cover
Contact Name
Rizky Mulya Sampurno
Contact Email
rizky.mulya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.teknotan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
ISSN : 19781067     EISSN : 25286285     DOI : -
Core Subject : Education,
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian, merupakan publikasi ilmiah kerjasama antara Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (FTIP UNPAD) dengan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA) Cabang Bandung. Jurnal ini diterbitkan 2 kali setahun (1 Volume, 2 Nomor penerbitan) dalam upaya menyebarluaskan ide-ide konseptual dan/atau hasil-hasil penelitian dan penerapan serta pengembangannya dalam bidang ilmu keteknikan dan teknologi pertanian dalam arti luas (pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan), khususnya pertanian tropika dan ilmu hayati. Penulis naskah/artikel jurnal adalah civitas academika, peneliti dan praktisi serta anggota perhimpunan/organisasi professional dari semua disiplin dan terbuka bagi umum yang menaruh minat dalam bidang ilmu terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 398 Documents
PENGARUH MEDIA TANAM DAN PEMBERIAN AIR KELAPA PADA VOLUME DAN INTERVAL YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT BATANG BAWAH KARET (Hevea brasiliensis L.) KLON GT 1 Mira Ariyanti; Komariah -; Ani Putri Setiasari
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 2, No 3 (2008)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam dan kombinasi volume dan interval pemberian air kelapa terhadap pertumbuhan bibit batang bawah karet (Hevea brasiliensis) klon GT 1 dengan tipe tanah Latosol. Percobaan ini telah dilakukan di Kebun Karet Cikumpay, PT. Perkebunan Nusantara VIII, Purwakarta Jawa Barat, dengan ketinggian ± 70 m di atas permukaan laut, dari bulan Mei 2008 sampai Juni 2008.Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok. Perlakuannya adalah penggunaan media tanam tanah, tanah dan pasir (1:1), tanah dan arang sekam (1:1), tanah dan arang sekam (2:1), dengan kombinasi pemberian air kelapa pada enam taraf, yaitu 100 ml dengan interval 5 hari sekali, 100 ml dengan interval 10 hari sekali, 300 ml dengan interval 5 hari sekali, 300 ml dengan interval 10 hari sekali, 500 ml dengan interval 5 hari sekali dan 500 ml dengan interval 10 hari sekali.Hasil percobaan menunjukkan bahwa media tanam yang diberi air kelapa lebih baik dibandingkan dengan media tanam yang tidak diberi air kelapa pada pengamatan tinggi bibit (6 MST-12 MST), lilit batang (10 MST dan 12 MST), luas daun (12 MST), bobot kering akar (12 MST), bobot kering pupus (12 MST), dan volume akar (12 MST). Penggunaan media tanam tanah dan arang sekam (2:1) dengan pemberian air kelapa 100 ml pada interval 10 hari lebih efektif dan efisien untuk diaplikasikan. Kata kunci : Media tanam, Air kelapa, Bibit karet
SIMULASI KONSUMSI ENERGI PENGERINGAN JAGUNG PIPILAN PADA BERBAGAI SUHU DAN LAJU ALIRAN UDARA PENGERING Leopold O. Nelwan
