cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Perikanan Kelautan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
HUBUNGAN PERUBAHAN GARIS PANTAI TERHADAP HABITAT BERTELUR PENYU HIJAU (Chelonia mydas) DI PANTAI PANGUMBAHAN UJUNG GENTENG, KABUPATEN SUKABUMI Rina Agustina Panjaitan; Iskandar -
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai hubungan perubahan garis pantai terhadap habitat bertelur penyu hijau (Chelonia mydas) di Pantai Pangumbahan, Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi memiliki tujuan untuk melihat hubungan perubahan garis pantai di Pantai Pangumbahan terhadap habitat bertelur Chelonia mydas serta pengaruh abrasi yang menyebabkan perubahan garis pantai di Pantai Pangumbahan. Metode yang digunakan yaitu metode observasi dan survei, pengolahan data dilakukan dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Pantai Pangumbahan yang merupakan habitat bertelur penyu hijau (Chelonia mydas) sebagian besar telah terkena abrasi yaitu sepanjang 1.568,4 meter atau sebesar 80,91% dari total panjang garis Pantai Pangumbahan yaitu 3.761 meter selama 21 tahun dari tahun 1989 sampai tahun 2010. Dari 6 stasiun pengamatan, didapatkan hasil bahwa stasiun 1 dan stasiun 6 dianggap tidak cocok lagi sebagai habitat bertelur penyu hijau dikarenakan lebar dan kemiringannya tidak sesuai.   Kata Kunci : Garis Pantai, Chelonia mydas, Pantai Pangumbahan
PENDUGAAN UMUR SIMPAN MENGGUNAKAN METODE ACCELERATED SHELF LIFE TEST (ASLT) MODEL ARRHENIUS PADA FRUIT NORI Muhammad Rizqi Hasany; Eddy Afrianto; Rusky Intan Pratama
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Perikanan dan Kelautan Unpad
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pengolahan Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk menentukan umur simpan Fruit Nori dengan menggunakan metode Accelerated Shelf Life Test (ASLT) Model Arrhenius baik yang menggunakan kemasan maupun yang tidak menggunakan kemasan. Menentukan umur simpan dengan menggunakan Accelerated Shelf Life Test (ASLT) dilakukan dengan mempercepat proses degradasi atau reaksi dalam percobaan yaitu meningkatkan suhu penyimpanan pada beberapa suhu di atas suhu kamar, sehingga mempercepat umur simpan analisis waktu. Metode ASLT yang digunakan dalam menentukan masa kadaluwarsanya Fruit Nori dengan menggunakan parameter kadar air dan uji sensoris. Fruit Nori disimpan selama 20 hari, pada suhu 25 OC, 35 OC dan 45 OC. Hasil perhitungan model Arrhenius dipilih parameter tekstur sebagai parameter kritis untuk menentukan umur simpan Fruit Nori. Hasil penelitian menunjukan nilai R2 terbesar digunakan untuk penentuan umur simpan produk yaitu parameter kesukaan tekstur baik produk yang menggunakan kemasan maupun tanpa kemasan (reaksi orde nol) dengan persamaan Arrhenius Ln K = -290,1 (1/T)  – 0,687 dengan nilai R2 sebesar 0.999 pada produk yang dikemas dan persamaan Arrhenius Ln K = -612,2 (1/T) – 0,099 dengan nilai R2 sebesar 1 pada produk yang tidak dikemas. Umur simpan Fruit Nori jika disimpan pada suhu ruang (25 OC) adalah 31 hari 13 jam 40 menit 48 detik pada produk yang dikemas dan 51 hari 16 jam 33 menit 36 detik pada produk yang tidak dikemas
Pengaruh Pemberian 17α Metiltestosteron Secara Oral Terhadap Maskulinisasi Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) Menggunakan Jantan Fungsional Syaripudin Nur; Ayi Yustiati; Sriati -
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 6, No 2(1) (2015): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi optimum hormon 17α- Metiltestosteron (MT) secara oral terhadap maskulinisasi ikan nilem yang menghasilkan persentase jantan terbanyak. Induk ikan diperoleh dari hasil penelitian sebelumnya pada bulan Februari 2015. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) empat perlakuan dan  tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan persentase kelamin jantan yang dihasilkan. Pada konsentrasi MT 30 mg/kg pakan menghasilkan persentase kelamin jantan sebesar 73,33% lebih besar di bandingkan dengan kontrol 25,56%, 40 mg/kg pakan 63,33%, dan 50 mg/kg pakan sebesar 61,11%. Kata Kunci : Hormon 17α-Metiltestosteron, jantan fungsional, maskulinisasi, persentase jantan, Osteochilus hasselti.
