upaya pemantauan kualitas lingkungan di Sungai Citarum Hulu. Metode yang dipergunakan yaitu metode purposive sampling dengan menetapkan 8 stasiun, serta 6 kali waktu sampling secara time series setiap 1 minggu sekali yang dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Juli 2012. Komunitas plankton di Sungai Citarum Hulu terdiri dari 5 kelas fitoplankton dan 3 kelas zooplankton. Kelimpahan terbesar dari fitoplankton adalah dari kelas Bacillariophyceae (13 individu L-1), sedangkan dari zooplankton adalah kelas Crustacea  (19 individu L-1). Kisaran nilai indeks diversitas Simpsons untuk fitoplankton  0,18 – 0,90 dan  0,15 – 0,87 untuk zooplankton. Tata guna lahan di DAS Citarum Hulu sangat berpengaruh terhadap struktur komunitas plankton. Spesies defisit yang meningkat di stasiun 2 dengan nilai -44 menunjukkan perairan belum tercemar tetapi di stasiun 3 sampai stasiun 8 pada kisaran 0 – 63 menunjukkan jumlah genus yang ditemukan berkurang diduga akibat gangguan dari beban cemaran yang masuk ke badan perairan.
Fortifikasi Tepung Cangkang Udang sebagai SUmber Kalsium Terhadap Tingkat Kesukaan Cone Es Krim Azhari Jaya Permana; Evi Liviawaty; Iskandar -
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fortifikasi tepung cangkang udang sebagai sumber kalsium terhadap tingkat kesukaan cone es krim.  Metode Penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental, dengan perlakuan penambahan tepung cangkang udang yang berbeda-beda yaitu 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10% terhadap tepung tapioka dalam adonan.  Parameter yang diamati terdiri dari rendemen tepung cangkang udang, derajat pengembangan, dan ketahanan cone terhadap es krim, tingkat kesukaan panelis terdiri dari karakteristik organoleptik kenampakan, aroma, rasa, dan tekstur. Karakteristik organoleptik diuji dengan uji Friedman kemudian dilanjutkan dengan uji Bayes untuk mengetahui cone dengan penambahan tepung cangkang udang mana yang terbaik, serta kimia (kadar kalsium) cone diuji secara duplo. Berdasarkan hasil Penelitian, didapatkan bahwa fortifikasi tepung cangkang udang sampai dengan 10% pada cone es krim masih disukai oleh panelis, namun berdasarkan uji Bayes perlakuan 5% mempunyai nilai alternatif lebih tinggi dibanding dengan perlakuan lainnya yaitu 6,49, dengan derajat pengembangan 8,82%, ketahanan cone terhadap es krim selama 27 menit, dan kandungan kalsium sebesar 62 mg.
PENGKAYAAN PROTEIN DARI SURIMI LELE DUMBO PADA BROWNIES TERHADAP TINGKAT KESUKAAN Nur Fajrie Machmud; Nia Kurniawati; Kiki Haetami
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase hasil pengkayaan protein dari surimi lele dumbo pada brownies yang paling disukai oleh panelis. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2012 di Laboratorium Teknologi Industri Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran dan analisis kadar protein dilakukan di Laboratorium Nutrisi Ternak Ruminansia dan Kimia Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Penelitian menggunakan metode eksperimental yang terdiri dari lima perlakuan yaitu penambahan surimi sebesar 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%. Variabel yang diamati adalah karakteristik fisik (tingkat pengembangan dan susut bobot), organoleptik (kenampakan, aroma, rasa dan tekstur) dan kadar protein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brownies dengan penambahan