cover
Contact Name
Jurnal Arsitektur Zonasi
Contact Email
jurnal_zonasi@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
yudi.permana@upi.edu
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur ZONASI
ISSN : 26211610     EISSN : 26209934     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Journal of Architectural ZONASI is an online open access journal. It features articles on a wide range of issues in architecture, including architectural history and theory, dwelling culture, building technology and material science, architectural design, interior design, landscape architecture, heritage and conservation, and urbanism. Published three annually, in February, June, and October, the journal welcomes contributions from all over the world
Arjuna Subject : -
Articles 213 Documents
PORTABLE HOUSE: ARSITEKTUR BAGI KAUM MISKIN KOTA Barliana, M Syaom
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 3, No 2 (2020): Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Arsitektur Zonasi Juni 2020
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v3i2.25135

Abstract

Abstract: One of urban demography problem is the explosion of urban population due to the activity of migration and poverty, including structural poverty. One of the urban poos groups is the scavengers. This paper, have no intention at all to discuss regarding poverty problem, including scavengers from the perspective of economic solution, rather, will study from the perspective of experimental architecture. Mayeng scavengers become the object of case study, because rare for architecture to discuss about this lower class society. The assumption is architecture shoud play a role in the context of social, due to its intervention will influence and further change the face and features of the city. In relation to that, this paper have a purpose to analyse the need of housing for scavengers, also obtained solution of design optimally, even in the context of experimental architecture.  Keywords: poor society, structural poverty, mayeng scavenger, portable houseAbstrak: Salahsatu problema demografi perkotaan, adalah ledakan populasi penduduk akibat migrasi dan kemiskinan, termasuk kemiskinan struktural. Salahsatu kelompok miskin kota adalah para pemulung. Paper ini, sama sekali tidak bermaksud untuk membahas problematika kemiskinan, termasuk pemulung dari sudut pandang solusi ekonomi, akan mengkaji dari sudut pandang arsitektur eksperimental. Pemulung mayeng menjadi objek studi kasus, karena arsitektur sangat jarang menyentuh masyarakat kelas bawah ini. Asumsinya, arsitektur harus memainkan peran dalam konteks social, karena intervensi arsitektur akan mempengaruhi dan bahkan mengubah perjalanan wajah dan fitur kota. Sekaitan itu, paper ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan tempat tinggal bagi pemulung, serta menemukan solusi desain secara optimal, meskipun berada pada konteks arsitektur eksperimental. Kata kunci : masyarakat miskin, kemiskinan struktural, pemulung mayeng,  portable house
KENYAMANAN SIRKULASI ASRAMA MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI LAMPUNG (UNILA) BERDASARKAN PERSEPSI PENGHUNI Munawaroh, Ai Siti; Jajuli, Ahmad; Kustiani, Kustiani
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 3, No 2 (2020): Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Arsitektur Zonasi Juni 2020
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v3i2.23932

Abstract

The function of a building can be achieved by fulfilling the comfort of its circulation. Previous studies have shown that circulation in the UNILA Student Dormitory circulation has fulfilled the comfort criterias even though in the bedroom there is still a crossing circulation.The purpose of this study is to find out the occupants' perceptions of circulation comfort in the UNILA Student Dormitory.This study uses a qualitative methods. While the data obtained through questionnaires were distributed to 50 respondents.The results showed that the circulation space in the UNILA student dormitory was felt comfortable by the residents. This is shown by the results of the questionnaire about the suitability, suitability of space, activity, visuals, aroma, area, noise, temperature, lighting and security of the dorm which is in accordance with the resident needs.Some of the residents still feel lacking, namely: the bedroom lacks circulation space and the bathroom is less decent, less clean and smelly.
KAJIAN ARSITEKTUR MODERN PADA PRASARANA SEKOLAH KEBERBAKATAN OLAHRAGA (SKO) Tri Wicaksono, Muhmmad Rizki Teguh
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 3, No 2 (2020): Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Arsitektur Zonasi Juni 2020
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v3i2.24683

