cover
Contact Name
Rizky Mulya Sampurno
Contact Email
rizky.mulya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.teknotan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
ISSN : 19781067     EISSN : 25286285     DOI : -
Core Subject : Education,
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian, merupakan publikasi ilmiah kerjasama antara Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (FTIP UNPAD) dengan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA) Cabang Bandung. Jurnal ini diterbitkan 2 kali setahun (1 Volume, 2 Nomor penerbitan) dalam upaya menyebarluaskan ide-ide konseptual dan/atau hasil-hasil penelitian dan penerapan serta pengembangannya dalam bidang ilmu keteknikan dan teknologi pertanian dalam arti luas (pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan), khususnya pertanian tropika dan ilmu hayati. Penulis naskah/artikel jurnal adalah civitas academika, peneliti dan praktisi serta anggota perhimpunan/organisasi professional dari semua disiplin dan terbuka bagi umum yang menaruh minat dalam bidang ilmu terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 398 Documents
PERANCANGAN MESIN PENGUPAS KULIT ARI KACANG KEDELAI Wahyu Kristian Sugandi; Ari Sufyandi; Totok Herwanto
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengusaha Tahu Sumedang sampai sekarang masih mengupas sendiri bahanbakukedelainya secara manual dengan kapasitas pengupasan antara 20 – 22 kg/jam atau 120 – 132 kg per hari (6 jam kerja). Sementara  kebutuhan kedelai kupasan berkisar antara  30 – 40 kg per jam atau antara 180 – 260 kg per hari. Untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut Laboratorium Alat dan Mesin Pertanian UNPAD telah merancang mesin pengupas kulit ari kacang kedelai dengan kapasitas manual 30 kg/jam melalui metode rekayasa berdasarkan analisis kebutuhan, analisis struktural, analisis fungsional, analisis teknik dan analisis biaya. Hasil rancangan adalah mesin pengupas kulit ari kacang kedelai berdimensi panjang  61 cm, lebar 52 cm dan tinggi 106,37 cm. Daya yang dibutuhkan mesin ini adalah 313 watt/jam dan total biaya produksi Rp 2.053.320,- per unit. Kata kunci: Mesin pengupas, Kulit ari kacang kedelai
PERUBAHAN KANDUNGAN KLOROFIL DARI TIGA JENIS SAYURAN SELAMA PROSES PENGERINGAN DENGAN OVEN VAKUM Tensiska ,; Imas Siti Setiasih; Fathunnisa .
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Klorofil sebagai pewarna alami dapat digunakan sebagai suplemen makanan. Sumber klorofil potensial terdapat pada sayuran hijau seperti daun singkong, bayam, dan daun pepaya.yang tersedia dalam bentuk ekstrak cairan, sehingga kurang praktis dalam penggunaannya. Karena itu perlu dilakukan mikroenkapsulasi dengan penyalut dekstrin. Pengeringan dilakukan menggunakan oven vakum pada suhu 40 ± 5ºC dengan variasi waktu pengeringan Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perubahan kandungan klorofil dari tiga jenis sayuran selama proses pengeringan ekstrak klorofil dengan oven vakum pada waktu yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama ialah jenis sayuran yang terdiri dari 3 taraf yaitu daun singkong, bayam, dan daun pepaya. Faktor yang kedua ialah lama pengeringan yang terdiri dari 3 taraf yaitu 30, 60, dan 90 menit. Hasil penelitian menujukkan bahwa jenis sayuran bayam menghasilkan bubuk klorofil dengan intensitas warna hijau (-a*) paling tinggi -4,34, kandungan total klorofil 23,47 mg/L, klorofil a 14,65 mg/L, klorofil b 8,85 mg/L, dan rendemennya 0,29 %. Lama pengeringan 30 menit sudah cukup untuk mengeringkan bubuk klorofil dalam oven vakum dengan suhu 40±5ºC. Kata kunci: kloropil, sayuran, proses  pengeringan, oven vakum
