cover
Contact Name
Wilson M.A. Therik
Contact Email
wilsontherik@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.kritis@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Kritis
ISSN : 02154765     EISSN : 25795651     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
KRITIS adalah Jurnal Studi Pembangunan Interdisiplin (Journal of Interdiciplinary Development Studies) yang isinya berkaitan dengan pembangunan sebagai proses multidimensional yang melibatkan reorientasi dan reorganisasi kemasyarakatan secara keseluruhan, yang mencakup penjaminan pilihan-pilihan kebutuhan hidup manusia, penegakan harga diri manusia, dan pembebasan dari penghambaan. KRITIS menerima artikel dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris, terbit dua kali dalam satu tahun (Juni dan Desember)..
Arjuna Subject : -
Articles 132 Documents
INTERPETASI MODERN TENTANG TEORI DAN FILOSOFIS PENELITIAN Elia Radianto
KRITIS Vol 32 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/kritis.v32i1p56-74

Abstract

In practice, scientific research methods are often based on assumptions that are guided by paradigms that describe a philosophical belief in guiding an action to overcome problems in research. Before the discovery of the mixed method, there was a quantitative method with a positivist paradigm (positivism) and a qualitative method with a post-positivist paradigm. However, in the development at the end of the 1980s until now, the mixed method has been widely used and seen as a new methodology that invites debate, especially related to philosophical, procedural development, and expansion to become different disciplines. Therefore, the author offers the Utilitarianism Paradigm – Elia Radianto Version (PU-VER), as a new paradigm that can be used to base the mixed method. Thus, there are currently three research methods, which have the main paradigm, namely: 1) quantitative with a positivist paradigm (positivism); 2) qualitative with post-positivism or constructivist (interpretative) paradigms or in some textbooks referred to as naturalistic or phenomenological paradigms; and 3) mixed methods with Paradigm Utilitarianism-Versi Elia Radianto (PU-VER).
Peran Sistem Digital Bagi Pelaku Usaha Untuk Meningkatkan Permintaan Konsumen Di Abepura Paulinus Baharu; Christina Irwati Tanan
KRITIS Vol 32 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/kritis.v32i1p75-87

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui masalah dan upaya pelaku usaha dan peran sistem digital bagi pelaku usaha untuk meningkatkan permintaan konsumen di Distrik Abepura. Penelitian dilakukan pada tahun 2019-2022 pada 15 Driver Gojek dan 85 Bisnis makanan di Distrik Abepura . Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan masalah yang dihadapi pelaku usaha pada masa Covid-19 adalah penurunan pendapatan dan upaya yang dilakukan pelaku usaha untuk mengatasi masalah adalah dengan melalukan inovasi, penjualan online dan menjual makanan kekinian. Peran Aplikasi sistem digital sangat membantu dan meningkatkan permintaan konsumen driver gojek dan bisnis makanan di Distrik Abepura sebesar 30-50 persen . Tahun 2023 bisnis makanan dan minuman yang terdaftar di aplikasi gojek di wilayah Distrik Abepura sebanyak 175 usaha. Belum semua usaha menggunakan sistem digital atau penjualan secara online karena belum semua penjual memahami cara penjualan dengan sisem digital atau penjualan secara online. Program pendampingan kepada pelaku usaha diharapkan dapat dilakukan oleh pemerintah, dunia akademisi, pakar sehingga penggunakan sistem digital dapat digunakan dengan cara tepat.
The Dynamics of Tourism in Sambangan Village, Buleleng, Bali Sanjaya, Rindo Bagus; Christian Lilik Henri Setiawan Nivak
KRITIS Vol 33 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/kritis.v33i1p84-103

