cover
Contact Name
Rizky Mulya Sampurno
Contact Email
rizky.mulya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.teknotan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
ISSN : 19781067     EISSN : 25286285     DOI : -
Core Subject : Education,
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian, merupakan publikasi ilmiah kerjasama antara Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (FTIP UNPAD) dengan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA) Cabang Bandung. Jurnal ini diterbitkan 2 kali setahun (1 Volume, 2 Nomor penerbitan) dalam upaya menyebarluaskan ide-ide konseptual dan/atau hasil-hasil penelitian dan penerapan serta pengembangannya dalam bidang ilmu keteknikan dan teknologi pertanian dalam arti luas (pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan), khususnya pertanian tropika dan ilmu hayati. Penulis naskah/artikel jurnal adalah civitas academika, peneliti dan praktisi serta anggota perhimpunan/organisasi professional dari semua disiplin dan terbuka bagi umum yang menaruh minat dalam bidang ilmu terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 398 Documents
UJI KINERJA TUNGKU TERKENDALI BERBASIS PLC PADA MESIN SANGRAI BIJI KOPI GUNA MENINGKATKAN EFISIENSI BAHAN BAKAR Edy Suharyanto; Sri- Mulato; Harsono .
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja mesin sangrai perlu ditingkatkan agar lebih mudah dioperasikan, lebih efisien bahan bakar, namun dengan mutu cita-rasa kopinya tetap terjaga. Untuk mengantisipasi hal tersebut telah dilakukan rekayasa tungku terkendali atau otomatis berbasis PLC (Programable Logic Controller), yang dapat menjaga kestabilan panas ruang sangrai. Dalam kajian ini Pt-100 dan thermostat yang memiliki input langsung dengan unit pengendali mikrokontroller berbasis PLC type SR3-XT43BD digunakan sebagai sensor suhu pada silinder penyangrai. Berdasarkan perhitungan teoritis, dibutuhkan kayu seberat 4,613 kg dan udara untuk proses pembakaran 0,01327 m3/s pada setiap penyangraian. Dari hasil pengujian terhadap kemampuan PLC ini diperoleh resistor kompensator - dipasangkan secara paralel pada sensor Pt-100, yang dapat mendeteksi suhu dari kisaran 30 hingga > 300 °C. Kisaran suhu ini sesuai untuk suhu sangrai biji kopi. Hasil uji kinerja tungku terkendali pada mesin sangrai kapasitas 10 kg diperoleh rata-rata waktu sangrai 23 menit, konsumsi kayu 4,1 kg, dan suhu pada ruang sangrai konsisten pada interval 165–180 °C, Kestabilan suhu ruang sangrai pada interval ini menyebabkan biji sangrai yang lebih seragam dan mutu cita-rata kopi seduhannya lebih baik, serta pada setiap proses penyangraian, konsumsi kayu bakar lebih hemat 34,7 % daripada  konsumsi LPG. Kata kunci: kopi, penyangrai, sensor  suhu, thermostat, PLC type SR3-XT43BD
ANALISA FILM NANOKOMPOSIT BIODEGRADABLE MENGGUNAKAN DIFRAKSI SINAR-X Yana Cahyana
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Material dengan struktur nanokomposit telah berhasil dibuat dengan metode interkalasi polimer dalam larutan dengan menggunakan gluten tepung terigu yang berfungsi sebagai matriks, gliserol sebagai plasticizer, dan Montmorillonite (MMT) sebagai pengisi (filler). Pengaruh jenis pengadukan beserta perlakuan tambahan ultrasound terhadap struktur nanokomposite menjadi fokus penelitian ini. Analisis dengan menggunakan difraksi sinar X (XRD) menunjukkan bahwa perlakuan tambahan dengan ultrasound telah berhasil menghasilkan struktur montmorillonite yang tereksfoliasi, sedangkan perlakuan yang hanya mengandalkan magnetik strirer atau pengaduk kecepatan tinggi (Silverson) menyebabkan struktur montmorillonite yang terinterkalasi, yang ditunjukkan dengan adanya pelebaran peak pada 2θ=4.9°, yang setara dengan jarak interlayer Montmorillonite sebesar 18 Ǻ. Peran gliserol dan gluten dalam menghasilkan struktur interkalasi atau eksfoliasi juga didiskusikan dalam tulisan ini. Kata kunci: Gluten terigu, Montmorillonite, Gliserol, Nanocomposites, XRD.
