cover
Contact Name
Rizky Mulya Sampurno
Contact Email
rizky.mulya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.teknotan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
ISSN : 19781067     EISSN : 25286285     DOI : -
Core Subject : Education,
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian, merupakan publikasi ilmiah kerjasama antara Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (FTIP UNPAD) dengan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA) Cabang Bandung. Jurnal ini diterbitkan 2 kali setahun (1 Volume, 2 Nomor penerbitan) dalam upaya menyebarluaskan ide-ide konseptual dan/atau hasil-hasil penelitian dan penerapan serta pengembangannya dalam bidang ilmu keteknikan dan teknologi pertanian dalam arti luas (pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan), khususnya pertanian tropika dan ilmu hayati. Penulis naskah/artikel jurnal adalah civitas academika, peneliti dan praktisi serta anggota perhimpunan/organisasi professional dari semua disiplin dan terbuka bagi umum yang menaruh minat dalam bidang ilmu terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 398 Documents
ANALISIS TEKNIK DAN ERGONOMI MESIN PENYOSOH GANDUM TIPE GESEK KONSTRUKSI FTIP UNPAD Totok Herwanto; Sudar yanto; Gusti Afriansyah
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelayakan teknis mesin penyosoh gandum konstruksi Laboratorium Alat-Mesin pertanian Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (FTIP UNPAD) perlu diuji.  Metode analisis deskriptif digunakan untuk mengamati karakterisitik konstruksi dan setiap komponen mesin tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas teoritis mesin adalah 803,66 kg/jam dengan kebutuhan daya mesin 3,4 HP. Rangka dan las yang diterapkan pada mesin layak digunakan untuk menahan beban kerja yang terjadi. Dimensi mesin sesuai dengan antropometri postur tubuh orang Indonesia. Namun, kebisingan dan getaran yang ditimbulkan oleh mesin melebihi batas yang diijinkan dan perlu diperbaiki sebelum dioperasikan.. Sedang pengukuran beban kerja berdasarkan denyut nadi operator tidak mengakibatkan kelelahan yang besar, namun dapat meningkat dengan bertambahnya beban dan lamanya waktu kerja. Kata kunci : Gandum, Penyosoh, Ergonomi
UJI KINERJA ZAT ADITIF HIDROGEL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENAHAN AIR (WATER HOLDING CAPACITY) PADA TANAH ANDISOL LEMBANG YANG DITANAMI BABY KAILAN Bambang Aris Sistanto; Nurpilihan Bafdal; Edy Suryadi
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 3 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan air dalam tanah, terutama di daerah perakaran tanaman dipengaruhi oleh kondisi fisik tanah, tekstur dan struktur tanah. Kondisi fisik tanah yang berbeda akan menghasilkan kemampuan menahan air berlainan pula. Kemampuan menahan air (water holding capacity) dinyatakan sebagai sejumlah air tanah yang tertahan, sebelum  terdrainase ke lapisan tanah yang lebih dalam (Israelsen dan Hansen, 1979).Tanaman hortikultura, biasa dibudidayakan di pegunungan pada ketinggian lebih dari 1000 m dpl. didominasi tanah jenis Andisols yang berwarna gelap, struktur sangat porous, tekstur didominasi oleh fraksi debu, kisaran 30 % - 40 %. sehingga kemampuan meloloskan air (konduktivitas hidrolik) sangat tinggi.Penelitian bertujuan untuk menentukan dosis bahan pemantap tanah hidrogel dan interval pemberian air yang tepat dalam upaya meningkatkan kemampuan tanah menahan air (water holding capacity) dari tanah Andisol, efisiensi pemberian air, pertumbuhan dan hasil tanaman sayuran. Hasil dari penelitian ini diharapkan akan dapat menjadi suatu sumbangan temuan yang bermanfaat sebagai upaya pendekatan teknologi terhadap upaya peningkatan kemampuan menahan air tanah (water holding capacity) untuk memperbaiki dan meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil produksi  pertanian, khususnya tanaman hortikultura dan peningkatan efisiensi pemberian air pada tanah Andisol.Penelitian dilakukan dengan metode Eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola Faktorial dengan dua faktor yaitu Dosis Pemantap Tanah Hidrogel dan Interval Pemberian Air.