cover
Contact Name
Rizky Mulya Sampurno
Contact Email
rizky.mulya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.teknotan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
ISSN : 19781067     EISSN : 25286285     DOI : -
Core Subject : Education,
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian, merupakan publikasi ilmiah kerjasama antara Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (FTIP UNPAD) dengan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA) Cabang Bandung. Jurnal ini diterbitkan 2 kali setahun (1 Volume, 2 Nomor penerbitan) dalam upaya menyebarluaskan ide-ide konseptual dan/atau hasil-hasil penelitian dan penerapan serta pengembangannya dalam bidang ilmu keteknikan dan teknologi pertanian dalam arti luas (pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan), khususnya pertanian tropika dan ilmu hayati. Penulis naskah/artikel jurnal adalah civitas academika, peneliti dan praktisi serta anggota perhimpunan/organisasi professional dari semua disiplin dan terbuka bagi umum yang menaruh minat dalam bidang ilmu terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 383 Documents
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN CAMPURAN LARUTAN FERMENTASI KUBIS DAN EDIBLE COATING DARI KITOSAN TERHADAP KARAKTERISTIK PATIN PADA SUHU RENDAH Eddy Afrianto; Deasy Aprilisa
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 2, No 3 (2008)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan untuk mengetahui efektivitas penggunaan campuran larutan fermentasi kubis dan suspensi dari kitosan terhadap karakteristik patin pada suhu rendah. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan lima perlakuan, yaitu patin tanpa perendaman (kontrol), perendaman patin dalam larutan fermentasi kubis dan perendaman patin dalam campuran larutan fermentasi kubis dan suspensi kitosan dengan tiga konsentrasi kitosan yang berbeda, yaitu 2,5%, 5% dan 7,5%. Pengamatan dilakukan terhadap susut bobot, Total Volatile Base (TVB), dan jumlah total bakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan campuran larutan fermentasi kubis dan suspensi dari kitosan berpengaruh terhadap susut bobot, Total Volatile Base (TVB), dan jumlah koloni bakteri. Patin yang direndam dalam campuran larutan fermentasi kubis dan suspensi kitosan 2,5% (Perlakuan B) memberikan pengaruh terbaik hingga hari ke-10. Kata kunci : Fermentasi kubis, Suspensi, Suhu rendah, Patin
PENINGKATAN KUALITAS DAGING DAUN LIDAH BUAYA (Aloe vera Linn.) SEBAGAI BAHAN BAKU OLAHAN DENGAN PERENDAMAN DALAM LARUTAN KALSIUM HIDROKSIDA Mohamad Djali; Tati Sukart
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 3 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengolahan daun lidah buaya menjadi berbagai produk olahan menghadapi beberapa kendala antara lain sulitnya menghilangkan lendir, rasa pahit dan bau langu yang menempel pada daging daunnya. Untuk mengatasi hal tersebut dilakukan perendaman dalam larutan kalsium-hidroksida (Ca(OH)2). Efektivitas kapur dalam mengatasi permasalahan di atas bergantung pada konsentrasi dan lama perendaman.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi larutan kalsium-hidroksida dan lama perendaman yang tepat agar dihasilkan daging daun lidah buaya dengan karakteristik organoleptik yang disukai.Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok pola faktorial, terdiri dari 2 faktor yaitu konsentrasi larutan kapur 2,5% dan 3% dan lama perendaman 2,5 jam, 3 jam, 3,5 jam, 4 jam, dan diulang 4 kali. Pengamatan meliputi kekerasan daging daun dengan menggunakan Fruit Hardness Tester, dan skor organoleptik untuk warna, intensitas bau langu, kekerasan, intensitas rasa pahit dan adanya lendir.Hasil penelitian menunjukan terdapat interaksi antara konsentrasi larutan kalsium hidroksida dengan lama perendaman terhadap skor adanya lendir daging daun lidah buaya . Konsentrasi larutan kalsium-hidroksida 3% dan lama perendaman 4 jam menghasilkan daging daun lidah buaya dengan skor kesukaan organoleptik yang disukai.Kata kunci: Aloe vera, Kalsium-hidroksida, Perendaman, Skor kesukaan
