cover
Contact Name
Tanzil
Contact Email
tanzil.atjeh@gmail.com
Phone
+6285371610085
Journal Mail Official
lsamaaceh@gmail.com
Editorial Address
LSAMA Jl. T. Nyak Arief No. 101, Lamnyong, Banda Aceh, 23111
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora
ISSN : 23382341     EISSN : 25979175     DOI : https://doi.org/10.47574/kalam.v9i1.101
Jurnal KALAM is published by Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA) in Banda Aceh. Its focus is to publish research articles in Islamic studies and society twice a year. Its scope consists of (1) Islamic theology; (2) Islamic law; (3) Islamic education; (4) Islamic mysticism and philosophy; (5) Islamic economics and politics; (6) Study of tafsir (Quran exegesis) and hadith; and (7) Islamic art and history.
Articles 115 Documents
PEUSIJUEK DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Kajian dari Sudut Teori Tafaul) Maimun Abdullah Amin
Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol. 7 No. 1 (2019): Jurnal Kalam (Januari-Juni 2019)
Publisher : Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prosesi peusijuek (menepung tawari) sudah lama dipraktikkan dalam internal umat Islam di Aceh. Bahkan perbuatan ini sudah menjadi suatu tradisi yang dilestarikan dari generasi ke generasi lainnya. Meskipun demikian, peusijuek tidak terlepas dan pandangan pro dan kontra. Ada sebagian kelompok muslim yang mengganggap sebagai perbuatan bid’ah, ada pula yang mengatakan sebagai perbuatan mubah. Kelompok muslim yang mengganggap perbuatan peusijuek sebagai bid’ah telah mengundang kontroversi dalam masyarakat Aceh. Karena itu peneliti beranggapan penting untuk ditelusuri lebih lanjut tentang persoalan peusijuek dalam perspektif hukum Islam. Penelitian ini disebut penelitian kepustakaan, data dikumpulkan dan dianalisis secara deskriptif-analisis kemudian hasil penelitian diuraikan dengan naratif. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa peusijuek dapat diinterpretasi dari perbuatan tafaul, yang memiliki sumber hukum dalam Islam. Dengan demikian peusijuek merupakan suatu perbuatan yang baik dan hukumnya mubah.
PERLINDUNGAN HUKUM TANAH WAKAF YANG TIDAK MEMILIKI SERTIFIKAT (Studi Terhadap Putusan Wakaf di Mahkamah Syar’iyah Aceh) Zahrul Fatahillah
Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol. 7 No. 1 (2019): Jurnal Kalam (Januari-Juni 2019)
Publisher : Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sertifikat tanah wakaf merupakan salah satu bukti adanya peralihan hak antara pewakaf dengan nazhir, adanya sertifikat tanah wakaf memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum terhadap tanah yang telah diwakafkan. Namun masih banyak ditemukan tanah wakaf yang tidak memiliki sertifikat. Hal ini berimplikasi pada terjadinya persoalan hukum dikemudian hari. Masalah pokok dalam penelitian ini adalah; (1) bagaimana status hukum tanah wakaf yang tidak memiliki sertifikat? dan (2) bagaimana perlindungan hukum terhadap tanah wakaf yang tidak memiliki sertifikat? Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan tujuan mengkaji asas-asas dan kaidah-kaidah yang terdapat dalam ilmu hukum. Data yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status tanah wakaf yang tidak memiliki sertifikat adalah sah menurut hukum Islam dan orang yang melakukanya mendapat pahala selama memenuhi rukun dan syarat yang ditentukan dalam kitab fiqh. Sementara dalam hukum perundangan status tanah wakaf yang tidak memiliki sertifikat wakaf tidak memiliki kekuatan hukum. Tanah wakaf yang tidak memiliki sertifikat tidak memiliki perlindungan hukum dari negara, sehingga dapat menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari antara pihak-pihak yang merasa memiliki hak terhadap tanah wakaf tersebut. Disarankan kepada nazhir untuk mensertifikatkan tanah wakaf kepada Badan Pertanahan Nasional. Kepada pemerintah supaya mensosialisasikan secara kontinue terkait pentingnya sertifikat tanah wakaf demi terwujudnya perlindungan hukum dan kepastian hukum bagi masyarakat.
