cover
Contact Name
Wilson M.A. Therik
Contact Email
wilsontherik@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.kritis@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Kritis
ISSN : 02154765     EISSN : 25795651     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
KRITIS adalah Jurnal Studi Pembangunan Interdisiplin (Journal of Interdiciplinary Development Studies) yang isinya berkaitan dengan pembangunan sebagai proses multidimensional yang melibatkan reorientasi dan reorganisasi kemasyarakatan secara keseluruhan, yang mencakup penjaminan pilihan-pilihan kebutuhan hidup manusia, penegakan harga diri manusia, dan pembebasan dari penghambaan. KRITIS menerima artikel dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris, terbit dua kali dalam satu tahun (Juni dan Desember)..
Arjuna Subject : -
Articles 143 Documents
INDONESIA-GERMANY-KENYA SOUTH-SOUTH TRIANGULAR COOPERATION IN ENERGY TRANSITION AS GLOBAL SOUTH SOLIDARITY Wijanarka, Tunjung
KRITIS 2025: EDISI KHUSUS - MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN INKLUSIF DAN BERKELANJUTAN DI ERA TRANSFORMASI GLOBAL
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This study examines Indonesia’s involvement in leveraging the South-South Triangular Cooperation (SSTC) as innovative development governance to promote the clean and renewable energy (EBT) transition in Indonesia, with a focus on partnership in the use of geothermal energy. Partnership within the SSTC framework includes governmental actors, including Indonesia, Germany, and Kenya, as well as coordination with non-state actors. The issue of development inclusivity is frequently a major impediment to achieving equal development in all sectors. Although the notion of Sustainable Development Goals (SDGs) has emerged as one of the driving factors of sustainable development, many barriers, such as funding issues and knowledge and technological limits, frequently highlight the inequality in growth in Global South countries. This study employs a qualitative research method with a descriptive analysis designation, as well as a literature study data-gathering approach to gather primary and secondary data. The author conducts the analysis study using postcolonial international relations theory as one perspective that can explain the underlying challenges of global development in Global South countries. Furthermore, the author employs the SSTC concept as an alternative form of development oriented toward Global South solidarity in order to achieve more inclusive development, such as the Indonesia-Germany-Kenya trilateral cooperation in realizing a clean and renewable energy transition, with a primary focus on Indonesia.
ANALISIS PERILAKU KELUARGA PENERIMA MANFAAT PROGRAM KELUARGA HARAPAN DI KECAMATAN PAMONA TENGGARA KABUPATEN POSO Sabintoe, Alfred
KRITIS 2025: EDISI KHUSUS - MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN INKLUSIF DAN BERKELANJUTAN DI ERA TRANSFORMASI GLOBAL
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kemiskinan di Indonesia tetap menjadi tantangan utama pembangunan, dan pemerintah telah meluncurkan berbagai program, termasuk Program Keluarga Harapan untuk mengatasi masalah ini. Program Keluarga Harapan bertujuan memberikan perlindungan kepada keluarga miskin dan rentan dengan memfasilitasi akses ke layanan kesehatan, pendidikan, dan lembaga perbankan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan positif atau negatif dari perilaku Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan. Penelitian dilakukan di desa Korobono Kecamatan Pamona Tenggara Kabupaten Poso. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Untuk memperoleh data maka peneliti menggunakan teknik wawancara mendalam kepada 5 informan kunci yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan teknik pengkodingan dan matriks wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga penerima manfaat di Kabupaten Poso memiliki pemahaman yang baik tentang program tersebut. Keluarga mampu menggunakan bantuan secara efektif, terutama dalam meringankan beban biaya pendidikan melalui Kartu Indonesia Pintar dan memanfaatkan Kartu Indonesia Sehat untuk akses layanan kesehatan. Demikian pula dengan bantuan balita dan anak usia dini, bantuan disabilitas, bantuan lansia, bantuan ibu hamil serta bantuan pangan non tunai telah digunakan oleh keluarga penerima manfaat secara tepat sasaran. Dengan demikian maka dapat dikatakan bahwa terdapat perilaku yang positif dari keluarga penerima manfaat dalam kepesertaannya pada program keluarga harapan.
STUNTING IN PREGNANCY OUTSIDE LEGAL MARRIAGE SOCIO-CULTURAL STUDIES IN RURAL TIMOR, KUATNANA DISTRICT, SOUTH CENTRAL TIMOR REGENCY, EAST NUSA TENGGARA, INDONESIA Daniel Kameo; Petrus Christian Mboeik; Gatot Sasongko
KRITIS Vol 34 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/kritis.v34i2.12827