Deteksi Perubahan Padang Lamun Menggunakan Teknologi Penginderaan Jauh Dan Kaitannya Dengan Kemampuan Menyimpan Karbon Di Perairan Teluk Banten Firman Setiawan; Syawaludin A. Harahap; Yuli Andriani; Andreas A. Hutahaean
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekosistem laut di Indonesia mempunyai potensi besar untuk menyerap CO2 sebagai gas utama penyebab pemanasan global yang berimplikasi pada terjadinya perubahan iklim salah satunya padang lamun. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi perubahan luasan dan klasifikasi lamun menggunakan teknologi penginderaan jauh serta mengkaitkannya dengan kemampuan menyimpan karbonnya di Perairan Teluk Banten. Pada penelitian ini dilakukan analisis perubahan lamun menggunakan data citra ALOS AVNIR-2 selama dua tahun (2008 dan 2010) dengan perbandingan ­post-classification. Algoritma yang digunakan pada pengolahan data adalah algoritma lyzenga sebagai koreksi kolom air. Berdasarkan hasil penelitian, luas ekosistem lamun pada peta hasil pengolahan data citra dengan nilai overall accuracy 57,69% untuk tahun 2008 mencapai 59,5 ha dan 46,8 ha untuk tahun 2010. Kondisi tutupan padang lamun di Perairan Teluk Banten untuk lokasi Pulau Panjang dan Tanjung Kepu masuk ke dalam kelompok status lamun “kurang rapat” sedangkan lokasi Pulau Kubur, Pamujan Besar, Pamujan Kecil dan Dermaga Bojonegara masuk ke dalam kelompok status lamun “jarang”. Untuk perubahannya mengalami penurunan luas area sekitar 2,9% atau 1,4 ha dimana tahun 2008 memiliki  area seluas 45,2 ha menjadi 43,8 ha pada tahun 2010. Keterkaitan simpanan karbon dengan luas area perubahan menunjukan bahwa adanya penurunan  potensi penyerapan dimana potensi penyerapan sebesar 0,0004 tonCha-1tahun-1 dari 0,0114 tonCha-1tahun-1 pada tahun 2008 menjadi 0,0110 pada tahun 2010.   Kata kunci : Lamun, Penginderaan Jauh, Karbon, Teluk Banten
Fortifikasi Tepung Tulang Julung-Julung Sebagai Sumber Kalsium Terhadap Tingkat Kesukaan Kerupuk Tabita Deborah; Eddy Afrianto; Rusky Intan Pratama
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

            Penelitian ini bertujuan untuk menentukan persentase penambahan tepung tulang julung-julung terhadap kerupuk yang paling disukai panelis. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Desember 2015 sampai Maret 2016 di Laboratorium Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran serta uji Kimia dilakukan di Laboratorium Jasa Uji Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan lima perlakuan imbangan tepung tulang julung-julung dengan tapioka, yaitu 0%:100%; 5%:95%; 10%:90%; 15%:85%; dan 20%:80% dengan 20 orang panelis semi terlatih sebagai ulangan. Parameter yang diamati adalah uji fisik (tingkat kemekaran), uji kimia (kadar air dan kalsium), dan uji hedonik (uji kesukaan) berdasarkan karakteristik organoleptik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung tulang julung-julung pada kerupuk untuk semua perlakuan masih disukai panelis, akan tetapi perlakuan 10% menghasilkan kerupuk yang lebih disukai dibandingkan perlakan lainnya, dengan nilai kesukaan terhadap kenampakan, aroma, rasa, dan tekstur masing-masing 8,2; 7,7; 8,3; dan 8,3; kadar air 9,0% dengan kandungan kalsium sebesar 0,62%.
