cover
Contact Name
Rizky Mulya Sampurno
Contact Email
rizky.mulya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.teknotan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
ISSN : 19781067     EISSN : 25286285     DOI : -
Core Subject : Education,
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian, merupakan publikasi ilmiah kerjasama antara Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (FTIP UNPAD) dengan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA) Cabang Bandung. Jurnal ini diterbitkan 2 kali setahun (1 Volume, 2 Nomor penerbitan) dalam upaya menyebarluaskan ide-ide konseptual dan/atau hasil-hasil penelitian dan penerapan serta pengembangannya dalam bidang ilmu keteknikan dan teknologi pertanian dalam arti luas (pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan), khususnya pertanian tropika dan ilmu hayati. Penulis naskah/artikel jurnal adalah civitas academika, peneliti dan praktisi serta anggota perhimpunan/organisasi professional dari semua disiplin dan terbuka bagi umum yang menaruh minat dalam bidang ilmu terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 398 Documents
Estimasi Sebaran Genangan Banjir Menggunakan Model Hidrologi - Hidrolika di Sub DAS Cikamiri Situmorang, Yogina Lestari Ayu; Amalia, Nabilla Fauzi; Asdak, Chay
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 19, No 3 (2025): TEKNOTAN, Desember 2025
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol19n3.12

Abstract

Dalam pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) analisis hidrodinamika DAS merupakan bagian penting dari upaya mitigasi kebencanaan dan manajemen risiko banjir. Sub Das Cikamiri termasuk dalam DAS bagian hulu Sungai Cimanuk yang memiliki peran dalam pengendalian bencana hidrometeorologi. Namun studi terkait pemodelan Banjir menggunakan model integrasi hidrologi - hidrolika pada area DAS ini belum pernah dilakukan. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah memproyeksikan potensi sebaran genangan banjir di Area Sub DAS Cikamiri meliputi luasan genangan di setiap Desa dan kedalaman genangannya. Adapun simulasi hidrologi dianalis pada debit rancangan return period 5, 10, 20, 50, dan 100 tahun. Metode pada penelitian ini terdapat dua tahapan yaitu analisis hidrologi dilakukan untuk mengetahui debit rancangan menggunakan metode SCS-CN. Selanjutnya yaitu analisis hidraulika dengan menggunakan bantuan software HEC-RAS. Permodelan terdiri dari 3 tahap yaitu pre-processing, running model HEC-RAS, dan post-processing. Dalam analisis hidrologi diperoleh hasil  simulasi model dengan data debit observasi diperoleh nilai NSE sebesar 0.856 yang artinya keakuratan model simulasi sangat memuaskan. Pada model hidraulika menunjukan potensi banjir yang berdampak pada 12 Desa. Estimasi kedalaman serta luasan wilayah terdampak paling besar terjadi pada Desa Sirnasari yang terletak pada bagian hilir Sub DAS Cikamiri dengan luas genangan rata-rata sebesar 3.52 ha dengan kedalaman yang meningkat 0.1 – 0.3 m serta luas banjir yang meningkat 0.07 – 0.40 ha seiring dengan bertambahnya periode ulang debit.
Optimasi Kondisi Ekstraksi Menggunakan Gelombang Ultrasonik pada Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) Rosalinda, S.; Syahnur, Siti Ismaya; Putri, Selly Harnesa
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 19, No 3 (2025): TEKNOTAN, Desember 2025
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol19n3.3

Abstract

Daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) mengandung senyawa flavonoid yang berperan sebagai antioksidan alami dan bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan senyawa flavonoid pada daun binahong dapat diperoleh dengan proses ekstraksi yakni Ultrasound Assisted Extraction (UAE). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimum dari UAE dengan kombinasi 2 variabel bebas yaitu amplitudo dan waktu terhadap 2 respon yaitu: total rendemen dan kadar flavonoid. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimental laboratorium menggunakan respon permukaan (RSM) tipe CCD (Central Composite Design) dengan amplitudo batas bawah 35% dan atas 65%, serta batas bawah untuk waktu 15 menit dan atas 45 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum diperoleh pada amplitudo 35% dan waktu ekstraksi 45 menit, dengan rendemen sebesar 6,33% dan kadar flavonoid total sebesar 28,65 mg QE/g.Penelitian ini menghasilkan nilai optimasi pada amplitudo dan waktu yang memiliki kebaharuan pada prediksi rendemen dan kadar flavonoid.
Design and Evaluation of a Small-Scale Hydraulic Cocoa Press Machine Irawan, Andik Irawan.,; Tyagita, Dicky Adi; Asmono, Sepdian Luri; Hastutik, Septi Dwi
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 19, No 3 (2025): TEKNOTAN, Desember 2025
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol19n3.8