Kajian Pemanfaatan Sampah Pemukiman Sebagai Bahan Dasar EM-Bokashi dan Interaksinya dengan Jumlah Pemberian Air Terhadap Hasil dan Pertumbuhan Tanaman Tomat (Lycopersicon eseulentum Mill) Wagiono -
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh jumlah pemberian air dan berbagai jenis EM-Bokashi sampah rumah tangga sebagai bahan dasar pupuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill), dan memberikan informasi kombinasi perlakukan jumlah pemberian air dan EM-Bokashi mana yang paling mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei hingga Agustus 2005Hasil penelitian menujukkan terdapat interaksi antara perlakuan jumlah pemberian air dan perlakuan berbagai jenis EM-Bokashi terhadap  tinggi tanaman sebagai respon pertumbuhan tanaman tomat dan pertumbuhan terbaik terjadi pada perlakuan kombinasi perlakuan jumlah pemberian air 625 ml/hari dan pemberian EM-Bokashi berasal dari rubbish sebanyak 30 ton/ha (K3E1), setinggi 208,00 cm. Tidak terdapat interaksi antara perlakuan jumlah pemberian air dan perlakuan berbagai jenis EM-Bokashi terhadap jumlah buah dan berat buah sebagai respon hasil tanaman tomat. Berat buah paling baik terdapat pada perlakuan pemberian EM-Bokashi yang berasal dari rubbish sebanyak 30 ton/ha(K3), seberat  3.495,00 gram pertanaman atau setara dengan 13,980 ton/ha, demikian juga dengan jumlah buah pertanaman yang paling baik terdapat pada perlakuan pemberian EM-Bokashi yang berasal dari rubbish  sebanyak 30 ton/ha(K3), dengan jumlah buah rata-rata 46,32 buah pertanaman. Kata kunci: Sampah pemukiman, EM-Bokashi
RANCANGAN JADWAL DAN POLA TANAM PERTANIAN LAHAN KERING BERBASIS PERUBAHAN KONDISI IKLIM (STUDI KASUS KECAMATAN NAGREG) Sophia Dwiratna NP
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah membuat rancangan jadwal dan pola tanam pertanian lahan kering di Kecamatan Nagreg untuk mengantisipasi dampak perubahan kondisi iklim. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, dimana jadwal dan pola tanam pertanian lahan kering di Kecamatan Nagreg disusun berdasarkan ketersediaan air pada tiga kondisi iklim (tahun kering, tahun normal dan tahun basah). Penentuan pola tanam mengacu pada kondisi setempat, yaitu sesuai dengan jenis tanaman yang biasa di budidayakan petani. Berdasarkan analisis neraca air ketiga kondisi iklim tersebut diketahui bahwa pola tanam lahan kering di Kecamatan Nagreg hanya dapat dilakukan 2 kali dalam setahun pada semua kejadian iklim. Jadwal tanam tahun basah dimulai pada September 2 (MT1) dan Januari 2 (MT2), jadwal tanam tahun normal pada Oktober 2 (MT1) dan Februari 2 (MT1), sedangkan jadwal tanam tahun kering pada November 1 (MT1) dan Maret 1 (MT2). Pola tanam yang direkomendasikan pada tahun basah adalah Jagung/Padi Ladang + Mentimun/Cabe rawit/kacang panjang/kacang merah (MT1) – Jagung + kacangmerah/kacang tanah/mentimun + singkong(MT2). Pola tanam yang direkomendasikan pada tahun normal dan tahun kering adalah Jagung/cabe + cabe rawit/mentimun/kacang panjang + singkong (MT1) - kacang merah (MT2). Kata kunci: jadwal tanam, pola tanam, perubahan iklim, tahun basah, tahun normal, tahun                        kering
