cover
Contact Name
Rizky Mulya Sampurno
Contact Email
rizky.mulya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.teknotan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
ISSN : 19781067     EISSN : 25286285     DOI : -
Core Subject : Education,
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian, merupakan publikasi ilmiah kerjasama antara Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (FTIP UNPAD) dengan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA) Cabang Bandung. Jurnal ini diterbitkan 2 kali setahun (1 Volume, 2 Nomor penerbitan) dalam upaya menyebarluaskan ide-ide konseptual dan/atau hasil-hasil penelitian dan penerapan serta pengembangannya dalam bidang ilmu keteknikan dan teknologi pertanian dalam arti luas (pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan), khususnya pertanian tropika dan ilmu hayati. Penulis naskah/artikel jurnal adalah civitas academika, peneliti dan praktisi serta anggota perhimpunan/organisasi professional dari semua disiplin dan terbuka bagi umum yang menaruh minat dalam bidang ilmu terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 398 Documents
PENGGUNAAN TEKNIK PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK MENENTUKAN POTENSI KETERSEDIAAN AIR TANAH Kasus di Sub DAS Cisangkuy, DAS Citarum Bandung Dwi Rustam Kendarto
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 2, No 3 (2008)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Informasi ketersediaan air tanah sangat diperlukan dalam perencanaan pertanian, manajemen irigasi dan perencanaan pola tanam. Agar dapat menggambarkan sebaran spasial informasi ketersediaan air suatu suatu wilayah secara lebih rinci, maka informasi data visual geografik menjadi sangat menarik untuk digunakan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan distribusi spasial ketersediaan air tanah menggunakan teknik penginderaan jauh dan sistem informasi geografis. Penelitian ini dilakukan dengan metode kesetimbangan air yang dikemukakan oleh Thornthwaite menggunakan input data visual geografis yang berupa peta dan citra satelit. Penggunaan data input visual diharapkan mampu menggambarkan sebaran nilai ketersediaan air tanah secara rinci mengikuti sebaran geografis sesuai kondisi di lapangan. Dalam penelitian ini dibandingkan pula dua jenis input data yang digunakan yaitu input peta karakteristik lahan serta input dari citra dan informasi topografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan data input spasial dapat menggambarkan distribusi nilai ketersediaan air tanah. Penggunaan citra satelit dan informasi topografi ternyata lebih handal dibandingkan input peta karakteristik lahan. Kehandalan tersebut dapat dilihat dari angka root mean square (RMS) dan angka koefisien korelasi. Nilai RMS untuk masing-masing cara yaitu 27,8% untuk input peta karakteristik lahan serta 21.3% untuk penggunaan indeks kelembaban dan indeks topografi. Sedangkan angka koefisien korelasi untuk input peta karakteristik lahan adalah 0,6, serta angka koefisien korelasi untuk input indeks kelembaban dan indeks topografi adalah 0,65. Kata kunci : Ketersediaan Air, Sistem Informasi Geografis, Penginderaan jauh, Kesetimbangan air 
DISAIN DAN UJI UNJUK KERJA MESIN PENGERING BERDASARKAN KONSEP EFEK RUMAH KACA (ERK) HIBRIDA S. Endah Agustina; Dyah Wulandani; Novalina Naibaho
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengeringan merupakan proses yang sangat penting dalam penangan produk-produk pertanian. Saat ini mesin pengering yang lebih effisien dan lebih ramah lingkungan gencar dikembangkan, selain sebagai salah satu upaya untuk menekan laju pemanasan global dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan (surya dan biomassa), juga untuk menekan biaya proses karena semakin mahalnya energi fossil dan listrik. Mesin pengering yang dirancang adalah mesin pengering yang memanfaatkan efek rumah kaca (ERK) iradiasi surya di dalam ruang pengering.  Sumber energi hibrida (surya dan biomassa) digunakan agar mesin mampu beroperasi 24 jam dalam 1 hari. Mesin dirancang tipe bak, untuk pengeringan jagung pipilan dengan kapasitas 1 ton per proses. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada kapasitas penuh (1 ton jagung), suhu ruang pengering mampu mencapai  55,7 oC pada iradiasi surya sebesar 294,36 W/m2  dan penambahan sumber panas dari pembakaran biomassa (kayu bakar)  sebesar 5.39 kg/jam. Dibutuhkan waktu  23 jam untuk mengeringkan jagung dari KA 31.59% menjadi 14%. Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa dalam proses pengeringan tersebut  peran energi biomassa ternyata sangat dominan (67 – 90 %) dibanding energi surya (7-20%) dan energi listrik. Kata kunci: Pengeringan, Efek rumah kaca (ERK), Sumber energi hibrida.
