cover
Contact Name
Rizky Mulya Sampurno
Contact Email
rizky.mulya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.teknotan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
ISSN : 19781067     EISSN : 25286285     DOI : -
Core Subject : Education,
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian, merupakan publikasi ilmiah kerjasama antara Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (FTIP UNPAD) dengan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA) Cabang Bandung. Jurnal ini diterbitkan 2 kali setahun (1 Volume, 2 Nomor penerbitan) dalam upaya menyebarluaskan ide-ide konseptual dan/atau hasil-hasil penelitian dan penerapan serta pengembangannya dalam bidang ilmu keteknikan dan teknologi pertanian dalam arti luas (pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan), khususnya pertanian tropika dan ilmu hayati. Penulis naskah/artikel jurnal adalah civitas academika, peneliti dan praktisi serta anggota perhimpunan/organisasi professional dari semua disiplin dan terbuka bagi umum yang menaruh minat dalam bidang ilmu terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 398 Documents
ANALISIS KEKUATAN KEUNGGULAN KOMPARATIF DAN KOMPETITIF INDONESIA DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING AGROINDUSTRI HALAL Dwi Purnomo; E. Gumbira-Sa’id; Anas M. Fauzi; Khaswar Syamsu; Muhammad Tasrif
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemetaan keunggulan daya saring komparatif dan kompetitif agro-industri dan bisnis halal Indonesia diperlukan untuk menjamin keberhasilan bisnis halal di pasar internasional, terutama di negara-negara anggota ASEAN. Analisis SWOT- kuantitatif digunakan sebagai metode perencanaan strategis dan untuk mengevaluasi kekuatan,kelemahan, peluang dan ancaman yang terjadi pada agroindustri halal eksisting Indonesia. Lima faktor yang dikelompokkan dianalisa dengan dua belas faktor daya saing yang dinilai untuk mengubah keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif.  Penilaian dilakukan oleh tujuh belas responden pelaku agroindustri halal nasional yang terdiri atas pengambil kebijakan, industri pakar dan pengamat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Agroindustri halal dapat menjadi altrenatif kebijakan yang sangat baik (skor kekuatan 4,19 dan skor kelemahan -2,25), mengingat kemampuannya melibatkan keterkaitan antara pengembangan industri hulu pertanian, industri hilir pertanian serta jasa-jasa pendukung secara harmonis dan simultan Kata kunci : Analisis SWOT kuantitatif, Halal, Agroindustri, Komparatif, Kompetitif
KINETIKA PERTUMBUHAN Amylomyces rouxii DAN Endomycopsis burtonii PADA RAGI TAPE KULTUR MURNI Tita Rialita
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinetika pertumbuhan mikroba penting diketahui untuk dapat menentukan umur produksi terbaik dari mikroba tersebut jika akan dijadikan sebagai starter/inokulum  proses fermentasi. A. rouxii dan E. burtonii  merupakan isolat esensial dari ragi sebagai inokulum pada proses fermentasi tape. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret hingga Agustus 2004. Umur produksi spora kapang terbaik ditentukan melalui kurva tumbuh kapang pada medium Agar Tauge, dengan menghitung jumlah dan viabilitas spora setiap hari selama 8 hari. Umur produksi sel khamir terbaik ditentukan melalui kurva tumbuh dengan mengukur berat kering sel yang ditumbuhkan pada media Kaldu Kentang Dekstrosa (PDB) setiap 3 jam selama 72 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur produksi spora  terbaik A.rouxii adalah 7 hari (1,75 x 106 spora/mL suspensi) dengan viabilitas 97 %. Umur terbaik sel E. burtonii adalah 18 jam dengan laju pertumbuhan maksimum (mmax = 0,09 jam-1) dan berat kering 2,68 g/L. Kata kunci: Kinetika pertumbuhan, Inokulum, Ragi
APLIKASI AIR BEROZON DALAM MEREDUKSI MIKROBA DAN RESIDU PESTISIDA KUBIS BUNGA (Brassica oleracea L.) DIOLAH MINIMAL Imas Siti Setiasih; Roni Kastaman; Siti Nurhasanah; Darkam Musaddad; In-In Hanidah
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umumnya kubis bunga dipasarkan dalam bentuk kuntum bunga beserta bagian daunnya.  Pada kondisi ini kurang dari 50% yang dapat dimakan dan sisanya menjadi sampah. Dalam proses pengangkutannya, kubis bunga membutuhkan biaya penyimpanan dan ruang pengangkutan yang besar, serta sering ditemukan serangga, makro, dan mikroorganisme  lainnya di bagian kelopak bunga. Pelukaan akibat pemotongan dapat meningkatkan proses metabolisme bahan dan memicu kontaminasi mikroorganisme yang akan mempercepat senesensi atau kebusukan. Salah satu upaya untuk menanggulangi masalah tersebut adalah dengan melakukan pengolahan minimal. Upaya desinfestasi disertai teknik pengemasan dan pengaturan suhu penyimpanan yang sesuai akan dapat mengeliminir pemicu kerusakan tersebut. Ozon merupakan desinfektan alami yang selain dapat mereduksi mikroorganisme juga dapat mereduksi polutan seperti residu pestisida, aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara konsentrasi ozon dan lama perendaman terhadap beberapa karakter mutu dan keamanan kubis bunga diolah minimal (KBDM) tidak terjadi. Secara mandiri, perendaman KBDM dalam air berozon konsentrasi 1 ppm dan lama perendaman 5 menit merupakan perlakuan yang berpengaruh baik terhadap jumlah total mikroorganisme dan penurunan residu pestisida. Bila dibandingkan dengan yang tidak direndam (kontrol), perlakuan perendaman dalam air berozon konsentrasi 1 ppm mampu mereduksi total mikroorganisme sebesar 45,30% dan mereduksi pestisida sebasar 46,30%. Kata kunci : ozon, kubis bunga, pengolahan minimal