Abstract

Cocoa is crucial for Small and Medium Enterprises (SMEs), facilitating the production of primary and secondary cocoa-based products, including various chocolate derivatives. This study aims to design and evaluate a small-scale hydraulic cocoa press suitable for SME applications by examining the effects of temperature and material mass on extraction yield. These factors form the basis for developing an efficient press machine for small to medium-scale production. The research involved a theoretical machine design followed by experimental testing using three temperature levels (90°C, 100°C, and 110°C) and three material capacities (150 g, 200 g, and 250 g). Results indicated that temperature was the primary factor affecting extraction performance. A temperature of 110°C consistently yielded the highest extraction, reaching 25% at 150 g and staying above 17% at 250 g. Lower temperatures (90°C and 100°C) produced significantly lower yields, with minimal gains despite increased material amounts. These findings offer a strong technical foundation for designing a more efficient cocoa press with an integrated heating system to maintain optimal operating temperature. Implementing this machine in SMEs could enhance production efficiency, reduce processing losses, and increase the added value of cocoa products, thereby strengthening SME competitiveness in the agro-industrial sector.
Mikroenkapsulasi Lemak Kaya Monolaurin dari Stearin Kelapa Menggunakan Oven Vakum Subroto, Edy; Waliyyurahiim, Muhammad Tsabit; Indiarto, Rossi; Huda, Syamsul
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 19, No 3 (2025): TEKNOTAN, Desember 2025
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol19n3.13

Abstract

Monoasilgliserol (MAG) sangat dibutuhkan oleh berbagai industri, termasuk industri pangan sebagai emulsifier. MAG dalam bentuk gliserol monolaurate atau juga dikenal monolaurin memiliki fungsi lain sebagai antimikroba, antivirus, dan imun modulator. Monolaurin dapat dihasilkan dari gliserolisis minyak kelapa, namun monolaurin dapat mengalami kerusakan selama penyimpanan. Oleh sebab itu diperlukan enkapsulasi untuk melindungi monolaurin dari kerusakan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rasio antara lemak kaya monolaurin dengan enkapsulan maltodekstrin yang menghasilkan mikrokapsul dengan efisiensi enkapsulasi dan karakteristik terbaik. Mikroenkapsulasi dilakukan pada rasio lemak kaya monolaurin terhadap maltodekstrin yaitu 1:4, 1:6, 1:8, 1:10, dan 1:12 dengan pengeringan menggunakan oven vakum. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh dari rasio lemak kaya monolaurin dan maltodekstrin dalam proses mikroenkapsulasi. Rendemen tertinggi sebanyak 54,67% dan pH terbaik di 6,87 dihasilkan oleh rasio pengeringan 1:4. Warna dengan luminance tertinggi 96,16% dan kadar air terendah di 11,58% dihasilkan rasio pengeringan 1:6. Kecepatan larut terbaik 8,5 × 10-3g/detik dihasilkan oleh rasio pengeringan 1:12. Kelarutan tertinggi 88,28% dihasilkan oleh rasio pengeringan 1:10. Efisiensi mikroenkapsulasi terbaik dihasilkan oleh rasio pengeringan 1:4 yaitu sebesar 77,44%. Mikroenkapsulasi lemak kaya monolaurin dengan maltodekstrin menggunakan oven vakum efektif menghasilkan mikrokapsul dengan karakteristik yang baik.
Analisis Level dan Strategi Pengembangan Mekanisasi Pertanian Di Kabupaten Bandung, Jawa Barat Herodian, Sam; Thoriq, Ahmad; Desrial, Desrial; Solahudin, Muhamad
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 19, No 3 (2025): TEKNOTAN, Desember 2025
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol19n3.4