Abstract

Abstract: Modern Architecture is one of the famous concepts from the past until now. Modern architectural style that eliminates the style of ornamentation is one of the strong characteristics of modern architecture. By making the building more minimalist modern architecture has a good impact on the world of architecture to the present. One of them is modern architecture in infrastructure or sports hall, to achieve good quality facilities becomes a very important role in the world of sports. The application of modern architecture to sports buildings can be seen in the looks and plans of buildings of its sports facilities. The case study used for this research is the Middle School / High School for Sports, Ragunan. By examining some parts of the principles of modern architecture, namely: The use of basic geometric shapes, the use of elements of field and volume lines, the symmetrical impression on buildings, the use of grid systems, the honesty of construction and structure. The conclusion is that the building of a special sports school in the Ragunan has used Modern Architecture from the principles that have been used as well as the results of the analysis. Keywords : Architecture; Modern Architecture; Principal Architecture Abstrak: Arsitektur Modern merupakan salah satu konsep yang terkenal dari dulu hingga sekarang. Gaya arsitektur modern yang menghilangkan corak ornamen merupakan salah satu ciri khas yang kental dari Arsitektur modern. Dengan menjadikan bangunan menjadi lebih minimalis arsitektur modern membawa dampak yang baik pada dunia arsitektur hingga saat ini. Salah satu nya adalah arsitektur modern pada prasarana atau gedung olahraga, untuk mencapai kualitas yang bagus fasilitas menjadi peran yang sangat penting dalam dunia olahraga. Penerapan arsitektur modern pada gedung olahraga bisa terlihat pada tampak dan denah dari bangunan fasilitas olahraga nya. Studi kasus yang dipakai untuk penelitian ini adalah SMP/SMA Sekolah Khusus Olahraga, Ragunan. Dengan meneliti beberapa bagian dari prinsip arsitektur modern yaitu: Penggunaan bentuk dasar geometri, Penggunaan unsur garis bidang dan volume, Kesan Simetris pada bangunan, Penggunaan sistem grid, Kejujuran konstruksi dan struktur. Kesimpulanya bahwa pada bangunan Sekolah khusus olahraga di Ragunan telah menggunakan Arsitektur Modern dari prinsip-prinsip yang telah gunakan serta hasil analisis. Kata Kunci: Arsitektur; Arsitektur Modern; Prinsip Arsitektur
KAJIAN KONSEP BIOPHILIC PADA BANGUNAN HUNIAN VERTIKAL Azkiawati, Diana
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 3, No 2 (2020): Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Arsitektur Zonasi Juni 2020
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v3i2.24448

Abstract

Abstract: The concept of biophilic is a concept that pays attention to the relationship between natural surrounding with user’s psychology. The application of the biophilic concept is expected to create a condition or atmosphere where people do not feel stressed and reduce one’s stress level. The advantage of applying the biophilic concept to a residence is to create a healthier condition for people who are mentally healthy. Therefore, the authors raise a study entitled “Biophilic Concept Studies in Vertical Residential Buildings”. This research was conducted in studies namely, Kollektiv Hotel, Bandung by using descriptive analysis by emphasizing the facts or the truth of the data obtained. The method in this study uses a descriptive approach that is to reveal the situation or situation that occurs when the research is ongoing. Based on observations made, it is known that biophilic architecture can be applied by connecting natural elements with their usage.Keywords: Biophilic concept, occupancy, user’s psychology Abstrak: Konsep biophilic merupakan konsep yang memperhatikan hubungan antara alam sekitar dengan psikologis pengguna Penerapan konsep biophilic diharap dapat menciptakan kondisi atau suasana dimana masyarakat tidak merasa stress serta mengurangi tingkat kestresan seseorang. Keuntungan menerapkan konsep biophilic terhadap hunian adalah menciptakan kondisi masyarakat yang lebih sehat secara mental Oleh karena itu, penulis mengangkat penelitian yang berjudul “Kajian Konsep Biophilic Pada Bangunan Hunian Vertikal”. Penelitian ini dilakukan pada studi kasus yaitu, Kollektiv Hotel, Bandung menggunakan analisis deskriptif dengan menekankan fakta atau kebenaran data yang didapat. Metode pada penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif yaitu mengungkapkan keadaan atau situasi yang terjadi saat penelitian sedang berlangsung. Berdasarkan observasi yang dilakukan, diketahui bahwa arsitektur biophilic dapat diterapkan dengan menghubungkan elemen-elemen alam dengan penggunannya.Kata Kunci: Konsep biophilic, Hunian, Psikologis Pengguna
PENERAPAN KONSEP DESA BERKELANJUTAN PADA ZONING KAWASAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN SULANG KABUPATEN REMBANG Wungo, Grandy Loranesssa
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 3, No 2 (2020): Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Arsitektur Zonasi Juni 2020
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v3i2.25006