EKSPLOITASI HUTAN DALAM PERSPEKTIF FIKIH LINGKUNGAN Iswandi Iswandi
Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol. 7 No. 1 (2019): Jurnal Kalam (Januari-Juni 2019)
Publisher : Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berbagai peristiwa ataupun kasus eksploitasi hutan yang berhubungan dengan proses hukum yang terjadi dalam masyarakat. Persoalan eksploitasi hutan saat ini sudah menjadi fenomena umum yang berlangsung dimana-mana. Padahal akibat dari eksploitasi hutan dapat menimbulkan dampak-dampak negatif yang dapat mengubah struktur bumi secara menyeluruh. Untuk itu, kajian ini difokuskan pada pembahasan mengenai tinjauan hukum Islam terhadap tindakan eksploitasi. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis norma hukum dengan mengadakan penelitian terhadap masalah hukum yang didasarkan pada penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan metode pendekatan normatif yaitu pendekatan yang mendasarkan pada dalil-dalil normatif yang ada dalam al-Qur’ān dan al-ḥadīts serta kaidah-kaidah fikih dan uṣūl al-fiqh. Hasil penelitian menunjukkan, dalam hukum Islam tindakan eksploitasi hutan merupakan suatu perbuatan yang dilarang, karena dapat merusak alam maka hukum eksploitasi hutan adalah haram. Bahkan, tindakan eksploitasi hutan jika ditinjau dari perspektif maṣlaḥah al-mursalah tidak memberikan manfaat untuk masyarakat secara umum.
MENGENAL SANG PELITA UMAT: ABUYA TGK. H. MUHAMMAD SYAM MARFALI (ABU DI BLANG) Aria Sandra
Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol. 7 No. 1 (2019): Jurnal Kalam (Januari-Juni 2019)
Publisher : Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan seorang ulama di suatu tempat dapat mencerdaskan umat dan menjadi panutan bagi masyarakat. Mencerdaskan dimaksud, ulama menjadi tempat bertanya umat, sekaligus memberi solusi atas berbagai persoalan, terutama yang menyangkut dengan agama, dan sosial kemasyarakatan. Tgk. H. Muhammad Syam Marfali merupakan salah satu ulama berasal dari Aceh Barat Daya yang kiprahnya bukan saja di wilayah Barat-Selatan Aceh melainkan berperan di Aceh. Data dalam artikel ini diperoleh melalui wawancara dengan keluarga Abu Syam Marfali, dan dari para muridnya. Hasil wawancara menunjukkan kiprah Abu Syam Marfali benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat banyak dikarenakan dapat menjadi rujukan dan menjawab berbagai pertanyaan-pertanyaan masyarakat. Di samping beliau aktif mengajar selama masa hidupnya. Pada masa konflik, Abu Syam Marfali tetap memiliki hubungan baik dengan dua pihak yang bertikai, yaitu GAM dan TNI. Abu Syam Marfali ikut membantu untuk menyukseskan pogram-program pemerintah daerah asalkan demi kebaikan, dan sudah beberapa kali terlibat dalam usaha pengamanan masyarakat dari konflik. Dalam hal warisan intelektual, Abu Syam Marfali memiliki murid-murid yang saat ini telah menjadi pimpinan dayah di berbagai wilayah Aceh.
PERBEDAAN PEMAHAMAN JERIH PAYAH GURU DI DAYAH DAN SEKOLAH Muslem Muslem
Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Kalam (Juli-Desember 2019)
Publisher : Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini ditulis bertujuan untuk mengungkapkan perbedaan pemahaman jerih payah guru di sekolah dan dayah salafiyah. Fokus permasalahan yaitu; Apakah guru di dayah salafiyah ada diberikan insentif (jerih payah)? Bagaimanakah pemahaman guru dayah terhadap jerih payah? Kenapa berbeda pemahaman jerih payah guru-guru di sekolah pada umumnya? Penelitian ini dibahas dalam kerangka konseptual, yaitu peneliti mengulas pemahaman guru dayah terhadap insentif berdasarkan penjelasan informan, kemudian dianalisis secara naratif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman jerih payah guru di sekolah dan dayah salafiyah. Guru di sekolah diberikan insentif (gaji) dari pemerintah atas kinerja mereka sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Adapun guru di dayah salafiyah tidak diberikan jerih payah atas kerja mereka namun tetap bekerja dengan ikhlas. Guru dayah salafiyah berharap setelah tamat dari dayah kelak akan diberikan kelas untuk mengajar, dan mereka tidak mengharapkan insentif. Pemahaman seperti ini sudah menjadi tradisi di dayah salafiyah, dan dipengaruhi juga oleh kitab-kitab klasik yang diajarkan.