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan pemberian air memberikan nilai yang berbeda nyata untuk kemampuan menahan air tanah (1,507.8 mm), efisien irigasi (76.79 %). Sedangkan untuk kandungan air dalam tanah baik pelakuan dosis hidrogel (24.1805 mm) maupun pemberian air (24.2893 mm) memberikan nilai yang berbeda nyata. Kata kunci: Kemampuan menahan air, Andisols, Porous, Hidrogel, Hortikultura
PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS PABRIK PADA UNIT PENGOLAHAN KOPI DI SIDOMULYO, KECAMATAN SILO, KABUPATEN JEMBER Hamid Ahmad; Taufiq Rahman
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa model alternatif perancangan tata-letak fasilitas pabrik pada unit pengolahan kopi perlu dilakukan dalam peningkatan efisiensi dan produktivitas pabrik kopi di Sidomulyo. Metode deskriptif digunakan dengan analisis tata-letak dan perbandingan berpasangan (software POM for Window Layout analysis and Pairwise Comparisson type) untuk menentukan biaya transportasi aliran bahan, waktu tempuh aliran bahan, dan waktu operasi pengolahan. Sebagai perbandingan, tata-letak awal digunakan sebagai parameter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi dan produktivitas tertinggialiran bahan  tercapai pada biaya transportasi terendah (Rp 710,66) dengan waktu tempuh aliran bahan terpendek (71,02 detik), dan waktu operasi pengolahan bahan tersingkat (26,14 jam). Kata kunci: kopi, biaya transportasi, POM for Windows   
PENGARUH OHMIC DAN PASTEURISASI KONVENSIONAL TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN KUALITAS JUS CAMPURAN JERUK-WORTEL Asri Widyasanti
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasteurisasi ohmic dan konvensional dilakukan pada jus campuran jeruk-wortel dengan perbandingan (80 %:20 %, v/v) pada konsentrasi 10o Brix. Perubahan karakteristik fisikokimia dan kualitas jus campuran dapat dilihat dalam hal warna, pH, brix, browning, turbiditas, keasaman, rasio pulp-serum, dan rasio brix-asam, yang diukur dan dibandingkan dengan jus yang tidak diproses. Kecenderungan warna jus dengan perlakuan ohmic menunjukan sampel dengan warna sedikit kemerahan dan kuning cerah jika dibandingkan dengan metode pasteurisasi lainnya, akantetapi tidak berbeda nyata dengan jus campur segar pada tingkat kepercayaan 0,05 %. Hasil pengukuran CIE Lab menunjukkan bahwa CIE b* memiliki nilai korelasi positif sedangkan CIE a* cenderung memiliki nilai korelasi negatif ketika sampel mengalami perlakuan panas. Nilai kandungan gula, keasaman dan rasio brix-asam mengindikasikan ohmic dapat diterapkan pada kondisi yang tepat terutama untuk mengimbangi rasa dari jus campur. Sampel yang telah dipasteurisasi dengan ohmic juga menghasilkan warna, pH, turbiditas, keasaman dan rasio pulp-serum yang lebih baik dibandingkan metode yang lain. Secara umum, karakteristik  jus campur pasteurisasi dapat dipertahankan oleh pasteurisasi ohmic diikuti dengan pasteurisasi konvensional cepat, sedangkan pasteurisasi konvensional ringan menunjukkan pengaruh paling sedikit diantara semuanya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasteurisasi ohmic memiliki kemungkinan yang menjanjikan untuk diaplikasikan pada jus campur yang diproduksi industri minuman. Kata kunci: pasteurisasi ohmic, pasteurisasi konvensional, karakteristik fisikokimia, jus                             campuran jeruk-wortel 
PENGARUH PENAMBAHAN GUM XANTHAN DAN TELUR TERHADAP BEBERAPA KARAKTERISTIK MIE BASAH SORGUM BERBAHAN BAKU TEPUNG SORGUM (Sorghum bicolor (L.) Moench) Genotip 1.1 Efri Mardawati; Roby Andoyo; R. Sheila Kusumawardhani