APLIKASI GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM (GIS) PADA PENYUSUNAN DATA SPATIAL LAHAN KRITIS (STUDI KASUS SUB DAS CIKERUH KABUPATEN SUMEDANG) Kharistya Amaru; Sophia Dwiratna; Nurpilihan Bafdal
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data lahan kritis yang disusun dalam bentuk data spasial lahan kritis merupakan data yang tersimpan dalam format yang baik dan mudah diakses sehingga dapat diperoleh rekomendasi yang berdaya guna sebagai acuan dalam pengambilan kebijakan rehabilitasi hutan dan lahan. Keterbatasan waktu dan dana menjadikan SIG metode yang coock untuk melakukan analisis spasial dalam luasan yang besar. Penelitian ini dilakukan di Sub DAS Cikeruh dengan luas area kurang lebih 16.529 Ha, terletak diantara 107,684- 107,808°BT dan 6,811- 6,987 °LS. Metode penelitian adalah metode analisis deskriptif yang meliputi survey lapangan dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sub DAS Cikeruh memiliki luasan lahan Agak Kritis sebesar 3.080 Ha, lahan Kritis 516 Ha, Potensial Kritis 6.852 Ha. Tingkat Bahaya Erosi (TBE) Sub DAS Cikeruh didominasi oleh Kelas Sangat Ringan seluas 7.186 Ha, Kelas Berat seluas 3.172 Ha. Kelas Sangat Ringan dan Ringan terjadi pada daerah dengan solum tanah > 90 cm, sedangkan Kelas Ringan – Sedang – Berat terjadi pada daerah dengan solum tanah pada 60-90 cm, dan Kelas Berat dan Sangat Berat terjadi pada daerah dengan solum tanah pada < 30 cm. Kata kunci : Sistem Informasi Geografis, lahan kritis, data spasial, analisis spasial
PENGARUH SUHU DAN TEKANAN VAKUM SELAMA PROSES PENGGORENGAN TERHADAP PENGUAPAN AIR, KEKERASAN DAN KERENYAHAN KERIPIK BUAH Jamaluddin -; Siswantor -; Suriana Laga
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tekstur keras dan renyah merupakan sifat khas produk goreng yang disukai konsumen. Untuk menghasilkan tekstur produk goreng yang keras dan renyah sesuai dengan selera konsumen, perlu diperhatikan kondisi bahan bakudan perubahan yang terjadi selama proses penggorengan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan tekanan terhadap tekstur keripik buah selama proses penggorengan pada kondisi vakum. Sampel penelitian adalah buah nangka digoreng pada suhu 90 dan 100 OC, lama penggorengan 15 – 60 menit dan tekanan vakum 10 dan 15 kPa. Seluruh air yang ada dalam padatan dianggap sebagai air bebas yang menyebabkan terjadinya perubahan tekstur jika dihilangkan. Parameter yang yang diamati adalah kekerasan, kerenyahan kadar air, suhu, dan tekanan vakum. Hasil penelitian menunjukkan suhu dan tekanan vakum mempengaruhi perubahan kekerasan, kerenyahan produk dan penguapan air dalam padatan selama penggorengan. Laju perubahan kekerasan dan laju perubahan kerenyahan dipengaruhi oleh laju penguapan air bebas sesuai dengan kandungan air dalam padatan. Kata kunci: Suhu, Tekanan, Kadar air, Tekstur
LAMA SELANG WAKTU TANAM PADI DARI TANAMAN SEBELUMNYA Gunawan Nawawi
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 2, No 3 (2008)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama selang waktu tanam dari panen tanaman sebelumnya terhadap kebutuhan air irigasi untuk pengolahan tanah serta pertumbuhan dan hasil tanaman padi sawah telah dilakukan di kecamatan Plered, Purwakarta dari bulan Juni hingga Oktober 2002.  Empat lama selang waktu tanam, yaitu 2 hari, 10 hari, 20 hari dan 30 hari masing-masing dicoba pada petak sawah seluas 15 m x 15 m, diulang 6 kali dan disusun berdasarkan rancangan acak kelompok.Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama selang waktu tanam berpengaruh terhadap kebutuhan air untuk pengolahan tanah, pertumbuhan dan hasil tanaman padi IR 64. Jumlah kebutuhan air untuk pengolahan tanah tidak termasuk untuk penjenuhan, pada selang waktu 2 hari sebanyak 72,0 mm, pada 10 hari sebanyak 105,1 mm, pada 20 hari sebanyak 151,6 mm dan pada 30 hari sebanyak 193,3 mm. Jumlah kebutuhan air untuk penjenuhan sebanyak 125,0 mm. Hasil gabah kering giling yang diperoleh pada selang waktu tanam 2, 10, 20 dan 30 hari masing-masing sebesar 5,66 ton/ha; 6,92 ton/ha; 5,27 ton/ha dan 5,25 ton/ha. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh perbedaan jumlah anakan dan malai yang terbentuk. Kata kunci : Penanaman ulang, Selang waktu, Padi, Petak sawah, Kebutuhan air irigasi, Penjenuhan. 