Abstract

ABSTRACT The successful development of tourism in a region is closely tied to tourism awareness and effective destination management. Sambangan Village in Bali is an up-and-coming tourist destination known for its nature-based attractions. The local community firmly believes that the village's success is contingent upon their awareness and active participation. This study delves into the tourism dynamics of Sambangan Village by examining insights from tourism managers associated with the local community's Tunjung Mekar Tourism Awareness Group (POKDARWIS Tunjung Mekar). The study utilized qualitative methods, including in-depth interviews with the chairman of POKDARWIS Tunjung Mekar, local community members from Sambangan Village, and travel agents from Lovina and Kuta Beach. The findings revealed that Sambangan Village has implemented development strategies that impact its tourism dynamics, including strengthening tourism products and institutional capacity, enhancing tourist safety and comfort, as well as promotional and marketing efforts. The study aims to provide valuable recommendations for the development of similar tourism destinations across Indonesia. Keywords: tourism awareness, dynamics of tourism, community-based tourism, Sambangan Village, Sambangan Secret Garden
ANALISIS DAYA DUKUNG PARIWISATA SEBAGAI PERENCANAAN PENGELOLAAN PENGUNJUNG GUA RANGKO NUSA TENGGARA TIMUR Toda, Khara Makrothomia; Hudiono, Rini Kartika
KRITIS Vol 32 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/kritis.v32i2p137-163

Abstract

Gua Rangko merupakan salah satu aset pariwisata di Labuan Bajo dan semenjak tahun 2010 Gua Rangko telah menerima banyak kunjungan wisatawan. Seiring adanya kunjungan wisatawan Gua Rangko telah menerima banyak intervensi dan mengalami penurunan kualitas obyek fisik. Untuk itu, perencanaan pengelolaan pengunjung sangat dibutuhkan dalam hal ini. Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan melibatkan perhitungan daya dukung pariwisata yang dikembangkan oleh Cifuentes. Adapun teknik pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Melalui penelitian ini terdapat batasan jumlah kunjungan secara fisik (PCC) untuk sightseeing sejumlah 184 orang dan aktivitas renang 61 orang per hari. Perhitungan secara riil (RCC) dengan mempertimbangkan keberagaman vegetasi, kelerengan lahan, curah hujan dan area khusus staf maka ditemukan batasan kunjungan untuk aktivitas sightseeing sejumlah 113 wisatawan dan aktivitas renang sejumlah 37 orang per hari. Adapun batasan secara efektif (ECC) dengan mempertimbangkan jumlah petugas maka kedua aktivitas wisata hanya dapat menampung 5 orang wisatawan per harinya. Angka ini mengacu pada temuan penulis terhadap pengelolaan Gua Rangko yang hanya menyediakan satu orang petugas tiket retribusi. Jumlah petugas yang terbatas ini mengakibatkan banyaknya tindakan represif wisatawan yang berujung pada patahnya stalagmit dan stalaktit gua. Penulis merekomendasikan peningkatan jumlah petugas di lapangan dan penetapan standar operasional prosedur terhadap pengelolaan pengunjung di Gua Rangko.
Exploring the Livelihood Assets Utilisation and the Business Sustainability Among Garment Businesses at Tingkir Lor District, Salatiga Raung, Sally Agustina
KRITIS Vol 33 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/kritis.v33i1p1-16

Abstract

ABSTRACT This paper explores how accummulation of livelihood assets of entrepreneur  affects the business sustainability of MSMEs positively. Bringing up a case study of entrepreneurs running Small Medium garment businesses in Tingkir Lor, Salatiga, this paper provides empirical evidence of how optimum utilization of livelihood assets at the early stage of their business has improved their capabilities to develop their business. Using qualitative research methods, this article analyzes the entrepreneurs’ strategies in exploiting livelihood assets from start up to business development. Optimum utilization of livelihood assets in those two business stages has improved the capabilities of the entrepreneurs to sustain their livelihoods. Keywords: Livelihood, MSMEs, Livelihood assets, Strategy, Tingkir Lor. 
Peran Pembangunan Bird Watching Isyo Hill’s Sebagai Upaya Menghadapi Perusahaan Kelapa Sawit di Kampung Rhepang Muaif Distrik Nimbokrang Kabupaten Jayapura Papua. Murib, Yance; Therik, Wilson M.A.
KRITIS Vol 32 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/kritis.v32i2p88-116