IDENTIFIKASI DISTRIBUSI LAHAN KRITIS BERDASARKAN METODE ANFIS (ARTIFICIAL NEURO-FUZZY INFERENCE SYSTEM) STUDI KASUS DI SUB DAS CILAKI HULU, DAS CITARUM HULU Dwi Rustam Kendarto
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan lahan kritis yang cepat perlu dicegah melalui identifikasi distribusi spasial lahan kritis. Dalam kajian ini metode sistem inferensi Neuro-Fuzzy buatan - Artificial neuro-fuzzy inference system (ANFIS) digunakan untuk identifikasi kekritisan lahan. Hasil kajian menunjukkan bahwa ANFIS dapat digunakan untuk identifikasi kekritisan lahan dengan mempertimbangkan jumlah faktor penentu, kualitas data training dan pembobotan untuk masing-masing variabel. Dari hasil analisis kehandalan menunjukkan bahwa tingkat kesalahan ANFIS dalam analisis kekritisan lahan 0.75. Kendala terjadi pada tingkat ketelitian data yang beragam, sehingga tingkat akurasi mengikuti akurasi data terrendah. Selain itu,  dalam penentuaan aturan ANFIS tidak dilakukan pembobotan antar variabel, sehingga variabel mempunyai derajat pengaruh yang sama antar variabel.  Kata kunci : Kekritisan lahan, Artificial Neuro-Fuzzy Inference System (ANFIS), Distribusi spasial
KAJIAN PENGGUNAAN PROGRAM TITEDA DALAM PENGELOLAAN DATA DEBIT DI DAS HULU CITARUM Sophia Dwiratna Nur Perwitasari; Dwi Rustam Kendarto; Edy Suryadi
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji sejauhmana perangkat lunak Titeda dapat diaplikasikan dalam pengelolaan data debit di DAS Citarum Hulu.Penelitian dilakukan dari bulan April sampai dengan September 2007, dengan menggunakan metode penelitian deskriptif analitik. Dari hasil olahan software Titeda menunjukkan bahwa curah hujan rata-rata selama 10 tahun di stasiun Batujajar DAS Citarum Hulu sebesar 1,553 mm/hari dengan jumlah hujan selama 10 tahun sebesar 10158 mm. Curah hujan minimum sebesar 0,0 mm (tidak terjadi hujan) dan curah hujan maksimum 85 mm. Tinggi Muka Air DAS Citarum Hulu pada stasiun Cimahi-Cicakung selama 10 tahun maksimum sebesar 1,73 m dan minimum sebesar 0,115 m. Debit sungai DAS Citarum Hulu di stasiun Cimahi Cicakung selama 10 tahun menunjukkan debit maksimum sebesar 8,00 m3/detik dan debit minimum sebesar 6,67 m3/detik. Kata kunci : Titeda, Debit, DAS Citarum Hulu
PENGARUH JUMLAH SEL BAKTERI LACTOBACILLUS PLANTARUM DAN LAMA PERENDAMAN FILLET TERHADAP ASAM YANG DIHASILKAN DAN MUTU FILLET NILA MERAH (OREOCHROMIS SP.) SELAMA PENYIMPANAN PADA SUHU RENDAH Cucu S. Achyar; Betty D. Sofiah; Sri Rahayu Mitraningsih
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fillet nila merah merupakan sayatan daging ikan nila merah yang banyak digemari konsumen, akan tetapi sangat rentan terhadap kontaminasi dan penurunan mutu. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober hingga Desember 2006. Lactobacillus plantarum dapat digunakan sebagai pengawet karena dapat menghasilkan asam laktat yang bermanfaat dalam menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk pada daging ikan. