cover
Contact Name
Jurnal Arsitektur Zonasi
Contact Email
jurnal_zonasi@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
yudi.permana@upi.edu
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur ZONASI
ISSN : 26211610     EISSN : 26209934     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Journal of Architectural ZONASI is an online open access journal. It features articles on a wide range of issues in architecture, including architectural history and theory, dwelling culture, building technology and material science, architectural design, interior design, landscape architecture, heritage and conservation, and urbanism. Published three annually, in February, June, and October, the journal welcomes contributions from all over the world
Arjuna Subject : -
Articles 213 Documents
KAJIAN PENANDA IDENTITAS SEBAGAI GRAFIS PADA RUANG LUAR DAN BAGIAN DARI WAYFINDING SYSTEM KAWASAN Minggra, Restu
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 3, No 1 (2020): Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Arsitektur Zonasi Februari 2020
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v3i1.19588

Abstract

Abstract: UPI campus is an educational environment which accommodates a variety of academic activities that are organized and arranged according to the hierarchy and activity needs. Activities on campus increased, as does the intensity of a movement which is not fit with the availability of compelling and informative signage within the campus. These research proses are started with an observation and collecting data about the quality of signage in the UPI campus area. The data then compared with the basic principles of signage design as part of the wayfinding process and the suitability of the design to the aesthetic value of the signage as part of environmental graphic design. This research is expected to bring benefits in the science of Environmental Graphic Design, which is an incision between architecture and graphic design science field. This research also expected to be contributed for the UPI campus development, and also provide an alternative design in campus spatial planning policy that improves the quality of campuses landscape.Keywords: Signage; Wayfinding; campus. Abstrak: Kampus Universitas Pendidikan indonesia (UPI) merupakan kawasan kampus Induk UPI yang menampung berbagai macam aktivitas perkuliahan dan aktivitas akademik yang tertata dan tersusun berdasarkan hierarki dan kebutuhan ruang. Aktivitas di dalam kampus terus meningkat, begitu juga intensitas pergerakan di dalam kawasan kampus yang tidak diimbangi dengan pengadaaan fasilitas sistem penanda (signage) di dalam lingkungan kampus yang efektif dan informatif. Metode penelitian yang digunakan dalam proses pengamatan, pengumpulan informasi, dan penyajian analisis menggunakan pendekatan Kualitatif. Studi ini menggunakan metode observasi di lapangan terhadap kualitas penanda identitas di dalam kawasan kampus UPI. Bentuk evaluasi yang dilakukan adalah dengan melakukan komparasi antara penanda identitas di dalam kawasan kampus UPI dengan prinsip prinsip dasar desain penanda sebagai bagian dari proses wayfinding, dan kesesuaian desain terhadap nilai estetis penanda sebagai bagian dari desain grafis lingkungan (Environmental Graphic Design). Penelitian ini diharapkan dapat membawa manfaat dalam pengembangan ilmu arsitektur dan ilmu desain grafis, khususnya bidang ilmu Environemntal Graphic Desain yang menjadi jembatan antara dua rumpun ilmu. Selain itu, dapat Memberikan kontribusi terhadap pengembangan masterplan kampus UPI dan memberi masukan terhadap kebijakan tata ruang kampus guna memperbaiki kualitas ruang luar secara menyeluruh.Kata Kunci: Penanda; signage; wayfinding, kampus.
IDENTITAS KAWASAN KAMPUNG PARALON DI PERMUKIMAN PADAT MELALUI KONSEP ECOVILLAGE Studi Kasus: Kampung Paralon Desa Bojongsoang Kabupaten Bandung Wijaya, Karto; Wibowo, Heru; Permana, Asep Yudi
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 2, No 3 (2019): Jurnal Arsitektur Zonasi Oktober 2019
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v2i3.19873