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk membahas tentang permasalahan yang sedang marak terjadi mengenai adanya ancaman kerusakan ekosistem hutan yang lebih besar dari aktivitas illegal logging, pembalakan liar, dan deforestasi oleh Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit di tanah Papua khususnya di daerah Kampung Rhepang Muaif Distrik Nimbokrang Kabupaten Jayapura. Tujuan penelitian ini sendiri menganalisis bagaimana pengaruh dan upaya daripada pembangunan kelompok Ekowisata Bird Watching Isyo Hill’s dalam menghadapi adanya ancaman Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit di daerah tanah adat mereka. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah metode penelitian kualitatif yang secara komparatif diterapkan untuk menelaah fenomena pada penelitian ini. Hasil temuan dalam penelitian ini menjelaskan bahwa PT.ABC sudah memiliki izin lokasi lahan perkebunan kelapa sawit seluas 32.000 Ha tanpa melakukan pertemuan secara internal bersama masyarakat adat sebagai pemilik hal ulayat tanah adat. Lalu PT. ABC juga tidak pernah memberikan keterangan laporan perkembangan terkait lokasi lahan Kelapa Sawit terhadap Pemerintah Kabupaten Jayapura. Akibatnya menimbulkan terjadinya konflik sengketa lahan antar suku tepatnya di kawasan Spot Korea sehingga upaya yang sudah dilakukan oleh masyarakat adat di Kampung Rhepang Muaif adalah membentuk dan membangun kelompok Ekowisata Bird Watching Isyo Hill’s untuk menjaga hutan adat serta mengurangi dan mencegah dampak kerusakan ekosistem hutan yang lebih besar di tanah Papua.
MODAL SOSIAL KELOMPOK KAMPUNG WISATA DAN MASYARAKAT PANCURAN DALAM PELESTARIAN LINGKUNGAN PADAT PENDUDUK Dwiarta Putra, Andika
KRITIS Vol 33 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/kritis.v33i1p62-83

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wujud dan faktor pemanfaatan modal sosial dalam upaya pelestarian lingkungan Kampung Pancuran Kota Salatiga. Modal sosial merupakan hubungan antara individu yang terdiri dari tiga unsur yang bertujuan untuk mencapai kepentingan dan keuntungan bersama, seperti: (1) kewajiban, ekspektasi, dan struktur kepercayaan; (2) saluran informasi; (3) norma sosial dan sanksi efektif. Menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yang dimana data diperoleh melalui wawancara, Forum Group Discussion (FGD), dan observasi. Kondisi lingkungan yang memprihatinkan mendorong beberapa masyarakat untuk membentuk kelompok Kampung Wisata Pancuran (KWP) dengan upaya melestarikan lingkungan. Pada proses pelestarian lingkungan kampung, KWP mencoba menumbuhkan trust, norm, networking pada masyarakat dengan menggunakan nilai-nilai yang sudah ada. Seiring tumbuhnya trust diantara KWP dan masyarakat, dilakukan upaya networking dengan pemerintah dan pihak swasta dalam pelestarian lingkungan. Trust sebagai pengikat networking yang sudah terjalin, maka terbentuknya norm yang berisi nilai nilai pelestarian dalam upaya terjaganya jaringan yang sudah terbentuk. Kesimpulannya, keberhasilan KWP dalam merevitalisasi Kampung Pancuran karena masih tingginya rasa kekeluargaan dan gotong royong pada masyarakat Pancuran dimanfaatkan sebaik mungkin oleh KWP untuk menumbuhkan trust, norm, networking dalam upaya pelestarian lingkungan.
P Prioritas Strategi Pemasaran Godevi Terhadap Desa Wisata Pada Masa Pasca Pandenu Setiyarti, Tettie; Ida Ayu Kade Ria Cahyani; Ida Ayu Komang Juniasih
KRITIS Vol 33 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/kritis.v33i1p37-61