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa faktor penting dari udara pengering yang mempengaruhi waktu pengeringan pada tumpukan biji-bijian adalah suhu, kelembaban, dan laju aliran udara pengering. Kombinasi ketiga faktor tersebut pada acuan kondisi (suhu dan kelembaban) udara lingkungan juga menentukan laju energi (daya) yang dibutuhkan, baik mekanik maupun termal. Bersama, faktor-faktor tersebut secara bersama-sama akan menentukan total konsumsi energi pengeringan. Sebuah simulasi konsumsi energi untuk pengeringan jagung pipilan yang didasarkan pada model pengeringan tumpukan tebal dan dilakukann pada berbagai suhu (35-55 °C) dan laju aliran massa (0.05-0.1 kg/m2-s) udara pengering pada ketebalan tumpukan 0.5 m. Suhu udara lingkungan pada simulasi tersebut bervariasi dari 25-32 °C akan tetapi rasio kelembabannya konstan yaitu 0.019 kg/kg u.k. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada peningkatan laju aliran udara akan memberikan konsumsi energi pengering per m2 luasan produk meningkat untuk seluruh kondisi.  Akan tetapi, suhu udara pengeringan akan memberikan peningkatan konsumsi energi pada suhu udara lingkungan yang tinggi sedangkan pada suhu udara lingkungan yang lebih rendah justru akan menurunkan konsumsi energi. Kata kunci: simulasi, konsumsi energi, udara pengering, udara lingkungan, laju aliran massa 
STUDI VIABILITAS BAKTERI ASAM LAKTATSELAMA PENYIMPANAN ES KRIM KEFIR Elok Zubaidah; Sanita Friska Sitepu
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Es krim kefir merupakan es krim yang dibuat dari  susu fermentasi dengan memanfaat kan bakteri asam laktat (BAL)  diantaranya Streptococcus, Lactobacilli, dan beberapa mikroba lainnya yang bersifat non pathogen.Pada pembuatan es krim kefir terdapat permasalahan yaitu pada bahan penyusun dan  proses pembuatannya dapat menurunkan viabilitas BAL, diantaranya  proses pembekuan. Upaya  untuk mem-pertahankan viabilitas BAL adalah dengan penggunaan cryoprotectant agent seperti sukrosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi sukrosa dan lama fermentasi terhadap viabilitas BAL dan sifat kimia produk es krim kefir. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, dengan dua faktor. Faktor 1 konsentrasi sukrosa yang terdiri dari 3 level (10%, 15 % dan 20 %) dan faktor 2 adalah lama fermentasi terdiri dari 2 level (24 dan 48 jam). Penelitian dilanjutkan dengan penyimpanan selama 4 minggu. Data yang diperoleh dianalisa dengan Analisa sidik ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi sukrosa 20 % dan lama fermentasi 48 jam mampu mempertahankan viabilitas BAL selama penyimpanan 4 minggu, dimana  viabilitas total BAL  tertinggi terdapat pada es krim kefir dengan konsentrasi sukrosa 20 % dan lama fermentasi 48 jam, dengan  total BAL 7,15x108 cfu/ml, total asam 0,847 %,  total gula 16,89 %, pH 4,20. Kata kunci : es krim kefir, sukrosa, fermentasi, viabilitas BAL
OPTIMASI DAN KARAKTERISASI PIGMEN BRAZILIN TERENKAPSULASI DARI KAYU SECANG (Caesalpinia sappan Linn) Tensiska -; Bambang Nurhadi; Feka Yasmita Pratama
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pigmen brazilin dari kayu secang (Caesalpinia sappan Linn) dapat bermanfaat sebagai pewarna makanan. Ekstrak kayu secang yang dikeringbekukan tidak stabil terhadap nilai pH, suhu dan pemanasan, sinar ultraviolet, oksidator dan reduktor, serta logam. Produksi bubuk pigmen brazilin dari kayu secang menggunakan teknik mikroenkapsulasi merupakan alternatif yang dapat mengatasi permasalahan tersebut, karena bentuk bubuk lebih praktis untuk diaplikasikan, dan umur simpannya lebih panjang. Serbuk kayu secang diekstrak dengan air mendidih dan dicampur dengan 1 % Na-EDTA 0,001 M. Bahan penyalut yang digunakan untuk mikroenkapsulasi ekstrak pigmen brazilin ini adalah gum arab 1 %. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Metode Eksperimental dengan dua kali ulangan dan selanjutnya hasil percobaan dianalisis secara deskriptif. Bubuk pigmen brazilin terenkapsulasi tersebut, selanjutnya diketahui karakteristiknya terhadap berbagai nilai pH, dalam suhu pengolahan, dan dalam beberapa sistem pangan. Hasil penelitian menunjukkan, larutan pigmen brazilin kayu secang memberikan warna merah pada pH 7, dan 7,5. Perlakuan pasteurisasi (74oC selama 17 menit) dan sterilisasi (121oC selama 4 detik) menurunkan intensitas warna merah. Pigmen brazilin yang dilarutkan dalam air mampu larut sempurna dan memberikan warna merah yang pekat pada konsentrasi 1 %.Kata kunci: Pigmen brazilin, Inkapsulasi, Gum arab
EFEK BIOAKTIVATOR MINOSE TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF CAISIN (Brassica rapa), KACANG PANJANG (Vigna chinensis), JAGUNG HIBRIDA (Zea mays) DAN SELADA (Latuca sativa) Reginawati Hindersah; Roni Kastaman; A. A. Kalay
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bioaktivator Minose telah digunakan sebagai bahan aktif dalam pembuatan kompos. Namun, bioaktivator ini mengandung sejumlah unsur hara makro dan mikro sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair. Tujuan percobaan rumah kaca ini adalah mendapatkan gambaran pengaruh penggunaan bioaktivator terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman caisin, kacang panjang, jagung hibrida dan selada, dan patogenisitas bioaktivator terhadap tanaman tersebut di awal pertumbuhan.Perlakuan yang diberikan ke tanaman adalah 30 mL bioaktivator pada dua tingkat konsentrasi. Tanaman ditanam di pot berisi100 gtanah steril dan dipelihara di rumah kaca selama 3 minggu. Hasil percobaan memperlihatkan bahwa Minose bioaktivator dapat digunakan sebagai pupuk organik. Aplikasi bioaktivator meningkatkan bobot segar dan bobot kering  caisin, kacang panjang, jagung dan selada tanpa menyebabkan penyakit di awal pertumbuhan tanaman. Konsentrasi bioaktivator di dalam air yang terbaik untuk meningkatkan berat kering tajuk tanaman tersebut adalah 1:15.  Kata kunci : Bioaktivator, Reaktor, Analisis keputusan Laplace
PEMANASAN OHMIC PADA BAHAN MAKANAN CAIR Asri Widyasanti; Budi Rahardjo
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini dipelajari pengaruh kekuatan medan listrik dan konsentrasi cairan yang dipanaskan secara ohmic dalam pemanas ohmic statis. PEnelitian ini dilakukan pada bulan Februari hingga Mei 2005. Bahan makanan cair yang digunakan adalah larutan garam, larutan CMC, larutan jus jeruk dan susu segar. Konduktivitas listrik bahan makanan cair sebanding dengan perubahan suhu serta bervariasi dengan kekuatan medan listrik. Kenaikan konduktivitas listrik seiring dengan kenaikan suhu untuk semua sampel uji mengikuti hubungan linier σ = aT + σ ref. Laju pemanasan meningkat dengan pertambahan konsentrasi cairan.Di dalam penelitian ini, distribusi suhu di bawah kondisi observasi pemanasan ohmic diperlakukan sebagai fungsi linear terhadap waktu. Model yang dikembangkan dapat memprediksi perubahan suhu selama pemanasan ohmic dengan baik.Kata kunci: Ohmic, pemanasan, makanan cair, konduktivitas listrik, suhu prediksi
Perbandingan Sifat Fungsional Pati Sitrat Skala Laboratorium dan Komersial Sebagai Bahan Pelapis Buah Terolah Minimal Dyah Ayu Larasati; Indah Yuliasih
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 14, No 2 (2020): TEKNOTAN, Desember 2020
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol14n2.2