Abstract

Background: The prevalence of stunting in Indonesia is still higher than the WHO maximum standard of 20 percent. East Nusa Tenggara is one of the Provinces in Indonesia that is still struggling with a high prevalence of stunting. The purpose of this study was to examine the incidence of stunting caused by socio-cultural factors related to pregnancy outside legal marriage in rural Timor, East Nusa Tenggara. Design and research method: A descriptive qualitative method along with a health anthropological approach were used to answer research questions. The cases being studied were the family of stunted toddlers under five years of age and their families with poor nutritional status. The initial survey was conducted on 108 stunted malnourished toddlers using a purposive sampling technique, 16 families with stunted children were selected for observation. Family activities were observed to learn about lifestyle, care of pregnant women, diet, and parenting patterns, as well as traditions carried out. In-depth interviews were conducted with the parents and grandparents of stunted children, the village head, village health workers, public figures, religious leaders, and traditional birth attendants in the study area. Results: Study results indicate that pregnancy outside of marriage occurs with couples without physical, mental, and financial readiness. It is also more common in people living in remote areas with traditional lifestyles who have low education and little knowledge and experience about health, pregnancy, and childcare. They are economically disadvantaged, including prospective fathers without a job and steady income. Conclusion and recommendation: Pregnancy outside legal marriage is one of the root causes that strongly influence social problems with an impact on the high incidence of stunting as well as malnutrition in rural Timor. To prevent and solve stunting problems, efforts are needed to overcome socio-cultural related stunting problems in rural Timor.
RESPON GURU DAN SEKOLAH TERHADAP KEBIJAKAN ANTI-PERUNDUNGAN SERTA SISWA MINORITAS AGAMA DI INDONESIA Tutik Rachmawati; Rela Susanti
KRITIS Vol 34 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/kritis.v34i2.15234

Abstract

Tindakan perundungan masih marak terjadi karena banyak guru dan sekolah belum sepenuhnya mengadopsi perspektif toleransi dan keberagaman. Kurangnya pendekatan ini menjadi salah satu faktor utama tingginya insiden perundungan terhadap siswa-siswi minoritas agama di Indonesia. Dalam konteks ini, penting untuk memahami bagaimana kebijakan anti-perundungan diterapkan di lingkungan sekolah, khususnya terkait perlakuan terhadap siswa-siswa yang berasal dari kelompok agama minoritas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisis mendalam tentang bagaimana sekolah dan guru di Indonesia menanggapi peraturan anti-perundungan yang ada saat ini, dengan fokus khusus pada bagaimana mereka memperlakukan anak-anak yang berasal dari kelompok agama minoritas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam untuk menggali tanggapan dan pengalaman dari para pengajar, sekolah, dan siswa itu sendiri. Dengan menganalisis secara mendalam tanggapan dari para pengajar dan sekolah, serta pengalaman para siswa, penelitian ini bermaksud untuk mengidentifikasi kesenjangan dalam implementasi kebijakan dan memberikan metode untuk meningkatkan efektivitas tindakan anti-perundungan. Dampak potensial dari penelitian ini adalah untuk memastikan bahwa anak-anak minoritas agama disediakan lingkungan yang mendukung identitas mereka, sehingga mereka dapat merasa aman dan dihargai di lingkungan pendidikan mereka. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi dasar bagi perumusan kebijakan yang lebih inklusif dan efektif dalam mencegah perundungan di masa mendatang.
RESILIENSI PELAKU MALE PAGEANT DI PROVINSI JAWA TIMUR TERHADAP FENOMENA TOXIC MASCULINITY DITILIK TEORI REIVICH AND SHATTE Muhamad Khoirul Anam
KRITIS Vol 34 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/kritis.v34i2.17929