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Pembuatan mie basah sorgum berbahan baku tepung sorgum Genotip 1.1 dapat meningkatkan nilai guna dari tepung sorgum Genotip 1.1. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penambahan gum xanthan dan telur yang tepat sehingga dihasilkan mie basah sorgum berbahan bakutepung sorgum Genotip 1.1 dengan karakteristik yang baik dan disukai panelis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan (experimental method). Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu penambahan telur dengan 2 taraf yaitu penambahan telur 82 % dan penambahan telur 88 %. Faktor kedua yaitu penambahan gum xanthan dengan 3 taraf yaitu penambahan gum xanthan 1,5 %, 2,0 % dan 2,5 %. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat interaksi yang nyata antara perlakuan penambahan telur dan penambahan gum xanthan terhadap nilai b*, tetapi tidak terdapat interaksi terhadap nilai kadar air, uji pengembangan, cooking loss, cooking yields, warna kromameter (L*, a*), hardness, stickiness, uji organoleptik skoring warna, rasa, aroma, dan kekenyalan. Perlakuan penambahan telur 88 % dan penambahan gum xantan 2,5 % menghasilkan mie basah sorgum dengan karakteristik yang baik dan disukai panelis dengan kadar air mie mentah 35,13 %, uji pengembangan 16,54 %, cooking loss 3,40 %, cooking yields 8,53 g H2O diserap/10 g mie, nilai kecerahan L* 65,88, nilai a* -2,20, nilai b* 6,59, hardness 1640,84 gF, stickiness 39,93 gF, dan uji skoring warna 3,2 ; rasa 3,6 ; aroma 3,2 ; dan kekenyalan 5,1. Kata kunci : Mie basah sorgum, Gum xanhan, Genotip 1.1
PENGKAJIAN PENGGUNAAN GUNTING PETIK PADA KOMODITAS TEH DI KECAMATAN CIKALONG WETAN-KABUPATEN BANDUNG Heny Herawati; Agus Nurawan
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 2, No 3 (2008)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan utama di perkebunan teh rakyat di Kecamatan Cikalongwetan saat ini dan ke depan adalah semakin langkanya tenaga kerja pemetik Kebutuhan tenaga kerja di perkebunan teh rata-rata 1,3 orang per hektar. Dari jumlah tersebut, 70% merupakan tenaga pemetik. Pemetikan mekanis menggunakan gunting atau mesin petik disamping dapat mengatasi kelangkaan tenaga kerja, dapat juga meningkatkan produksi pucuk jika dibandingkan secara manual dengan menggunakan tangan. Dengan memperhatikan peran pemetikan untuk tercapainya tingkat produksi, tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tenaga pemetik di atas adalah: (a) Optimasi produksi tanaman serta (b) Mekanisasi pemetikan. Pengkajian penggunaan gunting petik pada komoditas teh, disamping diharapkan dapat mengatasi kelangkaan tenaga panen, juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pucuk teh yang dihasilkan. Pengkajian dimulai dari bulan Agustus 2005 – Desember 2005 di Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung. Metode pengkajian dilakukan dengan pendekatan deskriptif dengan cara membandingkan antara penggunaan kombinasi gunting petik dan manual dengan manual saja. Masing-masing perlakuan diulang 2 kali. Kelompok Tani yang terlibat dalam kegiatan adalah kelompok tani Tunas Maju. Tujuan pengkajian untuk mengetahui nilai tambah dan hasil pengunaan guntik petik. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa, penggunaan gunting petik pada saat pemetikan teh, membutuhkan waktu petik yang lebih singkat yaitu selama 6,57 jam/ plot dengan prestasi petik sebesar 18,05 kg/jam. Apabila dibandingkan antara penggunaan gunting petik dan cara manual terkait dengan interval petik  rata-rata gunting petik sebesar 20,57 hari dan cara manual 12 hari, belum diperoleh hasil yang optimal. Dengan menggunakan gunting petik, diperoleh hasil dengan persentase daun lebih besar yaitu 76,25% dibandingkan dengan cara manual. Pemetikan dengan cara manual dihasilkan mutu pucuk peko sebesar 44,99%, sedangkan dengan menggunakan gunting diperoleh mutu pucuk peko lebih banyak yaitu sebesar 46,14%. Penggunaan gunting petik dapat meningkatkan prestasi petik dan mutu pucuk yang dihasilkan. Untuk optimalisasi kinerja gunting petik masih dibutuhkan peningkatan ketrampilan dalam penggunaannya. Sedangkan kuantitas hasil pucuk, disamping dipengaruhi oleh cara pemanenan juga dipengaruhi oleh musim. Kata kunci: Gunting petik, Panen, Teh