PENGARUH PENGECILAN UKURAN DUA JENIS JAHE (Zingiber officinale) TERHADAP BEBERAPA KARAKTERISTIK SARI KEDELAI (Glycine max Merr) JAHE Marleen Herudiyanto; Mira Miranti
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 3 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemaanfaatan sari kedelai masih terbatas karena adanya flavor langu, padahal sari kedelai memiliki mutu protein hampir sama dengan susu sapi. Protein efisiensi rasio (PER) sari kedelai adalah 2,3 sedangkan PER susu sapi adalah 2,5. Salah satu cara untuk menutupi flavor langu adalah dengan penambahan bahan yang berfungsi sebagai penambah rasa dan aroma seperti rempah-rempah antara lain jahe.Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jenis dan cara pengecilan ukuran jahe yang tepat yang diharapkan dapat menghasilkan sari kedelai jahe dengan karakteristik yang paling baik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan dengan 4 kali ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah jahe gajah iris, jahe gajah tumbuk, jahe gajah parut, jahe emprit iris, jahe emprit tumbuk, jahe gajah parut.. Hasil penelitian menunjukan perlakuan pencampuran jahe gajah iris menghasilkan sari kedelai jahe yang diterima panelis dari segi warna, rasa, aroma, flavor, dan penampakan keseluruhan. Kestabilan emulsi sari kedelai yang dihasilkan hingga hari ke-10 bertahan dengan nilai 100%. Namun, semakin menurun pada hari selanjutnya. Total padatan berada dibawah SNI yaitu 9,34%. Sari kedelai yang dihasilkan memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai EC 50% 7,55% v/v. Kata kunci: Jahe, Sari kedelai jahe, Pengecilan ukuran, Kestabilan emulsi, Antioksidan
PERANCANGAN SISTEM PAKAR ELEKTRIFIKASI BANGUNAN PERTANIAN Irfan Ardiansah
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pakar perancangan elektrifikasi bangunan pertanian belum tersedia, karena itu perancangan system pakar diperlukan. Penelitian yang berfokus pada perancangan perangkat lunak system pakar (FABEL) untuk merancang system elektrikasi dalam bangunan pertanian pra-panen dan pascapanen seperti untuk pengairan pencahayaan dan pendinginan. Metode rekayasa digunakan untuk membuat FABEL yang menyimpan pengetahuan basis dalam format teks dengan ekstensi*.clp dan bersifat open source dan diimplementasikan dengan menggunakan CLIPS. Hasil rancangan adalah sistem pakar Shell yang bersifat open source. Penggunaan elektrifikasi dalam bangunan pertanian merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan produksi pertanian. Pengetahuan dalam perancangan elektrifikasi dan bangunan pertanian merupakan hal penting untuk membangun sebuah bangunan pertanian. Untuk merancang sebuah bangunan pertanian dan elektrifikasinya dibutuhkan seorang pakar, tetapi sulit untuk ditemukan. Penelitian ini difokuskan pada pembangunan FABEL, sebuah perangkat lunak sistem pakar yang digunakan untuk merancang elektrifikasi dalam bangunan pertanian. Dalam bangunan pertanian pra-panen, FABEL digunakan untuk merancang elektrifikasi untuk pencahayaan, pendinginan dan pengairan, sedangkan dalam bangunan pertanian pasca panen digunakan untuk merancang elektrifikasi untuk pendinginan. Akuisisi data untuk membangun basis pengetahuan dilakukan oleh perekayasa pengetahuan. Basis pengetahuan tersebut disimpan dalam format teks dengan ekstensi *.clp. Sistem pakar FABEL diimplementasikan dengan menggunakan CLIPS yang merupakan shell sistem pakar yang bersifat open source. Kata kunci: Sistem pakar, Bangunan pertanian, Elektrifikasi, CLIPS