KAJIAN PENGARUH KADAR AIR DAN UKURAN BAHAN TERHADAP RENDEMEN DAN KUALITAS MINYAK AKAR WANGI (Vetiveria zizanoides L.) Sarifah Nurjanah; Sudaryanto Zain; Muhammad Saukat; Galih Adhi Respati
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan rendemen dan kualitas minyak akar wangi dapat dilakukan dengan penanganan awal akar wangi. Penanganan awal akar wangi dapat dilakukan dengan pengeringan dan pengecilan ukuran. Penelitian ini bertujuan mengetahui ukuran dan kadar air awal akar wangi yang paling baik agar menghasilkan rendemen penyulingan yang tinggi dengan kualitas yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) minyak akar wangi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu kadar air 18%, 21%, 24% dan ukuran bahan 5 cm, 10 cm, 15 cm. Kriteria yang diamati meliputi laju destilasi, rendemen minyak akar wangi, warna, bobot jenis, indeks bias, bilangan asam, bilangan ester, bilangan ester setelah asetilasi, dan kelarutan di dalam alkohol 95%. Hasil penelitan menunjukkan bahwa kadar air dan ukuran bahan berpengaruh pada rendemen penyulingan dan bobot jenis minyak akar wangi yang dihasilkan. Perlakuan terbaik ditunjukkan pada kondisi kadar air 18% dan ukuran bahan 5 cm. Kata kunci: Akar wangi (Vetiveria ziznoides L.), Rendemen, Mutu
PENGARUH IMBANGAN ”RASI” (BERAS AMPAS SINGKONG) DAN BERAS MENIR TERHADAP BEBERAPA KARAKTERISTIK TAPE ”RASI” Marleen Sunyoto; Sumanty Debby Moody; Rahmi Susanti
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

“Rasi” (beras ampas singkong) merupakan produk kering hasil samping limbah padat pembuatan pati singkong. Pengolahan “rasi” menjadi tape merupakan alternatif untuk meningkatkan pemanfaatan “rasi”. Tape merupakan produk tradisional hasil fermentasi dari bahan yang mengandung pati tinggi. “Rasi” memiliki kandungan pati yang rendah, yaitu 37,35 % dan dalam pembuatan tape dapat ditingkatkan dengan penambahan beras menir yang memiliki kandungan pati tinggi, sebesar 76,24 %. Beras menir dapat menyumbangkan pati yang dibutuhkan selama proses fermentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan imbangan yang tepat antara “rasi” dan beras menir agar dihasilkan tape “rasi” dengan karakteristik yang baik dan disukai oleh panelis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari imbangan “rasi” dan beras menir, yaitu 75:25, 70:30, 65:35, 60:40, dan 55:45. Hasil penelitian menunjukkan bahwa imbangan “rasi” dan beras menir 65:35 adalah yang terbaik dengan kadar gula pereduksi 16,52 %, kadar alkohol 1,37 %, total asam tertitrasi 3,44 %, pH 3,73, dan memiliki warna, aroma, tekstur, dan rasa yang disukai oleh panelis. Kata kunci : “Rasi”, Beras Menir, Tape
MODEL STOKASTIK SIMULASI HUBUNGAN PERUBAHAN TATAGUNA LAHAN TERHADAP JUMLAH TANAH TEREROSI PADA SUB DAS CIKAPUNDUNG GANDOK Wagiono -
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan model yang dapat digunakan untuk memprediksi jumlah tanah tererosi yang terjadi pada sub-DAS Cikapundung Gandok jika terjadi perubahan tataguna lahan, sehingga akan diketahui pada komposisi tataguna lahan terutama luas hutan yang tersisa akan menyebabkan sub-Das telah mencapai kondisi kritis. Penelitian ini dilakukan mulai Oktober 2007 sampai dengan April 2008 di outlet sub-DAS Cikapundung Gandok yaitu di Babakan Siliwangi, Kota Bandung  yang saat ini  ramai dibicarakan tentang pemanfatan tataruangnya. Hasil penelitian ini berupa model stokastik E = 1,90.H0.05.K0,11.M0,3.S-0,1 dan kondisi tataguna lahan saat ini sudah memasuki tahap kritis. Kata kunci: Model stokastik erosi, Sub-DAS Cikapundung Gandok