Abstract

Abstract: Architecture as one of the fields that cannot be separated from how to process space is very appropriate in supporting the Eco Village program because the conception of space in the field of architecture has a three-dimensional conception. Through understanding the concept of three-dimensional space with limited land owned by each citizen does not mean that the community cannot cultivate their land into productive land, namely making agricultural land (agriculture). This makes observers interested in researching villages that have long been built, but are now blocked by housing that was once an empty space (in this case rice fields) in Bojongsoang Village, Bojongsoang District, Bandung Regency as a form of observer participation in developing an urban farming approach to achieving sustainability (sustainable). The purpose of this study was to find out which Eco Village models exist in the region Paralon Village as an Eco-Architecture concept in supporting the development of Sustainable City, as one of the eco-architecture models in urban villages by utilizing the land and space of each community member. Keywords: Eco Village; Sustainable City; Settelment Abstrak: Arsitektur sebagai salah satu bidang yang tidak dapat dipisahkan dari cara mengolah ruang sangat tepat dalam mendukung program Eco Village karena konsepsi ruang dalam bidang arsitektur memiliki konsepsi tiga dimensi. Melalui pemahaman konsep ruang tiga dimensi dengan lahan terbatas yang dimiliki oleh setiap warga negara tidak berarti bahwa masyarakat tidak dapat mengolah lahan mereka menjadi lahan produktif, yaitu membuat lahan pertanian (pertanian).Hal ini membuat para pengamat tertarik meneliti desa-desa yang telah lama dibangun, tetapi sekarang dihambat oleh perumahan yang dulunya merupakan ruang kosong (dalam hal ini sawah) di Desa Bojongsoang, Kabupaten Bojongsoang, Kabupaten Bandung sebagai bentuk partisipasi pengamat dalam mengembangkan suatu pendekatan urban farming untuk mencapai keberlanjutan (sustainable).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui model Eco Village yang ada di wilayah Desa Paralon sebagai konsep Eco-Architecture dalam mendukung pengembangan Kota Berkelanjutan, sebagai salah satu model eco-architecture di desa-desa perkotaan dengan memanfaatkan lahan dan ruang dari setiap anggota komunitas.Kata kunci: Desa Ramah Lingkungan; Kota Berkelanjutan; Permukiman
REVITALISASI PASAR PRAWIROTAMAN MENJADI PASAR KREATIF DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR KONTEKSTUAL SEBAGAI KONSEP DESAIN Adhirya Kurn, Adhirya Kurn; Kurniawan, Muhammad Arief
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 3, No 1 (2020): Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Arsitektur Zonasi Februari 2020
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v3i1.17858

Abstract

Abstract: Revitalization of Prawirotaman Market through Contextual Architecture to Become a Creative Market is to redesign a building, which functions as a purchase and sale area with such commodities as basic needs, food, vegetables, glassware, and others. The redesign is motivated by a number of problems, such as the many inefficient and ineffective spaces, lack of sale areas, and minimum parking lots. In addition, it will improve the market status from a traditional market to a Class II market. The growing population and location of Prawirotaman market that is close to tourist accommodations and tourism village provide an opportunity for the market to operate 24 hours, particularly as a culinary market. To revitalize Prawirotaman Market, the author applies the concept of Contextual Architecture as a creative market. Such approach aims to create a new atmosphere, especially in Prawirotaman Village, to make it better known as a market with a contextual concept as a creative market. The revitalization of Prawirotaman Market to solve a number of problems is conducted by analyzing the problems, planning the design concept, and analyzing the results to obtain the proper concept and response.Keywords: Social relationship, Space Problem, Traditional Abstrak: Revitalisasi Pasar Prawirotaman Dengan Pendekatan Arsitektur Kontekstual Sebagai Pasar Kreatif adalah perancangan kembali sebuah bangunan yang berfungsi sebagai tempat jual beli dengan jenis barang dagang meliputi kebutuhan pokok, makanan, sayuran, barang pecah belah dan masih banyak lagi. Perencanaan ulang ini dilatar belakangi oleh beberapa permasalahan seperti banyak ruang yang tidak efisien dan efektif, kurangnya tempat berdagang, kurangnya lahan parkir, selain itu akan meningkatkan status pasar menjadi pasar tradisional menjadi tingkat kelas II. Pertumbuhan penduduk yang semakin bertambah dan lokasi Pasar Prawirotaman berdekatan dengan kampung turis atau kampung wisata yang mampu menjadi peluang untuk menjadikan pasar ini beroperasi selama 24 jam terutama di bidang kulinernya. Dalam merevitalisasi Pasar Prawirotaman penulis menerapkan konsep dengan “ Pendekatan Arsitektur Kontekstual sebagai pasar kreatif ” Pemilihan pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan suasana baru khususnya di kampung prawirotaman supaya menjadi lebih dikenal lagi oleh masyarakat sebagai pasar yang memiliki konsep kontekstual sebagai pasar kreatif. Solusi yang diterapkan dalam Revitalisai Pasar Prawirotaman untuk mengatasi semua permasalahan yang timbul dengan cara menganalisa permasalahan kemudian membuat konsep perancangan yang setiap hasil analisisnya mendapatkan konsep dan responnya masing – masing.Kata Kuunci           : Hubungan dengan masyarakat, Permasalahan Ruang, Tradisional
KAJIAN ARSITEKTUR TERHADAP ANALISA PERILAKU PADA BANGUNAN PERUMAHAN CITRA GRAND CITY PALEMBANG NARHADI, J. M. SRI
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 3, No 1 (2020): Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Arsitektur Zonasi Februari 2020
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v3i1.19262