surimi lele dumbo sebesar 10% adalah yang paling disukai oleh panelis. Nilai rata-rata uji kesukaan (hedonik) brownies dengan penambahan surimi lele dumbo sebesar 10%  terhadap kenampakan  6,90; aroma 7,53; rasa 7,40 dan tekstur 7,53. Perlakuan penambahan surimi 10% memiliki  nilai alternatif tertinggi di antara perlakuan lainnya yaitu sebesar 7,708. Kandungan protein yang dimiliki cukup tinggi sebesar 11,53% dibandingkan dengan tanpa penambahan surimi sebesar 8,38%. kata kunci : Brownies, Ikan Lele Dumbo, Surimi
ANALISIS PEMASARAN IKAN NEON TETRA (Paracheirodon innesi) STUDI KASUS DI KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN CURUG JAYA II (KECAMATAN BOJONGSARI, KOTA DEPOK JAWA BARAT) Elvira Avianti; Atikah Nurhayati; Asep Agus Handaka
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Perikanan dan Kelautan Unpad
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran pemasaran ikan Neon Tetra (Paracheirodon innesi) dan menganalisis tingkat efisiensi pemasaran ikan Neon Tetra (Paracheirodon innesi) di Kelompok Pembudidaya Ikan Curug Jaya II Kecamatan Bojongsari, Kota Depok Jawa Barat. Penelitian ini dimulai pada bulan Maret 2016 hingga Januari 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sensus untuk responden pembudidaya dan teknik snowball sampling yaitu dengan cara menggunakan rekomendasi dari pembudidaya tersebut untuk menentukan responden di tiap lembaga pemasaran sehingga jumlah responden keseluruhan adalah 21 orang. Analisis data yang dilakukan meliputi analisis saluran pemasaran dan analisis efisiensi pemasaran diantaranya analisis margin pemasaran, market share, dan farmer’s share. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat saluran pemasaran di Pokdakan Curug Jaya II. Saluran pemasaran yang paling efisien ada pada saluran I dengan nilai BCR tertinggi 2.39 serta nilai farmer’s share 24.11%.
INTENSITAS DAN PREVALENSI EKTOPARASIT PADA IKAN BANDENG (Chanos chanos) DALAM KARAMBA JARING APUNG (KJA) DI WADUK CIRATA KABUPATEN CIANJUR JAWA BARAT Yazid Alfa Riko; Rosidah -; Titin Herawati
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, intensitas dan prevalensi ektoparasit pada ikan bandeng yang dibudidayakan dalam Karamba Jaring Apung (KJA) di Waduk Cirata Kabupaten Cianjur Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Sampel diambil berdasarkan ukuran yaitu ukuran kecil (8-13 cm) sebanyak 35 ekor dan ukuran besar (20-27 cm) sebanyak 35 ekor dengan tiga kali pengambilan setiap ukurannya. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Dari hasil penelitian ditemukan empat jenis ektoparasit pada ikan bandeng ukuran kecil yaitu Trichodina sp. (86,41 %), Trichodinella sp. (0,15 %), Chilodonella sp. (3,97 %), dan I. multifiliis  (9,48 %), sedangkan pada ikan bandeng ukuran besar ditemukan enam jenis ektoparasit yaitu Trichodina sp. (94,68 %), Trichodinella sp. (0,04 %), Chilodonella sp. (1,88 %), I. multifiliis  (3,36 %), Apiosoma sp. (0,01 %), dan Dactylogyrus sp. (0,03 %). Intensitas dan prevalensi tertinggi terdapat pada ikan bandeng berukuran besar yaitu 99 individu/ekor ikan dan 93,33 %. Intensitas dan prevalensi ektoparasit tertinggi ditemukan pada ikan bandeng ukuran besar yaitu Trichodina sp. sebesar 94 individu/ekor ikan dengan prevalensi 74,28 %. Semakin besar ukuran ikan, intensitas dan prevalensi ektoparasit yang menyerang ikan bandeng cenderung meningkat.