Prediksi Erosi Dengan Persamaan Modified Universal Soil Loss Equation di Lahan Pertanian Berlereng Curam Nurpilihan Bafdal; Kharistya Amaru; Edy Suryadi
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengambilan data erosi di lapangan telah dilaksanakan di lahan penelitian Laboratorium Hijauan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran kampus Unpad Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Plot penelitian mempunyai kemiringan lahan 22 % dengan panjang lereng 22 meter dan lebar 9 meter. Berdasarkan analisis pada segitiga tekstur tanah, tanah di lahan penelitian masuk kedalam Liat Berdebu. Penelitian ini bertujuan memprediksi erosi dengan menggunakan pengembangan model  prediksi erosi Modified Universal Soil Loss Equation / MUSLE dan disesuaikan dengan karakteristik daerah penelitian. Hasil pengamatan lapang menunjukkan jumlah erosi kecil, dengan intensitas berkisar antara 0.03 mm/menit sampai 0.89 mm/menit. Intensitas tersebut belum dapat mengakibatkan erosi yang tinggi. Hasil perbandingan antara data pengukuran dengan data perhitungan prediksi erosi berdasarkan metoda Sum Square Error memberikan hasil yang memuaskan dalam prediksi erosi. Sum Square Error menunjukkan  nilai yang berkisar antara 0.43 hingga nol, berarti persamaan dapat digunakan di daerah penelitian. Hasil simulasi dengan variasi kategori hujan menunjukkan korelasi yang erat pada hubungan antara tinggi hujan dan erosi, hal ini dapat terlihat pada nilai korelasi yang mendekati satu. Kata kunci : Prediksi erosi, MUSLE, Lahan kemiringan curam, Lahan pertanian
PENGARUH PENAMBAHAN NATRIUM ALGINAT TERHADAP KARAKTERISTIK MINUMAN FUNGSIONAL DARI SERBUK MINUMAN CINCAU HIJAU (Cyclea barbata L. Miers) Mira Miranti; Tita Rialita; Tensiska -
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi Na-alginat yang tepat untuk menghasilkan minuman fungsional dari serbuk minuman dari serbuk minuman cincau hijau yang memiliki karakteristik yang baik dan disukai. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 5 Ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah Penambahan Na-alginat dengan konsentrasi  0 % (A), 0,5 % (B). 1% (C), 1,5 % (D), dan 2% (E).Hasil penelitian menunjukkan penambahan Na-alginat 0,5 % menghasilkan  minuman dari serbuk cincau hijau dengan rasa  ”disukai”, dan nilai kesukaan ”biasa’  untuk warna, aroma  kekentalan dengan total padatan terlarut 12,16 o Brix dan  viskositas 15,28 cp. Serbuk cincau hijau tersebut memiliki kadar  total serat pangan  9,51%, serat pangan tidak larut 2,46% dan serat pangan larut 7,05%, kadar air 3,24 % dan kadar abu 3,47 %. Kata kunci : Cincau hijau, Minuman fungsional, Kekentalan, Serat pangan
BUDIDAYA PADI DI DALAM POLIBEG DENGAN IRIGASI BERTEKANAN UNTUK ANTISIPASI PESATNYA PERUBAHAN FUNGSI LAHAN SAWAH Edward Saleh; Angela F. Nainggolan; Lismaria Butarbutar