Abstract

Abstract: Housing in urban areas has become a necessity both in terms of current housing needs and future housing needs. All of these housing developments have their own targets in meeting their needs. The government itself also targets that the existing housing can be reached by all levels of society.Citra Grand City Palembang is an example of an elite residential complex in Palembang and was developed since 2008. Citra Grand City is designed as a city that has good accessibility. With its status as a residential complex of elite complexes, it is interesting to study how the behavior contained therein is reviewed through architectural rules. In connection with the field of architecture the behavior to be observed is the garbage disposal system, parking arrangement, compliance with building boundary rules, and aesthetic observation.Keywords: Housing, Architecture, Behavior Abstrak: Perumahan dalam perkotaan saat ini telah menjadi sebuah kebutuhan baik ditinjau dari kebutuhan rumah saat ini maupun kebutuhan rumah akan datang. Kesemua pembangunan perumahan ini mempunyai target tersendiri dalam pemenuhan kebutuhannya. Pemerintah sendiri juga menargetkan agar perumahan yang ada saat ini dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat.Citra Grand City Palembang adalah sebuah contoh bangunan perumahan kompleks elite yang ada di Palembang dan dikembangkan sejak tahun 2008. Citra Grand City dirancang sebagai kota yang memiliki aksesibilitas yang baik. Dengan statusnya sebagai sebuah kawasan bangunan perumahan kompleks elite, menarik untuk dikaji bagaimana perilaku yang terdapat di dalamnya ditinjau melalui kaidah arsitektur. Dalam kaitan dengan bidang arsitektur perilaku yang akan diamati adalah sistem pembuangan sampah, penataan parkir, kepatuhan terhadap aturan garis sempadan bangunan, dan observasi estetika.Kata Kunci: Perumahan, Arsitektur, Perilaku
PENERAPAN KONSEP INTEGRASI ANTAR TUANG PUBLIK PADA REDESAIN STASIUN KERETA API PATI Aziz, Ardi; Ratriningsih, Desrina
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 2, No 3 (2019): Jurnal Arsitektur Zonasi Oktober 2019
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v2i3.17857