IDENTIFIKASI KERUSAKAN DAN UPAYA REHABILITASI EKOSISTEM MANGROVE DI PANTAI UTARA KABUPATEN SUBANG Riny Novianty; Sukaya Sastrawibawa; Donny Juliandri Prihadi
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 3. No. 1, Maret 2012
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerusakan mangrove, mengetahui faktor kerusakan mangrove dan membuat strategi upaya rehabilitasi ekosistem mangrove di Pantai Utara Kabupaten Subang dengan menggunakan analisis SWOT. Metode yang digunakan adalah metode garis berpetak (jalur berpetak) dengan satu buah jalur untuk tiap desa penelitian dengan ukuran 10 m x 60 m dengan arah tegak lurus tepi laut. Untuk mengetahui faktor penyebab kerusakan mangrove dilakukan dengan metode purposive sampling melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan kriteria baku kerusakan mangrove Kepmen LH. No. 201 Tahun 2004, kondisi hutan mangrove di Pantai Utara Kabupaten Subang termasuk dalam kriteria rusak (sedang dan jarang). Faktor kerusakan disebabkan oleh alam dan manusia. Prioritas utama dalam memperbaiki kerusakan dan upaya rehabilitasi mangrove di Pantai Utara Kabupaten Subang adalah menjalin kerjasama yang sinergis antara pelaksanaan program pemerintah dengan keinginan masyarakat lokal melalui revitalisasi kawasan pesisir akibat abrasi dengan cara penanaman kembali pohon mangrove. Pola rehabilitasi yang digunakan untuk mangrove dalam kriteria rusak (sedang) menggunakan pola empang parit dan mangrove dalam kriteria rusak berat (jarang) menggunakan pola green belt.
KONTRIBUSI EKONOMI PRODUKTIF WANITA NELAYAN TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA NELAYAN DI PANGANDARAN, KABUPATEN CIAMIS Trie Utami Akbarini; Iwang Gumilar; Roffi Grandiosa
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis rata-rata kontribusi wanita nelayan terhadap pendapatan keluarga nelayan, rata rata curahan waktu kerja wanita nelayan untuk aktivitas produktif, aktivitas domestik, dan aktivitas sosial, serta  sejauh mana peran istri nelayan dalam pengambil keputusan. Metode pengamatan yang digunakan adalah metode studi kasus dengan responden adalah istri nelayan. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dari sample yang dipilih secara terpilih (purposive sampling). Kemudian data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istri nelayan  memberikan kontribusi cukup besar terhadap keluarga nelayan sebanyak 31,32%. Curahan waktu kerja tertinggi pada aktivitas produktif ekonomi sekitar 9 jam.  Pengambilan keputusan rumah tangga dilakukan secara demokratis dengan didominasi oleh istri nelayan pada pengambilan keputusan dalam hal kebutuhan pangan yaitu sebesar 90% dari tingkat keputusan dan pembelian alat rumah tangga sebesar 100% dari tingkat keputusan. kata kunci : curahan waktu kerja, kontribusi, pendapatan, wanita nelayan,
STUDI KELAYAKAN ZONA INTI EKOSISTEM TERUMBU KARANG DI PERAIRAN KECAMATAN SELAT NASIK, KABUPATEN BELITUNG Miftahudin .; Syawaludin Alisyahbana Harahap; Indah Riyantini; Donny Juliandri Prihadi
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Perikanan dan Kelautan Unpad
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi ekosistem terumbu karang di Perairan Selat Nasik dan menganalisis kelayakan ekositem terumbu karang untuk dijadikan zona inti konservasi perairan laut di Kecamatan Selat Nasik Kabupaten Belitung. Penelitian ini dilaksakan pada  bulan Agustus-September 2016  di Pulau Piling dan Pulau Kera Kecamatan Selat Nasik Kabupaten Belitung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi metode pemetaan partisipatif masyarakat dalam penentuan lokasi penelitian serta metode observasi untuk menganalisis kondisi ekosistem terumbu karang. Penentuan kesesuaian wilayah menggunkan metode penilaian data dan informasi, kriteria pertimbangan dan penentuan delineasi serta pengaturan kawasan konservasi dalam RZWP3K KKP 2014. Parameter yang diamati meliputi data sosial, data biofisik serta pertimbangan ekonomi.  Data hasil survey kemudian akan diolah menggunkan   softwere Microsoft excel 2010  untuk mendapatkan data atribut yang kemudian diolah kembali dengan menggunkan  softwere ArcGis 10.1 untuk menganalisis dan mengolah serta memodelkan kesesuaian secara spasial. Berdasarkan data penelitian terdapat dua kriteria kesesuaian yakni kriteria sesuai dan sangat sesuai.Pulau piling memiliki  area yang berkategori sesuai dengan luasan 10,45 Ha serta berkategori sangat sesuai dengan luasan  8,126 Ha. Sementara itu hasil pengamatan di Pulau Kera memiliki tingkat kesesuaian lebih baik dengan luasan 19,927 Ha area yang berkategori sesuai serta  45.92 Ha sangat sesuai. Luasan area di dua pulau tersebut  tersebut direkomendasikan sebagai zona inti ekosistem terumbu karang dalam wilayah konservasi perairan dengan total luas area rekomendasi di Perairan laut Selat Nasik sebesar  84,83 Ha.