Abstract

Abstract: A residential area is part of the environment outside the protected area, both in the form of urban and rural areas, which functions as a residential or residential environment and a place of activity that supports community activities. Sulang Village has the potential as an urban area, a complete infrastructure, and a strategic location because it is cross by the Rembang-Blora Collector Street, a road that connects Rembang and Blora Regencies. This research aims to find the concept of rural settlement development as one of the strategies for sustainable village development in Rembang Regency. This study uses qualitative research with descriptive characteristics, where data collection techniques are carried out using field observations, interviews, and literature analysis. The output is obtained by the sustainable village zoning strategy, which is adjusted to the physical and non-physical study in Sulang Village. Keywords: Settlement, Rural, Sustainable Abstrak:Kawasan permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung, baik berupa kawasan perkotaan maupun perdesaan, yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung aktivitas masyarakat. Desa Sulang dan Desa Kemadu memiliki potensi sebagai kawasan perkotaan, sarana prasarna yang lengkap dan dan lokasi yang strategis karena dilewati oleh Jalan Kolektor Rembang-Blora dimana jalan tersebut merupakan jalan yang menghubungkan Kabupaten Rembang dan Blora. Penelitian ini merupakan penelitian yang diarahkan untuk mencari konsep pengembangan permukiman dipedesaan sebagai salah satu dari strategi pembangunan desa berkelanjutan di Kabupaten Rembang. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan ciri deskriptif, dimana teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi lapangan, wawancara serta analisa literatur. Luarannya didapatkan startegi zonasi desa berkelanjutan yang disesuai dengan analisis fisik dan non fisik di Desa Sulang dan Desa Kemadu. Keywords: Permukiman, Pedesaan, Berkelanjutan
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN MUSEUM GEOLOGI, STUDI KASUS : MUSEUM GEOLOGI BANDUNG Ghurotul Muhajjalin, Muhammad Ghiyas
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 3, No 2 (2020): Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Arsitektur Zonasi Juni 2020
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v3i2.24898

Abstract

Abstract: Concern for nature must indeed be considered, because to prevent undesirable effects such as global warming or damage to the surrounding environment. The cause of this impact is a result of nature and even human actions themselves, such as due to volcanoes erupting, waste disposal, vehicle pollution, and others. But there are also causes of other things, namely the establishment of a building without looking at the surrounding environment, which only emphasizes the function and aesthetics, so it becomes a very important problem. Green architecture is a concept where buildings to be erected must have criteria to support the natural surroundings, so this concept is very used to minimize or prevent natural damage caused by buildings. An example of the building that will be applied in this research is the Geology Museum, considering that Indonesia has a complex geographical location and natural wealth from the bowels and extraterrestrial. The method used in this research is a qualitative descriptive method, which is the depiction or explaining the facts in the field by analyzing and discussing them broadly so that they can find results and conclusions.Keywords: Green Architecture, Museum, Qualitative Descriptive. Abstrak: Kepedulian terhadap alam memang harus diperhatikan, karena untuk mencegah dampak-dampak yang tidak diinginkan seperti pemanasan bumi atau kerusakan lingkungan sekitar. Penyebab dari dampak ini merupakan akibat dari alam bahkan perbuatan manusia itu sendiri, seperti akibat gunung berapi meletus, pembuangan limbah, polusi kendaraan, dan lain-lain. Namun ada juga penyebab dari hal lain yaitu berdirinya suatu bangunan tanpa melihat lingkungan sekitarnya, yang hanya mementingkan fungsi maupun estetikanya, sehingga menjadi suatu permasalahan yang sangat penting. Arsitektur hijau merupakan sebuah konsep dimana bangunan yang akan didirikan harus memiliki kriteria untuk mendukung alam sekitar, sehingga konsep ini sangat digunakan untuk meminimalisir atau mencegah terjadinya kerusakan alam  yang disebabkan oleh bangunan. Sebagai contoh bangunan yang akan diterapkan pada penelitian ini adalah Museum Geologi, mengingat Indonesia memiliki letak geografis yang kompleks dan kekayaan alam dari perut dan luar bumi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu penggambaran atau menjelaskan fakta-fakta yang ada di lapangan dengan cara menganalisis serta membahasnya secara luas sehingga dapat menemukan hasil dan kesimpulan. Kata Kunci: Arsitektur Hijau, Museum, Deskriptif Kualitatif
Kajian Konsep Arsitektur Semiotik Pada Bangunan Gedung Pertunjukan Ibrahim, Muhammad Luthfi; Ashadi, Ashadi
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 3, No 3 (2020): Vol. 3 No. 3 (2020): Jurnal Arsitektur Zonasi Oktober 2020
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v3i3.25018