Abstract

Abstract: Pati Train station is one of the second class stations in Pati Regency. Its presence is very helpful in transportation activities between regions within provinces and between provinces. Train station has an important role in relation to mobility of society. But in reality, train stations often lack adequate facilities such as the lack of large waiting rooms, of seats for resting passengers, and of other supporting facilities.  Pati Train Station is redesigned on the basis of activation planning for Semarang-Lasem Railway by the Indonesian Railways (PT KAI). In the future, the station's redesign improves the old station by exploring the facts and issues occuring in the field so that the two factors are used as the basis for the design.  The concept of “public spaces integration” used in station redesign aims to make it easier for users to get connected to public spaces inside and outside Pati train station. The method used is descriptive method, carried out by collecting primary and secondary data relating to the design object and then analyzing data based on public space theory which is then used as a design solution in the concept of public spaces integration.Keywords: station; train; Pati; integration; public space Abstrak: Stasiun kereta api Pati adalah satu dari beberapa stasiun kelas dua yang berada di Kabupaten Pati. Keberadaan stasiun ini sangat membantu dalam kegiatan transportasi antar daerah baik di dalam propinsi maupun antar propinsi. Stasiun kereta api memiliki peranan penting yang berkaitan dengan mobilitas masyarakat. Namun, dalam kenyataannya, fasilitas yang terdapat di stasiun kurang memadai dan belum memenuhi standar. Stasiun kereta api Pati di redesain dengan dasar perencanaan aktivasi jalur kereta api Semarang-Lasem oleh Perkeretaapian Indonesia (PT KAI). Pada nantinya redesain stasiun ini memperbaiki stasiun yang lama dengan menggali fakta dan issu yang terjadi di lapangan sehingga menjadikan kedua faktor tersebut sebagai dasar pemikiran perancangan. Konsep “Integrasi Antar Ruang publik” yang digunakan pada redesain stasiun ini bertujuan untuk memudahkan pengguna agar terhubung/terkoneksi ke ruang publik yang ada di dalam stasiun dan luar stasiun kereta api Pati. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif, dilaksanakan dengan mengumpulkan data-data primer dan sekunder yang berkaitan dengan objek perancangan kemudian melakukan analisa data berdasar teori ruang public yang kemudian digunakan sebagai solusi perancangan dalam konsep integrasi antar ruang publik.Kata kunci: stasiun; kereta api; Pati; integrasi; ruang publik
INTERLOCKING SYSTEM PADA KONSTRUKSI KNOCK DOWN BANGUNAN TRADISIONAL JAWA TAJUG SEBAGAI TEKNOLOGI RESPONSIF GEMPA Dewi, Nitih Indra Komala; Pratiwi, Sri Novianthi; Fajria, Mei Nisa
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 2, No 3 (2019): Jurnal Arsitektur Zonasi Oktober 2019
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v2i3.17610

Abstract

Abstract: Java Island is located on the ring of fire having active earth plate movements. The movement of the earth plates causes earthquakes with very high intensity. Earthquake factor is a major consideration in the construction of building structure systems. Traditional Javanese buildings have earthquake responsive building structures. The use of knock down timber construction connections is classified as an interlocking system in the form of notch, fulcrum, compressive force, hook and attraction. The system causes flexibility, attenuation, stability, elasticity in the framework of the building resulting in a unity in building systems that are responsive to the earthquakes. This study describes the interlocking system technology found in knock-down timber construction in traditional Java Tajug buildings. Keywords: Knock Down, Interlocking System, Timber Connection System, Traditional Java Tajug Buildings Abstrak: Pulau Jawa terletak pada jalur ring of fire memiliki pergerakan lempeng aktif. Pergerakan lempeng ini menyebabkan terjadinya gempa dengan intensitas yang sangat tinggi. Faktor gempa menjadi pertimbangan utama dalam pembentukan sistem struktur pada bangunan. Bangunan tradisional Jawa memiliki sistem struktur bangunan yang responsif  gempa. Penggunaan sambungan konstruksi kayu knock down diklasifikasikan sebagai sistem koncian atau pengunci (interlocking system) yang berupa takik, tumpu, tekan, kait dan tarik. Sistem tersebut mengakibatkan sifat fleksibilitas, redaman, stabilitas, elastisitas pada rangka bangunan sehingga menjadi satu kesatuan dalam sistem bangunan yang responsif terhadap gempa. Kajian ini mendeskripsikan tentang teknologi sistem pengunci (interlocking system) yang terdapat dalam konstruksi kayu dengan sistem knock down pada bangunan tradisional Jawa tajug. Kata Kunci: Knock Down, Interlocking System, Sistem Sambungan Kayu, Rumah Tradisional Jawa Tajug.
MENDEKONSTRUKSI BANGUNAN BERSEJARAH "STASIUN HALL BANDUNG" Rahaditya, Bagas Rizky; Wirasmoyo, Wiliarto
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 3, No 1 (2020): Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Arsitektur Zonasi Februari 2020
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v3i1.17824