BIOAKUMULASI LOGAM KROMIUM (CR) PADA INSANG, HATI, DAN DAGING IKAN YANG TERTANGKAP DI HULU SUNGAI CIMANUK KABUPATEN GARUT Deni Prastyo; Titin Herawati; Iskandar -
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada 2 Maret - 14 Mei 2016 dengan tujuan untuk mengetahui kandungan logam Cr pada insang, hati dan daging ikan yang tertangkap di  hulu Sungai Cimanuk, Kabupaten Garut serta untuk mengetahui kemampuan ikan dalam mengakumulasi logam Cr. Metode Penelitian yang digunakan ialah dengan metode survei, yaitu melakukan sampel air dan ikan yang diambil dari 4 stasiun secara Purposive sampling kemudian diamati kandungan kromium di Laboratorium Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PPSDAL) Unpad. Pengambilan sampel ikan dilakukan secara proporsional berdasarkan tingkat trofik level ikan dan kelimpahannya di alam. Pada masing-masing stasiun diambil 2 jenis ikan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa jenis ikan yang tertangkap selama penelitian sebanyak 6 spesies yang terdiri dari : Mas (Cyprinus Carpio), Paray (Rasbora argyrotaenia), Lele (Clarias gariepenus), Gabus (Opiocephalus striatus), Sapu (Hyposarcus pardalis) dan Berod (Macronathus maeveatus). Hasil Uji kandungan logam Cr pada organ insang, hati, dan daging ikan yang tertangkap secara umum masih dibawah ambang batas, kecuali pada organ insang dan hati ikan Gabus, dimana kadarnya telah melebihi ambang batas yang telah ditentukan. Kemampuan organ ikan dalam mengakumulasi logam Cr (Bioconcentration Factor)  tergolong sifat akumulatif rendah. Kata kunci : Bioconcentration factor, Ikan, Kromium, Sungai Cimanuk
STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON DI SITU GEDE KECAMATAN MANGKUBUMI KOTA TASIKMALAYA, JAWA BARAT Gilang Kodrat Hikmatullah; Zahidah Hasan; Ayi Yustiati
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 3 September 2011 sampai dengan 8 Oktober 2011. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas plankton di perairan Situ Gede dihubungkan dengan beberapa parameter kualitas airnya dan diharapkan dapat memberikan informasi serta menjadi pertimbangan untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam pengelolaan dan pemanfaatan terutama oleh pihak-pihak terkait di Situ Gede Kota Tasikmalaya Jawa Barat.   Hasil penelitian ini menunjukkan plankton di Situ Gede terdiri dari kedalam 8 kelas diantaranya 5 kelas fitoplankton dan 3 kelas zooplankton. Kelas fitoplankton terdiri dari kelas Bacillariophyceae, Cyanophyceae, Chlorophyceae, Euglenophyceae dan Myxophyceae. Zooplankton terdiri dari kelas Crustaceae, Rhizopoda dan Rotifera. Kegiatan yang ada di Situ Gede sangat mempengaruhi kualitas air yang terdapat di Situ Gede. Nilai indeks keanekaragaman Simpsons fitoplankton adalah 0,76 sampai 0,84, sedangkan zooplankton adalah 0,71 sampai 0,87. Nilai biomassa fitoplankton di Situ Gede saat itu adalah sebesar 17632,71 µg/L. Hal ini menunjukkan ketersediaan pakan alami di Situ Gede dikategorikan cukup baik.   Kata kunci : Struktur komunitas, Plankton, Situ Gede, Kota Tasikmalaya.