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu faktor A sebagai jumlah sel L. plantarum (8,81 dan 9,39 log sel/ml) dan Faktor B sebagai lama perendaman (5, 10 dan 15 menit). Masing-masing kombinasi perlakuan diamati selama 12 hari penyimpanan dan diulang sebanyak 4 kali.Hasil percobaan menunjukkan bahwa jumlah sel L. plantarum sebanyak 8,81 log sel/ml dan lama perendaman 10 menit mampu mempertahankan mutu fillet nila merah selama 12 hari penyimpanan pada suhu 5°C–10°C dengan karakteristik daging berwarna putih opaque agak merah muda dan agak cerah, darah pada gurat sisi berwarna merah agak kecoklatan, dan bau khas hilang namun belum tercium bau busuk. Fillet ini juga memiliki jumlah asam laktat terbanyak 0,54% dan nilai pH terendah 5,23 pada hari ke-7 serta bakteri asam laktat sebanyak 6,00 log koloni/g dan bakteri gram negatif sebanyak 5,51 log koloni/g pada hari ke-12 penyimpanan.Kata kunci: Lactobacillus, ikan nila merah, penyimpanan dengan suhu rendah
KARAKTERISTIK DEFORMASI TANAH PADA PEMBUATAN LORONG PENGATUS DANGKAL DI TANAH SAWAH JENUH DI DALAM SOIL BIN Siti Suharyatun
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan lorong pengatus di atas lapisan keras (hardpan) pada  tanah sawah dilakukan untuk memperpendek masa tunggu tanam palawija yang sekaligus mempercepat penurunan kadar lengas tanah yang tinggi setelah musim hujan agar sesuai dengan pertumbuhan awal tanaman palawija. Namun terdapat resiko deformasi lorong pengatus pada saat pengolahan tanah yang sangat ditentukan oleh kondisi fisik tanah aktual. Penelitian eksperimentil deskriptif dilakukan pada skala laboratorium di dalam soil bin yang diisi tiga contoh tanah yang berbeda kadar liatnya, yaitu; 1) Godean (GDN: 13.12 %), 2) Moyudan (MYD: 41.17 %), dan Boyolali (BYL:53,63 %). Masing-masing tanah diamati karakteristik deformasinya saat pembuatan lorong pengatus. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa deformasi tanah terbesar justru terjadi pada tanah dengan kandungan liat tertinggi (53.63 %) dan terkecil pada tanah dengan kandungan liat (13.12 %). Kata kunci: deformasi tanah, lorong pengatus, tanah sawah
ANALISIS KOMPARATIF DAN DAYA SAING KOMODITAS HORTIKULTURA INDONESIA DIBANDINGKAN DENGAN 4 NEGARA ASEAN LAINNYA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN ANALISIS REVEALED COMPARATIVE ADVANTAGE (RCA) DAN CONSTANT MARKET SHARE (CMS) Roni Kastaman
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mendapatkan gambaran mengenai posisi persaingan komoditas hortikultura Indonesia dibandingkan dengan beberapa negara ASEAN (Thailand, Malaysia, Singapura dan Philipina), telah dilakukan penelitian analisis komparatif dan daya saing. Penelitian dilakukan di Laboratorium Sistem & Manajemen Keteknikan Pertanian, Jurusan Teknik & Manajemen Industri Pertanian Fakultas Teknologi Industri Pertanian, Universitas Padjadjaran pada bulan September – Nopember 2009. Penelitian menggunakan metode deskriptif analitik dengan metode analisis komparatif berupa Revealed Comparative Advantage (RCA) dan analisis daya saing dengan metode Constant Market Share (CMS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Secara komparatif, produk hortikultura Indonesia masih unggul dibandingkan 4 negara ASEAN lainnya. Sedangkan dari sisi daya saing, produk hortikultura Indonesia masih lemah dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya, khususnya Thailand dan Malaysia. Kata kunci : Daya saing, RCA, CMS 