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Untuk mengantisipasi pesatnya peningkatan alih-fungsi lahan sawah ke lahan industri non-pangan, telah dilakukan penelitian penanaman padi dalam polibag dengan irigasi dan dikombinasikan dengan metode SRI (system of rice intensification).  Percobaan dilakukan dengan perlakuan irigasi irigasi tetes, penyiraman dan tanpa penyiraman.  Besarnya pemberian air irigasi diberikan sesuai dengan kebutuhan air tanaman (ETp) yang diprediksi menggunakan model Blaney-Creadle. Pengamatan dilakukan di lahan padi sawah dan padi ladang. Hasilnya menunjukkan bahwa dari segi pertumbuhan tanaman, produktivitas per-rumpun tanaman dan berat biji padi tidak ada bperbedaan nyata, baik  antara tanaman yang tumbuh di ladang maupun di sawah,  sehingga disimpulkan budidaya padi dapat dilakukan di dalam polibag sebagai solusi alternatif ketika produksi padi di lahan sawah sudah tidak memungkinkan lagi. Kata kunci : Padi, Polibeg, Irigasi tetes, Produksi
ANALISIS PROSES PRODUKSI COKELAT SKALA UKM Sukrisno Widyotomo
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Salah satu upaya strategi untuk mengurangi ketergantungan harga cokelat di pasar internasional adalah dengan perluasan pasar dan diversifikasi produk hilirnya. Kapasitas produksi dirancang berdasarkan jumlah produk cokelat optimum yang dihasilkan per hari dengan formulasi standar. Analisis proses dilakukan terhadap alur proses yang sinambung untuk menghasilkan pasta cokelat, bubuk kakao dan produk samping berupa kulit biji tanpa adanya penumpukan bahan di salah satu tahapan proses. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mencegah terjadinya penumpukan bahan (bottle neck) dalam satu alur proses, maka diperlukan pengempa lemak kakao, kabinet tempering bungkil, mesin refining, mesin choncing dan kabinet tempering pasta masing-masing sebanyak 2, 17, 3, 7 dan 5 unit. Dengan asumsi umur ekonomis selama 10 tahun, harga biji kakao kering terfermentasi Rp 25.000,-/kg, harga bubuk kakao murni Rp 75.000,-/kg kemasan, dan formula cokelat Rp 90.000,-/kg, maka diperoleh nilai ROI, BC Ratio, dan NPV (nett present value) masing-masing sebesar  7,4 tahun; 1,45; dan Rp 6.495.903.815,-. Terindikasikan bahwa mutu bubuk kakao dan formula cokelat yang dihasilkan baik dan dapat diterima oleh konsumen.         Kata kunci : Kakao, Cokelat, Proses produksi, Skala UKM
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DEDAK JAGUNG Tensiska -; Tati Sukarti; Muzapar Amin
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis pelarut dan metode ekstraksi yang tepat sehingga dihasilkan ekstrak dedak jagung dengan aktivitas antioksidan tertinggi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah metode ekstraksi yang terdiri dari dua taraf yaitu metode soxhlet dan metode maserasi dan faktor yang kedua adalah jenis pelarut yaitu heksana, etil asetat dan etanol. Perlakuan metode ekstraksi maserasi dengan pelarut heksana ( rendemen ekstrak kasar 10,14 % b/b ) menghasilkan senyawa aktif yang memiliki aktivitas antioksidan paling tinggi dibandingkan dengan semua perlakuan lainnya.   Kata kunci : Aktivitas antioksidan, Ekstrak dedak jagung, Maserasi, Heksan 
PEMISAHAN 2-MONOASILGLISEROL KAYA ASAM LEMAK OMEGA-3 HASIL REAKSI BUTANOLISIS LIMBAH MINYAK IKAN MENGGUNAKAN MEDIUM PRESSURE LIQUID CHROMATOGRAPHY Heri Risnayadi Mahmud