TINGKAT KERAMAHAN LINGKUNGAN ALAT TANGKAP BAGAN DI PERAIRAN PALABUHANRATU, KABUPATEN SUKABUMI Lucky Kusuma Yuda; Dulmi’ad Iriana; Alexander M. A. Khan
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di perairan Teluk Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, dari bulan Maret sampai April 2012.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Penelitian ini menguji hasil tangkapan dalam 3 perlakuan yang diulang sebanyak 10 kali, yaitu 5 hari selama gelap bulan pertama dan 5 hari selama gelap bulan kedua. Parameter yang diamati adalah panjang total dan bobot ikan hasil tangkapan pada ikan selar (Selaroides leptolepis), ikan tembang (Sardinella fimbriata) dan ikan kembung (Rastrelliger spp).Secara keseluruhan total berat hasil tangkapan ikan utama lebih tinggi dari pada hasil tangkapan sampingan (by catch), namun persentase ikan yang tidak layak tangkap lebih tinggi dari pada ikan layak tangkap. Dengan demikian hasil tangkapan bagan termasuk kategori alat tangkap kurang ramah lingkungan.   Kata kunci : Bagan Apung, Keramahan Lingkungan, Perairan
Penggunaan Jenis Binder Terhadap Kualitas Fisik Pakan Udang Rheki Wulansari; Yuli Andriani; Kiki Haetami
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan jenis binder dengan dosis yang berbeda dalam pakan buatan terhadap durabilitas dan stabilitas. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini menggunakan lima perlakuan masing-masing perlakuan diulang sebanyak lima kali Perlakuan A: Pakan dengan pemberian binder berupa CMC sebanyak 5% (kontrol), Perlakuan B          : Pakan dengan pemberian binder berupa tepung tapioka sebanyak 5%, Perlakuan C: Pakan dengan pemberian binder berupa tepung tapioka sebanyak 10%, Perlakuan D: Perlakuan dengan pemberian binder berupa tepung rumput laut sebanyak 5%, Perlakuan E: Perlakuan dengan pemberian binder berupa tepung rumput laut sebanyak 10%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ketiga jenis binder pakan, memiliki nilai durabilitas dan stabilitas yang baik. Binder rumput laut pada dosis 10% menghasilkan nilai durabilitas dan stabilitas masing-masing sebanyak 94,44% dan 69,47%.
Efektivitas Ekstrak Biji Pepaya Mentah (Carica papaya L.) Dalam Pengobatan Benih Ikan Nila Yang Terinfeksi Bakteri Streptococcus agalactiae Dwi Indah Ristianti; Ike Rustikawati; Walim Lili
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 6, No 2(1) (2015): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi efektif dari ekstrak biji pepaya dalam pengobatan benih ikan nila yang terinfeksi bakteri Streptococcus agalactiae sehingga dapat meningkatkan kelangsungan hidup. Benih ikan nila yang digunakan berukuran ±8 cm. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah perendaman dengan ekstrak biji pepaya pada konsentrasi A (0 ppm), B (50 ppm), C (100 ppm), D (150 ppm), dan E (200 ppm). Parameter yang diamati adalah gejala klinis, proses pemulihan, kelangsungan hidup, dan kualitas air. Hasil pengamatan gejala klinis, proses pemulihan dan parameter kualitas air dianalisis secara deskriptif, sedangkan kelangsungan hidup benih ikan nila dianalisis dengan menggunakan uji F pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak biji pepaya pada konsentrasi 50 ppm dan 100 ppm dengan metode perendaman 48 jam efektif dalam pengobatan infeksi bakteri Streptococcus agalactiae pada benih ikan nila dan memberikan kelangsungan hidup sebesar 64,44% dan66,66%. Pemberian ekstrak biji pepaya pada konsentrasi 100 ppm memberikan tingkat pemulihan lebih cepat pada hari ke- 13 dan menunjukkan respon pakan yang lebih cepat pada hari ke-6. Konsentrasi optimum untuk pengobatan ikan nila yang terinfeksi bakteri Streptococcus agalctiae selama 48 jam dengan metode perendaman adalah sebesar 78 ppm dengan kelangsungan hidup sebesar 70%. Kata kunci: Benih Ikan Nila Sultana, Ekstrak Daun Kecubung, Streptocococcis.