Abstract

Abstract: Bandung Hall Station is one of the main gates to get to Bandung in the railway sector. On the other hand, Bandung Hall Station is one of the cultural heritage buildings and it belongs to the category A cultural heritage building. This station serves departures and train stops from various types of trips. For stations with large capacity, this station has many problems especially in access and circulation. For this reason, it is necessary to improve the quality of services carried out to accommodate the satisfaction of train service users. The approach used is Bernard Tschumi's deconstruction architecture. The method used is the rational approach method and is solved by synthesis with the architectural deconstruction approach of Bernard Tschumi's method. The method used as a site approach is a consolidation method. For the method of approach to building design used typology methods. Bernard Tschumi's Deconstruction concept supports the design goal of being fit to space to activities in order to linking facilities with the surrounding station buildings so that it becomes a unity. The aim is to help in improving services from PT. KAI and also to improve the safety and comfort factors for service users.  Keywords: Deconstruction, Fit to space to activities, Rational approach, Hall Station. Abstrak: Stasiun Hall Bandung merupakan salah satu gerbang untuk menuju ke kota Bandung di sektor perkeretaapian. Di sisi lain, Stasiun Hall Bandung merupakan bangunan cagar budaya. Untuk mendesain di sebuah bangunan cagar budaya perlu diperhatikan regulasi yang berlaku terkait bangunan cagar budaya. Tujuannya untuk melestarikan peninggalan sejarah bagi kota Bandung. Stasiun Hall Bandung tergolong kategori bangunan cagar budaya golongan A. Stasiun ini melayani pemberangkatan dan pemberhentian kereta dari berbagai jenis perjalanan. Untuk stasiun dengan kapasitas besar, stasiun ini memiliki banyak permasalahan terutama pada akses dan sirkulasi. Untuk itu perlu adanya peningkatan mutu pelayanan yang dilakukan untuk mewadahi kepuasan pengguna jasa kereta api. Pendekatan yang digunakan adalah arsitektur dekonstruksi Bernard Tschumi. Metode yang digunakan adalah metode rational approach dan diselesaikan dengan sintesis dengan pendekatan arsitektur dekonstruksi metode Bernard Tschumi. Metode yang digunakan sebagai pendekatan pada site adalah metode konsolidasi yang akan membuat pengunjung nyaman dan mudah untuk melakukan kegiatan disini. Untuk metode pendekatan perancangan bangunannya menggunakan metode typologi. Konsep Dekonstruksi Bernard Tschumi menunjang untuk tujuan desain menjadi fit to space to activities yang mengaitkan fasilitas dengan bangunan stasiun sekitarnya sehingga menjadi kesatuan. Tujuannya untuk membantu peningkatan pelayanan dari PT.KAI dan juga untuk meningkatkan faktor keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jasa.Kata Kunci: Dekonstruksi, Fit to space to activities, Rational approach, Stasiun Hall
PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN PENDEKATAN BEHAVIOR MAPPING DI PASAR TRADISIONAL KOTA TASIKMALAYA Nuurmayadi, Dicky; Hendardi, Agi Rivi
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 3, No 1 (2020): Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Arsitektur Zonasi Februari 2020
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v3i1.21737