PENGARUH IMBANGAN TEPUNG TALAS (Colocasia esculenta (L.) Schott) DAN TAPIOKA (Manihot Utilissima) TERHADAP KARAKTERISTIKA MUFFIN Marleen Herudiyanto; Rossi Indiarto; Uus Usniroh
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tepung talas yang rendah gluten dengan campuran tepung tapioka untuk pembuatan muffin perlu dipersiapkan sebagai penganan harian yang dapat menghambat peningkatan jumlah penderita autis di Indonesia. Penelitian dilakukan untuk menentukan imbangan yang tepat antara tepung talas dan tepung tapioka terhadap beberapa karakteristik muffin yang dihasilkan. Metode eksperimen digunakan dengan rancangan acak kelompok dalam 5 ulangan pada 5 perlakuan imbangan tepung talas dan tapioka, yaitu; A = 90:10, B = 80:20, C = 70:30, D = 60:40 dan E = 50:50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan B menghasilkan muffin dengan karakteristik terbaik yaitu pengembangan volume 216,7 %, firmness 922,36 gF. Hasil organoleptik uji hedonik terhadap kenampakan keseluruhan 3,8, citarasa 3,67, mouthfeel 4,20, warna crust 4,07, warna crumb 4,13 (kisaran skor kesukaan dinilai 1(sangat tidak suka) sampai 5 (sangat suka). Hasil pengujian proksimat adalah kadar air 30,14 %, kadar abu 2,55 %, kadar lemak 14,42 %, kadar karbohidrat 47,68 %, kadar protein 5,21 % , kadar serat 1,19 % dan rendemen 86,50 %.Kata kunci: imbangan tepung talas-tapioka, autis, karakteristika muffin
POLA PENINGKATAN KEKERASAN KULIT BUAH MANGGIS SELAMA PENYIMPANAN DINGIN Usman Ahmad; Sut risno; I Wayan Budiastra; Aris Purwanto; Dwi Dian Novita
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengerasan kulit merupakan indikator kerusakan pada penyimpanan buah manggis yang berkaitan dengan kandungan air pada kulit buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model kalibrasi NIR untuk memprediksi kadar air kulit buah manggis selama penyimpanan dan menentukan pola peningkatan kekerasan kulit buah manggis berdasarkan perubahan kadar air selama penyimpanan menggunakan reflektan NIR. Metode eksperimental deskriptif digunakan dalami 2 tahapan pengamatan. Pada tahap pertama 88 buah manggis masing-masing disimpan pada temperatur pada 8 ºC dan 13 ºC selama 40 hari, dan 128 lagi disimpan pada suhu ruang 27 ºC selama 22 hari. Pengukuran reflektan, kadar air, dan kekerasan kulit buah dilakukan pada hari ke-0, 1, 2, 4, 8, 16, 24, 28, 32, 36, dan 40 pada penyimpanan suhu 8 ºC dan 13 ºC, dan pada hari ke-0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 10, 12, 14, 16, 18, 20, dan 22 penyimpanan pada suhu ruang 27 ºC. Pada tahap kedua 10 buah manggis masing-masing disimpan pada 8 ºC, 13 ºC selama 28 hari, dan pada suhu ruang selama 16 hari sebagai sampel monitoring. Reflektan diukur pada hari ke-0, 2, 4, 8, 16, 24 dan 28 pada penyimpanan dingin dan pada hari ke-0, 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, dan 16 pada suhu ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan optimum buah manggis pada 13 ºC dan 8 ºC adalah selama 28 hari dan pada suhu ruang selama 16 hari. Kadar air kulit buah menurun selama penyimpanan sedangkan kekerasan kulit buah menurun di awal dan meningkat di akhir penyimpanan pada ketiga suhu penyimpanan. Pola peningkatan kekerasan kulit buah manggis berdasarkan perubahan kadar air kulit buah ditentukan menggunakan reflektan kulit buah manggis berdasarkan perubahan kadar air kulit buah ditentukan menggunakan reflektan NIR dengan persamaan y=0,0045x2–0,126x+3,64 (R2=87,4 %) untuk penyimpanan pada suhu 13ºC dan persamaan y=0,0138x2–0,218x+2,69 (R2=70,1 %) pada suhu ruang. Kata kunci: buah manggis, pengerasan kulit, kadar air, NIR spectroscopy
PENAMBAHAN -AMILASE DAN GLUKOAMILASE PADA PEMBUATAN ROTI DARI TEPUNG SORGUM DAN GANDUM Elazmanawati Lembong; Toto Subroto; Debby M Sumanti