MESIN PEMUPUK PRESISI LAJU VARIABEL BERBASIS MIKROKONTROLER Radite P.A. S; M. Tahir Tahir; W. Hermawan; B. Budiyanto
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem penjatah pupuk laju variable (variable rate fertilizer metering system) merupakan salah satu teknologi kunci pada mesin-mesin pintar yang digunakan dalam implementasi pertanian presisi (precision farming).  Pada mesin pemupuk yang mempunyai penjatahan laju variabel, akurasi pemberian dosis dan fleksibilitas dalam pemberian dosis yang berubah secara cepat sangatlah diperlukan.  Pada penelitian ini bagian penjatah pupuk diputar langsung oleh motor DC yang kecepatannya dapat dikontrol secara digital berbasis modul mikrokontroler 8 bit AVR 128.  Rotor yang digunakan adalah tipe bintang dengan 6 sirip. Sistem yang dikembangkan ini dapat mengatur perubahan dosis secara tepat dan cepat, juga memungkinkan perekaman data pemupukan dan posisi-nya di lapangan menggunakan DGPS.  Hasil pengujian menunjukkan bahwa pupuk dapat dijatah secara presisi, mempunyai hubungan linier terhadap putaran rotor dan proporsional baik pad pengoperasian rotor tunggal maupun rotor ganda. Pengoperasian dengan rotor tunggal dengan pupuk urea memberikan nilai kalibrasi dosis 0.794 dengan koefisien diterminasi lebih dari 0.999, sedangkan pengoperasian dengan rotor ganda nilai kalibrasi dosisnya adalah 1.513 g/s/rps dengan koefisien diterminasi lebih dari 0.999. Pada prototip mesin ini jumlah pupuk dapat diberikan secara akurat dan beragam dosisnya secara spasial sesuai dengan kebutuhan tanaman dalam blok, juga tepat posisi penempatannya di dalam lahan  Kedepan, pengembangan prototip ini diharapkan dapat mendukung kemampuan teknologi lokal-nasional pada penerapan precision farming dimasa depan. Kata Kunci: Pertanian presisi, penjatah laju variabel, Electronic metering
KAJIAN FINANSIAL ISOLASI CITRONELLAL DAN RHODINOL PADA INDUSTRI BERBASIS SENYAWA TURUNAN MINYAK SEREH WANGI Retno Sri Endah Lestari; Djumali Mangunwidjaja; Ani Suryani; Anas Miftah Fauzi; Meika Syahbana Rusli
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isolasi komponen Citronellal dan Rhodinol pada minyak sereh wangi dapat diterapkan pada industri untuk meningkatkan nilai tambah dan mengembangkan industri intermediate minyak sereh wangi. Untuk mengetahui kelayakan penerapannya, diperlukan analisis finansial terhadap proses isolasi tersebut. Kelayakan investasi pada pendirian industri baru maupun pengembangan industri minyak sereh dilihat NPV, BEP, PBP, Net B/C dan IRR yang dapat menggambarkan apakah proyek masih atraktif untuk direalisasikan. Pada pendirian industri baru, nilai NPV sebesar Rp11,844,269,430.12, IRR sebesar  47 %. Masa pengembalian modal (PBP) tercapai selama periode 2.79 tahun. Nilai Net B/C adalah 2.75 dan titik impas produksi (BEP) diperoleh pada nilai penjualan Rp. 5,217,742,676.09. Sedangkan pada pengembangan industri minyak sereh wangi, NPV dari pengembangan industri tersebut sebesar Rp 12.348.032.363,16. Nilai IRR untuk pengembangan industri dengan  Input 600 kg / proses  adalah 89 %. Masa pengembalian  modal (PBP) pengembangan industri tercapai selama periode 4,41 tahun. Nilai Net B/C yang diperoleh dari pendirian Pabrik Citronellal dan Rhodinol  ini adalah 6,30. Titik impas produksi (BEP) diperoleh pada nilai penjualan Citronellal sebesar Rp 20.912.029.225,35. Hal ini menunjukkan bahwa pendirian industri baru maupun pengembangan industri minyak sereh wangi yang sudah ada, layak untuk direalisasikan. Kata kunci: minyak sereh wangi, Citronellal, Rhodinol, kelayakan finansial, industri
ANALISIS KURVA INTENSITY-DURATION-FREQUENCY (IDF) DI KAWASAN RAWAN BANJIR KABUPATEN BANDUNG Sophia Dwiratna Nur Perwitasari; Gunawan Nawawi; Irfan Ardiyansyah