Abstract

Fenomena toxic masculinity kian marak di berbagai ruang sosial, termasuk dalam industri male pageant yang berkembang pesat di Provinsi Jawa Timur. Peserta sering dihadapkan pada stereotip maskulinitas tradisional yang menuntut mereka untuk selalu tampil kuat, dominan, dan menekan ekspresi emosional. Tekanan ini dapat memicu stigma, diskriminasi, serta berdampak negatif pada kesehatan psikologis. Dalam konteks tersebut, resiliensi menjadi kemampuan penting yang memungkinkan individu bertahan dan beradaptasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk mengeksplorasi bentuk, faktor, serta mekanisme resiliensi pelaku male pageant terhadap toxic masculinity, dengan mengacu pada tujuh faktor resiliensi Reivich dan Shatté. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap peserta aktif dan alumni, serta analisis data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi pelaku male pageant didominasi oleh kekuatan internal berupa self-efficacy, regulasi emosi, dan optimisme, yang diwujudkan melalui penerimaan serta pengembangan diri, penegasan keunikan pribadi, pengendalian impuls, dan fokus pada prestasi. Faktor eksternal seperti dukungan sosial berperan sebagai penguat yang memberi validasi dan perspektif positif. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi strategi internal dan eksternal membentuk resiliensi yang proaktif dan berkelanjutan, memungkinkan peserta tidak hanya bertahan, tetapi juga mengubah stigma menjadi motivasi untuk berkembang secara personal dan profesional.
Pengembangan Souvenir Berbasis Komunitas dan Keterlibatan Masyarakat Lokal di Situs Warisan Dunia Sangiran Mohammad Mirza Ansyori; Titi Susilowati Prabawa; Johanes Mardimin
KRITIS Vol 34 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/kritis.v34i2.18951

Abstract

Penelitian ini menelusuri potensi dan kendala pengembangan souvenir berbasis komunitas di Situs Warisan Dunia Sangiran. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif melalui focus group discussion, observasi partisipatif, serta wawancara dengan perajin lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sangiran memiliki potensi yang kuat untuk pengembangan souvenir berbasis warisan budaya, yang didukung oleh nilai paleoantropologis, ketersediaan material lokal, serta tradisi keterampilan masyarakat. Potensi tersebut tercermin dalam pengembangan souvenir berbahan batuan, tekstil etnografis, kerajinan bambu, dan produk pangan tradisional. Namun demikian, pengembangan souvenir masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan modal, rendahnya kapasitas teknis dan desain, pembatasan regulasi terhadap pengambilan material, lemahnya akses pasar, serta minimnya kolaborasi antara masyarakat dan institusi pengelola warisan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun praktik awal produksi kreatif berbasis warisan telah ada, diperlukan penguatan kapasitas yang terkoordinasi serta dukungan institusional yang lebih kuat agar nilai ekonomi dan budaya yang terkandung dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
PARADOKS EDUTAINMENT: KETIKA TAMAN HIBURAN GAGAL MENJUAL NILAI EDUKASINYA Rini kartika Hudiono; Bagas Dwi Rahmat
KRITIS Vol 34 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/kritis.v34i2.19262