PEMANFAATAN INSTAGRAM DALAM PROMOSI ACEH HALAL TOURISM Ade Irma; Desy Husnunzikra
Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Kalam (Juli-Desember 2019)
Publisher : Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh melalui praktisi public relations juga memanfaatkan instagram sebagai sarana untuk mempromosikan maupun untuk meningkatkan citra positif lembaganya. Kesuksesan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh dalam memanfaatkan Instagram untuk mempromosikan kepariwisataan Aceh menjadi penting penelitian ini dilakukan. Penelitian kualitatif ini informannya praktisi public relations Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh sebagai pengelola instagram dan Netizen untuk memperkuat data dari praktisi public relations. Penelitian ini menggunakan two-way asymmetric model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh melalui akun instagram “disbudpar_aceh”, secara cepat menyebarkan setiap kegiatan yang dilaksanakan sekaligus sebagai ajang promosi “The Light Of Aceh” dan destinasi wisata halal dunia untuk wisatawan. Promosi yang dilakukan untuk memersuasi netizen dengan cara mengunggah konten promosi berupa foto dan video dilengkapi dengan caption dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sebagai keterangan dari visual yang ditampilkan. Foto dan video diunggah dengan menggunakan tagar, seperti #pesonaaceh #thelightofaceh #acehhalaltourism. Tagar tersebut digunakan agar memudahkan netizen domestik dan manca negara untuk mencari informasi sekaligus menambah followers pada akun “disbudpar_aceh”.
PROXY WAR DAN TANTANGAN NEGARA BANGSA Makhfira Nuryanti
Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Kalam (Juli-Desember 2019)
Publisher : Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proxy war kini menjadi ancaman bagi kedaulatan berbagai bangsa, tak terkecuali dunia Muslim, baik itu negara Islam atau negara bangsa dengan mayoritas masyarakatnya Islam, seperti Indonesia. Tuntutan kepentingan kelompok telah menciptakan perang-perang jenis baru. Proxy war tergolong ke dalam ancaman besar sebuah ketahanan negara karena dapat menghancurkan sebuah bangsa dalam keheningan, negara yang menjadi sasaran atau target tidak menyadari bahwa negaranya sedang diporak-porandakan. Proxy war kini menjadi ancaman bagi kedaulatan berbagai bangsa, tak terkecuali dunia Muslim, baik itu negara Islam atau negara bangsa dengan mayoritas masyarakatnya Islam, seperti Indonesia.menggunakan cara cara licik, penuh muslihat (tricky), yakni memakai pihak ketiga untuk menaklukkan lawan, biasanya memanfaatkan negara lain yang lebih kecil atau bisa pula menggunakan aktor non negara seperti ormas, LSM, kelompok masyarakat atau bisa juga melalui perseorangan. Proxy war ini sulit dideteksi, mana kawan dan mana lawan, apalagi di situasi masyarakat yang terpecah belah. Tantangan ini serius, untuk mengatasinya dibutuhkan persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara. Negara harus fokus pada musuh yang sesungguhnya, yakni yang jelas-jelas ingin mengeruk keuntungan dari sebuah bangsa. Cara terbaik untuk melawan proxy war adalah dengan mengenali musuh, kemampuan mengenali musuh ini bisa kita peroleh jika kesadaran masyarakat akan pentingnya kesatuan dan persatuan bangsa sudah muncul.