Abstract

Mekanisasi pertanian telah terbukti nyata dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani. Permasalahannya adalah Indonesia merupakan negara kepualauan terbesar di dunia dan memiliki beragam karakteristik tipe lahan pertanian. Hal ini menyebabkan penerapan dan perkembangan mekanisasi pertanian suatu daerah di Indonesia akan berbeda dengan daerah lainnya. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis level mekanisasi dan menyusun strategi pengembangan mekanisasi pertanian di Kabupaten Bandung khususnya untuk tanaman padi sawah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey dengan panduan kuisioner terstruktur. Level mekanisasi pertanian di hitung berdasarkan perbandingan antara ketersediaan tenaga mesin pertanian dalam satuan horse power (HP) dengan luas baku sawah dalam satuan hektar, sedangkan strategi pengembangan mekanisasi pertanian disusun berdasarkan analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats (SWOT). Hasil analisis menunjukkan bahwa level mekanisasi pertanian kabupaten Bandung adalah 0,66 HP/Ha yang berasal dari aktivitas pengolahan tanah adalah 0,307 HP/Ha, pengairan 0,191 HP/Ha, penanaman 0,0017 HP/Ha, pemeliharaan tanaman 0,133 HP/Ha, dan pada aktivitas panen adalah 0,026 HP/Ha. Hasil analisis matrik internal eksternal diketahui bahwa strategi pengembangan mekanisasai pertanian di kabupaten Bandung adalah pertumbuhan melalui konsentrasi melalui integrasi horizontal. 
Pendekatan Multikriteria dalam Pemilihan Pemasok TBS Menggunakan Metode AHP dan TOPSIS di PTPN IV Regional III Sei Pagar Sianturi, Eben Ezer; Pramana, Angga; Juarsa, Rahmadini Payla; Johan, Vonny Setiaries; Kurniawan, Mhd Andry
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 19, No 3 (2025): TEKNOTAN, Desember 2025
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol19n3.9

Abstract

Salah satu permasalahan umum dalam proses pengadaan bahan baku kelapa sawit adalah ketidaksesuaian mutu dan jumlah tandan buah segar (TBS) yang disuplai oleh pemasok eksternal ke pabrik. Permasalahan ini berpotensi menghambat kelancaran produksi serta menurunkan rendemen hasil olahan. Tujuan penelitian ini ialah menetapkan kriteria prioritas serta menentukan peringkat pemasok TBS terbaik di PTPN IV Regional III Sei Pagar. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) diterapkan untuk menghitung bobot kriteria dan menyusun peringkat pemasok sedangkan metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) digunakan untuk menentukan urutan pemasok berdasarkan nilai kedekatannya terhadap solusi ideal. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, studi literatur, dan penyebaran kuesioner kepada enam orang tenaga ahli di perusahaan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kepatuhan teknis dan mutu TBS yang konsisten merupakan kriteria paling dominan dalam proses seleksi pemasok. Pemasok plasma berada di peringkat teratas dengan nilai paling tinggi (skor AHP 0,552 dan skor TOPSIS 0,755), diikuti oleh Kredit Koperasi Primer Anggota (KKPA) (skor AHP 0,261 dan skor TOPSIS 0,356), dan pihak ketiga (skor AHP 0,187 dan skor TOPSIS 0,261). Implikasi penelitian menjadikan pemasok plasma sebagai pemasok utama yang dipilih. Integrasi metode AHP dan TOPSIS terbukti efektif dalam mendukung proses pengambilan keputusan secara objektif dan sistematis dalam menentukan pemasok TBS.
Aplikasi Edible coating Pati Biji Durian Terhadap Lama Penyimpanan dan Kualitas Jambu Air Astar, Ismail; Suryani, Rini; Mulyadi, Mulyadi
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 19, No 3 (2025): TEKNOTAN, Desember 2025
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol19n3.14

Abstract

Jambu air merupakan salah satu buah tropis yang banyak digemari masyarakat karena rasanya yang manis dan menyegarkan, namun memiliki daya simpan yang relatif singkat pada suhu ruang, yaitu hanya 3–4 hari. Kondisi ini menjadi kendala dalam distribusi dan pemasaran buah segar, sehingga diperlukan teknologi pascapanen yang dapat memperpanjang umur simpannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi edible coating dari pati biji durian terbaik dalam mempertahankan umur simpan dan kualitas jambu air. Penelitian dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu (1) ekstraksi pati dari biji durian, (2) pembuatan larutan edible coating, dan (3) pengaplikasian edible coating pada buah jambu air. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan, dan hasilnya dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) yang dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) atau Tukey pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan edible coating berbasis pati biji durian berpengaruh nyata terhadap karakteristik jambu air, meliputi kadar air, kadar vitamin C, susut bobot, dan total padatan terlarut pada berbagai perlakuan dan lama penyimpanan. Berdasarkan parameter kadar air dan susut bobot, perlakuan dengan pati biji durian 6% memberikan hasil terbaik dalam menekan penurunan kadar air dan susut bobot selama penyimpanan hingga 15 hari pada suhu ruang. Penelitian ini merekomendasikan pemanfaatan pati biji durian sebagai bahan dasar edible coating yang ramah lingkungan untuk memperpanjang umur simpan buah tropis seperti jambu air dan mengurangi limbah pertanian yang belum termanfaatkan secara optimal.
Optimalisasi Kinerja Irigasi Bawah Permukaan Berpori pada Budidaya Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.) Triana, Arjuna Neni; Mursidi, Mursidi; Setyaaji, Primayoga Harsana; Kartika, Jaya Mega; Andini, Farah Aprillia
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 19, No 3 (2025): TEKNOTAN, Desember 2025
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol19n3.5