Abstract

Kecenderungan masyarakat modern untuk mengkonsumsi makanan yang sehat namun keterbatasan waktu menyediakan, menyebabkan produk buah terolah minimal diminati karena praktis dan porsi penyajiannya sesuai dengan kebutuhan. Kelemahan buah terolah minimal adalah cepat rusak dan umur simpannya pendek sehingga mutunya menurun dengan cepat. Apel merupakan salah satu buah yang banyak diminati masyarakat dan tersedia sepanjang musim, namun jika diproses menjadi buah terolah minimal, akan terjadi reaksi pencoklatan enzimatis (enzymatic browning). Pelapisan berbahan dasar pati sitrat merupakan alternatif untuk mengurangi terjadinya reaksi enzimatis tersebut. Terdapat dua skala produksi pati sitrat pada penelitian ini yaitu skala laboratorium dan komersial. Perbedaan kedua skala produksi tersebut terdapat pada agen ikat silang dan peralatan yang digunakan. Pada skala laboratorium menggunakan asam sitrat teknis dan oven, sedangkan skala komersial menggunakan asam sitrat yang banyak tersedia di pasar yaitu ‘Citrun’ dan tray dryer. Tujuan penelitian ini yaitu mendapatkan pati sitrat skala laboratorium dan komersial serta membandingkan sifat fungsionalnya. Terdapat perbedaan sifat fungsional pati sitrat skala laboratorium dengan skala komersial. Persentase kelarutan, swelling power, dan freeze thaw stability pada pati sitrat skala komersial lebih tinggi dibandingkan skala laboratorium, yaitu sebesar 12.40, 4.79, dan 3.21%. Namun nilai swelling power dan freeze thaw stability tidak berpengaruh nyata (p>0.05) sedangkan persentase kejernihan pasta 1% mengalami penurunan sebesar 8.04%.
Pengaruh Suhu Karbonisasi terhadap Kualitas Briket dari Tongkol Jagung dengan Limbah Plastik Polietilen Terephtalat sebagai Bahan Pengikat Haryono Haryono; Iman Rahayu; Yusi Deawati
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 14, No 2 (2020): TEKNOTAN, Desember 2020
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol14n2.3

Abstract

Jagung sebagai salah satu komoditas tanaman pangan memiliki peranan strategis. Biji jagung dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti: bahan pangan alternatif pengganti beras, bahan baku utama pada pembuatan pakan ternak, dan bahan baku di industri pangan. Pada pemanfaatan jagung tersebut, mulai dari tahap pemanenan sampai perontokan biji jagung, dihasilkan sejumlah limbah. Sekitar 17,24% dari limbah tersebut adalah limbah berupa tongkol jagung. Relatif tingginya kadar selulosa, hemiselulosa, dan lignin membuat tongkol jagung merupakan limbah biomassa potensial sebagai bahan baku bahan bakar bio, salah satunya adalah briket. Salah satu tahap proses pembuatan briket yang sangat menentukan kualitas briket adalah tahap karbonisasi biomassa. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh suhu karbonisasi tongkol jagung, terhadap penampilan fisik dan kualitas briket, dengan memanfaatkan limbah plastik PET sebagai bahan pengikat pembantu. Suhu karbonisasi dipelajari pada suhu 350, 400, dan 450 oC. Sedangkan kualitas briket ditentukan berdasarkan parameter kualitas menurut SNI 01-6235-2000 tentang Briket Arang Kayu meliputi nilai kalor, kadar air, kadar abu, dan kadar volatile matter, serta komposisi gas buang pembakaran briket tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa briket yang dihasilkan dari tahap karbonisasi pada suhu 450 oC merupakan briket dengan kualitas paling optimum. Briket tongkol jagung pada suhu karbonisasi tersebut telah memenuhi standard kualitas menurut SNI 01-6235-2000 dengan nilai kalor sebesar 6072,01 kal/g (25,38 MJ/kg). Kadar air, abu, dan volatile matter dari briket tersebut berturut-turut sebesar 4,98, 6,00, dan 7,00%. Sedangkan berdasarkan uji komposisi gas buang, pembakaran briket tersebut menghasilkan gas hidrokarbon dengan kadar paling sedikit.
Pengendalian Mutu Proses Produksi Gula Di PT. Perkebunan Nusantara X Pabrik Gula Gempolkrep, Mojokerto Firman Arief Soejana
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 14, No 2 (2020): TEKNOTAN, Desember 2020
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol14n2.4