Abstract

Abstract: Traditional markets are identical with dirty, seedy, and smelly due to waste problems generated by the activities / processes of the market itself. The market has a big enough role to fulfill daily needs and support the economy of the urbans. The City of Tasikmalaya has several traditional markets that are provided to meet the daily needs of its people, local governments with various funding programs has to build or revitalize markets with the hope that they can provide more services for its users. The development and revitalization process that is carried out is sometimes only focused to the physical aspects without thinking about the environmental management system, especially on the problem of waste management systems that involve the behavior and activities of market users. This study was conducted to obtain a description of the condition of waste management in traditional markets in the City of Tasikmalaya through an approach to the activities and behavior of users, management institutions, and facilities in the market environment using the Behavior Mapping method. From the research results obtained data that almost all existing markets do not yet have a suitable waste management system, garbage is only collected without going through a good sorting process, users are not too concerned with the conditions of existing waste problems, the existing institutions also have not been maximally managed, the facilities provided are only in the form of temporary waste collection facilities and the conditions can be seen from the condition.Keywords: Waste, Traditional Markets, Management System, Behavior MappingAbstrak: Pasar tradisional identik dengan kotor, kumuh, dan bau akibat permasalahan sampah yang dihasilkan oleh aktivitas/proses kegiatan dari pasar itu sendiri. Pasar memiliki peran yang cukup besar bagi pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan penunjang perekonomian masyarakat di perkotaan. Kota Tasikmalaya memiliki beberapa pasar tradisional yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakatnya, pemerintah daerah dengan berbagai program pendanaan membangun atau merevitalisasi pasar dengan harapan agar dapat memberikan pelayanan yang lebih bagi penggunanya. Proses pembangunan dan revitalisasi yang dilakukan terkadang hanya terfokus kepada aspek fisik tanpa memikirkan sistem pengelolaan lingkungan khususnya pada masalah system pengelolaan sampah yang melibatkan perilaku dan aktivitas dari pengguna pasar. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran bagaimana kondisi pengelolaan sampah di pasar tradisional di Kota Tasikmalaya melalui pendekatan terhadap aktivitas dan perilaku pengguna, lembaga pengelola, dan fasilitas yang ada di lingkungan pasar menggunakan metode Behavior Mapping. Dari hasil penelitian diperoleh data bahwa hampir semua pasar yang ada belum memiliki system pengelolaan sampah yang sesuai, sampah hanya dikumpulkan tanpa melalui proses pemilahan yang baik, pengguna tidak terlalu peduli dengan kondisi permasalahan sampah yang ada, kelembagaan yang ada juga belum secara maksimal melakukan pengelolaan, fasilitas yang disediakan hanya berupa sarana penampungan sampah sementara dan dilihat dari kondisinya pun terkesan asal ada.  Kata Kunci: Sampah, Pasar Tradisional, Pengelolaan, Behavior Mapping
PENERAPAN KONSEP HEALING ARCHITECTURE PADA RUMAH SAKIT TIPE D DI KABUPATEN KENDAL Azza, Shafira; Natalia, Dita Ayu Rani
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 2, No 3 (2019): Jurnal Arsitektur Zonasi Oktober 2019
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v2i3.17877

Abstract

Abstract: Kendal Regency is a region in Central Java Province that has a large area with increasing number of resident. Increasing number of residents set off increasing number of disease but health facility in Kendal Regency is not available yet. Thus, health facility or hospital is needed in order to help healing process for the residents. Type D hospital is designed using the application of healing architecture concept because this concept will be really helpful for the patients in their healing process. Healing Architecture is implemented in the building of Type D Aisyiyah Hospital with outdoor and indoor design thus creating an atmosphere that can influence the psychology and physic of the patients in healing process. The data was obtained through primary and secondary data collection. The primary data was done through interview, observation, location mapping, and documentation. Secondary data was collected from related agencies and literature study from journal or related paper. The result from the application of healing architecture concept on Type D Aisyiyah Hospital in Kendal Regency was showed off on the building façade, outdoor room, and indoor room of the hospital which is helpful in healing process by considering structure of building and utility for hospital needs.Keywords: Healing Architecture, Hospital, Kendal Regency Abstrak: Kabupaten Kendal adalah salah satu kabupaten yang berada di Jawa Tengah yang memiliki wilayah yang cukup luas dengan perkembangan penduduk yang kian meningkat. Bertambahnya pertumbuhan penduduk menyebabkan semakin banyak pula penyakit yang berkembang tiap tahunnya, namun fasilitas kesehatan di Kabupaten Kendal masih kurang ketersediaannya sehingga diperlukan fasilitas kesehatan berupa rumah sakit untuk membantu penyembuhan masyarakat. Rumah sakit dengan tipe D dirancang menggunakan penerapan konsep healing architecture karena konsep ini sangat membantu pengguna terutama pasien dalam proses penyembuhan. Healing Architecture merupakan konsep penyembuhan yang dilakukan demi menciptakan bentuk dan lingkungan arsitektur yang memiliki aspek people, process and place. Healing Architecture diimplementasikan dalam bangunan Rumah Sakit tipe D di Kabupaten Kendal dengan desain ruang luar dan dalam sehingga menciptakan suasana yang dapat berpengaruh terhadap psikologi dan fisik terapi pasien dalam proses penyembuhan. Metode pengumpulan data menggunakan metode pengumpulan data primer yaitu berupa wawancara, pengamatan, pemetaan lokasi serta dokumentasi, dan metode pengumpulan data sekunder yaitu berupa data dari instansi yang terkait serta studi literatur terhadap jurnal atau karya ilmiah yang berkaitan. Hasil penerapan konsep healing architecture pada rumah sakit tipe D di Kabupaten Kendal diterapkan pada fasad bangunan, ruang luar dan ruang dalam pada rumah sakit yang dapat membantu proses penyembuhan pasien dengan mempertimbangkan struktur pada bangunan dan utilitas untuk kebutuhan rumah sakit.Kata Kunci: Healing Architecture, Rumah Sakit, Kabupaten Kendal
IDENTIFIKASI MATERIAL BERKELANJUTAN PADA RUANG LUAR DAN RUANG DALAM BANGUNAN KANTOR Prabowo, Agung; Al-Ghifari, Muhammad Aziz Abdullah; Fadlilah, Fajar Nur; Pakuan, Gani Muhammad; Zulfahmi, Muhammad Hafidz
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 2, No 3 (2019): Jurnal Arsitektur Zonasi Oktober 2019
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v2i3.19492