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asam lemak omega-3 khususnya eicosapentaenoic acid (EPA) dan  docosahexaenoic acid (DHA) adalah sangat penting dalam pengayaan gizi pangan yang dapat diproduksi dari minyak ikan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni hingga Maret 2005. Distribusi asam lemak-3 dalam triasilgliserol (TAG) minyak ikan adalah lebih tinggi pada posisi sn-2 dari pada posisi sn-3. Reaksi butanolisis enzimatik yang menggunakan lipase Thermomyces lanuginosus (LipozymeâTL IM) dapat menghasilkan mono-asilgliserol (MAG) kaya akan asam lemak omega-3 karena enzim spesifik untuk memotong asam lemak pada posisi  sn-1,3 TAG dan menyisakan 2-MAG kaya akan asam lemak omega-3. Dalam penelitian ini, reaktor fluidized-bed kontinyu digunakan untuk mengkonversi minyak ikan (100% TAG) menjadi suatu campuran 6,69% TAG, 17,22% diasilgliserol (DAG), 11,39% MAG, 29,26% butil ester, 28,45% butanol dan 6,99% komponen lain selama 1 jam. MAG dipisahkan dari campuran menggunakan suatu kolom silika gel Medium Pressure Liquid Chromatography (MPLC) dengan tiga tahap elusi. Tahap pertama, butanol dielusi gas nitrogen yang ditiupkan ke dalam kolom silika gel. Tahap kedua, komponen non MAG dielusi dengan 600 ml heksana/dietileter (dengan lima perlakuan 100/0, 90/10, 80/20, 70/30 dan 60/40 v/v). Tahap terakhir, MAG dielusi dengan 600 ml dietileter. Dari 22 g minyak ikan, melalui perlakuan heksana/dietileter 80/20 (v/v) dihasilkan 3,472 g minyak MAG kemurnian tinggi (93,21%) dan recovery MAG (96,99%). Hasil evaluasi asam lemak menunjukkan bahwa minyak MAG tersebut kaya akan asam lemak omega-3 44,2% (w/w) (29,30% EPA, 7,82% DHA and 5,57% other omega-3 fatty acids). Kata kunci: Reaktor fluidized-bed, monoasilgliserol, asam lemak omega-3, LipozymeâTL IM dan medium pressure liquid chromatography

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 3 (2025): TEKNOTAN, Desember 2025 Vol 19, No 2 (2025): TEKNOTAN, Agustus 2025 Vol 19, No 1 (2025): TEKNOTAN, April 2025 Vol 18, No 3 (2024): TEKNOTAN, Desember 2024 Vol 18, No 2 (2024): TEKNOTAN, Agustus 2024 Vol 18, No 1 (2024): TEKNOTAN, April 2024 Vol 17, No 3 (2023): TEKNOTAN, Desember 2023 Vol 17, No 2 (2023): TEKNOTAN, Agustus 2023 Vol 17, No 1 (2023): TEKNOTAN, April 2023 Vol 16, No 3 (2022): TEKNOTAN, Desember 2022 Vol 16, No 2 (2022): TEKNOTAN, Agustus 2022 Vol 16, No 1 (2022): TEKNOTAN, April 2022 Vol 15, No 2 (2021): TEKNOTAN, Desember 2021 Vol 15, No 1 (2021): TEKNOTAN, Agustus 2021 Vol 14, No 2 (2020): TEKNOTAN, Desember 2020 Vol 14, No 1 (2020): TEKNOTAN, Agustus 2020 Vol 13, No 2 (2019): TEKNOTAN, Desember 2019 Vol 13, No 1 (2019): TEKNOTAN, Agustus 2019 Vol 12, No 2 (2018): TEKNOTAN, Desember 2018 Vol 12, No 1 (2018): TEKNOTAN, April 2018 Vol 11, No 2 (2017): TEKNOTAN, Agustus 2017 Vol 11, No 1 (2017): TEKNOTAN, April 2017 Vol 10, No 2 (2016): TEKNOTAN, November 2016 Vol 10, No 1 (2016): TEKNOTAN, Agustus 2016 Vol 9, No 3 (2015): Teknotan, September 2015 Vol 9, No 1 (2015): Teknotan, Januari 2015 Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 1 (2014) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 2 (2013) Vol 7, No 1 (2013) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 1 (2012) Vol 5, No 3 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 4, No 2 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 2, No 3 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 1 (2008) Vol 1, No 3 (2007) Vol 1, No 2 (2007) Vol 1, No 1 (2007) More Issue