Abstract

Penelitian ini mengungkap fenomena paradoksal dalam industri taman hiburan Indonesia: kesenjangan antara klaim eduwisata dengan persepsi pengunjung terhadap nilai edukasi. Menggunakan Saloka Theme Park di Jawa Tengah sebagai studi kasus, riset kualitatif ini menerapkan wawancara mendalam dengan wisatawan edukasi, manajemen taman, dan guru pendamping, dilengkapi observasi lapangan terhadap praktik promosi dan pengalaman pengunjung. Temuan mengungkap pola mengkhawatirkan: meskipun sekitar 70 persen pengunjung berasal dari segmen edukasi, narasi edukatif nyaris absen dari komunikasi pemasaran. Analisis konten media sosial menunjukkan konten hiburan mendominasi di angka 65 persen, sementara konten edukasi hanya 9 persen. Analisis kesenjangan nilai mendemonstrasikan diskrepansi signifikan antara nilai yang ditawarkan dan yang dipersepsikan, dengan pengunjung menilai efektivitas promosi edukasi hanya 6 dari 10. Penelitian ini berkontribusi pada literatur pemasaran pariwisata dengan memperkenalkan konsep 'edu-washing' dan menyediakan rekomendasi praktis bagi taman hiburan Indonesia yang ingin membangun identitas eduwisata autentik. TRANSLATE with x English Arabic Hebrew Polish Bulgarian Hindi Portuguese Catalan Hmong Daw Romanian Chinese Simplified Hungarian Russian Chinese Traditional Indonesian Slovak Czech Italian Slovenian Danish Japanese Spanish Dutch Klingon Swedish English Korean Thai Estonian Latvian Turkish Finnish Lithuanian Ukrainian French Malay Urdu German Maltese Vietnamese Greek Norwegian Welsh Haitian Creole Persian TRANSLATE with COPY THE URL BELOW Back EMBED THE SNIPPET BELOW IN YOUR SITE Enable collaborative features and customize widget: Bing Webmaster Portal Back
RESENSI BUKU ALL WE CAN SAVE: TRUTH, COURAGE AND SOLUTIONS FOR THE CLIMATE CRISIS Adna Debora Melapa
KRITIS Vol 34 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul : All We Can Save: Truth, Courage and Solutions for The Climate Crisis Penyunting : Ayana Elizabeth Johnson & Katharine K. Wilkinson Penerbit : One World, New York Tahun : 2020 Halaman : 448 halaman ISBN : 978-0593-13877-6
Analisis ANALISIS KETIMPANGAN PEMBANGUNAN EKONOMI DAN SOSIAL DI PROVINSI PAPUA: TANTANGAN DAN STRATEGI PENGENTASAN Yoseb Boari
KRITIS Vol 35 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketimpangan pembangunan ekonomi dan sosial di Provinsi Papua serta merumuskan strategi efektif untuk menguranginya. Menggunakan metode deskriptif kuantitatif, studi ini memanfaatkan data sekunder dari publikasi resmi pemerintah periode 2016-2023, termasuk Indeks Ketimpangan Ekonomi (IKE) dan rasio gini. Hasil penelitian menunjukkan ketimpangan yang signifikan, dengan IKE sektoral rata-rata 1,6233 dan spasial 1,4377 poin per tahun. Meskipun tingkat kemiskinan menurun 0,82% per tahun, angkanya masih tinggi (26,03% pada 2023). Rasio gini 0,386 mengindikasikan ketimpangan pendapatan yang masih substansial. Faktor-faktor utama penyebab ketimpangan meliputi kondisi geografis sulit, ketergantungan pada sektor ekstraktif, dan akses terbatas ke sumber daya. Strategi pengentasan yang diusulkan mencakup pengembangan infrastruktur berbasis teknologi ramah lingkungan, distribusi sumber daya yang lebih adil, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan vokasional yang relevan.
PERSPEKTIF PARTAI SOLIDARITAS INDONESIA DALAM MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN INKLUSIF DI KOTA DEPOK Elisa Vialinicha Lado Djami
KRITIS Vol 35 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Depok menghadapi tantangan serius berupa intoleransi yang menghambat pencapaian pembangunan berkelanjutan. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan masyarakat yang inklusif, sebagaimana tercantum dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 16, melalui advokasi hukum, sosial, dan edukatif. Namun, upaya ini tidak lepas dari hambatan internal seperti lemahnya struktur organisasi, konflik kepengurusan, serta dominasi kelompok konservatif dalam dinamika politik lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memahami perspektif dan peran PSI dalam mewujudkan pembangunan inklusif di Kota Depok. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen untuk mengevaluasi kontribusi PSI terhadap pencapaian SDG 16. Temuan menunjukkan bahwa PSI secara aktif melakukan advokasi, termasuk menentang penyegelan tempat ibadah dan mengampanyekan keberagaman. Komitmen ini tercermin dalam capaian 70% dari target program anti-intoleransi di wilayah Jabodetabek selama periode 2022–2024, berdasarkan data internal partai dan pengamatan publik. Meskipun PSI telah menunjukkan konsistensi dalam mempromosikan inklusivitas, berbagai tantangan internal dan eksternal tetap menghambat efektivitas perannya. Untuk meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan inklusif, PSI perlu memperkuat konsolidasi internal, membangun strategi komunikasi politik yang lebih efektif, serta meningkatkan kapasitas kader dan sumber daya organisasi. Studi ini merekomendasikan penguatan tata kelola partai serta pengembangan strategi komunikasi dan kaderisasi untuk mendukung implementasi kebijakan inklusif di tingkat lokal, selaras dengan pencapaian SDG 16.