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penambahan enzim dapat memperbaiki proses fermentasi pada pembuatan roti dan memperbaiki mutu simpannya. Belum banyak diketahui bagaimana pengaruh a-amilase dan glukoamilase pada roti yang terbuat dari tepung sorgum dan terigu. Penelitian ini bertujuan untuk membuat roti dari tepung sorgum : terigu (30 : 70) dengan penambahan a-amilase dan glukoamilase sehingga dihasilkan roti dengan karakteristik yang baik dan disukai panelis. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan analisis deskriptif. Perlakuan yang digunakan adalah penambahan a-amilase dan glukoamilase sebesar 0 U/g tepung; 1,15 U/g tepung; 1,35 U/g tepung; dan 1,55 U/g tepung. Roti yang dihasilkan diuji menggunakan Uji hedonik menggunakan nilai antara 1 - 5 dari yang tidak disukai sampai sangat suka. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan analisis deskriptif. Roti menggunakan sorgum : terigu (30 : 70) yang ditambahkan a-amilase dan glukoamilase sebesar 1,35 U/g tepung memiliki karakteristik yang disukai menurut Uji hedonik dengan nilai penampakan keseluruhan 4; warna crust 4,2; warna crumb 3,8; aroma 3,6; keempukan ditekan dan digigit 4; dan rasa juga bernilai 4. Kata kunci : Sorgum, a-amilase, Glukoamilase 
RESPONS KEMASAMAN DAN KANDUNGAN P-TERSEDIA DARI TANAH FLUVENTIC EUTRUDEPTS, KONSENTRASI P TANAMAN SERTA HASIL JAGUNG (Zea mays) AKIBAT APLIKASI PUPUK FOSFAT DAN KOTORAN SAPI Benny Joy; H.E. Hidayat Salim; Fajar Pratama Putra
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian untuk mengetahui respons kemasaman tanah (pH) dan kandungan P-tersedia pada tanah Fluventic Eutrudepts, konsentrasi P-tanaman dan hasil tanaman jagung akibat aplikasi pupuk fosfor dan kotoran sapi telah dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor pada bulan Agustus sampai dengan bulan November 2006.Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (Randomized Block Design) pola faktorial yang diulang tiga kali dan terdiri atas dua faktor. Faktor pertama adalah pupuk SP-36 yang terdiri atas empat taraf (tanpa pupuk SP-36, 21,83 kg P/ha, 43,66 kg P/ha, dan 65 kg P/ha), sedangkan faktor kedua adalah kotoran sapi dengan empat taraf (tanpa kotoran sapi, 5 t kotoran sapi/ha, 10 t kotoran sapi/ha, dan 15 t kotoran sapi/ha). Tanaman jagung varitas Bisma digunakan sebagai tanaman indikator.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecuali untuk respons kemasaman tanah (pH), interaksi antara takaran pupuk SP-36 dengan takaran kotoran sapi berpengaruh nyata terhadap kandungan P-tersedia tanah, konsentrasi P-tanaman, dan hasil tanaman jagung. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa hasil tanaman jagung tertinggi sebesar 4200 g/petak diperoleh dari kombinasi perlakuan takaran pupuk P sebesar 43,66 kg P/ha dengan 10 t kotoran sapi.Kata kunci: P-tersedia, Konsentrasi-P tanaman, pH tanah, Fluventic Eutrudepts
APLIKASI ARTIFICIAL NEURAL NETWORK DALAM PEMUPUKAN N, P, DAN K PADA BUDIDAYA TEBU S Prabawa; B Pramudya; I W Astika; Radite PAS; E Rustiadi
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data historis dosis pemupukan pada budidaya tebu dan hasil yang diperoleh (hasil tebu dan kadar gula) sangat bermanfaat untuk mengetahui dosis pemupukan yang memberikan hasil yang tinggi.  Hubungan tersebut dapat diformulasikan dengan artificial neural network. Penelitian ini bertujuan membangun model artificial neural network sehingga dapat ditentukan kebutuhan jumlah hara N, P, dan K pada target hasil tebu (yield) dan kadar gula yang diharapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Artificial Neural Network (ANN) yang dibangun untuk memformulasikan hubungan antara jumlah hara yang dibutuhkan dengan hasil tebu dan kadar gula memiliki akurasi R2=0.93 untuk pupuk pertama N, R2=0.88 untuk pupuk pertama P, R2=0.88 untuk pupuk kedua N, dan R2=0.92 untuk pupuk kedua K. Kata kunci: dosis pupuk, hasil tebu, kadar gula, artificial neural network.