Abstract

Abstract: At present, requirements and development in architectural design lead to the concept of sustainable architecture that is environmentally responsible. The application of sustainable architecture itself must be following the rules in architecture, but still, pay attention to environmental conditions. This topic was chosen to find out how to use sustainable materials in buildings with sustainable architectural concepts both in exterior and interior space. This study aims to find out regarding the understanding of the concept of sustainable architecture and how to use it from the application of sustainable materials to exterior space and interior space in office buildings. As an object of research, the Akanoma architecture studio office building is located in Padalarang, Kab. West Bandung. The application of sustainable architecture is observed in the expression of exterior and space in buildings, as well as the impact of these aspects on the environment. The boundary scope of this study is the utilization of sustainable material applications in terms of patterns, textures and material colors in the exterior and interior space in the building. This study uses qualitative research methods that attempt to analyze objects by describing objects from the point of view and interpretation of individuals (informants) in a natural setting. Study analysis refers to data from field observations based on aspects of architectural appearance in the form of exterior and interior space. The results of the study show that the application of sustainable architecture to the Akanoma Studio office building is an ecologically well-applied approach. This study is carried out in the hope that it can be useful to become knowledge and references regarding the use of sustainable material applications in exterior space and interior space in buildings.Keywords: Sustainable Architecture, Sustainable Material, in Expression of Exterior and Space Abstrak:Saat ini, persyaratan dan perkembangan dalam desain arsitektur menuju pada konsep arsitektur berkelanjutan yang tanggap terhadap lingkungan. Penerapan arsitektur berkelanjutan sendiri harus sesuai dengan kaidah dalam arsitektur, tetapi tetap memperhatikan kondisi lingkungan. Topik ini dipilih untuk mengetahui bagaimana cara pemanfaatan penerapan material berkelanjutan pada bangunan dengan konsep arsitektur berkelanjutan baik pada ruang luar maupun ruang dalam. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui tentang pemahaman mengenai konsep arsitektur berkelanjutan serta bagaimana cara pemanfaatan dari penerapan material berkelanjutan pada ruang luar dan ruang dalam bangunan kantor. Sebagai objek penelitian, dipilih bangunan kantor studio arsitektur Akanoma yang berlokasi di Padalarang, Kab. Bandung Barat. Penerapan arsitektur berkelanjutan dicermati pada ekspresi ruang luar dan ruang dalam bangunan, serta dampak aspek tersebut terhadap lingkungan. Lingkup batasan dari penelitian ini yaitu pemanfaatan penerapan material berkelanjutan ditinjau dari pola, tekstur dan warna material pada ruang luar dan ruang dalam bangunan. Kajian ini menggunakan metoda penelitian kualitatif yang berupaya menganalisis objek dengan menggambarkan objek dari sudut pandang dan interpretasi individu (informan) dalam latar alamiah. Pada tahapan analisis, diperoleh data-data hasil observasi lapangan berdasarkan aspek tampilan arsitektural berupa ruang luar dan ruang dalam. Hasil kajian menunjukan bahwa penerapan arsitektur berkelanjutan pada bangunan kantor Studio Akanoma adalah dengan pendekatan ekologi yang diterapkan dengan baik. Kajian ini dilakukan dengan harapan dapat bermanfaat menjadi pengetahuan dan referensi mengenai pemanfaatan dari penerapan material berkelanjutan pada ruang luar dan ruang dalam bangunan.

Page 4 of 22 | Total Record : 213