PENGARUH EKSTRAK TEPUNG TESTIS SAPI DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA TERHADAP KEBERHASILAN MASKULINISASI IKAN NILA MERAH (Oreochromis sp.) Irmasari -; Iskandar -; Ujang Subhan
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian penggunaan Ekstrak Tepung Testis Sapi (ETTS) pada proses maskulinisasi ikan nila merah (Oreochromis sp.), telah dilakukan pada bulan Maret – Mei 2012, yang bertempat di Hatchery FPIK UNPAD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas Ekstrak Tepung Testis Sapi terhadap keberhasilan maskulinisasi larva ikan nila merah. Pada penelitian ini ETTS diberikan dengan cara perendaman terhadap larva ikan nila merah yang berumur 4 hari (fase diferensiasi sex) selama 8 jam. Konsentrasi ETTS yang digunakan yaitu perbandingan volume antara  ETTS dan Air. Perlakuan yang diberikan yaitu 0 ml/L, 1,5 ml/L, 3 ml/L, 4,5 ml/L dan 6 ml/L. Perendaman larva dilakukan pada stoples volume 5 liter dengan kepadatan 10 ekor/liter. Larva yang telah direndam ETTS dipelihara pada wadah akuarium  berukuran 40 x 30 x 30 cm3 dengan kepadatan awal 1ekor/liter, kemudian setelah 15 hari umur pemeliharaan larva kepadatan menjadi 2 ekor/liter. Hasil pengamatan menunjukan larva ikan nila merah berumur 4 hari dengan ekstrak tepung testis sapi (ETTS) sebanyak 3 ml/L menghasilkan ikan nila merah berkelamin jantan sebesar 69,07%.
Analisis Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) Pada Makrozoobenthos Di Kawasan Mangrove Desa Pusakajaya Utara Kecamatan Cilebar Karawang Ahmad Tidjani; Walim Lili; Mochamad Untung Kurnia Agung
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi logam timbal pada makrozoobenthos, di kawasan mangrove Desa Pusakajaya Utara Kecamatan Cilebar Kabupaten Karawang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Pengukuran kandungan logam berat pada air, sedimen dan makrozoobenthos dengan menggunakan metode potensiometrik. Makrozoobenthos di kawasan mangrove Desa Pusakajaya Utara yang teridentifikasi terdiri dari 5 genus yang seluruhnya tergolong dalam filum moluska dan kedalam kelas gastropoda. Kecuali 1 genus yang tergolong dalam filum arthropoda dan kedalam kelas malacostraca. Kelimpahan makrozoobenthos paling rendah berada di Stasiun 2 dengan kepadatan 171 individu/m2 dan kelimpahan tertinggi berada pada Stasiun 1 dengan kepadatan 236 individu/m2. Kandungan logam timbal pada makrozoobenthos berkisar antara 22,431 – 25,222 mg/kg secara umum lebih rendah dari kandungan logam timbal pada sedimen dengan kandungan logam timbal berkisar antara 31,897 – 36,689 mg/kg sementara kandungan logam timbal pada air berkisar antara 5,398 – 6,670 ppm.