Abstract

Irigasi bawah permukaan berpori adalah inovasi terkini dalam pengairan, yang memungkinkan penyaluran air di sekitar akar tanaman tanpa mengalami evaporasi, aliran permukaan, maupun infiltrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan air dengan menggunakan irigasi berpori, sehingga dapat meningkatkan produktivitas tanama. Metode penelitian yang digunakan dalam adalah metode deskriptif dan studi pustaka yang menyajikan data dalam bentuk tabel dan grafik. Parameter penelitian pada penelitian ini yaitu suhu dan kelembaban udara, sifat fisik tanah, konduktivitas hidrolik, pola sebaran, evapotranspirasi aktual (ETc), koefisien tanaman (Kc), total kebutuhan air tanaman, efisiensi penggunaan air dan produktivitas tanaman. Hasil pengukuran evapotranspirasi aktual tanaman pada setiap fase pertumbuhan tanaman berturut-turut yaitu 2,45 mm/hari, 3,4 mm/hari dan 1,25 mm/hari. Rerata nilai evapotranspirasi potensial tanaman (ETo) adalah sebesar 2,49 mm/hari. Nilai koefisien tanaman (Kc) pada masa vegetatif adalah 0,9, generatif sebesar 1,3 dan generatif akhir sebesar 0,5. Total kebutuhan air tanaman tomat selama masa vegetatif yaitu 4 liter, generatif sebanyak 8,4 liter dan generatif akhir (panen) sebanyak 1,2 liter. Pola sebaran air tertinggi yaitu 3,9 cm (B8), sedangkan yang terendah nya yaitu B2 dihari pertama dengan 3,0 cm.  Pada pola sebaran air yang di dapatkan sebaran yg menyebarkan airnya dengan baik yaitu pada M1. Produksi tanaman tertinggi pada Q1N2M2 yaitu penyiraman 2 menit dengan pertambahan nutrisi 200 ppm perminggu serta media tanam campuran tanah ultisol dan cocopeat. Jumlah daun tebanyak pada sampel Q1N2M2 yaitu 198 helai dan Q2N2M2. Berat buah tertinggi terdapat pada sampel Q1N2M2 dengan rerata berat sebesar 103,55 gram.

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 3 (2025): TEKNOTAN, Desember 2025 Vol 19, No 2 (2025): TEKNOTAN, Agustus 2025 Vol 19, No 1 (2025): TEKNOTAN, April 2025 Vol 18, No 3 (2024): TEKNOTAN, Desember 2024 Vol 18, No 2 (2024): TEKNOTAN, Agustus 2024 Vol 18, No 1 (2024): TEKNOTAN, April 2024 Vol 17, No 3 (2023): TEKNOTAN, Desember 2023 Vol 17, No 2 (2023): TEKNOTAN, Agustus 2023 Vol 17, No 1 (2023): TEKNOTAN, April 2023 Vol 16, No 3 (2022): TEKNOTAN, Desember 2022 Vol 16, No 2 (2022): TEKNOTAN, Agustus 2022 Vol 16, No 1 (2022): TEKNOTAN, April 2022 Vol 15, No 2 (2021): TEKNOTAN, Desember 2021 Vol 15, No 1 (2021): TEKNOTAN, Agustus 2021 Vol 14, No 2 (2020): TEKNOTAN, Desember 2020 Vol 14, No 1 (2020): TEKNOTAN, Agustus 2020 Vol 13, No 2 (2019): TEKNOTAN, Desember 2019 Vol 13, No 1 (2019): TEKNOTAN, Agustus 2019 Vol 12, No 2 (2018): TEKNOTAN, Desember 2018 Vol 12, No 1 (2018): TEKNOTAN, April 2018 Vol 11, No 2 (2017): TEKNOTAN, Agustus 2017 Vol 11, No 1 (2017): TEKNOTAN, April 2017 Vol 10, No 2 (2016): TEKNOTAN, November 2016 Vol 10, No 1 (2016): TEKNOTAN, Agustus 2016 Vol 9, No 3 (2015): Teknotan, September 2015 Vol 9, No 1 (2015): Teknotan, Januari 2015 Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 1 (2014) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 2 (2013) Vol 7, No 1 (2013) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 1 (2012) Vol 5, No 3 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 4, No 2 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 2, No 3 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 1 (2008) Vol 1, No 3 (2007) Vol 1, No 2 (2007) Vol 1, No 1 (2007) More Issue