Abstract

Pemahaman dan pengenalan tanda dalam arsitektur ialah salah satu ilmu dasar dalam pengajaran arsitektur yang lebih diketahui dengan istilah semiotik. Pengenalan tanda dari suatu bangunan merupakan suatu bentuk komunikasi di dalam arsitektur, dan yang paling mudah diterapkan ialah terhadap bentuk fisik/fasade suatu bangunan. Arsitektur semiotik berkonsep menyelaraskan simbol/tanda sebagai media komunikasi untuk menghadirkan sebuah kenyataan yang terjadi pada bangunan maupun di sekitarnya. Metode penelitian ini menerapkan jenis penelitian deskriptif kualitatif, sebab penelitian ini berfokus pada pemahaman terhadap fenomena sosial yang terjadi di masyarakat. Pendekatan yang diterapkan pada penelitian ini merupakan pendekatan studi kasus (Case Study). Pendekatan ini memfokuskan diri secara intensif pada suatu objek tertentu dan mempelajarinya sebagai suatu kasus. Jenis penelitian ini juga merupakan jenis penelitian dengan sistem melihat fakta-fakta maupun ilustrasi suatu keadaan yang ada dan kemudian dianalisa dengan mendeskripsikan serta mengidentifikasikan setiap aspek yang ada. Hasil penelitian berupa pencarian dan penentuan tanda-tanda indeks berupa representamen yang mewakili objek pada studi kasus dan dilakukan dengan cara berjenjang lingkupnya. Kesimpulan mengenai penerapan konsep arsitektur semiotik Tanda Indeks pada bangunan gedung pertunjukan yang telah dikaji mempunyai bentuk tanda-tanda indeks yang muncul dan terlihat pada setiap jenis lingkupnya yaitu : mulai dari lingkup lingkungan, lingkup tapak bangunan, lingkup bangunan bagian luar maupun dalam, dan lingkup elemen bangunan
PEMANFAATAN PENCAHAYAAN ALAMI PADA IKLIM TROPIS TERHADAP BANGUNAN HOTEL RESORT DI BALI Paramita, Triana
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 4, No 1 (2021): Vol. 4 Ni. 1 (2021): Jurnal Arsitektur Zonasi Februari 2021
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v4i1.27141

Abstract

Abstrak: Indonesia yang terletak di garis khatulistiwa menyebabkan Indonesia memiliki iklim tropika atau bisa disebut iklim panas. Daerah beriklim tropis kaya akan sumber daya sinar matahari, begitu pula di Pulau Bali. Percahayaan merupakan aspek penting yang harus diperhatikan dalam merancang suatu bangunan, pemanfaatan pencahayaan alami ini dapat diterapkan pada bangunan hotel resort di Bali. Pemanfaatan cahaya alami juga menyebabkan adanya penghematan energi, dengan pemanfaatan pencahayaan alami yang optimal melalui bukaan, orientasi dan luas jendela yang dapat mempengaruhi banyak cahaya yang masuk. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan mengumpulkan sumber-sumber data dan mengambil beberapa sample atau studi preseden dari bangunan yang telah terealisasikan.
KAJIAN PERKEMBANGAN SISTEM PETANDA PADA ARSITEKTUR DAN INTERIOR RUANG PUBLIK DI DENPASAR MENUJU DENPASAR KOTA KREATIF Rahayu, Ni Nyoman Sri; Swari, Luh Gde Niti
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 3, No 3 (2020): Vol. 3 No. 3 (2020): Jurnal Arsitektur Zonasi Oktober 2020
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v3i3.27942