Abstract

Pengendalian Mutu dilakukan sebagai salah satu strategi untuk mengukur kemampuan proses produksi. Saat ini produksi gula meningkat dengan permintaan konsumen yang tinggi karena adanya keinginan masyarakat untuk produk gula yang baik. Salah satu perusahaan yang memproduksi gula adalah PTPN X PG. Gempolkrep. Selama ini produk cacat antara lain gula halus, gula krikilan, gula basah dan gula kotor. Oleh karena itu perlu adanya penelitian tentang pengendalian mutu gula pada PG. Gempolkrep. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengendalian mutu gula. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan seven tools. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PG. Gempolkrep telah melakukan pengendalian mutu proses produksi dengan menerapkan Standart Operational Procedure. Pada pengendalian mutu stasiun gilingan PG. Gempolkrep nilai analisis PI sebesar 91%. Stasiun pemurnian dilakukan analisis blotong dengan nilai 2%, Nilai turbiditas yaitu ≤50. Stasiun penguapan dilakukan analisis nira kental dengan nilai pH Nira Jernih 7.0 – 7.2, Brix Nira Kental 60 – 65%, Derajat Nira Kental 30 – 32 Be. Stasiun puteran dilakukan analisis pada tetes, stroop, babonan dan klare D untuk mengetahui nilai % brix, % pol. Sedangkan pada stasiun akhir analisis ICUMSA merupakan standar nilai warna larutan pada gula produksi yaitu 249 IU, dan analisis BJB merupakan ukuran kristal gula sebesar 1,03 mm.
Pengering Tenaga Surya dengan Sistem Bekap Tenaga Biomassa untuk Pengeringan Hasil Pertanian Elieser Tarigan
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 14, No 1 (2020): TEKNOTAN, Agustus 2020
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol14n1.5

Abstract

Tulisan ini memaparkan sistem pengering tenaga surya yang dibekap dengan panas dari pembakaran biomassa. Alat ini digunakan untuk pengeringan hasil pertanian. Alat pengering tersebut telah dibangun, dan performansinya diuji dan dievaluasi. Dari hasil experiment diketahui bahwa pengering tenaga surya tersebut sangat efektif untuk mengeringkan berbagai jenis hasil pertanian seperti cabe rawit, kemiri, kacang kedelai, kacang hijau, dan kopi dimana temperatur pengeringan berkisar 40 – 65oC. Pengering tenaga surya diharapkan dapat dikembangkan dan dimanfaatkan untuk meningkatkan kuantitas dan kulaitas produk pertanian gabi para petani.

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 3 (2025): TEKNOTAN, Desember 2025 Vol 19, No 2 (2025): TEKNOTAN, Agustus 2025 Vol 19, No 1 (2025): TEKNOTAN, April 2025 Vol 18, No 3 (2024): TEKNOTAN, Desember 2024 Vol 18, No 2 (2024): TEKNOTAN, Agustus 2024 Vol 18, No 1 (2024): TEKNOTAN, April 2024 Vol 17, No 3 (2023): TEKNOTAN, Desember 2023 Vol 17, No 2 (2023): TEKNOTAN, Agustus 2023 Vol 17, No 1 (2023): TEKNOTAN, April 2023 Vol 16, No 3 (2022): TEKNOTAN, Desember 2022 Vol 16, No 2 (2022): TEKNOTAN, Agustus 2022 Vol 16, No 1 (2022): TEKNOTAN, April 2022 Vol 15, No 2 (2021): TEKNOTAN, Desember 2021 Vol 15, No 1 (2021): TEKNOTAN, Agustus 2021 Vol 14, No 2 (2020): TEKNOTAN, Desember 2020 Vol 14, No 1 (2020): TEKNOTAN, Agustus 2020 Vol 13, No 2 (2019): TEKNOTAN, Desember 2019 Vol 13, No 1 (2019): TEKNOTAN, Agustus 2019 Vol 12, No 2 (2018): TEKNOTAN, Desember 2018 Vol 12, No 1 (2018): TEKNOTAN, April 2018 Vol 11, No 2 (2017): TEKNOTAN, Agustus 2017 Vol 11, No 1 (2017): TEKNOTAN, April 2017 Vol 10, No 2 (2016): TEKNOTAN, November 2016 Vol 10, No 1 (2016): TEKNOTAN, Agustus 2016 Vol 9, No 3 (2015): Teknotan, September 2015 Vol 9, No 1 (2015): Teknotan, Januari 2015 Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 1 (2014) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 2 (2013) Vol 7, No 1 (2013) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 1 (2012) Vol 5, No 3 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 4, No 2 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 2, No 3 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 1 (2008) Vol 1, No 3 (2007) Vol 1, No 2 (2007) Vol 1, No 1 (2007) More Issue