KAJIAN MODEL POTENSI PEMBERDAYAAN MASTERPLAN BERBASIS AGRO TECHNOPARK (ATP) DI KOLEBERES KECAMATAN CIKADU KABUPATEN CIANJUR Boy Macklin Pareira Prawiranegara; Asep Yusuf; Mohamad Sapari Dwi Hadian; Cipta Endyana
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai Kajian Model Potensi Pemberdayaan Masterplan Berbasis Agro Technopark (ATP) di Koleberes Kecamatan Cikadu Kabupaten Cianjur ini dilakukan di wilayah Koleberes Cianjur Selatan mulai bulan Juni hingga Desember 2007. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun sebuah model awal bio-cylo farming di wilayah translok Koleberes sesuai keadaan sebenarnya dengan menggunakan metodologi pemodelan Agro Technopark dengan kajian pertanian terpadu.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey dan modeling. Penelitian ini didahului dengan penggambaran secara umum model ATP center Koleberes tentang sistem pertanian terpadu di wilayah tersebut termasuk keterlibatan masyarakat yang akan ditingkatkan pendapatannya. Kemudian, model tersebut dikembangkan menjadi model Improvisasi model ATP yang merupakan modifikasi dari model ATP Center Koleberes dengan menghubungkan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan dalam sebuah siklus bio-cylo farming. Model pada ATP center Koleberes dan Improvisasi model ATP selanjutnya di simulasikan dengan menggunakan software Vensim PLE 32 Versi 4.2a 2000. Variabel yang di ukur adalah pendapatan masyarakat dan selanjutnya dilakukan komparasi antara pendapatan masyarakat model ATP center Koleberes dan pendapatan masyarakat di model Improvisasi model ATP untuk melihat pola pendapatan masyarakat.Hasil penelitian menunjukkan antara model ATP center Koleberes dan Improvisasi model ATP memperlihatkan perbedaan yang signifikan terhadap pendapatan masyarakat pada sektor pertanian, peternakan, dan perikanan dengan melakukan perubahan pola tanam yang pad akhirnya menghasilkan beberapa kali panen diantaranya panen harian, musiman, bulanan, tahunan, winduan, dan sektor usaha kecil menengah. Kata kunci: Agro technopark, Bio-cyclo farming
PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK PEMANEN AIR HUJAN LAPANGAN UNTUK PERTANIAN LAHAN KERING Candy Permata Sari; Edy Suryadi; Wagiono -
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penghitungan perolehan air hujan pada Instalasi pemanenan air hujan di lapangan dipengaruhi banyak faktor yang menentukan panen air hujan aktual. yang dipanen. Melalui teknologi komputer penghitungan dapat dipermudah dengan merancang perangkat lunak pemanen air hujan lapangan. Sebuah protipe perangkat lunak – disebut In-Rain Software Versi 1.0, telah berhasil dibuat dan beroperasi dengan baik. Hasil perhitungan data panen air hujan dengan menggunakan perangkat lunak ini diuji dengan data sekunder Desa Bojongkembar Kabupaten Sukabumi Jawa Jawa Barat. Hasil uji menunjukan perbedaan data panen air hujan yang relatif kecil antara 0 sampai 0,39 dengan rata-rata nilai perbedaan 0,079. Hasil uji membuktikan bahwa perangkat lunak yang dirancang ini valid dan dapat direkomendasikan penggunaannya. Perangkat lunak ini mudah dipindahkan dengan flash disc tanpa harus menginstalasi program dasarnya, yaitu Borland Delphi 7.0.Kata kunci : Pemanenan air hujan, Perangkat lunak, Borland Delphi 7.0
ANALISIS TEKNIK DAN UJI KINERJA EKSTRAKTOR JAMBU BIJI Totok Herwanto; Handarto Dan; Yayan Hendrawan