DAMPAK PENGGUNAAN GAME ONLINE TERHADAP SISWA DI MTsS ULEE TUTUE ACEH UTARA Amiruddin Amiruddin
Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Kalam (Juli-Desember 2019)
Publisher : Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Online game is one type of game that involves many players who use LAN (local area network) or the Internet. Its presence is agreed to have neglected students by spending to play online games which in turn makes student achievement decreases. This issue is the focus of research, mostly related to the use of online games and their solution to the students of MTsS Ulee Tutue. Qualitative research uses observation, interview and documentation techniques for data collection. This research resulted in positive and negative findings. The positive impact can be made as entertainment, as a venue for concentration training and making friends. Besides positive thinking is that students can control themselves, train sports, train intelligence, creativity, logic and nerve reflexes of the brain and hands when playing games. Meanwhile, the negative is to waste time, waste and take payment as a student. The solution is to solve things that are new in the world of the internet, teach time discipline, and improve social relationships with friends and stay away from online games gradually.
TENGKU HAJI HASBALLAH KEUTAPANG (Pemikiran dan Kiprahnya dalam Pendidikan Islam)
Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Kalam (Juli-Desember 2019)
Publisher : Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tengku Haji Hasballah Keutapang merupakan salah satu ulama tersohor di Kabupaten Aceh Utara yang ide-ide pemikirannya dalam bidang pendidikan belum pernah dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengangkat pemikiran tokoh ulama dayah tentang pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis. Hasil penelitian ditemukan bahwa tujuan pendidikan agama Islam menurut Teungku Haji Hasballah Keutapang adalah untuk menyelamatkan kehidupan manusia di dunia dan akhirat dengan menciptakan manusia yang memiliki akhlakul karimah. Terkait pendidik (mursyid) dan peserta didik/santri (murid) Tengku Haji Hasballah Keutapang mengatakan bahwa mursyid itu harus mendidik dengan memberikan contoh teladan yang baik supaya mudah diresapi ilmunya oleh para murid. Tentang murid menurutnya dalam menempuh pendidikan agama harus menanamkan niat yang benar, oleh karena itu niat yang tulus harus sudah tertanam dalam jiwa para murid. Mengenai media dan lingkungan pendidikan agama membutuhkan perhatian dan pengawasan yang baik, Lingkungan pendidikan agama harus mencerminkan lingkungan yang menjalankan syariat Islam secara kaffah.
PENGUATAN KARAKTER MAHASISWA MELALUI KURIKULUM KKNI DI PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN ISLAM NEGERI DI ACEH Azhar
Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol. 8 No. 1 (2020): Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47574/kalam.v8i1.67

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan Karakter mahasiswa PTKIN di Aceh, dan pengembangan kurikulum berbasis KKNI pada PTKIN di Aceh, serta strategi penguatan karakter mahasiswa melalui kurikulum KKNI PTKIN di Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah analisis deskriptif dengan tiga langkah, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk karakter setiap mahasiswa pasti berbeda-beda, namun dari perbedaan itu bagaimana seorang dosen mampu mempertahankannya, apabila baik dipertahankan dan apabila buruk maka di perbaiki atau dibina untuk lebih baik lagi. Sementara dari Kemendiknas sudah ada dalam upaya pembangunan karakter yaitu 18 nilai karakter itulah harus di masukkan kedalam semua mata pelajaran di sekolah, baik di tingkat instansi maupun tingkat proses pembelajaran di kelas. Pengembangan kurikulum berbasis KKNI pada PTKIN di Aceh yaitu melalui Learning Outcome (LO). LO menjadi dasar untuk menentukan bidang kajian dan nama matakuliah. Pengembangan kurikulum di Prodi PAI senantiasa menemukan bentuk dan format yang update dan panjang semenjak tahun 2012 yakni semenjak digulirkannya kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Strategi PTKIN di Aceh dalam pembentukan karakter mahasiswa melalui kurikulum KKNI. Strategi yang dilakukan dalam membentuk karakter mahasiswa sangatlah baik melalui pengintegrasian, melalui kegiatan sehari-hari yang meliputi: pemberian keteladanan, teguran, nasehat, dan pengkondisian lingkunagan yang menunjang karakter mahasiswa perguruan tinggi di Aceh. Semua informasi, data dan fakta yang ada dipadukan untuk kemudian dianalisis secara komparatif.

Page 6 of 12 | Total Record : 115