Abstract

ABSTRAK Dengan menggunakan analisis SWOT dan Analytic Hierarchy Process (AHP), penelitian yang menjadi pijakan dari ditulisnya artikel ini akan mengupas prioritas strategi pemasaran Godevi (Go Destination Villa)  pada Desa Mitra terhadap tingkat kunjungan wisatawan pada masa pasca pandemi. Penelitian tersebut menggunakan baik data kualitatif maupun kuantitatif, yang kemudian diolah secara tematik menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berdasarkan teknik analisis SWOT. Setelah diperoleh strategi dalam matriks SWOT, maka langkah selanjutnya adalah menentukan strategi prioritas menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP). Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Godevi memiliki beberapa faktor internal dan eksternal dalam mendukung kegiatan pemasaran. Pada hasil analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa Godevi berada pada kuadran strategi Strength-Opportunities (S-O). Kata kunci: Desa Wisata, Digital Platform, Analisis SWOT, Analytic Hierarchy Process
Identifikasi Sumber dan Dampak Buah Pinang dalam Budaya Papua (Studi Kasus Pedagang Pinang di Pasar Youtefa Kota Jayapura) Nuh Saneraro Fakdawer; Boari, Yoseb; Maikel Walilo
KRITIS Vol 32 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/kritis.v32i2p164-175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih mendalam tentang sumber dan perdagangan buah pinang di Pasar Youtefa serta dampaknya terhadap berbagai aspek, termasuk lingkungan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui pengamatan, interaksi, dan dokumensi. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa sebagian besar buah pinang yang diperdagangkan di Pasar Youtefa berasal dari pertanian lokal di sekitar Jayapura. Para petani lokal mengumpulkan buah pinang dari perkebunan mereka dan menjualnya di pasar. Proses perdagangan melibatkan petani lokal, pedagang grosir, pedagang eceran, dan konsumen dengan berbagai bentuk pengelompokan buah pinang dan harga yang beragam. Sedangan dampak buah pinang terhadap lingkungan terkait dengan masalah ludah pinang yang ditinggalkan sembarangan, menyebabkan noda yang sulit dihilangkan. Dampak lannya terhadap kesehatan mencakup masalah mulut seperti masalah gigi dan gusi, serta risiko kanker mulut akibat konsumsi berlebihan buah pinang. Sementara ekonominya adalah perdagangan buah pinang memberikan sumber pendapatan tambahan, terutama bagi petani, namun harga buah pinang dapat fluktuatif. Buah pinang juga memiliki nilai budaya yang tinggi dalam budaya Papua, dengan mengunyah sirih pinang menjadi praktik penting dalam upacara adat dan pertemuan sosial, serta memiliki makna simbolis yang mendalam.
EFEKTIVITAS PERAN LITERASI DIGITAL DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI DIGITAL, STUDI KASUS PADA KORBAN KEJAHATAN PINJAMAN ONLINE ILEGAL Gomulya, Aviani Malik
KRITIS Vol 32 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/kritis.v32i2p117-136

Abstract

Penelitian ini meneliti kaitan efektivitas literasi digital dalam pembangunan ekonomi digital pada korban pinjol ilegal. Saat perkembangan ekonomi digital didukung financial technology seperti pinjol. Pinjol menawarkan kemudahan dalam melakukan pinjaman secara online lebih baik dari pinjaman konvensional. Tetapi secara bersamaan muncul pinjol ilegal. Sejauh mana peran literasi digital dalam pembangunan ekonomi digital khususnya pada korban pinjaman online ilegal. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif eksploratif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara mendalam. Wawancara mendalam melibatkan korban pinjol, OJK, Kepolisian dan Kominfo. Didapatkan bahwa dalam hal literasi keuangan, masyarakat masih minim memahami perbedaan antara pinjol, pinjaman konvensional, dan paylater. Walaupun pinjol menawarkan kemudahan dan kecepatan memperoleh uang untuk kebutuhan sehari-sehari. Terkait literasi digital mereka mudah sekali mendapatkan informasi tentang pinjol via internet dan media sosial. Walaupun sadar ada pinjol ilegal yang menyebarkan data pribadi dan tidak dapat memahami cara melaporkannya. Oleh sebab itu, perlu diperkuat kolaborasi antar stakeholder untuk membangun ekonomi digital yang baik dengan menguatkan literasi digital dan literasi keuangan masyarakat.

Page 11 of 14 | Total Record : 132