MODEL OPTIMASI POLA TANAM PADA LAHAN KERING DI DESA SARIMUKTI KECAMATAN PASIRWANGI KABUPATEN GARUT Roni Kastaman; Dwi Rustam Kendarto; Awan Mustafa Aji
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Garut residence, as one of the main agriculture area in West Java Province, in the year of 2001 Garut government has decided to developed dry land plants, because the dry land has an extensive area compared to the wet land area in Garut. In contrast the income of the dry land farmers are remaining low. The research was carried out on March to September 2006. The aim of this research is to decide the optimal plantation pattern so can gain a maximal profit, and also find out the level of farmer’s earning before and after the optimizing process was conducted. Alternative patterns of plantation which can be developed are potatoes, cabbage, string bean, mustard greens, peas and red pepper chili for first plantation season. In the second plantation, the optimal patterns are cabbage, mustard greens and cauliflower.   In the third plantation season, the alternative pattern is potato, cauliflower, string bean and mustard greens. Keywords:  Garut, optimized pattern of plantation
MAPPING KAWASAN SALAK PONDOH KABUPATEN SLEMAN MENGGUNAKAN PENGOLAHAN CITRA QUICK BIRD DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Herman toro; Arif Ika Uktoro
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salak Pondoh sebagai komoditas unggulan Kabupaten Sleman Jogyakarta yang secara nyata telah mensejahterakan masyarakat dan meningkatkan pendapatan daerah perlu terus dijaga dan dikembangkan kuantitas dan kualitas produksinya, terutama dalam perdagangan internasional. Salah satu upaya untuk tetap dapat menjamin kualitas dan kuantitas produksi perlu dilakukan pemetaan mengenai tata-letak dan luas kawasan salak pondoh. Pemetaan kawasan ini dilakukan dengan metode pengolahan citra ’quick bird’ dan sistem informasi geografis. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa kawasan salak pondok di Kabupaten Sleman total 2.419.829 Ha, yang terdiri atas Kecamatan Tempel 672.574 Ha, Kecamatan Turi 1.560.891 Ha, dan Kecamatan Pakem 186.364 ha. Hasil ini dapat digunakan sebagai informasi dan panduan pengembangan salak selanjutnya. Kata kunci : mapping, citra quick bird, salak pondoh.
KAJIAN NERACA BAHAN MAKANAN DALAM RANGKA PENYUSUNAN STRATEGI DAN KEBIJAKAN KETAHANAN PANGAN KOTA BANDUNG HINGGA TAHUN 2020 Andri Kristianto; Roni Kastaman; Totok Pujianto; Imas Setiasih
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemetaan kondisi pangan Kota Bandung perlu dideskripsikan untuk penyusunan rencana strategis dan aksi pemantapan ketahanan pangan sampai tahun 2010. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode deskriptif analitik melalui pendekatan analisis Neraca Bahan Makanan untuk mendeskripsikan Pola Pangan Harapan (PPH) dan proyeksi pemenuhan bahan makanan yang berorientasi pada pemenuhan kecukupan energi dan gizi dari sejumlah bahan makanan pokok hingga tahun 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Bandung telah memenuhi kecukupan energi pada tahun 2008 yaitu 2.591 Kal/kap/hari, Namun dengan asupan protein sebesar 67,75 g/kap/hari,  belum memenuhi gizi yang diharapkan. Sedang ketersediaan pangan baru mencapai skor PPH 78,3. Kata kunci : Neraca bahan makanan, Pola pangan harapan

Filter by Year

2007 2025