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG UBI JALAR (IPOMOEA BATATAS L.) TERHADAP KUALITAS BIHUN Herlina Marta; Saripah Hudaya; Tensiska -
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, ubi jalar jarang diolah menjadi makanan awetan.  Biasanya ubi jalar sekedar diolah menjadi ubi jalar kukus, rebus atau goreng.  Padahal, ubi jalar sangat mudah rusak. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni hingga September 2005. Pada penelitian ini, ubi jalar dicoba diperpanjang umur simpannya dengan cara diolah menjadi tepung ubi jalar, kemudian mensubstitusikannya dalam adonan bihun beras.  Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh substitusi tepung ubi jalar terhadap kualitas bihun beras yang dihasilkan.  Tepung ubi yang subtitusikan adalah  sebanyak 5%, 15%, 25%, atau 35%.  Pada rentang perlakuan yang dicoba, substitusi yang terbaik adalah 15%.  Bihun yang dihasilkan memiliki karakteristik : kadar air 9,56%; kadar abu 0,72%; dan kadar protein 7,84% (masih memenuhi Standar Nasional Indonesia), sifat organoleptik: warna 3,22 (biasa) (rentang skor  1-5; paling tidak disukai 1, paling disukai 5);  aroma 3,11 (biasa);  tekstur  3,67 (biasa), rasa: 3,39 (biasa);  dan sifat fisik: daya rehidrasi  265,75% dan daya tahan terhadap air  panas  99,31% bihun utuh (setelah direndam air mendidih selama 10 menit).  Semakin banyak ubi jalar yang disubstitusikan dalam adonan bihun, tingkat rehidrasinya semakin besar, dan daya tahannya terhadap air panas semakin berkurang. Kata kunci: Kualitas, tepung ubi jalar, bihun beras

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 3 (2025): TEKNOTAN, Desember 2025 Vol 19, No 2 (2025): TEKNOTAN, Agustus 2025 Vol 19, No 1 (2025): TEKNOTAN, April 2025 Vol 18, No 3 (2024): TEKNOTAN, Desember 2024 Vol 18, No 2 (2024): TEKNOTAN, Agustus 2024 Vol 18, No 1 (2024): TEKNOTAN, April 2024 Vol 17, No 3 (2023): TEKNOTAN, Desember 2023 Vol 17, No 2 (2023): TEKNOTAN, Agustus 2023 Vol 17, No 1 (2023): TEKNOTAN, April 2023 Vol 16, No 3 (2022): TEKNOTAN, Desember 2022 Vol 16, No 2 (2022): TEKNOTAN, Agustus 2022 Vol 16, No 1 (2022): TEKNOTAN, April 2022 Vol 15, No 2 (2021): TEKNOTAN, Desember 2021 Vol 15, No 1 (2021): TEKNOTAN, Agustus 2021 Vol 14, No 2 (2020): TEKNOTAN, Desember 2020 Vol 14, No 1 (2020): TEKNOTAN, Agustus 2020 Vol 13, No 2 (2019): TEKNOTAN, Desember 2019 Vol 13, No 1 (2019): TEKNOTAN, Agustus 2019 Vol 12, No 2 (2018): TEKNOTAN, Desember 2018 Vol 12, No 1 (2018): TEKNOTAN, April 2018 Vol 11, No 2 (2017): TEKNOTAN, Agustus 2017 Vol 11, No 1 (2017): TEKNOTAN, April 2017 Vol 10, No 2 (2016): TEKNOTAN, November 2016 Vol 10, No 1 (2016): TEKNOTAN, Agustus 2016 Vol 9, No 3 (2015): Teknotan, September 2015 Vol 9, No 1 (2015): Teknotan, Januari 2015 Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 1 (2014) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 2 (2013) Vol 7, No 1 (2013) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 1 (2012) Vol 5, No 3 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 4, No 2 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 2, No 3 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 1 (2008) Vol 1, No 3 (2007) Vol 1, No 2 (2007) Vol 1, No 1 (2007) More Issue