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spesifikasi teknik ekstraktor jambu biji yang dibuat Balai Besar Pengembangan Teknologi Tepat Guna-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia perlu dikaji ulang dan diuji kinerjanya. Metode analisis deskriptif digunakan dalam pengujian terhadap mesin untuk mengetahui kelayakan teknik tiap komponennya dan kemampuan kerja mesin. Hasil analisis teknik menunjukkan bahwa kebutuhan daya penggerak sebesar 0,64 kW, diameter poros sebesar 13,93 mm, panjang pasak sebesar 5,25 mm, diameter dalam kopling cakar sebesar 26,8 mm, diameter luar kopling cakar sebesar 53,0 mm, tinggi cakar pada kopling sebesar 15,0 mm, umur bantalan sebesar 25.677.202 jam, kekuatan rangka sebesar 0,47 × 103 N, dan kekuatan sambungan las sebesar 17.400 N. Berdasarkan hasiltersebut, tiap komponen layak untuk digunakan pada mesin. Hasil uji kinerja menunjukkan bahwa kapasitas teoritis sebesar 5.485,62 kg/jam, kapasitas aktual sebesar 627,77 ± 34,84 kg/jam, efisiensi mesin sebesar 11,44 ± 0,63 %, kebutuhan daya listrik mesin sebesar 1,15 ± 0,02 kW, efisiensi daya sebesar 53,24 ± 1,03 %, kebutuhan energi spesifik pengekstrakan sebesar 6,72 ± 0,38 kJ/kg, tingkat kehilangan bahan sebesar 6,92 ± 3,57 %, kadar sari buah dalam padatan sebesar 85,93 ± 1,35 %, kadar padatan dalam sari buah sebesar 4,11 ± 0,71 %, dan rendemen pengekstrakan sebesar 69,44 ± 3,41 %. Untuk meningkatkan kinerja mesin, perlu dilakukan perbaikan dan perawatan terhadap karet pada rakitan pengaduk. Kata kunci: analisis teknik, ekstraktor, jambu biji, sari buah, uji kinerja.

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 3 (2025): TEKNOTAN, Desember 2025 Vol 19, No 2 (2025): TEKNOTAN, Agustus 2025 Vol 19, No 1 (2025): TEKNOTAN, April 2025 Vol 18, No 3 (2024): TEKNOTAN, Desember 2024 Vol 18, No 2 (2024): TEKNOTAN, Agustus 2024 Vol 18, No 1 (2024): TEKNOTAN, April 2024 Vol 17, No 3 (2023): TEKNOTAN, Desember 2023 Vol 17, No 2 (2023): TEKNOTAN, Agustus 2023 Vol 17, No 1 (2023): TEKNOTAN, April 2023 Vol 16, No 3 (2022): TEKNOTAN, Desember 2022 Vol 16, No 2 (2022): TEKNOTAN, Agustus 2022 Vol 16, No 1 (2022): TEKNOTAN, April 2022 Vol 15, No 2 (2021): TEKNOTAN, Desember 2021 Vol 15, No 1 (2021): TEKNOTAN, Agustus 2021 Vol 14, No 2 (2020): TEKNOTAN, Desember 2020 Vol 14, No 1 (2020): TEKNOTAN, Agustus 2020 Vol 13, No 2 (2019): TEKNOTAN, Desember 2019 Vol 13, No 1 (2019): TEKNOTAN, Agustus 2019 Vol 12, No 2 (2018): TEKNOTAN, Desember 2018 Vol 12, No 1 (2018): TEKNOTAN, April 2018 Vol 11, No 2 (2017): TEKNOTAN, Agustus 2017 Vol 11, No 1 (2017): TEKNOTAN, April 2017 Vol 10, No 2 (2016): TEKNOTAN, November 2016 Vol 10, No 1 (2016): TEKNOTAN, Agustus 2016 Vol 9, No 3 (2015): Teknotan, September 2015 Vol 9, No 1 (2015): Teknotan, Januari 2015 Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 1 (2014) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 2 (2013) Vol 7, No 1 (2013) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 1 (2012) Vol 5, No 3 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 4, No 2 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 2, No 3 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 1 (2008) Vol 1, No 3 (2007) Vol 1, No 2 (2007) Vol 1, No 1 (2007) More Issue