Abstract

Abstract: The conservation of cultural heritage, especially the identity of traditional architecture in the city of Denpasar, is an effort to strengthen the architectural character of Denpasar. The uniqueness of Denpasar architecture is the peciren bebadungan while the red brick pattern. This also gives an identity to the architectural fasade of Denpasar as a creative city that is appear with local traditions and culture. The signage is one of the important architectural and interior elements and becomes the vocal point. This is due to its function which is visually in front of (building facade), which functions to provide information related to the building. The research method used is descriptive-qualitative method, with the selection of objects using purposive sampling technique. The result of the research is that the signage design does not reflect the strong character of Denpasar architecture. There are two most basic things, which become the main criteria, that was the use of the peciren bebadungan (the form of a red brick pattern arranged) in such as a unique of Denpasar architecture that is different from architecture in another regencies in Bali. The second is the use of Balinese script as a local Balinese identity. These two things are what the authors prioritize in designing, so that creative signage and local wisdom is created.Keywords: signage, local genius, public space, creative city.Abstrak: Peneguhan kembali warisan budaya khususnya jatidiri arsitektur tradisional di kota Denpasar merupakan salah satu usaha untuk memperkuat karakter arsitektur Denpasar. Keunikan arsitektur kota Denpasar yang khas (peciren bebadungan berupa pola susun maju mundur material bata merah). Hal ini pula yang memberi identitas bagi wajah arsitektur kota menuju Denpasar sebagai kota kreatif yang selaras dengan tradisi dan budaya local setempat. Sistem petanda atau signage merupakan salah satu elemen arsitektur dan interior yang penting dan menjadi titik focus pengamat dan pengguna bangunan. Hal ini dikarenakan fungsinya yang secara visual berada di muka (fasade bangunan), berfungsi memberikan informasi terkait bangunan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-kualitatif, dengan pemilihan objek menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian adalah desain signage belum mencerminkan karakter arsitetur Denpasar yang kuat. Terdapat dua hal yang paling mendasar, yang menjadi kriteria utama yakni penggunaan bentuk peciren bebadungan yakni bentuk pola susun maju mundur bata merah yang disusun sedemikian rupa sebagai bentuk khas Arsitektur Denpasar yang unik dan berbeda dengan Kabupaten lainnya di Bali. Yang kedua adalah penggunaan aksara Bali sebagai identitas local Bali. Dua hal ini yang penulis utamakan dalam perancangan, sehingga tercipta signage yang kreatif dan berkearifan local. Kata Kunci: sistem petanda, kearifan local, ruang public, kota kreatif.
KONSEP PENATAAN KAWASAN LALEBBATA SEBAGAI KAWASAN HERITAGE DI KOTA PALOPO Nurhijrah, Nurhijrah; Fisu, Amiruddin Akbar; Marzaman, Liza Utami; Hafid, Zulham
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 4, No 1 (2021): Vol. 4 Ni. 1 (2021): Jurnal Arsitektur Zonasi Februari 2021
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v4i1.30168

Abstract

Dalam struktur ruang Palopo pada periode prakolonial, Kawasan Lalebbata adalah sentrum bagi Kota Palopo. Ia adalah ‘dunia tengah’ yang memiliki sejarah panjang dan menjadi tempat hidup bagi manusia Luwu. Lalebbata menjadi salah satu alasan Kota Palopo tergabung menjadi salah satu anggota Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) dan telah diarahkan oleh pemerintah sebagai Kota Pusaka. Nilai kearifan lokal yang dipegang dalam pengembangan kota adalah konsep ‘marowa’ yang berarti ramai atau meriah. Penghormatan terhadap Istana Datu Luwu dan Masjid Jami Tua masih menjadi norma sosial atau nilai-nilai yang masih diyakini oleh masyarakat. Lalebata sebagai salah satu kawasan bersejarah memerlukan upaya untuk penataan sebagai upaya menghidupkan kembali aktifitas pada kawasan ini sekaligus sebagai upaya perlindungan, termasuk mengendalikan perkembangan kawasan tersebut agar tidak kehilangan identitas kesejarahaannya. Peraturan Daerah Kota Palopo tentang Cagar Budaya mengamanahkan perencanaan pola ruang Kawasan Cagar Budaya ditetapkan di Kelurahan Batupasi. Rencana pengelolaan kawasan cagar budaya ini meliputi revitalisasi cagar budaya, serta pelestarian dan pemeliharaan bangunan bersejarah serta diarahkan sebagai Kawasan Peruntukan Perdagangan dan Jasa, khususnya sebagai pusat perbelanjaan dan ruang terbuka publik. Tulisan ini bertujuan untuk menghasilkan konsep perencanaan dan penataan Kawasan Lalebbata di Batupasi sebagai kawasan heritage sekaligus sebagai ruang publik di Kota Palopo. Metode yang digunakan adalah dengan pendekatan partisipatif kepada warga yang tinggal di sekitar lokasi, untuk menggali potensi dan masalah, serta dilakukan pula tinjauan kebijakan terkait perencanaan dan penataan yang akan dilakukan. Hasil dari tulisan ini adalah konsep penataan kawasan dengan membagi kawasan menjadi beberapa fungsi seperti ruang komersil, ruang publik dan pedestrian, sculpture, plaza, tempat pameran dan museum.

Page 6 of 22 | Total Record : 213