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hujan adalah komponen masukan penting dalam proses hidrologi. Karakteristik hujan di antaranya adalah intensitas, durasi, kedalaman, dan frekuensi. Intensitas berhubungan dengan durasi dan frekuensi dapat diekspresikan dengan kurva Intensity-Duration-Frequency (IDF). Kurva IDF dapat digunakan untuk menghitung banjir rencana dengan mempergunakan metode rasional. Dalam penelitian ini curah hujan harian dihitung dengan analisis frekuensi yang dimulai dengan menentukan curah hujan harian maksimum rata-rata, kemudian menghitung parameter statistik untuk memilih distribusi yang paling cocok. Intensitas hujan dihitung dengan mempergunakan metode Mononobe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi normal sangat cocok dengan sebaran data di wilayah studi. Kata kunci: Hujan, Intensitas, Durasi, Frekuensi, Distribusi
SIFAT AERODINAMIS BENIH CABAI MERAH Fany Trihapsoro; Sarifah Nurjanah; Totok Pujiyanto; Sudaryanto Zain
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Informasi mengenai sifat aerodinamis benih dan pengaruhnya terhadap perubahan kadar air merupakan informasi yang sangat penting di dalam mendesain peralatan baik pada saat penanganan bahan maupun pada saat prosessing. Penelitiaan ini bertujuan untuk mendapatkan data sifat aerodinamis pada tiga verietas benih cabai merah yaitu varietas Tanjung, TW dan Keriting. Kecepatan terminal dan koefisien hambat diukur dengan menjatuhkan bahan pada insrumen pengukur sifat aerodinamis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air berpengaruh terhadap besarnya kecepatan terminal dan koefisien hambat.  Adanya peningkatan kadar air bahan dari 0,34 x 10-2 % (wb) sampai 48% (wb), meningkatkan kecepatan terminal dari 4.49 - 6.95 m/s, 4.68 - 6.74 m/s dan 4.51 - 7.29 m/s masing-masing untuk varitas Tanjung, Tw dan Keriting. Nilai koefisien hambat menurun dengan adanya peningkatan kadar air. Peningkatan kadar air dari 0,34 x 10-2 % (wb) sampai 48% (wb), menurunkan koefisien hambat dari 0.71 - 0.31, 0.61 - 0.29 dan 0.51 - 0.17 masing-masing untuk varietas Tanjung, Tw and Keriting. Kata kunci : Sifat aerodinamis, Benih, Kecepatan terminal, Koefisien hambat

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 3 (2025): TEKNOTAN, Desember 2025 Vol 19, No 2 (2025): TEKNOTAN, Agustus 2025 Vol 19, No 1 (2025): TEKNOTAN, April 2025 Vol 18, No 3 (2024): TEKNOTAN, Desember 2024 Vol 18, No 2 (2024): TEKNOTAN, Agustus 2024 Vol 18, No 1 (2024): TEKNOTAN, April 2024 Vol 17, No 3 (2023): TEKNOTAN, Desember 2023 Vol 17, No 2 (2023): TEKNOTAN, Agustus 2023 Vol 17, No 1 (2023): TEKNOTAN, April 2023 Vol 16, No 3 (2022): TEKNOTAN, Desember 2022 Vol 16, No 2 (2022): TEKNOTAN, Agustus 2022 Vol 16, No 1 (2022): TEKNOTAN, April 2022 Vol 15, No 2 (2021): TEKNOTAN, Desember 2021 Vol 15, No 1 (2021): TEKNOTAN, Agustus 2021 Vol 14, No 2 (2020): TEKNOTAN, Desember 2020 Vol 14, No 1 (2020): TEKNOTAN, Agustus 2020 Vol 13, No 2 (2019): TEKNOTAN, Desember 2019 Vol 13, No 1 (2019): TEKNOTAN, Agustus 2019 Vol 12, No 2 (2018): TEKNOTAN, Desember 2018 Vol 12, No 1 (2018): TEKNOTAN, April 2018 Vol 11, No 2 (2017): TEKNOTAN, Agustus 2017 Vol 11, No 1 (2017): TEKNOTAN, April 2017 Vol 10, No 2 (2016): TEKNOTAN, November 2016 Vol 10, No 1 (2016): TEKNOTAN, Agustus 2016 Vol 9, No 3 (2015): Teknotan, September 2015 Vol 9, No 1 (2015): Teknotan, Januari 2015 Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 1 (2014) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 2 (2013) Vol 7, No 1 (2013) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 1 (2012) Vol 5, No 3 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 4, No 2 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 2, No 3 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 1 (2008) Vol 1, No 3 (2007) Vol 1, No 2 (2007) Vol 1, No 1 (2007) More Issue