PENGARUH SUHU TERHADAP DAYA REKAT ALUMINIUM FOIL UNTUK KEMASAN Mukhammad Angwar; Asep Nurhikmat
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses sterilisasi dilakukan pada kondisi suhu dan tekanan tinggi  sering menyebabkan menurunnya daya rekat kemasan dari alumunium foil yang mempercepat kadaluwarsa produk pangan yang dikemasnya. Penelitian  menggunakan metode deskriptif  eksperimentil telah dilakukan pada suhu berbeda untuk mengetahui daya rekat kemasan alumunium foil. Pengamatan dilakukan terhadap daya rekat 2 sampel kemasan alumunium foil (Sampel A dan B), yang diperlakukan pada suhu 160 °C dan 170 °C dan direkatkan selama 5 detik, di mana Sampel A direkatkan oleh sealer injak manual, sedang Sampel B oleh sealer otomatis. Data daya rekat sampel A dan B kemudian diibandingkan dengan daya rekat sampel hasil fabrikasi sebagai sampel kontrol. Hasil pembandingan menunjukan bahwa sampel A memiliki daya rekat  maksimum 1,709 kgf, minimum 1.253 kgf dan rata-rata 1.438 kgf. Sedang sampel B maksimum 1.618 kgf, minimum 1.379 kgf, dan rata-rata 1.508 kgf. Sementara sampel kontrol maksimum1.556 kgf, minimum 1.371 kgf, dan rata-rata 1.475 kgf. Kata kunci: daya rekat, aluminium foil, kemasan pangan 
MODEL PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) DENGAN PENDEKATAN CAUSAL LOOP DIAGRAM STUDI KASUS DI PANTAI CIPATUJAH KABUPATEN TASIKMALAYA Wahyu Kristian Sugandi
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi pembudidayaan rumput laut (Eucheuma cottonii) di daerah pesisir Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya - ditunjang oleh kondisi topografi alaminya yang baik perlu dikembangkan untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan pasar akan rumput laut sebagai bahan industri makanan dan obat-obatan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan metode causal loop diagram, yaitu dengan melakukan simulasi model pengembangan berdasarkan tiga skenario yang dibandingkan dengan model dasar, yaitu; 1) Penambahan bobot bibit tebar rumput laut dari dasarnya 10 kg menjadi 30 kg bobot bibit tebar per jalur tiap penanaman, 2) Penambahan modal 1 persen dan jalur 1 persen tiap penanaman dan 3) Penambahan modal 1 persen dan jalur  2 persen tiap penanaman. Ketiga skenario ini disimulasi untuk 25 kali panen selama 5 tahun. Hasil analisis menunjukan bahwa model skenario 1, yaitu penambahan bobot bibit menjadi 30 kg per jalur menunjukkan hasil yang paling bagus jika dibanding dengan model dasar, skenario 2 dan 3. Kata kunci : Budidaya rumput laut, Model causal loop diagram, Simulasi skenario   
PENGARUH PRA FERMENTASI DAN SUHU MASERASI TERHADAP BEBERAPA SIFAT FISIKOKIMIA MINYAK KASAR KLUWAK Tati Sukarti; Mira Miranti; Dewi Cakrawati
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kluwak adalah hasil fermentasi biji kepayang yang mengandung 24% minyak dengan komposisi asam lemak terdiri dari 42,3% asam oleat dan 39,8% asam linoleat yang dapat dijadikan sumber minyak esensial. Minyak yang diperoleh dari kluwak dipengaruhi oleh fermentasi biji kepayang dan cara ekstraksi minyak. Ekstraksi minyak kluwak dilakukan menggunakan pelarut organik secara maserasi karena suhu ekstraksi yang digunakan di bawah titik didih pelarut sehingga terdegradasinya komponen minyak akibat panas dapat dihindari.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pra fermentasi dan suhu maserasi yang menghasilkan minyak kasar kluwak dengan rendemen tinggi dan sifat fisikokimia yang baik. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Petak Terpisah terdiri dari 4 ulangan dengan Main plot Pra Fermentasi yaitu perebusan pada suhu 98oC selama 1 jam dan perendaman selama 24 jam, sedangkan Sub plot yaitu suhu maserasi 30oC±3oC, 45oC±3oC, 60oC ± 3oC. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pra fermentasi dengan cara perebusan pada suhu 98oC selama 1 jam dengan suhu maserasi 45oC±3oC menghasilkan minyak kasar kluwak berwarna kuning dengan rendemen sebesar 22,235%, dengan karakteristik bilangan asam sebesar 15,123; bilangan peroksida sebesar 9,29; bilangan iod sebesar 104,725; bilangan penyabunan sebesar 126,44, berat jenis 0,89023; indeks bias sebesar 1,456939 dengan komposisi asam lemak terdiri dari 0,11% asam miristat, 10,3% asam palmitat, 3,84% asam stearat, 38,4% asam oleat, 42,2%  asam linoleat dan 3,97% asam linolenat. Kata kunci: Minyak kluwak kasar, Pra fermentasi, Suhu maserasi
BIOKONVERSI SAMPAH ORGANIK DENGAN METODE VERMICOMPOSTING (STUDI KASUS PT SARI ATER, SUBANG-JAWA BARAT) Siti Hanggita Rachmawati j; Tb. Benito A. Kurnani; Dadi Rusendi
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akumulasi sampah organik pada suatu industri pariwisata menimbulkan permasalahan estetik berupa bau dan ketidaknyamanan dipandang mata. Sampah organik ini dapat diolah dengan metode vermicomposting yang memanfaatkan pengaruh padat tebar cacing tanah jenis Lumbricus rubellus pada proses vermicomposting  terhadap konversi sampah restoran dan potongan rumput hingga menjadi kompos. Metode eksperimen dilakukan berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pada lima variasi perlakuan yang diulang lima kali, yaitu; Perlakuan A (tanpa cacing sebagai kontrol), B (dengan cacing sebanyak 1,5 kg/m2), C (dengan cacing 2 kg/m2),D (dengan cacing 2,5 kg/m2), dan E (dengan cacing 3 kg/m2). Selanjutnya dilakukan perhitungan persentase selisih kompos sebelum dan sesudah berlangsungnya proses komposting berdasarkan basis basah. Data dianalisis secara statistik dengan analisis keragaman, dilanjutkan dengan uji Duncan bila berpengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan padat tebar yang diberikan dalam proses vermicomposting berpengaruh sangat nyata terhadap biokonversi sampah restoran dan potongan rumput hingga menjadi kompos.  Perlakuan C (jumlah cacing sebanyak 2 kg/m2) menghasilkan nilai biokonversi yang paling optimum dan  secara statistik berbeda sangat nyata dengan empat perlakuan lainnya. Kata kunci: sampah organik, vermicomposting, biokonversi
KOEFISIEN PERPINDAHAN PANAS KONVEKSI PADA PROSES KRISTALISASI GULA SEMUT DENGAN SUMBER PANAS UAP Sri Rahayoe; Andri Wiyanto; Nursigit Bintoro; Budi Rahardjo
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gula semut merupakan produk pengembangan gula dari nira kelapa yang berbentuk kristal dan mudah larut dalam air panas maupun dingin. Bahan baku pembuatan gula semut dapat berupa nira segar maupun gula kelapa yang diencerkan. Penelitian ini bertujuan menentukan koefisien perpindahan panas konveksi pada proses kristalisasi gula semut menggunakan kristalisator dengan sumber panas dari uap panas. Bahan baku pembuatan gula semut dalam penelitian ini adalah gula kelapa (gula jawa) yang diencerkan dengan perbandingan gula kelapa dan air berturut-turut 10 kg : 5 liter ; 10 kg : 10 liter dan 10 kg : 15 liter. Kristalisasi dilakukan menggunakan kristalisator bersumber panas uap dari boiler dengan tekanan maksimum 1,8 atm. Uap panas dialirkan selama proses penguapan hingga diperoleh larutan kental yang siap dikristalisasi, kemudian uap panas dihentikan hingga terbentuk kristal yang siap dikeringkan. Selama proses pengolahan diamati perubahan suhu tiap 30 detik selama 10 menit pertama, kemudian pengamatan selanjutnya dilakukan tiap 2 menit sampai proses berakhir. Data perubahan suhu dianalisis untuk mendapatkan nilai koefisien perpindahan panas konveksi (h). Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu proses bervariasi tergantung kualitas gula kelapa dan konsentrasi larutan dengan kisaran 100 – 170 menit. Nilai koefisien perpindahan panas konveksi (h) diperoleh hevaporasi1 berkisar antara 23-102 W/m2oC; hevaporasi2 berkisar antara 192-1276  W/m2oC; dan hkristalisasi  berkisar antara 3-15 W/m2oC. Kata kunci: gula semut, koefisien pindah panas konveksi
PENGARUH BEBERAPA RASIO BAKTERI PEMBANGKIT (Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus) TERHADAP CITA-RASA YOGHURT. Indira K. k; Edy Subroto
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai rasio antar bakteri pembangkit (starter) dalam pembuatan yogurt dapat merangsang pertumbuhan mikroba yogurt yang membentuk cita-rasa khas yang disukai. Dalam penelitian ini digunakan dua bakteri pembangkit, yaitu; Streptococcus thermophilus (St) dan Lactobacillus bulgaricus (Lb) pada pembuatan yogurt dari susu kental manis. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan rasio, yaitu; P1= 1:1; P2 = 3:1 dan P3 = 5:1. Hasil penelitian menunjukan bahwa rasio P2 = 3:1 memiliki cita-rasa yang paling disukai dengan total populasi mikroba 1.28 x 1011 cfu/ml pada kadar asam laktat 0,22 persen dan kadar gula total 14.03 persen. Kata kunci: Rasio bakteri pembangkit (Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus), Yogurt susu kental manis

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 3 (2025): TEKNOTAN, Desember 2025 Vol 19, No 2 (2025): TEKNOTAN, Agustus 2025 Vol 19, No 1 (2025): TEKNOTAN, April 2025 Vol 18, No 3 (2024): TEKNOTAN, Desember 2024 Vol 18, No 2 (2024): TEKNOTAN, Agustus 2024 Vol 18, No 1 (2024): TEKNOTAN, April 2024 Vol 17, No 3 (2023): TEKNOTAN, Desember 2023 Vol 17, No 2 (2023): TEKNOTAN, Agustus 2023 Vol 17, No 1 (2023): TEKNOTAN, April 2023 Vol 16, No 3 (2022): TEKNOTAN, Desember 2022 Vol 16, No 2 (2022): TEKNOTAN, Agustus 2022 Vol 16, No 1 (2022): TEKNOTAN, April 2022 Vol 15, No 2 (2021): TEKNOTAN, Desember 2021 Vol 15, No 1 (2021): TEKNOTAN, Agustus 2021 Vol 14, No 2 (2020): TEKNOTAN, Desember 2020 Vol 14, No 1 (2020): TEKNOTAN, Agustus 2020 Vol 13, No 2 (2019): TEKNOTAN, Desember 2019 Vol 13, No 1 (2019): TEKNOTAN, Agustus 2019 Vol 12, No 2 (2018): TEKNOTAN, Desember 2018 Vol 12, No 1 (2018): TEKNOTAN, April 2018 Vol 11, No 2 (2017): TEKNOTAN, Agustus 2017 Vol 11, No 1 (2017): TEKNOTAN, April 2017 Vol 10, No 2 (2016): TEKNOTAN, November 2016 Vol 10, No 1 (2016): TEKNOTAN, Agustus 2016 Vol 9, No 3 (2015): Teknotan, September 2015 Vol 9, No 1 (2015): Teknotan, Januari 2015 Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 1 (2014) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 2 (2013) Vol 7, No 1 (2013) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 1 (2012) Vol 5, No 3 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 4, No 2 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 2, No 3 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 1 (2008) Vol 1, No 3 (2007) Vol 1, No 2 (2007) Vol 1, No 1 (2007) More Issue